Naruto © Masashi Kishimoto
Both of Us © Taylor Swift feat
This fiction © Mitsuki Ota
.
.
.
Warning: standard applied
.
.
.
Enjoy! XD
.
.
.
Kiss me!
.
.
.
"Apa kau tahu Sakura-chan saat Sai menciumku? Kyaa~ aku meleleh," terang Ino sambil tersipu malu. Sakura dan Hinata yang terlibat obrolan remaja itu hanya bisa memerah mendengar pengakuan sahabat mereka yang baru saja jadian dengan Sai, ketua grup melukis di sekolah mereka.
"Aku juga merasakan hal yang sama denganmu, Ino," kata Sakura tersipu begitu mengingat ciuman pertamanya dengan si pirang yang tak lain adalah Naruto, sahabat yang sekarang menjadi kekasihnya.
"Benarkah?"
"Hu-um," jawab Sakura sambil mengangguk.
"Ne, bagaimana denganmu, Hinata? Apa kau juga meleleh ketika Itachi-san menciummu?" tanya Ino dengan semangat yang melebihi seorang Rock Lee. Sedangkan yang ditanyai hanya merona. "A-aku belum pernah be-berciuman dengan Itachi-san,"akunya sambil menahan semburat kemerahan yang muncul tak diundang di pipinya.
"Hah? Kau serius? Kau payah, Hinata!"
What the...?
.
.
.
Hinata baru saja memasukkan bukunya ketika menangkap bayangan seseorang yang tak lain adalah Uchiha Itachi mendekat ke arahnya.
"Apa sudah selesai?" tanyanya.
"Hu-um."
.
.
.
"Ada apa?"
"Hinata, ada apa?"
"Eh?" Hinata yang tersadar kalau barusan dipanggil Itachi mendongak demi melihat wajah tampan sang kekasih.
"Ada yang mengganggu pikiranmu?"
Ada Itachi-san, pikirnya.
"Ti-tidak."
"Kau yakin?"
"Iya," katanya pelan. Sejujurnya di dalam hati Hinata bergejolak. Ucapan Sakura dan Ino tadi mengacaukan pikirannya.
"Apa kau juga meleleh ketika Itachi-san menciummu?"
Meleleh? Jangan bercanda. Hinata yang alim ini bahkan tak pernah berciuman. Kalo dipikir-pikir semua teman-teman Hinata yang berpacaran pernah berciuman, mengapa ia yang sudah punya pacar selama setengah tahun ini tak pernah merasakan yang namanya ciuman? Apa Itachi tak menaruh minat padanya? Katanya kan ciuman tanda kasih sayang, tapi mengapa sampai sekarang Itachi tak pernah menciumnya? Jangan-jangan Itachi memang tak menyayanginya?
Tidak! Itu tidak mungkin! Selama ini Itachi memang jarang mengucapkan kata cinta padanya namun bukan berarti Itachi tidak menyayanginya.
Saking seriusnya berpikir Hinata bahkan tak sadar kalau ada batu. Hinata tersandung dan jatuh.
"Ittai~"
Itachi yang sadar kalau ada suara benda jatuh di belakangnya menoleh dan melihat Hinata jatuh dengan lutut yang berdarah.
"Kau baik-baik saja?"
Baik-baik gimana lututnya Hinata aja berdarah?
"Sebentar." Itachi membuka tasnya dan mencari tissu. Kebetulan tadi ia dikasih sama mami Mikoto waktu berangkat sekolah entah apa tujuannya.
Pelan-pelan Itachi membersihkan darah yang mengalir di lutut sang kekasih tercinta takut kalau si empunya kesakitan. Untungnya cuman lecet dikit, kalo banyak pasti paman Hiashi akan mencincangnya, dan Neji akan menggunduli rambut gondrong kebanggaannnya. Itachi bergidik ngebayangin kalo ia beneran jadi plontos. Pasti kinclong deh. Lama Hinata memandangi Itachi. Apa benar kalo Itachi tak menyayanginya? Tapi kalo itu beneran ngapain si sulung Uchiha ini membersihkan lukanya?
"Kau bisa berjalan?" Hinata geleng-geleng. Sebenarnya bisa tapi dia malas karena kakinya sakit.
"Aku gendong?" tawar Itachi.
.
.
.
Hangat. Punggung Itachi begitu hangat. Gadis manis itu jadi nyaman berada digendongan kakak kelasnya. Sudah lama sejak ia digendong oleh sepupunya—Neji—ia tak pernah merasakan lagi yang namanya punggung khas anak laki-laki.
"Itachi-san?" panggil Hinata setelah memutuskan untuk membuka mulutnya.
"Hn?"
"Aku menyukai Itachi-san," katanya malu-malu lalu menyembunyikan wajahnya yang merah bak tomat di punggung Itachi. Setelah kejadian tadi Hinata jadi sadar kalau ungkapan kasih sayang tak harus lewat ciuman atau kata-kata. Itachi menyayanginya tanpa perlu mengumbar kata-kata gombal. Semua perilaku yang selama ini ia tunjukkan kepada Hinata sudah cukup menjadi bukti.
Itachi yang mendengar jadi tegang dan ikut memerah. Andai saja Hinata tahu bagaimana rupa pujaan hatinya sekarang.
.
.
.
Owari
Setelah frustasi di depan netbuk karena gak bisa ngapa-ngapain selain bengong akhirnya ngubek-ubek folder yang ada di netbuk kali aja dapet penpik yang belum dipublish. Dan yatta! Akhirnya dapet. Hehe
Meskipun baru setengah jalan yang didapetin tapi gak papa deh XD
Fic ini akhirnya selesai karena aku udah gak sanggup lagi kalo nerusin T_T
Maaf ya jika fic ini datar (biasanya gitu juga sih) #mewek
Terima kasih buat semuanya ^^
Dan ya~ jangan lupa buat gabung di grup ItaHina di Facebook. Light in The Dark (ItaHina) :D masih anget (?) loh~ XD #promosibentar #disepak
Mind to review?
Mitsuki Ota
27 April 2013
