Home
.
.
.
.
.
.
Disclaimer : Mereka hanya milik Tuhan
Cast : DBSK Family, dll
Genre : Family, Romance, Drama, hurt/comfort. Yaoi
Typos bertebaran, membosankan, alur suka"
Rate : T
Yang gak suka bisa langsung di close ^o^
Maaf ya buat yang udah nunggu ff ini seabad, hahahaha #bow
.
Pertaaaaammaaaa! Cho mau ucapin selamat buat tante Boa yang akhirnya dpr pacar horeeee! Congrats! Jangan ganggu YunJae lagi ya di ff kkkkk... Tapi Cho ke ilangan satu pemeran antagonis ugh... gpp dah! Hahahaha
.
Keduaaa! Makasih yang udah inget cho di fb soal update ff wkwkwkwk nih cho update in sore ini buat kalian. Harusnya ini ff update ga lama abis Pure tapi cho males hehehehe #DiBakarReader kkkk~
.
Ketigaa! Kenapa Cho lama update? Hmmm... Semua ff Cho itu ada diketik di komp ada juga di andro... Tapi, proses akhirnya ada di BB kesayangannya Cho, kyk baca ulang, edit, nambahin alur sampe update ke ffn semuanya di BB DAN! Huruf 'h' di bb cho ada masalah dan itu ganggu banget dan memperlambat proses akhir cho. Tapi... Ya sudah, yang penting Cho bisa lanjutkan ff ini! Maaf kalo banyak omong, Cho cuma mau curhat aja hehehehe... jadi, happy reading ya!
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Mereka bahkan tidak memperdulikan banyaknya orang yang membicarakan mereka, hey... Mereka orang terkenal. Yunho si pewaris perusahaan Jung dan Jaejoong alias Hero sang desainer berbakat.
" Eoh?"
Jaejoong memusatkan pengelihatannya saat melihat seseorang yang dia kenal duduk tidak jauh darinya, orang itu tengah menikmati makanan yang ada didepannya sesekali tertawa besama seseorang.
" Kenapa?"
Setelah membayar, Yunho mengikuti langkah kaki Jaejoong yang tadi berdiri terlebih dahulu. Dia hanya mengikuti Jaejoong dengan penuh tanda tanya.
" Ahra?"
" O-omo! Op-oppa"
Yeoja itu tampak gugup dan segera dia menghapus bekas makanan yang ada disekitar mulutnya. Diseberangnya duduk seorang namja yang cukup tampan.
" Eoh? Ahra" Kali ini Yunho yang menyapa
" Kau bersama siapa? Kekasihmu?" Tanya Jaejoong
" It-itu... Anu... Bukan, dia temanku dikampus" Ucap Ahra masih dengan kegugupannya
" Teman?" Jaejoong menyeringai dan Ahra tahu dia itu bukan hal yang bagus
" Annyenghasseo, saya Jung Woo" Namja itu membungkuk dan memberikan salam pada Jaejoong dan Yunho
" Annyeong, aku Jung Jaejoong dan ini suamiku Jung Yunho"
" Ya, Ahra sering bercerita tentang kalian" Jawab Jung Woo
" Benarkah?" Mata Jaejoong melirik Ahra
" Oppa~~"
" Arasseo, aku tidak akan mengganggu kencan kalian. Tolong jaga uri Ahra ne?"
" Eh? N-ne"
Jaejoong memeutuskan untuk pergi dari sana setelah memeluk Ahra dan menyemangati yeoja itu. Mereka kemudian memutuskan untuk berjalan santai disekitar sungai Han, menikmati indahnya malam dengan berjalan bersama. Perasaan Jaejoong benar – benar lega, dia tidak menyangka hari ini datang juga. Hari dimana perasaannya tersambut. Astaga...
Jaejoong menatap Yunho dari samping, wajah Yunho masih sama tampannya sat lima tahun yang lalu. Senyumnya pun masih semenawan dulu. Pantas saja semua yeoja bertekuk lutut untuknya termasuk dirinya yang namja.
" Wae?" Tanya Yunho yang tahu bahwa dirinya diperhatikan oleh Jaejoong
" Aniya..." Jaejoong menggelengkan kepalanya malu karena ketahuan memperhatikannya
" Sudah makin larut, apa kita pulang saja? Aku takut eomma dan appa khawatir"
" Ung..."
Jaejoong tidak menjawab, sedikit kecewa karena Yunho sudah akan mengakhiri acara kencan mereka. Tapi mau bagaimana lagi, dia juga takut orangtua Yunho khawatir, dia juga memikirkan Changmin sang anak.
" Kenapa? Masih ingin diluar?" Tanya Yunho
Jaejoong perlahan menganggukkan kepalanya dan menunduk, kapan lagi dia bisa berjalan berduaan dengan Yunho seperti ini?
" Kau tenang saja, aku akan lebih sering mengajakmu keluar untuk mendekatkan diri dan aku ingin tahu lebih banyak tentang dirimu. Mungkin akhir minggu nanti kita pergi bersama dan mengajak Changmin kesini. Tidak apa – apa?"
" NE!" Jawab Jaejoong dengan semangat kemudian mereka berdua berjalan lagi sampai Jaejoong ingat satu hal " Yun..."
" Ya?"
" Soal itu... Apa... Joo Hyuk hyung bilang kita bisa satu kamar untuk mengurangi traumamu?" Tanya Jaejoong dengan wajah merah padam
" E-eh?"
" It-itu maksudku... Kau-kau jangan salah paham Yun... Itu-"
" Hey"
" Yun..." Jaejoong mencoba menatap Yunho yang sekarang berdiri didepannya
" Joo Hyuk hyung yang bilang atau kau yang ingin?"
BLUSH
Jaejoong benar – benar tidak bisa menahan rasa panas yang menjalar diseluruh wajahnya, dia menepuk – nepuk wajahnya dan mengalihkan pandangannya.
" A-aku... Ayo pulang!"
Jaejoong berjalan melewati Yunho namun Yunho menahan tangannya dan membuat jaejoong kembali menghadapnya, entah keberanian dari mana namja tinggi itu menahan tengkuk Jaejoong dan menariknya mendekat, membuat Jaejoong membulatkan matanya karena apa yang terjadi selanjutnya sungguh diluar pikirannya.
Yunho...
Menciumnya...
Tepat dibibir...
Bukannya Jaejoong tidak suka, tapi ini sudah melampaui batas, bagaimana jika nanti Yunho malah pingsan setelah menciumnya (astaga... ngakak nulis ini). Bagaimana jika trauma Yunho semakin menjadi?
Tapi melihat Yunho yang sudah menutup matanya dan menikmari ciuman mereka akhirnya Jaejoong perlahan menutup matanya dan mencoba menikmati ciuman itu. Rasanya bergetar, entah apa... Tapi Jaejoong merasakan sebuah getaran dari bibir di depannya.
Ingin menjauh tapi ciuman ini begitu sayang untuk dilewatkan karena ini pertama kalinya Yunho berinisiatif menciumnya. Lalu bagaimana dengan trauma Yunho? Persetan dengan semua itu, Jaejoong hanya ingin menikmati ciuman ini. Sampai...
" Yunho?"
Perlahan ciuman itu terlepas saat mereka mendengar suara seorang yeoja memanggil nama Yunho. Kemudian menoleh kesumber suara dan terdiam menatap seorang yeoja cantik yang menatap mereka penuh keheranan.
" Tiffany..."
.
.
.
.
.
~ Chapter 11 ~
.
.
.
.
.
" Tiffany?"
" Eoh? Setelah lima tahun kau muncul juga dipermukaan bumi Yun"
Jaejoong terdiam ditempatnya, apa lagi saat Yunho melepaskan pelukan dan ciumannya untuk menatap yeoja yang ada dihadapan mereka. Jaejoong memperhatikan yeoja yang sangat dia kenal didepannya ini, dia adalah yeoja 'kesayangan' Yunho dulu. Yunho sangat sering menghabiskan malam panas dengan yeoja itu dibandingkan yeoja lainnya. Dia cantik, tinggi, menawan serta anggun.
" Jadi..." Yeoja bernama Tiffany itu melirik kearah Jaejoong " Kau kemana saja eoh?"
Yeoja itu mendekat untuk memberikan salam, namun Jaejoong menggertakkan gigirnya saat dengan kurang ajarnya yeoja itu memeluk Yunho walaupun singkat dan mengecup pipi Yunho. Sedangkan Yunho masih terdiam ditempatnya.
" Kenapa sih?" Tanya Tiffany
" Ti-tidak, tapi... Bukannya kau..."
" Aku sudah kembali ke Korea dua tahun lalu dan saat mencarimu, kau sudah tidak ada ditempat yang dulu dan aku lihat kau dan..." Tiffany melirik Jaejoong " Bersama sekarang"
Jaejoong menggigit bibir bawahnya, berhadapan dengan Tiffany dulu bukan tandingannya. Jelas karena Jaejoong jauh berada dibawah Tiffany karena yeoja itu selalu dinomor satukan oleh Yunho. Jaejoong melirik kearah Yunho yang kini berbeda satu langkah didepan Jaejoong, bagaimana pemikiran Yunho saat ini?
Bukannya tadi Yunho sudah menyatakan perasaannya pada Jaejoong? Bagaimana jika semua berubah dengan kehadiran yeoja kesayangannya itu? Apa Jaejoong akan kalah lagi?
" Ya"
" Eh?"
Jaejoong mengedipkan matanya berkali – kali mendengar jawaban Yunho, ingin melihat wajah Yunho namun tidak bisa karena Yunho berdiri membelakanginya.
" Benar? Akhirnya kau..."
" Ya, jangan cerewet"
Nada itu terlewat datar ditelinga Jaejoong, bahkan selama beberapa minggu kebersamaannya dengan Yunho, namja tinggi itu tidak pernah mengeluarkan nada sedatar itu.
" Hah..." Tiffany tersenyum miring " Hey kau" Tiffany kemudian melirik Jaejoong
Jaejoong mengerutkan keningnya, dulu Tiffany juga sering memanggilnya seperti itu. Tidak memanggil namanya hanya 'kau' dan itu terjadi lagi malam ini.
" Kau namja paling beruntung bisa mendapatkan hati seorang Jung Yunho"
" Ne?" Jaejoong menatap tidak mengerti pada Tiffany
" Tiff, pergilah" Pinta Yunho
" Aish, biarkan aku selesaikan kalimatku Jung!" Ucap Tiffany pada Yunho " Aku senang kalian akhirnya bersama, kau tahu dia sudah lama mencintaimu tapi egonya terlalu tinggi untuk mengakuinya"
" Apa maksudmu?" Tanya Jaejoong bingung
" Tiff..."
" Maaf aku harus membahas ini tapi saat dia mabuk dan melakukan sex, hanya namamu yang disebut bahkan saat dia klimaks. Astaga... Kalau dipikir – pikir dulu aku gila karena mendengarnya menyebutkan namamu berulang kali bahkan beratus kali saat melakukan sex" Ucap Tiffany kemudian tersenyum miring menatap Yunho
" Ya!" Pekik Yunho
Jaejoong tersentak kagt mendengar pekikan Yunho tapi dia memikirkan apa yang Tiffany ucapkan tadi. Jadi... Yunho menyebutkan namanya secara terus menerus selama mereka melakukan sex?
BLUSH
Kenapa Jaejoong malah merona?! Padahal Yunho melakukan hubungan badan dengan Tiffany tapi... Kenapa rasanya malu saat tahu Yunho menyebutkan namanya saat mereka melakukan hubungan intim?
" J-jae..."
Yunho bisa melihat wajah merah padam milik Jaejoong, tidak disangka juga Tiffany datang malam ini dan membuka aibnya. Astaga...
" Aku senang kau akhirnya tidak memikirkan egomu lagi Yun, aku senang kalian bersama. Semoga kalian terus bersama" Ucap Tiffany dan nada suaranya terdengar sangat tulus
" Tiffany sshi..." Lirih Jaejoong
" Ego namja itu memang terlalu tinggi dulu, tapi dia mudah cemburu hanya karena kau berteleponan dengan namja entah siapa. Moodnya juga mudah menjadi buruk hanya karena kau bercanda dengan dokter kandunganmu"
" Ya! Tifanny, cukup!" Pekik Yunho
" Hahahahaha, sangat menyenangkan membuka aibmu Yun" Ucap Tiffany mengelus perutnya pelan
" Ap-apa benar ucapan Tiffany Yun?" Tanya Jaejoong, tangannya memegang siku Yunho, meminta perhatian Yunho
Yunho terdiam dan mengalihakn pandangannya kearah Jaejoong, tidak menatapnya tapi dia harus jujur dengan perasaannya. Jadi Yunho mengangguk dan hal itu membuat Jaejoong tersenyum senang.
" Aigo... Jangan lupakan aku disini"
Jaejoong kembali menatap Tiffany begitu juga Yunho.
" Berbahagialah" Ucap Tiffany
" Hum"
" Sudah berapa lama kalian bersama?"
" Baru -baru ini"
" Omo? Astaga... Aku rasa kau belum menjamah Jaejoong sshi"
" Ya! Ucapanmu!"
" Hahahahahaha"
" Hah... Kau sedang apa malam – malam kemari?" Tanya Yunho
" Aku? Baby sedang ingin main kemari" Jawab Tiffany kemudian tersenyum
" Baby? Kau sedang hamil?"
" Ya, dua bulan" Tiffany mengelus perutnya
" Kau sendirian kemari Tiffany sshi?" Tanya Jaejoong
" Ani, suamiku sedang membelikan tteok untukku" Jawab Tiffany
" Kau? Berkomitmen?" Yunho mengerutkan keningnya, dia sangat kenal yeoja yang ada di depannya ini, yeoja yang sama sekali tidak mau berkomitmen
" Ya, aku menemukan seseorang yang membuatku merasakan dicintai" Jawab Tiffany
" Chagii~~"
Ketiga orang itu menoleh pada seorang namja yang berlari, seorang namja tampan nan tinggi juga berotot.
" Dia suamiku, Chansung"
" Annyeonghasseo" Sapa Jaejoong sopan sedangkan Yunho hanya bergumam
" Annyeong, aku Chansung, suami dari Tiffany" Ucap namja itu
" Ne, aku Kim Jaejoong dan dia Yunho" Jaejoong memberikan salam untuknya
" Eh? Jaejoong? Yunho?" Chansung menatap Tiffany
" Iya, mereka yang aku ceritakan. Mereka akhirnya bersama" Jawab Tiffany
" Eh? Selamat kalau begitu, Tiffany banyak bercerita tentang kalian"
Jaejoong dan Yunho hanya mengangguk kaku karena bingung merespon ucapan Chansung.
" Lalu dimana anakmu Jaejoong sshi?" Tanya Tiffany
" Dia di rumah"
" Lain kali mari bertemu dan ajak anakmu, aku ingin melihatnya"
" Ne"
" Kau banyak berubah hum..." Ucap Yunho
" Ya, Chansung merubahku jadi manusia yang lebih baik. Aku harap kau juga sekarang begitu Yun"
" Hum"
Nada itu terdengar lembut ditelinga Jaejoong dan entah kenapa membuatnya sedikit cemburu. Jaejoong juga ingin mendengar suara lembut itu untuknya.
" Karena sudah malam, lain kali kita bertemu lagi ya" Ucap Tiffany
" Tentu"
Jaejoong mengangguk dan mereka saling bertukar nomor ponsel setelahnya Tiffany pamit dan memeluk Jaejoong seraya berbisik jahil.
" Suamimu sangat kuat dan liar di atas ranjang, kau harus berhati – hati karena bisa – bisa kau tidak bisa turun dari tempat tidurmu selama seminggu. Tapi kau tidak akan menyesal kok, apa lagi suara erotisnya saat menyebut namamu. Astaga..."
BLUSH
" YA!" Kali ini Jaejoong yang terpekik mendengar bisikan Tiffany, sedangkan Yunho mengerutkan keningnya tidak mengerti
.
.
.
.
" Jadi... Kita menghabiskan waktu disini"
Gumaman itu datang dari Jaejoong, dia dan Yunho sedang duduk berdua diatas rumput menghadap kearah sungai Han dengan memegang cup coffee.
" Ya, maaf jika kau tidak nyaman dengan kejadian tadi" Ucap Yunho
" Eh? Tidak apa – apa, aku rasa kau yang tidak nyaman karena Tiffany sshi membuka rahasiamu" Jawab Jaejoong dengan wajah yang tiba – tiba merona karena masih membayangkan Yunho mendesahkan namanya
BLUSH
Mau tak mau ucapan Jaejoong membuatnya malu, astaga... Kenapa juga dia harus bertemu dengan Tiffany dan mengacaukan semuanya dengan membuka rahasia terdalamnya.
" Aku cemburu dengan Tiffany" Gumam Jaejoong
" Hum?"
" Dia sangat dekat denganmu dan kau banyak sekali menghabiskan waktu dengannya dulu, aku cemburu, sangat. Tapi... Saat tadi dia bercerita tentang ehem... kalian... Itu... Aku ingin marah tapi kenapa jadi tidak bisa ya?'
" Jaejoong ah... Bisakah kau tidak membahasnya? Aku benar – benar malu saat ini"
" Maaf tapi benar semua itu... Ugh... Bagaimana mengatakannya ya... Entahlah, satu sisi aku ingin cemburu, marah dan kesal tapi satu sisi..."
Jaejoong makin merona, astaga... Kenapa juga dia membahas semua ini sih? Tapi... Jaejoong menggigit bibir bawahnya.
" Yun..." Panggil Jaejoong
" Ya?"
" Jadi, tidak keberatan kalau kita coba tidur dalam satu kamar"
" Ne?"
" Te-tentu saja aku ingin ada Changmin diantara kita"
" Oh... Aku rasa kita bisa mencobanya"
Jawaban Yunho membuat Jaejoong tersenyum lebar, awalnya dia takut Yunho masih menolaknya tapi setelah mendengar jawaban Yunho dia sungguh gembira. Dengan reflek dia memeluk Yunho hingga membuat namja itu tersentak.
" Terima kasih"
Tubuhnya memang masih sedikit bergetar tapi tidak seperti sebelumnya, mungkin itu semua karena Jaejoong yang dengan agresif menempelinya akhir - akhir ini.
" Omo!"
Jaejoong langsung melepaskan pelukannya dan menatap khawatir Yunho, astaga apa yang baru saja dia lakukan? Memeluk Yunho? Bisa pingsan dia!
" Maaf aku lupa" Ucap Jaejoong
" Tidak apa – apa" Jawab Yunho
" Kita langsung pulang saja ya" Lanjut Jaejoong dengan nada ceria
" Ne?"
" Aku ingin menyiapkan kamar untuk kita bertiga"
" Hah? Malam ini juga?"
" Kenapa? Keberatan?"
" A-ani"
Dalam hati Yunho meruntuk, harusnya tadi dia menolak dulu karena masih takut dengan reaksi tubuhnya nanti.
Akhirnya mereka pulang dengan perasaan berbeda, Jaejoong yang sedang berbunga – bunga sedangkan Yunho harap – harap cemas. Berdoa saja kau Jung semoga Cho tidak buat kau pingsan saat tidur bersama Jaejoong hahahaha...
.
.
.
.
" Sudah pulang?" Tanya Mrs. Jung
" Ya" Jaejoong melirik jam dinding " Setengah dua malam dan eomonim belum tidur? Aigo... Ayo tidur" Lanjut Jaejoong
" Arasseo, tadi eomonim terbangun karena haus"
" Baiklah, Yun..." Jaejoong menatap Yunho
" Ya?"
" Setengah jam lagi datang ke kamar, kami menunggumu" Ucap Jaejoong kemudian mengecup pipi mertuanya dan berlari ke arah kamarnya
" Hah?" Mrs. Jung menatap bingung anaknya tapi tidak lama menunjukkan smirk-nya, menggoda sang Jung muda
" Jangan menatapku seperti itu eomma"
" Jadi, ada sesuatu yang terjadi eoh?" Mrs. Jung menaikkan salah satu alisnya " Kau sudah tidak membenci Jaejoong hum?"
" Aku... Tidak pernah membencinya eomma, tidak pernah" Gumam Yunho
" Ne?"
Dan malam itu dalam lima belas menit Yunho menceritakan apa yang sebenarnya dia rasakan selama ini pada sang eomma tanpa ada yang ditutup – tutupi. Tentu saja itu membuat Mrs. Jung kaget karena yang dia tahu Yunho sangat membenci Jaejoong.
Tapi dengan penjelasan Yunho malam ini, dia merasa lega karena tahu apa yang sebenarnya terjadi. Dia senang akhirnya kebahagiaan itu perlahan menghampiri keluarganya.
Dan saat ini Yunho tengah berdiri di depan pintu kamar Jaejoong dengan jantungnya yang berdebar tidak karuan, ingin mengetuk tapi ragu. Kalau tidak mengetuk nanti Jaejoong menunggu.
" Hah..."
Akhirnya setelah Yunho mengumpulkan keberaniannya, dia mengangkat tangan kanannya untuk mengetuk namun belum sampai tangannya menyentuh pintu, pintu itu terbuka menampilkan Jaejoong yang sudah berbalut rapi piyama berwarna biru langit.
" Yun? Kenapa tidak mengetuk? Aku baru saja ingin menghampirimu ke kamar"
" Ma-maaf, aku tadi ragu untuk mengetuk"
Jaejoong menanggapinya dengan sebuah senyuman lembut kemudian dia membuka pintunya, Yunho bisa melihat anak kesayangannya tengah tidur dengan selimut menutupi tubuh gembulnya.
Saat Yunho masuk ke dalam kamar Jaejoong, wangi yang sering dia cium dari tubuh Changmin menguar dari sana. Wangi khas bayi dan Yunho sangat menyukainya.
" Otte?" Tanya Jaejoong
" Hum" Yunho hanya menggumam dan duduk dipinggir tempat tidur dengan matanya menatap lekat sang anak
" Minnie sangat manis saat tidur bukan?"
" Ya, malaikat yang dulu aku tolak kehadirannya sekarang sangat menggemaskan"
Yunho menunduk agar bisa mengecup kening Changmin lama, Jaejoong menatap penuh haru kejadian di depannya. Ini benar – benar indah.
" Maafkan appa ne?" Lirih Yunho dan tangannya mengelus helaian rambut Changmin dengan lembut
" Dia pasti memaafkankanmu Yun. Sudah malam, ayo tidur"
" Ya"
Jaejoong mengambil sisi lain tempat tidur dan duduk dipinggirnya, memperhatikan Yunho yang cukup canggung. Dia jadi tersenyum, bagaimana bisa si playboy yang tidur dengan banyak yeoja menjadi kaku seperti ini?
Perlahan Jaejoong menaikkan tubuhnya dan membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur itu, dia menyelimuti dirinya sendiri dan menatap Yunho.
" Yun, abaikan traumamu. Ingat bahwa kau tidak melakukan sesuatu yang buruk padaku, bayangkan saja hal yang menyenangkan. Dulu aku selalu membayangkan senyuman Changmin saat merasa terpuruk dan itu berhasil"
Yunho memejamkan matanya dan meresapi ucapan Jaejoong, dia kemudian mengikuti saran Jaejoong untuk membayangkan senyuman Changmin. Dia bisa melihat dalam bayangannya Changmin tersenyum bahagia saat bermain dengannya dan yang paling Yunho suka adalah bibir ter-pout sempurna saat namja kecilnya itu tengah merajuk.
Ya...
Semua tidak semenakutkan yang dia bayangkan, dia pasti bisa melalui ini semua bersama Jaejoong. Bukankah dia ingin kehidupannya lebih baik dari sekarang bukan?
Perlahan Yunho menghembuskan nafasnya dan membuka matanya. Dia kemudian membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur yang cukup untuk tiga orang itu kemudian masuk kedalam selimut.
" Minnie pasti akan senang saat pagi hari melihat kita berdua ada di sampingnya" Gumam Jaejoong menatap langit – langit kamarnya
Yunho tersenyum mendengar ucapan Jaejoong.
" Terima kasih untuk semua yang kau lakukan untukku Jae" Lirih Yunho
" Hum, bukan masalah untukku"
Jaejoong memiringkan tubuhnya dan menatap Changmin serta Yunho bergantian, wajah mereka sangat mirip.
" Wajahmu dan Minnie sungguh mirip Yun bahkan cara tidur kalian sama"
" Eh?"
" Iya mata dan mulut sama – sama terbuka"
BLUSH
Yunho jadi malu sendiri mengingat bagaimana caranya dia tidur, ya ampun bagaimana bisa dia menurunkan caranya tidur pada Changmin? Ckckck...
" Jalja Yun..." Lirih Jaejoong dengan menatap Yunho yang masih berbaring menatap langit – langit
" Hum, jalja..."
" Belum bisa menatapku Yun? Sedikit saja?"
"..."
" Ya sudah"
Jaejoong memejamkan matanya, dia sudah sangat mengantuk dan tidak lama Yunho bisa mendengar dengkuran halus dari mulut Jaejoong. Barulah setelah itu dia menoleh untuk melihat namja cantiknya itu.
Jaejoong yang tertidur benar – benar menawan terlihat seperti sebuah boneka porselin. Yunho benar – benar beruntung bisa mendapatkan namja cantik itu bukan? Tangannya terulur untuk menyentuh rambut Jaejoong, mengelusnya perlahan dan tersenyum.
" Jalja... Saranghae" Lirih Yunho dan tidak lama dia ikut tertidur
.
.
.
.
.
" Ugghhh..."
Namja kecil itu terbangun, enggan membuka matanya dan meraba – raba sekitarnya. Dia merasakan tempat tidurnya berubah. Tempat tidur yang dia tiduri seakan bisa bernafas karena dia merasakan pergerakan naik dan turun secara perlahan.
Tangan kecilnya meraba – raba kembali, dia bisa merasakan sebuah lengan dekat tubuhnya dan satu tangan lagi melingkar pada tubuhnya tapi ini bukan tangan eommanya. Dia sangat hafal karena tangan eommanya lembut tanpa otot.
" Hiks... Eomma..."
Perasaannya jadi tidak menentu dan mulai menangis karena merasa sang eomma tidak ada disampingnya saat dia bangun tidur.
" Huuwweeee! Eommaaa!"
Pekikan itu membuat namja yang ada di bawah namja kecil yang tak lain adalah Yunho membuka matanya dan menatap cengo pada namja kecil itu. Changmin, anaknya sedang menangis diatas tubuhnya.
" Mi-minnie..." Panggil Yunho dengan suara serak
" Huwweee... Min mau eomma! Huwweeee!"
" Stt... Baby, ini appa... Buka matamu dan lihat, kau ada di atas tubuh appa"
" Hiks..."
Perlahan Changmin membuka matanya dan melihat Yunho ada di bawahnya. Dia menolehkan kepalanya ke kanan dan ke kiri, ini kamarnya dan sang eomma tapi kenapa ada appanya? Benar appanya kan? Appanya yang tidur dibawahnya?
" Hiks... Ap-appa?"
" Ne baby..." Yunho mengelus punggung sang anak dengan lembut, membuat Changmin nyaman dan tidak lama tangisannya berhenti
" Eomma eodie?"
" Appa juga tidak tahu karena baru saja bangun karena kau menangis"
" Min mau eomma" Lirih Changmin
" Arasseo, tapi cuci mukamu dan sikat gigit ne?"
" Hum" Changmin menganggukkan kepalanya
Dengan kekuatannya Yunho bangkit dengan menggendong Changmin, dia berjalan ke arah kamar mandi untuk membasuh wajahnya dan juga menggosok giginya.
Setelah selesai mereka berjalan keluar kamar menuju lantai bawah, disana mereka disambut dengan tersenyum lebar oleh kedua orangtua Yunho.
" Eomma?" Tanya Changmin
" Sedang memasak bersama Suie ahjusshimu"
" Eomma..." Rengek Changmin pada Yunho
Akhirnya Yunho membawa Changmin menuju dapur rumahnya, bisa dia lihat Jaejoong tengah sibuk memasak dengan tubuh membelakanginya bersama dengan Junsu. Pemandangan ini membuat perasaan Yunho menghangat, indah sekali.
" Eomma" Panggil Changmin
" Eh? Minnie?" Jaejoong membalikkan tubuhnya " Eomma tidak mendengar tangisanmu?" Lanjutnya kemudian menatap Yunho " Oh ya, kau bisa bangun tanpa menangis dengan appamu"
Jaejoong mencuci tangannya, meminta Junsu melanjutkan pekerjaannya dan menghampiri Changmin yang tangannya terbuka, berharap sang eomma menggendongnya.
" Pagi anak eomma yang tampan"
CUP
Jaejoong mengecup pipi gembul Changmin dan mengambil alih tubuh Changmin dari Yunho. Dia kemudian menatap Yunho.
" Pagi Yun"
" Pagi"
Jaejoong menarik piyama Yunho hingga namja itu sedikit menunduk dan dia melayangkan sebuah kecupan pada pipi Yunho. Yunho membeku dan segera menyentuh pipinya yang baru saja dikecup oleh Jaejoong.
" Min juga mau poppo appa!" Pekik Changmin setelah melihat sang eomma mencium appanya, dia menarik – narik piyama yang dipakai oleh Yunho hingga akhirnya Yunho menunduk
CUP
" Pagi appa!" Pekik Changmin
" Pagi" Akhirnya Yunho tersenyum menanggapi sapaan Changmin, dia kemudian mengusap surai halus Changmin
Sepertinya hari ini dimulai dengan hal yang baik bukan?
.
.
.
.
.
.
.
" Jaejoong ah, kau harus pergi ke Busan. Perusahaan Jung sedang tidak seimbang disana"
" Hyung..."
Saat ini Jaejoong tengah berada di dalam kantor butiknya, Yoochun datang untuk memberikan sebuah laporan perusahaan Jung yang tengah bermasalah, inginnya Jaejoong meminta Yunho yang pergi kesana tapi Yunho tengah disibukkan dengan perusahaan Jung yang ada di Incheon dan Gimpo.
" Ada apa sebenarnya?" Tanya Jaejoong
" Aku sedang menelitinya dan Jaejoong ah... Kau tidak salah memasukkan Seunghyun di bagian promosi?"
" Huh?"
Ah~~
Jaejoong ingat dia akhirnya memasukkan Seunghyun dibagian kepala promosi yang diterima dengan senang hati oleh Seunghyun.
" Dari pengamatanku, Seunghyun tidak seperti kedua orangtuanya yang haus akan harta dan kekuasaan. Dia pekerja keras dan bisa menjadi partner yang sangat baik untuk Yunho"
" Berdoa saja agar dia tidak seperti kedua orangtuanya Jae"
" Ya, tapi..."
Jaejoong menghentikan ucapannya, dia tahu Seunghyun sudah berubah tapi dulu Seunghyun-lah yang mengenalkan Yunho pada dunia gelap dan wanita. Apa dia bisa mempercayai Seunghyun yang sekarang?
" Semoga saja Seunghyun tidak berbuat macam – macam" Gumam Jaejoong
TOK TOK TOK
Yoochun bangkit dari duduknya untuk membukakan pintu ruangan Jaejoong dan dia menatap kaget pada namja yang ada dibalik pintu itu. Begitupun Jaejoong yang langsung mengerutkan keningnya menatap namja tinggi itu sedang menggendong anak tersayangnya.
" Yunho?" Jaejoong memanggil namja itu dengan ragu
" Makan bersama?" Tanya Yunho sembari mengangkat tangannya yang bebas, sebuah plastik berisikan makanan tentu saja
.
.
.
.
.
" Aku dengar perusahaan Jung di Busan sedang mengalami masalah?" Tanya Yunho disela makan siangnya
Dia meraih selembar tisu dan membersihkan noda yang ada dimulut anaknya saat memakan jajjangmyun miliknya. Junsu dengan telaten juga menyuapi Changmin yang sangat doyan makan itu sesekali Changmin meminta makanan appanya juga, tadi Junsu kaget karena Yunho menjemput Changmin di sekolahnya dan mereka menuju butik Jaejoong bersama dengan membawa jajjangmyun untuk Junsu, Changmin, Jaejoong dan Yoochun dan tentu dirinya sendiri.
" Ya, aku meminta Jaejoong untuk pergi ke sana tapi dia ingin memintamu yang pergi padahal kau sedang mengurus perusahaan Jung yang ada di Incheon dan Gimpo" Jelas Yoochun
" Hmm... Aku bisa menyelesaikan tugasku disini dalam tiga atau empat hari" Ucap Yunho
" Tapi... Apa kau tidak lelah jika langsung berangkat ke Busan?" Tanya Jaejoong kemudian matanya melirik Changmin " Minnie ah, itu milik appamu. Sudah baby" Lanjut Jaejoong kemudian membawa Changmin ke dalam pangkuannya
" Min mau" Changmin memajukan bibirnya
" Tidak apa – apa, makan saja" Ucap Yunho memberikan makanan miliknya yang disambut dengan senang hati oleh Changmin
" Aish kau ini" Jaejoong mengacak rambut Changmin dengan gemas
" Ehem, kembali ke pokok pembicaraan. Jadi bagaimana?" Tanya Yoochun
" Appa juga tidak bisa ke sana karena dia harus pergi ke Jeju bersama eomma besok" Gumam Yunho
" Jadi bagaimana ya? Urusan ini mendesak dan tidak bisa menunggu tiga hari kedepan" Ucap Yoochun
Jaejoong membenarkan ucapan Yunho karena tadi pagi sang mertua berkata akan pergi ke Jeju untuk menemui rekan bisnis mereka dan akan pergi selama satu minggu.
" Ya sudah, mau bagaimana lagi. Lusa aku akan berangkat kesana" Ucap Jaejoong akhirnya
" Lalu Minnie?" Tanya Junsu
" Minnie ah, eomma akan pergi lusa jadi eomma harap Minnie bisa jadi anak baik di rumah ne?"
" Eomma mau kemana?" Tanya Changmin usai menelan makanannya, dia menatap sang eomma
" Busan, tidak lama baby ah"
" Minnie ikut" Lirih Changmin dengan mata berkaca – kaca
" Min..."
" Minnie mau cama eomma"
" Minnie dengan appa saja ya beberapa hari ini" Ucap Yunho
" Appa?"
" Ya... Minnie tidak mau? Padahal kita bisa tidur bersama, makan bersama, appa jemput Minnie di sekolah, main bersama juga bersepeda. Bukankah Minnie ingin bersepeda?"
" Cepeda? Min belcepeda cama appa?" Mata Changmin membulat
" Itu kalau Minnie mau"
" MAUU! Yaaayyy!" Pekik Changmin senang, dia kemudian memeluk eommanya dan dengan terpaksa kemeja putih sang eomma terkena bumbu jajjangmyun yang dimakan oleh Changmin hingga membuat semua yang ada di ruangan tertawa
.
.
.
.
.
.
Usai makan siang itu, Changmin tertidur dipangkuan Yunho. Yunho pun tidak lama tertidur, Jaejoong tidak memperbolehkan Yoochun untuk membangunkan Yunho yang terlihat kelelahan itu. Sehingga hal itu membuat Yoochun akhirnya harus menggantikan Yunho untuk meeting dengan perusahaan lain.
Jaejoong duduk diseberang sofa memperhatikan wajah damai kedua namja kesayangannya itu, sebuah senyum tidak pernah luntur dari wajahnya. Semua menjadi lebih baik walaupun Yunho masih kaku dan canggung.
Namja cantik itu menghela nafasnya, dia kemudian bangkit karena ingat masih ada yang harus dikerjakan. Tapi sebelum beranjak menuju meja kerjanya dia menghampiri Yunho dan mengusap kening namja itu.
CUP
Sebuah kecupan mendarat pada kening Yunho dan Jaejoong mengelus lembut rambut Yunho.
" Terima kasih"
.
.
.
~ TBC ~
.
.
.
Annyeong!
Cho balik bawa update an, jadi yang udah lumutan nunggu ni ff dari jaman penjajahan, sono mandi, bersihin badan baru baca ff Cho :p
.
Special Thanks :
.
Ismi mimi (iya, dia berubah alim disini kkkk~), MyBooLoveBear (udh niii), Hasti Huang (jgn marahin bebeb mimin na cho yaaa~), 01a0101 (ud yaa), Indy (amIiinnn~), ichimita1 (wkwkkw sama), dheaniyuu (ga lahh~), akiramia44 (ga ganggu kok), AlienBaby88 (wkwkwkwk, jgn sebel sama Cho yaaa), epykudo (maacih), phabo uniq (sippp), Avanrio11 (ga ganggu kok), debbynadia30 (eaaaa~ Cho juga),
Yunjae heart (ga ganggu kok, numpang lewat aja dy), Park'chan (noo~ ga bs update cepet), lovgravanime14 (ga lah, dy jinak ga ganggu kok. Cho usahain ga ada halangan lagi wkwkwkwkw), Park RinHyun-Uchiha (bukan kok), kyulkulator (waeee?), elite minority. 1111 (wkwkwkwk sabar yaaa), LittleOoh (sipo~), ruixi1 (sapa ih? Kkkk), Fani (ga kok), liangie (sabaaarrr), alice (iya dong),
eL Ree (ga ganggu kok dy), Dewi15 (tambahannya cuma numpang lewat kok), Dolphin Jun (besok cho tambahin vibrator ye ke badan yunpa kkkk), uknowme2303 (wkwkkwwk iyaaa, makanya gemeteran. Masa cho mau di golok? Nnti ff na sapa yang lanjutin hahahaa), Lee baby dee (maacih yaaaaa), kimRyan2124 (ga ganggu kok, udh d iket wkwkwkw), MyBooLoveBear (iyaaa), bijin YJS (sweet Dream yak!), GaemGyu92 (jangan! Kan ga ganggu udh di rante :p), kuroneko87 (hahaaa, udah ga penasaran kan ya?), Sayuri Jung (iya nih, muncul" bawa kebahagiaan wkwkwkw),
.
Untuk para Guest, yang udah follow, fav dan para Sider
.
Maacih ya #bow
.
Buat yang salah ketik nama Cho minta maap, apa lagi kalo namanya ga kesebut. Terus buat yang nunggu nih ff sampe lumutan, Cho udah update in yak!
.
See u next chap?
Chuuuu~
.
.
.
.
Rabu, 18 Januari 2017
