BE CLOSE MY BROTHERS
.
.
Main Cast :
Park Jung Soo / LeeTeuk
Lee Donghae as Park Donghae
Kim Kibum as Park Kibum
Cho Kyuhyun as Park Kyuhyun
.
Genre : Family and Friendship
.
Summarry :
Kasih sayang selalu ada di dalam sebuah keluarga walaupun seakan ada pembatas yang membuat suasana menjadi canggung. Selalu ada cinta di balik semua pertengkaran dan perdebatan. Tapi bukankah akan lebih indah jika suasana canggung dan pertengkaran yang terjadi itu lenyap, terganti dengan sebuah kehangatan dan kebersamaan setiap anggota dalam sebuah keluarga besar.
.
OOOoooßCMB oooOOO
PART 1
9 Years Ago
Seorang namja yang berumur 30 tahun itu tengah terduduk di kursi panjang sebuah rumah sakit. Ia berusaha untuk tenang walaupun hatinya sudah di selimuti rasa khawatir yang sangat besar. Ia hanya bisa menggerakan kaki nya gelisah dan tangan nya saling meremas untuk menyalurkan rasa khawatir. Berulang kali mata nya melirik sebuah ruangan bersalin dimana sang istri tengah berjuang menyelamatkan anak mereka.
"Appaaa~"
Namja itu menoleh saat sebuah suara riang dan sedikit cempreng itu menyapa pendengaran nya. Senyuman terukir di wajah namja itu saat ia melihat dua bocah yang notabene adalah anaknya kini menghampiri dirinya. Seorang anak berumur 7 tahun yang tengah menggendong adik kecil nya yang masih berumur 3 tahun.
"Jung Soo, Hae-ya"
Park Jung Min—namja itu segera berdiri dan mengambil alih Donghae dari gendongan Jung Soo. Donghae tersenyum senang lalu memeluk leher sang Appa.
"Belum selesai ya Appa?" tanya Jung Soo sembari memperhatikan ruangan bersalin yang masih tertutup rapat. Sang Appa mengelus kepala Jung Soo lalu mengangguk. Mereka pun terduduk kembali di kursi tunggu. Jung Soo mengeluarkan roti yang baru saja ia beli bersama Donghae di kantin rumah sakit. Ia memberikan nya pada sang Appa dan dongsaeng nya.
"Hae mau ketemu adik kecil!" ucap Donghae sembari memperagakan sosok adik dengan tangan mungilnya. Wajahnya yang polos membuat Jung Min tersenyum geli.
"Ne, Hae pasti akan bertemu adik kecil nanti. Kita harus berdoa agar kita bisa segera bertemu dengan eomma dan adik kecil" ucap nya. Donghae mengerjapkan mata nya polos lalu mulai menangkupkan kedua tangan nya di depan dada seperti posisi berdoa yang di ajarkan kedua orang tuanya.
"Hae mau berdoa?" tanya Jung Soo sembari tertawa kecil. Ia mencubit gemas pipi chubby Donghae.
"Ne hyungie~ kita beldoa cekalang yuk" ajak Donghae dengan cengiran lebar. Jung Soo mengangguk lalu ikut melipat kedua tangan nya untuk berdoa dan mulai memejamkan mata nya. Donghae memperhatikan sang hyung sejenak lalu ikut memejamkan mata nya. Sesekali bocah kecil itu membuka mata nya untuk melihat sang hyung, apakah sudah selesai atau belum. Jika belum ia kembali memejamkan mata nya dan setelah Jung Soo membuka mata nya, ia pun ikut membuka mata nya lalu menyengir lebar. Jung Min yang memperhatikan itu hanya tertawa dalam hati. Perasaan bangga dan senang melihat dua jagoan nya seperti itu.
Setelah beberapa saat menunggu akhirnya pintu itu terbuka. Dua orang suster dan seorang dokter keluar dari dalam. Jung Min menyuruh Jung Soo agar membawa Donghae masuk ke dalam ruangan itu terlebih dahulu karena ia ingin berbicara dengan uisa.
"Keadaan nyonya Park sedikit lemah tapi ia baik-baik saja. Hanya membutuhkan banyak istirahat dan anak laki-laki anda juga sehat. Selamat!" ucap sang uisa membuat tuan Park sedikit sedih namun juga bahagia. Ia mendapat seorang jagoan lagi!
Nyonya Park sudah di pindahkan ke ruang rawatnya kembali. Tuan Park segera masuk ke dalam ruangan tersebut dan menemukan Jung Soo dan Donghae yang sudah berada di sana. Donghae bercerita banyak hal dengan nada khas nya dengan begitu riang. Sang eomma hanya menanggapi dengan senyuman tipis.
Perhatian mereka teralihkan saat seorang suster masuk ke dalam ruangan tersebut dengan seorang bayi mungil dalam gendongan nya. Nyonya Park tersenyum senang lalu mengambil alih sang anak yang sangat kecil dan masih merah itu. Bayi mungil itu menggeliat pelan, mata nya masih belum bisa terbuka sempurna, rengekan bayi terdengar seperti alunan lagu yang indah.
"Bum Bum jangan menangis~" Hae yang duduk di sisi kosong ranjang sang umma lalu mendekati bayi tersebut dan menoel-noel pelan pipi adik kecilnya.
"BumBum?"
Appa, eomma dan Jung Soo menatap Donghae dengan tatapan bertanya sedangkan bocah kecil itu hanya mengerjap polos namun setelahnya ia tersenyum lebar.
"Hae mau panggil adik kecil ini Bum Bum" ucap Donghae sembari mengelus pipi bayi kecil itu perlahan.
"Bum? Hemm… Ki—Bum?" gumam Jung Soo pelan namun mampu di dengar oleh kedua orang tua nya. Jung Soo tersenyum manis menunjukan lesung pipi di sudut pipi kirinya.
"Boleh juga. Bagaimana jika kita namakan dia Park Kibum?" usul sang Appa senang.
"Kibum… nama yang bagus. Dia pasti akan menjadi namja yang tampan dan pintar nanti nya" nyonya Park tersenyum lembut sembari mengelus wajah bayi kecil yang bernama Kibum itu dengan sayang.
"Hae juga tampan umma~~" protes Donghae sambil menggembungkan pipinya membuat hyung, appa dan umma nya tertawa melihat kelakuan polos bocah tersebut.
.
.
Hari-hari berikutnya di lewati keluarga Park dengan begitu riang dan harmonis. 9 bulan sudah terlewati sejak kehadiran anggota baru keluarga itu—Park Kibum. Si kecil dan manja Donghae pun semakin aktif dan tidak bisa diam di usia nya yang menginjak hampir 4 tahun itu. Dan Jung Soo yang mulai belajar menjadi sosok seorang hyung yang baik untuk kedua dongsaeng nya saat ini.
Suasana cukup tegang terjadi di sebuah kamar yang di huni tuan dan nyonya Park tersebut. Nyonya Park tengah berbaring di tempat tidur, mata nya menerawang jauh ke langit-langit kamar yang putih sedangkan tuan Park tengah duduk di sebelah istrinya. Mereka tengah membicarakan sesuatu yang cukup penting.
"Bummie masih terlalu kecil untuk di titipkan, yeobo" ucap nyonya Park lirih membuat suami nya menghela nafas berat.
"Tapi appa dan umma bisa menjaga mereka dengan baik. Lihat kondisi mu sekarang sayang. Kau membutuhkan istirahat yang banyak dan tidak bisa lelah sedikit pun. Ini semua juga untuk calon anak kita bukan?"
Ya, nyonya Park tengah mengandung anak keempat padahal saat itu usia Kibum baru menginjak 5 bulan. Mereka senang namun ada perasaan cemas yang menghantui. Kondisi nyonya Park menjadi lebih lemas dan lemah di kehamilan keempatnya ini. Uisa mengatakan kehamilan ini adalah hamil susulan. Keadaan nyonya Park lemah karena hal ini juga ia mengalami jarak kehamilan dan kelahiran kurang dari 1 tahun. Ia menyarankan agar nyonya Park beristirahat banyak dan tidak boleh lelah sedikit pun demi kebaikan bahkan agar mengurangi resiko bahaya dari bayi yang di kandungnya.
Mereka bertahan selama 4 bulan lebih ini namun saat ini tuan park seakan angkat tangan mengurus 3 orang anak mereka seorang diri. Kibum yang masih sangat membutuhkan mereka setiap saat. Donghae yang siap masuk ke playgroup dan pasti butuh perhatian extra. Jung Soo memang bisa membantu mengurus Donghae tapi tetap ia merasa kelelahan.
Hingga akhirnya ia memutuskan sebuah jalan yang menurutnya terbaik. Ia akan menitipkan ketiga anak mereka kepada orang tuanya sesaat toh appa dan umma nya tak keberatan akan hal itu. Namun nyonya Park merasa itu bukan keputusan yang baik. Ia tak ingin berpisah dengan ketiga anaknya terutama Kibum yang masih berumur 9 bulan.
"Tapi—"
"Kau semakin lemah yeobo. Aku tak ingin sesuatu yang buruk terjadi padamu dan calon anak kita"
Nyonya Park tak bisa membalas lagi. Ia hanya menangis sembari menutup mulutnya agar isakan tak keluar. Tuan Park kembali menghela nafas. Ia menarik tubuh istrinya ke dalam pelukan hangat berusaha menenangkan dan meyakinkan apa yang telah menjadi keputusan nya.
"Sudahlah. Mereka akan baik-baik saja. Percaya padaku. Yang terpenting sekarang adalah kesehatan diri mu dan calon anak kita nantinya" bisik tuan Park.
"Besok kita control dan meminta izin kepada uisa apa kau bisa melakukan penerbangan dalam waktu dekat atau tidak. Kita akan ke Jerman, di sana tim medis lebih professional dan terjamin"
.
"Eommaaa. Shireo! Hae kut ummaaa~"
Bocah kecil itu terus berontak dari gendongan harabeoji nya. Mata nya sudah bengkak dan memerah, cairan bening itu terus mengalir membasahi pipi chubby nya. Tangan nya terulur ke depan seakan ingin meraih umma nya. Tak hanya Donghae yang menangis, sang anak sulung keluarga Park pun sudah menangis dalam diam. Ia hanya menundukan kepala nya. Hanya si kecil Kibum yang tenang tertidur dalam gendongan sang halmeoni.
"Ummmaa~ hiks—Hae ikut—hiks"
Hati tuan dan nyonya Park berdesir melihat kedua anaknya itu menangis apalagi Donghae yang merengek ingin ikut. Hari ini mereka akan melakukan penerbangan setelah mendapatkan izin dari uisa mengenai kesehatan nyonya Park. Keadaan nyonya Park masih memungkinkan untuk melakukan penerbangan sehingga mereka memutuskan untuk pergi secepatnya.
"Hae harus menurut apa kata halmeoni dan harabeoji ne? ucap nyonya Park sembari mengecup kening Donghae. Tangan mungil bocah itu langsung menggenggam erat kerah kemeja sang umma namun akhirnya terlepas saat nyonya park melepaskan nya sedikit paksa. Kemudian ia tersenyum tipis memperhatikan Kibum. Ia mengecup kedua pipi bayi mungil itu. Perasaan bersalah menyelimuti hatinya.
"Jaga dirimu chagi. Umma titip dongsaeng mu ne?" ucap nyonya Park yang beralih ke Jung Soo yang hanya menganggukan kepala nya, tak mengeluarkan suara sedikit pun. Nyonya Park tersenyum tipis lalu mengecup kening Jung Soo.
"Appa. Umma… Kami titip anak-anak" ucap tuan Park kepada orang tuanya.
"Tak perlu khawatir, kami akan menjaga mereka. Kalian baik-baiklah di sana. Kami akan menanti kepulangan kalian" ucap sang umma kepada anak dan menantu nya itu.
Tak menunggu waktu lama, mereka pun meninggalkan rumah besar dan cukup mewah itu—meninggalkan ketiga anak mereka untuk sementara waktu.
Tidak mudah mengurus ketiga anak keluarga Park tersebut. Donghae yang selalu merengek agar bisa menyusul appa dan umma nya dan Kibum yang juga terus menangis. Beberapa baby sitter di pekerjakan untuk merawat mereka walaupun sang halmeoni juga mengurus mereka dengan tangan sendiri.
Namun ini barulah awal…
1 tahun telah berlalu sejak hari itu. Jung Soo, Donghae dan Kibum sudah terbiasa hidup jauh dari orang tuanya –tinggal bersama kakek neneknya walau rasa rindu terkadang menyelimuti hati mereka.
Suatu hari ada seorang yeoja yang mengunjungi rumah keluarga besar Park itu. Seorang yeoja cantik yang notabene adalah adik dari tuan Park sendiri. Tanpa di duga oleh yang lain nya, yeoja itu berniat membawa Kibum untuk merawat dan tinggal bersama dirinya beserta suami nya. Ia sangat menginginkan seorang anak namun 5 tahun menikah, ia belum di karuniai seorang anak pun.
Karena sebuah cerita yang mengatakan jika kita merawat dan mengasuh seorang anak maka hal itu bisa memacu yeoja yang mengasuhnya akan lebih mudah memiliki anak. Toh, dengan begitu ia bisa belajar bagaimana cara mengasuh seorang anak nantinya. Maka ia meminta izin kepada sang kakak untuk mengasuh salah satu dari anaknya hingga kepulangan tuan Park ke Korea.
Awalnya tuan Park menolak namun ia tak tega mendengar suara yeodongsaeng nya yang memelas dan akhirnya ia mengizinkan nya. Karena Jung Soo dan Donghae sudah besar dan menolak untuk di pisahkan dan anak kedua keluarga besar Park tersebut hanya sanggup mengurus seorang anak saja maka ia memutuskan untuk membawa Kibum bersama nya.
Tentu saja Jung Soo dan Donghae tidak terima dongsaeng mereka di bawa pergi namun apa daya… harabeoji dan halmeoni nya mengizinkan hal tersebut terlebih sang Appa yang berada jauh di sana sudah memberi izin pula. Dengan berat hati mereka hanya menatap kepergian Kibum bersama bibi mereka.
Sejak saat itulah, anak dari keluarga Park tercerai berai. Akhirnya Jung Soo hanya tinggal berdua dengan Donghae di rumah kakek-neneknya. Kibum yang tinggal bersama bibi mereka. Terakhir sang anak bungsu yang belum di kenal ketiga anak itu—Kyuhyun yang tinggal bersama kedua orang tuanya di Jerman. Karena masalah daya tahan nyonya Park dan sang anak yang lemah, mereka pun terpaksa tinggal di Jerman lebih lama hingga bocah kecil dan sang eomma itu sehat total.
.
"Bummie, kajja lihat hyung!"
"…"
"Bummie~"
"Yung belicik!"
Seorang bocah kecil berusia 8 tahun menggembungkan pipinya kesal mendengar balasan dari dongsaeng nya itu. Donghae –namja itu hanya bisa berdecak sembari menatap bocah berumur 5 tahun di hadapan nya dengan tatapan kesal. Kibum hanya mengerjapkan mata nya polos. Sejak tadi Donghae berusaha mengajak Kibum bermain namun dongsaeng nya itu hanya terdiam sembari menatap sang hyung dengan tatapan bingung.
Ya, seperti biasa saat weekend tiba maka Kibum akan berkunjung ke rumah halmeoni harabeoji nya dan bermain dengan kedua hyung nya. Walaupun tinggal terpisah, keluarga bibi nya selalu memberitahukan silsilah asli keluarga Kibum dan seperti nya namja kecil itu tidak terlalu mempedulikan hal tersebut. Yang ia tahu ia senang berada di rumah ahjumma nya bersama saudara laki-laki yang berbeda setahun dengan nya itu.
Donghae menolehkan kepala nya saat mendengar suara kikikan geli dari arah tangga. Ia semakin menggembungkan pipi nya kesal saat mendapatkan Jung Soo sudah berdiri di sana dengan tawa kecil dan bisa di pastikan hyung nya itu tengah menertawakan dirinya.
"Hyung, jangan tertawa!" cetus Donghae. Jung Soo hanya menggelengkan kepala nya dan melangkah mendekati kedua dongsaeng nya itu. Ia mengacak rambut Donghae dan ikut terduduk di karpet bersama Donghae dan Kibum. Ia mengelus pelan pucuk kepala Kibum.
"Bagaimana kabar mu Kibummie?" tanya Jung Soo basa basi kepada dongsaeng nya itu. Kibum hanya menatap sesaat wajah manis Jung Soo lalu menganggukan kepala nya.
"Bummie! Bisakah kau berbicara lebih banyak, huh?" Donghae melipat kedua tangan nya di depan dada. Ia sedikit kesal. Setiap kali bersama Kibum, dongsaeng nya itu lebih banyak diam dan menanggapi seadanya seakan membiarkan kedua hyung nya itu bercerita panjang lebar seorang diri. Walaupun ia juga senang menceritakan kisahnya tapi tetap saja ia ingin mendengar cerita dari dongsaeng nya itu.
"Sudahlah Hae" lerai Jung Soo sembari tersenyum maklum, setidaknya ia sadar Kibum merasa canggung bersama mereka toh waktu mereka bersama hanya sebentar selama weekend ini. Dan hal tersebut pasti membuat hubungan mereka sedikit renggang.
.
"Bola~ Bola cini… cini, tunggu~"
Kegiatan ketiga saudara itu terinterupsi oleh sebuah suara sedikit cempreng yang memenuhi ruangan. Pandangan mereka teralihkan ke sebuah bola yang menggelinding masuk ke ruang tengah dan berhenti tepat di karpet tak jauh dari ketiga nya duduk. Tak lama setelah itu, seorang bocah laki-laki berlari kecil menghampiri bola berwarna biru itu. Bocah berkulit putih pucat dengan rambut coklat sedikit ikal dan wajah yang terlihat sangat manis dengan cengiran lebar yang menghiasi.
Tanpa mempedulikan tatapan aneh yang tertuju padanya, bocah itu langsung mengambil bola miliknya dan memeluknya begitu erat. Ia mulai mengangkat wajahnya dan terdiam di tempat saat melihat tiga anak tengah menatapnya intens. Senyuman lebar itu masih terlukis di wajah manis nya seakan sebagai sebuah salam walau tak ada kata yang terucap. Jung Soo, Donghae dan Kibum pun enggan untuk mengeluarkan suara dan tetap memperhatikan namja itu intens.
"Nugu?" gumam Donghae akhirnya mengekspresikan rasa penasaran nya pada bocah asing yang tak pernah ia lihat. Tak ada yang membalas pertanyaan namja itu. Kibum hanya terdiam sama seperti Jung Soo yang juga terdiam walau terlihat seperti tengah mengingat sesuatu.
"Ah! Di sini kalian rupanya. Halmeoni mencari kalian kemana-mana"
Perhatian keempat anak itu kembali teralih kepada seorang yeoja paruh baya yang masih terlihat cantik walau sudah terlihat keriputan tipis di wajahnya. Yeoja itu tersenyum senang melihat cucu nya. Ia masih setia berdiri di ambang pintu tanpa menghampiri mereka.
"Halmeoni punya hadiah untuk kalian bertiga…" ucap yeoja itu lagi membuat Jung Soo, Donghae dan Kibum saling melempar tatapan bingung.
"Coba lihat siapa yang pulang?!" lanjutnya lagi dengan nada riang kemudian mulai menggeser tubuhnya dari ambang pintu mempersilahkan dua orang dewasa lain nya untuk memasuki ruangan tersebut. Jung Soo dan Donghae sontak membulatkan mata nya sedangkan Kibum hanya menatap datar dua orang itu.
Keheningan terjadi sesaat… Mereka hanya saling menatap seakan belum puas menatap wajah dari masing-masing. Halmeoni yang sedaritadi hanya terdiam di ambang pintu memutuskan untuk pergi meninggalkan keluarga tersebut.
"Chagi-ya~"
Sosok yeoja cantik yang sangat di kenal oleh Jung Soo dan Donghae langsung menghampiri kedua namja itu lalu memeluknya kedua nya dengan begitu erat. Perasaan rindu yang di rasakan selama bertahun-tahun akhirnya bisa terobati. Isakan tangis langsung keluar dari bibir nya.
"Eo—eomma" gumam Donghae yang juga sudah menangis. Ia masih belum mempercayai sosok yang tengah memeluknya adalah sosok eomma yang ia rindukan dan nantikan selama ini.
"Ne. Ini eomma chagi. Eomma sangat merindukan kalian" ucap nyonya Park di tengah isakan nya. Mendengar itu, Jung Soo dan Donghae pun mulai membalas pelukan dari sang eomma.
"Eomma… Eomma…" isak Donghae sembari menyembunyikan wajahnya di pundak eomma nya. Jung Soo hanya terdiam walau air mata sudah mengalir deras dari kedua mata nya, lidahnya terasa kelu untuk berucap sepatah kata pun. Sang eomma pun masih memeluk kedua nya dengan erat selama beberapa saat, menyalurkan kerinduan yang menyelimuti hati ketiga nya. Setelahnya ia melepas pelukan itu lalu mengecup kedua pipi Donghae dan kening Jung Soo bergantian. Ia tersenyum begitu manis.
"Kibummie? Chagi…" nyonya Park beralih pada namja berusia 5 tahun yang sedaritadi hanya duduk diam di tempatnya. Yeoja itu menangkup pipi Kibum dan menatap mata hitam nya dalam. Kibum hanya membalasnya dengan tatapan datar. Ia tahu sosok di hadapan nya adalah sosok eomma nya. Walau ia tak ingat sedikit pun kenangan bersama yeoja itu, ia masih sering melihat sosoknya di foto yang biasa di perlihatkan halmeoni dan ahjumma nya.
"Kau sudah besar. Ini eomma sayang. Eomma sangat merindukan mu"
Tanpa menunggu respon dari Kibum, nyonya Park langsung membawa Kibum dalam pelukan hangat nya. Kibum sendiri tak menolak dan justru memejamkan mata nya menikmati pelukan yang seakan tak pernah ia rasakan namun begitu hangat. Di saat yang sama, tuan Park juga menghampiri mereka semua dan segera memeluk Jung Soo dan Donghae.
Keluarga yang sudah lama terpisah tempat itu pun akhirnya berkumpul kembali. Suasana hangat terlihat menyelimuti ruangan tersebut. Sungguh mengharukan bagi yang menyaksikan hal tersebut.
"Appa… Eomma… kalian tak akan pergi lagi kan?" tanya Donghae sembari menghapus air mata yang membasahi wajahnya. Ia menatap kedua orang tua nya dengan tatapan penuh harap.
Jung Soo dan Donghae melebarkan senyuman saat kedua orang tuanya mengangguk pasti.
"Mulai sekarang kita semua akan tinggal bersama dan kita tak akan terpisah lagi. Kami juga berjanji tak akan meninggalkan kalian lagi" ucap tuan Park sembari mengacak rambut Donghae dan merangkul bahu Jung Soo.
"Jinja?"
"Ne!" Jung Soo dan Donghae tertawa kecil mendengar jawaban sang Appa. Nyonya Park masih saja memeluk Kibum seakan belum puas berdekatan dengan namja itu.
"Ah!" pekik tuan Park tiba-tiba membuat mereka semua menatap namja itu dengan tatapan bingung. Tuan Park tak segera menjawab kebingungan mereka. Ia justru mengalihkan tatapan nya pada seorang bocah yang masih berdiri tak jauh dari mereka dengan bola yang setia dalam pelukan nya.
"Kyunnie, apa yang kau lakukan di sana? Kajja, kemarilah. Temui hyungdeul mu, sayang" tuan Park melambaikan tangan nya seakan memanggil bocah itu. Jung Soo dan Donghae hanya mengernyit bingung menatap bocah yang mulai menghampiri mereka dengan senyuman polos.
"Jung Soo, Donghae, Kibummie… Kenalkan, ini dongsaeng kalian—Park Kyuhyun" ucap tuan Park bangga sembari merangkul bahu bocah yang bernama Kyuhyun itu.
Hening…
Tuan dan nyonya Park mengerutkan dahinya saat tak mendapat respon apa pun dari ketiga anaknya yang terlihat diam dan menatap Kyuhyun dengan berbagai ekspresi.
"Chagi-ya?" ucap nyonya Park seakan membuyarkan lamunan ketiga nya.
"Hmm, waeyo? Kyuhyun adalah do—"
"Dongsaeng Hae hanya ada satu! Dongsaeng Hae hanyalah Kibummie!"
Seakan mendapat petir di siang hari yang cerah, tuan dan nyonya Park membulatkan mata nya dan menatap anak kedua mereka yang sudah melontarkan pernyataan yang tidak bisa mereka duga. Dan seketika senyuman manis di wajah Kyuhyun memudar dan berganti tatapan kesal kepada namja yang tengah menatapnya dengan tatapan kesal itu.
.
.
.
.
OOOoooßCMB oooOOO
Jung Soo duduk di sofa ruang tamu dengan keadaan masih sedikit kacau. Perasaan tegang, kesal dan khawatir yang bercampur menjadi satu. Ia mengusap wajahnya kasar lalu kembali menatap ketiga dongsaeng nya yang duduk di karpet lembut di hadapan nya. Donghae, Kibum dan Kyuhyun baru saja mengetahui kepergian kedua orang tua nya. Beberapa saat yang lalu, Jung Soo membacakan surat yang di tinggalkan sang eomma. Mereka hanya terdiam seakan tak bisa berkata apa-apa lagi. Walaupun diam terlihat raut keterkejutan dan tak percaya bahkan takut dalam wajah ketiganya.
"Hyung, apa mereka sedang bercanda saat ini? Sebulan? Itu cukup lama hyung" Donghae membuka suara nya memecah keheningan yang terjadi. Ia menatap hyung nya dengan tatapan penuh harap jika semua nya hanya lelucon. Jung Soo hanya tersenyum miris lalu menggelengkan kepala nya.
"Aku sudah mencoba menghubungi mereka tapi ponsel mereka tak aktif lalu aku juga sudah menanyakan pada sekretaris Jung dan ia membenarkan bahwa Appa mengambil cuti selama sebulan" jelas Jung Soo yang di balas dengan helaan nafas dari Donghae.
"Kenapa eomma tega meninggalkan ku sendiri? Kenapa tak mengajak ku?" racau Kyuhyun sembari menundukan kepala nya. Wajahnya di tekuk dan kekhawatiran tercetak jelas di sana. Hei… dari keempat anak keluarga Park, hanya Kyuhyun lah yang belum pernah terpisah jauh dan lama dari kedua orang tua nya. Tentu saja ia merasa sangat takut saat ini.
"Eomma sudah menjelaskan jika mereka ingin liburan berdua, Kyu. Cobalah mengerti" balas Jung Soo yang sebenarnya tak tega melihat maknae nya seperti itu.
"Tapi kenapa? Harusnya mereka mengajakku!" ucap Kyuhyun lagi seakan tak mendengarkan penjelasan sang hyung tertua. Kyuhyun sontak mendongakan kepala nya dan menoleh memberikan tatapan bingung sekaligus kesal saat mendengar suara tawa meremehkan dari salah satu hyung nya.
"Ya ikan! Kenapa tertawa?!" dengus Kyuhyun dengan memberikan glare pada hyung nya itu.
"Dasar manja! Hanya di tinggal sebulan saja sudah menangis" cibir Donghae tanpa menatap Kyuhyun membuat Kyuhyun semakin emosi.
"Aku tidak manja dan tidak menangis!" bantah Kyuhyun.
"Benarkah? Aku tak peduli. Tapi tak ada appa dan umma berarti tak akan ada yang membela mu lagi evil" balas Donghae lagi.
"Aku tak perlu di bela, puas kau hyung?!" decak kesal Kyuhyun.
"Sudah menyerah? Aah payah~"
"Aku—"
"Bisakah kalian diam?! Hae jangan meledek lagi dan Kyu tidak perlu membalas ucapan hyung mu!"
Hardikan Jung Soo menghentikan perdebatan kakak adik tersebut. Donghae hanya membuang muka dan berdecak kecil sedangkan Kyuhyun sudah mengerucutkan bibirnya menahan rasa kesal. Jung Soo menggelengkan kepala. Kedua dongsaeng nya bagaikan kucing dan anjing yang tidak bisa di satukan bersama. Ia menghela nafas berat.
Bukan hanya Jung Soo yang mendesah lega namun Kibum yang sedaritadi diam pun ikut menghela nafas. Telinga nya terasa panas mendengar perdebatan dari hyung dan dongsaeng nya yang memang duduk di kanan dan kiri dirinya. Sepertinya ia salah jika duduk di antara mereka.
"Jadi?" ucap Jung Soo kemudian. Ketiga dongsaeng kembali menatapnya dengan kernyitan bingung.
"Bagaimana? Apa kalian sanggup memenuhi permintaan appa dan eomma selama mereka pergi? Apa kalian mau mendengarkan perkataan ku dan tak membuat ulah?" jelas Jung Soo sembari menatap ketiga nya bergantian.
"Hae?" panggil Jung Soo sembari menatap namja itu.
"Terserah saja" balas Donghae singkat sambil menggedikan bahu nya. Jung Soo tersenyum kecil melihat Donghae seperti itu. Walau terlihat tidak peduli, Ia tahu Donghae pasti sedikit kesal dan gelisah saat ini.
"Kibum?" alih Jung Soo menatap dongsaeng kedua nya.
Kibum terdiam sejenak sebelum membuka suara nya.
"Tak masalah jika hanya sebulan. Mereka pernah pergi selama bertahun-tahun meninggalkan kita" ucap Kibum dengan ekspresi datar namun ucapan nya tersebut mampu membuat Jung Soo dan Donghae tersenyum miris saat memori mereka berputar ke kejadian beberapa tahun yang lalu. Sedangkan sang maknae? Kyuhyun reflek menundukan kepala nya sembari meremas tangan nya sendiri. Ia tahu apa maksud dari perkataan hyung nya dan tak bisa di pungkiri hatinya sedikit tersayat mendengar penuturan itu.
'Semua itu karena aku bukan?' batin Kyuhyun terus menerus.
"Kyu?" panggilan Jung Soo membuyarkan lamunan dari bocah itu.
"Hnng—nde" gumam Kyuhyun lirih sebagai jawaban tanpa mengangkat wajahnya membuat Jung Soo sedikit menghela nafasnya. Sepertinya ia harus memberikan perhatian ekstra untuk sang maknae yang belum pernah jauh dari orang tua itu.
"Baiklah! Hyung percaya kalian adalah anak baik dan sebulan bukan waktu yang lama jadi semangat lah!" ucap Jung Soo memberi semangat yang hanya dib alas dengan anggukan oleh dongsaeng nya.
"Kajja, sekarang kita siapkan makan malam"
Jung Soo bangkit dari sofa dan beranjak pergi di susul dengan Donghae yang langsung berdiri dari karpet itu. Jung Soo tersenyum lalu merangkul pundak dongsaeng kesayangan nya itu lalu keduanya pun berlalu meninggalkan ruang tengah menuju dapur.
Kibum menghela nafas setelah kepergian kedua hyung nya. Ia melirik kearah kanan nya dan masih mendapati Kyuhyun yang terdiam seakan enggan beranjak dari tempat itu. Selama beberapa detik Kibum memperhatikan dongsaeng nya itu dengan seksama namun setelahnya ia beranjak berdiri dan melangkahkan kaki nya meninggalkan Kyuhyun duduk sendiri di sana.
"Jangan menjadi lemah! Jadilah namja yang kuat dan buktikan kalau kau bisa melakukan hal-hal baru"
Kyuhyun reflek mendongakan kepala nya dan mengalihkan tatapan nya ke ambang pintu. Kibum masih berdiri di sana, membelakangi Kyuhyun.
"Hyung?"
Tanpa mengucapkan kata lain nya, Kibum pun kembali melangkahkan kaki nya sedangkan Kyuhyun masih setia memperhatikan punggung Kibum yang mulai hilang dari ambang pintu. Kyuhyun menghela nafas panjang lalu mulai mengucek mata nya untuk menghilangkan genangan air yang sudah menumpuk di pelupuk mata nya. Senyuman yang terkesan di paksakan terpantri di wajah tampan nan manisnya.
"Ne! Park Kyuhyun adalah namja kuat. Kau pasti bisa, Kyu. Kau pasti bisa! Ingat, kau tidak sendirian di rumah ini dan mereka akan pulang sebulan lagi. Kau masih punya hyungdeul di sini. Masih ada Jung Soo hyung, Hae hyung dan Bum hyung. Ya, masih ada hyungdeul… masih ada—mereka"
Ucapan penyemangat yang di lantunkan oleh Kyuhyun sendiri itu berakhir dengan nada pelan dengan senyuman miris saat sosok ketiga hyung nya muncul di pikiran nya sendiri. Ia memang bersama ketiga hyung nya tapi… Hubungan nya dengan mereka tidaklah sebaik yang di lihat orang dari luar. Kyuhyun kembali menghela nafas berat. Ia memejamkan mata nya sesaat dan sebuah senyuman manis mulai terpantri di wajahnya. Tanpa pikir panjang, ia langsung beranjak berdiri dan berlari kecil menuju dapur menyusul ketiga hyung nya untuk menyantap makan malam bersama.
.
.
.
OOOoooßCMB oooOOO
Sang mentari mulai terlihat di ufuk timur. Langit yang tadinya gelap mulai terlihat terang oleh sinar sang mentari pagi. Kehangatan mulai terasa menepis angin dingin yang menyelimuti kota Seoul yang mulai memasuki musim gugur tersebut. Titik embun masih setia menghiasi dedaunan yang menambah kesan sejuk. Burung-burung pun mulai melantunkan kicauan merdu nya dan terbang untuk mencari sumber makanan. Aktivitas pun mulai terlihat di salah satu kota terpadat di Korea Selatan tersebut. Orang-orang telah terbangun dari tidur nyenyaknya dan siap melakukan kegiatan nya hari ini.
Tak terkecuali sebuah rumah yang cukup besar yang berada di salah satu kawasan Myeondong tersebut. Ya rumah dari keluarga Park terlihat cukp ramai dan sedikit—kacau.
Jung Soo yang harus terbangun dari tidur nyenyaknya dan langsung tersentak kaget saat melihat jam dinding di kamarnya. Ia kesiangan! Ia memang tidak harus di bangunkan namun suasana rumah yang sepi membuat nya tak terbangun sedikit pun, berbeda dari biasanya jika sang eomma sudah bangun pasti akan ada suara yang mengusik tidurnya. Sungguh, Ia tak memikirkan jika akan kesiangan seperti ini bahkan ia belum menyiapkan apa pun untuk mereka pagi ini.
Tanpa pikir panjang ia langsung berlari keluar kamar dan segera membangunkan ketiga dongsaeng nya. Ia berlari kesana kemari untuk menyiapkan semua keperluan dirinya bahkan ketiga dongsaeng nya.
Tok… Tok…
"Kyu! Cepatlah mandinya!" teriak Jung Soo dari depan pintu kamar mandi. Sudah 15 menit yang lalu sang maknae masuk ke kamar mandi dengan terkantuk dan hingga sekarang bocah itu belum keluar juga dari sana. Entah apa saja yang di lakukan bocah itu di kamar mandi.
Tanpa menunggu jawaban dari Kyuhyun, Jung Soo langsung beranjak dari tempat itu. Ia segera melesat ke kamar lain di lantai dasar. Sebuah kamar bernuansa biru dengan wallpaper kamar bergambar pemandangan di bawah laut dengan berbagai ikan. Ia mendesah saat masih melihat gundukan besar di atas ranjang.
"Park Donghae! Ppalli ireona! Ireona. Kau bisa telat Hae-ya, ish!" Jung Soo menarik selimut berwarna biru yang melapisi tubuh dongsaeng nya namun Donghae tak mau kalah dengan menahan agar selimut itu tak meninggalkan tubuhnya di cuaca dingin pagi ini. Aksi tarik menarik selimut itu pun tak bisa terelakan.
"Berikan aku 5 menit lagi hyungie~" rengek Donghae tanpa membuka mata nya.
"Kau sudah mengatakan hal itu sebanyak 3 kali Hae. Sekarang cepat bangun!" balas Jung Soo agak kesal dengan Donghae yang susah sekali di bangunkan.
"Tapi Hae ngantuk hyung~" rengek Donghae terus menerus membuat Jung Soo memutar bola mata nya malas. Dongsaeng nya itu sudah 12 tahun dan masih saja merengek seperti anak kecil, ckck.
"Tidak ada—"
"Hyyuuungg~~"
Jung Soo sedikit tersentak saat sebuah teriakan nyaring itu tertangkap pendengaran nya. Ia segera menoleh keasal suara dan mata nya membulat saat mendapatkan Kyuhyun sudah berdiri di ambang pintu kamar Donghae dengan tubuh masih basah tanpa sehelai benang pun menutupi. Ceceran air pun terlihat membanjiri tempat nya berdiri.
"Aigoo Kyunnie! Kenapa tidak pakai handuk? Kau membuat lantai basah!" decak kesal Jung Soo sembari menggelengkan kepala nya. Tanpa mempedulikan ucapan hyung nya, Kyuhyun segera berlari masuk ke dalam kamar itu dan menghampiri Jung Soo.
"Aku lupa membawa handuk. Hyung, tolong ambilkan seragam ku di lemari! Aku tak bisa mengambilnya~" rengek Kyuhyun sembari menarik tangan Jung Soo untuk mengikuti nya. Jung Soo pun tak bisa berucap lagi dan hanya mengikuti langkah dongsaeng terkecilnya itu.
"Ah! Hae, bangun sekarang atau hyung akan membuang semua koleksi benda berbentuk ikan mu! Hyung serius, Hae!" ancam Jung Soo sebelum menghilang dari ambang pintu.
Mendengar ancaman hyung nya, Donghae segera terduduk di ranjang nya dan menatap ke arah pintu yang sudah terbuka lebar itu. Ia mengacak rambutnya dan mengucek mata nya untuk menghilangkan rasa kantuk yang tersisa.
"Arrasso! Aku sudah bangun, hyung!" teriak Donghae keras agar suara nya mampu di dengar hyung tertua nya itu.
"Menyebalkan… Menyebalkan! Aku masih mengantuk, Ish! Kenapa harus se—"
Gubrak!
"—Aww! Appo!"
Donghae yang masih mengumpat kesal sembari beranjak dari kasurnya untuk segera menuju kamar mandi harus merasakan lantai dingin di pagi ini. Baru beberapa langkah dari ranjangnya, ia harus terpeleset oleh ceceran air yang sudah menghiasi permukaan lantai kamar nya itu. Ia menggeram kesal seakan tahu siapa yang melakukan hal itu pada kamarnya hingga akhirnya namja tersebut—
"Park Kyuhyun!"
.
Jung Soo masuk ke dalam kamar Kyuhyun sembari mengacak rambutnya yang sudah kusut itu. Jujur ia lelah pagi ini. Ini sama seperti ia harus mengelilingi lapangan sekolah saat olah raga.
"Eomma meletakan seragamku di atas sana, aku tak sampai hyung~" jelas Kyuhyun yang sudah membuka pintu lemarinya dan menunjuk seragam yang berada di bagian atas lemari bertingkat 3 sekat itu.
"Park Kyuhyun!"
Jung Soo segera menoleh saat mendengar suara teriakan Donghae. Ia mengerutkan dahinya merasa bingung kenapa dongsaeng nya berteriak keras seperti itu.
"Ada apa lagi?" Jung Soo hendak beranjak melihat apa yang terjadi pada Donghae namun lengan nya di tahan oleh Kyuhyun yang sudah menatapnya dengan wajah memelas.
"Seragam ku hyungie~ nanti Kyu bisa terlambat" ucap Kyuhyun.
"Eoh? Ah! Ne… ne…"
Kyuhyun tersenyum manis dengan seringaian tersembunyi di dalamnya saat Jung Soo tak jadi pergi dan beralih mengambilkan seragam di lemarinya seakan melupakan teriakan Donghae. Kyuhyun terkikik geli di dalam hati saat membayangkan apa yang terjadi pada hyung penyuka ikan nya itu. Sepertinya rencana yang sudah ia susun pagi ini berhasil, kkkk~
Setelah mengambilkan seragam untuk maknae nya, Jung Soo segera beralih menuju dapur. Ia menyiapkan botol minum dan sekotak bekal untuk Kyuhyun karena namja itu memang biasa membawa bekal berbeda dengan hyung nya yang lain. Ia selalu beralasan tak ingin makan di kantin karena makanan nya tak enak jadi ia hanya mau makan bekal yang di bawa dari rumah. Jung Soo menghela nafas saat hanya bisa memasukan beef rolade dan nasi ke dalam kotak bekal itu. Walau hanya sedikit setidaknya ia yakin ini bisa membuat dongsaeng nya itu kenyang dan tidak kelaparan di sekolah.
Ia segera membawa botol minum dan bekal itu menuju ruang tengah menghampiri Kyuhyun yang tadi tengah menyiapkan bukunya.
"Huaaa~ bukan aku! Bukan aku hyung!"
Kedatangan Jung Soo di ruangan itu langsung di sambut dengan aksi kejar-kejaran Donghae dan Kyuhyun. Jung Soo hanya bisa menghela nafas lelah.
"Pasti kau! Aku terjatuh tadi pasti karena ulahmu bocah kecil, kemari kau!"
Donghae terus mengejar Kyuhyun yang dengan gesitnya menghindari sang hyung membuat Donghae berdecak kesal karena tak mampu menangkap mangsanya sejak tadi. Melihat sosok Jung Soo yang berdiri di dekat sofa, Kyuhyun segera berlari menghampiri dan bersembunyi di balik punggung sang hyung tertua. Donghae yang masih belum mau kalah terus mengejar dan berusaha menangkap adik kecilnya itu.
"Hyung! Gara-gara bocah setan itu aku terjatuh tadi pagi. Dia pasti sengaja membuat kamarku basah oleh ceceran air" adu Donghae tanpa menghentikan aksinya.
"Aniyo~ Kyu tidak melakukan apapun hyungie~" bantah Kyuhyun dengan nada manja dan raut yang di buat semelas mungkin saat Jung Soo menatapnya.
Jung Soo menghembuskan nafasnya kembali. Ia menghentikan pergerakan Donghae dan menatap namja itu tajam. Donghae mengerucutkan bibirnya kesal karena usahanya yang sedikit lagi bisa menangkap bocah itu di gagalkan begitu saja oleh hyung nya.
"Kau mau apa, Hae?" tanya Jung Soo mencoba bersabar.
"Hae mau tangkap bocah itu dan beri pelajaran agar tak jahil lagi!" ujar Donghae dengan penuh keyakinan.
"Hyung~" Kyuhyun yang mendengar itu langsung memeluk Jung Soo dari belakang dengan sangat erat seakan meminta perlindungan.
"Dimana dasi mu?" Donghae mengernyit bingung dengan pertanyaan yang di lontarkan sang hyung. Ia mengalihkan tatapan nya ke seragamnya sendiri. Ia memang belum memakai dasi.
"Di kamar" jawab Donghae sembari mengerjapkan matanya polos.
"Masuk kamar, ambil dasi mu lalu pakai. Siapkan keperluan mu yang lain. Tak ada waktu untuk bertengkar lagi Park Donghae" titah Jung Soo masih dengan nada pelan dan penuh kesabaran.
"Tapi hyung, dia—"
"Se-ka-rang. Hae-ya!" desis Jung Soo penuh dengan penekanan sembari menatap tajam Donghae yang hanya bisa meringis. Ia tak suka jika hyung nya sudah berdesis seperti itu. Dengan berat hati Donghae melepaskan mangsanya lagi dan melangkahkan kakinya pergi setelah menggumamkan sebuah kata tanpa suara 'awas kau' pada Kyuhyun yang membalas nya dengan juluran lidah meledek dan cengiran kemenangan.
" Dan Park Kyuhyun! Bereskan buku mu dan cepat ke meja makan untuk sarapan" Jung Soo beralih menatap Kyuhyun sembari menyodorkan botol minum serta kotak bekal untuk maknae nya itu. Kyuhyun hanya membalas dengan senyuman manis lalu mulai duduk di sofa memasukan semua yang ia perlukan ke dalam tas.
.
.
"Hyung! Apa kau melihat buku sejarahku?!"
"Kemarin kau mengerjakan nya di ruang tengah, Hae. Cek di sana!"
"Hyungie~ PSP Kyunnie ada dimana?"
"Mwo? Hyung tak melihatnya Kyu. Tak usah memikirkan PSP dulu"
"Ani! Kyu harus membawa PSP itu ke sekolah hyung~"
"Aish, kau meletakan nya dimana? Sudah cari di meja belajar atau tempat tidurmu?"
"Ah!"
Jung Soo menghela nafas berat. Sejak tadi Donghae dan Kyuhyun cukup membuat kepala nya berdenyut sakit.
Jung Soo tengah membuatkan susu coklat sebagai sarapan sederhana mereka pagi ini. Ia mengaduk susu tersebut dengan sedikit kasar membuat dentingan antara sendok dan permukaan gelas terdengar nyaring memenuhi ruangan tersebut.
Kesal dan lelah….
Itulah yang di rasakan oleh Jung Soo saat ini. Baru hari pertama ia menjadi orang tertua dan memiliki kewajiban besar di rumah ini sudah membuatnya pusing sendiri. Menyiapkan keperluan dongsaeng nya tanpa mempedulikan kondisi rumah yang bisa di bilang berantakan itu toh nanti akan ada ahjumma yang akan membersihkan nya. Jung Soo memijat pelipisnya. Ingin rasanya ia tak masuk sekolah hari ini. Biasanya ia sudah duduk santai menyantap sarapan sehatnya, namun sekarang dia justru belum mandi dan menyiapkan keperluan sekolahnya sendiri. Jung Soo mengacak rambutnya frustasi.
"Jung Soo hyung"
"Ada apa lagi, hah?!"
Jung Soo membalas sebuah panggilan itu dengan setengah membentak membuat salah satu dongsaeng nya tersentak kaget. Jung Soo menoleh dan sedikit terkejut saat melihat sosok Kibum sudah menatapnya takut. Perasaan bersalah pun langsung menyelimuti hati Jung Soo. Ia mengira jika Donghae dan Kyuhyun yang sejak tadi membuatnya pusing lah yang memanggilnya lagi namun kenyataan nya bukan mereka melainkan Kibum. Ia baru sadar jika ia sedikit melupakan kehadiran dongsaeng kedua nya itu. Ia hanya membangunkan Kibum sebentar dan setelahnya bocah berumur 9 tahun itu tak merepotkan nya sedikit pun bahkan ia cukup kagum sekarang karena Kibum sudah siap dengan seragam rapi dan ransel di pundak kanan nya saat ini.
"Ah! Mianhae Kibummie, aku—"
"Aku tahu kau sibuk, hyung. Maaf mengganggu mu" potong Kibum yang mulai membalikan badan nya dan hendak meninggalkan tempat itu namun Jung Soo segera meraih lengan nya dan membuat Kibum kembali menatap hyung tertua nya itu.
"Mianhae, aku hanya sedikit lelah. Kau tak mengganggu ku. Ada apa saeng? Ada yang kau perlukan?" tanya Jung Soo dengan nada selembut mungkin dan senyuman manis di wajahnya. Kibum terdiam sesaat sembari menatap hyung nya hingga akhirnya ia pun tersenyum tipis.
"Aku hanya ingin kau menandatangani tugas ku, hyung" ucap Kibum sembari menyodorkan sebuah buku yang sejak tadi ia peluk kepada Jung Soo. Tanpa banyak tanya, Jung Soo mulai membubuhi tanda tangan nya pada tempat yang di tunjukan oleh Kibum.
"Gomawo hyung" ucap Kibum sambil memasukan buku tugasnya ke dalam ransel hitamnya.
"Apa ada yang kau perlukan lagi, Bummie?"
Kibum hanya menggeleng sebagai jawaban dari pertanyaan sang hyung. Jung Soo tersenyum lalu mengacak surai hitam Kibum dengan sayang. Ini pertama kalinya ia menyadari jika ternyata Kibum cukup dewasa dan mandiri di usia nya yang sangat belia itu.
"Duduklah. Makan roti dan minum susu mu" titah Jung Soo yang segera di laksanakan Kibum. Ia beralih ke meja makan dan mendudukan dirinya di kursi yang biasa ia tempati.
Tak lama setelah itu, Donghae dan Kyuhyun pun memasuki ruang makan dan segera duduk di kursi merak masing-masing.
"Hanya roti dan susu, hyung?" tanya Donghae sembari menatap Jung Soo. Biasanya di meja tersebut minimal akan ada nasi goreng ataupun roti isi daging buatan sang eomma namun pagi ini berbeda.
"Jangan protes! Tak ada waktu untuk membuat sarapan lagi" Donghae hanya memberikan cengiran tanda bersalah pada hyung nya itu lalu mulai mengambil selembar roti dan mengoleskan selai strawberry keatasnya begitu pula dengan Kibum dan Kyuhyun yang menikmati roti dengan selai kesukaan mereka masing-masing.
"Hyung, tidak makan?" tanya Kyuhyun yang sadar jika Jung Soo hanya berdiri di sudut meja makan sembari menatap dongsaeng nya sarapan. Ucapan Kyuhyun sontak membuat Donghae dan Kibum menghentikan acara makan nya lalu menatap Jung Soo.
"Ani… hyung mau mandi dan siap-siap dulu. Kalian cepat selesaikan sarapan dan segera berangkat sekolah agar tidak telat, arrachi?" ucap Jung Soo sembari memberikan pesan kepada dongsaeng nya itu. Tanpa sadar Donghae, Kibum dan Kyuhyun membulatkan mata nya seakan baru menyadari jika hyung nya itu masih mengenakan piyama tidurnya.
"Hyung…" gumam Donghae kembali merasa bersalah. Ia melirik jam yang melingkar di lengan nya. Kurang lebih setengah jam lagi bel masuk berbunyi dan ia tahu waktu yang di butuhkan hyung nya untuk mencapai sekolah sekitar 20 menit. Hyung nya bisa saja terlambat, aigoo…
"Sudahlah. Cepat selesaikan sarapan kalian! Dan hati-hati di jalan, nde?"
Jung Soo pun melangkah pergi setelah mengucapkan pesan nya. Ia harus menyiapkan diri dengan cepat jika tak ingin terlambat. Donghae, Kibum dan Kyuhyun masih terdiam memperhatikan bayangan sosok sang hyung yang sudah tak terlihat lagi oleh pandangan mereka. Tanpa mereka sadari, mereka menghela nafas secara bersamaan. Mereka pun melanjutkan acara sarapan itu dalam diam.
"Aku sudah selesai. Aku berangkat duluan, hyung" Kibum beranjak dari kursinya dan mulai memakai ranselnya dengan benar. Ia memberi salam pada Donghae sebelum melangkah pergi.
"Bum hyung tunggu Kyu!"
Kyuhyun yang memang selalu berangkat bersama Kibum pun langsung turun dari kursinya. Dengan tergesa ia meminum susunya dan memakai ranselnya. Ia menggigit roti nya yang masih tersisa setengah.
"Bye fishy hyung jelek menyebalkan" pekik Kyuhyun sembari berlari meninggalkan ruangan itu untuk mengejar Kibum. Seperti biasa bocah itu selalu memberi salam pada Donghae dengan berbagai macam kata dan kalimat aneh juga terdengar menyebalkan. Donghae berdecak kesal, ingin sekali ia menjitak adik kecilnya itu jika anak itu tak langsung berlari. Ia tak mau membuang tenaga hanya untuk mengejarnya lagi.
Donghae menghela nafas saat menyadari hanya tinggal dirinya di ruang makan itu. Biasanya masih ada appa dan eomma yang bercengkrama dengan nya. Rasanya sepi dan rindu juga pada kedua orang tuanya itu. Ia memakan rotinya dengan memikirkan berbagai macam hal yang tiba-tiba di pikiran nya. Ia juga masih merasa bersalah dengan Jung Soo untuk kejadian pagi ini. Hyung nya itu pasti repot dan bukan nya membantu, ia masih saja merengek bahkan membuat sang hyung pusing dengan pertengkaran nya bersama Kyuhyun.
"Jung Soo hyung! Aku berangkat" teriak Donghae cukup keras berharap teriakan nya terdengar oleh sang hyung.
Tak mau membuang waktu lagi, Donghae segera menghabiskan susunya dan langsung beranjak dari ruang makan. Ia juga tak mau terlambat masuk ke sekolah.
.
.
-To be Continued-
Terimakasih untuk semua yang telah membaca ff ini dan berniat melanjutkan nya. Terimakasih untuk semua review kalian yang bikin lye selalu semangat dan terhibur (?) kkk~ Semoga terhibur dan bermanfaat nantinya /ngomong apasih *slap ^ ^v
Jeongmal Kamsahamnida /bow/
Replying Riview :
Aieckha : ne sudah lanjut ini, gomawo sudah review ^^
Lianpangestu : Kyu sama Teuk beda 8 tahun di sini haha ne, sudah lanjut. Gak lama kan? Gomawo sudah review ^^
Ratnasparkyu : jangankan barang pecah, kapal pecah pun bakal ada kalo HaeKyu berantem /abaikan/ kkk~ gomawo sudah tertarik, semoga gak ngecewain di chap 1 ini ^^
3240KKB : wah ada snowy di sini haha HaeKyu memang rusuh ckck /dapet glare dari KyuHae/ gomawo^^
Ay : hay hay ketemu lagi haha iya new brothership~ ne gomawo chingu ^^
Cece : iya nih new lagi. Gomawo sudah tertarik semoga gak kecewa~ ini gak lama kan? ^^
Jmhyewon : wooaa, ada yang nge fav lye? Miapa chingu? Kkk gomawoo~ ^^ nado bogoshipoo hyewon /hug/ haha ne, ini sudah lanjut gak lama kan? Semoga gak ngecewain deh cerita nya. Gomawo ^^
Hyeri1004 : jangan pundung chingu-ya, ini sudah lanjut kok ._. hehe gomawo ^^
Blackyuline : kibum adem ayem? Belum ketauan aja rusuhnya dia chingu /evil laugh/ (Hae : Kyu itu emang bocah setan, huh! Heh~ Hae ini anak baik loh kakak | Kyu : Dasar fishy hyung jelek! Jangan percaya, dia lebih parah dari Kyu yang polos ini /evil aegyo (?)/ wkwk gomawo chingu ^^
Kadera : hai ketemu lagi kadera-ssi kkk~ Kyu butuh perhatian ekstra karena dia… lihat aja nanti lah /di tendang ^^v gomawo haha
DesvianaDewi12 : haha ne, sudah lanjut. Gomawo ^^
92line : chingu 92 line kah? Kalo iya berarti aku panggil eonni? Ahaha sama" ini emang genre fav lye makanya selalu buat fic family friendship.. toss eonn, lye juga suka liat HaeKyu berantem wkwkwk /HaeKyu glare/ ne, ini sudah lanjut. Gak lama kan? Gomawo ^^
SnowBum KyuDevil : ahaha dia gak sakit-sakitan kok, lye juga bosen bikin dia sakit mulu cuma dulunya aja daya tahan nya lemah karena bawaan eomma nya. Ne, lye juga suka KyuBum kalo lagi bareng2 haha gomawo ^^
: iya new story lagi hahaha Teuk emang umurnya dewasa tapi di sini sifat dia masih belum dewasa (?) masih harus banyak belajar menjadi hyung yang baik /eh/ kkk gomawo ^^
AngeLeeteuk : gapapa kok chingu kalo mau ngetawain HaeKyu, mereka pasrah di tertawakan di sini /di getok KyuHae/ kkk~ prayforjungsoo lah untuk menghadapi mereka semua xD gomawo ^^
Arumfishy : gomawo. Ne teuk hwaiting! (teuk : haafft gomawo /lemes/) kkk~
KyuChul : hay hay ketemu lagi di sini haha cheonmayo ^^ doh awas keselek ketawa nya mpe guling2 gitu kkk ne sudah lanjut, gomawo semangatnya ^^
sfsclouds : ne sudah lanjut kok, gak lama kan? Hehe gomawo ^^
gyu1315 : Back back back (?) kkk~ jinjayo? Di cek in? aigoo~ gomawo saengie /terhura/ haha ne hwaiting, semoga fic ini gak ngecewain ya. Gomawo semangat nya saeng ^^/
Gyurievil : yah chingu kayaknya sih kayaknya kyu gak di buat sakit deh, bosen liat dia penyakitan mulu ( Kyu : iya kagak sakit fisik tapi lo bikin gue sakit hati di sini ngadepin hyungdeul! Huh!) wkwk gomawo ^^
Bella : ( Kyu : lye, lo liat gak? Masa dia bilang muka gue kayak orang penyakitan huee hyungdeul~ /nangis guling2/ #freepukpukbuatKyu) wkwkwk di tunggu aja nanti, gomawo bella ^^
Arum Junnie : jiwa ke… apa chingu? Kkk ne,teuk fighting! Haha ada rencana di balik liburan itu loh /nahkan spoiler(?)/ gomawo ^^
3002marya : sudah lanjut kok, gomawo ^^
bryan ryeohyun : iya ada uri snow prince (?) kkk~ kata ortunya mereka malah mau liburan setahun biar puas bulan madu kedua nya /sesat/ haha ne, gomawo ^^
Hikari tsuky : ini gak lama kan updetnya? Ehehe ne, gomawo^^
riekyumidwife : siap eonni, Kyu selalu enak buat di siksa (Kyu : berani nyiksa gue? /deathglare/) wkwk sudah lanjut, semoga gak ngecewain. Hehe gomawo ^^
KyuLate : Iya ini sudah lanjut, gomawo ^^
Ayu : haha pertempuran /nods/ ne, gomawo ^^
Lee Suhae : ini sudah lanjut, haha gomawo ^^
^^~ Sekali lagi untuk semua nya jeongmal kamsahamnida ~^^
