A/N : Lama fict ini terbengkalai, namun dengan semangat patah hati, saya kerjakan dan edit juga fict ini.

Disclaimer : Om Masashi

Warning : Ooc

***

Cerita sebelumnya : Naruto dan Sasuke berhasil lolos dari hadangan Hidan dan akhirnya mereka berdua sampai diSuna untuk membebaskan Sakura dari tangan sang gembong tkw, Chiyo..

***

Save Sakura Part III

"Sampai juga kita diSuna." ujar Sasuke sambil memperhatikan lingkungan sekitar, tampak kondisi disana sedang sepi dan terdapat bangunan-bangunan tua bercat putih.

"Ya, akhirnya kita sampai, tapi kok rasanya perasaan gue gak enak ya?" sahut Naruto sambil sedikit bergidik.

Kresek kresek...

Tiba-tiba terdengar suara dari arah bangunan tua yang ada disana, lalu beberapa detik kemudian keluarlah segerombolan orang berpakaian putih dan membawa golok dipinggang mereka dari dalam bangunan-bangunan tersebut.

"Hoo, jadi kalian berdua adalah shinobi dari Konoha." ujar pria bertubuh besar, berkulit biru yang tampaknya pimpinan dari gerombolan itu.

"Benar kami dari Konoha, kalian siapa? Orang suruhan nenek keparat itu?" tanya Sasuke dengan gaya mengintimidasi.

"Ya!! Kami adalah FPC! Front Pembela Chiyo!! Dan akyu adalah Kisame ketua FPC, salam kenal yak?" sabda Kisame sambil menggosok pedang besar kesayangannya.

"Hah? Pembela Chiyo? Idiiih mau-maunya." ejek Naruto sambil gigit jari dengan gaya banci.

"Ya mau donk, karena Chiyo aku bisa dapat banyak istri." ujar Kisame lagi sambil nyengir (bagi para penderita sakit jantung tak disarankan melihat cengiran Kisame).

"Oh, jadi kau mau jadi bodyguard Chiyo, karena Chiyo mau menikahkan secara paksa para tkw nya dengan elo!!" sahut Sasuke muak.

"Itu benar!! Muahahaha!!"

"Dasar gak laku lo!!" ejek Naruto lagi.

"Biarin!! Yang penting istri gue banyak dari pada elu? Perjaka abadi!! Wakakakaka." balas Kisame sambil tertawa ala genderuwo, Naruto langsung ngedrop, patah semangat.

"Sudah, tak usah banyak omong lagi, kalian semua mau maju satu-satu atau sekaligus? Kebetulan Kusanagiku lama tidak minum darah." Sasuke mencabut pedang Kusanaginya dengan wajah psycho.

"Dan aku sudah lama gak makan ramen campur daging manusia." sambung Naruto gaje.

Keadaan semakin memanas, angin berhembus membawa debu yang bertebaran, suasana seperti koboi didunia barat yang akan berduel.

Beberapa detik kemudian...

"Heeaaaaaaaaaa!!!" teriak Naruto dan Sasuke bersamaan sambil maju menerjang gerombolan FPC, namun ternyata hanya Naruto yang maju sedangkan Sasuke hanya teriak doang. Dan tak usah dijelaskan lagi, Naruto langsung dihajar massa FPC, sementara Sasuke tak mengsia-sia kesempatan itu, dia langsung kabur meninggalkan massa FPC yang sibuk menghajar Naruto.

"Woy Sas, gak setia kawan lo!!" jerit Naruto yang sedang diinjak-injak oleh gerombolan FPC.

"Sori Nar, tapi lo tenang aja, ntar gue bilang keenyak-babe lo kalo elo mati dilindes bajaj!!" teriak Sasuke sambil berlari menjauh.

"Ampun bang, Ampuuun!!" jerit Naruto yang meratapi nasib karena dikhianati teman dan diinjak-injak pula oleh gerombolan FPC yang kalap.

"SEMUANYA BERHENTI!!" teriak Kisame kearah anak buahnya. Seketika anak buah Kisame berhenti menghajar Naruto dan memandang Kisame dengan tatapan heran.

"Wahai anak buahku, kita ini gerombolan yang taat pada hukum dan undang-undang yang berlaku, ingat! Dilarang main hakim sendiri!!" sabda Kisame dengan penuh kebijaksanaan. Naruto merasakan airmatanya mengalir karena terharu akan kebijaksanaan Kisame, tanpa dia sadari dia pun berterima kasih pada Kisame, "Terima kasih, Kisame."

Kisame menghela nafas sejenak, lalu memandang anak buahnya kemudian dia kembali bersabda, "Dilarang main hakim sendiri!! Kalo mau main hakim harus main hakim beramai-ramai!! Kenapa gak ajak-ajak gue!!"

Lalu kemudian Naruto kembali dihajar habis-habisan oleh gerombolan FPC, kali ini Kisame turut ikut menghajarnya, dalam hati, Naruto menyesal telah berterimakasih pada Kisame pake acara terharu pula!!

"SEMUANYA BERHENTI!!" teriak seseorang dari arah ujung jalan.

Kisame dan para anak buahnya langsung berhenti menghajar Naruto, mereka mengarahkan pandangan kearah sipeneriak yang berada diujung jalan. Terlihatlah diujung jalan sana, berdiri seorang pria gagah bermata hijau dan wajahnya tertutup oleh kain berwarna hitam.

"Siapa lu?" tanya Kisame dingin.

"Aku Kakuzu sang tukang sate terhebat diKonoha!!" jawab Kakuzu dengan lantang sambil menunjukkan tumpukan batang lidi yang biasa dipakai buat nyate, yang ada digenggamannya.

"Tukang sate? Maaf disini nggak ada yang mesan sate." ujar Kisame yang lalu melanjutkan kegiatannya menghajar Naruto bersama anak buahnya.

"GUE BILANG BERHENTI!! KALIAN BUDEG YA!?" jerit Kakuzu lagi.

Kisame dan anak buahnya kembali berhenti menghajar Naruto, lalu Kisame berteriak dengan kesal, "GUE BILANG DISINI GAK ADA YANG PESEN SATE, LU YANG BUDEG?!"

"Siapa yang mau jualan sate hah?! Bocah yang kalian hajar tuh mangsa gue!! Gak ada yang boleh membunuh dia selain gue!!" balas Kakuzu dengan gaya siap tempur.

"Hoo, jadi situ secara tak langsung nantangin gue?" tanya Kisame sambil mempersiapkan Samehadanya.

"Kalo iya kenapa?" balas Kakuzu.

"Huh!! Tukang sate kurang ajar!! Anak buahku serang dia!!" perintah Kisame sambil mengacungkan pedangnya.

"UOOOOOGHHHH!!" semua anak buah Kisame dengan kalap langsung menyerbu Kakuzu, namun sayang mereka semua bukan tandingan Kakuzu, dengan sekali serangan lemparan tusuk sate yes jutsu semua anak buah Kisame langsung terkapar bergelimang darah segar.

Kisame terbengong melihat semua anak buahnya yang terkapar dibawah kaki Kakuzu hanya dengan sekali serang.

Kakuzu berjalan menghampiri Kisame dengan tatapan membunuh, sementara Kisame mulai ketakutan, kakinya gemetar dan air seni mengalir deras dari balik celananya.

"Mak!! EMAAAAAK!! Huahuahua" jerit Kisame sambil nangis dan kabur ninggalin Kakuzu, Naruto dan anak buahnya yang sekarat.

"Ugh, Kakuzu, terima kasih.." ujar Naruto lirih.

Kakuzu memandang tubuh Naruto yang terkapar dan sekarat, "Tak usah berterima kasih, aku disini bukan untuk menolongmu tapi aku disini untuk memberimu pelajaran karena makan sate tanpa membayar." ujar Kakuzu dingin.

'Buseeet, ini sich namanya lolos dari sarang macan malah masuk kandang harimau.' batin Naruto ngeri, tetapi tampaknya Naruto mendapatkan ide untuk meloloskan diri dari tangan Kakuzu.

"Oy Kakuzu, duit gopek siapa tuh!!" seru Naruto sambil nunjuk-nunjuk tanah.

"Hah? Duit gopek? Mana-mana?" Kakuzu langsung mengarahkan pandangannya kearah tanah, mencari duit gopek yang diberitahu Naruto.

Melihat Kakuzu lengah, Naruto langsung bangkit dan kabur dengan kecepatan 100meter/jam, dan bodohnya Kakuzu tidak sadar kalau Naruto sudah kabur, dia masih sibuk nyari duit gopek yang disebut-sebut Naruto tadi.

5 jam kemudian...

"Heh bocah brengsek!! Mana duit gopeknya!!" bentak Kakuzu sambil mengarahkan pandangannya ketempat dimana Naruto terkapar tadi, namun sayang dia tidak menemukan Naruto.

"Brengseeeeekkk, baru sebentar gue mengalihkan pandangan, bocah itu langsung ilang, kalau berhasil kutangkap, gue tak akan ragu-ragu lagi!!" jerit Kakuzu sambil berlari masuk lebih dalam daerah Suna, untuk mengejar Naruto dan Sasuke.

Continue..

***

A/N : Huf, chapter 3 selesai, maaf kalau terlalu Ooc.

Fict ini baru diedit dan diupdated jadi belum ada best reviewer.

Review?