BE CLOSE MY BROTHERS

.

.

Main Cast :

Park Jung Soo / LeeTeuk

Lee Donghae as Park Donghae

Kim Kibum as Park Kibum

Cho Kyuhyun as Park Kyuhyun

.

Genre : Family and Friendship

.

Summarry :

Kasih sayang selalu ada di dalam sebuah keluarga walaupun seakan ada pembatas yang membuat suasana menjadi canggung. Selalu ada cinta di balik semua pertengkaran dan perdebatan. Tapi bukankah akan lebih indah jika suasana canggung dan pertengkaran yang terjadi itu lenyap, terganti dengan sebuah kehangatan dan kebersamaan setiap anggota dalam sebuah keluarga besar.

.

.

OOOoooßCMB oooOOO

PART 2

"Hyung, kau terlihat kacau!"

"Parah!"

Jung Soo tak mempedulikan semua komentar yang di lontarkan kedua sahabat baiknya—Yesung dan Heechul. Keduanya sejak tadi terus berkomentar mengenai penampilan Jung Soo hari ini.

Ya, harus di akui penampilan seorang Park Jung Soo cukup berbeda hari ini. Namja tampan juga manis itu biasa berpenampilan rapi dan modis namun saat ini terlihat sedikit berantakan dan kacau. Wajahnya yang sejak tadi di tekuk tanpa senyuman khas yang biasa ia tunjukan, rambutnya yang terlihat acak-acakan dan seragamnya yang sedikit kusut.

Bagaimana tidak kacau? Ia telah melewati pagi hari paling melelahkan dan membuat kepala nya berdenyut sakit. Hari terburuk jika bisa ia mengatakan nya. Hari pertama tanpa kehadiran kedua orang tua nya di rumah, seluruh persiapan pagi dialah yang menyiapkan nya, menghadapi dua dongsaeng nya yang cukup sulit di atur. Tak hanya itu, ia pun harus rela tertinggal bis terakhir di pagi hari untuk menuju sekolahnya dan akhirnya dengan sangat terpaksa ia berlari menuju sekolah hanya untuk mengejar waktu. Dan untuk pertama kali nya dalam sejarah ia bersekolah, hanya hari inilah ia harus rela mendapat hukuman membersihkan lapangan basket outdoor seorang diri karena terlambat masuk ke sekolah. Sungguh mood nya hancur hari ini.

Jung Soo meletakan kepala nya di meja lalu menghela nafas berat. Makanan yang ada di hadapan nya terlihat tak menarik untuk di sentuh saat ini padahal ia hanya sarapan selembar roti dan setengah gelas susu.

Heechul dan Yesung pun hanya bisa menggelengkan kepala nya melihat Jung Soo yang seakan kehilangan semangat itu.

"Dunia belum berakhir, Jung Soo. Jangan seperti orang tak niat hidup seperti itu!" celetuk Heechul sebelum menyeruput mocacino nya.

"Tapi aku akan segera menjadi gila jika harus menghadapi semua nya selama sebulan" gumam Jung Soo sangat lirih.

"Apa yang kau ucapkan adalah doa loh, hyung" balas Yesung yang membuat Jung Soo mengangkat wajahnya dan menatap Yesung kesal.

"Kau menyumpahi ku, Sungie?" decak kesal Jung Soo. Yesung segera mengibaskan tangan nya sembari menyengir lebar.

"Aniyo hyung. Aku hanya mengingatkan. Aish, kenapa kau jadi sensitive seperti ini sih?" balas Yesung. Jung Soo tak menanggapi ucapan nya dan kembali merebahkan kepala nya di meja sembari memejamkan mata nya untuk mengurangi rasa lelah.

Keheningan terjadi sesaat di meja tersebut…

Heechul dan Yesung tak berniat menganggu Jung Soo terlebih dahulu dan memilih memakan makan siang mereka dengan tenang walau terkadang sesekali mereka tetap berbincang. Mereka sedikit khawatir karena sahabat mereka masih belum menyentuh makan siang nya dan sebentar lagi jam istirahat akan berakhir.

"Sudahlah hyung. Jangan terlalu di pikirkan, tenang saja. Aku percaya kau bisa mengatasi dan mengurus ketiga dongsaeng mu itu. Kau hanya belum terbiasa dan perlu waktu sebelum kau bisa melakukan semua nya"

Jung Soo membuka mata nya lalu menegakan posisi duduknya. Ia menatap Yesung dengan tatapan intens. Ia terlihat berpikir sejenak mengenai ucapan Yesung pada nya itu.

"Benarkah?" tanya Jung Soo tak yakin yang di balas dengan anggukan pasti dari Yesung.

"Tidak akan seburuk yang kau pikirkan saat ini. Justru ku rasa ini saat nya kau memperbaiki hubungan kalian berempat. Benarkan Heebongie hyung?" ucap Yesung sembari meminta pembelaan dari Heechul yang sedaritadi terdiam.

"Tepat!" jawab Heechul singkat.

Jung Soo kembali terdiam memikirkan ucapan Yesung. Memperbaiki hubungan? Apakah bisa?

"Berusahalah mengenal mereka lebih dekat. Apa yang mereka suka dan apa yang mereka benci. Bagaimana sifat asli mereka, cara mereka mengungkapkan sesuatu. Setelah kau bisa mengenali semua kebiasaan itu, barulah mencoba persatukan perbedaan yang ada di antara kalian. Tekan rasa egois dan emosi mu, hyung" ucap Yesung bijak. Jung Soo hanya mendengarkan dengan seksama sembari termenung.

"Sebesar apa pun perbedaan di antara kalian pasti akan kesamaan yang bisa menyatukan karena kalian adalah keluarga, saudara sedarah. Temukan persamaan itu" tambah Yesung lagi.

Jung Soo mulai menunjukan senyuman tipis setelah bisa mencerna ucapan dari Yesung. Ia menganggukan kepala nya seakan menyetujui perkataan sahabatnya itu. Ia mulai menghela nafas lega. Yesung pun tersenyum senang melihat senyuman di tunjukan sahabat yang sudah ia anggap saudara sendiri itu.

"Apa aku bisa melakukan nya?" tanya Jung Soo seakan memantapkan suatu hal yang sudah ada di dalam hatinya.

"Tentu saja, hyung. Dulu saat aku dan Wookie pertama kali bertemu, hubungan ku dengan nya juga seperti kalian. Tapi kau bisa lihat bagaimana hubungan kami saat ini bukan? Kau juga pasti bisa, hyung. Aku yakin itu!" ucap Yesung memberikan semangat. Jung Soo mengangguk mengerti.

Ya, bisa di katakan kisah Yesung hampir mirip dengan nya. Bedanya keluarga Yesung sedikit bermasalah. Kedua orang tuanya bercerai saat namja itu berumur 4 tahun. Yesung harus tinggal bersama appa nya di Korea sedangkan sang umma harus pindah ke Jepang untuk urusan bisnis. Setahun kemudian sang umma menikah dengan namja lain dan memiliki seorang anak—adik Yesung berbeda Appa. Selama 8 tahun mereka terpisah jarak dan akhirnya umma juga dongsaeng nya—Kim Ryeowook kembali ke Korea saat Yesung berumur 12 tahun. Karena terpisah jarak dan belum mengenal sedikit pun membuat Yesung dan Ryeowook menjadi canggung dan tidak pernah dekat. Walau sulit untuk memperbaiki hubungan tersebut namun seiring kebersamaan mereka, sekarang kedua nya menjadi sangat dekat. Tak mempedulikan mereka berbeda Appa, yang terpenting mereka tetap lah saudara. Terkadang Jung Soo juga merasa iri dengan kedekatan dua saudara itu.

"Gomawo Sungie-ah" ucap Jung Soo tulus dengan angelic smile nya kepada Yesung yang hanya menyengir lebar.

"AigooTurtle boy! Aku tak tahu jika kau bisa menjadi sebijak itu, kau membuatku bangga nak—hahaha"

"Ya! Ish Hyung~"

Heechul tertawa sembari memukul-mukul pelan kepala Yesung yang di balas dengan decakan kesal sekaligus semburat malu di pipi chubby Yesung. Melihat itu Jung Soo pun ikut tertawa melihat kedua sahabatnya. Ia harus bersyukur memiliki sahabat yang selalu bisa menghiburnya dan menyemangati setiap saat dari dulu hingga sekarang.

.

.

.

Srreett… Bruumm…

Sebuah mobil sport berwarna merah terparkir sempurna di depan sebuah rumah yang cukup besar. Mobil dengan atap sengaja di buka membuat orang-orang bisa melihat 3 namja tampan yang berada di dalam mobil itu.

"Gomawo sudah mengantarku, Heenim" ucap seorang namja yang baru saja turun dari mobil tersebut.

Jung Soo tersenyum senang. Hari ini Heechul memang membawa mobil nya dan sekarang mengantarnya pulang ke rumah setidaknya ia tak perlu lelah berjalan kaki.

"Tak perlu sungkan" balas Heechul sembari mengibaskan tangan nya.

"Aniyo. Bahkan jika kau mau mengantar jemput ku setiap hari pasti aku sangat senang Chullie-ah—hahaha" canda Jung Soo yang membuat Heechul memberikan glare gratisnya.

"Boleh saja asal kau membayarku lima kali lipat, Jung Soo" balas Heechul sembari mengedipkan mata kanan nya membuat Jung Soo bergidik ngeri dan Yesung yang duduk di samping Heechul terkikik geli.

"Kalian tak mau mampir dulu?" tawar Jung Soo kepada kedua sahabatnya itu.

"Aniyo hyung. Aku harus segera pulang sekarang" balas Yesung.

"Lebih baik aku pulang daripada bertemu tiga setan kecil mu di dalam sana—hahaha" celetuk Heechul lalu tertawa membuat Jung Soo menjitak kepalanya pelan.

"Ish. Sudahlah kami pulang dulu, bye!"

Heechul kembali fokus kepada kemudinya dan mulai melajukan mobil nya itu dengan kecepatan sedang. Yesung melambaikan tangan nya sebagai salam pada Jung Soo yang hanya tersenyum menatap kepergian kedua sahabatnya itu.

Memori nya berputar pada percakapan nya dengan Yesung sepanjang di sekolah tadi. Hari ini ia cukup mendapat beberapa tips "Mendekatkan diri dengan dongsaeng" dari sahabat bersuara emasnya itu. Ya, Yesung menceritakan berbagai pengalaman yang belum pernah di dengar oleh Jung Soo dan memberikan beberapa saran bagi namja itu. Sama seperti Heechul, ia pun baru menyadari namja yang lebih muda 1 tahun darinya dan Heechul itu memang terlihat memiliki pemikiran panjang bahkan lebih dewasa darinya. Ia pun baru menyadari bahwa selama ini dirinya hanya berjalan di zona aman dan enggan mencoba hal-hal baru, ia sering mengambil keputusan tanpa berpikir panjang dan kurang dewasa dalam beberapa hal. Sunguh sedikit memalukan.

Dan saat ini, ia bertekad untuk berubah menjadi lebih baik. Ia akan belajar menjadi lebih dewasa dan terpenting mencoba menjadi sosok seorang hyung yang baik bagi tiga dongsaeng nya yang tentu saja sangat ia sayangi walaupun selama ini ia malu untuk mengakui nya.

Jung Soo tertawa kecil saat membayangkan hubungan mereka akan berubah menjadi lebih baik. Membayangkan bagaimana kedekatan mereka nantinya. Haahhh memang lebih menyenangkan jika seperti itu. Inilah harapan terbesarnya.

Dengan wajah ceria dan semangat ia masuk ke dalam rumah. Entah mengapa ia ingin segera bertemu dengan ketiga dongsaeng nya itu.

Jung Soo menggelengkan kepala nya saat seperti biasa ia menemukan dua pasang sepatu tak tersimpan rapi di tempatnya. Sepertinya ia harus mengajarkan bagaimana cara menyimpan sepatu yang baik pada Donghae dan Kyuhyun yang selalu malas menyimpan sepatu nya di rak. Karena suasana hati Jung Soo yang cukup baik, ia tak mempermasalahkan nya sekarang. Ia memungut dua pasang sepatu itu dan menyimpan nya di tempat seharusnya.

"Aku pulang~!" ujar Jung Soo sebagai tanda kepulangan nya sembari melangkahkan kaki nya melewati lorong rumahnya itu.

Jung Soo menghentikan langkahnya dan menyipitkan mata nya saat melihat sesuatu yang aneh terlihat bercecer di lantai dari lorong menuju ruang tengah rumah tersebut. Dengan ragu ia mendekati nya dan berjongkok untuk mengambil sebuah snack coklat kering berbentuk bulat. Kenapa bisa tercecer di sini? Itulah yang ia pikirkan saat ini. Pandangan nya pun mulai terfokus pada ambang pintu menuju ruang tengah. Ia bisa mendengar samar-samar suara berisik yang bisa di pastikan suara dari dongsaeng nya. Tanpa sadar Jung Soo menelan ludahnya sulit. Ia tengah membayangkan apa yang di lakukan dongsaeng nya saat ini. Mereka memang pulang lebih cepat dari dirinya.

Tanpa banyak pikir, Jung Soo bangkit berdiri dan mulai berjalan mendekat ke arah ruang tengah itu. Dengan ragu ia melongok ke dalam ruangan tersebut.

Jung Soo membulatkan mata nya seakan tak percaya pemandangan apa yang tertangkap indera penglihatan nya itu.

"IGE MWOYA?!"

.

.

.

Suara teriakan menggelegar Jung Soo itu langsung menyelimuti ruangan bahkan rumah tersebut. Tiga bocah yang memang tengah melakukan kegiatan nya masing-masing di ruangan itu pun tersentak kaget dan terdiam menatap polos sang hyung yang seakan mematung di ambang pintu.

Nafas Jung Soo memburu melihat kekacauan yang terjadi pada ruangan tersebut. Rasa senang dan ceria yang tadi menyelimuti hati nya seakan menguap lalu berganti dengan emosi tertahan.

Tidak ada sesuatu yang membahayakan di sana dan tak ada yang terjadi pada ketiga dongsaeng manis nya yang tengah menatap Jung Soo dalam diam.

Hanya sebuah ruangan yang terlihat—

Berantakan dan kotor.

Terlihat ceceran susu coklat, snack dan sereal yang berhamburan di lantai ruangan tersebut. 2 mangkuk melamin dan beberapa sendok pun tergeletak begitu saja di lantai. Bantalan sofa yang sudah terjatuh di karpet yang telah berantakan tak serapi dan selembut sebelumnya. Terlihat ceceran air yang membuat lantai basah dan kotor. Beberapa buku yang berserakan di meja dan sofa. Kardus, gunting, lem dan penggaris pun terlihat memenuhi karpet. Jangan lewatkan potongan kertas yang bertebaran kemana-mana.

Ya, hanya itu. Sederhana bukan? Cukup sederhana namun berapa lama waktu yang kau butuhkan untuk merapikan dan membersihkan ruangan itu nanti?

Pandangan Jung Soo yang sedaritadi berpencar ke seluruh ruangan akhirnya terfokus pada tiga orang bocah yang menatapnya dengan berbagai ekspresi saat ini. Entah apa yang di lakukan Kibum terdiam menatap Jung Soo dengan posisi merangkak, ekspresinya datar membuat Jung Soo tak tahu apa yang di lakukan namja itu sebelumnya. Donghae terlihat terdiam di tempat dengan tangan kanan memegang erat lengan baju Kyuhyun yang tengah memeluk sebuah senapan air.

"Apa-yang-kalian-lakukan?" desis Jung Soo dengan nada pelan namun penuh penekanan di setiap kata nya.

Mendengar desisan dari sang hyung, reflek Kyuhyun mundur beberapa langkah seakan ingin bersembunyi di balik punggung Donghae yang enggan melepaskan lengan sang dongsaeng. Kibum mulai berdiri dan menatap Jung Soo sembari mengerjapkan mata nya. Sedangkan Donghae sudah menelan ludahnya sulit lalu mulai menyengir menutupi kegugupan nya.

"Donghae, Kibum, Kyuhyun… Jelaskan pada hyung se-ka-rang!" ucap Jung Soo lagi masih dengan nada pelan dan penekanan yang membuat bulu roma berdiri di tambah dengan tatapan tajam kepada dongsaeng nya itu.

Kibum sontak melirik kearah Donghae, begitu pula dengan Kyuhyun. Entah mengapa tanpa di perintah mereka beranggapan Donghae yang harus menjelaskan semua nya, toh ia yang tertua dari mereka.

"Hnng… Hyung, itu kami… Kami hanya—bermain! Ya, bermain!" ucap Donghae setelah menemukan alasan yang bisa mengalihkan semua nya. Kyuhyun tersenyum lebar seakan memantapkan ucapan sang hyung sedangkan Kibum hanya tersenyum tipis.

"Bermain apa hingga rumah menjadi berantakan dan kotor seperti ini, hah?!"

Donghae, Kibum dan Kyuhyun mulai mengeluarkan raut ketakutan mereka saat Jung Soo berteriak keras mengeluarkan amarah nya yang sejak tadi ia tahan. Jung Soo menatap marah pada ketiga dongsaeng nya yang menurutnya sudah keterlaluan. Ruangan ini terlihat begitu berantakan dan kotor. Ia juga lelah hari ini dan ia tak mau membersihkan kekacauan yang terjadi.

"Bukankah kalian berjanji tak akan membuat ulah hah? Hyung benar-benar lelah hari ini dan kalian—Ish!" Jung Soo mengacak rambutnya sendiri menyalurkan kekesalan yang menyelimuti hati nya.

"Aku—Aku hanya ingin mencari snowy" Jung Soo mengalihkan tatapan nya pada Kibum yang membuka suara nya.

"Snowy?" gumam Jung Soo dengan kerutan dahi tanda ia tak mengerti dengan apa yang di bicarakan sang dongsaeng.

"Ne Snowy!—tadi Bum hyung ingin memandikannya dan dia kabur jadi aku ingin membantu menangkapnya juga memandikan nya. Snowy yang membuat semua nya berantakan" kali ini sang maknae yang ikut menyumbangkan suara dengan nada bergetar untuk menjelaskan, ia sudah menyembunyikan setengah badan nya di balik tubuh Donghae.

"Tapi cara mu salah babo!" desis Donghae setengah berbisik pada Kyuhyun dengan tatapan kesal.

"Snowy kabur jika terkena air banyak jadi lebih baik memandikan nya dengan ini kan, hyung?" balas Kyuhyun tak mau kalah sembari menunjukan senapan air yang masih di pegangnya.

"Kau justru membuat lantai basah Kyuhyunnie!" desis Donghae lagi dengan penuh penekanan. Kyuhyun hanya menundukan kepala nya dan menggumamkan kata maaf. Ingin sekali rasanya Donghae memukul dongsaeng nya itu namun dengan tatapan tajam sang hyung membuatnya tak bisa berkutik.

Jung Soo semakin mengernyit bingung dengan semua yang di bicarakan tiga dongsaeng nya.

"Hyung tak mengerti apa yang kalian bicarakan! Siapa snowy?!" tanya Jung Soo dengan nada lebih pelan namun masih terdengar kemarahan di dalamnya.

"Snowy itu—"

Traang~

Ucapan Kibum terinterupsi oleh sebuah suara dari sudut ruangan. Mereka semua pun mengalihkan tatapan ke tempat itu. Ada sebuah mangkuk tergeletak di sana dan sebuah—kelinci?

"Itu snowy!" pekik Kyuhyun senang sembari menunjuk kelinci putih yang sudah terlihat kotor oleh kotoran dan susu coklat yang menodai bulu seputih salju nya. Mata kelinci yang terlihat merah menyala itu hanya mengerjap polos seakan tak mempunyai kesalahan sedikitpun.

"Ke—linci?" Jung Soo kembali mengalihkan tatapan nya pada tiga dongsaeng nya dengan tatapan bingung. Kenapa ada kelinci di rumah nya?

"Kenapa bisa ada kelinci di sini? Siapa yang membawa nya?"

Bukan nya menjawab, Kibum justru berlari kecil menghampiri kelinci itu dan segera menggendongnya. Kibum menggigit bibir bawahnya karena takut dengan tatapan tajam sang hyung yang terfokus pada nya saat ini.

"Aku yang membawanya pulang" jujur Kibum.

"Untuk apa kau membawanya pulang?" tanya Jung Soo. Kibum terdiam seakan ragu menjawab pertanyaan kakaknya itu membuat Jung Soo semakin menatapnya intens. Tanpa sadar, Kibum melirik Donghae dan Kyuhyun seakan meminta bantuan akan tetapi dua saudara nya itu hanya terdiam.

"Bo—lehkah aku merawat kelinci ini—hyung?" tanya Kibum dengan nada bergetar. Ia tak mempedulikan Donghae yang menggelengkan kepala nya seakan melarang dirinya membicarakan hal itu. Ia hanya menatap Jung Soo dengan tatapan memohon.

"Mwo?!" pekik Jung Soo tidak percaya.

Memelihara kelinci? Tak pernah ada hewan apa pun yang di pelihara di rumah ini.

Terlebih bukankah hewan kecil itu yang menyebabkan kekacauan di ruangan ini? Bagaimana jika memelihara hewan itu? Bisa-bisa rumahnya selalu berantakan! Jadi jawabannya… Tentu saja—

"Tidak!" ucap Jung Soo lantang membuat Kibum lemas seketika.

"Hyung, jebal biarkan aku merawatnya di rumah. Aku sangat—"

"Tidak pernah ada hewan yang di pelihara di rumah ini dan aku tak yakin kau bisa merawatnya. Hewan itu sudah membuat rumah ini berantakan seperti sekarang"

"Kami akan membantu merawatnya, hyung"

Jung Soo mengalihkan tatapan nya pada Donghae setelah namja itu berucap dan Kyuhyun yang menyetujui nya dengan anggukan.

"Bagaimana aku bisa mempercayai nya? Lihat apa yang terjadi sekarang! Tidak ada hewan peliharaan! Aku tak setuju!" tolak Jung Soo sembari menggelengkan kepala nya. Nada yang sedikit keras itu membuat Donghae, Kibum dan Kyuhyun tak mampu membalas ucapan sang hyung lagi. Mereka hanya terdiam sembari menundukan kepalanya.

Jung Soo menghela nafas panjang. Kepalanya semakin terasa pusing melihat kondisi rumah saat ini. Ia menatap ketiga dongsaeng nya bergantian.

"Kalian harus bertanggung jawab atas apa yang kalian lakukan. Bersihkan semua kekacauan ini! Aku tak ingin melihat rumah berantakan lagi saat aku pulang nanti"

Jung Soo membalikan badannya setelah memberikan titah kepada ketiga adiknya yang hanya terdiam seribu bahasa. Namja itu mulai melangkahkan kaki nya. Ia membutuhkan udara luar untuk menenangkan pikiran dan menghilangkan amarahnya saat ini.

"Dan… Aku tak ingin melihat hewan itu di rumah ini nanti. Singkirkan dia secepatnya!" desis Jung Soo sebelum berlalu meninggalkan rumah nya itu. Entah akan pergi kemana.

Hening…

Ruangan tengah keluarga Park terlihat hening setelah kepergian si anak sulung. Donghae, Kibum dan Kyuhyun masih terdiam sembari menundukan kepalanya. Ucapan sang hyung masih terngiang dalam pikiran mereka. Sadar atau tidak ucapan Jung Soo sedikit membuat hati mereka sakit. Ini pertama kalinya mereka melihat Jung Soo berteriak dan berkata seperti itu. Jung Soo pun tak memberi kesempatan untuk menjelaskan semua nya lebih detail. Donghae menghela nafas berat. Ia tahu ia salah tapi bukan sikap Jung Soo yang seperti itu yang ia harapkan.

"Jung Soo hyung… dia marah" gumam Kyuhyun pelan namun masih dapat di dengar oleh kedua hyung nya. Donghae melirik ke samping lalu mengacak rambutnya sendiri kesal.

"Andai kau tidak memainkan senapan air itu pasti tidak akan sekotor ini, evil" ucap Donghae pelan semberi menggelengkan kepalanya.

"Jika kau tidak mengejarku, aku juga tak akan lari dan semua tidak akan seperti ini, hyung" balas Kyuhyun tak mau kalah. Ia menggembungkan pipi nya kesal, lagi-lagi ia di salahkan.

"Ya! Aku mengerjarmu karena kau membasahi lantai!"

"Aku hanya ingin membantu memandikan snowy"

"Kau ini salah tapi tetap keras kepala—ish!"

Donghae dan Kyuhyun saling melemparkan tatapan sengit sekaligus kesal.

Sreekk

Kedua nya sontak menoleh saat mendengar sebuah suara lain. Mereka mengernyit bingung saat melihat Kibum sudah mulai memunguti benda-benda yang berserakan di lantai dalam diam. Tak mempedulikan perdebatan hyung dan dongsaeng nya yang kembali terjadi dan tak mempedulikan mata nya yang sudah berair sejak tadi. Kibum menangis? Harus di akui, ia memang ingin menangis walau sudah ia tahan sebisa mungkin. Bukan karena bentakan dan amarah sang hyung tapi karena keinginan terbesarnya di tolak begitu saja. Ia kesal, marah dan sedih saat ini. Ia hanya seorang bocah 9 tahun jadi tak salah jika ia menangis bukan?

"Kibummie" gumam Donghae yang terenyuh dengan raut wajah Kibum. Sangat jarang seorang Kibum menunjukan ekspresi seperti itu apalagi terlihat jelas genangan air di pelupuk mata nya.

"Hiks—Bum hyung" Donghae menoleh ke samping saat ia mendengar sebuah isakan. Ia sedikit terkejut saat melihat Kyuhyun juga sudah menangis dengan tatapan terfokus pada Kibum.

Tanpa membuang waktu, Kyuhyun pun ikut memunguti benda yang berserakan di lantai. Donghae mendongakan kepalanya, melihat kedua dongsaeng menangis seperti itu tentu membuatnya ingin menangis juga. Ia memang mudah menangis tapi untuk saat ini ia tak ingin menangis di hadapan kedua dongsaeng nya. Ia mengusap wajahnya kasar sebelum ia ikut membersihkan ruangan tersebut.

Ketiga bersaudara itu pun membersihkan kekacauan yang terjadi dalam diam. Hanya terkadang isakan terdengar sesekali mengiringi. Tak ada perbincangan yang terjadi. Hanya satu tujuan mereka, membuat ruangan ini menjadi bersih seperti semula.

.

.

.

OOOoooßCMB oooOOO

"Jadi kau memarahi mereka, hyung?"

Entah sudah berapa kali pertanyaan itu mengalun di sebuah kamar dengan gaya simple ini. Dan untuk kesekian kalinya pertanyaan itu hanya di jawab dengan anggukan kepala dari seorang namja yang tengah merebahkan tubuhnya di single bed dalam posisi tengkurap. Namja berpipi chubby yang duduk di kursi meja belajarnya hanya menghela nafas. Beberapa jam yang lalu tiba-tiba sahabat yang sudah di anggap saudara nya itu datang masih lengkap dengan seragam sekolah dan langsung menceritakan semua yang di alami nya di rumahnya.

"Jung Soo hyung, kenapa kau justru memarahi mereka? Mereka pasti takut saat kau emosi bahkan kau justru pergi begitu saja" ucap Yesung yang menatap Jung Soo dengan tatapan sedih.

"Aku sendiri tak mengerti kenapa. Aku hanya emosi dan kesal pada mereka" balas Jung Soo tanpa menatap Yesung.

"Sudah ku bilang coba tahan emosi mu. Kau sendiri belum mendengarkan penjelasan mereka secara lengkap dan hanya menyimpulkan mereka membuat ulah terlebih dengan adanya kelinci bukan?"

Jung Soo kembali mengangguk membenarkan ucapan Yesung. Ia sudah merasa bersalah telah membentak dan bersikap seperti itu kepada adiknya. Tapi sekarang apa yang bisa di lakukan? Semua nya sudah terjadi. Jung Soo menghela nafas berat. Baru hari ini ia bertekad untuk merubah sikap nya menjadi baik sekarang ia justru bersikap buruk dan tak patut di contoh. Memang apa yang kita ucapkan lebih mudah daripada melakukan nya.

"Amarah tak akan menyelesaikan masalah, hyung" tambah Yesung lagi membuat Jung Soo semakin menghela nafas.

"Seharusnya kau bisa menegur mereka dengan cara berbeda. Biarkan mereka menceritakan alasan dan kejadian yang sebenarnya. Berbicara secara baik-baik dan berikan penjelasan pada mereka. Kalian bisa membersihkan rumah bersama-sama kan? Tapi kau justru pergi meninggalkan mereka bahkan menyuruh mereka membersihkan semua kekacauan itu sendiri. Aigoo hyungie~"

Jung Soo semakin memendamkan kepalanya di bantal milik Yesung sedangkan namja itu hanya menatap sedih sahabatnya sembari menggelengkan kepala. Sepertinya cukup sulit untuk membuat Jung Soo mengerti dan terbiasa dengan situasinya saat ini.

Cklek

Kedua namja itu menoleh kearah daun pintu yang sudah terbuka dan terlihat seorang namja manis sudah tersenyum sembari membawa nampan berisi makanan dan minuman. Ia masuk dan meletakan makanan yang ia bawa di meja belajar lalu mulai duduk di karpet berbulu yang berada di dekat tempat tidur kakaknya itu.

"Gomawo Wookie" ucap Jung Soo dengan senyuman tipis di wajahnya. Namja itu—Ryeowook hanya mengangguk.

"Snowy… Itu kelinci yang di pelihara di taman belakang sekolah kami"

Jung Soo dan Yesung memperhatikan Ryeowook yang mulai berbicara. Jung Soo merubah posisinya menjadi duduk di ranjang agar lebih fokus mendengarkan cerita dari adik sahabatnya itu.

"Entah mengapa, Kibum sering bermain dengan kelinci putih itu bahkan dia yang memberikan kelinci itu nama snowy. Aku sering melihatnya memberi makan kelinci itu setiap istirahat. Namun seminggu yang lalu pengurus taman mengundurkan diri karena sakit. Biasanya dia yang akan merawat dan menjaga kelinci itu. Jadi Kim ssaem bilang akan memberikan snowy untuk orang lain saja karena sudah tak ada yang mengurusnya" jelas Ryeowook panjang lebar. Namja itu menghela nafas sejenak sebelum melanjutkan ceritanya.

"Mendengar hal itu, Kibum langsung menemui dan memohon pada Kim ssaem agar snowy tetap berada di sana. Dia berjanji akan merawatnya menggantikan tugas pengurus taman tapi Kim ssaem menolaknya. Akhirnya Kibummie meminta agar snowy di berikan padanya saja untuk di pelihara" tuntas lah cerita Ryeowook.

"Aku tak menyangka Kibum serius dengan ucapan nya merawat snowy" tambah Ryeowook lagi.

Ryeowook memang sepantar dengan Kibum bahkan mereka satu kelas saat ini sehingga sedikit banyak ia mengetahui apa saja yang terjadi pada Kibum di sekolah.

Jung Soo termenung mendengar cerita itu. Ia teringat bagaimana ekspresi sedih yang di tampilkan Kibum saat ia menolak dan memerintahkan agar kelinci itu segera di singkirkan. Tak pernah ia lihat begitu jelas kesedihan di wajah dongsaeng nya itu. Oh Tuhan, bagaimana bisa ia mengatakan hal itu? Kenapa ia bisa menjadi hyung yang jahat dan tidak peduli seperti ini?

"Hyung?"

Lamunan Jung Soo buyar saat seseorang menepuk pundaknya. Ia menatap Yesung yang sudah duduk di sebelahnya.

"Aku benar-benar bodoh, Sungie. Kibum pasti terluka dengan ucapanku" ucap Jung Soo lirih sembari menundukan kepalanya.

"Dia pasti semakin membenci ku"

Jung Soo menekuk lututnya dan meletakan lipatan tangan nya di atas lutut lalu menyembunyikan wajahnya di sana. Yesung pun hanya bisa menghela nafasnya. Ia sendiri bingung harus bagaimana sekarang.

"Kibummie tak pernah membenci hyung kok"

Jung Soo kembali mengangkat wajahnya dan menatap wajah polos Ryeowook seakan meminta namja itu melanjutkan ucapan nya.

"Kibum justru bangga padamu, hyung. Walaupun pendiam dan sedikit cuek tapi dia sering membanggakan mu dan Hae hyung kepada teman-teman sekelas kami" ucap Ryeowook dengan cengiran polos membuat Yesung mengacak rambutnya gemas.

"Kau dengar itu, hyung?" timpal Yesung sembari tersenyum.

Jung Soo terdiam seakan tak percaya dengan apa yang ia dengar. Kibum bangga padanya? Tanpa sadar Jung Soo mengulas senyuman tipis tapi itu hanya sesaat dan setelahnya ia kembali memasang wajah sedih.

"Aku salah. Tak seharusnya aku membentak dan memarahi mereka. Apa yang harus ku lakukan Sungie?" lirih Jung Soo dengan nada menyesal sekaligus takut. Yesung tersenyum lalu mengelus pelan punggung sahabatnya itu.

"Segera pulang ke rumah dan temui mereka, hyung. Minta maaf atas semua yang kau lakukan. Aku yakin mereka pasti akan memaafkan mu" saran Yesung.

"Benarkah?"

Yesung mengangguk pasti membuat Jung Soo kembali mengulas senyuman tipis. Sepertinya ia memang harus meminta maaf pada tiga dongsaeng nya itu. Sungguh ia menyesal untuk kejadian sore ini.

.

.

Jung Soo menatap rumah nya yang terlihat sepi dari luar pagar. Baru saja ia di antar pulang oleh Yesung. Bukannya segera masuk, ia masih setia berada di depan pagar selama beberapa saat. Ia tengah menyusun kata-kata yang harus ia ucapkan untuk adik-adiknya. Ia tidak peduli dengan pandangan aneh dan curiga dari orang-orang yang melewatinya karena hanya berdiri di depan gerbang rumah tersebut.

Setelah menyusun kalimat yang tepat untuk di katakan, Jung Soo menghela nafas dan mulai membuka gerbang tersebut. Ia segera masuk ke dalam rumahnya. Masalah ini harus segera selesai. Ia sudah memantapkan hatinya untuk meminta maaf dan menarik semua perkataannya tadi sore. Ia akan mengizinkan Kibum jika ingin memelihara kelinci putih itu.

Cklek

Jung Soo mengernyit bingung saat memasuki rumahnya dan mendapatkan rumah terlihat begitu sepi. Ia mengigit bibir bawahnya seakan takut dengan berbagai macam pemikiran nya sendiri. Apa mereka benar-benar marah? Tanpa banyak pikir, Jung Soo segera berlari kecil mencari sosok ketiga dongsaeng nya.

Jung Soo berhenti di ruang tengah. Ia sedikit terkejut melihat ruangan yang tadinya kacau dan kotor itu sekarang sudah bersih dan rapi kembali. Ia menghela nafas. Apa yang ia perintahkan tadi benar-benar di laksanakan oleh mereka dan itu semakin membuatnya merasa bersalah.

"Hae? Bummie? Kyu?" panggil Jung Soo sedikit berteriak agar terdengar ke seluruh penjuru ruangan.

Tak ada balasan membuatnya semakin khawatir. Ia kembali melangkahkan kaki nya menuju salah satu kamar dongsaeng nya yang dekat dengan ruang tengah itu. Kamar Kyuhyun.

"Hyung!"

Jung Soo sedikit terkejut dengan sebuah pekikan keras, tepat saat ia hendak membuka kamar Kyuhyun. Ia segera menoleh dan mendapati Kyuhyun yang berdiri di dekat tangga dengan wajah sembab. Jung Soo membulatkan matanya. Kyuhyun—menangis? Aigoo…

"Jung Soo hyung~"

Kyuhyun langsung berhambur menghampiri hyung nya dan memeluknya begitu erat. Isakan tangis itu kembali terdengar memenuhi ruangan. Jung Soo bisa merasakan kaos yang ia pinjam dari Yesung telah basah oleh air mata sang dongsaeng.

"Kyu? W-waeyo? Mianhae—hyung salah, mianhae. Jebal uljimayo" Jung Soo membalas pelukan sang dongsaeng. Hatinya terasa sakit melihat Kyuhyun menangis seperti itu. Sungguh ia tak bermaksud membuat dongsaeng nya menangis dan ketakutan.

Kyuhyun melepaskan pelukan nya. Ia menghapus jejak air mata nya dan menatap Jung Soo dengan tatapan bingung.

"Kenapa kau minta maaf, hyung?" tanya Kyuhyun yang membuat Jung Soo mengernyit bingung.

"Ah! Itu… Tadi sore hyung membentak kalian. Mianhae, hyung tak bermaksud begitu. Hyung—"

"Aish hyung, itu tidak penting!"

"Mwo?"

Jung Soo memiringkan kepalanya dengan kerutan bingung di dahi. Ia tak mengerti maksud ucapan Kyuhyun. Tidak penting? Tapi kan…

"Lalu kenapa kau menangis?" tanya Jung Soo penasaran. Kyuhyun kembali menunjukan wajah sedihnya.

"Kibum hyung—hiks. Dia menghilang"

"MWO?!"

Kyuhyun reflek mundur selangkah setelah Jung Soo berteriak kaget. Ia menatap hyung nya itu dengan tatapan sedih dan menahan tangis.

"Bagaima—"

Tap… Tap…

"Ya, Kyu! Apa Bummie sudah pulang? Aku— Jung Soo hyung?"

Jung Soo dan Kyuhyun menoleh saat seseorang berteriak begitu keras dari arah depan. Tak lama setelahnya terdengar suara langkah kaki setengah berlari menghampiri mereka dan akhirnya sosok Donghae terlihat di sana. Donghae sedikit tersenyum lega melihat kehadiran Jung Soo, ia segera memeluk hyung nya itu. Jung Soo pun membalasnya sembari mengelus lembut surai hitam Donghae.

"Hae, apa yang terjadi?" tanya Jung Soo tenang walaupun hatinya sudah terselimuti rasa khawatir dan cemas. Donghae melepaskan pelukannya dan menatap Jung Soo intens.

"Setelah kami membersihkan rumah, Kibum meminta izin keluar sebentar bersama snowy tapi hingga malam ini ia belum pulang juga, hyung" cerita Donghae dengan nada sedih.

"Aku sudah menghubungi beberapa temannya tapi tak ada yang tahu dimana Bummie. Aku khawatir dan mencarinya ke sekitar komplek tapi aku tak bisa menemukan nya hyung" Donghae menundukan kepalanya.

Jung Soo terdiam sejenak untuk mencerna penjelasan sang dongsaeng. Ia menghela nafas setelah mengerti bagaimana kondisi yang terjadi. Ia mengusap wajahnya kasar lalu beralih menatap Donghae dan Kyuhyun. Terlihat raut sedih dan khawatir dalam wajah keduanya. Jung Soo mulai mengulas senyuman tipis untuk kedua dongsaeng nya. Setidaknya ia harus bisa sedikit menenangkan keduanya.

"Gwenchana. Kibum pasti baik-baik saja" ucap Jung Soo dengan nada lembut. Donghae dan Kyuhyun hanya bisa mengangguk mengerti.

"Sekarang aku yang akan mencari Kibum. Hubungi aku jika dia sudah pulang sebelum aku pulang, nde?" Jung Soo mengelus lembut kepala Donghae dan Kyuhyun yang hanya menatapnya.

"Aku ikut hyung!" pinta Donghae dengan tatapan memohon pada Jung Soo yang langsung di balas dengan gelengan oleh hyung nya itu.

"Aniyo. Kau di rumah saja, temani Kyunnie. Ah! Kalian belum makan kan? Kau bisa memanaskan masakan yang ahjumma simpan dalam kulkas dan kalian makanlah terlebih dahulu" ucap Jung Soo lagi.

"Kyu mau menunggu makan bersama hyung dan Bum hyung saja" balas Kyuhyun.

"Iya, aku juga ingin mencari Kibum" timpal Donghae. Jung Soo menghela nafas nya kembali.

"Hyung tidak mau kalian sakit. Hyung mohon turuti ucapan hyung, nde? Kalian makan terlebih dahulu dan diamlah di rumah. Hyung yang akan mencari Kibum dan akan segera kembali, arrachi?" ucap Jung Soo memberi penjelasan dengan nada pelan.

Jung Soo tersenyum saat kedua dongsaeng nya tak membalas perkataan nya lagi dan mulai menganggukan kepalanya pasrah.

"Hyung, pakai ini. Udara di luar cukup dingin" Donghae menyerahkan mantel panjang yang ia gunakan sebelumnya. Mantel itu sedikit kebesaran di tubuhnya dan ia yakin itu pas di tubuh sang hyung. Jung Soo mengacak rambut Donghae.

"Hyung harus segera kembali bersama Bum hyung" ucap Kyuhyun dengan raut penuh harap. Jung Soo mengangguk pasti.

Tanpa membuang waktu, Jung Soo segera keluar dari rumah itu sedikit tergesa. Ia harus segera menemukan dongsaeng nya. Suasana dingin di luar bisa membuat dongsaeng nya itu kedinginan.

"Haaahh~"

Donghae menghempaskan tubuhnya di sofa ruang tengah. Ia memejamkan matanya sesaat untuk membuang rasa lelah, kantuk sekaligus rasa cemasnya.

Hening…

Tak suara perbincangan di ruangan itu. Kedua namja itu hanya terdiam di sofa dan berkelut dengan pikiran nya masing-masing. Kyuhyun ikut mendudukan dirinya di sofa dengan jarak cukup jauh dari hyung nya itu. Terkadang ia melirik kearah Donghae yang masih memejamkan matanya. Ia tak berniat membuka suara. Ia takut membuat Donghae marah atau emosi karena dirinya saat ini. Ia lebih memilih untuk terdiam dan memainkan jemari tangannya sendiri.

Setelah beberapa saat menenangkan diri, Donghae mulai membuka matanya. Ia melirik kearah samping untuk melihat apa yang dilakukan dongsaeng terkecilnya. Ia sadar saat Kyuhyun ikut mendudukan dirinya di sofa tapi ia sedikit bingung karena tak mendengar suara apapun dari dongsaeng nya itu.

"Haafftt~"

Donghae menegakan posisi duduknya. Ia mengusap wajahnya lalu menghela nafas panjang membuat Kyuhyun kembali melirik hyung nya sekilas. Donghae menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Bingung harus mengatakan apa.

Canggung…

Ya, keadaan yang terasa bagi keduanya adalah kecanggungan. Selama ini, Donghae dan Kyuhyun selalu berinteraksi lewat pertengkaran dan perdebatan. Tak pernah sekalipun mereka berbicara di luar hal itu. Dan saat ini keduanya enggan untuk berdebat sehingga mereka seakan bingung harus bagaimana memulai pembicaraan.

Demi semua ikan yang Donghae ketahui, lebih mudah memulai pembicaraan dengan orang asing yang baru saja di temuinya di jalan daripada memulai pembicaraan dengan adik kandung nya sendiri itu.

Mereka terdiam walaupun terkadang keduanya saling melirik seakan ingin berbicara namun lidah mereka kelu untuk mengeluarkan sepatah kata pun. Kyuhyun mulai menggerakan kaki nya gelisah. Ia tak suka situasi seperti ini tapi juga bingung harus bagaimana, ia takut jika berbicara justru membuat Donghae marah.

"Apa kau sudah lapar?"

Akhirnya setelah terdiam dan terjebak dalam situasi canggung cukup lama, suara Donghae pun memecah keheningan itu. Sebuah kalimat yang di ucapkan dengan nada pelan namun terdengar begitu canggung dan terkesan dingin. Ia melirik Kyuhyun yang tak kunjung menjawab.

"Kyu?" panggil Donghae lagi membuat Kyuhyun langsung menatapnya. Donghae mengernyit bingung melihat raut muka Kyuhyun yang terlihat—senang? Kyuhyun mengangguk pasti.

"Ne hyung" balas Kyuhyun lalu memberikan senyuman manisnya pada Donghae. Senang? Tentu saja senang. Jarang sekali hyung nya itu bertanya seperti itu pada nya. Tak ada perdebatan yang terjadi tetapi justru kalimat yang di anggap Kyuhyun sebagai bentuk perhatian.

Donghae terlihat salah tingkah dengan senyuman Kyuhyun. Namja itu pun segera bangkit dari sofa dan beranjak pergi.

"Ayo makan" ajaknya tanpa menoleh kearah Kyuhyun dan tetap melangkahkan kakinya menuju dapur. Kyuhyun pun langsung berlari kecil mengekori langkah hyung nya itu.

"Kau akan memasak makanan untuk kita?" tanya Kyuhyun di tengah perjalanan menuju dapur.

"Jangan bermimpi, kau panaskan makan malam mu sendiri" balas Donghae tanpa menoleh ke belakang sehingga tak menyadari Kyuhyun yang sudah menggembungkan pipinya.

"Aku masih kecil, fishy hyung! Aku tak bisa memasak"

"Aku tak peduli"

"Geurae, aku akan menangkap ikan-ikan mu di kolam lalu memasaknya untuk makan malam ku!"

Donghae menghentikan langkahnya dan langsung menoleh dengan mata membulat dan tatapan kesal. Kyuhyun hanya tersenyum jahil dan setelahnya ia langsung berlari kearah kolam yang ada di samping dapur.

"Ya evil! Berani kau sentuh mereka, aku tak akan memberi mu makan malam!" pekik Donghae keras yang juga langsung berlari hendak mengejar adik kecil nya yang kelewat jahil tersebut.

.

.

Uap dingin terlihat dari hembusan nafas Jung Soo yang sejak tadi berputar-putar di sekitar kompleks rumahnya bahkan sekarang ia sudah memutari pertokoan yang berada tak jauh dari sana. Ia menggosok telapak tangan nya sendiri untuk menghangatkan nya. Ia tak menyangka udara malam ini sangat dingin. Tangan dan kaki nya terasa membeku. Ia tak memakai sarung tangan dan sepatu boot. Wajahnya pun terasa begitu dingin. Tubuhnya sedikit menggigil saat ini.

"Kibum, eodiga saengie?" gumam Jung Soo yang semakin panik. Setengah jam lebih ia mencari tapi ia belum menemukan sosok dongsaeng nya itu. Ia sangat khawatir. Sungguh bodoh karena ia tak mengetahui sedikit pun tempat kesukaan dari Kibum membuat dirinya harus berkeliling tak tentu arah. Ia mengacak rambutnya frustasi. Pandangan nya terus berkeliling ke setiap sudut jalanan dan setiap orang yang berada di dekatnya. Ia tak tahu harus mencari kemana lagi.

Mata Jung Soo terasa memanas karena tak kunjung mendapat jejak kepergian sang dongsaeng. Perasaan bersalah sudah memenuhi ruang di hatinya membuat dadanya menjadi semakin sesak. Ia ingin menangis menyalurkan rasa sesak yang di rasakannya. Kibumnya dimana?

Kaki nya terus melangkah tak tentu arah. Ia hanya mengikuti feeling nya tanpa berpikir harus menuju kemana. Ia terus berjalan menyusuri pertokoan, jalanan sepi dan ramai juga taman.

"Mianhae… Mianhae. Kibum-ah! Kau dimana saeng? Maafkan hyung. Jebal, segera pulang Bummie" racau Jung Soo terus menerus selama perjalanannya.

Lelah… Dingin…

Jung Soo berjongkok di depan sebuah taman. Kakinya seakan memberontak tak ingin berjalan lebih lagi. Tubuhnya sudah sangat lelah.

TES

Akhirnya cairan bening itu berhasil lolos dari sudut matanya. Ia menundukan wajahnya membiarkan air mata itu membasahi tanah yang ia pijak saat ini.

"Kibummie…" panggilnya terus menerus.

Ia bingung harus bagaimana lagi sekarang. Ia merasa gagal menjadi seorang hyung yang seharusnya menjaga dan melindungi semua adiknya. Ia kehilangan sosok dongsaeng nya itu sekarang. Apa yang akan di katakan kedua orang tua nya? Itulah pikiran nya awal yang terngiang namun sekarang bukan itu lagi yang berputar dalam pikiran nya. Ia tak peduli jika kedua orang tua nya akan marah atau menghukumnya nanti. Ia hanya ingin dongsaeng nya kembali. Ia tak ingin kehilangan Kibumnya.

Jung Soo mengangkat wajahnya dan menghapus jejak air mata yang membasahi pipinya. Tak ada guna nya ia hanya terdiam di sini. Ia harus mencari lagi. Dimana pun itu, ia harus segera menemukan dongsaeng nya. Harus!

Dengan semangat yang kembali muncul, Jung Soo kembali berdiri dan melangkahkan kaki nya memasuki taman. Ini adalah taman ketiga yang ia masuki. Taman yang jarang di kunjungi orang lain karena memang tak ada apa pun di dalamnya. Hanya sebuah taman kecil yang tidak menarik untuk di kunjungi.

Jung Soo mengedarkan pandangan nya ke seluruh penjuru taman.

Sepi dan gelap…

Namja itu menghela nafas saat tak mendapatkan apa pun. Ia pun membalikan tubuhnya hendak meninggalkan taman tersebut namun ia terdiam di tempat saat mendengar sebuah suara dari balik pohon besar di sudut kanan taman. Dengan ragu ia melangkah mendekati pohon itu, ia memincingkan mata nya untuk melihat sumber suara.

TAP

Ia menghentikan langkahnya. Tubuhnya mematung seketika di tempat saat melihat apa yang ada di hadapan nya saat ini. Hatinya bergemuruh senang dan bibir yang dingin itu mulai melengkungkan sebuah senyuman tipis.

"Ki—bum?"

.

.

"Snowy… bagaimana bisa aku meninggalkan mu di sini sendirian?"

Seorang bocah berumur 9 tahun itu tengah berjongkok menghadap sebuah kotak yang terbuat dari kardus yang di tempati oleh seekor kelinci putih. Kelinci itu hanya mengerjapkan matanya menatap bocah yang sejak tadi berbicara dan sesekali ia memakan wortel berawarna orange segar yang ada di tangan mungilnya.

Kibum mengulurkan tangan nya mengelus bulu lembut dari kelinci kesayangan nya itu. Wajahnya terlihat begitu sedih.

"Kau pasti kedinginan di sini. Aku saja sudah kedinginan" gumam nya lagi tanpa mempedulikan tak akan ada yang membalas ucapannya. Ia menggosokan telapak tangan nya lalu meniupnya untuk menghangatkan.

"Seharunya aku membiarkan Kim ssaem memberikan mu pada orang lain. Tapi aku juga tak mau kehilangan mu, snowy. Aku tak menyangka Jung Soo hyung akan menolakmu seperti tadi, Mianhae"

Kibum menghela nafasnya lelah. Ia meletakan dagunya pada lutut nya yang sudah terasa membeku. Ia tersenyum kecil melihat tingkah kelincinya yang lucu.

"Apa wortel itu enak? Aku juga lapar, apa kau mau membagi nya dengan ku?" gumamnya lagi tanpa merubah posisinya. Ia terdiam lagi tanpa mengalihkan tatapan nya dari kelinci yang masih asyik dengan makanan nya sendiri.

"Apa kau mau aku menemani mu di sini, snowy? Kalau kau mau, aku tak akan pulang dan menemani mu di sini saja"

Sreet~

Kibum terlonjak saat sebuah mantel sudah terselampir di pundaknya. Ia langsung menoleh dan betapa terkejutnya ia saat melihat sosok hyung tertua nya sudah berjongkok di sampingnya.

"Jung Soo—hyung" gumamnya tak percaya. Ia menatap shock sosok Jung Soo yang hanya menatap lurus kedalam box kardus atau lebih tepatnya memperhatikan kelinci yang tengah memakan wortel nya itu.

"Bagaimana hyung—"

"Kau bisa sakit jika di sini terus, Bummie" sela Jung Soo memotong begitu saja ucapan Kibum. Jung Soo menoleh, tersenyum begitu lembut dan mengelus rambut Kibum sayang.

"Hyung tak mau kau sakit. Kenapa kau tidak pulang tapi justru duduk di sini heum?" tanya Jung Soo. Kibum menundukan kepala nya sedikit berusaha menghindari kontak mata dengan hyung nya itu.

"Kibum?" panggil Jung Soo saat tak mendapat balasan dari adiknya.

"Snowy… Aku tidak bisa meninggalkan snowy di sini sendirian. Aku sudah mencari orang yang ingin dan serius merawatnya tapi semua nya menolak. Aku ingin menitipkan nya di pet shop tapi mereka menanyaiku macam-macam dan membuatku bingung jadi aku tak jadi menitipkan nya di sana" cerita Kibum sembari menatap sedih kelincinya. Jung Soo menghela nafas lalu kembali mengalihkan tatapan nya pada snowy.

"Kenapa kau sangat ingin merawatnya?" tanya Jung Soo lagi. Jung Soo melirik kearah Kibum karena adiknya kembali tak kunjung menjawab. Ia bisa melihat Kibum yang terdiam seakan memikirkan sesuatu.

"Karena snowy yang menemani ku bermain dan aku sangat menyayangi nya" ucap Kibum tanpa mengalihkan tatapan nya dari snowy. Senyuman tipis terlihat di wajah manisnya.

"Dia yang menghiburku saat aku sedih…" Jung Soo menatap intens Kibum yang mulai bercerita. Sungguh jarang dongsaeng nya itu bercerita banyak hal dan ia tak mau melewatkan sedikit pun moment seperti ini.

"Setahun yang lalu saat sekolah mengadakan kompetisi olah raga, appa dan umma tak bisa menghadiri acara itu karena ada acara di Jepang, Kyu juga ikut dengan mereka. Jung Soo hyung dan Hae hyung pun tak hadir padahal aku di tunjuk sebagai salah satu pelari dalam lomba lari" ucap Kibum.

Tanpa sadar, Kibum mengulas sebuah senyuman miris dan tersirat kesedihan. Hati Jung Soo langsung mencelos mengingat kejadian setahun yang lalu. Ia ingat bagaimana Kibum meminta agar salah satu dari mereka datang ke sekolahnya. Namun ia lebih memilih pergi berlibur bersama Heechul dan Yesung sedangkan Donghae lebih memilih bolos dari kompetisi toh ia tak di tunjuk untuk bertanding dan memilih belajar dengan teman-teman karena memang saat itu ia harus menghadapi ujian.

"Mi—mianhae" gumam Jung Soo lirih.

"Tapi untunglah kalian tidak ada karena entah mengapa saat itu aku tersandung dan jatuh hingga akhirnya aku kalah dalam lomba itu. Beberapa teman menyalahkan ku atas kekalahan tersebut. Sedikit sedih mendengar mereka menyalahkan ku begitu, aku pun kabur dari kompetisi. Dan saat itu aku bertemu dengan snowy. Walau hanya bisa melihatnya dari balik kandang, ia sudah bisa membuatku tersenyum melihat tingkahnya yang lucu" lanjut Kibum lagi kali ini dengan senyuman geli yang terlihat tulus.

Jung Soo mengepalkan tangan nya sendiri. Ia tak menyangka Kibum pernah mengalami hal seperti itu. Ia memejamkan matanya sejenak. Setelahnya ia kembali membuka matanya dan segera memeluk Kibum nya. Kibum pun tak menolak walau ia sangat terkejut dengan pelukan Jung Soo. Ia hanya terdiam dalam pelukan itu dan mengerjapkan matanya. Jung Soo mengelus pelan punggung dan surai punggung Kibum yang mulai memejamkan matanya.

Rasanya begitu hangat dan nyaman. Itu yang di rasakan Kibum saat ini. Ia baru sadar pelukan kakaknya begitu menenangkan hati.

"Mianhae saeng—Mianhae" gumam Jung Soo setelah terdiam dalam posisi itu cukup lama. Kibum tak membalas ucapan sang hyung walau ia menyimak dengan seksama setiap kalimat yang keluar dari mulut Jung Soo.

"Hyung memang bodoh dan justru cuek pada kalian setelah kita tinggal bersama. Hyung jenuh dengan pertengkaran Hae dan Kyu setiap harinya sehingga tanpa sadar sikap hyung menjadi seperti ini—Mianhae" sesal Jung Soo sepenuh hati membuat hati Kibum sedikit berdesir.

Jung Soo melepaskan pelukan nya lalu menangkup pipi Kibum yang sudah terasa sangat dingin. Kibum hanya menatapnya tanpa berucap sepatah katapun.

"Hyung janji akan merubah sikap hyung pada kalian. Hyung akan belajar menjadi hyung yang baik bagi kalian semua" ucap Jung Soo dengan angelic smile nya. Kibum pun hanya membalas dengan senyuman tipis.

"Kita pulang sekarang nde? Hae dan Kyu pasti sudah menunggu mu. Kau juga belum makan kan? Hyung tak mau melihat mu dan snowy sakit nanti" ucap Jung Soo masih dengan senyuman lembutnya. Kibum terdiam sesaat memperhatikan wajah hyung nya itu intens.

"Aku boleh membawa snowy pulang?" tanya Kibum sembari mengerjap polos membuat Jung Soo tertawa kecil. Ia mengangguk pasti.

"Tentu saja. Kau boleh memelihara snowy. Biar hyung yang bicara pada appa dan umma saat mereka pulang nanti" balas Jung Soo. Seakan melupakan raut datar yang selalu ia tunjukan, Kibum tersenyum lebar dengan mata berbinar. Ia tak percaya dengan apa yang baru saja hyung nya itu katakan.

"Benarkah hyung?"

Jung Soo berdiri lalu mengambil box kardus berisi snowy yang sepertinya sudah meringkuk untuk tertidur. Ia menjulurkan tangan kanannya kepada Kibum.

"Kajja, kita pulang!" ajak Jung Soo.

Kibum segera bangkit berdiri menerima uluran tangan sang hyung dengan wajah ceria. Ia membenarkan posisi mantel di tubuhnya.

"Ah! Bagaimana kalau kita mampir membeli pizza? Sudah lama tidak makan itu kan?" usul Jung Soo. Kibum segera menganggukan kepalanya setuju. Jung Soo mengacak rambut sang adik dengan gemas. Mereka berdua pun berjalan beriringan meninggalkan taman yang sepi dengan udara yang semakin mendingin itu untuk kembali pulang ke rumah.

.

.

BRUK

Jung Soo menghempaskan tubuhnya di sofa dengan kasar. Ia langsung menyenderkan kepalanya dan menutup matanya dengan lengan kanan. Tubuhnya terasa sakit dan remuk. Semua sendinya terasa begitu nyeri setelah berbagai yang ia lalui hari ini.

"Selesai juga" gumamnya lalu menghela nafas lega.

Ia memang baru mengecek ke kamar ketiga dongsaeng nya memastikan ketiga sudah tertidur di jam yang telah larut malam ini. Setelah menemukan Kibum mereka segera pulang dan di sambut senang oleh Donghae dan Kyuhyun. Mereka pun memakan pizza yang di beli Jung Soo saat perjalanan pulang bersama. Walau dengan sedikit keributan yang di timbulkan oleh tiga adiknya itu hanya karena memperebutkan potongan pizza terakhir sehingga Jung Soo harus membagi potongan pizza itu menjadi tiga bagian.

Melelahkan…

Sangat! Sepertinya besok tubuhnya akan sakit semua karena hari ini ia terlalu lelah. Walaupun begitu, perasaan senang dan lega juga menyelimuti nya saat ini. Raut ceria yang di tunjukan Kibum setelah kembali ke rumah seakan mengurangi sedikit rasa lelahnya dan tak bisa hilang dari ingatan namja itu. Ia tak pernah melihat wajah ceria itu dan ia berharap Kibum bisa terus berekspresi seceria malam ini. Donghae dan Kyuhyun? Entahlah… Ia masih tak bisa berkomentar untuk dua anak itu. Sebelum mereka masuk ke dalam kamar pun mereka masih saja sempat untuk bertengkar.

Senyuman itu mulai terlihat kembali di wajah lelah Jung Soo. Setidaknya hari pertama ia mengurus rumah beserta ketiga dongsaeng nya itu berakhir sudah. Walau hari ini terasa begitu panjang dan lama dari hari biasanya, ia bisa bernafas lega. Banyak sekali pelajaran dan hal baru yang ia dapatkan hari ini.

Semua saran dan masukan dari Yesung. Pengalaman penting dirinya membentak ketiga dongsaeng nya hingga Kibum kabur dari rumah Lalu terakhir bisa melihat senyuman ceria dan mata berbinar dari seorang Park Kibum, dongsaeng nya yang terlihat diam, cuek dan datar itu.

"Ini adalah permulaan…" gumamnya pelan. Hanya suara detik jarum jam yang membalas gumamannya.

Jung Soo menerawang jauh ke depan tanpa memudarkan angelic smile itu.

"Hari ini adalah permulaan dari semuanya. Hyung telah banyak melakukan banyak kesalahan hari ini, saeng. Hyung janji akan menjadi lebih baik lagi hari berikutnya. Hyung akan lebih memperhatikan kalian, mendekatkan diri lebih lagi dengan kalian semua. Hyung akan belajar menjadi sosok kakak yang baik untuk kalian bertiga. Yaksok!"

Setelah mengucapkan hal itu, Jung Soo beranjak dari sofa. Dengan langkah sedikit gontai ia meninggalkan ruangan itu menuju kamarnya dan mengistirahatkan tubuhnya yang sangat lelah. Mempersiapkan diri untuk hal lain yang akan di temui esok hari.

.

.

.

-To be Continued-

Annyeong~ ^^

Mianhae baru updet sekarang, lye gak bisa lanjutin ngetik waktu oppadeul di Ina. Perasaan campur aduk jadi gak fokus buat lanjutin fic ini hehe

Kalian pada nonton mubank kah? Lye gak dong /galau akut/ -_-

Tapi yasudalah, masih ada Super Show 5! Fighting ^-^)99

Oke, jadi curcol kan, mianhae~ hehe

Jeongmal gomawo buat semua readerdeul yang masih menanti BCMB ini. Mianhae mungkin chap ini agak aneh dan muter2 kkk~

Thankseu~ see ya next chap ^^

Replying Riview :

Kyuanae : iya sebenrnya emang kibum yang paling kasian di sini /hug bum/ kk sip nanti ada saat dia polos, imut n jahil hihi thanks

Ratnasparkyu : ne poorteuk kkk thanks~

casanova indah : ne ini gak terlalu lama kan? Apa udah lama ._. haha thanks

cece : iya, mereka yang bikin rumah selalu rame, sip haekyu kkk thanks~

noona-nim : hehe abis bosen liat dia sakit karena penyakit mulu sih, kalo lebih lemah emang daya tahan tubuhnya lebih lemahd dari ketiga hyung nya. Lihat nanti saja deh /slap/ thanks~

Kadera : Ika? Oke deh ika salam kenal yah ahaha bener tuh. Jarang HaeKyu berantem, jadi mereka harus berantem di sini /eh/ teuki golput yeay! Kkk~ Kibum kenapa ya? Lye juga bingung –v liat nanti saja lah /slap/ hehe thanks~

Hikari tsuky : aniya, saya tak kejam~ teuki seneng kok di gituin /eehh xD thanks~

Blackyuline : Kibummie a ghost? O.O haha nah bener, dia gak bakal sepi karena ada kakak yg setia ngajak dia ribut mulu sip! Hehe thanks~

Aisah92 : aisah 92 line kah? Kalo iya berarti lye pgl eonni ._. haha kita senasib masa. Bedanya dulu kakak lye yang di ungsiin ke rumah tante gr2 keadaan eomma lemah waktu hamil aku khukhu. Bener kalo ketemu ma dia rasanya canggung n dia sering banget godain aku jadi sering berantem tapi gr2 itu justru sekarang jadi deket /curcol/ haha thankseu~

92Line : ne berarti lye panggil eonni~ kkk lye setahun di bawah eonn ^^ sip, haekyu seneng berantem kok di sini.. aigoo eonn jan yadong ah Kyu masih kecil unyu2 /ehh apaini/ haha gomawo eon^^

SnowBum KyuDevil : iya ya ._. haha gpp lah sekali2 Bum di buat melas dan miris di sini /slap/ huwe duckie oppa jan di tendang, bias kedua lye tuh /hug teuk/ :p gomawo~

tiaraputri16 : iya katanya mereka seneng berantem di sini biar rame /eh/ tenang wajah teuk itu baby face kok gak akan keriputan kkk gomawo~

KyuLate : Kyu emang cocok buat selalu di siksa /evil laugh/ gomawo~

gyu1315 : huwe lye juga gak nonton mubank. Udah galau n nangis dari mereka berangkat ke sini kemarin apalagi pas denger kalo sikap yesungie aneh di mubank TT untung si gembul Kyu ngelawak pas mc jadi bisa ngakak kkkk~ semoga kita bisa nonton SS5 saeng, amin! /jadi sesi curhat ini/ kkk gomawo~

Jmhyewon : panggil lye aja deh biar akrab kita kkkk~ ne, udah tahu jawabanya di atas kan. Teuk telat, horeee~ /di jitak teuk/ haha ne, gomawo~

riekyumidwife : sepertinya gitu eonn, dia pantas di siksa /di deathglare kyu/ kkk antenatal apaan eon? ._. sip eonn, gak terlalu lama kan? Hehe gomawo~

Nakahara Grill : kkk gak updet sekilat kemaren ini, galau sih pas oppars di ina /plak/ gomawo~

shintalang : hei hei ketemu lagi hehe mau jadi baby sitter mereka? Yakin? Danger loh! Kkk gomawo~

Arum Junnie : aniyo. Yang kemarin bukan yang terpanjang, wae? Ne, gomawo~

AngeLeeteuk : namanya juga HaeKyu begitulah mereka kkk~ teuk sakit? Boleh juga :p ne, gomawo~
sfsclouds : ne udah apdet mian gak secepet kemaren haha gomawo~

KyuChul : kkk boleh kok dia seneng di panggil eomma /eeh/ sip di terima masukan nya ^^ lye udah pernah mikir gitu kok jadi tenang saja liat nanti nya gimana /evil laugh/ ne, gomawo saeng~

Parktevk : selamat! Kamu langsung dapet glare dari teuk! Kkkk tenang, teuk juga bakalan di siksa di sini, sudah ada contohnya di atas xD ne, goamwo~

Gyurievil : nah yang baca aja pusing apalagi yang ngurusin /lirik teuk/ kkk ne, gomawo~

Ay : bisa di bilang gitu, tenang pasti akan ada saat nya mereka kerja sama bareng kok haha ne gomawo~

cho-i chahyun : sip, masukan di terima. Kita liat sebulan ini kyu kenapa nanti /evillaugh/ ne, gomawo~

arumfishy : wah kayaknya ada yang sadar maksud dari Hae selalu mau adu mulut sama Kyu nih haha selamat! Kamu benar /apanya?/ xD ne, gomawo~

bryan ryeohyun : ne siapa yang gak sakit kalo baru umur segitu udah di tinggalin dan gak dapet perhatian kayak yang lain nya coba? /kibum curhat/ kkk ne, gomawo~

kyuqie : gwenchana^^ ne, makasih semangat nya hehe

ayu : heem kyu kasian baru pertama kali di tinggal begitu, prayforkyu lah hehe ne, gomawo~

3240KKB : kkk mianhae baru bisa di lanjut abis kemaren galau akut sih xD gomawo~

Little Hope 22: welcome here^^ haha begitulah walaupun failed humor juga –v ne, gomawo semangatnya~

vhachandra : hei hei ayo sini ramein kkk nah! Si gembul emang selalu asyik kalo di siksa /di lempar laptop ma kyu/ hahaa sip, gomawo~

IrumaAckleschia : iya sudah lanjut, gomawo~

Bella : gwenchana haha udah updet gak secepet kemarin sih kkk eciee si gembul terbang tuh (?) ada sparkyu xD ne, gomawo~