"Kyu? Apa maksudmu? Hyung tak mengerti" desak Jung Soo sembari melepaskan pelukan Kyuhyun dan menatap wajah adiknya itu dengan intens. Kyuhyun menundukan kepalanya untuk menghindari kontak mata dengan sang hyung. Isakan kecil masih keluar dari bibir nya.
"Kyu?"
"Mereka jahat! Hae hyung dan Bum hyung jahat!" ucap Kyuhyun dengan jelas dan sedikit keras membuat dua kakak nya yang ada di balik pintu itu semakin membulatkan matanya tak percaya.
Memangnya apa yang mereka lakukan?
"MWO?!"
.
.
BE CLOSE MY BROTHERS
.
.
Main Cast :
Park Jung Soo / LeeTeuk
Lee Donghae as Park Donghae
Kim Kibum as Park Kibum
Cho Kyuhyun as Park Kyuhyun
.
Genre : Family and Friendship
.
Summarry :
Kasih sayang selalu ada di dalam sebuah keluarga walaupun seakan ada pembatas yang membuat suasana menjadi canggung. Selalu ada cinta di balik semua pertengkaran dan perdebatan. Tapi bukankah akan lebih indah jika suasana canggung dan pertengkaran yang terjadi itu lenyap, terganti dengan sebuah kehangatan dan kebersamaan setiap anggota dalam sebuah keluarga besar.
.
.
OOOoooßCMB oooOOO
PART 4
BRAK!
Jung Soo dan Kyuhyun sontak menoleh ke arah pintu kamar saat suara teriakan dan debuman keras terdengar. Pintu itu sudah terbuka lebar dan terlihatlah dua bocah yang sudah berdiri dengan wajah tak percaya sekaligus salah tingkah karena tanpa sadar mereka berteriak dan mendorong pintu hingga terbuka lebar. Kibum menelan salivanya dengan sulit lalu mengalihkan tatapan nya ke samping dan berangsur mundur ke belakang tubuh Donghae yang hanya berdiri di tempat dengan cengiran di paksakan. Jung Soo mengernyit bingung melihat dua dongsaeng nya yang lain sudah berdiri di sana. Kyuhyun menghentikan tangisan nya dan menatap kedua hyung nya intens.
"Apa yang kalian lakukan?" tanya Jung Soo sembari menatap kedua adiknya itu tajam dan penuh selidik. Donghae hanya bisa mengacak rambut belakangnya masih dengan cengiran di wajahnya.
"Anu… Hyung, kita… Hae dan Bummie itu… kita sedang—"
"HUUWEE JUNG SOO HYUNG~~"
Jung Soo, Donghae dan Kibum membulatkan matanya saat tiba-tiba Kyuhyun menjerit histeris dan tangisan itu kembali terdengar bahkan lebih keras dari sebelumnya. Jung Soo yang ada di sebelah Kyuhyun pun langsung panik, tak mengerti kenapa maknae nya menangis lagi sedangkan Donghae dan Kibum hanya meringis dan menatap Kyuhyun penuh tanda tanya.
"Aish, kau ini kenapa Kyu? Uljima… uljima—aigoo!" racau Jung Soo panik sambil mengelus punggung Kyuhyun.
"Mereka—pergi huwwee hiks~ ke-luar huwee~"
"Heh?" Donghae mengerutkan dahinya dan tanpa sadar ia menunjuk dirinya sendiri dengan telunjuknya saat Kyuhyun menangis sambil menunjuk ke arah dirinya dan Kibum sambil menggelengkan kepala.
Jung Soo beralih menatap keduanya lagi. Ia mulai geram. Ia tak tahu apa yang terjadi dan ingat, ini sudah tengah malam dan rumahnya terdengar begitu ramai—aish!
"Kalian berdua, cepat keluar! Kembali ke kamar sekarang!" titah Jung Soo sedikit berteriak namun Donghae dan Kibum masih terlihat shock. Mereka terdiam di tempat sambil melempar tatapan bingung.
"Huuwweeeee Jung Soo hyuuunggg~"
"DONGHAE KIBUM, KELUAR!"
"Kyyyaaaa~~"
BLAM!
Tangisan Kyuhyun di tambah hardikan keras dari Jung Soo membuat Donghae dan Kibum tersentak kaget dan langsung berlari keluar kamar, tak lupa menutup pintu kamar dengan sangat kasar. Mereka langsung berlari dan masuk ke kamar masing-masing.
Jung Soo mengacak rambutnya, ia beralih menatap Kyuhyun dengan tatapan kesal namun juga cemas.
"Hiks—"
"Kyu, sebenarnya kau ini kenapa? Jangan membuat hyung cemas seperti ini!" ujar Jung Soo dengan nada sedikit tinggi namun terdengar memelas. Tangisan Kyuhyun sudah reda namun isakan dan sesenggukan itu masih terdengar. Kyuhyun kembali menghiraukan pertanyaan Jung Soo dan memeluk hyung nya lagi.
"Jangan—hiks jangan tinggalkan Kyunnie. Jung Soo hyung di sini saja~" isak Kyuhyun. Jung Soo hanya mengusap wajahnya dengan telapak tangan kanan secara kasar. Sungguh ia tak mengerti apa pun situasi yang terjadi saat ini. Ia berusaha mencerna keadaan namun adik-adiknya justru membuat semua nya semakin rumit.
"Sudahlah. Jangan menangis, minum susunya dan kita tidur" Jung Soo melepaskan pelukan Kyuhyun lalu menghapus jejak air mata di pipi dongsaeng nya. Ia tak mungkin memaksa Kyuhyun untuk berbicara saat ini. Ia akan menunggu hingga adiknya mau terbuka dan menceritakan masalah yang sebenarnya.
Jung Soo mengangsurkan segelas susu yang sudah cukup dingin kepada Kyuhyun. Sang adik menerima nya dan meminum nya sedikit demi sedikit.
"Hyung temani Kyu tidur nde? Jebal~" pinta Kyuhyun dengan nada memelas dan puppy eyes yang masih terlihat berair. Tentu saja Jung Soo tak bisa menolaknya. Ia hanya mengangguk pasrah.
Setelah menghabiskan susu, mereka pun mulai tertidur di single bed Kyuhyun yang bagi Jung Soo sangatlah sempit, tapi apa daya ia hanya bisa menuruti permintaan dongsaeng nya saat ini. Jung Soo mengelus lembut rambut Kyuhyun yang kembali memeluknya dengan erat.
Sentuhan lembut sang kakak mulai membuat Kyuhyun nyaman dan akhirnya terlelap dalam tidurnya. Jung Soo belum bisa tertidur. Pikiran nya masih terasa penuh dan kasur tak nyaman menjadi pengganggu nya.
Namun…
Jung Soo mengulas senyum kecil saat memperhatikan wajah adik kecilnya. Ia baru sadar, ini pertama kalinya ia tidur bersama Kyuhyun. Tidur bersama Donghae sudah sering, bersama Kibum pernah beberapa kali namun bersama adik kecilnya itu tak pernah sama sekali.
Jung Soo membalas pelukan Kyuhyun dan mulai memejamkan matanya berusaha untuk menyusul sang dongsaeng ke dunia indah bernama dreamland.
.
.
.
OOOoooßCMB oooOOO
"Heungg~"
Seorang namja menggeliat pelan di ranjangnya. Ia menguap dan mulai mengucek matanya. Berkas sinar matahari yang sudah menyelusup masuk dari jendela sangat mengganggu tidur nya. Ia merenggangkan tubuhnya yang terasa pegal dan sakit semua saat ini. Bagaimana tidak sakit, ia tidur larut malam dan harus menemani dongsaeng terkecilnya tidur di kamar sang adik dengan single bed yang menurutnya sangat minim jika di tempati dua orang.
Jung Soo mengerjapkan matanya berulang kali. Ia bangun terduduk lalu mengusap wajahnya.
"Aish, tubuhku pegal semua" keluhnya sembari memijat pelan tengkuk dan bahu nya yang terasa pegal.
Jung Soo sedikit kaget saat tak menemukan Kyuhyun di sebelahnya. Apa bocah itu sudah bangun?
Ia menatap jam dinding yang sudah menunjukan pukul 8 pagi. Untung hari ini adalah weekend, bangun siang pun tak masalah. Jung Soo masih terlihat enggan meninggalkan tempat tidur itu. Ia menatap kosong kasur tersebut. Memori nya mengulang kejadian yang terjadi semalam dan tanpa sadar namja itu menghela nafasnya.
"Aku harus tahu apa yang sebenarnya terjadi" gumam Jung Soo yang bertekad untuk kembali menanyakan apa yang terjadi pada adiknya itu. Tapi dimana sang adik?
Jung Soo segera beranjak dari tempat tidur dongsaeng nya dan berjalan keluar kamar. Ia tersenyum saat keluar dari kamar dan bertepatan dengan Donghae yang juga keluar dari kamarnya dengan penampilan berantakan. Sepertinya dongsaeng nya itu juga baru bangun tidur.
"Hae…" sapa Jung Soo dengan senyuman lembut di wajahnya namun Donghae hanya terdiam dan terlihat mempoutkan bibirnya.
Jung Soo tertawa kecil, sepertinya adiknya itu masih kesal dengan kejadian semalam. Ya, tanpa sadar Jung Soo sudah berteriak keras pada Donghae dan Kibum. Jung Soo mendekati Donghae lalu mengelus pucuk kepala namja itu.
Hanya dengan sentuhan dan senyuman itu sepertinya mampu meluluhkan hati Donghae, buktinya namja itu sudah memeluk kakaknya dengan manja lalu meletakan kepalanya di bahu kanan Jung Soo.
"Hyung menyebalkan" gumam Donghae membuat Jung Soo terkikik geli. Ia memang tak pernah berteriak keras pada Donghae kecuali saat kejadian 'snowy' itu.
"Mianhae, hyung berteriak lagi semalam" balas Jung Soo sembari mengelus surai hitam adiknya.
Donghae melepaskan pelukan nya lalu mulai mengulas senyuman khas nya.
"Sebagai gantinya, buatkan aku soup ikan untuk makan malam. Otte?" Donghae menyengir lebar membuat Jung Soo menggelengkan kepalanya.
"Mana bocah setan menyebalkan itu, hyung? Belum bangun?" tanya Donghae santai sambil merapikan tatanan rambutnya. Ia meringis saat Jung Soo mencubitnya pelan.
"Berhenti mengejeknya seperti itu, Hae. Sepertinya Kyu sudah bangun" balas Jung Soo yang tak terlalu di anggap oleh Donghae yang mulai melangkahkan kaki nya menuju sofa di ruang santai tak jauh dari kamarnya.
"HYUNG!"
Jung Soo dan Donghae terlonjak kaget saat sebuah teriakan nyaring menyapa pendengaran mereka dan membuat langkah Donghae terhenti seketika. Keduanya segera mengalihkan tatapan mereka menuju lorong kearah dapur. Seorang bocah sudah berdiri di sana dengan cengiran lebar, sebuah penyiram tanaman terlihat ada di tangan bocah itu.
"Kyu?"
Kyuhyun langsung berlari menghampiri kedua hyung nya. Ia meletakan penyiram tanaman di lantai lalu segera berhambur memeluk Jung Soo yang tentu saja terkejut dengan tingkah sang adik.
"Morning Jung Soo hyung~" ucap Kyuhyun dengan nada ceria lalu melepaskan pelukan nya. Belum sempat Jung Soo membalas ucapan itu, Kyuhyun langsung berhambur memeluk Donghae yang langsung membuat namja penyuka ikan itu mematung di tempat.
"Morning too Hae hyungie~"
Donghae tak mampu membalas pelukan juga sapaan itu. Sengatan listrik seakan bisa di rasakan tubuhnya yang tengah membeku saat ini. Sebuah sapaan yang terdengar begitu mengerikan baginya.
Hei! Park Kyuhyun, adik sekaligus rival untuk bertengkar dan membuat keributan juga selalu di cap menyebalkan oleh Donghae itu tengah memeluknya lalu berucap begitu manja!
Oh Tuhan…
Apa ini mimpi?
Jung Soo hanya bisa menyaksikan itu dengan mulut terbuka dan mengerjapkan matanya, tak percaya dengan pemandangan di hadapan nya. Donghae yang sudah tersadar dari shock nya langsung melepaskan pelukan Kyuhyun secara paksa lalu menjauhkan tubuh adiknya dari dirinya yang sudah mundur beberapa langkah. Ia menatap Kyuhyun dengan tatapan horror sedangkan yang di tatap hanya menggembungkan pipinya kesal.
"Ish! Aku hanya ingin memelukmu, hyung~" ujar Kyuhyun masih dengan nada manja nya membuat Donghae merinding seketika.
"Apa-yang-kau-rencanakan-evil?" tanya Donghae penuh penekanan masih dengan tatapan horornya pada Kyuhyun yang kembali memasang cengiran lebar membuat kedua hyung nya itu hanya mengerutkan dahi.
"Apa?" tanya Kyuhyun balik dengan wajah innocent nya.
"Kyu hanya ingin memeluk kalian—hehe" tambahnya lagi. Belum sempat kedua hyung nya membalas ucapan nya, bocah berusia 8 tahun itu beralih mengambil penyiram tanaman nya lagi.
"Sudahlah. Kyu mau menyiram bunga-bunga eomma lagi. Mereka pasti sudah kehausan jadi harus di beri minum~"
Kyuhyun melangkahkan kaki nya pergi dengan riang tak mempedulikan kedua hyung nya yang semakin menatap dirinya dengan tatapan shock.
"Ah! Hae hyung, Kyu sudah memberi ikan-ikan mu makan, mereka makan dengan sangat lahap—hehe" ujar Kyuhyun riang. Bocah itu kembali melanjutkan langkahnya menuju taman belakang rumah untuk menyiram beberapa bunga kesayangan sang eomma.
Jung Soo dan Donghae masih enggan mengalihkan tatapan nya dari bayangan Kyuhyun yang sudah menghilang dari lorong. Donghae mulai menoleh kesamping untuk menatap Jung Soo hingga akhirnya kedua namja itu saling bertatapan dengan penuh kebingungan dalam manic mata masing-masing.
"Apa aku bermimpi, hyung?" tanya Donghae terheran. Jung Soo menggelengkan kepalanya.
"Ani. Kita sudah bangun Hae" balas Jung Soo.
"Lalu… apa kepala bocah itu terbentur? Dia sakit?" Donghae masih melontarkan semua tanda tanya yang berputar di dalam pikiran nya dan hanya di balas dengan gelengan dari sang hyung.
Bagaimana tidak heran? Ini pertama kalinya sang maknae bersikap begitu baik, riang, manja dan apa tadi? Dia memberi makan ikan dan menyiram tanaman? Aigoo… It's un-be-lie-va-ble! !
.
"Kami pullaanggg~"
Jung Soo dan Donghae mengalihkan tatapan ke lorong menuju pintu utama. Tak lama kemudian sosok Kibum dan Changmin muncul dari sana. Kedua nya berjalan santai dengan pakaian training, sepertinya mereka habis jogging pagi.
"Kalian sudah bangun hyung?" tanya Changmin ceria yang hanya di balas anggukan serentak dari Jung Soo dan Donghae yang belum sepenuhnya sadar dari shock mereka.
"Kalian kenapa? Ah! Dimana Kyu?"
Jung Soo hanya menunjuk kearah taman belakang untuk menjawab pertanyaan Changmin yang menggaruk kepalanya bingung. Tak memusingkan apa yang terjadi pada kedua sepupunya itu, Changmin langsung berlari menuju taman belakang menyisakan keheningan di antara Jung Soo, Donghae dan Kibum.
"Kalian pasti sedang shock" ucap Kibum santai sembari melangkahkan kaki nya menuju ruang santai. Kedua hyung nya hanya mengernyit bingung lalu tanpa di perintahkan mereka mengikuti langkah Kibum.
Kibum mendudukan dirinya di sofa dan tak lama ia langsung di apit oleh Jung Soo dan Donghae yang duduk di sebelahnya dan menatapnya seakan meminta penjelasan.
"Tingkah aneh Kyuhyun kan?" tebak Kibum lagi sambil menatap kedua hyung nya bergantian. Jung Soo dan Donghae mengangguk pasti membuat Kibum tersenyum tipis—tebakannya benar.
"Aku juga di buatnya terkejut tadi pagi. Saat aku terbangun dan menuju dapur, aku melihatnya sudah berada di kolam ikan dan sepertinya tengah memberi makan ikan. Lalu ia menyadari keberadaan ku dan tiba-tiba saja ia berlari menghampiri ku dan memeluk ku dengan sangat erat. Dia bilang hanya sebagai sapaan selamat pagi. Tidak hanya itu, ia juga membersihkan itu…" Kibum menunjuk kearah meja yang ada di ruang santai tepat di depan sofa. Jung Soo dan Donghae reflek menoleh kearah meja dan memang meja yang semalam berantakan dengan berbagai majalah dan kertas sekarang sudah rapi dan bersih. Mereka tertawa canggung seakan tidak percaya dengan apa yang mereka dengar.
"Lalu Changmin mengajakku jogging. Dia juga mengajak anak itu tapi Kyu menolak karena ingin memberi salam pagi pada kalian dan menyiram tanaman" jelas tuntas Kibum membuat kedua hyung nya menatap dirinya dengan tatapan terhirat heran, bingung dan shock.
"Anak itu benar-benar sudah gila" Donghae menyandarkan punggung nya di senderan sofa sambil menggelengkan kepalanya.
"Jung Soo hyung…" panggil Kibum membuat Jung Soo menatapnya bertanya.
"Apa yang membuatnya menangis semalam?" tanya Kibum sedikit canggung saat memori dirinya dan Donghae tertangkap basah telah mengintip kegiatan kakak dan adik mereka. Jung Soo menghela nafas lalu menggedikan bahunya.
"Entahlah. Ia hanya terus menangis hingga akhirnya tertidur setelah minum susu" jawab Jung Soo yang juga ikut menyandarkan punggung nya di sofa.
Ruangan santai pun menjadi hening….
Tak ada perbincangan lagi dari ketiga saudara sedarah itu. Mereka terdiam tengah berkelut dengan pikiran masing-masing.
"Aigoo! Ikan-ikan ku!" pekik Donghae yang langsung terlonjak berdiri dari sofa. Jung Soo dan Kibum pun tersentak kaget dan menatap Donghae dengan penuh tanda tanya. Donghae sendiri sudah memasang wajah pucat seakan menyadari satu hal.
"Terakhir kali bocah itu memberi makan ikan-ikan ku… Tiga ekor ikan ku mengambang tak bernyawa di kolam! Andweee~"
Donghae langsung berlari menuju kolam ikan yang ada di sebelah dapur tanpa mempedulikan Jung Soo dan Kibum yang tercengang dengan kelakuan dirinya. Kibum pun belum sempat mengatakan bahwa ikan peliharaan hyung nya itu baik-baik saja, ia sudah mengeceknya tadi pagi.
Jung Soo melirik Kibum yang sudah menggelengkan kepalanya. Entah mengapa Jung Soo terkikik geli saat mengingat ekspresi pucat Donghae dan kelakuan aneh sang maknae. Kibum menatap hyung nya dengan bingung namun ia mengulas senyuman setelah sadar apa yang di tertawakan sang hyung.
.
.
Tingkah aneh Kyuhyun terus berlanjut hingga siang hari ini. Dan hal itu semakin membuat hyungdeul nya terheran dan tak mampu berkata apa pun lagi. Kyuhyun telah mengambil alih tugas Jung Soo untuk membersihkan peralatan makan setelah sarapan lalu ia juga membersihkan lantai ruang tengah dan ruang santai. Mengelap meja, hiasan, figura dan piano yang terlihat berdebu. Ahjumma yang biasa membersihkan semua nya memang mengambil liburan saat weekend. Jung Soo ingin menarik Kyuhyun dan memaksa nya menceritakan semua nya namun adiknya itu mempunyai berbagai macam alasan dan berhasil meloloskan diri dari nya. Kyuhyun lebih senang membersihkan rumah hari ini daripada membuang waktu menjawab pertanyaan hyung yang tak ingin ia jawab itu.
"Hae hyung~ chakkaman!"
Donghae dan Kibum yang hendak membawa kardus berisi majalah bekas ke gudang harus menghentikan langkahnya saat Kyuhyun muncul. Mereka menatap adiknya dengan tatapan bertanya.
"Biar Kyu saja yang membawa nya" Kyuhyun hendak mengambil alih kardus itu namun Donghae menahan nya sehingga kedua kakak adik itu saling tarik menarik kardus.
"Cukup bertingkah aneh seperti itu evil! Kau semakin menyebalkan jika begini caranya" ucap Donghae yang masih belum menyerahkan kardus yang ada di tangan nya.
"Kyu hanya ingin membantu hyung~"
"Aku tak perlu bantuan mu, lepaskan!"
Kyuhyun menggembungkan pipinya kesal mendengar pekikan dari hyung nya. Donghae sudah pusing dengan semua kelakuan sang adik. Bertengkar dengan Kyuhyun lebih menyenangkan daripada melihat tingkah manis Kyuhyun yang menurutnya lebih mengerikan dan menyebalkan. Donghae menatap Kyuhyun dengan tatapan aneh. Sedangkan di belakang mereka, Kibum dan Changmin hanya saling melemparkan lirikan bingung.
"Hae hyung~" Donghae yang ingin melanjutkan langkahnya kembali terhenti saat Kyuhyun mencegatnya.
"Minggir!"
"Ssttt~ kemari hyung… Aku ingin membisikan sesuatu yang sangaattt penting" Kyuhyun mendekati Donghae dan mulai berbicara setengah berbisik. Ekspresi misterius yang di tunjukan Kyuhyun semakin membuat Donghae penasaran dengan apa yang ingin di katakan sang maknae. Tanpa sadar ia mendekatkan wajahnya pada Kyuhyun yang hendak membisikan sesuatu.
"….Fuuufffhht~ GYA!"
"YA!"
Donghae menegakan tubuhnya kembali sembari menggosok telinga nya yang berdengung saat Kyuhyun bukan nya membisikan kata-kata justru meniup telinganya lalu berteriak cukup keras membuat dirinya terlonjak kaget dan kardus yang di bawanya terjatuh begitu saja di lantai.
Tak ingin membuang kesempatan, Kyuhyun langsung mengambil kardus itu lalu berlari menjauh dari Donghae yang sudah menatap nya marah.
"Hae hyung, duduk santai saja! Biar Kyu yang menaruhnya di gudang" ujar Kyuhyun dengan cengiran lebar sebelum berlari menuju gudang di bagian belakang rumah. Jika tak mengingat dosa, Donghae ingin sekali mencekik leher bocah itu. Ia hanya berdecak kesal lalu menghentakan kaki nya ke lantai.
"Bum hyung, kemarikan kardusnya. Min juga akan menaruhnya di gudang" Kibum tersadar dari lamunan nya saat Changmin menarik tangan nya. Tidak seperti Donghae, Kibum hanya menuruti permintaan Changmin dan memberikan kardus itu pada sepupunya. Changmin pun berlari menyusul Kyuhyun ke gudang sambil membawa kardus itu.
Donghae dan Kibum hanya menatap kepergian Changmin dengan kerutan di dahi. Entah mengapa sepupu mereka itu juga seakan mengikuti apa yang Kyuhyun lakukan sejak tadi. Mereka tahu, Changmin ingin sekali bermain dengan Kyuhyun namun melihat perubahan Kyuhyun pagi ini membuat bocah 7 tahun itu bingung. Dengan kepolosan yang di miliki Changmin, namja itu pun mengikuti apa saja yang Kyuhyun lakukan hari ini. Ia terus mengekor sang maknae tanpa banyak bertanya. Menurutnya itu adalah permainan baru yang di ciptakan oleh Kyuhyun =.='
"Aku yakin, kepala evil itu sudah terbentur lemari atau bahkan batu! Atau dia sedang sleep walking, sebenarnya dia masih tertidur dan bermimpi saat ini" gumam Donghae sambil berkacak pinggang. Kibum hanya membalas dengan helaan nafas. Ia sudah kehabisan kata-kata untuk membalas semua dugaan Donghae yang terkesan aneh dan tak logis itu.
"Kalian kenapa?"
Donghae dan Kibum menoleh kearah tangga saat mendengar suara yang sudah tak asing bagi mereka. Di sana Jung Soo sudah berdiri dengan pakaian rapi, skinny jeans berwarna putih dan kemeja berwarna soft blue tak lupa ransel berwarna putih yang sudah terselampir di bahu kanan nya.
"Apalagi kalau bukan bocah setan" decak kesal Donghae membuat Jung Soo terkikik geli. Ia menghampiri kedua dongsaeng nya.
"Biarkan saja. Biarkan dia melakukan apa yang ia inginkan hari ini. Aku akan menanyakan nya lagi apa yang sebenarnya terjadi nanti malam" ucap Jung Soo dengan senyuman lembut membuat wajah tampan itu semakin terlihat bersinar.
"Kau akan pergi sekarang hyung?" tanya Donghae sembari memperhatikan penampilan hyung nya. Jung Soo mengangguk. Beberapa saat lalu, salah satu sahabatnya –Heechul meminta bantuan nya untuk menemani nya mencari sumber untuk tugas nya dan tentu ia tak bisa menolak saat mendengar nada memelas dari Heechul. Tak biasanya sahabatnya memelas seperti itu.
"Tak apakan jika hyung pergi?" tanya Jung Soo yang di balas dengan anggukan dari kedua adiknya itu.
"Heenim sudah menanti di depan, aku pergi duluan. Salam untuk Kyu dan Changmin. Jangan membuat masalah di rumah dan hyung tak mau melihat rumah hancur saat pulang nanti" pesan Jung Soo membuat Donghae memutar bola matanya malas dan Kibum hanya mendengarkan dengan ekspresi datar.
"Jangan melebih-lebihkan hyung" balas Donghae malas. Jung Soo terkikik geli.
"Kau yang hyung khawatirkan, Hae! Jangan mencari masalah dan berulah lagi, arrachi?" ucap Jung Soo membuat Donghae mendengus sebal.
"Aku pergi. Kibummie hyung titip Hae dan Kyu, nde?" Kibum hanya mengangguk mengerti.
"Ya hyung! Aku hyung mereka, kenapa justru aku yang di titipkan" protes Donghae sambil menatap Jung Soo heran. Jung Soo melangkahkan kaki nya menjauhi kedua adiknya itu sambil tertawa geli.
"Tapi kau lebih kekanakan dari Kibum" balas Jung Soo sebelum menghilang dari ambang pintu.
"Mwo?! Aish!"
Donghae mengacak rambutnya sendiri. Kenapa hyung nya jadi menyebalkan begitu? Ia melangkahkan kaki nya meninggalkan tempat itu dan Kibum yang kembali menghela nafasnya. Dalam hati Kibum tengah bergumam sendiri—'keluarga ku memang ajaib'.
.
.
"Berhenti mengikuti ku Shim Changmin!" desis Kyuhyun setelah meletakan kardus dan tiba-tiba Changmin mengikutinya meletakan kardus yang di bawanya juga.
Kyuhyun sudah cukup bersabar menghadapi sepupunya yang sejak tadi mengikuti semua yang ia kerjakan. Mulai dari membersihkan meja, mencuci peralatan makan dan banyak hal lagi. Ia tak suka di ikuti seperti itu. Ia ingin melakukan nya seorang diri!
Changmin hanya menatap sepupu nya dengan tatapan polos bercampur bingung membuat Kyuhyun berdecak kesal.
"Memang nya kenapa?" tanya Changmin.
"Karena aku tak suka kau mengekor dan mengikuti segala yang ku kerjakan hari ini!" ketus Kyuhyun dengan raut tidak suka. Tak ada respon berarti yang di tunjukan bocah berusia 7 tahun di hadapan Kyuhyun itu.
"Tapi kenapa kau terus melakukan hal-hal aneh seharian ini, Kyu? Kapan kita bermain game?" tanya Changmin yang kembali mengikuti langkah Kyuhyun yang sudah keluar dari gudang itu.
Kyuhyun menoleh dan melipat kedua tangan nya di depan dada.
"Kita tak akan bermain game hari ini dan kau tak perlu tahu kenapa aku melakukan ini semua. Yang terpenting jangan mengikuti ku lagi!" ucap Kyuhyun setengah berteriak membuat Changmin memundurkan tubuhnya dari Kyuhyun beberapa langkah.
Changmin mempoutkan bibirnya dan menatap sebal punggung Kyuhyun yang sudah menjauh. Dia hanya ingin bermain! Apa salah jika mengajak sepupu hampir sepantarnya itu bermain game? Aish! Dan kenapa Kyuhyun marah? Apa salahnya? Ia bahkan sudah membantu semua yang Kyuhyun kerjakan saat ini. Sungguh malang nasibmu Shim Changmin.
.
Kyuhyun POV
Sreett…
BRUK!
Aku menyandarkan tubuhku yang terasa begitu lelah di balik pintu kamar mandi hingga akhirnya tubuhku merosot jatuh dan aku pun terduduk di lantai dingin ini.
Lelah…
Tubuhku terasa sangat lelah hari ini.
Bagaimana tidak? Sejak pagi aku sudah melakukan berbagai macam pekerjaan yang sangat jarang ku lakukan sebelumnya dan aku tak membayangkan jika hasilnya akan selelah ini.
Aku memejamkan mata ku sejenak untuk mengurangi rasa lelah ini. Semalam aku pun kurang tidur sehingga tenaga ku berkurang untuk hari ini.
"Kenapa mereka tak mengatakan apapun?"
Pikiran ku berputar pada sosok tiga hyung ku. Respon mereka tidak seperti yang ku harapkan setelah aku melakukan semuanya. Ya, aku berusaha berubah! Aku sengaja melakukan semua pekerjaan rumah yang ku bisa dan bersikap manis pada mereka. Berusaha menekan rasa malas, egois dan harga diri hanya untuk mendapatkan respon positif dari mereka. Aku hanya ingin berubah menjadi dongsaeng yang baik dan manis yang mungkin mereka harapkan. Seperti Changmin—mungkin. Aku menuruti seluruh perkataan mereka bahkan hari ini aku memakan beberapa lembar sayuran yang ada di nasi goreng untuk sarapan tadi, seperti permintaan Donghae hyung. Walaupun rasanya aku ingin muntah tapi aku memaksakan untuk memakan nya dan apa yang mereka berikan? Hanya tatapan heran dan tak percaya. Hei, bukan kah mereka yang sering menyuruhku memakan sayuran? Ah satu lagi! Aku juga sudah memenuhi ucapan Jung Soo hyung untuk tidak membalas ucapan Donghae hyung yang terkadang membuat ku kesal dan ingin memukulnya. Tapi Hae hyung justru menyuruhku untuk tak bersikap manis! Sebenarnya apa mau mereka?!
Cukup dengan senyuman lembut dan tatapan bangga juga senang…
Hanya itu yang ku harapkan setelah mereka melihat perubahan ku. Tapi apa yang ku terima saat ini?
Tidak ada! Hanya tubuh lelah dan perasaan sesak yang semakin memenuhi hatiku.
Aku menekuk lututku dan memeluknya begitu erat. Bulir mata bodoh yang sejak kemarin menghiasi pipi ku kembali meluncur. Aku tak ingin menangis tapi air mata ini jatuh sendiri tanpa bisa ku tahan. Bodoh, bodoh, bodoh!
Apa mereka tak bisa membaca apa yang ku inginkan? Apa mereka tak bisa memperlakukan ku seperti mereka memperlakukan sepupu ku itu?
Aku iri! Ya, aku iri dengan Changmin, apa kalian puas?!
Changmin yang hanya sepupu saja bisa mendapatkan senyuman lembut dari Bum hyung juga Hae hyung, tapi aku? Hae hyung selalu senang mengajak ku bertengkar dan mengejekku. Bum hyung, dia terlalu cuek dan seakan tak peduli segala hal tentang ku. Apa aku tak pantas mendapat senyuman dan perlakuan lembut dari mereka?
Aku tidak membenci Changmin, aku sangat menyayangi nya karena dia yang sering menemani ku bermain tapi aku tak bisa menahan rasa kesalku hari ini.
Dia mengikuti semua yang ku lakukan dan kedua hyung ku yang menyebalkan itu justru memuji nya dan memberikan senyuman yang kuharapkan akan mereka berikan pada ku setelah melakukan semua nya.
Jika kalian menjadi diriku, bagaimana perasaan kalian?!
Aku menundukan kepala ku semakin dalam membiarkan air mata itu membasahi pipi dan kaos yang ku gunakan. Aku sudah kehabisan kata-kata untuk mengungkapkan bagaimana perasaan ku saat ini.
TOK… TOK…
Aku tersentak kaget saat mendengar ketukan dari luar. Dengan tergesa aku menghapus air mata bodoh yang membasahi seluruh wajahku.
"Ya bocah! Apa yang kau lakukan di dalam hah? Ish cepat keluar, aku ingin pakai kamar mandi! Kau tidur yak?"
Aku menghela nafas saat mendengar suara Hae hyung yang kembali berteriak keras. Aku bosan mendengar pekikan yang menyakitkan telinga juga hatiku. Aku beralih menuju wastafel terlebih dahulu melihat penampilan ku yang cukup kacau.
Senyuman yang teramat di paksakan aku sunggingkan di wajah tampan ku ini. Aku tak ingin menunjukan sisi lemah ku di depan mereka terutama Hae hyung! Akan ku buktikan aku adalah namja yang kuat dan suatu saat nanti aku akan mendapatkan hati mereka, Kibum hyung dan Donghae hyung.
Aku membuka pintu kamar mandi dan langsung mendapatkan Hae hyung sudah berdiri sembari berkacak pinggang. Ia menatap ku dengan tatapan yang aku benci—tatapan kesal. Aku berusaha tersenyum lebar seakan tak terjadi apa-apa.
"Jangan tersenyum seperti itu. Kau kira ini kamar mandi pribadi mu eoh? Minggir!"
Donghae hyung menarik ku keluar dan mengalihkan tubuh ku dari ambang pintu. Dia tak kasar, dia menarik ku dengan pelan tapi tetap saja aku sebal dengan perlakuan nya.
"Kau kan bisa menggunakan kamar mandi di lantai atas hyung" balasku.
"Aku biasa menggunakan kamar mandi ini" balasnya dengan nada dingin. Aku hanya bisa menghela nafas dan menggedikan bahu.
Tak ingin mencari masalah, aku pun melangkah meninggalkan hyung kekanakan dan baik hati namun begitu keras kepala dan menyebalkan bagi ku.
Aku terdiam di depan ruang santai saat mata ku menangkap pemandangan tak mengenakan lagi. Bum hyung dan Changmin tengah asyik battle PSP di sofa sambil tertawa riang. Changmin begitu manja pada hyung ku yang satu itu. Aku tahu mereka memang dekat sejak kecil tapi…
Aku mengacak rambut ku frustasi dengan semua yang aku alami di keluarga ku sendiri.
Sudahlah… Hanya terdiam dan menghela nafas seperti ini tak ada guna nya. Aku hanya perlu berusaha untuk mengambil hati Kibum hyung dan membuat nya memperhatikan ku seperti dirinya memperhatikan Changmin
Kyuhyun POV End
.
.
OOOoooßCMB oooOOO
Weekend ini terlihat cukup cerah. Tak ada tanda-tanda akan hujan karena sang mentari memencarkan sinarnya begitu kuat. Walaupun begitu kumpulan awan putih nan lembut itu dengan senang hati sedikit menutupi sang penguasa cahaya sehingga suasana siang ini cukup teduh dan tak terlalu panas. Angin pun berhembus sedikit kencang terkesan begitu sejuk. Tak terasa waktu sudah menunjukan pukul 2 siang.
Suasana rumah keluarga Park terlihat tenang tanpa ada suara berisik yang berarti. Empat anak laki-laki itu tengah berkumpul di ruang santai dengan kegiatan nya masing-masing. Donghae tengah menonton acara televisi yang menarik hatinya. Ia akan mengganti channel yang sudah tak menarik dan mencari yang baru. Kuasa remote dan tv di ruang itu tengah berada di bawah tangan namja penyuka ikan itu. Lalu Kibum yang sejak tadi tengah duel dan mengajari berbagai macam game plus tekniknya pada sepupu kesayangan. Changmin pun terlihat menikmati waktu itu dan senang dengan Kibum yang meladeni apa yang di minta nya. Rasa sebal nya pada Kyuhyun tadi sudah meluap entah kemana. Berbeda dengan Kyuhyun yang semakin kesal dengan kedekatan kakak dan sepupu bahkan ketika mereka tertawa kecil.
Kyuhyun yang sepertinya sudah lelah mencari perhatian dan mengambil hati kedua kakaknya itu pun hanya bisa terduduk pasrah di karpet lembut depan sofa sembari meletakan kepalanya di meja. Tangan nya terus bergerak lemas menulis atau bahkan mencoret-coret kertas yang ada di hadapannya. Sesekali ia melirik ke arah hyung nya yang asyik sendiri dan akan menuangkan kekesalan nya pada kertas putih penuh dengan coretan marah itu.
Tanpa Kyuhyun sadari, sejak tadi Donghae sering melirik nya hanya ingin mengetahui apa yang di lakukan adik kecilnya itu. Ia selalu mengerutkan dahinya saat Kyuhyun hanya mencoret-coret tidak jelas dan sesekali melirik kepada Kibum yang asyik dengan Changmin. Ia tak bisa menangkap arti dari lirikan Kyuhyun pada Kibum sehingga ia memutuskan untuk diam dan seakan tak mempedulikan kegiatan sang maknae.
Namun Donghae mulai terlihat tak nyaman dalam duduknya. Tak ada acara tv yang menarik siang-siang seperti ini dan ia juga bingung harus melakukan apa. Terkadang terlintas dalam pikiran nya untuk menjahili Kyuhyun dan bertengkar dengan adiknya itu, sepertinya akan menarik. Tapi melihat Kyuhyun yang tak bersemangat membuat nya juga malas membuka pembicaraan. Donghae melirik kearah Kibum yang masih tertawa geli mendengar ocehan Changmin. Ia ingin bergabung dengan perbincangan adik dan sepupu nya itu namun ia sama sekali tak mengerti game.
Donghae menghembuskan nafas panjang. Ia meletakan remote di sofa dan melipat kedua tangan nya di depan dada. Walau asyik berdua dengan Changmin, Kibum pun menyadari hyung nya itu sering menghela nafas toh ia memang duduk di sebelah Donghae. Ia mengalihkan tatapan nya pada Donghae.
"Wae hyung?" tanya Kibum pada Donghae yang terlihat senang dengan pertanyaan itu. Donghae menatap Kibum dengan tatapan memelas.
"Aku bosan Bummie~" rengek Donghae seperti anak kecil. Lihat? Seperti nya di sini Kibum lah yang menjadi hyung dari Donghae bukan?
Kibum tak langsung membalas ucapan kakaknya. Ia terlihat memikirkan sesuatu hal yang menarik agar Donghae tak bosan. Jujur, ia juga sudah merasa jenuh dengan suasana rumah ini.
"Kita jalan-jalan saja, hyung" saran Changmin yang langsung mendapat senyuman lebar dan jentikan jari dari Donghae. Kibum hanya menganggukan kepalanya.
"Ide bagus voldemin!" balas Donghae senang, Changmin hanya menyengir lebar.
"Tapi mau kemana?" tanya Kibum membuat kakak dan adik sepupunya terdiam memikirkan tempat yang menarik.
"Lotte World saja hyung!"
Mereka bertiga reflek menolehkan kepalanya kepada Kyuhyun yang baru saja megeluarkan suaranya. Kyuhyun tersenyum canggung di tatap seperti itu oleh tiga orang sekaligus.
"Ini sudah hampir sore bodoh, tidak mungkin ke lotte world hanya sebentar" tolak Donghae yang membuat Kyuhyun mengerucutkan bibirnya.
"Kenapa tidak jalan-jalan sekitar pertokoan Myeondong saja? Kita bisa makan es krim dan membeli macam-macam di sana!" usul Changmin dengan nada ceria. Donghae terlihat berpikir sejenak sebelum mengacak rambut Changmin dan tertawa.
"Usul bagus Min. Setidaknya kita tidak bosan hanya di rumah. Kajja, siap-siap!"
Donghae segera berdiri begitu pula dengan Changmin. Donghae merangkul bahu Changmin dan kedua nya beralih pergi meninggalkan ruangan itu.
Sakit Hae hyung… Sakit! Kenapa kau selalu membuat hati ku sakit?
Kyuhyun memandang kakaknya dengan tatapan terluka. Ia tak peduli dengan usul nya yang di tolak dan justru usul Changmin yang di terima. Ia hanya tidak senang saat melihat Donghae tersenyum lebar, mengacak rambut Changmin bahkan merangkul bahu bocah itu. Kyuhyun mengerjapkan matanya yang terasa memanas dan mengepalkan genggaman tangannya pada spidol yang di pegangnya saat ini.
TAK!
Dan tanpa sadar karena terlalu kuat menggenggam nya, spidol itu pun terpotek menjadi dua. Kibum yang memang masih duduk di sofa sedikit terkejut saat mendengar suara potekan itu. Ia menatap Kyuhyun intens dan penuh selidik namun seakan menyadari kesalahannya Kyuhyun langsung memalingkan wajahnya dan berdiri. Dengan tergesa ia membereskan peralatannya dan segera berlari menuju kamar membuat Kibum mengernyit bingung. Kibum menghela nafas nya melihat tingkah adiknya seperti itu.
.
.
Kawasan pertokoan Myeondong yang menjadi salah satu sentral perbelanjaan terkenal di Seoul, Korea Selatan ini tak pernah sepi oleh pengunjung. Keramaian selalu terlihat memenuhi kawasan itu. Orang-orang sibuk mencari barang-barang yang mereka perlukan dan para penjual sibuk mempromosikan barang yang ada di kios mereka. Beberapa orang pun terlihat membagikan brosur dan selebaran pada pejalan kaki di area itu.
Baik anak kecil, muda, dewasa dan tua, semua memenuhi tempat itu. Hanya sekedar berjalan-jalan, makan dan minum ataupun memang bertujuan berbelanja berbagai macam barang.
Sama seperti empat anak laki-laki yang sejak tadi menyusuri pertokoan itu. Mereka hanya melihat-lihat dan ikut dalam keramaian orang-orang di sana. Sesekali mereka berhenti untuk memberi makanan ringan seperti hamburger, kentang dan ddobokki, tentu saja dengan berbagai minuman softdrink dan es krim. Mereka juga akan masuk kedalam kios yang menarik hati dan memberi beberapa aksesoris baik itu topi, ikat pinggang, gelang dan jam tangan. Sudah hampir 2 jam mereka memutari kawasan pertokoan ini.
"Setelah ini, kita ke toko games ya hyung" Changmin menjilati es krim vanilla yang terlihat begitu segar. Kibum yang berjalan di sampingnya hanya tersenyum kecil lalu mengangguk.
"Aish, kenapa selalu game yang selalu ada di pikiran kalian?" celetuk Donghae yang berjalan di belakang keduanya.
"Karena game itu menyenangkan Hae hyung, kau harus mencobanya" balas Changmin dengan senyuman lebar.
"Shireo! Lebih baik aku mengasah kemampuan dance ku daripada duduk diam dengan game-game itu" balas Donghae.
"Bilang saja kau tidak bisa memainkan nya hyung" celetuk Kibum tanpa menoleh ke belakang.
"Ah! Hae hyung tidak bisa bermain game?" tanya Changmin antusias sambil menatap Kibum menuntut penjelasan.
"Ne. Dulu saat aku bermain game dengan nya diumur lima tahun, Hae hyung selalu bisa ku kalahkan dengan mudah" jawab Kibum santai.
"Ya! Itu karena aku mengalah padamu Bummie. Kakak harus mengalah pada adiknya" balas Donghae yang tidak terima dengan statment sang dongsaeng. Kibum menoleh dan tersenyum.
"Mengalah? Tapi kau memang tak pernah menang hyung. Selalu dan itu hingga saat ini. Itu alasan mu tak mau bermain game lagi dengan ku, bukan?"
Pletak
Kibum meringis saat Donghae memukul kepala belakang nya dengan botol air mineral yang sudah kosong membuat Changmin tertawa. Donghae mendengus sebal sambil menggelengkan kepalanya. Walau apa yang Kibum sampaikan benar tapi seharusnya sang adik tak membocorkan kelemahan nya dan membuatnya malu saat ini.
"Ah! Itu toko gamesnya. Kajja Bum hyung!" Changmin langsung menarik tangan Kibum dan berlari masuk kedalam toko games di depan sana. Donghae yang terlihat malas hanya berjalan santai.
Donghae melirik ke samping kirinya. Ia menghela nafas saat menemukan Kyuhyun masih ada di samping nya terlihat tak bersemangat seperti biasanya. Sejak tadi Kyuhyun hanya terdiam dan lebih banyak memandang kerikil yang ada di jalanan. Tak bisa di pungkiri jika dirinya sangat penasaran apa yang terjadi pada adik terkecilnya itu. Ia kesal dengan sikap diam Kyuhyun seperti ini.
Donghae menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Lagi-lagi situasi canggung seperti ini. Menyapa salah, tidak menyapa pun salah—aish jinja!
"Kenapa kau tidak histeris seperti mereka? Mereka sedang berada di toko games" ucap Donghae penuh dengan kecanggungan. Sedikit banyak Donghae mengerti Kyuhyun sama seperti Kibum. Mereka sangat menyukai game dan akan sangat bersemangat saat bermain game. Donghae memutuskan menghentikan langkahnya di depan toko seakan tak berminat memasuki toko itu. Ia melirik Kyuhyun yang juga berhenti di sampingnya.
"Ya! Ak—"
"Tidak ada game yang ingin ku beli, hyung" potong Kyuhyun sebelum Donghae kembali berteriak. Donghae menaikan alisnya sebelah. Aneh!
"Terserah kau sajalah" ujar Donghae seakan masa bodo. Ia menyandarkan punggung nya di dinding toko untuk menunggu Kibum dan Changmin keluar.
Donghae dan Kyuhyun terdiam di tempat. Tak ada yang berniat membuka suara. Donghae asyik mengamati orang-orang yang berlalu lalang di sekitar mereka sedangkan Kyuhyun terlihat asyik dengan lamunannya sendiri.
Sesekali Donghae melirik kearah Kyuhyun yang hanya terdiam lalu beralih melihat jam yang melingkar di pergelangan tangan nya. Sudah 10 menit Kibum dan Changmin di dalam dan mereka belum keluar. Aish, sebenarnya apa yang mereka lakukan di dalam sana? 10 menit itu terasa seperti 1 jam bagi Donghae. Ia sudah mulai bosan dan memainkan kerikil dengan sepatunya. Ia pun mulai mengeluarkan ponselnya dan mengotak atiknya untuk melepaskan rasa bosan itu. Terdiam di depan toko seperti ini, Ia berasa menjadi patung selamat datang, ck.
"Kau tahu?"
Kyuhyun sedikit kaget saat ia mendengar suara Donghae. Ia melirik kearah hyung nya itu dengan ragu untuk memastikan apa hyung nya berbicara pada nya atau pada ponsel yang sejak tadi di mainkan Donghae. Kyuhyun menelan salivanya dengan sulit saat mendapatkan tatapan tajam dan sulit di artikan dari sang kakak.
"Kau terlihat lebih menyebalkan saat diam seperti ini, Kyu. Sangat menyebalkan!"
DEG
Tubuh Kyuhyun terasa membeku mendengar kata-kata dingin dan menyakitkan dari mulut Donghae. Ia hanya menatap Donghae dengan tatapan tak percaya.
"Jangan seenaknya bersikap aneh. Sebentar ceria dan senang lalu berubah menjadi diam. Membuat semua orang heran dan cemas. Jangan suka mencari perhatian dengan cara seperti itu! Sungguh menyebalkan" ucap Donghae tajam.
Setelah mengatakan hal itu, Donghae menghela nafas lalu menyimpan ponselnya di saku celana. Ia melangkahkan kaki nya meninggalkan toko games juga Kyuhyun yang terdiam sambil mengepalkan tangannya begitu kuat.
'Hae hyung… Jika aku tak boleh bersikap seperti ini lalu aku harus bersikap seperti apa agar tak terlihat menyebalkan di mata mu?'
"Loh? Hae hyung mau kemana? Donghae hyung tunggu!"
Changmin dan Kibum yang baru saja keluar mengernyit bingung saat melihat Kyuhyun terdiam di depan pintu sambil menatap lurus ke depan, menatap punggung Donghae yang berjalan menjauh. Changmin langsung berteriak dan berlari mengejar Donghae sedangkan Kibum diam memperhatikan Kyuhyun.
Entah mengapa tubuhnya tak bisa bergerak untuk meninggalkan Kyuhyun dan menyusul Donghae juga Changmin. Ada perasaan aneh yang terasa sesak saat memperhatikan raut wajah Kyuhyun saat ini.
"A-ada apa?" tanya Kibum terbata setelah berusaha mengeluarkan suaranya. Kyuhyun sedikit tersentak kaget saat mendapatkan Kibum di samping nya dan menatapnya dengan tatapan aneh.
Selama beberapa saat Kyuhyun terdiam, hanya menatap kedalam manic hitam Kibum yang ikut terdiam. Sebuah senyuman kembali terukir di wajah Kyuhyun yang mulai menggelengkan kepalanya.
"Aniyo hyung" jawab Kyuhyun. Tentu saja Kibum tak percaya dengan ucapan itu. Ia bukan anak bodoh yang bisa di tipu dengan senyuman palsu seperti itu.
"Sudahlah, kajja kita susul mereka hyung"
Kyuhyun melangkahkan kakinya pergi membuat Kibum menghela nafas. Ia tak tahu apa yang terjadi, yang pasti ada sesuatu antara kakak dan adiknya itu saat dirinya dan Changmin berada di dalam toko.
.
.
OOOoooßCMB oooOOO
"Lelah sekaliii~"
Donghae menghempaskan tubuhnya secara kasar di sofa. Ia juga meletakan beberapa tas belanja berisi t-shirt, jeans, topi dan barang lainnya di lantai. Kibum pun melepaskan jaket yang ia gunakan lalu ikut duduk di sofa. 3 jam mengelilingi Myeondong cukup membuat kaki terasa pegal.
"Bummie, buku yang aku beli tadi ada di tas mu bukan?" tanya Donghae saat mengingat buku latihan di toko buku. Ia tengah mengecek beberapa barang yang ia beli. Cukup senang barang keperluan dan keinginannya bisaterbeli semua, walaupun ia yakin eomma akan memarahi nya tapi sekarang tak ada eomma jadi ia bebas—haha.
Kibum mengangguk untuk menjawab pertanyaan sang hyung. Donghae mengeluarkan ponselnya saat benda itu bergetar dalam saku celana. Ia tersenyum setelah membaca pesan yang masuk.
"Jung Soo hyung dalam perjalanan pulang. Ia sudah membelikan soup ikan dan bulgogi untuk makan malam kita" ujar Donghae senang. Kibum tersenyum lalu mengangguk mengerti.
"Hyung…"
Donghae menoleh saat Kibum memanggil nya. Ia menatap adiknya dengan tatapan bertanya.
"Itu… Sebenarnya apa yang kau bicarakan dengan Kyuhyun saat aku berada di dalam toko games?" tanya Kibum penasaran. Entah mengapa hal ini mengganjal hatinya sejak tadi. Donghae terdiam sejenak sebelum melanjutkan kegiatannya seakan malas menjawab pertanyaan Kibum.
"Hyung…"
"Bukan hal penting" balas Donghae membuat Kibum semakin penasaran. Ia yakin ada sesuatu yang terjadi. Sejak itu, Kyuhyun semakin terdiam. Senyuman dan tawa yang maknae nya itu tunjukan selama di perjalanan, seluruhnya palsu.
"Tapi dia—"
"Sudahlah. Aku mandi duluan nde?"
Donghae bangkit dari sofa lalu mengambil 2 tas belanja nya dan mulai melangkah pergi. Kibum pun tak bisa berkata apa pun lagi. Sepertinya Donghae tak ingin membicarakan hal ini dan ia sadar dengan sikap hyung nya itu.
PRANG!
Baru beberapa langkah, Donghae terdiam di tempat saat sebuah suara terdengar dari arah dapur. Suara pecahan yang cukup nyaring. Donghae menoleh kearah Kibum yang juga sudah berdiri dari sofa. Mereka saling melempar tatapan sebelum keduanya berlari cepat menuju arah dapur.
.
.
"Kyu~ Kyu~ Kyuuuu~"
Changmin terus mengekori Kyuhyun setibanya di rumah. Ia mengikuti bocah itu menuju dapur dan terus merengek pada sepupunya itu. Sejak tadi ia memang meminta Kyuhyun agar mau menemani nya bermain game terbaru yang baru saja ia beli. Namun Kyuhyun yang memang dalam kondisi tak baik seakan mendiamkan semua rengekan itu. Ia tak mempedulikan Changmin yang terus mengikutinya dan memelas mengajak bermain game.
Lelah fisik, pikiran dan hati…
Itu yang menyelimuti Kyuhyun saat ini.
"Kyu~ ayolah. Nanti malam eomma akan menjemputku pulang dari sini, jadi kita bermain sebentar ya? Aku sangat ingin bermain game dengan mu Kyu~"
Changmin mendengus sebal dan menghentakan kakinya kesal saat ia tak mendapat respon lagi dari Kyuhyun. Ia tak mengerti apa yang terjadi pada sepupunya itu. Sejak kemarin ia datang, Kyuhyun seakan mendiamkan nya dan itu membuatnya kesal. Ia tak suka dengan Kyuhyun yang diam seperti itu. Selain rindu dengan Kibum, alasan lain Changmin memilih menghabiskan weekend di rumah saudara nya adalah ia ingin bermain game dengan Kyuhyun.
Kyuhyun adalah rival yang sebanding dengan nya dalam urusan game tidak seperti Kibum yang selalu mengalahkan nya. Entah mengapa Changmin senang saat bermain dengan Kyuhyun. Tapi Kyuhyun terlihat berbeda sejak kemarin dan itu membuatnya kesal.
"Kyuhyun hyung!" pekik Changmin yang sudah membubuhkan kata 'hyung' pada Kyuhyun yang menandakan ia ingin Kyuhyun mendengarkan ucapan nya.
Namun memang kondisi Kyuhyun yang sedang 'kosong', namja itu masih tak peduli dan dengan santai nya ia menuangkan air dingin dari botol yang di ambilnya dari kulkas. Ia sudah meminum beberapa gelas tapi perasaannya tetap tak segar.
Sret!
"Ya!" pekik Kyuhyun saat tiba-tiba Changmin mengambil botol kaca berisi air dingin itu dari tangannya. Ia menatap Changmin sebal.
"Apa yang kau lakukan? Kembalikan botolnya!" titah Kyuhyun dengan tatapan memerintah.
Changmin menggembungkan pipinya kesal.
"Kau tidak mendengarkan ucapanku!" balas Changmin setengah berteriak. Kyuhyun berdecak kesal.
"Aku lelah Changmin-ah. Cepat kembalikan botol itu, aku mau minum!"
"Shireo!"
Emosi Kyuhyun semakin memuncak menghadapi Changmin yang seperti itu. Ia langsung menarik botol itu dari tangan Changmin namun sepupunya itu masih menahan nya dengan erat.
"Janji temani aku bermain game baru aku kembalikan botolnya!"
"Aku sedang tak ingin bermain game. Kembalikan!"
"Shireo! Shireo! Shireo!"
Kyuhyun semakin kesal dengan Changmin yang memaksa nya bermain game. Ia seakan melupakan jika tak hanya botol air itu yang tersedia, masih banyak botol lain di dalam kulkas. Oh ayolah, Kyuhyun sudah menahan kekesalan nya dan bersabar menghadapi Changmin yang secara tidak langsung membuat hatinya panas. Kedekatan Changmin dengan Kibum dan Donghae, cara Changmin bermanja pada kedua hyung nya itu dan bagaimana perlakuan kakaknya pada sepupunya itu.
"KU BILANG KEMBALIKAN!
PRANG!
BRUK!
Tanpa sadar Kyuhyun mendorong bahu Changmin membuat bocah itu kehilangan keseimbangannya. Botol yang masih di tangannya terjatuh dan pecah begitu saja di lantai lalu dirinya pun jatuh terduduk di sana.
Changmin meringis saat merasakan sakit di bokongnya namun yang terlebih nyeri adalah tangannya yang ternyata sudah mengeluarkan darah segar. Sepertinya pecahan kaca dari botol itu melukai telapak tangannya.
Kyuhyun membulatkan matanya saat tersadar apa yang baru saja ia lakukan. Ia berdiri mematung di tempat menatap Changmin yang masih meringis kesakitan. Ia semakin terkejut saat melihat darah menetes ke lantai dan itu berasal dari telapak tangan sepupunya.
"Appo—hiks"
"Cha—"
"Ya Park Kyuhyun! Apa yang kau lakukan?"
DEG
Kyuhyun yang hendak mendekati Changmin terlonjak kaget dan tanpa sadar justru memundurkan langkahnya. Donghae dan Kibum langsung menghampiri keduanya. Mereka berdua cukup terkejut saat sampai di dapur sudah menemukan keadaan cukup kacau dengan pecahan botol dan air di sekitar Kyuhyun dan Changmin yang terduduk di lantai.
"Minnie, gwenchanayo?" tanya Kibum cemas. Ia terkejut saat melihat darah dari telapak tangan kanan adik sepupunya itu.
"Ne, ha-nya sakit" ringis Changmin.
"Kenapa bisa begini? Apa yang kau lakukan?" Donghae menatap Kyuhyun yang masih terdiam di tempat dengan raut ketakutan.
"Aku… Aku—"
"Aku terpeleset tadi jadi botol yang ku pegang jatuh dan aku terkena pecahannya"
Tiga kakak beradik itu menoleh saat Changmin mengeluarkan suaranya dan memotong ucapan Kyuhyun yang terbata. Dengan lancar Changmin memberikan alasan palsu. Ia hanya ingin melindungi Kyuhyun agar sepupunya tidak di marahi. Ia tersenyum tipis saat Kyuhyun menatapnya dengan tatapan tak percaya.
"Begitu?" tanya Donghae memastikan.
"Aku akan mengobati luka Changmin du—"
"Itu tidak benar! Aku yang mendorong Changmin sehingga dia jatuh bersama dengan botol itu"
Mata Donghae dan Kibum membulat mendengar ucapan sang adik. Mereka menatap Kyuhyun tajam. Kyuhyun hanya bisa mengepalkan tangannya begitu erat. Ia tak suka di lindungi dengan sebuah kebohongan seperti itu. Changmin hanya menghela nafas pasrah, percuma saja ia berdusta sebelumnya.
"Kau mendorongnya?" tanya Donghae tak percaya.
"Ne! Changmin merebut botol itu dari ku dan tak mau mengembalikannya. Aku hanya ingin mengambilnya lagi tapi karena kesal aku mendorongnya" jujur Kyuhyun tak peduli dengan tatapan marah dari Donghae dan Kibum yang bisa ia lihat secara jelas. Ia hanya melakukan apa yang selalu di pesan oleh eomma kesayangannya—jangan pernah berbohong dalam situasi apapun.
"Kenapa kau... Aish! Apa yang kau pikirkan bodoh?! Kau tidak perlu mendorongnya? Lihat! Changmin terluka. Masih banyak botol air di kulkas, kenapa harus berebut HAH?!"
Entah mengapa Donghae berteriak keras seperti itu. Ia hanya tak menyangka karena persoalan sepele, Kyuhyun sampai mendorong Changmin dan sekarang membuat sepupunya terluka. Ia menatap Kyuhyun dengan tatapan marah. Harus ia akui mood nya hari ini tidak sepenuhnya baik apalagi setelah kejadian di depan toko games itu dan sekarang di tambah ulang dongsaeng nya membuat orang lain terluka.
"Bukan salahku jika Changmin terluka. Dia terluka karena terkena pecahan!" balas Kyuhyun yang sepertinya ikut tersulut emosi. Ia balas menatap Donghae dengan tatapan marah walau mata itu sudah terlihat berkaca-kaca.
"Kalau kau tidak mendorongnya, botol itu tak akan pecah pabbo-ya!" pekik Donghae sangat keras membuat Kyuhyun kembali mundur beberapa langkah. Nafas Donghae memburu terlihat dari bahunya yang naik turun. Kyuhyun terdiam dan mulai menundukan kepalanya.
"Apa kau tahu yang kau lakukan itu bisa membahayakan orang lain, Kyu?" ucap Donghae dengan nada pelan. Ia juga tak tega melihat Kyuhyun ketakutan seperti itu namun jangan salahkan dirinya yang tiba-tiba membentak seperti tadi. Ia pun tak mengerti, semua itu di bawah kendali emosinya.
"Apalagi Changmin adalah sepupu mu. Sekarang untung hanya luka kecil di tangan nya, jika sesuatu yang lain ter—"
"Kau mencemaskan nya, hyung?"
Kyuhyun memotong ucapan Donghae yang terpaksa menghentikan perkataannya dan mengenyit bingung dengan pertanyaan Kyuhyun.
"Kau dan Bum hyung sangat mencemaskan Changmin. Aku tahu itu"
Kibum yang sedaritadi hanya terdiam sedikit terkejut saat namanya di lontarkan oleh Kyuhyun. Donghae melirik kearah Kibum yang juga menatap kakaknya itu tak mengerti.
"Kau ini bicara apa huh? Changmin adalah adik sepupu kami pasti kami mencemaskan nya"
Donghae, Kibum dan Changmin mengerutkan dahinya saat mendengar suara tawa pelan dari Kyuhyun yang masih menundukan kepalanya. Donghae dan Kibum menatap adik mereka dengan tatapan intens. Sungguh mereka tak mengerti ada apa dengan kelakuan sang dongsaeng.
"Dan apapun yang ku lakukan akan selalu salah di mata kalian. Benar kan?" ujar Kyuhyun.
"Mendorong seseorang hingga terjatuh, tentu saja itu salah pabbo! Kami tidak menyalahkanmu tapi kami harus menegurmu dan kau harus meminta maaf pada Changmin!" balas Donghae.
"Arraso hyung, arraso! Semua yang ku kerjakan itu salah di matamu dan semua nya menyebalkan bagi mu begitu kan? Kau sudah mengatakannya tadi!"
Donghae terkesiap saat Kyuhyun membalas ucapannya dengan nada tinggi belum lagi saat sang adik menatapnya seakan menantang namun air mata sudah membasahi wajah adiknya itu. Donghae tak bisa berucap apa pun lagi, ia teringat akan kata-katanya sendiri saat di depan toko tadi.
"Lalu apa yang harus ku lakukan HAH?!" teriak Kyuhyun dengan tubuh bergetar. Mata itu terlihat memerah dan basah namun tersirat sebuah kesedihan dan luka yang dalam.
"Dan semua yang di lakukan Changmin benar di mata kalian, begitu? Kalian selalu memuji nya dan tersenyum saat ia membantu kalian, tapi aku? Kalian tak pernah melakukan itu! Aku selalu salah di mata kalian!"
Changmin membulatkan matanya saat namanya di sangkut pautkan. Kenapa jadi dia? Apa yang dia lakukan? Kenapa Kyuhyun membanding-bandingkan dirinya? Aigoo…. Sebenarnya ada apa?
"SEBENARNYA DONGSAENG KALIAN ITU AKU ATAU CHANGMIN?!"
.
.
-To be Continued-
Annyeong~ ^^
Yeay gak sampai seminggu apdetnya kkk~
Nyesek sendiri ngetik bagian Kyu di sini fuhh, sudahlah lye bingung mau ngomong apa lagi /di getok/
Jeongmal KamsaHAE yang sudah membaca, meriview, memfav dan terus menanti bcmb~ ^^
See ya next chap…
Replying review :
Riekyumidwife : updet eonn~ kkk /poorkyunnie/ gak tega juga nulis yang kejam banget eon /ngeles padahal bingung mo di siksa gimana lagi/haha ne eon, gomawo ^^
Vha Chandra : ya ampun kyu mau di gantung di monas? Buat pajangan di monas ya biar tambah keren itu monas /eh xD gomawo
ChoYeonRin : mian baru apdet sekarang haha sip masukan di terima, liat aja nanti (Kyu : mau di apain lagi gue? ;;) gomawo~
Cece : mereka itu selalu peduli sama kyunnie kok (TeukHaeBum : /nodsnods/) kkk gomawo~
Blackyuline : (Kyu : yeay! Ada yang belain kyu kan~ /hugback/) kkk mian gak bisa asap tapi udah lanjut, gomawo~
Cho-i-chahyun : kkk lye gak ngaduk ngaduk kok cuma nyampur2 (?) biar reader dapet feel nya semua dari seneng mpe nangis /loh/ gomawo~
AngeLeeteuk : kkk pelan2 tawa nya chingu nanti keselek (?) hehe mian baru apdet, kurang dari seminggu kok ._.v gomawo~
Kkyu32 : cup cup jan nangis, kyu fine2 aja kok, iya kan kyu? (Kyu : =.=) haha gomawo~
Kadera : jinja gak masuk? Kok bisa ._. haha tau apa chingu? Sip2 kkk gomawo~
Ay : iya, gak langsung tamat yang part kyu soalnya ini juga gabungin tiga hyung nya itu kalo kibum kan Cuma deketin dia sama Teuk hehe mian baru apdet, gomawo~
92line : kkk Kyunnie udah meledak kayak eonn mau tuh di atas xD jinja? Wuaa gomawo eonn ^^ ne, udah apdet kurang dari seminggu hihi gomawo~
Yolyol : nah! Sakit.. sakit banget kalo kata Kyu /eh hehe gemas? Cubit aja gak larang kok kkk gomawo~
Kim Soo Jin : syukur deh kalo emosinya bisa nyalur ke chingu kkk ne, gomawo~
Ratnasparkyu : tuh kyu dengerin kata ratna, mereka gengsi kkk jinja? Ne gomawo^^
SnowBum Kyudevil : Kyu tetep evil kok tenang saja tapi di chap ini dia mellow -.-v kkk mian baru apdet, gomawo~
Hikari tsuky : benci gak ya? /mikir ganteng (?)/ haha ne, gomawo~
Bella : kerasa feelnya? Syukur deh kalo ke salurin ahaha iya, ini apdet kurang dari seminggu kok haha gomawo~
Shintalang : /kasih tisu/ cup cup jan nangis, haha salahkan teukhaebum aja jan salahin lye kenapa mereka gak peka /kabur/ gomawo~
Sfsclouds : nanggung ya? Kkk ne, gomawo semangat nya~
Anonymouss : hai2 cla haha gwenchana^^ foodmonster lagi tak beraksi jadi aman itu kulkas /eh/ kkk ne, gomawo~
IrumaAckleschia : Wae waeyo? ._.
Aninkyuelf : kkk~ sip liat aja nanti /pinjemsmirkkyu/ ne, mian baru apdet hehe gomawo~
Kyuqie : haha sip, lye juga gak tega sih /nangis/ gomawo~
Noona-nim : hehe mianhae, lye emang suka chang2 ._.v dia di sini Cuma buat kyu cemburu doang kok, mianhae~
3240KKB : kkk~ jan di tampol chingu, kasian 2 bocah itu /pelokhaebum/ haha gomawo~
KyuChul : hahaha saeng2… iya2 deh, cheonma~ ini udah apdet kurang dari seminggu kok hehe gomawo~
ichaElfs : /kasih tisu/ uljima~ hehe ne, mian lama, gomawo~
Little kid : welcome ^^ haha iya ini genre fav lye sih.. ne, gomawo sudah baca n review~ see ya
Bryan ryeohyun : (chang : shireo! Bum hyung punya Min~ ; Kyu : /getokMin/ enak aja, Bum hyung Cuma punya Kyu! Huh) kkk ne, gomawo~
Gyurievil : hohoho ada sparkyu kejam lagi di sini xD siipp! Liat aja ntar lye tega apa gak bikin kyu tambah ke siksa /eh gomawo~
Gyu1315 : mian baru apdet sekarang hehe gomawo~
Lee minji elf : hehe ne, gomawo~
Kyurielf : kenapa bum cuek? Nantikan chap2 berikutnya~ /di getok/ haha ne, gomawo~
Arum Junnie : ada yang bisa menebak ternyata ehehe ne, mian lama apdetnya, gomawo~
Ayu : /kasih tisu/ mian ya, gak terus2an kok nyiksa nya tapi dia paling cocok di gituin /di lempar PSP ma Kyu/ haha ne, tenang gak selamanya kyu di siksa nanti ada saat nya hae di siksa jga deh /eh/ gomawo~
Jmhyewon : ketawa dalam tangis ._. chingu hebat kkk~ ne, mian lama apdetnya, gomawo~
Ay : chingu ngeriview dua kali kah tapi isi ripiu nya beda? ._. /liat diatas udah ada namanya/ persaudaraan mereka emang unik dan antik (?) haha ne, gomawo~
Aulia : mian baru apdet sekarang, ne gomawo~
Hikmajantapan : mian baru apdet sekarang ehehe sip, gomawo~
MiKYU : iya ini sudah lanjut kok, gomawo~
Sign,
-LyELF-
