Hei!! Ini adalah penpic buatan seorang avy!!
Cerita ini diharapkan banyak yang nge-reviu, karena ini adalah penpic pertama saya, jadi mohon bantuan para senior. saran kalian sangat berharga, jangan cuman kritik doang!
-Ripiu yang banyak, ya!! Dan salam kenal!!
-Masih Mengenang meninggalnya Michael Jackson- huhu
Summary: Gaara, seorang anak yang kaya-raya tiba-tiba muncul di kehidupan Naruto, seorang gadis miskin. Mereka adalah teman sekelas yang berbeda status. Naruto bersahabat lama dengan Sasuke, teman sekelasnya yang hidupnya diatas garis kemiskinan juga. Semua itu berubah ketika mereka terjerat cinta segitiga. Manakah yang akan Naruto pilih?! Gaara atau Sasuke?!
Age: - Gaara, Naruto, Sasuke, Sakura, Ino, Sai, Kiba, Hinata, Tenten, Neji, Lee : 16 tahun
Temari, Kankurou, Itachi, Deidara, Sasori, Shikamaru :17 tahun
Orang Tua : semua antara 43-44 tahun
Pairing:GaaNaru, SasuNaru, ItaDei, ShikaTema, minor GaaSaku.
Desclaimer : Naruto itu punya om Kishimoto, bukan saya.
Genre:Romance and Family
Rate: T
Huahua. Ternyata chap 1 yg reviu cuman 2 orang... thanks bwt bang Dani-senpai yg uda mau susah2 nge-riviu crita saya yg gak penting ini. Thanks bwt saranx... btw, name perusahaannya dah diganti, nih. Tapi name-x rada gak enak. Gak biasa ngarang sendiri. Apa perlu nama ayahx si Gaara itu diganti pula?!
Thanks juga bwt Sinsin-senpai (aku gak tau gendernya, gak brani manggil bang. Tpi kayaknya cewek deh) soal Sasuke panggilannya 'abang' itu muncul gitu aj di pikiran, jgn tersinggung deh. saia juga gak nganggep Sinsin-senpai nge-flame, kok.
Btw, typo itu apa yach?-
Berhubung ini minggu2 liburan bwt usia anak2 sekolahan, saia anti HIATUS!! Makanya, reviu ok!!
NB: saia membuat fanfic ini karna ketidaksengajaan dan ketidakniatan, makanya reviu senpai-senpai sangat berarti buat saia. Biar tmbah smangat n mutu critanya tmbah naek, OK! Setelah pengalaman chap 1 yg begitu miris karna minor nya org yg nge-reviu, chap 2 ini dibuat lebih menarik tanpa adegan aneh** tentux, kayak yaoi gitu. rate diusahakan tetep T mengingat umur authorx saja baru 13 tahun.
Sasuke: "makanye lo bnyk-bnyk nampangin gue, biar bnyk yg nge-reviu! Jgn cuman Gaara doang, author Geblek!!"
Author: "halah-dalah, kalo nampangin lo bnyk-bnyk, yg baca pada kaburr!!"
S:"gak usyah ngeles, dech. Bilang aja fans gue banyak!!"
A: "ogah!! Ambo kan benci loe. Ngapain nampangin loe?! Udah untung gue jadiin figuran..."
S:"shi*t !!"
Maaf kalo Sasuke agak OOC...
Saia mengetik cerita ini bwt melepas bosan semasa liburan dan kepenatan semasa di sekolah. Anak cowok di kelas saia bener** gila bokepx... masa buka blue film yg begituan di Laptop terang-terangan, di dalam kelas!! Ato liat di youtube gitu...(well, gurunya emang gak ada sich)
Walhasil dgn suksesnya anak cewek sekelas pada ngungsi ke kelas sebelah, gak mau ikut-ikutan ngotorin pikiran mereka, gak tahan ma kelakuan anak cowok yang super-duper-ajur itu. Gile! Kompak bgt dalam hal begituan...*sigh* anak muda jaman sekarang....
(-digampar Sasuke- "kata-kata lo persis kakek-kakek!!")
hado, jadinya kok sering berantem sama sasuke?! Padahal saia sukanya sama Gaara.
Ya udah, karna diprotes, Ind*food Corporationnya ambo ganti, jadi PT. Unilev*r (-Kali ini digampar Naruto- "sama aja author geblek!!")
Sabaku Corporation, deh! (-dikebiri Sasuke- "kampungan bgt seh, selera lo!!")
Ya udah, pokoknye tetep keukeuh pade pendirian, name-nya ditetapkan 'Sabaku Corporation!!' pengetahuan saia minim ttng perusahaan** gitu soalnya. Maaf kalo namanya aneh. Harap maklum, baru kelas 2 SMP... *hiks*
Di chap ini diharapkan akan sering dimunculkan pairing GaaNaru. Setelah meraup kesuksesan di chap sebelomnya oleh pairing SasuNaru.
Mengikuti nasehat-senpai, saia mengurangi adegan author-notenya yg berarti mengorbankan adegan saia sendiri *hiks!* gapapalah, biar lebih dramatis...
Ga usah bnyk Yey!! Here we go!!
The Kind of Life, Stress Love?!
Chapter 2 : Sakura's Love Story
By: Avykuro sabaku
Jeng...jeng...
Masuklah seorang anak cowok berkulit putih tinggi dan berambut merah bata. So shiny!!
Mengalunlah lagu wonder women... (heh?!)
slow-motion. Anak baru itu memasuki ruang kelas itu dengan gaya cool-nya. Membuat hati para murid cewek deg-degan dengan tampang nervous. sedangkan para murid cowok berebut menunjukkan kharisma mereka, karna tidak ingin dikalahkan pesona murid baru itu.
Dengan tubuh masih diselimuti cahaya yang menyilaukan, Gaara masuk kelas dengan antengnya. (Tunggu dulu!! mana Temari ma Kankurou?! Oh, mereka kan kelas 2 SMA. so, gak skelas ma Gaara.)
"Perkenalkan dirimu!" perintah Tsunade. Gaara sih nurut-nurut aja dan tetep pasang tampang cool-nya. Cewek-cewek udah nggak sabar nungguin cowok satu ini ngenalin diri, semua pada pasang tampang inosen ngarep dilirik Gaara. Kecuali seorang cewek bernama Haruno Sakura, yang duduk persis di belakang Naruto. Si doi ini malah nundukin kepala sejak Gaara masuk kelas tadi. What happen with this girl?!
"nama saya Gaara Sabaku. Pindahan dari Inggris, tapi lahir di Konoha. Umur saya 16 tahun...." lanjut Gaara dengan ekspresi sengaknya. Seisi kelas pada bengong, ada yang gak percaya kalo si Gaara itu anggota keluarga 'sabaku' yang perusahaannya terkenal banget seantero jagad itu.
"waw, target baru nih!" kata Tenten sambil mencolek-colek pundak Naruto, Bangkunya mereka memang sebelahan. "well, udah ganteng, tajir lagi!" si Tenten masih memandang Gaara dengan wajah sumringah. Naruto gak ngegubris omongan Tenten, Dia malah asyik-asyikan main SOS sama si Teme.
"ya udah. Emm..." kata Tsunade melanjutkan. "kau bisa duduk di sebelah Sakura." Katanya seraya menunjuk bangku meja Sakura, yang memang berisi dua kursi itu. Sepertinya Tsunade berniat mau menjodohkan Gaara sama Sakura, harap maklum Sakura itu murid kesayangan Tsunade.
"dan Shikamaru, tolong kau sebagai ketua kelas mengenalkan Gaara ke lingkungan sekolah ini." Tambah Tsunade, sebelum duduk di meja gurunya.
'bagus. Kerjaan apa lagi?!' pikir Shikamaru malas. Dia sebenarnya udah ketuaan setaun, tapi berhubung males ngerjain soal UAS jadinya dia gak naik kelas. Harusnya sih udah kelas 2.
***
Gaara melangkah dengan tenang ke bangku Sakura, lalu meletakkan tasnya di kursi sebelum duduk. Ia memandang aneh pada Sakura yang masih menunduk.
"ngg... Gaara-kun, kita bertemu lagi, ya!" kata Sakura masih malu-malu, Matanya menyiratkan sinar harapan. Ia mengulurkan tangannya pada Gaara.
*sigh* Gaara menghela nafasnya. 'dari semua cewek yang ada di kelas ini, kenapa musti sama dia?!' pikirnya. lalu ia pun menerima uluran tangan cewek tersebut.
'Weits! Kayaknya dia masih ada rasa. Boleh dicoba, tuh!' pekik nurani Sakura, entah apa yang dipikirkannya.
Gaara dan Sakura itu sebenarnya udah saling kenal. Yah, sebelumnya Sakura itu mantannya Gaara waktu SD. Sakura nembak Gaara di taman sekolah, dan mereka putus sebelum Gaara pindah ke Inggris. Tapi Sakuranya masih ngarep, dan itu membuat Gaara reseh duduk di sebelahnya. Tapi mau apa lagi?! Ini perintah si sangar Tsunade.
***
KRIIIING!! "Yey!"
Pelajaran fisika yang mengerikan itu segera berakhir. Para murid kelas 1-B memekik riang.
"Teme, lo jadi gak nraktir gue di hokben?" tanya Naruto penuh harap pada Sasuke, udah gak sabar. Rupanya waktu pelajaran Fisika si Naruto ini mikirin makanan mulu.
"ya jadi, lah! Gue sekarang lagi tajir, nih!" sahut Sasuke bangga, sambil mengibas-ngibaskan selembar seratus ribuan.
"wow! Nyolong di mana loe?!" Naruto sok terkagum-kagum, rada sirik juga.
"ngapain nyolong?! Ini murni keringat gue sendiri, meres bokap gue!!" pekik Sasuke tak terima.
"Beee-!!" Naruto segera merampas uang yang dikibarkan Sasuke tadi, lalu langsung kabur keluar kelas.
"DOBE!! BALIKIN DUIT GUEEEEE!!" Sasuke segera menyambar tasnya dan ikut berlari keluar kelas. Anak sekelas pada geleng-geleng pala ngeliat kelakuan mereka.
Gaara yang udah bosan nian di dalam kelas juga udah mau keluar. dilihatnya Lee dan Kiba sudah ngelambai-lambai ngajak dia pulang. Lumayan, hari pertama dah dapet banyak kenalan.
"Gaara, bisa ngobrol di taman belakang?!" tiba-tiba sebuah tangan mungil menyentuh pundaknya. Sakura. Mau apa dia?!
Walhasil pupus sudah harapan Gaara untuk pulang bersama Kiba cs.
***
"jadi, kau mau apa?" tanya Gaara pada Sakura di halaman belakang. Mukanya datar banget, ia udah terlanjur sakit hati ama cewek satu ini. "mau ngajakin balik?!"
Sakura senyum-senyum aja denger omongannya Gaara, Kayaknya dia masih kesengsem.
"well, aku udah gak suka lagi ama lo. Dan udah ngelupain masalah kita dulu." Gaara ngomong ke Sakura to the point.
Zlebb!! Sebuah panah menancap di jantung Sakura. Ia mengutuki dirinya sendiri.
"kau masih ingat alasan kita putus dulu?!" Gaara menyadarkan Sakura yang setengah-shock. Ia masih ingat betul kejadian waktu itu. Dan semua itu salahnya....
Flasback...
Dulu, kelas 6 SD Gaara dan Sakura sempet pacaran. Sakura cinta mati ama Gaara, tapi Gaara biasa-biasa aja. Soalnya Gaara udah gak betah lagi ama sikap Sakura yang selalu nekat dan ngejar-ngejar dia, jadi si doi terima aja pernyataan cinta Sakura.
Gaara kadang merasa kasihan pada Sakura. Sakura udah ngelakuin segalanya buat Gaara, mulai buatin bekal, bikinin kue ultah, apa aja. Dan itu yang membuatnya berusaha mencintai Sakura. Tapi baru saja Gaara memulai usahanya itu, sesuatu yang tidak diinginkan terjadi....
Bel sekolah berbunyi. Seperti biasa murid-murid berebutan keluar kelas. Gaara yang keluar kelas sembari menggenggam sebatang coklat, sedang kebingungan mencari sosok Sakura. Biasanya mereka keluar kelas bareng, tapi Sakuranya malah pergi entah kemana. Gaara pun memulai pencarian. Ia mencari mulai dari kolong meja, lubang selokan, ruang kepsek, hingga akhirnya putus asa dan pergi ke kantin.
Baru saja Gaara sampai di kantin dan memesan semangkuk bakso, dia melihat Sakura dan Lee bermesraan. Gaara yang shock langsung mematahkan coklat yang dibawanya menjadi dua bagian. Ia segera menghampiri Sakura dan meneriakkan kata 'PUTUS' persis di depan telinga pacarnya itu. Gaara melempar coklat yang sudah patah-dua-bagian yang dibawanya pada Sakura, seraya berkata : "makan tu coklat! Gue udah susah-payah nyolong coklat punya kakak gue buat elo!" dan Gaara pun ngibrit dengan suksesnya. Sakura kaget dan segera mengejar Gaara, meninggalkan Rock Lee yang masih nampangin muka bengong.
"Gaara, aku..." Sakura pasang tampang menyesal setelah berhasil mengejar pacarnya itu.
"apa yang lo pikirin sampe-sampe lo lebih milih si Lee daripada Gue?!" Gaara yang sedikit shock itu langsung mengubah air mukanya menjadi cool kembali. Yah, dia emang belum sepenuhnya cinta Sakura, tapi paling nggak dia udah coba prihatin sama Sakura. Gini ya balesannya?!
"aku... " Sakura langsung nyerocos ngejelasin semuanya.
Deskripsi on
Sakura gak suka ama Lee, tapi Lee naksir berat sama Sakura. Ayah Lee, pak Marto, buka Warung pangsit di kantin SMA konoha. Lee tahu Sakura doyan banget sama pangsit. Dia berjanji memberi Sakura dua mangkuk pangsit setiap harinya, kalau Sakura bersedia pacaran dengannya. Sakura gak bisa nolak, berhubung uang sakunya sehari gak cukup buat beli semangkuk pangsit. Walhasil, Sakura pun selingkuh sama Lee dengan risiko yang amat tinggi. Sialnya, di hari pertama mereka nge-date, langsung ketahuan ama Gaara. Sakura gak nyangka Gaara bakal cari-cari dia.
Deskripsi off
"apa?!" teriakan Gaara spontan menghentikan Sakura yang masih nyerocos nyeritain kejadian tadi. Gaara tambah shock. Dia gak nyangka pacarnya rela selingkuh demi pangsit.
"jadi cuman gara-gara pangsit?!" bentak Gaara frustasi pada Sakura yang kini sangat menyesal. "sakura,, kalau lo mau pangsit, gue mampu beliin lo se-gerobaknya!!"
Sakura menunduk. Ia merasa sangat menyesal, Nafsu semata membutakannya. Gaara yang udah makin stress langsung ngibrit gitu aja ke depan sekolah, nyegat bemo, dan langsung cabut pulang ke rumah.
Bush!! Asap bemo yang pekatnya minta ampun mengepul, dan bemo dengan suksesnya meluncur ke jalan raya.
Sakura masih terpaku dan tanpa sadar menitikkan air mata.
End Flasback...
Sakura tersadar dari nostalgianya. Ia memandang Gaara yang sekarang lagi senyum-senyum kayak orang stress. Kayaknya dalam hati dia lagi ngetawain flashback tadi. Sakura malu bukan main.
"jadi, gue gak suka lagi sama lo. Gak usah pake nembak-nembak segala lagi." Lanjut Gaara. Ia menatap prihatin lagi pada Sakura, dan hendak memeluknya sebelum....
'kruyuuuuuk!!' perut Gaara bunyi.
"laper, nih. Gue cabut ya." Gaara pun sukses ngibrit ke kantin sekolah.
Sakura hanya terbengong dan meratapi kebodohannya. Dia ditolak mentah-mentah.
***
Sakura duduk desperet di bangku taman. Ia menangis sejadi-jadinya.
Tiba-tiba ada sebuah tangan yang menyodorkan sebatang concerto padanya. "lo kenapa?!" tanya pemilik tangan itu yang ternyata bernama Ino. Dia sohibnya Sakura.
-sakura pun nyeritain kejadian tadi + flasbacknya-
"oooooo...." jawab Ino asal. Ia males nanggepin cerita si Sakura.
"whatt?!" tiba-tiba Ino tereak shock dan ngejatuhin concerto-nya. Lemot banget nih orang?!
"lo nyampakin Gaara demi Lee?!" sekarang si Ino malah tereak-tereak histeris. "lo nyampakin idaman para cewek demi si alis tebal?!"
"habis gue gak kuat iman...." sahut Sakura membela diri, masih terisak. "gue paling gak tahan diiming-imingi pangsit..."
Mereka berdua terduduk sambil shock. Sampai akhirnya memutuskan untuk berpelukan.
***
Gaara pun duduk dan memesan semangkuk pangsit, yang segera disapa senyum kinclong oleh pak Marto.
'uuh, kenapa gue harus makan pangsit ya? Terpaksa deh...' pikir Gaara. Konter-konter makanan kantin yang laen udah pada tutup, penjualnya pada pulang semua. Yang tersisa cuman konter pangsit, soalnya penjualnya rajin banget. Paling magrib si pak Marto ini baru pulang.
"bang, pangsitnya dah jadi nih!" pak Marto nyodorin semangkuk penuh pesanan Gaara. "teman sekelas Lee, ya?!"
Gaara hanya mengangguk, Ia memandang tak selera pada pangsit di depannya. Tapi apa mau dikata, perutnya menjerit minta dikasih makan. Alhasil ia segera melahap pangsit tadi dengan penuh ketidak relaan. Gimana nggak?! Pangsit itu yang bikin dia putus ama pacarnya. belom lagi yang jual tuh pangsit ayahnya cowok yang ngerebut pacarnya.
Dunia sungguh gak adil...
***
Naruto menyeret-nyeret Sasuke pergi ke Konoha Town Square, sebuah mall deket sekolahan yang berlantai empat. Si Naruto muter-muter panik mencari konter bertuliskan 'hoka-hoka bento' di dalam mall, dan gak peduli pandangan sinis orang-orang. 'tu anak muter-muter kayak orang gila, ya'
Naruto mendadak menganga. Hokben yang diidamkannya ternyata tutup.
"hoy Dobe, Lepasin gue!!" Sasuke melepaskan kerahnya dari cengkeraman Naruto. "gara-gara lo nyeret-nyeret gue, hokben-nya kagak barokah tuh."
"aduh, gimana nih! Perut gue dah melilit berat!" histeri Naruto sambil megang-megang perutnya. "gue udah gak makan dua hari!"
Sasuke mengangkat kedua bahunya. "cari yang laen kan bisa."
"ya udah deh Teme. kita makan pangsit pak Marto, yuk! Kepengen berat..." ajak Naruto pada Sasuke.
"yaiks! Jadi kita balik ke sekolahan gitu?!" sahut Sasuke tidak terima. Naruto gak ngegubris perkataan sohibnya itu dan segera menyeret Sasuke kembali ke sekolah. Jadilah seharian mereka seret-seretan. Kasihan Sasuke-nya atuh!
***
Gaara melihat sesosok cewek berkuncir dua mendekatinya, yang dengan ganasnya menyeret-nyeret seorang cowok. 'what the hell?!' Gaara bergidik, agak takut-takut.
Naruto mendudukkan Sasuke yang uring-uringan. kayaknya si Teme tuh mikir: 'gue yang nraktir harusnya gue yang nentuin tempatnya!'
Tanpa banyak bacot mereka pun segera memesan dua mangkuk pangsit. Khusus untuk Naruto, ukuran jumbo.
Naruto memandang cowok berambut merah yang juga ikutan makan.
"loh, Gaara?!"
Gaara yang dipanggil Naruto cuman nyengir dan ngelanjutin makannya.
Naruto menggeser duduknya ke dekat Gaara. "gue Naruto. Ini Sasuke, sohib gue." dia nyodorin tangannya kedepan Gaara, yang disambut Gaara sambil setengah makan. "sori gue baru bisa kenalan sekarang."
Sasuke pun ikut-ikutan Naruto ngejabat tangannya Gaara, sambil pasang tampang Jaim biar wibawanya gak ilang. "gue Sasuke."
--------
Mereka bertiga melanjutkan acara makan sambil bergosip ria, sampai hp 5800-xpress music nya Sasuke berdering.
"woy, Sas! Lo dah janji ikutan main togel, kan?!" sahut suara di seberang, yang tak lain tak bukan adalah Kiba.
"ya, bentar lagi gue cabut." Bales Sasuke. Ia buru-buru ngabisin pangsitnya.
"lo kenapa Sas?!" tanya Naruto terheran-heran.
"gue ada urusan." Jawab Sasuke, sambil mengerling ke Gaara. "Dobe, lo pulang bareng Gaara aja yah."
Sasuke melempar uang pangsitnya pada pak Marto, lalu langsung cabut menaiki motor ninja-nya.
Tinggallah Naruto dan Gaara berduaan.
"ra, abis ini kita pulang yah. Lo bersedia ngasih tumpangan ke gue?" tanya Naruto penuh harap. Gaara mengangguk dan menyeret Naruto ke tempat parkir.
***
Mereka berdua pulang naik motor ducati-merahnya Gaara. mereka duduknya desek-desekan, mengingat motor ini sebenarnya cuman buat satu orang aja. Ni motor body-nya gede banget, tapi jok-nya sempit gak tertahankan. Kagak ada romantis-romantisnya. (maafin kalo author-nya salah milih motor-)
"sempit?!" tanya Gaara. Naruto hanya mengangguk. "udah gue bilangin lo naek taksi aja, gue bayarin."
"taksi?! Gila! Naek angkot aja gue udah bersyukur!!" tereak Naruto blak-blakan. Gaara cuman geleng-geleng kepala.
Motorsport merah itu terus ngebut hingga sampai di sebuah kolong jembatan. Memangnya mau apa ke sini?!
"lo yakin lo turun di sini?!" Gaara nanya lagi ke Naruto. Dilihatnya jembatan itu dengan heran, Perasaan gak ada rumah di sekitar sini.
"gue yakin. Itu rumah gue." Sahut Naruto sambil menunjuk kolong jembatan. Banyak rumah kumuh berjejer di bawah jembatan itu, kebanyakan terbuat dari kardus atau anyaman bambu. Gaara menganga tak percaya.
"lo mau mampir?!" tanya Naruto balik. Belum sempat Gaara ngejawab, Naruto udah nyeret dia ke rumahnya.
***
"aku pulaaaaang!!" jerit Naruto semangat sambil masih menyeret-nyeret Gaara. Gile, dia hobi banget nyeret orang?!
Kedua orangtuanya, Minato dan Kushina, segera menyambutnya. Diikuti kakak ceweknya, Deidara.
"lo bawa temen, Nar? Cakep juga nih..." tunjuk Deidara ke Gaara sambil nyengir. "gue buatin teh, ya!"
Keluarga Uzumaki akhirnya sukses berkenalan dengan pendatang baru tersebut. Setelah berbincang agak lama, Gaara kemaleman dan ijin pulang. ia keluar rumah dianter Naruto. Gaara prihatin melihat rumah Naruto yang terbuat-dari-kardus, sangat 'RSSSSSSSS' sekali. (Rumah Sungguh Sangat Sempit Sekali Sehingga Selonjor Saja Susah)
"Nar, lo tahan hidup di sini?!" tanya Gaara mendadak. "gue cuman mau tau perasaan lo, gak bermaksud ngehina."
Naruto memandang temannya itu dengan tatapan pasrah. lalu Ia mulai nyerocos dan bercerita. "gue cuman bisa terima. Ayah gue yang dulu pegawai negeri kena PHK sehingga hidup kami terlunta-lunta." Naruto masih memandang Gaara dengan pasrahnya. "ibu gue kerja jadi buruh cuci, ayah gue buruh bangunan, kakak gue loper koran." "dan... gue, kerja mancing belut sepulang sekolah..."
Gaara menatap Naruto lebih prihatin. Semangat idup cewek satu ini gede bener, beda sama dia yang cuma ngegantungin hidup ama bokap-nya. "kayaknya gue kalah sama cewek, nih." lanjut Gaara sambil tersenyum tipis. Naruto salting ngeliatnya. "gue janji bakal bantuin lo, Nar..."
"makasih, besok gue pegang janji lo!" Naruto nyengir lagi pada Gaara, dan segera balik menuju rumahnya.
Gaara tersenyum kecil dan menancap gas motornya.
Bersambung...
Gimana?! Tambah gak jelas kan?! Kayaknya ini fic melenceng jauh dari tujuan utamanya –digeplak-
Hueh, Sakura kok akhirnya jadian ama Lee, ya?! (–ditendang FG Sakura-) tapi gapapa, nanti endingnya Sakura akan saia buat sebagus-bagusnya, kok! Janji!! (-ditonyor Sasuke- "janji lo itu janji busuk!!")
Btw, kalo ada yang gak tau artinya pangsit, pangsit itu sodaranya mie ayam. Kenapa harus pangsit?! Soalnya author-nya doyan makan pangsit, seh! –dilempar kunai-
Buat yang nge-reviu, 'genre'-nya diganti gak ya?! Mau tetep romance, takutnya gak ada romantis-romantisnya. Mau tetep family, juga gak ada yang mengharukan. Kalopun diganti Humor, perasaan fic ini garing, jadi gimana enaknya?! Dilanjutin gak buat ceritanya?! –digampar lagi-
Makanya, terus-teruslah reviu!! biar saia makin semangat bikin fic gak jelas ini. –maksa-
Apa yang harus saia lakuin biar banyak yang nge-reviu??!! –author yang gila reviu-
Selaen itu, saya mau bikin polling 'pairing mana yang paling cocok'?! GaaNaru apa SasuNaru?! Caranya gampang...
Ketik nama spasi pilihan pairing kirim ke reviu
Paling Lambat dikirim sebelom chap 3 keluar (kira-kira setaun lagi...
–ditendang- eh, seminggu lagi...)
Banyak-banyaklah ripiu!! Soalnya Saia udah mati-matian ngupdate chap 2 ini, dan selangnya cuman beda 3 hari dari chap pertama!! It's a Miracle!!! Lagian kantong saia kempes ngasih honor ke para tokoh utama, buat meranin fic geje ini...(GaaNaruSasu: "sejak kapan lo bayar Gue?!!!") *sigh*
Sekali lagi, makasih buat bang dani-senpai dan sinsin-senpai, jangan kapok ngereviu saia. Flame pun saya terima!!
OK! Klik Reviu!!
