Home

.

.

.

.

.

.

Disclaimer : Mereka hanya milik Tuhan

Cast : DBSK Family, dll

Genre : Family, Romance, Drama, hurt/comfort. Yaoi

Typos bertebaran, membosankan, alur suka"

Rate : T

Yang gak suka bisa langsung di close ^o^

Maaf ya buat yang udah nunggu ff ini seabad, hahahaha #bow

.

.

.

.

.

.

Yunho menjauhkan tubuhnya saat dirasa dia merasakan sesuatu kembali. Sesuatu yang selalu dirasakannya setiap dekat dengan Jaejoong. Jaejoong menundukkan kepalanya dengan wajah merona, tadi itu dekat sekali dan dia benar – benar malu.

" Sudah sangat larut, kau tidurlah. Aku juga akan pergi ke kamar" Ucap Yunho kemudian dia berdiri dari tempatnya

Jaejoong menganggukkan kepalanya namun detik kemudian dia terkejut saat sebuah cardigan tersampir dipundaknya.

" Jangan sampai sakit" Ucap Yunho sebelum dia beranjak dari halaman belakang

Jaejoong menggigit bibir bawahnya, dalam pikirannya muncul beberapa tindakan gila yang bisa saja dia lakukan saat ini. Haruskan dia melakukannya? Bolehkah dia bertindak agresif? Tapi... Bukankah dia harus seperti itu agar Yunho mau membuka diri padanya?

" Ugh..."

TAP

TAP

TAP

SREETTT

Jaejoong berlari mengejar Yunho dan menarik piyama bagian bawah yang dipakai oleh Yunho hingga namja itu tersentak kaget. Dengan kecepatan kilat Jaejoong berjinjit dan mengecup pipi kanan Yunho.

" Terima kasih atas bunganya, aku akan tidur. Jalja Yun... Yu-Yunie..."

TAP

TAP

TAP

TAP

Yunho membatu, Jaejoong baru saja menciumnya dan lebih dari itu. Jaejoong memanggilnya Yunie, dia tidak salah dengar bukan?

AH~

Jantungnya terpompa sangat cepat saat ini, bukan... Bukan karena traumanya, Jaejoong bahkan bertindak sangat cepat tadi hingga Yunho tidak merasakan apapun kecuali detakan jantungnya yang menggila.

Perlahan Yunho menyentuh pipi kanannya dan tersenyum kemudian dia berjalan menuju kamarnya namun dia berhenti disebuah pintu, pintu kamar Jaejoong. Yunho menyentuh pintu kamar itu dan bergumam pelan.

" Selamat malam, mimpi indah Jaejoongie..."

Yunho kemudian berjalan menuju kamarnya yang masih dalam lantai yang sama dengan Jeajoong tanpa tahu namja cantik itu tengah menyandarkan tubuhnya dibelakang pintu sembari memegangi jantungnya yang berdetak sangat cepat setelah perbuatannya tadi dan setelah mendengar Yunho mengucapkan selamat malam dan memanggilnya dengan Jaejoongie membuat jantungnya seakan akan meledak.

.

.

.

.

.

Sudah seminggu kejadian itu berlalu, keduanya mulai sibuk dengan urusannya masing – masing. Yunho dengan perusahaan Jung dan Jaejoong dengan butiknya namun keduanya selalu menyempatkan waktunya untuk bermain dengan Changmin secara bergantian.

Dan saat ini Jaejoong baru saja memandikan anak manja kesayangannya, mereka berjalan turun untuk memulai sarapan bersama anggota keluarganya yang lain. Setelah sarapan Jaejoong dan Junsu menemani Changmin bermain diruang tengah sampai Yunho datang menghampirinya dengan pakaiannya yang terbilang santai tapi rapi.

" Bisakah kalian bersiap?" Tanya Yunho

" Ne? Aku?"

" Kau dan Changmin" Ucap Yunho tanpa menatap Jaejoong

" Kenapa?"

" Aku ingin mengajak kalian ke kebun binatang"

" Y-ye?!"

.

.

.

.

.

~ Chapter 10 ~

.

.

.

.

.

Changmin tersenyum lebar dengan sesekali menoleh ke kanan dan ke kirinya dia berada diantara kedua orangtuanya, sang eomma disebelah kiri dan sang appa disebelah kanan. Keduanya menggandeng Changmin dengan erat karena takur terpisah di area kebun binatang.

Changmin bernyanyi dengan riang dan itu mengundang tawa kedua orangtuanya, Jaejoong amat senang anaknya bahagia seperti hari ini. Ah~ Senyum anaknya memang yang terbaik.

Setelah ajakan mengejutkan itu akhirnya mereka bertiga pergi ke kebun binang seperti yang Changmin inginkan hanya bertiga, ya bertiga. Yunho hari ini menyetir karena ingin membuat acara hari ini benar – benar acara keluarga.

" Eommaa! Jelapah!" Pekik Changmin dengan kencang dan nadanya terdengar sangat ceria

" Ne"

" Ayo kecana! AYOOO!"

" Iya Minnie baby" Jawab Jaejoong diakhiri dengan kekehan

Mereka bertiga mendekat kearah kandang jerapah dan Changmin yang tidak puas meminta appanya untuk menggendongnya. Yunho tentu saja mengambulkan permintaan anaknya itu, dia menggendong Changmin hingga namja cilik itu terpekik senang dalam gendongannya.

" Eomma! Lehelnya jelapah panjang banget!"

" Ne..." Jaejoong hanya menjawab seadanya

Dia memperhatikan bagaimana bahagianya Changmin dalam gendongan Yunho, belum lagi anak itu menarik – narik kemeja putih Yunho karena senang. Ngomong – ngomong kemeja putih, Jajeoong merasa hari ini Yunho sangatlah tampan. Menggunakan kemeja putih yang tidak dimasukkan kedalam celana selututnya yang berwarna krem serta sepatu kets berwarna hitam, terlihat lebih muda dan tampan. Ugh...

Jaejoong merona sendiri memandangi Yunho seperti itu, suaminya benar – benar tampan! Sementara itu Yunho meladeni Changmin dengan gembira, dia tidak menyangka bahwa dengan pergi ke tempat seperti ini saja sang anak bisa sangat gembira.

Sesekali matanya melirik Jaejoong yang berdiri tidak jauh darinya, namja cantik itu menunjukkan wajah sangat kagetnya saat dia mengajak pergi hari ini. Dan dia terlihat mengesankan dengan kaos v neck putih dan riped jeans berwarna hitam, terlihat muda dan segar.

.

.

.

" Kyaa~~~ Kyeowooo!"

Pekikan itu membuat Jaejoong dan Yunho tersenyum, saat ini Changmin ada ditempat hewan – hewan jinak. Dan dia tengah bermain dengan seekor kelinci putih yang gembul hingga membuat Changmin gemas dan memeluknya dengan sayang.

Jaejoong tidak menyia – nyiakan momen itu, dia mengambil gambar dengan ponselnya, dia ingin mengabadikan senyum indah anaknya, betapa berharganya senyum Changmin yang sedang bermain itu.

Yunho yang duduk disampingnya, tidak terlalu dekat memang tapi mereka duduk pada satu kursi panjang menghadap tempat Changmin bermain. Dia tersenyum, sepertinya pilihannya memang tidak salah mengajak Jaejoong dan Changmin untuk bermain hari ini. Keduanya terlihat menikmati liburan mereka hari ini.

" Terima kasih Yun"

Jaejoong memasukkan memanggu ponselnya dan menatap Yunho sedangkan Yunho masih memandangi Changmin atau memang dia belum mau menatap Jaejoong.

" Kenapa?" Tanya Yunho

" Ini hari yang sangat menyenangkan" Jawab Jaejoong, dia kembali memandangi Changmin yang kali ini bermain dengan tiga kelinci gembul. Aigo... Menggemaskan sekali

" Joo Hyuk hyung menyarankan untuk pergi bersama kalian, dia ingin aku mengukur sejauh mana aku bisa berada disamping kalian"

" Eh?"

" Dia bilang bahwa terapi bukan hanya dipraktekkan bersamanya tapi harus dihadapi bersama orang yang membuatku trauma" Jawab Yunho mengingat apa yang dikatakan dokter pribadinya itu

" Jadi kau..."

" Aku mengajak kalian bukan hanya untuk terapi tapi juga mendekatkan diriku pada kalian. Menggantikan semua waktu yang tidak pernah aku milik bersama kalian selama lima tahun ini. Dan ini sangat menyenangkan" Ucap Yunho dengan jujur

Jujur saja, Jaejoong ingin menangis mendengar ucapan Yunho. Namja itu tengah berusaha, berusaha melawan traumanya, menghadapi rasa takutnya. Jaejoong senang mendengarnya.

" Terima kasih" Ucap Jaejoong tulus

" Dan aku rasa, aku bisa mengambil cuti untuk pergi berlibur selama seminggu bersama kalian keluar kota"

" Eh?"

" Sejauh ini aku bisa menekan semua rasa traumaku, aku ingin tahu sejauh mana aku bisa menghadapinya dan tentu jika kau mau membantuku"

" Tentu" Jaejoong tersenyum lebar " Aku akan membantumu, kita bisa pergi bulan depan saat Changmin libur sekolah"

" Arasseo"

Yunho senang mendengar nada penuh antusias dalam ucapan Jaejoong barusan, ya... Dia tidak sendiri, dia bisa menghadapi bersama dengan Jaejoong, namja itu tulus membantunya bangkit dari rasa traumanya.

Perlahan Yunho menolehkan kepalanya, dia ingin menatap wajah Jaejoong walaupun sebentar dan ya... Saat menolehkan kepalanya dia malah disambut tatapan penuh kelembutan dan senyum kelewat manis dari Jaejoong.

Saat itu dia menyadari detak jantungnya yang berdebar tidak karuan, bukan karena traumanya. Detakan ini berbeda, terasa hangat dan menyenangkan. Yunho menyukainya. Belum lagi dia seperti terhisap pada bola mata bulat nan indah yang Jaejoong miliki.

Jaejoong tersenyum mendapati ekspresi suaminya yang belum pernah dia lihat, bagaimana mendeskripsikannya? Seakan tidak mau memalingkan pandangannya, terpaku karena pemandangan indah didepannya. Eoh? Apa dia baru saja mengatakan bahwa dirinya indah?

Selagi Jaejoong sibuk dengan pemikirannya tangan Yunho dengan ragu bergerak, sedikit demi sedikit menghampiri tangan yang ada disampingnya sampai bersentuhan dan itu bagai sebuah sengatan kebahagiaan bagi keduanya.

Jaejoong langsung menunduk untuk melihat apa yang terjadi dan dia melihat tangan Yunho sudah ada diatas punggung tangannya dan meremasnya pelan.

" Yun..."

Mata Jaejoong berkaca – kaca karena sentuhan lembut yang Yunho lakukan padanya, rasa bahagianya memuncak dan dia tidak ingin kehilangan momen indah ini tapi...

" HUUUWWEEEE! Eoommmaaa! Apppaaaaaaa!"

" Omo!"

Yunho langsung mengangkat tangannya dan Jeajoong langsung menoleh setelah mendengar suara tangis anaknya. Jaejoong langsung menghampiri Changmin diikuti Yunho dibelakangnya, Changmin sedang menangis ditemani seorang yeoja muda berseragam yang kemungkinan adalah penjaga tempat itu.

" Ada apa Min?"

Jaejoong langsung menggendong Changmin dan menenangkan anak tersayangnya itu, dia mengelus punggung Changmin dengan sesekali menepuk pelan punggung anaknya.

" Ada apa?" Tanya Jaejoong pada sang penjaga

" Maafkan kami tuan" Ucap sang penjaga

" Kenapa?"

" Itu..."

" Eomma..." Changmin memanggil eommanya dengan lirih, dia mengulurkan punggung tangannya dan tampak sebuah goresan yang tidak terlalu panjang ada disana " Cakit hiks..."

" Waeyo? Siapa yang mencakar Minnie?" Tanya Jaejoong yang tahu goresan itu adalah cakaran

" Itu... Kucingnya nakal" Changmin menunjuk seekor kuncing gembul yang sedang tertidur

" Kenapa?"

" Anak anda menarik menarik buntut kucing" Jawab sang penjaga

" Mwo?" Jaejoong langsung menatap Changmin " Benar?"

" Min... Hiks... Min tadi penasalan sama kucingnya jadi Min... Min pegang telus tarik kenceng buntutnya, Min gemes"

Kekhawatiran Jaejoong berubah, dia menahan tawanya melihat kelakuan anaknya. Hah...

" Minnie tidak boleh mengganggu hewan, kucingnya kan tidak nakal sama Minnie? Minta maaf sama noona dan kucingnya" Ucap Jaejoong dengan lembut

" Eomma~~"

" Ayo, nanti eomma obati lukamu"

" Appa~~" Kali ini Changmin menatap appaynya dengan tatapan memohon

" Turuti eommamu Min" Ucap Yunho

Akhirnya Changmin mempoutkan bibirnya dan meminta maaf pada sang noona penjaga dan dia ditemani sang eomma mendekati seekor kucing yang tengah tertidur untuk mengelusnya dan meminta maaf pada kucing itu.

Setelahnya Jaejoong membawa Changmin ke kafe yang ada di dalam kebun binatang itu dan memperbolehkan Changmin memakan es krim setelah menghabiskan makan siangnya, sedangkan Yunho tengah pergi ke toilet saat ini.

" Cakit... Lihat eomma... Min gak kelen"

" Aigo..." Jaejoong mengusap pelan luka Changmin " Nanti eomma obati ne? Tunggu appa"

" Hum" Changmin mengangguk pasrah

Tak lama Yunho datang dan mereka mulai acara makan siang mereka diakhiri dengan Yunho yang mengeluarkan plester bergambar gajah.

" Sudah bersihkan tanganmu?" Tanya Yunho

" Ne appa, eomma tadi cudah cuci tangan Min"

" Arsseo"

Yunho meniup luka Changmin dan menutupnya dengan plester bergambar gajah yang dia beli setelah dari toilet tadi.

" Eomma! Gambal gajah! Lihat eomma, gajahnya lucu" Changmin terpekik senang dan menunjukkan plesternya pada Jaejoong

" Ne, gambarnya lucu"

" Hehehehe... Eoh!" Changmin jadi ingat sesuatu " Eomma kan cuka gajah tapi kita belom ke kandang gajah! Appa, abis ini kita ke cana ya?" Pinta Changmin dengan mengeluarkan jurus puppy eyes-nya

" Gajah?" Yunho melirik Jaejoong " Kau suka gajah?"

" Ne" Jawab Jaejoong malu – malu

" Arasseo, habiskan makan siang dan es krimmu setelahnya kita pergi ke tempat gajah"

" Yeeeyyyy!"

Jaejoong tidak bisa menahan tawanya lagi, anaknya sungguh menggemaskan jika sudah seperti ini. Dia ikut tertawa dengan matanya yang melirik – lirik ke arah Yunho.

" Terima kasih" Ucap Jaejoong tulus dan dia mendapatkan sebuah anggukan dari Yunho

.

.

.

" Belalainya gajah panjang ya eomma?"

" Ne, sangat panjang"

" Itu anaknya ya eomma? Besal ya?"

" Iya, anak gajah memang besar tapi menggemaskan bukan?"

" Ne eomma... Mau naik boleh?"

" Eh?"

Yunho hanya bisa memperhatikan istri dan anaknya dengan senyum mengembang dibibirnya, saat ini Changmin ada dalam gendongan Jaejoong dan mereka membicarakan gajah – gajah didepan sana dengan antusias. Dan setelah Changmin bertanya tentang naik ke atas gajah, Jaejoong serta Changmin menoleh dan menatap Yunho dengan mata rayuan mereka.

" Boleh tidak?" Tanya Jaejoong

" E-eh?" Kini Yunho yang gugup

" Boleh tidak naik gajah?"

" Sepertinya tidak bisa" Jawab Yunho dan itu langsung membuat Jaejoong serta Changmin terlihat sedih " Fo-foto saja bagaimana?"

" Eh?" Jaejoong kembali menatap Yunho dengan tatapan penuh harap

" Aku akan mencoba meminta izin pada penjaganya, otte?"

" NE!" Jawab keduanya dengan semangat

Akhirnya Yunho mencari penjaga gajah itu dan Yunho bersyukur mereka boleh berfoto dengan gajah yang menurut Jaejoong dan Changmin menggemaskan. Aigo... Yunho saja sedikit takut pada hewan itu tapi lihat Jaejoong yang dengan semangat mengelus belalai gajah itu dengan semangat ditemani sang anak yang sama pemberaninya.

" Lebih dekat..."

Sang penjaga akan memotret Yunho dan keluarganya tapi Yunho dan Jaejoong seakan masih menjaga jarak sehingga sang penjaga menyuruh mereka lebih berdekatan. Dan Jaejoong dengan ragu mendekatkan dirinya pada Yunho yang menggendong anak mereka.

Entah bagaimana ceritanya sebuah belalai malah menyatukan mereka dan membuat mereka berdekatan hingga sang penjaga langsung mengabadikan pemandangan itu. Astaga... Bukan hanya satu tapi lebih dari lima dengan gerakan yang berbeda – beda.

Yunho menatap kaget pada Jaejoong, Jaejoong yang bersemu dan Yunho yang memalingkan pandangannya dari Jaejoong dan foto terakhir dimana akhirnya mereka melihat kearah kamera dan tersenyum dengan senang.

.

.

.

" Eunngghhh..."

Jaejoong mengelus punggung anaknya, mereka saat ini dalam perjalanan pulang setelah lelah bermain seharian di kebun binatang. Changmin akhirnya tertidur dalam pangkuan sang eomma, eommanya duduk dikursi penumpang yang ada disamping Yunho.

Yunho sendiri fokus pada kegiatan menyetirnya dan sesekali melirik Jaejoong dan Changmin untuk memastikan mereka merasa nyaman.

" Hmmm... Jaejoong ah..." Panggil Yunho

" Ne?"

" Apa kau ada acara malam ini?" Tanya Yunho

" Ani"

" Aku..." Yunho menggigit bibir bawahnya dan itu membuat Jaejoong bingung

" Ne?"

" Apa kau mau menonton bersamaku malam ini?"

" Eh?"

" Ya, pergi ke bioskop dan mungkin makan tteokbokki atau berjalan santai dipinggir sungai Han setelahnya tapi kalau kau lelah-"

" Tidak! Eh... Maksudku aku mau" Jaejoong dengan cepat memotong kalimat Yunho " Tapi Minnie?"

" Bisakah kita titipkan dia bersama Junsu dan orangtuaku?"

" Hmmm..." Jaejoong menggigit bibir bawahnya, bagaimana jika Changmin terbangun dan mencarinya?

" Kalau kau takut Changmin terbangun dan mencarimu, aku akan memberitahu pada Junsu cara menenangkan Changmin"

" Eh? Kau tahu caranya? Dan bagaimana bisa kau tahu apa yang aku pikirkan?"

" Tentu, aku tahu. Kau selalu memikirkan Minnie bukan? Aku tahu cara agar Changmin tidak menangis saat bangun tidur"

" Eoh?"

Jaejoong terkagum pada Yunho yang tahu cara menenangkan tangisan Changmin yang bangun tidur. Dia saja sudah mencoba segala macam dan gagal, akhirnya dia membiarkan Changmin selalu menempel padanya saat bangun tidur.

" Jadi... Kau mau?"

Jaejoong menundukkan kepalanya, bolehkah dia menganggap ajakan Yunho itu adalah kencan? Pergi ke bioskop dan berjalan – jalan dipinggir sungai Han? Kencan bukan? Ugh... Jaejoong malu

" N-ne Yun..." Jawab Jaejoong kemudian dia memeluk erat anaknya, menenggelamkan wajahnya pada tubuh sang anak untuk menyembunyikan wajah meronanya

" Kita bertemu lagi setelah membersihkan diri"

" Hum"

.

.

.

.

.

Jaejoong mematut dirinya didepan sebuah cermin besar yang ada dikamarnya, sedangkan Junsu yang bertugas menemani Changmin tidur itu hanya bisa menggelengkan kepalanya karena sudah belasan pakaian yang Jaejoong pakai namun dia mengembalikannya kembali kedalam lemari karena dianggap tidak cocok.

" Aigoo hyung... Sudah hampir setengah jam kau disitu" Ucap Junsu

" Suie ah~~ Aku bingung"

" Aigo... Apapun yang kau pakai selalu menawan, lagipula kau seorang desainer. Kau memiliki butik yang cabangnya ada dimana tapi kau malah bingung untuk acara ke bioskop. Oh Hyung... Yang benar saja"

" Suie! Ini bukan acara sembarangan! Kami pergi berdua, ingat berdua! Dan aku ingin tampil semaksimal mungkin!"

Junsu tersenyum, dia bangkit dari duduk manisnya untuk menghampiri Jaejoong yang masih berlenggok di depan kaca.

" Dengar hyung, namja bernama Jung Yunho itu bisa menyukaimu apapun yang kau pakai. Kau menawan dan bukankah kau penuh rasa percaya diri sebelumnya? Jadi pakaian apapun yang kau kenakan akan membuat suamimu jatuh dalam pesonamu. Selalu"

" Suie" Jaejoong menatap Junsu sebelum akhirnya dia memeluk namja itu dan menaruh pundaknya

" Sudah bersiap saja hyung"

" Terima kasih, aku sangat beruntung memilikimu dan Yoochun hyung disaat sulit"

" Iya"

Junsu membalas pelukan Jaejoong kemudian menepuk pelan punggung Jaejoong, pelukan mereka terlepas dan akhirnya Jaejoong memakai pakaian sederhananya malam ini. Dia kembali memakai kaos v neck tapi warnanya berbeda dengan tadi siang, berwarna baby blue dan jeans putih. Dia kemudian duduk bersama Junsu didalam kamar sampai sebuah ketukan membuat Jaejoong kembali gugup.

" Apa kau sudah siap Jaejoong ah?"

" N-ne Yun"

Jaejoong bangkit diikuti Junsu, namja gembul itu membantu Jaejoong merapikan pakaiannya dan membisikkan kata semangat pada Jaejoong. Setelah rapi Jaejoong pergi ke pintu kamarnya dan membuka pintu itu.

" Y-yun..."

" Kajja"

" Ne"

Yunho berjalan didepan Jaejoong, mereka menuruni tangga dan kedua orangtua Yunho yang sedang berdiskusi dengan Yoochun mengerutkan keningnya melihat Yunho serta Jaejoong yang rapi berjalan beriringan.

" Kalian rapi sekali?" Tanya Mrs. Jung

" Ne eomma, aku mengajak Jaejoong pergi malam ini" Jawab Yunho

" Eh?"

Mrs. Jung menatap tidak percaya pada Jaejoong dan Yunho kemudian dia menatap Jaejoong yang wajahnya merona. Mrs. Jung perlahan terkekeh dan membuka suaranya.

" Jangan pulang malam, eh... Tunggu. Kalian kan suami istri tidak apa – apa pulang larut, kami akan menjaga Minnie" Ucap Mrs. Jung kemudian terkekeh

" E-eomonim..." Jaejoong menunduk karena malu

" Kami usahakan pulang sebelum tengah malam eomma, appa. Kami berangkat"

" Hati – hati"

" Ne"

Jaejoong akhirnya mengikuti langkah kaki Yunho yang berjalan di depannya sedangkan kedua orangtua Yunho akhirnya merasa kega karena hubungan keduanya membaik, sangat baik malah.

.

.

.

" Ingin nonton film apa?" Tanya Yunho sembari melihat poster yang ada didalam bioskop

" Hmm..."

Jaejoong berpikir sejenak, ini sudah sangat lama sekali sejak terakhir kali dia ke bioskop dan dia tidak terlalu update untuk film – film terbaru. Mereka sudah sampai disalah satu bioskop dan sedang mencari film apa yang akan mereka tonton.

" Apa ya?" Jaejoong mengerutkan keningnya

" Suka action?"

" Tidak terlalu"

" Horor?"

" Andwe" Jawab Jaejoong dengan langsung, dia paling takut film horor

" Drama romantis?"

" Ugh?"

Jaejoong menolehkan kepalanya dan dia melihat Yunho menunjuk satu poster yang sederhana namun menarik perhatiannya.

" Boleh" Jawab Jaejoong

" Oke, aku beli tiketnya dulu"

" Ne, aku beli makanannya ya?"

" Baiklah"

Akhirnya mereka berpisah untuk membeli keperluannya masing – masing, setelahnya Jaejoong menunggu Yunho yang masih mengantri disebuah kursi panjang yang disediakan sembari memangku pop corn dan menaruh cola disampingnya. Dia melihat ke kanan dan ke kiri dengan antusias.

Ini kencan pertamanya dengan Yunho dan dia berdebar – debar. Dia senang datang ke bioskop bersama Yunho, sangat senang. Jaejoong memperhatikan sekitarnya, banyak pasangan yang datang malam ini dan dia tidak iri lagi karena dia juga membawa pasangan ke bioskop.

Oh...

Dia jadi ingat kapan terakhir kali dia ke bioskop, saat hamil Changmin. Entah kenapa malam itu dia ingin nonton ke bioskop dan akhirnya dia pergi sendiri tanpa memberitahu Yunho toh... Walaupun memberitahu Yunho tidak pernah peduli.

Dia melihat banyak pasangan yang membuatnya iri, dia juga ingin datang bersama Yunho saat itu tapi apa boleh buat, Yunho sangat membencinya. Jangankan untuk menemaninya pergi ke bioskop, memandangnya saja tidak mau. Seakan dia adalah makhluk paling hina di dunia ini.

Setelah menonton Jaejoong langsung pulang dan saat itu dia melihat Yunho tengah berciuman dengan seorang yeoja yang entah siapa. Yunho memaki Jaejoong karena dianggap mengganggu dan mendorongnya hingga jatuh. Jaejoong masih bisa membayangkan sakit perutnya saat itu tapi dia bertahan demi Changmin.

Bukannya menolong, Yunho malah membawa yeoja itu pergi dari rumah entah kemana Jaejoong tidak peduli karena rasa sakit perutnya lebih mendomisi. Dia memanggil dokter pribadi keluarga Jung untuk datang dan memeriksakan kehamilannya. Untung saja saat itu Changmin-nya masih bertahan, mungkin dia tahu bahwa dia tidak boleh meninggalkan eommanya yang sedih sendirian.

Jaejoong menundukkan kepalanya, kenapa dia jadi ingat itu semua? Kenapa dirinya yang dulu sungguh menyedihkan? Apa sekarang dia masih sama seperti dulu?

" Hey"

Jaejoong perlahan mendongakkan kepalanya untuk menatap siapa yang ada didepannya, ternyata Yunho. Namja itu mengerutkan keningnya saat dia selesai membeli tiket dan melihat Jaejoong menundukkan kepalanya disalah satu kursi.

" Kau sudah kembali Yun?"

" Ya"

" Langsung masuk saja?"

Yunho mengangguk dan saat itu melihat mata Jaejoong berkaca – kaca. Dia bertanya – tanya dalam hati, kenapa Jaejoong seperti itu. Haruskan dia bertanya?

" Kau kenapa?" Tanya Yunho setelah mereka duduk didalam bioskop, dia menatap lurus kedepan layar yang masih menampilkan iklan – iklan sebelum film dimulai

" Eh?"

" Matamu berkaca – kaca tadi"

Jaejoong terdiam, Yunho menyadarinya dan tunggu, Yunho menatap wajahnya? Benarkah? Bukankah selama ini Yunho tidak dapat menatapnya karena trauma?

" Yu-yun.. Kau menatapku tadi?"

Kali ini Yunho yang terdiam, benar... Dia tadi menatap Jaejoong dan tidak ada respon berlebihan darinya.

" Yun?"

" Ne, aku menatapmu tadi jadi aku tahu matamu berkaca – kaca" Jawab Yunho

" Ini kemajuan yang bagus" Jawab Jaejoong dengan nada riang

" Ne" Ucap Yunho dengan senyum dibibirnya " Lalu kenapa kau seperti itu tadi?"

" Eh... Aku..."

" Ceritalah, tidak apa – apa"

" Aniya" Jawab Jaejoong dengan lirih

" Aku ingin tahu"

" Itu... Aku hanya ingat dulu kemari saat hamil Changmin dan iri dengan orang yang membawa pasangannya kemari lalu saat pulang..." Jaejoong menggigit bibir bawahnya

" Ya?"

" Kau... Kau memukul dan mendorongku hingga aku merasakan sakit perut dan memanggil dokter setelah kau pergi bersama seorang yeoja" Cicit Jaejoong

Yunho terdiam, dulu dia ingat melakukan hal itu pada Jaejoong. Saat itu sudah malam dan dia mengira Jaejoong sudah tidur tapi Jaejoong malah mendapati dirinya tengah mencumbu seorang yeoja yang entah dia dapat darimana.

" Maaf" Ucap Yunho

" Ti-tidak apa – apa Yun, semua sudah berlalu dan kau menebusnya hari ini. Yang penting kau tulus melakukan semua ini padaku" Ucap Jaejoong menatap Yunho yang kini menatapnya juga

" Terima kasih"

Jaejoong bisa melihat sebuah senyuman terpantri pada wajah Yunho walaupun keadaan sudah mulai gelap karena film akan segera dimulai. Sebuah senyuman yang terlihat tulus diterlihat dan membuat jantung Jaejoong berdebar penuh kehangatan.

.

.

.

" Omo..."

Jaejoong membulatkan mulutnya saat melihat adegan yang terpampang didepannya, dia tahu mereka menonton film drama tapi dia tidak tahu kalau ada adegan ranjangnya! Asih, harusnya dia menonton trailernya dulu sebelum membeli tiket!

Jaejoong menggigit bibir bawahnya, memejamkan matanya juga percuma karena suara yeoja itu rerdengar kencang. Perlahan dia menoleh dan dia bisa melihat Yunho hanya menatap datar layar besar didepannya.

' Apa Yunho tidak merasakan apapun saat menonton adegan itu? Bagaimana perasaannya saat melihat hal itu? Dulu diakan sering... Ugh... Haruskah aku membahasnya? Yunho kan dulu sering melakukannya dengan banyak yeoja. eh...'

Jaejoong langsung termenung dengan pikirannya, bagaimanapun dia namja dan selama dulu bersama dengan Yunho. Namja itu tidak pernah melakukannya dengan seorang namja. Karena baginya berhubungan dengan seorang namja sangat menjijikkan.

Lalu...

Bagaimana dengan pendapat Yunho sekarang, Jaejoong seorang namja tulen walaupun bisa melahirkan. Apa bisa Yunho menerima keadaannya sekarang?

" Yu-yun..." Jaejoong memanggil Yunho dengan lirih tapi Yunho bisa mendengarnya dan langsung menoleh dan langsung disajikan pemandangan yang membuat dirinya bingung

Kenapa mata Jaejoong kembali berkaca – kaca? Apa adegan di depannya mengharukan sampai Jaejoong menahan tangisnya? Kenapa?

" Kenapa?"

" Aku..." Jaejoong menundukkan kepalanya dan menggigit bibir bawahnya " Aku namja"

Dua kata itu langsung membuat Yunho diam, memikirkan makna dua kata itu. Yunho jelas tahu Jaejoong namja, namja tapi melahirkan Changmin. Lalu kenapa?

" Kau namja menjijikkan, kau tahu aku tidak pernah menjalin hubungan dengan namja? Karena namja yang menyukai namja itu sangat menjijikkan"

Astaga...

Kilasan itu langsung merasuk kedalam otak Yunho dan membuat Yunho memejamkan matanya, meruntuki banyaknya kata – kata kasar yang dia lontarkan pada Jaejoong. Kenapa banyak sekali kata – kata menyakitkan yang dia keluarkan pada namja yang ada disampingnya ini.

Yunho perlahan membuka matanya, dia masih melihat Jaejoong menundukkan kepalanya. Yunho menghelas nafasnya, oke... Mungkin ini sudah waktunya...

Dengan perlahan tangan Yunho bergerak untuk menyentuh tangan Jaejoong, menggenggamnya dan dia kembali duduk menghadap depan. Jantungnya tidak karuan saat menyuh tangan Jaejoong dan jangan lupakan keringat dinginnya mulai keluar walaupun ruangan terbilang sangat dingin.

Jaejoong tersetak saat melihat sebuah tangan menggenggam tangannya, dan dia merasakan tangan itu bergetar. Itu tangan Yunho yang sedang menggenggam tangannya! Jaejoong langsung mendongakkan kepalanya dan melihat Yunho menatap layar di depannya.

" Yun..."

" Justru kau yang menyadarkanku bahwa ucapanku itu salah, cinta itu bisa datang pada siapa saja tanpa batas"

Jaejoong mendengar suara lirih itu, suara Yunho terdengar lirih namun Jaejoong masih bisa mendengarnya. Jaejoong tersenyum, menatap tangannya yang digenggam erat oleh Yunho walaupun Jaejoong masih bisa merasakan tangan Yunho sedikit gemetaran.

" Dan Jae..."

" Ya?" Jaejoong kembali menatapYunho

" Apa... Dari tadi adegannya seperti ini?"

Jaejoong bisa melihat wajah kikuk yang Yunho perlihatkan, Jaejoong akhirnya melihat kearah layar. Matanya membulat kaget karena apa yang dia lihat saat ini adalah adegan dewasa. Jaejoong langsung meruntuk dalam hati, ini film genre apa?! Romantis atau film porno?

" Apa sebaiknya kita keluar saja?" Tanya Yunho

" Eh?"

Jaejoong melihat kesekitarnya, ya Tuhan... Apa orang – orang di dalam bioskop sedang mempraktekan apa yang mereka lihat di layar? Akhirnya dengan cepat Jaejoong menganggukkan kepalanya.

Tanpa melepaskan gandengannya Yunho menarik Jaejoong keluar dengan cepat, tidak sampai lima menit keduanya sudah sampai didalam mobil Yunho dengan Jaejoong yang masih menatap tangannya yang tadi digenggam Yunho cukup lama.

" Tunggu... Sebentar ya"

Mendengar ucapan itu Jaejoong langsung menoleh karena suaranya sedikit bergetar dan benar saja, Yunho tengah menyandarkan tubuhnya pada kursi dengan memejamkan matanya, nafasnya sedikit tersengal dan keringat mengalir dari pelipisnya.

" Apa masih terasa jika aku ada didekatmu?"

"..."

Yunho tidak menjawab, nafasnya belum teratur dan itu membuat Jaejoong khawatir melihatnya. Dia sedih harus melihat Yunho seperti ini. Padahal dulu namja itu sangat arogan dan sombong, tapi lihat sekarang... Menyentuhnya saja membuat traumanya kambuh dan nafasnya tersengal – sengal.

" Apa kita ke tempat Jihyun noona saja?" Tanya Jaejoong dengan nada khawatir

" Tidak..." Yunho mencoba mengatur nafasnya dan membuka matanya perlahan " Tidak apa – apa" Lanjutnya

" Tapi kau-"

" Aku mau tak mau harus menghadapinya, aku tidak boleh takut dengan traumaku jika ingin sembuh. Aku harus melawannya" Lirih Yunho

" Yun... Sebenarnya apa yang ada dipikiranmu saat kau menyentuhku?"

" Aku... Saat menyentuhmu... Semua yang aku lakukan padamu langsung terbayang diotakku. Memukulmu, menamparmu dan yang lebih parahnya lagi aku mendorongmu dari atas tangga. Semua itu menjadi mimpi buruk bagiku lima tahun ini"

" Yun..."

" Aku sungguh menyesal melakukan semua itu padamu"

" Yun, apa kau masih membenciku?" Tanya Jaejoong

" Ne?"

" Kau membenciku dulu dan aku tidak tahu apa yang kau rasakan sejak dulu. Kau kadang berbuat baik tapi kemudian menjahatiku, kau melambungkanku tapi kemudian kau menjatuhkanku"

" Aku..."

" Tapi ada satu hal yang membuatku semakin tidak bisa melepaskanmu dulu"

" Apa?"

" Saat kau diam – diam mengelus perutku saat aku hamil besar. Aku merasakan kehangatan dan aku tahu kau melakukannya atas dasar keinginanmu sendiri"

" Ka-kau tahu?" Yunho menunjukkan wajah kagetnya

" Ya, tentu saja. Aku bisa terbangun tapi pura – pura tidur karena tidak ingin kehangatan yang kau berikan menghilang begitu saja"

" Aku..."

" Apa kau membenciku Yun?"

Yunho menghela nafasnya, hari ini datang juga. Hari dimana Yunho harus menjelaskan semua perasaannya yang rumit pada Jaejoong agar dia bisa merasa lega.

" Dulu... Aku sangat membencimu, membenci dirimu yang selalu menjadi utama bagi keluargaku. Aku benci eommaku yang membelamu, appa yang memujimu serta haraboji yang dengan seenaknya menyuruhku menikah denganmu"

Jaejoong hanya diam mendengarkan semua dia juga berpikir bahwa Yunho pasti membencinya karena akhirnya menikah dengan dirinya. Jaejoong bukanlah siapa – siapa, dia hanya seorang sebatang kara yang tinggal di panti asuhan sebelum keluarga Jung dengan baik hatinya menawarkan sebuah pekerjaan untuknya.

" Entah sejak kapan, saat melihatmu tidur dengan perut hamilmu membuatku ingin mendekat dan menyentuhnya. Dan yah... Aku menyentuhnya atas keinginanku sendiri. Kadang saat merasakan pergerakan didalam perutmu aku tersentak kaget, ada makhluk kecil yang sedang berjuang didalam sana sedangkan aku sering melukaimu, bahkan berniat memberikanmu racun"

Jaejoong tahu, dia melihat Yunho memasukkan sesuatu kedalam gelas yang akan diminumnya namun Jaejoong tidak meminum air itu dan dengan sengaja menjatuhkannya.

" Sejak itu, aku sering menyentuh perutmu saat kau sudah terlelap. Merasakan pergerakan dan saat itu aku sadar semua yang aku lakukan padamu itu salah. Aku diam – diam mengamatimu, benci itu terkikis karena sikapmu yang bagai malaikat. Tapi aku cemburu, saat dokter kandunganmu..."

" Ya... Kejadian itu..."

" Aku menyesal, aku terpaku melihatmu jatuh dari lantai dua dan membuatku mimpi buruk karena melihat orang yang aku cintai jatuh dari sana"

" E-eh?"

Jaejoong menegang setelah Yunho mengucapkan kata – kata itu, orang yang dia cintai? Benarkah? Tapi... sejak kapan?

" Yun... Kau..."

" Aku tidak membencimu Jaejoong, aku mengalami trauma karena aku dengan sadar mendorongmu dari lantai atas sewaktu itu. Aku membunuh namja yang aku cintai" Ucap Yunho, dia tidak sanggup menatap Jaejoong, jadi dia memutuskan untuk tetap menatap kedepannya

" Hiks... Katakan itu bohong Yun! Kau membenciku, hiks... Itu yang selalu aku tanamkan dalam hatiku" Ucap Jaejoong ditengah isakkannya

" Tidak, aku mencintaimu..."

" Yun... Yunho... Hiks..."

Jaejoong terisak, antara bahagia, terharu dan lega. Pernyataan cinta ini membuat tubuh bagian dalamnya menghangat. Perasaan senangnya membuncah dan dia tidak bisa lagi menahan semua rasa itu, rasanya sangat menakjubkan! Sungguh!

Dia tidak menyangka bahwa Yunho memiliki perasaan yang sama dengannya bahkan sejak lima tahun yang lalu!

" Berhentilah menangis Jae, kau membuatku kembali seperti orang jahat" Ucap Yunho dengan lembut

" Aku... Hiks... Mencintaimu Yun... Sangat cinta hiks..."

" Aku tahu dan aku juga mencintaimu jadi berhentilah menangis, apa kau mau melanjutkan acara kita atau pulang saja?"

" Hiks... Tentu saja melanjutkan acara kita!"

Yunho terkekeh dengan ucapan Jaejoong yang bercampur dengan isakannya, dia melirik Jaejoong dan tersenyum. Perlahan tangannya naik keatas puncak kepala Jaejoong dan mengusapnya pelan, seketika itu isakkan Jaejoong berhenti dan menatap Yunho.

" Kau jelek saat menangis, aku tidak suka dengan orang yang cengeng" Ucap Yunho dengan lembut dan dengan kasar Jaejoong mengusap wajahnya, dia kemudian menatap Yunho

" Memang tidak boleh aku menangis karena senang? Lima tahun aku menunggu akhirnya orang yang aku cintai mengatakan cinta padaku" Jaejoong mengerucutkan bibirnya

" Ya... Sekarang kau tersenyumlah, kita pergi sekarang"

" Ne"

Mobil hitam itu akhirnya bergerak, meninggalkan area bioskop. Didalamnya Jaejoong tidak bisa berhenti tersenyum karena malam ini sungguh indah untuknya, tidak apa – apa dia melalui jalan panjang asal akhirnya Yunho mencintainya. Dan dia senang Yunho mencintainya bahkan sudah lama.

" Nah sampai"

Jaejoong mengamati jalan yang ada disekitarnya, omo! Dia tahu jalan ini, dulu dia sering keliling didalam jalan ini untuk mencari makanan yang dia inginkan, gimbab, tteokbokki, bibimbab, astaga... Dia sungguh rindu dengan tempat ramai ini.

" Tidak suka?" Tanya Yunho

" Joa.. noumo noumo joaaa" Ucap Jaejoong dengan senyum lebarnya

Setelah memastikan mobil terparker sempurna mereka keluar dari mobil dan mulai berjalan bersama walaupun dengan tidak bergandengan tangan. Jaejoong heran pada Yunho yang mengubah seleranya, dulu namja itu hanya makan di tempat tertentu, ditempat mewah terutama. Mungkin kehidupan Yunho lima tahun ini mengubah semuanya, mengubah sifat Yunho yang sombong menjadi baik hati dan murah senyum.

Yang Jajeoong tahu saat ini mereka duduk disebuah kedai tteokbokki dan memesannya serta gimbab. Wah... Jaejoong sudah meneteskan air liurnya hanya karena membayangkan memakan kedua makanan itu.

" Suka?"

" Ya. Aku suka!" Pekik Jaejoong kemudian kembali memakan makanan yang ada didepannya dengan semangat

Mereka bahkan tidak memperdulikan banyaknya orang yang membicarakan mereka, hey... Mereka orang terkenal. Yunho si pewaris perusahaan Jung dan Jaejoong alias Hero sang desainer berbakat.

" Eoh?"

Jaejoong memusatkan pengelihatannya saat melihat seseorang yang dia kenal duduk tidak jauh darinya, orang itu tengah menikmati makanan yang ada didepannya sesekali tertawa besama seseorang.

" Kenapa?"

Setelah membayar, Yunho mengikuti langkah kaki Jaejoong yang tadi berdiri terlebih dahulu. Dia hanya mengikuti Jaejoong dengan penuh tanda tanya.

" Ahra?"

" O-omo! Op-oppa"

Yeoja itu tampak gugup dan segera dia menghapus bekas makanan yang ada disekitar mulutnya. Diseberangnya duduk seorang namja yang cukup tampan.

" Eoh? Ahra" Kali ini Yunho yang menyapa

" Kau bersama siapa? Kekasihmu?" Tanya Jaejoong

" It-itu... Anu... Bukan, dia temanku dikampus" Ucap Ahra masih dengan kegugupannya

" Teman?" Jaejoong menyeringai dan Ahra tahu dia itu bukan hal yang bagus

" Annyenghasseo, saya Jung Woo" Namja itu membungkuk dan memberikan salam pada Jaejoong dan Yunho

" Annyeong, aku Jung Jaejoong dan ini suamiku Jung Yunho"

" Ya, Ahra sering bercerita tentang kalian" Jawab Jung Woo

" Benarkah?" Mata Jaejoong melirik Ahra

" Oppa~~"

" Arasseo, aku tidak akan mengganggu kencan kalian. Tolong jaga uri Ahra ne?"

" Eh? N-ne"

Jaejoong memeutuskan untuk pergi dari sana setelah memeluk Ahra dan menyemangati yeoja itu. Mereka kemudian memutuskan untuk berjalan santai disekitar sungai Han, menikmati indahnya malam dengan berjalan bersama. Perasaan Jaejoong benar – benar lega, dia tidak menyangka hari ini datang juga. Hari dimana perasaannya tersambut. Astaga...

Jaejoong menatap Yunho dari samping, wajah Yunho masih sama tampannya sat lima tahun yang lalu. Senyumnya pun masih semenawan dulu. Pantas saja semua yeoja bertekuk lutut untuknya termasuk dirinya yang namja.

" Wae?" Tanya Yunho yang tahu bahwa dirinya diperhatikan oleh Jaejoong

" Aniya..." Jaejoong menggelengkan kepalanya malu karena ketahuan memperhatikannya

" Sudah makin larut, apa kita pulang saja? Aku takut eomma dan appa khawatir"

" Ung..."

Jaejoong tidak menjawab, sedikit kecewa karena Yunho sudah akan mengakhiri acara kencan mereka. Tapi mau bagaimana lagi, dia juga takut orangtua Yunho khawatir, dia juga memikirkan Changmin sang anak.

" Kenapa? Masih ingin diluar?" Tanya Yunho

Jaejoong perlahan menganggukkan kepalanya dan menunduk, kapan lagi dia bisa berjalan berduaan dengan Yunho seperti ini?

" Kau tenang saja, aku akan lebih sering mengajakmu keluar untuk mendekatkan diri dan aku ingin tahu lebih banyak tentang dirimu. Mungkin akhir minggu nanti kita pergi bersama dan mengajak Changmin kesini. Tidak apa – apa?"

" NE!" Jawab Jaejoong dengan semangat kemudian mereka berdua berjalan lagi sampai Jaejoong ingat satu hal " Yun..."

" Ya?"

" Soal itu... Apa... Joo Hyuk hyung bilang kita bisa satu kamar untuk mengurangi traumamu?" Tanya Jaejoong dengan wajah merah padam

" E-eh?"

" It-itu maksudku... Kau-kau jangan salah paham Yun... Itu-"

" Hey"

" Yun..." Jaejoong mencoba menatap Yunho yang sekarang berdiri didepannya

" Joo Hyuk hyung yang bilang atau kau yang ingin?"

BLUSH

Jaejoong benar – benar tidak bisa menahan rasa panas yang menjalar diseluruh wajahnya, dia menepuk – nepuk wajahnya dan mengalihkan pandangannya.

" A-aku... Ayo pulang!"

Jaejoong berjalan melewati Yunho namun Yunho menahan tangannya dan membuat jaejoong kembali menghadapnya, entah keberanian dari mana namja tinggi itu menahan tengkuk Jaejoong dan menariknya mendekat, membuat Jaejoong membulatkan matanya karena apa yang terjadi selanjutnya sungguh diluar pikirannya.

Yunho...

Menciumnya...
Tepat dibibir...

Bukannya Jaejoong tidak suka, tapi ini sudah melampaui batas, bagaimana jika nanti Yunho malah pingsan setelah menciumnya (astaga... ngakak nulis ini). Bagaimana jika trauma Yunho semakin menjadi?

Tapi melihat Yunho yang sudah menutup matanya dan menikmari ciuman mereka akhirnya Jaejoong perlahan menutup matanya dan mencoba menikmati ciuman itu. Rasanya bergetar, entah apa... Tapi Jaejoong merasakan sebuah getaran dari bibir di depannya.

Ingin menjauh tapi ciuman ini begitu sayang untuk dilewatkan karena ini pertama kalinya Yunho berinisiatif menciumnya. Lalu bagaimana dengan trauma Yunho? Persetan dengan semua itu, Jaejoong hanya ingin menikmati ciuman ini. Sampai...

" Yunho?"

Perlahan ciuman itu terlepas saat mereka mendengar suara seorang yeoja memanggil nama Yunho. Kemudian menoleh kesumber suara dan terdiam menatap seorang yeoja cantik yang menatap mereka penuh keheranan.

" Tiffany..."

.

.

.

.

~ TBC ~

.

.

.

Ugh...

Edit ini chap sambil dengerin First Love - Suga rasanya pengen bikin YunJae angst aja hahahahaa! Mianhae, bercanda...

.

Special Thanks :

.

IloveDdeokbokkie (Iya, Yunpa lagi coba perbaikin semuanya kok, pelan – pelan tapi pasti hehehee fighting!), Sayuri (pasti selalu semangat!), Gjoos. OriFF (sipoo), maiolibel (udah banyak belom momen buat mereka dichap ini?), 909596 (hay hay... rindu cho juga ga? #PoutGagal thanks for reading my ff okee?), uknowme2309 (hayoo~~ masih gemeteran ga?), Yunjae Lover (iya, cho juga mau Yunjae nc nc an #mesumkumat), liea. Friezty (iya, cho juga senang mereka akrab hahaha),

ella anggitta (iya, makasih udah nunggu ff cho ne?), phabo uniq (iya, cho lanjut kok ^^), GaemGyu92 (pasti lancar kok, malah pergi berdua mereka hehehe), Park RinHyun-Uchiha (seru – seruan menurut mereka kok, cho malah maunya Yunpa gemeter – gemeteran hahahaah mau masalah apa lagi ini? Udah muncul lagi seseorang kkk), LittleOoh (iya, udah di update lagi nih), ruixi1 (pastilah...), eL Ree (iya, date berdua juga malahan), sitimulyani186 (iya, makasih udah baca ff gaje cho eoh? Awas ga bisa lepas dari Cho lho~~), akiramia44 (iya iya, cho di loph loph juga ga?),

shim shia (nah, sweet ga mereka disini?), Dewi15 (amiinnn...), Indy (iya, ini full YunJaeMin family hehehe), BebbieKyu (haa? Cho punya cara sendiri buat satuin mereka kok tapi makasih ya buat sarannya... kalo kurang panjang yah.. karena emang Cho mampunya nulis segitu diantara jadwal kejam Cho hahahaha), Park'chan (iyaa), A. K (ini ripiu qm masuk kok ke ff Cho asal ada namanya aja walaupun ga login tetep cho cantumin ^^ cemburu? Hmm.. Pasti ada kok ^^ makasih ya udah baca ff gaje cho ),

lovgravanime14 (kasmaran? Kan baru mulai ehem... ga sabar buat bikin ehem nc ehem...), Avanrio11 (sipooo), MyBooLoveBear (iya, sama – sama makasih juga udah baca ff cho ya?), teukiangle (sembuhnya? Pelan – pelan aja ya...), Boo Bear Love Chwang (baca ff Cho aje, stress napa dah? Kangen cho eoh? Hahahaha), etrisna1013 (chap ini spesial pake keju karena full YunJaeMin momen hehehehe), alice (ammiiinnnn),

buat yang udah follow, fav, Guest dan para SiDer

makasih ya #bow

maaf jika ada salah penulisan kata atau malah ada yang gak ketulis #bowlagi

.

.

hayoo~~ Udah berapa ff yang cho update? Mau lagi? Cho kasih 1 lagi, gimana? My Busie Yunie?

Jja... See u next chap?

Chuuu~~~~

.

.

.

.

Senin, 10 Oktober 2016