Disclaimer : Masashi Kishiomoto
***
Cerita sebelumnya : Itachi dan Sasuke berhasil lolos dari Kakuzu, dan saat ini mereka menuju ketempat Chiyo, sementara Naruto yang dalam perjalanan menuju tempat Chiyo bertemu Neji.
***
Save Sakura Part VI
"Neji? Ngapain lo di sini?" tanya Naruto pada Neji yang tadi memanggilnya.
"Gue di sini karena disuruh Hinata untuk melindungi lo!" jawab Neji, dengan muka jengkel.
"Hah? Yang bener? Perhatian banget ya Hinata sama gue," sahut Naruto dengan tatapan tak percaya.
"Terserahlah, sekarang lo mau ke mana?"
"Ketempat Chiyo keparat!! Gue mau bebasin Sakura dari cengkraman tuh nenek lampir!" ujar Naruto lagi.
"Ya sudah! Ayo kita pergi!" Neji pun melangkah menuju ke tempat Chiyo di ikuti Naruto.
"Hinata kenapa lo bisa suka sama Naruto yang abal dan bermuka ancur gak tertolong ini? Gue gak rela! Bener-bener gak rela! Lihat aja! Bakal gue habisin Naruto nanti! Dan bakal gue buat kematiannya seolah-olah seperti kecelakaan khukhukhu." gumam Neji dengan speaker megaphone tertempel di bibirnya.
"Hah? Apa kata lo?!" jerit Naruto yang mendengar gumam-an Neji.
"Ah? Bukan apa-apa, udah ja-jangan diperdulikan! Ki-kita harus cepat ke tempat Chiyo." Neji langsung panik.
Naruto yang pada dasarnya memang memiliki IQ minus 200 pun menuruti kata-kata Neji.
***
Dan akhirnya Neji dan Naruto sampai di depan pintu gerbang kediaman Chiyo yang seperti benteng Takeshi castle.
"Busyet, gede banget nich rumah!" tatap Naruto penuh kealayan.
Krieeeet
Tiba-tiba pintu gerbang kediaman Chiyo terbuka dan keluarlah seorang pria berambut merah menyala ditemani oleh dua bodyguard yang merupakan boneka kugutsu.
"Selamat datang di kediaman Chiyo, wahai para laknat dari Konoha." sambut pria itu pada Naruto dan Neji.
"Hah? Lo kan..." ujar Neji sambil menatap pria berambut merah itu dengan wajah tegang.
"Neji lo kenal dia?" tanya Naruto, kaget.
"Kagak kenal tuh, gue cuma lebay aja." sahut Neji, santai, Naruto sweatdrop.
"Hai abal-abal Konoha, perkenalkan, nama gue Sasori! Penjaga gerbang kediaman Chiyo sekaligus shinobi buronan kelas S yang terkenal!" Sasori memperkenalkan diri dengan narsisnya.
"Hah? Jadi lo adalah Sasori?!" jerit Naruto.
"Itu benar! Muahahaha!" tawa Sasori dengan gaya selebritis dan sok terkenal.
"Gak nanya tuh! Mau nama lo Sasori kek, Ucok kek! Gue gak peduli! Yang penting minggir lo sekarang! Gue mau buat perhitungan sama majikan lo!!" sambung Naruto lagi, Sasori langsung ngedrop.
"Mau membuat perhitungan dengan Chiyo? Kalahkan dulu boneka kugutsuku." ujar Sasori sambil menggerakan kugutsunya.
"Kalahkan boneka lo? Gampang saja kelihatannya," sahut Neji sambil menyibak rambut panjangnya ala bintang iklan pantene.
"Naruto, maju!!" sambung Neji, memerintahkan Naruto.
"Kok gue sich? Kenapa kita gak maju berdua aja?" protes Naruto.
"Bodoh! Lo maju duluan, alihkan perhatiannya, lalu entar pas dia lengah baru gue ikut menyerang!" jelas Neji layaknya jendral perang.
Naruto mengangguk tanda mengerti dan dengan ganasnya dia lalu maju menerjang Sasori dan boneka kugutsunya.
Namun sayang, Naruto bukanlah tandingan kugutsu Sasori, dalam sekejap saja Naruto langsung babak belur.
Sementara Neji melihat Naruto babak belur, langsung tersenyum puas dan kabur ninggalin Naruto.
"Woy Neji! Mau kemana lo?!" jerit Naruto yang masih dalam keadaan di hajar Kugutsu Sasori.
"Gue mau ke toilet dulu! Udah kebelet neh!" jawab Neji seenak jidat.
"Ampuuun bang Sasori!" jerit Naruto yang sudah dikhianati temannya dua kali dan babak belur pula.
"Tiada ampun bagimu pendosa!" Sasori terus-terusan menjadikan Naruto bulan-bulanan boneka kugutsunya sedangkan Naruto hanya bisa pasrah menerima nasib buruknya.
***
Sementara itu duo Uchiha...
Itachi tampak sudah sadar dari pingsannya dan sekarang dia dan Sasuke menuju kediaman Chiyo.
"Dasar bodoh lo! Bisa-bisanya kalah lawan Kakuzu!" ejek Sasuke pada Itachi.
"Maklum, gue gak fit tadi! Tapi liat aja, kalo ketemu lagi, si tukang sate keparat itu bakal gue buat tinggal nama!" sahut Itachi.
Dua bersaudara itu pun akhirnya terus melaju ke tempat Chiyo sampai akhirnya tibalah mereka berdua di depan pintu gerbang kediaman Chiyo.
"Hah? Itu kan Naruto?" jerit Sasuke yang melihat Naruto babak belur di hajar Sasori dan kugutsunya.
"Sepertinya dia butuh bantuan kita! Ayo Sas kita bantu!! Bantu menghajar Naruto!" teriak Itachi, gaje, Sasuke sweatdrop.
***
Sementara itu Kakuzu...
"Sialaaan!! Kenapa gue malah balik lagi ke jalan bercabang ini?" maki Kakuzu yang ternyata malah kembali ke jalan bercabang tempat masuk menuju kediaman Chiyo.
Tiba-tiba saja dari jalan sebelah kanan keluar Neji.
"Hyuga! Lo liat Sasuke atau Naruto kagak?" tanya Kakuzu pada Neji.
"Kalau Naruto sich gue liat, lo masuk aja jalan sini entar pasti ketemu, walau hanya mayatnya saja khukhukhu." jelas Neji sambil menunjuk jalan sebelah kanan.
Kakuzu menatap jalan yang ditunjuk Neji lalu..
"Hyuga anterin gue ketempat Naruto! Gue takut nyasar lagi!" ujar Kakuzu sambil menyeret Neji secara paksa.
"APA!! Ogah! Kagak mau! Tolooong!!" jerit Neji yang diseret Kakuzu memasuki jalan sebelah kanan menuju tempat Naruto..
Bersambung..
***
A/N : Chap depan the Uchiha's vs Sasori!! Uchiha's in action
