Disclaimer : Semua chara pastinya milik Masashi Kishimoto, tapi chara tambahannya punya saia.
Aloha!!!
Kuchi balik lagi nih. Gomen lama nge-apdetnya. Kuchi sibuk banget karena banyaknya TO-TO dan pemantapan yang sebenarnya gak semuanya masuk ke otak Kuchi. Maklum, Kuchi masih kelas tiga SMP. Trus Kuchi juga kehabisan inspirasi karena yang ada di otak Kuchi saat ini cuma ujian. Trus makasih buat semua review yang masuk, maaf banget kalo masih banyak kesalahan dalam chap 1 dan chap ini, jangan bosen untuk ngereview dan selamat membaca!!!!
SaYoNara!!!!!
Chapter 2
Di siang hari yang cerah, anak-anak Konoha sedang membicarakan masalah-masalah mereka dengan tugas yang Hokage berikan, yaitu ngurus anak bayi. Siang hari hokage memberikan keringanan bagi mereka dengan membebaskan mereka dari bayi-bayinya karena bayi-bayi itu diurus panti asuhan (???). Kita dengar pembicaraan mereka.
"Gila susah banget ngurus anak" ujar Naruto.
"Yo A. Bisa gila gue ngurusnya!" tambah Sasuke.
"Sasuke! Bantuin gue dong! Senyum dikit dong! Biar Haruka mau ama loe" semprot Sakura. (Masih inget nama anak-anaknya kan??). Sasuke cuma manggut-manggut.
"Sasuke coba senyum!" perintah Ino. Sasuke lalu senyum dengan senyuman mautnya.
"Wah Teme. Pantesan tu anak takut ama lo. Lo senyum aja udah ngeluarin aura killer gitu. Gue nggak bisa ngebayangin kalo lo ketawa. Pingsan deh kayaknya tu bayi" Naruto manggut-manggut.
"Ya gue musti gimana?" Tanya Sasuke bingung.
"Coba deh lo senyum pake hati" usul Naruto.
"Payah lo, dobe!! Dimana-mana senyum tu pake mulut, bukan pake hati" jawab Sasuke kesel.
"Eh—maksud gue—"
"Maksud Naruto-kun itu, senyum harus memancarkan rasa kasih sayang biar Haruka nggak takut" jelas Hinata.
"Iya. Bener gitu Hinata!!"
Tiba-tiba dateng Neji and Tenten…
"Hey kalian. Lagi pada ngapain??" sapa Neji.
"Lagi ngomongin Sasuke" kata Sai ngasal.
"Ngomongin si Teme tapi kok didepan orangnya sih??" Tanya Neji heran.
"Maksud gue, kita lagi ngomongin masalah Sasuke yang nggak bisa rukun ama anaknya" jelas Sai lebih rinci.
"Ooohhhh…."
"Kehidupan kalian gimana ama bayi-bayi kalian??" Tanya Sakura penasaran.
"Tenten gak bener nih. Harusnya kan dia juga nidurin tu anak. Eh, dia malah enak-enakan tidur" jawab Neji setengah kesel.
"Gomen deh Neji!! Nggak akan gitu lagi deh, gue janji" ucap Tenten sambil mengacungkan kedua jarinya(???).
"Awas kalo lo gitu lagi"
"Cie so sweet nih!! Ngomong-ngomong Shikamaru ama Temari kemana, ya??" ujar Sakura heran.
"Iya ya. Mereka nggak keliatan sama sekali" tambah Hinata.
"Eh yang lebih penting, anak kalian dinamain siapa??" Tanya Sai penasaran.
"Nama anak lo duluan siapa??" balas Neji.
"Namanya Yamanaka Yuri. Gimana, TOP BGT kan??" kata Sai bangga sambil senyum-senyum gak jelas gitu.
"Biasa aja deh perasaan. Nama anak-ku sih Uchiha Haruka" komentar Sakura.
"Iya, tau. Kan tadi dah disebutin. Nama anak kami sih –cie,kami– Asuka Uzumaki" kata Naruto gak kalah bangganya ama Sai.
"Anak kita sih namanya Hyuuga Kurosaki" ujar Tenten bersemangat (ketularan Rocklee tuh!)
"Jadi dua anak cowok ama dua anak cewek dong" kata Ino.
"Iya ya, seri. Kita cuma harus tau anaknya Shikamaru ama Temari cewek ato cowok. Baru deh ketahuan siapa yang menang" kata Naruto semangat.(Emang pertandingan sepak bola, ada yang seri ampe menang??)
Sudahlah mari kita tinggalkan mereka…
X~X
Sementara itu di tempat favorit Shikamaru (tempat dia sering ngeliatin awan).
"Hey Temari. Lo berapa hari disini??"
"Gak tau. Tergantung Hokage sih"
"Oh…"
"Kenapa emang?" Tanya Temari heran.
"Ya enggak. Kalo lo gak ada kan gue susah ngurus bayi itu. Lo tau kan sifat tu bayi gimana?"
"Iya juga sih!"
"Apa adik-adik lo tau kalo lo ngelaksanain tugas kaya ginian?"
"Enggak sih! Taunya cuma gue lagi ngerjain tugas dari Hokage aja"
"Oh…"
"Kenapa emang??" Tanya Temari heran.
"Gak kebayang ekspresi mereka kalo tau lo dikasih tugas ngurus bayi" sahut Shikamaru sambil tertawa. Temari tertawa juga mendengarnya.
"Eh Shikamaru! Gue bosen nih, jalan-jalan yuk!!" ajak Temari.
"Heh ya udahlah. Ngerepotin"
X~X
Kembali ke Naruto CS.
"Wuih, panjang umur tuh. Baru aja kalian diomongin ama kita" kata Sai waktu Shikamaru dan Temari bergabung dengan mereka.
"Kalian ngomongin apa tentang kita emangnya??" Tanya Temari heran.
"Kita cuma pengin tau aja gimana hari pertama kalian ama anak kalian" kata Sakura sambil senyum-senyum gak jelas gitu.
"Oh..Biasa aja. Gak ada yang penting kok." Jawab Shikamaru santai –seperti biasa–
"Eh anak kalian siapa namanya?? Cewek ato cowok???" Tanya Naruto tanpa memperhatikan titik dan koma(?????)
"Eh—anaknya cewek, namanya Sabaku No Kikyo" jawab Temari rada-rada sweatdropped.
"Yeah!! Berarti anak cewek menang dong. Neji, kita menang neh!!" kata Sai bersemangat.
"Menang apaan?? Emang kita taruhan, apa???" jawab Neji ketus.
Hah??Mereka itu taruhan ato apa sih??Pake menang-menang segala,batin Temari bingung banget.
"Eh kalian!! Di hari yang cerah ini kita jalan-jalan yuk!!" ajak Tenten.
"Ide bagus tuh." Tambah Hinata.
"Eit, tapi jalan-jalannya bareng pasangannya masing-masing aja ya!!" atur Sai.
"Heh, ngerepotin" gerundel Shikamaru seperti biasanya.
"Ya udah. Dah kalian!! Yuk Hinata" ajak Naruto. Dan pergilah pasangan pertama itu dari hadapan mereka.
"Yah, si Naruto mah semangat kalo jalan berdua" komentar Neji (kok Neji jadi Sunda yah??).
"Udah deh!! Kelamaaan. Yuk kita berpencar!!" Ino udah nggak sabaran. Dan akhirnya mereka sukses mencar-mencar. Seperti biasa, saya akan menceritakan pengalaman mereka masing-masing. Kita mulai dari…
Sasuke—Sakura :
"Ehm…Sasuke!! Kita mau kemana nih??" Tanya Sakura, basa-basi.
"Terserah!!" jawab Sasuke, dingin seperti biasanya.
Huh! Susah banget ngomong ama Sasuke, batin Sakura.
"Gimana kalo kita ngeliat bayi kita aja di panti asuhan??" usul Sakura.
"Ya, boleh deh!" jawab Sasuke pasrah. Maka berangkatlah mereka ke panti asuhan.
Di Panti Asuhan…
"Eh Sasuke dan Sakura. Mau bertemu dengan Haruka, ya??" sapa Shizune.
"Iya, Shizune-chan" jawab Sakura.
"Haruka ada di ruangan 4. Masuk saja!"
"Eh, arigatou Shizune-chan" Mereka lalu menuju ke ruangan 4.
"Ruangan 4 ini kan??" Tanya Sakura, sekedar cari topik untuk berbicara dengan Sasuke.
"Iya" jawabnya dengan nada yang dinginnya -100 derajat (?????). Mereka lalu masuk ke dalam (masa masuk keluar??)
"Eh kalian!!!" sapa seorang perawat yang sedang ada disitu.
Sakura tersenyum. " Haruka baru saja makan. Kau mau menggendongnya??" tanyanya ramah.
"Tentu" Perawat itu lalu memberikan Haruka pada Sakura. Haruka tersenyum pada Sakura, Sakura membalasnya. Sasuke masih memandangi mereka.
Gimana ya, biar anak itu gak nangis?? Pikir Sasuke bingung. Sasuke lalu mengingat-ngingat kata-kata Naruto soal 'tersenyum'. Kalo nggak salah, si Dobe bilang, "Senyum tuh pake hati!" pikirnya serius. Perasaan, si Dobe salah deh! Senyum tuh bukan pake hati, tapi pake 'perasaan'. Nah itu dia! Perasaan. Gimana caranya?? Sasuke masih mikir-mikir.
"Kenapa Sasuke??" Tanya Sakura heran ngeliat tingkah Sasuke yang nggak biasa itu.
"Eh—nggak papa, kok!!" jawab Sasuke, salting.
"Oh…"
"Eh—Sakura?? Boleh nggak aku nyobain ngegendong Haruka??" Tanya Sasuke malu-malu. Sakura spontan kaget. Tumben amat Sasuke mau gendong Haruka! Tapi Haruka-nya nangis nggak, nih?? Batin Sakura bingung.
"Eh, ini Sasuke." Sakura lalu menyerahkan Haruka pada Sasuke. Sasuke lalu mencoba tersenyum. Sakura memperhatikannya dengan teliti.
5 Detik ….
10 Detik ….
25 Detik ….
45 Detik ….
1 Abad kemudian ….
Hah?? Ngaco!!!! 1 menit kemudian maksudnya ….
Sakura ampe nggak bisa nutup mulutnya saking herannya dia. Baru kali ini Haruka bisa tatapan mata ama Sasuke melebihi lima detik!!! Dan anehnya lagi, Haruka ngebales senyumnya Sasuke and ketawa!!!! Wuih, keajaiban dunia ke-8 tuh!! (???).
"Sa—Sasuke??? Kok bisa???" teriak Sakura heran.
"Bisa apaan??" Tanya Sasuke nggak kalah heran.
"Kok bisa sih Haruka tatapan mata kamu dan nggak nangis??"
"Nggak tau, tuh!! Aku cuma nurutin sarannya si Dobe aja."
"Saran Naruto yang senyum pake hati???"
"Iya"
"Sasuke, coba senyum!!" perintah Sakura. Sasuke lalu tersenyum. Gila, senyum Sasuke beda banget ama senyumnya yang biasanya. Senyum Sasuke yang biasa kan, biasanya diiringi oleh suara petir yang menyambar-nyambar gitu. Tapi sekarang lain. Bukan petir yang mengiringi senyuman Sasuke itu, tapi burung camar!!! Kebayang nggak sih???
Wuah, senyum Sasuke manis gitu, pikir Sakura, tetap keheranan. (Gula kali, manis).
"Hey Sakura!! Kau kenapa??" Tanya Sasuke tetep dingin.
"Eh—Gak apa-apa kok." Jawab Sakura rada-rada clumsy. "Sasuke, kita mau disini sampe kapan??" tambah Sakura.
"Gimana kalo sampe Haruka tidur?"
"Oh—boleh tuh!" jawab Sakura, semangat. Artinya kan gue bisa berduaan bareng Sasuke.
"Hey Sakura! Gendong nih. Aku cape." Tegur Sasuke membuyarkan lamunan Sakura.
"Oh, iya deh" jawab Sakura dengan gembira.
X~X
Sementara itu, Sai dan Ino di halaman rumah Ino lagi duduk-duduk. (Mang ada halamannya?? Alah! Namanya juga fanfic).
"Ino, aku udah pernah bilang belum kalau kamu begitu cantik?" Sai mulai ngegombal.
"Udah sering" jawab Ino dengan nada yang manja.
"Kalau wajahmu bagaikan bulan purnama?"
"Kamu juga udah sering muji aku kayak gitu, kok!"
"Kalau rambutmu laksana sutra?"
"Apalagi itu, Sai!" jawab Ino udah mulai kesel.
"Kalo senyummu bak—"
"Sai, cari pujian yang baru deh!! Masa pujiannya itu-itu mulu??" Neraka ke 13-nya Ino dah keluar.
"Ya udah! Kau bagaikan bidadari yang turun dari langit. Gemerlapan diantara sejuta bintang. Memancarkan sinarnya mengalahkan mentari. Merengkuh bulan kedalam pelukannya" Sai berpuisi dikit.(Dikit!!)
"Wah Sai! Romantis banget. Trus yang jadi bulannya siapa??" Tanya Ino penasaran.
"Aku" jawab Sai sambil senyum-senyum gak jelas gitu.
"Wuih, so sweet. Ngomong-ngomong, kok kamu bisa berpuisi se-puitis itu sih?? Dapat darimana inspirasinya??" Ino makin penasaran.
"Dari buku" jawab Sai santai.
"Yah, bilang dong kalau baca dari buku! Nyesel aku muji kamu tadi!!" Ino ngambek.
"Eh jangan gitu dong! Yang pasti aku sayang kamu kok!" –smile–
Mau nggak mau, Ino senyum juga deh akhirnya "Iya deh! Aku maafin, awas kalo gitu lagi"
X~X
Neji-Tenten:
"Neji, kita mau kemana nih??" Tanya Tenten nggak sabaran.
"Terserah" jawab Neji datar.
Yah, Neji cuek gitu! Batin Tenten kesel.
"Hoy Neji! Tenten!" Tiba-tiba mereka dikagetkan oleh sebuah suara familiar.
"Lee! Ngapain kamu disini?" Tanya Tenten.
"Aku mau ke tempat Guru Gai. Aku dengar kalian sedang diberi tugas untuk mengurus anak, ya??" Tanya Lee penasaran.
"Iya" jawab Neji.
"YOOSSHHH!!!!! Kalian hebat!! Berjuanglah dengan seluruh SEMANGAT MASA MUDA!!!!" teriakan Lee bikin orang se-Konoha tuli.
"Iya ya. Udah sana, dah ditungguin Guru Gai tuh!!" kata Tenten yang hampir pingsan.
"Baiklah. Sampai Jumpa kalian!!!!" Lee lalu meninggalkan mereka.
"Hah! Dasar anak aneh!!" gumam Neji.
"Hey Neji, muter-muter Konoha aja yuk!!"
"Iya deh"
Depan Ichiraku Ramen, mereka bertemu Naruto dan Hinata.
"Ah, Naruto!! Hinata!! Kalian habis darimana??" Tanya Tenten.
"Habis makan di warung Ichiraku" jawab Hinata.
"Kalian berdua darimana??" Tanya Naruto.
"Cuma muter-muter Konoha" jawab Neji.
"Bosen nih!!" keluh Tenten.
"Ehm...Gimana kalo kita ngerjain orang???" usul Naruto, gila.
"Hah?? Ayo aja. Tapi siapa??" Tanya Tenten, langsung semangat.
"Gimana kalo Temari ama Shikamaru??" usul Naruto tambah gila.
"Setuju" jawab Tenten. Clan Hyuuga ngeliatin doang sambil geleng-geleng kepala.
Mari kita beralih pada scene berikutnya…
Temari-Shikamaru :
Temari dan Shikamaru sedang duduk-duduk di tepi sungai. Shikamaru sedang ngeliatin awan sambil berbaring, sementara Temari ngeliatin sungai. Suasana disekitar mereka tenang.
"Hey Shikamaru!! Kenapa kau senang memandang awan??" Temari bertanya sambil tetap memandang sungai.
"Ehm.. Entahlah. Aku senang memandangi awan sejak aku kecil"
"Oh…"
"Kenapa memang??" Shikamaru heran.
"Aneh mengetahui bahwa seorang lelaki memandangi awan yang lembut"
"Hah Dasar!!"
"Jujur, aku tak pernah menemukan lelaki aneh sepertimu. Mana ada lelaki yang mempunyai hobi melihat awan. Membenci hal-hal yang merepotkan, suka menyepelekan perempuan tapi sekaligus melindunginya" ungkap Temari. Shikamaru tertegun melihatnya.
Temari terlihat berbeda sekali saat ini. Ayah benar, seorang wanita dapat sewaktu-waktu menunjukkan sisi lembutnya. Dia terlihat cantik sekali. Pikir Shikamaru.
"Hey Shikamaru!! Kau mendengarkanku tidak sih??" Temari mulai kesal.
"Iya. Aku mendengarkanmu" jawab Shikamaru setengah kaget.
"Lalu apa pendapatmu??"
"Yah aku memang sedikit aneh. Kau tahu, kau sendiri berbeda dengan kebanyakan orang"
"Maksudmu??"
"Sifatmu sendiri amat berbeda dengan perempuan kebanyakan. Kau tegas, kuat, kasar, dan penyayang, anehnya!" Shikamaru berpendapat. Muka Temari merona. Dia lalu menutupinya dengan memandang ke arah lain.
Apa maksudmu, Shikamaru?? Nurani Temari bertanya-tanya.
Sementara itu, kita lihat para pengintip yang ada di balik semak-semak.
"Psst!! Aku punya rencana bagus. Gimana kalo bla..bla..bla…"'
"Setuju. Lo mulai duluan, Naruto"
"Eh, Neji harus ikutan juga. Kalo Hinata gak papa kok kalo nggak ikutan. Aku nggak mau kamu kenapa-napa" Naruto ngerayu (???) Hinata.
"Gombal!" tukas Neji.
"Udah deh, cepetan mulai!!" Tenten mulai nggak sabaran.
"Beres" Naruto mulai bersiap-siap. Sebuah kunai dipersiapkan. Setelah menunggu waktu yang tepat, Naruto melemparkan kunai. Tepat diantara Temari dan Shikamaru. Shikamaru dan Temari spontan kaget. Shikamaru lalu bangun dari tidur-tidurannya, sama-sama mencari pelempar kunai tersebut.
"RASENGAN!!!" Tiba-tiba Naruto muncul menggunakan Rasengan dan mengarahkannya pada Temari. Temari terkejut hingga tidak bisa beranjak dari situ, kenapa Naruto menyerangnya???
"TEMARI!!!!AWAS!!!!!!"
Shikamaru yang sigap langsung melompat menyelamatkan Temari. Sayang, Temari berdiri di tepi sungai sih, jadinya …
BBBYYYUUURRRR!!!!!
Mereka sukses deh nyebur ke sungai berdua. Shikamaru memeluk Temari.
"Yeah sukses!!!" Naruto teriak-teriak kegirangan. Tenten, Neji, dan Hinata lalu keluar dari tempat persembunyiannya.
"Ide lo hebat Naruto!!" teriak Tenten. Sementara Neji cuma memandangi Shikamaru dan Temari dengan rasa kasihan. Hinata berusaha membantu Temari.
"Kalian ini apa-apaan sih?? Kalo misalnya ada yang terluka gimana???" Shikamaru langsung bentak-bentak Naruto. Yang dimarahin cuma melongo. Shikamaru gak pernah marah sebelumnya, masalah apapun. Kok masalah sekecil ini dia malah marah besar, ya??
"Sori deh Shikamaru! Kita nggak bermaksud ngelukain siapapun kok. Ini cuma keisengan kita aja" Tenten mulai nggak enak rasa.
"Bercanda kalian dah keterluan tau!" Shikamaru tambah marah.
"Shikamaru, tenang. Mereka nggak bermaksud gitu kok. Udahlah sekarang kalian pulang aja dulu" Neji berusaha menenangkan Shikamaru.
"Temari-san, kau nggak apa-apa?" Tanya Hinata.
"A—aku nggak papa" Temari gemetar menjawabnya. Bukan karena kedinginan, tapi dia belum percaya apa yang Shikamaru lakuin tadi.
"Tem, lo nggak papa?" Tanya Shikamaru cemas.
"Eh…nggak papa, kok" Temari canggung ngejawabnya.
"Ya udah gue pulang dulu. Lo mau gue anterin ke penginapan, Tem?" Tanya Shikamaru lembut.
"Eh…"
"Udahlah anterin aja" usul Hinata.
"Ya udah. Sampai ketemu lagi!"
To Be Continued . . .
TalKShow
Kuchi : "Thenk Yu buat semuanya!!!"
Lee : "Kenapa gue jadi figuran doang??"
Kuchi : "Daripada gak muncul, hayoh!!"
Lee : "Masa udah figuran, kata-katanya gitu-gitu aja!!"
Kuchi : "Maksud loe??"
Lee : "Masa setiap gue muncul, kata-kata gue pasti 'SEMANGAT MASA MUDA'!!!! Plus bikin orang se-Konoha tuli, lagi!!!"
Kuchi : "Yah itu mah udah takdir, Lee!! Terima ajah deh loe!!"
Lee : "Dasar author gak baleg!!HIYAA!!!!! KONOHA SENPU!!!!!"
Kuchi : "WAAAAAAA!!!!!!!!" (Nyasar ampe ke bulan)
Ahahahaha!!!!
Gomen endingnya gini. Kuchi bingung soalnya!! Makasih buat semua review yang masuk. Maaf karena kelamaan nunggu dan juga kalo ada yang masukannya belum bisa Kuchi laksanakan –Cie..laksanakan– Terutama cara penulisan fanfic ini. Kuchi susah ngerubahnya karena udah kebiasaan. Trus pasangan ter-so sweet tetep Shika-Tema karena Kuchi penggemarnya. Sory kalo Sasu-Saku-nya kurang so sweet. Kuchi susah bikinnya, karena mengingat muka Sasuke yang terlalu cool itu susah buat adegan so sweet.
Dan soal pairing, Kuchi emang menetapkannya segitu. Maap kalo nggak sesuai dengan harapan kalian. Chapter 3 kayaknya bakalan apdet bulan depan (lho???). Maksudnya paling lama bulan depan, gitu!!! Kuchi sibuk. Akhir kata, sampai jumpa di chapter 3 dan jangan lupa review, ya!!(Kalo lupa juga nggak papa kok).
Sayonara!!!!!
