Home

.

.

.

.

.

.

Disclaimer : Mereka hanya milik Tuhan

Cast : DBSK Family, dll

Genre : Family, Romance, Drama, hurt/comfort. Yaoi

Typos bertebaran, membosankan, alur suka"

Rate : T

Maaf ya buat yang udah nunggu ff ini seabad, hahahaha #bow dan Chap ini alurnya lambaaaaaaaaatttttt bgt.

.

D.L.D.R yaaa... Ga tau singkatnya?

Don't Like, Don't Read. Ga tau artinya?

Ga Suka Ga Usah Baca, simple kan?

.

.

Buat salah satu review Coki cukacuka, Cho jawab revie kamu dengan amat sangat spesial yaa~~

.

Pertama membosankan? Ciyyeee~~~ baca cerita Cho ya sampe tahu kalo ceritanya nge bosenin ciyyee~~~

Kedua ga bermutu? Eoh? Mutu tuh apa? Sejenis kutu atau susu? Susu Jaemma mungkin?

Ketiga ga masuk akal? Ya kale mpreg ada yang masuk akal, fantasi ini... Et dah...

Dan yang terakhir sampah? Jangan ngomongin diri sendirilah, ga enak ketawan sama yang lain

Hohohoho~~

Intinya mah... Mba/mas/oom/tante/adek, kalo mau spam atau bully salah orang. Ya kali Cho down cuma gara – gara ripiu situ. Tidak Akan, Cho bakal terus nulis selama ada yang minta walaupun cuma 1 orang

.

Makasih buat kalian yang masih mau baca dan nunggu ff Cho yaa~~~

.

.

.

.

.

" Eommaa! Tambah"

" Ne"

Jaejoong memberikan dua buah panekuk untuk anaknya, dia terkekeh melihat mata sembab Changmin. Anaknya itu kembali menangis saat bangun tidur tadi tapi tidak butuh waktu lama seperti kemarin, Changmin berlari ke ruang makan dan memeluk appanya di sana.

Jaejoong juga senang saat bangun pagi tadi dia mendapati Yunho masih tertidur dalam pelukannya. Dia mengecup bibir Yunho lama sebelum akhirnya membuat sarapan untuk kedua namja kesayangannya itu.

" Hali ini kemana?" Tanya Changmin

" Minnie mau kemana?"

" Hmm... Maiiinnn!"

Yunho tertawa mendengar jawaban penuh semangat dari bibir Changmin. Anaknya benar - benar kelebihan energi hingga tidak ada lelahnya!

" Arasseo"

Ting tong~

" Eoh?"

Ting tong~

" Siapa pagi - pagi begini?" Jaejoong hendak bangkit namun Yunho menahan

" Biar aku saja, kau temani saja Minnie"

" Gomawo"

Yunho beranjak dari ruang makan untuk membukakan pintu depan villa yang belnya tidak berhenti berbunyi.

Ceklek

" Eh?"

" Annyeong Yun, dimana Jaejoong?"

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Tap

Tap

Tap

Tap

Tap

" Siapa Yun?" Tanya Jaejoong saat mendengar langkah kaki mendekat ke arah ruang makan

" Hyung, annyeong~~"

Jaejoong dan Changmin tersentak kaget mendengar suara cempreng itu, keduanya menoleh dan menatap kaget pada tiga orang yang masuk ke dalam ruang makannya.

" Chwangminnieee~~~"

Changmin yang namanya dipanggil oleh sosok yang sering menemaninya di sekolah langsung tersenyum lebar sampai matanya tertutup.

" Kyuunniiiieeeee~~" Panggil Changmin dengan semangat pada Kyuhyun yang ada dalam gendongan Yoochun

" Suie, Chunnie? Kenapa kemari?" Jaejoong mengerutkan keningnya

" Annyeong" Sapa Yoochun

Yunho yang ada di belakang Yoochun langsung berjalan ke arah Jaejoong dengan tatapan penuh tanya namun Jaejoong sama bingungnya dengan Yunho. Ada apa mereka kemari bahkan membawa Kyuhyun bersama mereka! Apa orangtua Kyuhyun tahu hal ini?!

" Eoh hyung tidak baca pesanku ya? Atau tidak terkirim?"

Junsu mengbil ponselnya dari dalam kantong celananya kemudian membuka aplikasi pesannya kemudian tersenyum gaje.

" Ups, sepertinya aku lupa menekan tombol kirim hehehehe"

Jaejoong tahu bahwa Junsu sedang merencanakan sesuatu, karena ucapannya yang tadi seperti dibuat - buat.

" Ada apa?" Tanya Yunho

" Begini hyung, Kyunie datang ke rumah kemarin dan dia bilang merindukan Minnie, iya kan Kyu?" Tanya Junsu pada Kyuhyun

" Ne?" Kyuhyun menatap bingung pada Junsu

" Tuh kan, dia jawab iya. Maka dari itu kami membawa Kyunie kemari untuk menemui Changmin dan kami akan membawa Changmin bersama kami hari ini!" Ucap Junsu dengan cepat

" Oh... MWO?!" Pekik Jaejoong kaget sementara Yunho masih memproses ucapan Junsu

" Hari ini kami akan membawa Changmin bersama kami" Ulang Junsu

" Maksudmu, kita akan berlibur bersama?" Tanya Jaejoong dan Junsu memutar bola matanya jengah

" Hanya aku, Chunnie hyung, Kyunie dan Minnie. Apa kata - kataku cukup jelas?" Junsu mengakhiri kalimat tanyanya dengan sebuah senyuman lebar

" Yyaaaaaaayyy~~"

" MWO?!" Ini pekikan Jaejoong dan Yunho kalau kalian mau tahu

Jadi? Apa yang akan terjadi kalau Jaejoong dan Yunho ditinggal Changmin? Mereka hanya akan berdua saja? Hmmmm...

.

.

.

.

.

.

~ Chapter 12C ~

.

.

.

.

.

.

.

" Apa kau gila Kim!"

Jaejoong menatap tajam namja gempal yang sedang membereskan pakaian Changmin ke dalam sebuah ransel.

" Kau juga bermarga Kim, hyung" Jawab Junsu santai

" Suie ah~ Aku serius"

" Hyung, aku juga serius" Junsu menatap Jaejoong setelah menutup tas ranselnya

" Kenapa kau lakukan ini? Kau gila Junsu ah"

" Aku melakukannya karena aku rasa memang harus. Kalian tidak ada kemajuan dan Jung ahjumma gemas melihat kalian"

" Tapi tidak secepat ini, kau sendiri tahu Yunho masih trauma dengan sentuhan dan aku masih sedikit trauma jika Yunho berteriak"

" Maka dari itu, biasakanlah. Aku membawa Changmin agar kalian bisa lebih serius tentang masa depan kalian hyung" Ucap Junsu dengan lembut

" Tapi..."

" Hyung, aku sudah mulai memaafkan namja itu demi kebahagiaanmu. Jika terus seperti ini lebih baik kau berjauhan saja dengannya"

" Tidak, eh? Kau memaafkannya?"

" Aku begitu membencinya lewat semua cerita yang diungkapkan Jung ahjumma dulu tapi melihat perubahannya, perlahan aku bisa memaafkannya"

" Suie ah..."

" Jadi berusahalah dan aku akan senang jika kalian mengalami banyak kemajuan"

" Hum?"

" Apalagi jika kalian membuat adik untuk Changmin. Aku rasa bocah itu akan sangat senang karena belakangan ini dia terus bicara padaku bahwa dia ingin seorang adik"

" Mwo? Dia berkata seperti itu juga padamu?"

" Hum... Minnie sudah bilang juga pada hyung?"

" Iya, dia ingin adik sebagai hadiah natal"

" Hahahahahaha, dasar anak itu"

Jaejoong memperhatikan Junsu yang kini memasukkan beberapa benda kesayangan Changmin ke dalam tas ransel kecil milik anaknya itu.

" Kau sangat telaten mengurus Changmin, sudah waktunya kau mendapatkan kekasih Suie ah" Lirih Jaejoong, cukup miris juga melihat Junsu yang selama ini hanya mengurusi Changmin tanpa melihat sekitarnya

" Hyung~ Untuk saat ini Changmin adalah prioritasku" Jawab Junsu tanpa menatap Jaejoong, dia takut juga Jaejoong menangkap kebohongannya

" Aku ingin kau mendapatkan kekasih yang sangat baik"

" Hum, aku harap juga begitu. Nah! Selesai!"

Junsu memakai tas ranselnya dan membawa tas ransel kecil milik Changmin, dia mendekat ke arah Jaejoong dan menyentuh bahu namja yang sudah dia anggap sebagai hyungnya itu.

" Manfaatkan semua ini dengan baik hyung" Ucap Junsu kemudian tersenyum lebar

" N-ne"

Akhirnya mereka berdua keluar dari kamar itu untuk menghampiri yang lain, dimana mereka tengah bermain di ruang tengah. Jaejoong terkekeh melihat Changmin yang kini tengah 'menyiksa' Yunho. Dia duduk di atas perut Yunho dan memukul – mukul Yunho karena menurut Changmin, Yunho merebut perhatian Kyuhyun darinya. Aigo...

" Appa nakal! Lacakan iniiii!" Changmin dengan semangat memukul – mukul pelan Yunho dan Yunho mencoba menghindar namun setelahnya Changmin kalah karena kini sang appa malah menggelitikinya.

" Hahahahha, amppuunnn~~~ Hahahahahah Apppaaa~~~"

Kyuhyun sendiri tengah tenang dalam pangkuan Yoochun dan mereka menatap Yunho serta Changmin dengan senyuman.

" Hei, sudah"

Eomma Changmin itu mengangkat tubuh Changmin dan mengusap punggung anaknya itu, Changmin mulai terengah dan itu tidak akan baik karena asmanya bisa saja kambuh.

" Jangan membuatnya tertawa berlebihan Yun, asmanya bisa saja kambuh" Ucap Jaejoong dengan lembut

" Astaga, aku lupa. Maaf" Ucap Yunho penuh penyesalan

" Iya, jangan diulangi lagi"

" Ne"

" Minnie gwaenchana?" Tanya Kyuhyun

" Ne, Minnie hanya terengah saja Kyunie ah. Suie... Air"

" Ne hyung"

Dengan sigap Junsu mengambilkan minum untuk Changmin setelahnya dia duduk bersama Yoochun serta Kyuhyun.

" Lelah?" Tanya Jaejoong dengan lembut, dia masih mengusap punggung Changmin

" Ani" Jawab Changmin dengan lirih

" Maafkan appa ne? Appa tidak sengaja" Ucap Yunho dengan penuh sesal

" Gak apa – apa appa. Min kuat, min mau maen sama Kyunie"

" Boleh, asal jangan terlalu lelah ya? Ingat asmamu"

" Min benci asma Min"

Yunho menatap sendu ke arah Changmin, sekali lagi meruntuki kebodohannya dulu yang menjadi salah satu alasan kenapa Changmin memiliki penyakit itu.

" Sttt... Tidak boleh begitu, Min anak kuat kan? Tidak boleh mengeluh" Ucap Jaejoong

" Ne eomma"

Sebuah kecupan Jaejoong berikan pada anaknya yang berada dalam gendongan. Dan tidak lama kemudian Changmin mulai bangkit karena sudah tidak merasakan lelah, dia menoleh ke arah Kyuhyun dan tersenyum.

" Min mau makan ec klim sama Kyunie" Ucap Changmin dengan senang

" Iya, hari ini boleh makan dua scoop"

" Jinjja?" Changmin menatap Jaejoong penuh binar

" Ne"

" Asssyiiikk!" Changmin berteriak senang

" Kajjaaa~~~"

Junsu bangkit dan mengambil alih Changmin dari Jaejoong, menggendongnya dan mengecup kedua pipi gembul Changmin yang tampak menggoda sedari tadi.

" Jangan sampai kelelahan dan jangan pulang terlalu malam ya? Kalau bisa sore sudah sampai rumah" Ucap Jaejoong

" Iya hyung"

" Appaaa~~ Poppoooo~~"

Changmin memberikan sebuah kecupan pada bibir Yunho karena tahu bahwa appanya itu masih merasa bersalah soal tadi. Yunho mengusap lembut rambut Changmin dan mengecup kening bocah gembul itu.

" Kyu juga mau dicium ahjusshi" Ucapan polos itu keluar dari mulut Kyuhyun dan membuat Yunho terkekeh

" Ughh~~ Celalu caja Kyunie tuh gitu sama Min"

" Wae?"

" Kyunie cuma boleh dicium cama Min aja!" Pekik Changmin

" Aigo..."

CUP

Akhirnya Yunho memberikan sebuah kecupan pada puncak kepala Kyuhyun dan membuat anaknya berteriak kencang.

" APPPAA! Ihhh! Eommmaaa~~~ Kyuniee cuma punya Min! Eommmaaa~~~" Rengek Changmin

" Iya sayang iya... Kyunie cuma milik Minnie, aish Yun!"

" Hehehehehehe"

" Sudah sana makan es krim bersama Kyunie, hati – hati ya? Jaga anakku" Ucap Jaejoong

" Ne hyung"

CUP

CUP

Jaejoong mengecup puncak kepala Changmin dan Kyuhyun bergantian, setelahnya mereka berempat pergi meninggalkan Yunho dan Jaejoong yang duduk bersama di atas sofa panjang. Mereka bingung harus apa? Canggung? Mungkin... Karena biasanya ada Changmin yang selalu menjadi penengah bagi Jaejoong dan Yunho.

" Hmm... Jadi... Hanya di rumah saja?" Tanya Jaejoong

" Kau mau kemana memangnya?" Yunho bertanya balik

" Tidak tahu... Di rumah saja ya?"

" Mau berjalan – jalan di sekitar sini?"

" Hmmm... Boleh, aku pakai jaket dulu"

" Ya"

Jaejoong meruntuk sepanjang perjalanannya menuju kamar, ini adalah kesempatan yang bagus tapi Jaejoong kan bingung jika tiba – tiba seperti ini! Astaga... Junsu dan Yoochun benar – benar! Ugh... Gemas Jaejoong jadinya!

Dengan dandanan seadanya namun Yunho tetap terpesona dengan Jaejoong, mereka berjalan menyusuri sekeliling mereka. Tanpa kata, tanpa sentuhan, Jaejoong bahkan berjalan beberapa langkah di belakang Yunho.

" Hah..."

Jaejoong menghela nafasnya dan Yunho mendengarnya, namja tampan itu menghentikan langkahnya dan menoleh. Jaejoong pun berhenti karena Yunho menghentikan langkahnya.

" Wae? Bosan ya?" Tanya Yunho

" Tidak... Hanya... Ugh... Yun..." Jawab Jaejoong kikuk

" Kenapa? Mau kembali ke rumah saja?"

" Bukan begitu! Aku senang tapi... Kenapa... Bagaimana ya? Kita selalu canggung kalau hanya berdua Yun"

Yunho tersenyum tipis.

" Selama ini selalu ada Changmin diantara kita, dan dia yang melumerkan semua rasa canggung diantara kita berdua" Jelas Jaejoong tidak mau Yunho salah paham

" Ya, kau benar"

" Bagaimana ini? Bagaimana kita ada kemajuan kalau begini terus?"

Sreett

Jaeoong membulatkan matanya saat tangan kanan Yunho menggapai tangan kirinya dan menyelipkan jari – jarinya pada jari – jari milik Jaejoong.

" Yu-yun"

" Kajja"

Mau tak mau wajah Jaejoong merona, Yunho menggenggam tangannya dengan erat. Dia bisa merasakan sedikit getaran dari tangan Yunho namun sepertinya namja itu tengah melawan rasa takutnya.

" Yoochun bilang kau selalu merasa trauma saat mendengar suara tinggiku?" Tanya Yunho dengan lembut

" Eoh?"

" Benar?"

" Hmmm... Ya..." Jaejoong menjawabnya dengan pelan

" Maaf ya? Aku akan berusaha untuk tidak berteriak di depanmu"

" Tidak apa – apa Yun. Kau sendiri bagaimana perkembangan traumamu?'

" Hmm... Baik, semua lancar"

" Baguslah"

Mereka berjalan entah kemana, hanya mengikuti kaki mereka yang terus berjalan. Mereka tidak mau cepat – cepat pulang ke rumah, Jaejoong merasa nyaman dalam genggaman Yunho dan Yunho merasa senang bisa berduaan dengan Jaejoong.

" Yun, es krim"

" Eoh?" Yunho menolehkan kepalanya ke sebuah kafe es krim kemudian mengerutkan keningnya " Mau makan es krim?"

" Hum, aku juga kan suka es krim, vanilla Yun!"

" Kajja"

Mereka berdua masuk ke dalam kafe dan menjadi pusat perhatian karena mereka berdua pasangan yang sangat cocok. Belum lagi beberapa orang dari mereka mengenal Jaejoong dari televisi.

" Carilah tempat duduk, aku akan memesankan es krim" Ucap Yunho kemudian melepaskan genggaman tangannya, Jaejoong sedikit kecewa tapi menuruti ucapan Yunho

" Lima scoop ya?"

" Mwo?"

" Lima scoop pokoknya!"

" Arasseo, sana cari tempat untuk kita"

" Ne"

Pilihan Jaejoong jatuh di pojok ruangannya di dekat jendela yang ada di lantai dua kafe tersebut, dari sini dia bisa melihat pemandangan indah pulau Jeju. Jaejoong memejamkan matanya, rasanya nyaman dan tenang karena di lantai dua ini hanya ada beberapa orang saja.

" Permisi..."

Jaejoong perlahan membuka matanya, menoleh ke asal suara dan menadpati seorang yeoja dan namja yang menatapnya dengan gemas.

" Kim Hero sshi?"

" Ya"

" A-aku penggemar desainmu dan selalu membeli pakaian yang kau rancang! Aku sangat kau membuka identitasmu bahkan bertemu denganmu!" Ucap sang yeoja dengan antusias

" Ah, ne" Jawab Jaejoong dengan suara lembut

" Astaga! Suaramu lembut sekali! Bo-boleh foto bersama?"

" Tentu" Jaejoong tersenyum setelahnya

Sementara itu, usai membayar Yunho segera menghampiri Jaejoong. Dia naik ke atas tangga karena tadi melihat Jaejoong naik. Dan ketika sampai di lantai dua, Yunho tersenyum melihat Jaejoong tengah berfoto dengan beberapa orang.

Senyum Jaejoong begitu tulus dan terkesan menenangkan, mungkin karena itu semua orang menyukainya. Wajahnya juga tidak membosankan untuk dipandang berjam – jam bahkan berhari – hari. Hanya saja... Yunho masih sangat sulit menatap mata Jaejoong.

" Hah... Tidak apa – apa, nanti juga terbiasa" Gumam Yunho

" Eoh? Yunhoo!"

Itu adalah suara pekikan istrinya, Yunho berjalan menghampiri Jaejoong dan membukukkan tubuhnya pada beberapa orang yang tadi mengelilingi istrinya untuk berfoto.

" Jadi kalian kemari untuk kencan? Aigoo~ Kenapa kita jadi mengganggu" Ucap salah satu yeoja

" A-ah ne" Jawab Jaejoong dengan malu – malu

" Kalau begitu terima kasih Hero sshi"

" Ne"

" Sampaikan salam kami untuk Changmin ya"

" Pasti"

" Annyeong"

" Ne"

Usai semua orang pergi Yunho mengambil duduk di hadapan Jaejoong dan ikut memandang ke arah luar kafe. Yunho pun sangat suka dengan pemandangan di depannya ini.

" Kau terkenal sekali" Ucap Yunho

" Dari dulu juga begitu hanya saja mereka tidak pernah melihat wajahku jadi aku bisa berjalan – jalan dengan santai. Tapi sekarang..."

" Kau menyesal?"

" Tentu tidak, berkat mereka aku bisa ada di puncak karirku Yun"

" Arasseo"

" Es krimnya?"

" Nanti diantar"

" Oh, oke"

tidak sampai lima belas menit pesanan keduanya sampai, es krim vanilla lima scoop berlapis potongan brownies dan cookies cream juga segelas americano hangat untuk Yunho dan Jaejoong datang. Mereka akhirnya bisa mengobrol dengan santai dan Yunho mencoba terus menatap mata jaejoong walaupun hal itu tidak akan berlangsung lama.

" Masih mencoba Yun?"Tanya Jaejoong setelah menyuapkan es krim ke dalam mulutnya

" Huh?" Yunho mengerutkan keningnya

" Mencoba menatap mataku diam – diam"

" Ketahuan ya?"

" Tentu saja, kau melirikku terus Yun"

Yunho tersenyum, yah... Mau bagaimana lagi, Jaejoong pasti tahu kalau dirinya sedang mencoba menatapnya, sedari tadi dia terus melirik ke arah mata Jaejoong!

" Enak~ Kau mau?" Tanya Jaejoong

" Tida-"

" Aaaaa~~~~"

" Jae..."

" Aaa~~~"

" Hah..."

Mau tak mau Yunho membuka mulutnya dan Jaejoong memasukkan sesendok penuh es krim ke dalam mulut Yunho.

" Enak kan?"

Yunho mengangguk sebagai balasannya, kepalanya terasa beku saat Jaejoong memasukkan es krim vanilla itu ke dalam mulutnya. Namun Yunho menyukai saat es krim vanilla itu meleleh di dalam mulutnya.

" Kau masih suka strawberry Yun?" Tanya Jaejoong

" Ya"

" Nanti kita beli ya?"

" Untuk?"

" Camilan di rumah"

" Ya... Terserah kau saja"

" Sekalian mampir membeli bahan makanan untuk Changmin besok"

" Kau selalu memikirkan Changmin ya?"

" Ya tentu, dia kesayanganku Yun"

" Aku juga"

" Rindu... Mereka sedang apa ya? Kenapa tidak ada kabar?"

" Pasti sedang bersenang – senang"

" Semoga saja"

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

" Huuuwwwaaaaa~~~~ Chunnie juci jaat huwwaaa~~ Min mau eomma aja!"

" Sssttt Cup cup cup... Minnie jagoan masa cengeng?"

" Suie juchi, Chunie juchi jahat sama Min" Rengek Changmin yang ada dalam gendongan Junsu

Junsu melirik sadis ke arah Yoochun yang tengah menggendong Kyuhyun yang sedang terlelap kemudian memukul lengannya.

" Pukul lagi, pukul lagi huwwaaa~~"

" Iya iya, Ahjusshi pukul kalau Minnie berhenti menangis, oke?"

" Cekalang, cekalang"

" Ne ne baby... Aigoo~~"

PLAKK

PLAAK

" Akkhh"

" Rasakan, siapa suruh kau membuat Changmin menangis hyung!" Bentak Junsu pada Yoochun yang kini meringis kesakitan

" Salah dia kenapa menggemaskan saat menangis" Ucap Yoochun sembari mencubit pelan pipi gembul Changmin

" Huwwweeeee~~ Jangan pegang Min!" Pekik Changmin

" Yak!"

Junsu kembali memukul Yoochun hingga namja itu kembali meringis namun Junsu tidak peduli. Junsu kemudian menepuk – nepuk punggung Changmin dengan halus dan menenangkannya.

" Sttt... Sudah, nanti asmamu kambuh dan tidak boleh makan es krim" Ucap Junsu mencoba menenangkan Changmin

" Huh? Ec Klim?"

" Iya, Min mau makan es krim kan? Dua scoop"

" Dua scoop?" Mata Changmin berubah menjadi berbinar

" Iya, eomma Minnie kan tadi memperbolehkan Minnie makan dua scoop. Tapi karena Minnie menangis, tidak jadi saja ya?"

" Mwo? Andwweee! Ec klim ec klim ec klim~~~"

" Iya, berhenti menangis sebelum Kyunie melihatnya, dia kan tidak suka namja yang cengeng"

" Ne!"

Changmin matanya kemudian menatap Kyuhyun yang masih tertidur dalam gendongan Yoochun, usai diajak pergi dari villa, mereka memutuskan pergi agak jauh dari sana dan berjalan – jalan bersama. Tapi setengah jam kemudian Kyuhyun dan Changmin merasa lelah jadi Junsu dan Yoochun menggendong mereka sembari berjalan mencari tempat untuk mereka makan siang.

Namja gembul yang ada dalam gendongan Junsu itu tersenyum mendapati sahabatnya yang tertidur dengan lelap namun terlihat sangat manis padahal Kyuhyun tengah mengisap ibu jarinya. Yoochun tersenyum melihat Changmin dan Changmin sadar akan hal itu, dia melirik sadis ke arah Yoochun.

" Apa liat – liat! Chunnie juchi nyebelin!"

Yoochun terkekeh melihat Changmin yang terlihat kesal, di matanya Changmin sangat menggemaskan saat seperti ini dan Yoochun merasa ketagihan untuk membuat namja kecil gembul itu menangis. Hahahahaha...

" Ughhh..."

Mata Changmin berbinar saat melihat tangan Kyuhyun mengusap matanya dengan pelan kemudian membuka matanya.

" Kyunieee cudah bangun!" Pekik Changmin heboh

" Minnie..."

" Bangun Kyu, kita makan ec klim"

" Es krim?"

" Ne!"

Bukannya bangun tangan Kyuhyun malah melingkar pada leher Yoochun dan kembali memejamkan matanya. Dia masih merasa sangat mengangtuk dan berniat tidur untuk beberapa menit lagi.

" Kyunie masih mengantuk, nanti kita bangunkan setelah sampai kafe ya" Ucap Junsu

" Arasseo"

Tidak sampai sepuluh menit mereka sampai disebuah kafe es krim bernuansa boneka beruang. Changmin langsung duduk bersama Junsu yang kini memangku Kyuhyun yang masih setia tidur. Sedangkan Yoochun tengah memesankan es krim untuk mereka bertiga.

" Kyunie tidulnya lama" Rengek Changmin

" Kyunie lelah, dia kan langsung menyusul kemari dan mengajak Minnie pergi"

" Iya cih..."

Saat Yoochun datang, dia datang bersama seorang pelayan yang membawakan pesanannya. Dan saat itu juga Kyuhyun bangun. Akhirnya Changmin dan Kyuhyun duduk berhadapan dengan Yoochun dan Junsu.

" Mereka berdua menggemaskan ya" Gumam Junsu sembari melihat Changmin dan Kyuhyun yang memakan es krim mereka dengan sesekali mengobrol dan tertawa tanpa memperdulikan Junsu dan Yoochun

" Ya, nanti kita juga akan punya anak menggemaskan seperti mereka, lima kalau perlu" Ucap Yoochun

" Yak! Hyung pikir aku ini apa sampai melahirkan lima anak!"

" Tidak harus kau yang melahirkan kan... Kita bisa ambil dari panti asuhan seperti keinginanmu"

" Iya sih..." Junsu menatap Changmin dan Kyuhyun " Ide yang bagus"

" Jja, makan pancake mu dan isi tenagamu karena setelah ini kita akan mengajak mereka bersenang – senang"

" Ne, semoga mereka berdua memberikan kabar baik untuk kita nanti"

" Ya, aku harap begitu"

Yoochun kemudian menggenggam tangan Junsu, mungkin sehabis liburan ini mereka akan memberitahukan kabar gembira terlebih dahulu pada Yunho dan Jaejoong?

.

.

.

.

.

.

.

.

" Yun, mau ikan ini?"

" Ya, beli saja"

Jaejoong jongkok agar bisa memilih ikan segar di dalam pasar itu, usai dari kafe Jaejoong menemukan pasar yang menjualan hasil laut. Karena jiwa uke Jaejoong akhirnya dia membeli beberapa potong ikan, cumu, kerang dan hasil laut lain untuk makan malam nanti.

Changmin dan yang lain pasti suka jika mereka membuat pesta barbeque di taman belakang villa, Jaejoong jadi tidak sabar untuk mengolah semua yang dia beli.

" Senang sekali?"

" Iya! Aku sangat senang Yunnn! Ah! Kepiting!"

Namja cantik itu berlari meninggalkan Yunho menuju penjual kepiting. Yunho menggelengkan kepalanya saja. Kemudian menunduk untuk membawa plastik yang ditinggalkan oleh Jaejoong, setelah mengucapkan salam pada sang penjual Yunho bergerak menyusul Jaejoong.

" Imo, beli tiga kepitingnya" Ucap Jaejoong dengan senang

" Ne, aigo... Kau manis sekali"

" Terima kasih"

Yunho tersenyum saja mendapati interaksi antara ahjumma penjual dan Jaejoong yang terkesan manis itu. Beberapa kali sang penjual memuji betapa cantiknya Jaejoong dan memuji betapa cocoknya Jaejoong dengan Yunho. Aigoo...

Usai puas merampok uang Yunho, mereka berdua berjalan pulang untuk menyiapkan masakannya. Jaejoong bersenandung riang selama perjalanan sedangkan Yunho hanya diam mendengarkan suara merdu Jaejoong sampai...

TES

TES

TES

" Eoh?"

" Hujan, kajja Jae"

Yunho yang memegang belanjaan di kanan dan kiri berlari menuju sebuah teras toko yang sudah tutup diikuti oleh Jaejoong. Mereka berteduh saat hujan mulai deras, Yunho menghela nafasnya kesal. Padahal hanya tinggal sedikit lagi untuk sampai ke villa tapi sudah hujan.

" Ughhh..."

Yunho menoleh ke samping dan melihat Jaejoong mengusap kedua bahunya yang agak basah. Dengan sigap Yunho menaruh plastik belanjaannya dan membuka sweater yang dipakainya kemudian memakaikannya pada Jaejoong.

" Yun? Nanti kau sakit" Ucap Jaejoong dengan gerakan menolak

" Tidak apa – apa, kau saja yang pakai" Elak Yunho

" Tapi..."

" Tidak apa – apa Jaejoong ah"

" Arasseo"

Kemudian mereka saling diam sibuk dengan pemikirannya masing – masing. Jaejoong memandangi air hujan yang turun dengan deras. Dia tersentak dan ingat tentang anaknya.

" Astaga, Minnie!"

Jaejoong mengeluarkan ponsel dari dalam sakunya, baterai ponselnya sudah mau habis dan sebelum ponselnya mati Jaejoong menelepon Junsu.

" Suie, Minnie bagaimana? Hujan bukan?"

" Ne hyung, dia sedang bermain dengan Kyunie. Kami ada di dalam kafe"

" Pastikan Changmin tetap hangat ya"

" Iya hyung, aku tahu"

" Jangan pulang larut"

" Iya~"

" Ya sudah"

PIK

" Bagaimana Changmin?"

Jaejoong menoleh ke belakang, dia mendapati Yunho tengah mengusap lengannya bergantian. Jaejoong bergerak mendekat dan berdiri disamping Yunho. Sangat dekat.

" Baik, mereka sedang di kafe"

" Baguslah"

" Humm... Kau kedinginan?"

" Ti-tidak"

" Yuun..."

" Gwaenchana"

" Hah" Jaejoong menghela nafasnya dan dengan gerakan cepat dia memeluk Yunho dari samping

" Ja-jae?"

" Dingin kan?" jaejoong mendongakkan kepalanya

" Ne"

Mau tidak mau Yunho terkekeh melihat kelakuan Jaejoong yang menggemaskan menurutnya itu, dia melepaskan pelukan Jaejoong dan membuat jaejoong kesal. Tapi setelahnya dia membuat wajah Jaejoong semerah tomat karena dia memeluk Jaejoong saat ini dan menaruh kepalanya dengan nyaman di atas kepala Jaejoong.

" Otte?"

" Y-yun... Ehem..." Jaejoong mencoba mengurangi kegugupannya

" Wae?"

" An-aniya"

Akhirnya Jaejoong diam untuk menikmati pelukan yang Yunho berikan dengan wajahnya yang merah karena dia sangat malu saat ini. Aigo... Kau kan agresif Jaejoong ah, kenapa sekarang harus malu?

" Tidak apa – apa begini Yun? Tidak gemetar?"

" Aku rasa tubuhku mudah beradaptasi disekitarmu sekarang, kau selalu bisa membuatku merasa nyaman sekarang"

" Jinjja? Tidak bohong?"

" Tidak..."

Jaejoong tersenyum mendengarnya, senang sekali Yunho mengatakan hal itu. Jaejoong membalas pelukan Yunho dan menaruh kepalanya dengan nyaman didada Yunho, mendengarkan suara detak jantung Yunho yang cepat. Jaejoong mengira hal itu karena trauma yang Yunho alami tapi entah kenapa detak jantung Yunho yang cepat itu membuat Jaejoong nyaman.

Saat hujan mulai reda dan hanya rintik kecil yang turun, perlahan Yunho melepaskan pelukannya diiringi desahan kecewa dari Jaejoong. Kapan lagi bisa bermanja dengan namja yang takut dengan sentuhannya ini?

" Kita pulang saja sekarang, tidak apa – apa?" Tanya Yunho

" Ya"

" Kajja"

Yunho membawa semua belanjaan Jaejoong dan berjalan terlebih dahulu sedangkan Jajeoong mengikutinya setelah mengeratkan jaket Yunho pada tubuhnya. Mereka berlari kecil untuk sampai di villa.

" Taruh saja semua bahan di dapur, aku langsung mandi di kamar mandi yang ada di kamar. Kau juga ya Yun" Ucap Jaejoong

" Iya, aku akan mandi di kamar mandi Changmin"

" Arasseo"

Setengah jam kemudian, usai mandi Jaejoong melihat ke arah jendela dan mendesah kesal. Hujan turun lagi, kali ini lebih deras, dia turun ke ruang tamu dan melihat Yunho duduk di atas sofa sembari melihat acara televisi. Setelah membereskan barang belanjaannya Jaejoong kembali ke ruang tamu.

" Hujannya deras sekali" Ucap Jaejoong

" Hum"

Jaejoong duduk disamping Yunho dan ikut melihat acara televisi tanpa Jaejoong tahu bahwa Yunho tengah berpikir bagaimana memberikan kabar buruk tentang anaknya.

" Hmm... Jae..." Panggil Yunho ragu

" Ya?"

" Minnie..."

" Kenapa?" Jaejoong langsung menoleh, dia selalu merasa tidak tenang jika bersangkutan dengan anaknya

" Junsu tadi telepon"

" Ya?"

" Karena di sana sedang terjadi hujan badai, mereka tidak bisa kembali kemari"

" Hah? Mana bisa begitu?!"

" Mereka sudah mencoba kemari tapi sebuah pohon tumbang di jalan dan menghalangi perjalanan mereka. Mereka sekarang ada di hotel"

" Minnie... Kyunie"

" Mereka baik – baik saja, tidak usah khawatir"

" Ini pertama kalinya Changmin jauh dariku Yun"

" Iya, aku tahu. Percayalah pada Junsu dan Yoochun ya"

" Ne" Lirih Jaejoong akhirnya

JDEERRRR!

" Kyaaa!"

Suara petir itu membuat Jaejoong terpekik kaget dan reflek memeluk lengan namja yang duduk disampingnya, siapa lagi kalau bukan Yunho. Yunho pun kaget, bukan karena petirnya tapi karena Jaejoong memeluk lengannya dengan erat.

" Shh... Tenanglah Jaejoong ah"

" Petir Yun..."

" Aku tahu, tenanglah"

Jaejoong mencoba untuk tenang saat suara petir kembali terdengar, dia makin mengeratkan pelukannya pada lengan Yunho seakan meminta perlindungan pada namja tampan itu.

Drrrrttt...

Drrtttt...

Ponsel Jaejoong bergetar, dia langsung mengambil ponsel it dari kantong celananya dan melihat sebuah panggilan video dari Junsu. Dengan segera Jaejoong menerimanya dan dia langsung dikagetkan dengan wajah Changmin yang terlihat menggemaskan.

" Eomma gwaenchana?" Tanya Changmin tanpa menyapa eommanya terlebih dahulu

" Ne baby?"

" Banyak suara petil, eomma gwanchana?"

" N-ne Minnie"

" Min telepon soalnya Min tau eomma takut petil, biacanya eomma peluk Min kalo lagi ada petil kan. Appa eodie?"

" Terima kasih baby, eomma tidak apa – apa. Appa ada di sebelah eomma" Jaejoong kemudian mengalihkan kamera ponselnya agar Yunho terlihat oleh sang anak.

" Appa!" Panggil Changmin dengan kencang

" Ne Minnie?"

" Jaga eomma eoh! Eomma takut cama petil, peluk eomma ya!"

" Arasseo, Minnie sedang apa?"

" Main pajel cama Kyunie di hotel"

" Jangan tidur malam ya, Minnie pasti lelah habis main seharian"

" Ne appa, ya udah Min tutup teleponnya ya. Ingat jaga eomma ya appa! Appa eomma calanghae"

" Nado"

PIK

Usai mematikan sambungan video call itu, Yunho mengembalikan ponselnya pada Jaejoong. Dia tersenyum mengingat perhatian yang diberikan Changmin pada Jaejoong.

" Changmin sangat mengerti dirimu ya" Ucap Yunho

" Ne?"

" Dia bahkan ingat kau takut dengan petir, tidak seperti aku" Lirih Yunho

" Yun... Dia sudah terbiasa denganku selama lima tahun ini dan tentu saja ingat apa yang aku suka dan aku tidak suka" Ucap Jaejoong

" Sepertinya aku harus berusaha lebih keras lagi agar tidak kalahdari Changmin"

Aigo...

Jaejoong ingin berteriak kencang karena senang tapi kan malu juga jika dia berteriak di depan Yunho! Tapi bagaimana lagi, dia sangat senang dengan ucapan Yunho barusan! Itu tandanya Yunho akan berusaha untuk mencintainya lebih dari Changmin bukan? Hahahahaha...

" Tidak susah untuk mengingat apa yang aku suka dan aku tidak suka kok Yun"

" Ne?"

" Kau hanya perlu lebih peka padaku saja" Ucap Jaejoong

" Aku akan mencobanya"

" Kenapa tidak mau kalah dari Minnie?"

" Yah... Aku rasa aku harus lebih baik darinya saja, tidak mau kalah dengan Changmin"

" Aigo..."

Senang juga Jaejoong mendengarnya, dengan begini Jaejoong yakin bisa lebih dekat lagi dengan Yunho . Dia hanya harus berusaha lebih keras lagi, iya kan?

CUP

Jaejoong memberikan sebuah kecupan kilat pada pipi kiri Yunho, Yunho yang menerima serangan mendadak itu ikut tersentak menolehkan kepalanya, dia bisa melihat Jaejoong tengah menundukkan kepalanya dengan semburat merah yang sedikit terlihat, begitu menggemaskan...

" Kenapa kau menggemaskan sekali hari ini Jaejoong ah?"

Yunho mengacak rambut Jaejoong kemudian terkekeh pelan, kali ini Jaejoong yang kaget! Dia langsung mendongakkan kepalanya dan matanya langsung terkunci pada mata Yunho. Sedetik sebelum Yunho mengalihkan pandangannya Jaejoong terlebih dulu membuka mulutnya.

" Jangan alihkan pandanganmu Yun, biasakan..." Ucap Jaejoong dengan tenang

"..."

" Aku sebenarnya malu tapi mau bagaimana lagi. Aku harus melakukannya karena Jihyun noona memberikan saran agar aku agresif, tidak apa – apa kan?"

" Hum, kalau kau tidak bersikap agresif aku yakin kita tidak akan ada kemajuan sama sekali. Untuk itu aku sangat berterima kasih sekali padamu"

" Bukan masalah untukku Yun"

Tangan kanan Yunho maju untuk menangkup wajah Jaejoong yang sejak kemarin menjadi candunya. Halusnya wajah Jaejoong membuat Yunho ingin terus menerus menyentuhnya. Dan dia beruntung karena tubuhnya sekarang sudah tidak terlalu gemetar saat menyentuh Jaejoong.

Jaejoong memejamkan matanya saat Yunho menangkup wajahnya, merasakan tangan besar Yunho menyentuh wajahnya dengan lembut membuat jantungnya menggila namun terasa nyaman. Saat namja tampan itu melihat Jaejoong memejamkan matanya rasanya sangat indah.

Yunho baru sadar bahwa sebuah pahatan sempurna dari Tuhan ada di depannya dan dia menyia – nyiakannya dulu. Uh... Bagaimana ini? Kenapa Jaejoong begitu menggoda sore ini? Apa lagi saat Yunho melihat bagaimana merahnya bibir Jaejoong, padahal Yunho tahu namja cantik di depannya ini tidak memakai pemerah bibir tapi bagaimana bisa bibir itu begitu merah dan merekah.

Mencicipinya sedikit boleh kan?

(Cho : Elah, pake ijin segala, bisanya juga maen sosor aje!)

Hush...

Perlahan Yunho mendekatkan wajahnya pada wajah Jaejoong, memposisikan bibirnya di atas bibir Jaejoong dan saat menempel, keduanya merasakan jutaan kupu – kupu berterbangan di dalam perut mereka. Rasanya menyenangkan apalagi saat Yunho bergerak untuk menghisap bibir bawah Jaejoong.

Sedangkan Jajeoong tetap menutup matanya sedangkan tangannya naik untuk berpegangan pada bahu Yunho karena suaminya itu menciumnya dengan penuh semangat hingga kepalanya sedikit terdorong ke belakang.

Baik Yunho maupun Jaejoong tidak mau kalah, mereka ingin merasakan semua sudut bibir lawannya. Yunho mulai memejamkan matanya, menikmati bibir menggoda yang ternyata terasa manis untuknya. Hingga tanpa sadar mendorong tubuh Jaejoong dan membuat kepala Jaejoong terbaring dengan nyaman pada lengan sofa.

Jaejoong sendiri antara sadar atau tidak sadar saat tubuhnya menyentuh sofa. Dia terlalu hanyut dalam ciuman yang diberikan oleh Yunho. Lenguhan dan geraman tertahan dari keduanya terdengar dan hal itu membuat mereka makin bernafsu untuk berciuman.

" Nghh..."

Tangan Jaejoong kini tidak tinggal diam, tangan kirinya memeluk erat leher Yunho sedangkan tangan kanannya meremas surai hitam milik Yunho.

" Asshh.. Hmmm.. Yuunnhh"

Yunho perlahan membuka matanya, dia melihat Jaejoong yang masih memejamkan matanya namun suara lenguhan namja cantik itu membuat dirinya tersadar. Yunho tidak kabur dari sentuhan Jaejoong, rasa gemetarnya tidak seperti dulu saat pertama kali bertemu dengan Jaejoong. Terlebih lagi, dia ada di atas tubuh Jaejoong!

Yunho tersenyum dalam ciumannya dan perlahan menjauhkan bibirnya dari bibir Jaejoong, Jaejoong yang tidak merasakan sentuhan pada bibirnya membuka matanya perlahan. Dan dia bisa melihat mata Yunho menatapnya dengan lembut.

Yunho masih tersenyum sembari menatap Jaejoong, hidung mereka yang saling bergesekkan tidak membuat mereka risih malah membuat merasa semakin nyaman. Yunho mengecup bibir Jaejoong sekilas dan entah kenapa hal itu membuat mereka berdua terkekeh dan tertawa bersama. Entah apa yang mereka tertawakan tapi mereka terlihat sangat gembira.

Sampai akhirnya Yunho menjatuhkan kepalanya pada perpotongan leher Jaejoong, menghisap harum tubuh Jaejoong dan bergumam pelan.

" Terima kasih"

Dan Jaejoong hanya mengangguk sebagai jawabannya.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Entah bagaimana mulanya, di atas tempat tidur yang terletak di lantai dua villa itu terlihat dua namja tengah cuddling. Hmmm... Yunho duduk bersandar pada kepala ranjang dengan punggung Jaejoong bersandar nyaman pada dada Yunho.

Yunho meletakkan dagunya dengan nyaman di atas kepala Jaejoong dan tangan mereka saling bertautan pada perut Jaejoong, sesekali Jaejoong memainkan jari lentik milik Yunho dan menggenggamnya. Jaejoong menyukai sentuhan Yunho kali ini terlebih dia merasakan pada kulitnya langsung tanpa pakaian.

Tanpa pakaian?

Iya, tanpa pakaian.

Sekali lagi, tanpa pakaian...

Tapi pakai bawahan yaaaa~~~

Mereka memang memutuskan untuk membuka piyama bagian atas mereka saja, membiarkan hawa hangat dari kedua tubuh menyatu dan membuat friksi rasa nyaman bagi keduanya. Sudah lima belas menit mereka seperti ini tapi tidak ada tanda – tanda untuk beranjak atau menyudahi acara cuddling itu.

" Rasanya nyaman" Lirih Jaejoong dan dia mulai memejamkan matanya, merasa makin nyaman saat Yunho mengusap lengannya

" Aku juga merasa nyaman" Jawab Yunho " Tapi Jaejoong ah..."

" Ya?"

" Apa... Apa itu bekas operasimu?"

Jaejoong membuka matanya dan menoleh ke bawah untuk melihat bekas operasi saat melahirkan Changmin masih terlihat walaupun samar.

" Ya, Changmin keluar dari sana Yun" Ucap Jaejoong

" Terima kasih sudah mempertahankannya walaupun aku selalu mencelakainya"

" Hush! Tidak usah dibahas, aku tidak mau kalau Minnie sampai tahu pembicaraan kita Yun. Dia pasti akan sedih"

" Arasseo, saranghae"

Yunho bergumam lirih dan mengecup puncak kepala Jaejoong, Jaejoong menolehkan kepalanya ke belakang dan mendapati Yunho yang menatapnya. Jaejoong memajukan wajahnya agar bisa mengecup bibir Yunho sekilas kemudian memberikan sebuah senyuman.

" Kemajuanmu sangat pesat hari ini Yun" Ucap Jaejoong

" Semua berkat dirimu"

CUP

Kali ini wajah Yunho yang maju untuk mengecup bibir Jaejoong, ah tidak... Tidak hanya mengecup, dia memberikan kuluman pada bibir bawah Jaejoong dan mengeratkan pelukannya pada pinggang Jaejoong agar dia bisa dengan mudah memperdalam ciumannya.

Dan sekali lagi mereka berciuman tanpa nafsu, menghilangkan trauma masing – masing dengan cara mereka. Menghangatkan diri mereka dengan saling berpelukan hingga Jaejoong sendiri lupa bahwa hujan tengah mengguyur diluar dan suara petir menggema setiap menitnya.

Dia tidak mendengar apapun kecuali detak jantung Yunho yang membuatnya nyaman malam ini, begitu juga Yunho yang tampak sangat nyaman memeluk Jaejoong dalam tidurnya hingga dia sadar bahwa mimpi buruknya tidak pernah datang lagi sejak ada Jaejoong di sampingnya.

" Aku ingin bertemu Minnie, aku rindu suaranya" Lirih Jaejoong dengan mata terpejam dan menyamankan kepalanya pada dada Yunho serta tangan yang melingkar erat pada pinggang suaminya itu

" Sama, aku harap besok pagi mereka sudah ada di sini untuk sarapan bersama kita"

" Hum"

Besok...

Bagaimana ya?

.

.

.

~ TBC ~

.

.

.

Annyeeeeoonggggg~~~ Yuuhhhuuuu~~~ Cho cooming again! Hahahahahahaha

.

Special Thanks :

.

lovgravanime14 (masih berlanjut kok~~), eL Ree (masih malu – malu jiji mereka~~), GaemGyu92 (iya dong~~), ismimimi05 (iya, udah kissu duluan tuh, cuma belom nc aja hahahaha, bebeb mimin kan disuruh sama Cho minta dede bayi makanya dia bilang begitu sama Yunjae #smirk), Dika (iya dong, mereka harus berakhir bahagia biar semua YJS juga bahagia huwweee~~~), Hasti Huang (kasian uiii jaemma disuruh agresif mulu~~ walaupun cho seneng sih liad jaemma agresif kkkk~~),

Im150391 (Cho pasti selalu semangat kok... Yunjae sama bebeb mimin dulu aja kali yaa~), elite minority. 1111 (Eaaaaaa~~ jadi inget insiden boxe yunpa kan hahaha), phabo uniq (iya, sekali update biasanya dua atau tiga... jarang satu doang heheheh), ruixi1 (iya dong!), kurojier (maacih lhoo~ Cho terhura bacanya hehehehe... Ketjup dulu siniii Mwwaaaaahhh), Cynta533 (tuh udah love dovey membuat Cho yang jomblo mesum ini ngiri huwwee~~ iyeee nado saranghaeee~~~~), jiraniatriana (gimana coba hayooo~),

Avanrio11 (lupa tidak ya... lupa tidak... hahaha), teukiangle (hmmm... #smirk), MyBooLoveBear (maacih udah nunggu Cho selalu yaaa~), Jejukocherys (iya, gpp... maacih lho fans~ #plaakk #ditamparReaders), PepsiFandom (menurut Cho mah, bebeb mimin paling kethjeh dan tamvan sedunia ahahahaha), uknowme2309 (nah lho, chap ini pendek bgt lhoo~ hehehehe), LittleOoh (sip sip sip), strawberryshortcakes (iyaaaa! Chooo semangaaaattt koookkk! hahahahahaha... udah ada kemajuan tuh di chap ini, iya gak?),

etrisna1013 (pasti ada dong #smirk), Sayuri Jung (iya. Modus yang bikin YJS terhura), kimRyan2124 (pasti sengaja mereka mah ganggu YunJae, semoga aja chap depan Cho bisa bikin mereka makin lengket mungkin?Heheheh), auliaMRQ (semanis Cho kan? Eaa~~~), Park RinHyun Uchiha (gajah dibalik batu eaa~~~ gajah dibalikberuang itu mah kkkkk~~~)

Buat yang udah follow, fav dan para SiDer

Sekali lagi maacih #bow

.

Udah ya, minggu ini cukup 2 ff aja, yang lain nyusul. Doain aja chap akhir Busy Yunie selesai sabtu minggu depan kelar dan Cho bisa update hehehehe...

Oh ya, mungkin Home bentar lagi bakalan end juga, jangan sedih ya? Reader : sapa juga yang sedih, malah bagus... #plakkk

.

Udah ah, selamat nunggu sampe karatan lagi eaaaaaaa~~

See u next chap?

Chuuuu~~~

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Bocoran dikit

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

" Apa maksudmu Kim Junsu?!"

" Kami sudah ada di Seoul saat ini"

" Kenapa kalian pulang terlebih dahulu?"

" Kyunie menangis ingin bertemu eommanya dan akhirnya kami membawanya pulang"

" Kau kan bisa membawa Minnie kemari dulu"

" Kyunie mengamuk hyung, sudah nikmati saja liburanmu dua hari ini sebelum kau kembali ke Seoul dan bekerja keras lagi"

" YAK! KIM JUNSU!"

" Dan aku melihat fotomu dan Yunho hyung yang sedang kencan di kafe es krim di internet, kalian menggemaskan hyung!"

" YAK! KIM JU-"

PIK

" SU!"

.

.

.

.

.

.

.

Jum'at, 29 September 2017