Naruto © Masashi Kishimoto
Both of Us © Taylor Swift feat BoB
.
.
.
Warning: standard applied
.
.
.
Don't like? Don't read!
.
.
.
Enjoy~
.
.
.
"Dengan ini, aku nyatakan kalau siswa kelas X resmi menjadi siswa Kon—"
Wuzzz
Tiba-tiba angin berhembus dengan kencang. Dan terdengar gelak tawa dari seluruh siswa baru di Konoha Gakuen.
"Bwahahaha…"
###
"Eh, Chi, kamu gak papa?" tanya Deidara. Itachi yang berjalan di depan teman sekelasnya itu berbalik arah dan melotot.
Lu kira gue gak pape setelah burung sialan itu dengan kurang ajarnya buang hajat di atas kepala gue di depan banyak orang, pikir Itachi dongkol setengah mampus. Baru setengah mampus loh, bukan mampus beneran. Kalo mampus beneran ntar kayak tokoh di Anime yang tiap hari senin sampai jum'at nongol di tv.
Deidara yang emang udah sahabatan dari orok sama si kakak Sasuke tersebut udah mampu menangkap sinyal panasnya hati orang yang ada dihadapannya.
"Tapi kata orang tua kalau kita kena hajat burung di kepala bakal dapet rejeki loh~"
Orang tua? Orang tua mana, Dei? Itachi udah gak tahan buat gak nangis. Ini namanya merendahkan harga diri seorang Uchiha. Lu denger, Uchiha!
Itachi hampir memeluk Deidara sebelum si pirang yang hobi ke Salon itu melengos. "Gue masih normal. So, jangan peluk gue ya?"
Sialan lu, kampret, batin si cakep yang udah duluan kabur karena dongkol sama sahabatnya yang aneh itu.
###
"Hei, bukankah itu Uchiha Itachi-senpai?"
"Eh, iya."
"Katanya dia kejatuhan hajat burung ya waktu pidato tadi?"
"Iya."
"Hahaha…"
Itachi menggeram kesal dalam hatinya. Ini sudah keterlaluan! Ini penghinaan terbesar bagi keluarga Uchiha!
Tapi…,
Itachi mikir lagi, kalau dia ke sana terus nyamperin cewek-cewek yang sedang ngomongin dia dia mau ngapain? Teriak terus minta sama cewek-cewek itu buat diem, gitu? Gak mungkin. Terus, di mana image si Dingin Itachi ilang? Di makan sapi? Jangan ngawur deh.
Menyerah, Itachi yang udah merasa malu dan kecewa niatnya mau berbalik arah mau balik ke kelasnya. Dan…
Brukk
Itachi jatuh, namun … ada sesuatu yang aneh. Dia sama sekali gak bisa bergerak sama sekali. Rasanya ada yang menindih tubuhnya. Sebelum matanya yang kelam itu bertemu dengan manik Lavender yang memukau itu ia baru sadar kalau bibirnya bersentuhan dengan gadis yang ada di atasnya tersebut.
"Tapi kata orang tua kalau kita kena hajat burung di kepala bakal dapet rejeki loh~"
Kata-kata Deidara yang tadi dianggap Itachi sebuah omong kosong belaka kini terngiang-ngiang dalam otak jeniusnya. Apa ini yang dimaksud rejeki tadi?
TBC
Chapter kali ini terinspirasi dari kejadian yang dialami temen sebangkuku yang waktu upacara kejatuhan hajat burung. Gak bisa buat gak ngakak pas tahu. Sayang banget pas kejadian itu aku gak berangkat sekolah#malah curcol
Dan soal masalah rejeki itu katanya yang kena hajat burung itu bakal dapet duit, entah itu bener apa enggak. Tapi, ibu temenku dapat duit waktu temenku cerita sama aku. hahaha
Oke, terima kasih buat yang udah mau mampir dan ninggalin review :)
Maaf, aku belum bisa membalasnya :( Dan maaf lagi kalo ada typo dan kesalahan lainnya, soalnya aku gak ngecek ulang.
Mind to Review?
Mitsuki Ota
Kudus, 22 November 2012
