Naruto © Masashi Kishimoto

Both of Us © Taylor Swift feat

This fiction © Mitsuki Ota

.

.

.

Warning: standard applied

.

.

.

Enjoy! XD

.

.

.

Kukejar cintamu, Hinata-san!

.

.

.

"Senpai, gimana? Mau nggak?"

Hinata mengerjapkan matanya berkali-kali demi memastikan bahwa yang ia alami itu cuman mimpi belaka. Di depannya ada anak kecil yang masih unyu-unyu menyatakan cinta padanya. Ini mimpi, ini nggak mungkin nyata, jeritnya dalam hati.

"Etto ... Uchiha-kun, aku anak SMA," katanya.

"Terus?"

Ya, terus? Terus masalahnya apa kalau Hinata itu anak SMA? Gak ada yang salah, kan?

"Kamu masih SMP."

.

.

.

Hinata menghela napasnya. Anak SMP itu gigihnya minta ampun buat jadi pacarnya. Padahal udah berkali-kali ia menolak teman Hanabi itu tapi tetap aja dia seakan tak kenal lelah. Berbagai alasan Hinata lontarkan tapi semua itu ditepis bocah yang baru menginjak usia 14 tahun itu. Bagai daun yang ditiup angin saja semua omongan Hinata. Sia-sia, hilang berlalu.

"Eh, Hinata-chan sudah ditunggu pangerannya," canda Ino sambil terkikik geli. Demi apa bisa-bisanya sahabatnya yang pemalu itu dikejar-kejar sama bocah ingusan yang masih dalam proses pertumbuhan itu.

Hinata merona lalu memukul pelan bahu Ino. "Su-sudah aku katakan dia bu-bukan pangeranku!"

"Ara, Hinata tak perlu berbohong," sahut Sakura, "dia lumayan manis loh. Lumayan kan dapet brondong."

Kalo brondong jagung Hinata mau, itu jajanan favoritnya malah tapi ini kan Itachi, Uchiha Itachi teman sekelas Hanabi yang masih ingusan, belum dewasa seperti cowok idaman Hinata.

"Dia melihat kita!" jerit Ino kegirangan. Dari jauh sana, Itachi melihatnya dengan tatapan datarnya. Menunggu Hinata yang tak kunjung keluar dari halaman sekolahnya tapi malah asyik ngobrol dengan sahabatnya.

.

.

.

"Uchiha-kun, ngapain sih ngikutin aku terus?" Hinata menoleh ke belakang untuk berbicara dengan si manis jembatan ijo ini. Sesuai perkiraannya, bocah kelas 3 SMP itu mengikutinya dibelakang.

"Aku suka sama Hinata-san. Aku mau jadi pacarnya Hinata-san."

Lagi-lagi kata-kata ini yang diucapkannya.

"Tapi aku enggak suka sama Uchiha-kun," katanya pelan takut melukai perasaan daun muda yang berdiri tak jauh dari hadapannya. Anak seumuran Itachi kan gampang tersinggung, itu pemikiran Hinata.

"Aku bisa membuat Hinata-san jatuh cinta padaku," ucapnya pede.

"Tapi aku enggak suka sama anak kecil."

"Aku udah gede, tinggiku aja udah sama kayak Hinata-san, malah tinggian aku dikit."

Kan, omongannya aja masih kayak anak kecil. Hinata memang suka sama anak kecil, tapi tidak untuk Itachi, entah apa alasannya.

"Aku suka cowok dewasa, Uchiha-kun belum dewasa."

Ayo Hinata, buat bocah ini tak bisa berkutik.

"Aku udah mimpi basah kok, jadi aku bisa ngebuahin Hinata-san," tepis Itachi masih ngotot. Dia gak bakalan ngelepasin cewek idamannya ini meskipun udah ditolak. Kukejar cintamu, Hinata-san!

Sedangkan Hinata yang mendengarnya mukanya memerah. "Uchiha-kun mesum!" teriaknya lalu lari. Itachi terbengong-bengong. Kenapa Hinata malah lari darinya? Apa ia salah berkata?

.

.

.

Oke, saya gak mau berkata apapun tentang endingnya #uhuk

Kalo gak suka, beritahu saja, nanti saya hapus.