Hellow semuanya!!!!!!!
Chap 3 apdet!!!!!!!
Sory lama banget nge-apdetnya!!!! Kayaknya hampir dua bulan nggak di apdet, ya????
So, red and review. Review anda sangat berharga. Ciao!!
Chapter 3
Di Penginapan Konoha…
"Ehm…Tem, lo tadi nggak papa kan?" Tanya Shikamaru. Temari yang sedang duduk di kursi hanya menggeleng.
"Mau ke Panti nggak? Ngambil Kikyo" jelas Shikamaru. Lagi-lagi, Temari hanya menggangguk.(a/n : Kalo siang, anaknya dititipin ke Panti Asuhan. Sorenya mereka ambil).
X~X
"Eh, Shikamaru, Temari. Mau mengambil Kikyo, ya?" sapa Shizune.
"Iya" Jawab Temari.
"Yang lain juga sudah datang. Mereka ada di ruangan 4"kata Shizune lagi.
"Yang lain? Mereka udah dateng?" Shikamaru heran. Shizune mengangguk.
"Baiklah. Kami permisi dulu, Shizune-san" kata Temari lagi. Mereka berdua lalu bergegas ke ruangan 4.
Di ruangan 4....
Keempat pasang anak itu lagi ngomongin masalah Shikamaru ama Temari yang dikerjain ama Naruto dan Tenten. Semua 'bayi-bayi' mereka di gendong ama cewek-cewek. Minus bayinya Sasu-Saku yang malah di gendong Sasuke.
"Bayangin coba, masa Shikamaru bisa semarah itu?" kata Naruto.
"Kalian ngebahayain orang sih. Gimana kalo Rasengan lo itu kena?" timpal Sakura. Yang lain mengangguk.
"Udahlah. Entar kalian minta maaf aja. Beres, kan?" Sai ngegampangin.
"Ah, enak banget ngomongnya. Kalo nggak dimaafin?" tambah Tenten.
"Yakinlah dimaafin. Temari ama Shikamaru kan, orangnya pemaaf. Positive thinking" Ino nyemangatin.
"Iya, deh. Entar kita minta maaf" kata Naruto ama Tenten barengan. Tiba-tiba Shikamaru ama Temari masuk.
"Eh, Temari, Shikamaru! Baru dateng, nih?" sapa Hinata.
"Ah, semuanya udah disini, ya" kata Temari ramah. Beda ama Shikamaru yang tampangnya tetep nggak niat idup.
"Ehm…Temari, Shikamaru, maafin kita dong??" kata Naruto dan Tenten serempak.
"Nggak papa kok. Udah di maafin" jawab Temari.
"Terserah deh" tambah Shikamaru.
"Tuh kan, dimaafin" kata Ino lagi.
"Keburu malem nih. Yuk pulang" ajak Sasuke.
"O iya, bener. Yuk!"
Di Penginapan Konoha…..
"Eh, nonton yuk. Ada pertandingan sepak bola nih! Timnas Konoha ngelawan Manchester United!" seru Naruto. Akhirnya mereka semua nonton di ruang tengah plus bayi-bayinya.
"Woy, pelanggaran tuh!" Naruto ribut sendiri.
"Naruto, tenang dong!" Neji yang duduk di sebelah Naruto mulai ngerasa risih.
"Gimana gue bisa tenang, itu jelas-jelas pelanggaran!" Naruto sewot juga.
"Ya, jangan ribut gitu dong!" Sai mulai panas.
"Iya nih!" tambah Tenten.
"Entar ni bayi-bayi pada nangis lagi. Kalian nih, ribut banget sih! Emang cowok nggak bisa diem apa?" Ino mulai mencak-mencak.
"Eh, jangan bawa-bawa cowok dong. Naruto doang yang ribut juga!" Sai ngebales.
"Tuh buktinya. Lo juga ikut-ikutan ribut, Sai" bales Ino lagi.
"Lo cerewet banget sih, Ino. Yang ribut kan kita. Lo ikut-ikutan sewot" Naruto ngedukung Sai.
"Woy, woy! Tenang dong. Kalian bertiga sekarang yang bikin ribut" Neji menengahi.
"JANGAN IKUT-IKUTAN!!" teriak mereka bertiga serempak. Dan mereka bertiga bertengkar lagi. Kasihan Yuri yang lagi di gendong Ino. Dia bingung ngeliatin orang-orang di sekelilingnya yang lagi pada bertengkar.
"Terserah deh!" Neji udah pasrah.
"Ngerepotin banget sih. Gue kejebak disini ama orang-orang ini" gerutu Shikamaru.
"Mau gimana lagi? Baru sekarang gue nyesel ngelaksanain misi" tambah Temari tiba-tiba.
"Yang harus diingat, kalo sekelompok ama Naruto pasti nggak pernah tenang timnya" Sakura ngasih nasihat.
"Ehm, Hinata? Kok kamu bisa ya bareng ama Naruto?" Tanya Tenten heran.
"Eh? Anu…Aku juga nggak tau" jawab Hinata dengan malu-malu seperti biasa.
"Eh, Sasuke! Kok kamu diem aja sih dari tadi? Main sama Haruka?" kata Sakura. Sasuke emang lagi mangku Haruka.
"Enggak. Haruka ama aku emang lagi nonton kok" jawab Sasuke datar.
"Hah?" Mereka semua heran. Pas diliat, Haruka emang lagi mandangin TV. Dasar anak kecil!
"Kalo gitu, nonton aja yuk! Daripada ngomongin yang nggak jelas" Seru Tenten. Akhirnya mereka semua(minus Ino, Sai & Naru yang masih berantem) nonton lanjutan pertandingan itu sambil sedikit mesra-mesraan.
Sakura duduk di sebelah Sasuke dan Haruka. Dekeeeettt banget. Neji ama Tenten ngajak main Kurosaki. Hinata duduk sendirian aja sambil mangku Asuka. Temari ama Shikamaru so pasti harus selalu berdua. Kikyo kan nggak mau di tinggalin ama mereka berdua. Jadilah mereka nonton pertandingan sepakbola itu, tanpa menghiraukan mereka yang sedang berantem.
Dua jam kemudian, mereka semua udah mau bubar. Eh, mereka masih berantem aja.
"Ehm…kalian, kita duluan, ya!" kata Temari.
"Kita juga mau bubar kok!" kata Tenten. Mereka semua lalu pergi ke kamar penginapan masing-masing.
Kita lihat Naru-Sai-Ino.
"Eh, kok udah sepi sih!" kata Naruto tiba-tiba.
"Tuh kan! Gara-gara kalian sih! Kita jadi di tinggalin nih!" gerutu Ino.
"Udahlah, ayo! Aku juga dah ngantuk" tambah Sai. Mereka bertiga lalu bergegas pergi.
X~X
Esok pagi yang cerah….
"Hey, ngajak jalan-jalan bayi-bayi yuk!" teriak Sakura.
"Usul bagus, tuh" sahut Neji.
"Yuk! Hinata, ke Warung Ramen Ichiraku yuk?" Naruto udah semangat.
"Ah, Naruto! Kayak nggak ada tempat lain aja!" kata Tenten.
"Ba—baik." Jawab Hinata.
"Yuk pergi" seru Naruto. Dia, Hinata, dan Asuka lalu pergi ke warung Ramen Ichiraku.
"Neji, mau kemana nih?" kata Tenten.
"Yo, Tem!" sahut Shikamaru tiba-tiba. Temari ngangguk.
"Kemana kalian?" Tanya Sai.
"Ada deh!" Shikamaru datar ngejawabnya. Mereka berdua lalu pergi.(sama bayinya!).
"Tenten, ke rumah keluarga Hyuuga aja yuk" usul Neji.
"Eh? Ayo aja sih. Yuk!" kata Tenten cepat. "Dah kalian!" sambungnya.
"Sakura, duduk-duduk di tepi sungai aja yuk!" ajak Sasuke.
"Eh? Ayo aja" jawab Sakura rada-rada blushing.
"Yah, Sai. Kita ke toko bunga aku aja yuk!" usul Ino.
"Iya deh. Lumayan ngeliatin bunga" Sai pasrah aja.
Cerita masing-masing couple.
Pasangan Pertama, Neji–Tenten :
"Neji? Emang nggak papa ya kalo aku ama Kuro ke rumah keluarga kamu?"
"Ya nggak papa lah. Entar juga kamu jadi keluarga" jawab Neji.
"Heh, jadi keluarga? Maksudnya?" Tenten rada nggak ngerti.
"Ya…itu..." Neji jadi blushing sendiri.
"Ayo Neji. Kasih tahu!!" Tenten maksa.
"Ehm…maksudnya, mungkin aja kamu…eh…jadi pendamping aku selamanya gitu" Muka Neji udah nyaingin mukanya Hinata kalo merah. Sama juga Tenten.
"Ehm…Neji? Serius nih?" Tenten malu-malu.
"I—Iya" jawab Neji nggak kalah malu-malunya.
"Ah, udah sampe" Tenten tiba-tiba nyeletuk.
"Yuk masuk" ajak Neji. Mereka berdua lalu masuk.
"Eh, Neji. Dan siapa ini?" Tanya Hyuuga Hiyashi.
"Eh, Tenten. Dan ini Kurosaki" kata Tenten canggung.
"Oh…yang misi dari Hokage, ya?" Tanya Hiyashi.
"Iya" jawab Neji.
"Ayo masuk! Kita minum teh di dalam" kata Hiyashi lagi. Mereka berdua mengangguk. Mereka lalu minum teh dan berbincang-bincang dengan Hiyashi.
Pasangan kedua : Tema–Shika
Tempat favorit Shikamaru…
"Tampaknya Kikyo juga senang melihat awan" kata Temari.
"Yah, awan itu memang indah." Jawab Shikamaru.
"Dia pasti akan jadi seorang kunoichi yang hebat" kata Temari sambil memandang jauh ke langit.
"Yah, dia pasti akan jadi kunoichi hebat sepertimu" tambah Shikamaru. Pipi Temari bersemu.
"Aku?" Temari heran.
"Iya, kau. Kau hebat" jelas Shikamaru.
"Arigatou" balas Temari malu-malu.
"Setelah misi ini selesai, kau akan pulang?" Tanya Shikamaru lagi.
"Tentu. Tak ada alasan untuk aku tetap disini" jawab Temari.
"Ooohhh…."
"Kenapa?" Tanya Temari heran.
"Mungkin…nanti aku akan merindukanmu!!" kata Shikamaru lirih. Pipi Temari semakin merah.
"Nanda??" Temari masih terkejut.
"Yah, merindukan wajahmu yang angkuh itu" Shikamaru lalu tertawa.
"Hn..kau ini. Dasar, laki-laki!" balas Temari dengan senyum tertahan.
"Jangan lupa untuk melihat awan disana!" nasihat Shikamaru.
"Kenapa?" Temari lebih heran.
"Karena setiap kau melihatnya, kau akan mengingatku" sahut Shikamaru. Temari benar-benar terkejut. Malu-malu dia menjawab "Iya".
Mereka lalu melihat awan yang berarak…
Pasangan ketiga : Naru–Hina
"Hinata, mau pesan ramen apa? Dan Asuka?" kata Naruto.
"Terserah Naruto-kun saja" jawab Hinata.
"Baiklah. Paman, ramen special dua porsi. Dan ramen komplit setengah porsi!" seru Naruto. "Ehm…Hinata, maaf ya. Aku tak bisa memperlakukanmu seperti yang lainnya. Aku hanya bisa mengajakku ke Ramen Ichiraku. Bukan ke tempat-tempat yang indah" Naruto tiba-tiba berkata demikian. Hinata terkejut.
"Ah, Naruto-kun? Aku bersama Naruto-kun saja sudah membuat aku bahagia" sahut Hinata.
"Benarkah? Arigatou Hinata-chan. Aishiteru" Naruto tersenyum.
"Eh? Naruto-kun tadi bilang apa?" Tanya Hinata.
"Aishiteru, Hinata-chan" seru Naruto sekali lagi.
"Eh—Naruto-kun serius?" Hinata tak percaya atas apa yang di dengarnya barusan.
"Aku serius, Hinata" jawab Naruto. "Eh, ngomong-ngomong, Neji tidak akan marah kan?" Sambung Naruto.
"Aku rasa tidak. Arigatou Naruto-kun" Hinata tersenyum. Naruto balas tersenyum.
"Ini pesanannya" kata Ayame.
"Ah, Arigatou. Asuka, ayo makan!!" seru Naruto sambil hendak menyuapi Asuka. Akhirnya mereka berdua(tiga plus Asuka) makan-makan di warung Ichiraku…
Pasangan keempat : Sai–Ino
Di toko bunga Yamanaka…
"Sai, tolong bawakan bunga anyelir" kata Ino. Sai yang sedang menggendong Yuri lalu membawakan bunga anyelir.
"Terima kasih. Yuri, kau suka bunga?" Tanya Ino. Yuri tersenyum.
"Sai, tolong bawakan seikat bunga tulip" kata Ino lagi. Sai lalu membawakannya.
"Ehm…Ino, sejak kapan keluargamu membuka toko bunga?" Tanya Sai.
"Sejak dulu. Nenekku yang membuka toko bunga ini. Kenapa?" Ino balik bertanya.
"Ini adalah toko bunga yang sangat indah. Seindah pemiliknya" Sai mulai ngegombal.
"Ah, Sai. Aku memang secantik bunga" Ino PD.
"Iya. Tapi sifatmu jauh sekali dari bunga" kata Sai.
"Heh? Maksudmu?" Ino heran.
"Yah, bunga kan lembut. Sementara sifatmu, jauh sekali dari kata lembut" Sai mencoba bersikap jujur.
"APA??? SAI!!!!AWAS KAU!!!" Ino mulai mengamuk.
"Eh, Ino. Jangan marah. Aku hanya mencoba berkata jujur. Itu aku baca di buku!!" Yah, akhirnya Ino malah ngejar Sai yang ngegendong Yuri. Parah…
Pasangan terakhir : Sasu–Saku
Di tepi sungai…
"Sasuke, pemandangan disini indah ya?" kata Sakura.
"Iya. Aku rasa Haruka menyukainya. Dia suka alam terbuka seperti ini" jawab Sasuke.
"Yah, jika misi ini selesai, kita akan berpisah" Sakura menunduk.
"Jangan takut. Aku akan selalu ada untukmu. Jika misi ini selesai, kita masih tetap menjenguk Haruka" kata Sasuke. Sakura blushing.
"Kau serius, Sasuke?" Sakura setengah tak percaya.
"Tentu. Misi ini mengajariku akan sesuatu. Seberapa pun sulitnya hidup kita, kita tetap mempunyai teman yang ada disamping kita" kata Sasuke sambil memandang sungai yang jernih. Sakura tersenyum.
"Sakura?? Aishiteru" kata Sasuke pelan. Sakura terbelalak. Jangan-jangan ini mimpi!
"Sasuke?? Kau bilang apa?? Apa aku tak salah dengar??" Sakura mencoba meyakinkan dirinya.
"Kau tak salah dengar Sakura. Jawabanmu?" kata Sasuke lagi.
"Aishiteru" jawab Sakura malu-malu.
"Arigatou" jawab Sasuke sambil merangkul Sakura dan tersenyum pada Haruka yang ada di pangkuan Sakura. Sakura tersenyum. Happy ending untuk mereka…..
To Be Continue……
Selesai juga nih chap 3. Kuchi males bikinnya sih! Jadinya lama banget deh apdetnya. Gomen deh!
Kayaknya bentar lagi tamat deh. Tinggal Sai-Ino ama Neji-Tenten soalnya yang belum jadian. Kalo Shika-Tema sih nggak tahu entar. Kuchi masih mikir-mikir. Jangan lupa, sumbangkan satu review anda untuk mengurangi pemanasan global!!(Nggak ada hubungannya!!)
Yang pasti, reviewnya dihargai kok. Thank's buat yang udah ngereview chap 1 & 2. Kuchi do'ain masuk surga deh!(dasar!)
