BE CLOSE MY BROTHERS

.

.

Main Cast :

Park Jung Soo / LeeTeuk

Lee Donghae as Park Donghae

Kim Kibum as Park Kibum

Cho Kyuhyun as Park Kyuhyun

.

Genre : Family and Friendship

.

Warning : Typo(s), bored, bad plot, ooc

.

Summarry :

Kasih sayang selalu ada di dalam sebuah keluarga walaupun seakan ada pembatas yang membuat suasana menjadi canggung. Selalu ada cinta di balik semua pertengkaran dan perdebatan. Tapi bukankah akan lebih indah jika suasana canggung dan pertengkaran yang terjadi itu lenyap, terganti dengan sebuah kehangatan dan kebersamaan setiap anggota dalam sebuah keluarga besar.

.

.

OOOoooßCMB oooOOO

PART 5

Seorang namja berlari menembus rintik hujan. Pakaian dan tubuhnya sudah terlihat basah oleh air yang mengalir dari langit itu. Tak seperti orang lain yang memilih menepi untuk menunggu hujan reda agar mereka tidak kehujanan, namja itu terus berlari. Dalam pikirannya hanya sosok ketiga dongsaeng dan sepupunya yang sudah menunggu di rumah.

Jung Soo menghiraukan tatapan aneh dari orang-orang yang menepi di pinggir jalan ataupun pertokoan, ia terus berlari dengan kecepatan maksimal. Rumah nya hanya tinggal sedikit lagi, setelah melewati pertigaan di depan sana maka akan sampai.

Ia memang terpaksa pulang sendiri dengan angkutan umum saat Heechul mendapatkan kabar untuk pulang secepatnya karena ada urusan. Awalnya Heechul memaksa untuk mengantarkan nya pulang terlebih dahulu namun Jung Soo menolak. Arah rumah kedua nya berlawanan dan Jung Soo sebagai sahabat yang baik tak ingin memperlama waktu Heechul.

Akhirnya ia memutuskan untuk naik bus. Namun sepertinya ia sedang tidak beruntung, setelah mampir ke restoran di ujung pertokoan untuk membeli makan malam tiba-tiba hujan turun dengan cukup deras. Ia tak membawa payung dan tak mungkin ia menunggu hujan reda. Ia tak mau membuat dongsaeng nya telat makan malam lagi seperti kemarin malam sehingga ia memutuskan untuk berlari menembus hujan.

Dengan tergesa, Jung Soo membuka pagar rumahnya dan langsung melesat masuk ke dalam rumah. Ia menghela nafas lega.

"Syukurlah" gumamnya sembari melepaskan sepatu nya. Ia harus segera mandi dengan air hangat, kepalanya sudah terasa pusing karena kehujanan. Ia tak mau jatuh sakit.

"Aish basah… basah… Hyung pulang~~" ucap Jung Soo memberi salam dengan cukup keras agar terdengar oleh yang lain. Ia menyusuri lorong rumahnya dengan sedikit berjinjit agar tidak membasahi lantai. Ia mengernyit bingung saat tak melihat sosok ataupun mendengar suara adik dan sepupu nya.

Tanpa memusingkan hal itu, Jung Soo melangkahkan kaki nya menuju dapur. Ia ingin meletakan soup ikan dan bulgogi yang ia beli sebelum pergi mandi. Namun ia mengerutkan dahinya saat samar-samar mendengar suara ribut dari dapur.

Jung Soo tersenyum saat melihat sosok ketiga adik nya ada di dapur dari ambang pintu namun senyuman itu tak bertahan lama saat menyadari suasana tegang di ruangan tersebut. Ia pun terheran kenapa ada pecahan dan Changmin terduduk di lantai bersama Kibum di sebelahnya.

"Hei, apa yang ka—"

"Lalu apa yang harus ku lakukan HAH?!"

Jung Soo sedikit terkejut saat mendengar teriakan dari Kyuhyun. Ia mengurungkan niatnya untuk melangkah mendekati mereka. Ia terdiam di ambang pintu yang membatasi dapur dengan ruang makan, berusaha mencerna apa yang sebenarnya terjadi.

"Dan semua yang di lakukan Changmin benar di mata kalian, begitu kan? Kalian selalu memuji nya dan tersenyum saat ia membantu kalian, tapi aku? Kalian tak pernah melakukan itu! Aku selalu salah di mata kalian!"

"SEBENARNYA DONGSAENG KALIAN ITU AKU ATAU CHANGMIN?!"

Jung Soo sukses membulatkan matanya saat mendengar pekikan keras dan penuh amarah dari Kyuhyun. Ia hanya bisa terdiam dan tercengang di tempat. Belum sempat ia mencerna situasi, adik terkecilnya itu kembali berteriak keras. Isakan pun bisa tertangkap jelas oleh pendengaran Jung Soo. Ia menatap Donghae dan Kibum yang sepertinya juga tercengang di tempat masing-masing.

Keadaan hening sesaat…

Hanya terasa ketegangan dan keadaan yang sangat tak mengenakan.

Tak berapa lama, Kyuhyun segera berbalik dan langsung berlari meninggalkan tempat itu. Kyuhyun sadar hyung tertua nya sudah tiba namun ia tak peduli, bahkan ia sempat menyenggol tangan Jung Soo membuat kakaknya itu sedikit menyingkir dari ambang pintu.

"Kyu!" panggil Jung Soo dengan keras namun Kyuhyun tetap berlari.

Jung Soo ingin mengejar namun Ia harus tahu apa yang sebelumnya terjadi terlebih dahulu. Yang ia tahu saat ini hanya satu kata yaitu masalah (lagi). Jung Soo menghela nafas berat. Ia beralih menatap ketiga bocah lainnya yang masih terdiam di tempatnya masing-masing. Ia memperhatikan raut wajah kedua adiknya dan Changmin yang terlihat sudah menangis. Sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa selalu dia yang tak tahu apa-apa dengan masalah yang terjadi pada dongsaeng nya itu? Oh Tuhan, denyutan di kepala Jung Soo semakin menjadi.

"Apa yang kau lakukan Bummie? Cepat obati Changmin" ucap Donghae membuat lamunan Kibum buyar. Ia menatap punggung Donghae sejenak sebelum berdiri dan memapah Changmin untuk pergi dari tempat itu. Kibum bisa melihat keterkejutan Jung Soo saat melihat darah yang masih mengalir dari telapak tangan Changmin. Ia hanya menganggukan kepalanya seakan memberi tanda 'baik-baik saja' pada hyung nya sebelum benar-benar pergi dari ruangan itu.

Akhirnya Jung Soo hanya bisa menatap Donghae yang masih terdiam di tempat sambil menatap pecahan kaca yang berserakan di lantai.

"Hae…" panggil Jung Soo.

"Ku mohon, jangan bertanya apa pun saat ini hyung. Mandilah, aku akan membereskan ini"

Jung Soo menghela nafas mendengar jawaban Donghae. Dengan berat hati, Jung Soo melangkah pergi, ia meletakan ranselnya di kursi meja makan dan akhirnya beralih menuju kamar mandi di lorong dekat ruangan tersebut.

.

.

.

Suasana ruang makan saat ini terasa begitu tenang dalam sebuah ketegangan. Tak ada suara dari 3 namja yang tengah menikmati makan malam mereka. Tak ada nafsu makan membuat makanan lezat yang terhidang di atas meja teranggur begitu saja.

Jung Soo telah menuntaskan makan nya. Ia menghela nafas sembari meletakan sendoknya di meja lalu beralih menatap mangkuk nasi yang masih tersisa setengah. Bagaimana bisa selera makan jika kedua adiknya lebih senang menatap makanan mereka dan memakannya hanya sedikit. Bahkan adik terkecilnya masih saja mengurung diri di kamar. Sia-sia sudah pengorbanannya menembus hujan hanya untuk menikmati makan malam menyenangkan bersama.

Jung Soo menatap Donghae dan Kibum yang masih makan dalam diam. Soup ikan yang selalu menjadi kesukaan Donghae sekarang terasa hambar dan membuat namja itu hanya memakannya sedikit. Kibum pun lebih banyak termenung dalam acara makan ini.

Ia sudah mendengar cerita dari Kibum karena sejak tadi Donghae lebih sering berdiam diri dan enggan menjawab pertanyaan apa pun yang di luncurkan sang kakak. Jung Soo hanya bisa mengacak rambutnya frustasi dengan semua ini.

Ah! lalu dimana Changmin? Dia sudah pulang ke rumahnya. Setelah kejadian tadi, Changmin terus menangis dan seakan menyalahkan kehadiran nya sendiri. Jung Soo dan Kibum pun berusaha meyakinkan ini bukan salahnya. Terlalu lelah menangis, bocah berusia 7 tahun itu pun akhirnya tertidur. Shim Ahjumma datang menjemput tak lama setelahnya, Jung Soo meminta maaf atas luka di tangan Changmin berulang kali. Shim ahjumma hanya tersenyum maklum dan setelahnya ia membawa anak semata wayang nya itu pulang.

"Aku sudah selesai"

Jung Soo dan Kibum reflek menatap Donghae intens. Donghae hanya terdiam lalu bangkit dari kursinya.

"Duduklah Hae. Hyung ingin bicara" ucap Jung Soo tegas.

Untuk pertama kali nya Donghae tak menuruti permintaan langsung dari hyung nya itu. Ia tetap berdiri dan beranjak dari tempat itu. Jung Soo yang melihat itu sedikit geram dan mengeratkan kepalan tangannya.

"Park Donghae!"

"Mianhae hyung. Aku tak ingin membicarakan apa pun saat ini. Aku ingin tidur" balas Donghae tepat di ambang pintu. Setelahnya namja itu melanjutkan langkahnya kembali menuju kamar.

Jung Soo menghela nafas berat lalu mengacak rambutnya kesal. Kenapa dongsaeng nya susah sekali di ajak bicara? Donghae dan Kyuhyun sama saja, mereka lebih memilih mengurung diri di dalam kamar dan itu semakin membuat Jung Soo kesal sekaligus cemas. Apa mereka mau membuat ku mati cemas eoh?

"Sudahlah hyung"

Jung Soo mengalihkan tatapan pada namja yang masih menyumpit bulgogi nya dengan tenang. Ia menatap adiknya dengan tatapan bingung. Lagi-lagi ekspresi datar yang tak bisa di baca oleh Jung Soo. Walaupun begitu, Jung Soo tahu perasaan dan pikiran Kibum juga kacau sama seperti yang lainnya.

"Bawakan makan untuk Kyuhyun saja. Hae hyung hanya membutuhkan waktu sendiri" lanjut Kibum sembari menatap dalam manic sang hyung.

"Aku akan merapikan meja dan membersihkan peralatan makan. Kau temui saja dia"

Jung Soo terdiam sejenak sebelum menganggukan kepala dan tersenyum lembut sebagai balasan untuk Kibum. Ia menyiapkan nasi dan bulgogi dan menaruhnya di nampan.

"Gomawo Bummie" ucap Jung Soo sebelum pergi meninggalkan ruang makan.

Kibum masih terduduk di ruang makan seorang diri. Ekspresi datar nya mulai pudar berganti dengan wajah sendu yang ia sembunyikan sejak tadi. Ia hanya terdiam menatap kosong makanan yang masih banyak tersaji di meja.

Bum hyung—hiks dia jahat

Kata-kata itu kembali terngiang dalam pikiran nya. Di dalam diam nya, Kibum memang memikirkan semua kejadian yang terjadi sejak kemarin di tambah dengan semua ucapan sang maknae kepada mereka hari ini. Jahat? Ya, ia sadar dirinya memang jahat. Ia belum bisa menjadi hyung yang baik bagi Kyuhyun. Terutama saat mendengar penuturan Kyuhyun tadi sore.

Kibum sadar Kyuhyun cemburu akan kedekatannya dengan Changmin. Tak hanya hari ini, Kibum sering memergoki adiknya itu sering memperhatikan dirinya ketika sedang berdua dengan Changmin. Jangan salahkan dirinya, Ia sendiri tak mengerti kenapa bisa bersikap lebih terbuka dan mengungkapkan rasa sayang pada sepupunya itu secara mudah, sangat berbeda jika bersama dengan Kyuhyun. Ia juga bingung kenapa ia tak pernah bisa secara terang-terangan memberikan perhatian dan senyuman lembut pada adiknya itu. Apa mungkin bayang-bayang masa lalu masih berputar dan menghalangi niat nya untuk dekat dengan Kyuhyun?

Jangan bertanya apa dia sayang pada adiknya itu atau tidak. Kalian pasti bisa mengira dan menebaknya sendiri bukan?

Kibum menghela nafas panjang. Tangan nya tertumpu di meja dan mulai menutup wajahnya sendiri. Selama beberapa saat namja itu memejamkan matanya berusaha menenangkan dirinya sendiri. Perasaan nya campur aduk antara bersalah, bingung dan sedih. Ia tak yakin akan bisa tidur malam ini di tengah kegundahan seperti ini.

Tak ingin berlama-lama dengan pikiran yang membuat dada nya sesak, Kibum bangkit dari kursinya. Ia mulai mengambil makanan yang masih tersisa untuk di simpan di dalam kulkas, bisa di makan untuk makan pagi esok. Setelahnya ia pun segera membersihkan peralatan makan itu dengan serius berusaha mengalihkan pikiran nya yang kacau.

.

.

Tok… Tok…

"Kyu, jebal biarkan hyung masuk"

Entah sudah berapa kali ketukan di daun pintu berwarna coklat aboni itu dan sudah berapa kali Jung Soo memanggil dengan nada mulai dari pelan hingga meninggi.

"Kau harus makan, Kyu. Hyung tak mau kau sakit, jebal" ujar Jung Soo dengan nada semakin pelan dan memelas. Bulgogi dan nasi yang Jung Soo bawa sudah tak sehangat sebelumnya.

Jung Soo menyandarkan punggungnya di dinding sebelah daun pintu itu. Tangan kirinya terus mengetuk dan tangan kanannya tetap memegang nampan berisi makanan itu. Tatapan Jung Soo teralih menuju pintu yang berada di hadapan kamar sang maknae. Perasaan cemas juga tertuju pada Donghae, ia juga ingin menemui adiknya itu tapi ia lebih mengkhawatirkan Kyuhyun yang belum memakan makan malam nya. Kenapa selalu ada masalah? Bisakah sehari saja bebas dari semua keributan dan masalah seperti ini?

"Kyu… hyung tak akan memaksa mu untuk bercerita dan bertanya macam-macam padamu. Hyung hanya ingin kau makan, Kyu. Jebal" ujar Jung Soo lagi semakin pelan. Ia sendiri tak yakin suara nya bisa di dengar sang dongsaeng.

Cklek

Jung Soo terkejut saat mendengar suara kunci yang terbuka namun senyuman langsung terukir di wajahnya. Ia kembali menatap pintu sang maknae, ia yakin pintu itu sudah tak terkunci lagi saat ini. Secara perlahan Jung Soo membuka pintu itu dan di sambut dengan kegelapan ruangan itu. Ia pun melangkah masuk lalu segera menyalakan saklar lampu di sebelah pintu membuat cahaya mulai memenuhi ruangan itu.

Tatapan sendu tertuju pada bocah yang tengah bergulung di ranjangnya dengan posisi menyamping menghadap dinding. Jung Soo mendekati Kyuhyun lalu duduk di sisi kosong tempat tidur itu. Ia tak segera berbicara, tangan nya justru terjulur untuk mengelus surai coklat Kyuhyun dengan lembut berusaha memberi ketenangan pada adiknya itu.

"Bangunlah saeng, makan dulu nde?" ujar Jung Soo setelah beberapa saat ia terdiam.

Belum ada respon yang di tunjukan dari Kyuhyun. Jung Soo berusaha sabar menghadapi adik kecilnya itu.

"Kyu…" panggil Jung Soo lagi.

Jung Soo kembali mengulas senyum tipis saat melihat pergerakan dari Kyuhyun. Adiknya mulai menyibakan selimut yang tadi menutupi tubuhnya dan mulai terduduk. Kyuhyun melirik ke arah makanan yang di pangku oleh kakaknya. Ia memang lapar tapi tak ada sedikit pun nafsu makan dalam dirinya. Jung Soo memperhatikan sejenak raut wajah Kyuhyun. Wajah sendu bisa tertangkap jelas, mata sembab yang mengerjap polos membuat Jung Soo mengulas senyum miris. Ia menempelkan telapak tangan nya di kening Kyuhyun hanya untuk memastikan adiknya tak terserang demam. Daya tahan tubuh Kyuhyun yang lemah, sejak kemarin telat makan malam dan masalah seperti ini tentu membuat Jung Soo cemas. Kyuhyun meraih tangan Jung Soo lalu menatap kakaknya itu sembari menggeleng pelan.

"Aku tidak sakit, hyung" ucap Kyuhyun pelan dan lemas. Jung Soo tersenyum lalu mengacak pelan rambut Kyuhyun.

Nampan berisi makanan itu sekarang telah beralih di pangkuan Kyuhyun namun namja itu masih belum menyentuhkan sedikit pun.

"Makanlah. Apa ingin hyung suapi?" tanya Jung Soo. Kyuhyun kembali menggeleng dan mulai mengambil sumpitnya.

Jung Soo terdiam memberikan waktu kepada Kyuhyun untuk memakan makan malamnya dengan tenang. Sesekali ia mengelus kepala dan punggung Kyuhyun.

Wajah sendu itu…

Sungguh Jung Soo semakin sedih melihat ekspresi seperti itu di wajah adik kecilnya. Selama ini ia tak pernah melihat ekspresi Kyuhyun yang seperti ini. Kyuhyun selalu ceria walaupun terkadang cemberut kesal dan menangis karena pertengkaran nya dengan Donghae namun itu hanya sejenak. Tapi sekarang, kesenduan itu terlihat sangat lekat di wajah manis adiknya.

"Mianhae"

Satu kata itu meluncur dari mulut Jung Soo tanpa dirinya sendiri sadari. Kyuhyun menoleh dan menatap kakaknya bingung. Jung Soo sedikit meringis, ia sendiri tak sadar apa yang ia pikirkan tiba-tiba terucap begitu saja tanpa di perintah.

"Wae hyung?" tanya Kyuhyun pelan. Ia mendengar dengan jelas ucapan hyung nya namun ia ingin memastikan nya lagi. Kyuhyun bisa melihat mata Jung Soo yang bergerak gelisah membuatnya tersenyum geli di dalam hati.

Tak ingin memaksa, Kyuhyun tak berucap dan memilih melanjutkan memakan bulgogi nya. Jung Soo pun terdiam. Pandangan nya tertuju pada Kyuhyun yang masih memakan makanannya namun pikiran nya tengah melayang-layang.

"Mianhae Kyu, hyung sudah…" Setelah cukup lama terdiam, lagi-lagi permintaan maaf kembali meluncur dari mulut Jung Soo. Tak seperti sebelumnya, Kyuhyun memilih tetap makan untuk membiarkan kakaknya berucap lebih banyak lagi. Tapi sepertinya Jung Soo bingung harus merangkai kata-kata seperti apa untuk mengungkapkan semua yang ada di hatinya saat ini.

"Itu… hyung—"

"Bagaimana keadaan Changmin?"

Menyadari kegugupan dari Jung Soo, Kyuhyun memilih mengalihkan pembicaraan. Ia tak ingin memaksa Jung Soo mengatakan apa yang tak ingin di katakan namja itu. Kyuhyun tak menoleh, ia tetap terfokus pada makanannya.

"Eoh? Ah Min baik-baik saja. Lukanya tidak parah, kau tak perlu khawatir. Dia sudah pulang tadi" jawab Jung Soo dengan nada pelan. Ia mencoba tersenyum walau tak yakin adiknya akan melihat senyuman itu.

"Syukurlah" gumam Kyuhyun sembari meletakan sendok di nampan. Ia sudah merasa kenyang walau makanan itu masih tersisa. Kyuhyun terdiam masih menatap nampan di pangkuan nya dengan tatapan kosong.

"Untuk yang tadi—"

"Aku yang salah hyung. Aku menyadari nya, mianhae. Aku tak bisa menahan marah seperti yang selalu eomma ingatkan. Mianhae, aku salah hyung" ucap Kyuhyun dengan nada lirih dan tatapan sendu memotong ucapan kakaknya. Jung Soo mengulurkan tangannya mengusap kepala Kyuhyun dengan sangat lembut.

"Gwenchana hyung mengerti. Jangan menyalahkan dirimu sendiri"

Kyuhyun hanya mengangguk sekali. Ia memindahkan nampan di pangkuan ke kasur kemudian semakin menundukan kepalanya. Ia memainkan jemarinya dan terkadang meremas tangannya sendiri. Mata nya pun terlihat bergerak gelisah walau tak ada suara yang keluar dari bibir kecil itu, Jung Soo tahu perasaan adiknya masih kacau.

"Kyu…" panggil Jung Soo. Kyuhyun hanya melirik sekilas lalu kembali ke kesibukan awalnya.

"Apa kau membenci hyung?"

Pertanyaan yang meluncur dari mulut Jung Soo sukses membuat Kyuhyun menoleh dan menatap kakaknya dengan tatapan sulit di mengerti. Ia menautkan alisnya seakan meminta hyung nya mengulang ucapan nya lagi.

"Apa kau membenci kami?" ulang Jung Soo lagi. Kyuhyun langsung menggeleng dengan cepat. Tatapan bingung itu berubah menjadi tatapan kaget.

"Kenapa hyung bertanya begitu? Tentu saja tidak" ucap Kyuhyun pasti. Jung Soo tersenyum mendengar jawaban adiknya.

"Bukankah kami memperlakukan mu dengan buruk? Kenapa kau tak membenci kami saja?" ujar Jung Soo lagi. Tanpa sadar Kyuhyun menggembungkan pipinya kesal mendengar pertanyaan itu lagi.

"Hyung! Kyu tak akan pernah membenci kalian. Jeongmal. Kyu… Kyu sangat menyayangi kalian. Karena… karena—kalian hyungdeul ku" ucap Kyuhyun sepenuh hati, bisa terlihat dari kilatan matanya yang menunjukan kesungguhan. Jung Soo tersenyum membuat Kyuhyun kembali menyembunyikan wajahnya, rona merah terlihat menghiasi pipi chubby nya, Ia malu dengan ucapan nya sendiri.

"Justru… aku yang takut jika kalian lah yang sebenarnya membenciku" tambah Kyuhyun dengan nada bergetar dan cukup lirih.

Jung Soo mendekatkan duduknya dengan Kyuhyun lalu segera merengkuh tubuh kecil Kyuhyun dalam pelukan nya dari samping. Ia mengelus rambut Kyuhyun dengan lembut dan sayang.

"Apa menurutmu kami membenci mu?" tanya Jung Soo. Ia bisa merasakan Kyuhyun mengangguk dalam pelukannya.

"Hum!" gumam Kyuhyun sembari memejamkan matanya. Ia memeluk tangan Jung Soo yang merengkuhnya dengan erat.

Perasaan hangat dan nyaman seperti ini selalu Kyuhyun rasakan jika berada di dekat Jung Soo karena itulah ia lebih senang memeluk kakak tertua nya ini di banding Donghae dan Kibum, toh kedua hyung nya itu juga selalu menolak untuk di peluk. Huh!

"Berarti kau salah Kyu. Hyung sangat menyayangi mu, adik kecil yang selalu memberikan warna dan kecerian di keluarga ini" ucap Jung Soo lembut. Kyuhyun hanya terdiam berusaha menyerap dan menyimpan setiap kata yang di ucapkan sang hyung di dalam hati dan pikirannya.

"Walau hyung jarang menunjukannya secara langsung tapi setelah 4 tahun kita tinggal bersama. Hyung sangat menyayangi mu. Kau sudah menempati tempat khusus di hati hyung"

"Mianhae. hyunghyung sangat cuek dan terkesan menjauhi mu saat awal keluarga kita berkumpul kembali. Itu karena hyung merasa canggung dengan mu. Hyung sadar akan kebodohan itu. Hyung berniat mendekati mu tapi hyung tak tahu harus memulai nya darimana"

Suara Jung Soo mulai bergetar dan tanpa Kyuhyun sadari mata namja itu sudah berair dan memerah tapi sebisa mungkin Jung Soo menahan cairan bening yang hendak mengalir dan membasahi wajahnya. Bukan hanya Jung Soo, Kyuhyun pun sudah menggigit bibir bawahnya menahan isak tangis yang bisa meluncur kapan saja. Matanya terbuka dan mengerjap berulang kali untuk menyingkirkan embun yang sudah menutupi manic indahnya.

"Tapi yang perlu kau tahu… hyung tak ingin kita semua berpisah lagi. Hyung sangat menyayangi kalian semua. Appa, eomma, Hae, Bum dan kau—Kyu" Jung Soo mengeratkan rengkuhan nya pada tubuh sang dongsaeng seakan meyakinkan ucapan yang baru saja keluar dari mulutnya.

"Ji—jin-ja?" Kyuhyun melepaskan pelukan Jung Soo dan menatap kakaknya dengan tatapan ragu. Jung Soo menunjukan angelic smile nya lalu mengangguk pasti.

Ia menatap manic coklat Jung Soo dalam untuk menemukan kepastian itu. Sudut bibir Kyuhyun terangkat membentuk senyuman manis saat melihatnya. Namun senyuman itu berangsur memudar membuat alis Jung Soo bertaut bingung.

"Wae?" tanya Jung Soo penasaran.

"Tapi Hae hyung dan Bum hyung. Mereka… mereka membenci ku" ujar Kyuhyun kembali menundukan kepalanya. Ia meremas tangan nya sendiri.

"Siapa yang mengatakan mereka membenci mu heum?" Jung Soo mengambil tangan Kyuhyun dan menggenggamnya dengan erat, menyalurkan kehangatan ke tangan yang terasa dingin itu. Kyuhyun menggelengkan kepalanya tanpa menatap wajah sang hyung.

"Mereka menunjukan nya, mereka membenci ku" gumam Kyuhyun.

"Menunjukan seperti apa?" tanya Jung Soo lagi. Kyuhyun tak bisa menjawabnya. Ia hanya mampu menggelengkan kepalanya berulang kali membuat Jung Soo tersenyum geli.

"Apa kejadian kemarin malam belum cukup membuktikan jika mereka menyayangi mu, Kyu?"

Kyuhyun mendongakan kepalanya dan kembali menatap Jung Soo dengan raut bingung. Jung Soo mengusap pipi chubby Kyuhyun dengan lembut sambil menunjukan senyuman khasnya.

"Apa?"

"Kau ingat kejadian kemarin malam?"

Manik mata Kyuhyun melihat keatas dan bibirnya mengurucut tanpa sadar. Ia berusaha mengingat apa yang terjadi semalam. Jung Soo melebarkan senyumannya melihat wajah imut adiknya itu.

"Semalam aku hanya menangis. Lalu mereka… huh, mereka mengintip kita!" gumam Kyuhyun setelah mengingat kejadian memalukan kemarin malam. Memalukan? Tentu saja malu, kedua hyung nya itu mendengar curhatan dirinya pada Jung Soo tentang mereka. Jung Soo tertawa kecil lalu mengangguk membenarkan ucapan Kyuhyun.

"Lalu?"

"Mereka menyayangi mu makanya mereka bertingkah seperti itu"

"Mwo? Hyung mereka itu mengintip dan menguping pembicaraan kita. Kata eomma itu tidak baik!" decak kesal Kyuhyun.

"Mereka mencemaskan keadaan mu Kyunnie. Sikapmu kemarin cukup membuat kami khawatir, tak biasanya kau diam seperti itu. Tapi karena mereka tak berani melihat secara langsung keadaanmu jadi mereka memilih mengintip dan mengawasi mu seperti itu" jawab Jung Soo membuat mata Kyuhyun membulat lucu, tak percaya dengan hal itu.

"Kau tahu? Sebelum hyung masuk ke kamarmu, Hae sudah berdiri di depan pintu kamarmu terlebih dahulu. Dia hanya terdiam di luar dan menatap kamarmu dengan tatapan cemas. Saat hyung datang, ia justru mengelak dan langsung kembali ke kamarnya tapi kau lihat kemarin? Dia sudah berada di depan kamarmu lagi saat kita berbicara"

Kyuhyun tercengang mendengar cerita itu. Ia mengerjapkan matanya polos membuat Jung Soo terkikik geli.

"Lalu… Susu yang kau minum kemarin. Bukan hyung yang membuatkan nya tapi Kibum yang membuatkan susu itu untuk mu. Ia terlalu malu untuk memberikan secara langsung. Saat hyung melihat mu, seharusnya ia sudah kembali ke kamar tapi kemarin ia juga berada di depan kamar bukan?"

Jung Soo menghela nafas setelah menceritakan apa yang ia saksikan kemarin. Ia masih saja tersenyum melihat ekspresi lucu yang di tunjukan maknae nya. Jung Soo mendekatkan wajahnya pada wajah sang dongsaeng lalu mengecup kening Kyuhyun membuat adiknya itu semakin membulatkan mata kecilnya.

"Jangan hanya melihat dari apa yang biasa di tunjukan di luar tapi cobalah melihat dari sini, Kyunnie"

Jung Soo menepuk pelan dada hanya terdiam namun Jung Soo sadar Kyuhyun mengerti maksudnya. Walau terdiam dan hanya mengerjapkan matanya polos, senyuman tipis mulai terlihat di wajah manis Kyuhyun. Perasaan senang itu seakan telah meledak dan memenuhi relung hatinya.

.

.

.

OOOoooßCMB oooOOO

"Yuuunng~ ayo kita main"

"Ish, aku sedang sibuk. Keluar, keluar!"

Wajah ceria anak kecil itu langsung pudar begitu saja mendengar jawaban dari sang kakak yang justru mengusirnya dari kamar. Dengan langkah gontai ia melangkah pergi.

"Hae yuuung~ lihat Kyunnie punya coklat! Tadi ibu gulu membelikan Kyunnie ini, yung mau?"

"Yuuungggg~"

Anak kecil itu menggembungkan pipinya kesal saat ucapannya tak di gubris oleh kakaknya yang langsung beralih pergi menuju kamar.

"Bummie, kka pakai sepatu mu yang benar terus kita bermain di taman"

"Bum tak bisa mengikat tali nya"

"Ah! Sini biar hyung ikatkan untuk Bum"

"Hae yuuungg~ Kyunnie juga tak bisa ikat ini!"

"Selesai! Hehe kajja kita pergi, Bummie"

Anak laki-laki berusia 6 tahun itu memandang sepatu nya dengan tatapan sendu. Kedua tali di sepatu itu masih belum terikat dengan benar. Ia menghembuskan nafasnya saat melihat kedua hyung nya sudah berlari keluar rumah sambil tertawa senang.

"Yuunng~ apa yang yung lakukan?"

"…"

"Ah! Kyu bantu belsihkan bola itu nde?"

"Pergi!"

BRUK

"Menyebalkan!"

Lagi dan lagi, tatapan itu terlihat sendu. Ia hanya terduduk di lantai kayu halaman belakang rumahnya dan membiarkan kakaknya pergi begitu saja. Sang kakak menoleh sekilas dari ambang pintu yang terbuat dari kaca, memperhatikan sang adik yang terlihat sudah menangis dalam diam.

"Arraso hyung, arraso! Semua yang ku kerjakan itu salah di matamu dan semua nya menyebalkan bagi mu begitu kan? Kau sudah mengatakannya tadi!"

"AISH!"

Donghae mengacak rambutnya kesal. Surai rambut yang sudah berantakan itu semakin kusut oleh tingkahnya sendiri. Ia meletakan tangannya di atas lutut yang di tekuk. Punggungnya ia sandarkan di kepala ranjang lalu mendongakan nya keatas menatap langit-langit kamar.

Dia tak bisa tidur!

Setiap ia memejamkan matanya, bayangan dari anak kecil yang ia kenal sebagai adiknya itu selalu muncul dan mengganggu pikirannya. Beberapa potong memori kembali berputar ulang bagai sebuah video.

"Kenapa kau suka sekali mengganggu ku bocah kecil" gumam Donghae entah pada siapa.

Donghae terdiam masih berkelut dengan pikiran nya sendiri. Hembusan nafas terkadang terdengar memenuhi kamar itu. Kejadian hari ini sedikit banyak sangat mengganggu pikirannya. Ia sendiri tak tahu mengapa. Seharusnya ia tak perlu memusingkan hal itu. Tapi…

Wajah Kyuhyun yang terlihat sendu dengan mata berkaca-kaca itu terus tercetak dalam pikirannya. Ekspresi yang tanpa sadar sering ia perhatikan sejak kecil. Ia tak suka melihat ekspresi seperti itu namun parahnya justru dirinya lah yang sering membuat adik kecilnya berekpresi demikian. Ada saja kejadian yang membuat adiknya terlihat sedih oleh tingkahnya sendiri.

"Aish! Kenapa aku begini sih?! Kau pabbo Hae! Untuk apa kau memikirkan anak itu. Oh ayolah Park Donghae, kau hanya perlu melupakannya dan cepat tidur! Ish!" rutuk Donghae pada dirinya sendiri. Ia kembali mengacak rambutnya kesal pada dirinya sendiri.

Walau ia sudah berucap seperti itu tapi sepertinya, hati dan pikiran nya tidak bisa di ajak kerja sama. Semua perintah yang di berikan oleh otaknya tak mampu mengontrol semua itu. Ia hanya menatap kosong ruangan kamarnya. Entah mengapa semua memori beberapa tahun itu terus berputar dan membuat dada Donghae terasa sesak.

Setelah beberapa saat terdiam, Donghae beralih mengambil sebuah figura foto ukuran kecil yang di letakan di meja nakas. Ia memperhatikan setiap wajah yang ada di foto itu. Gambar yang di ambil 4 tahun yang lalu, saat pertama kali ia menginjakan kaki di rumah ini bersama keluarga lengkapnya.

"Appa… eomma…" gumam Donghae sembari mengusap wajah kedua orang tuanya di dalam foto itu. Senyuman tipis terukir di wajah tampannya.

"Kalian tahu bukan? Hae sangat suka dengan adik kecil? Kalian masih ingat kan bagaiman rasa senangku saat mendengar aku akan memiliki adik? Aku benar-benar bahagia saat membayangkan akan bermain bersama dongsaeng ku nantinya dan semua nya terbayar saat Kibummie lahir"

Donghae berucap seorang diri tanpa mempedulikan tak akan ada yang membalas ucapannya. Ia tertawa kecil mengingat memori beberapa tahun silam.

"Lalu kalian mengatakan akan memberikan adik kecil lagi selain Kibum padaku. Haha Hae melompat senang saat itu, apa kalian ingat? Hae akan punya dua adik yang akan selalu menemani ku bermain setiap hari"

Namun setelah mengucapkan hal ini, senyuman di wajah Donghae seakan memudar dan berganti dengan wajah sedih.

"Tapi… kenapa kalian harus merusak semua nya saat itu? Kenapa kalian harus pergi dan meninggalkan Hae, Jung Soo hyung dan Kibumie? Tahukah kalian Hae sangat sedih. Hae memang ingin adik kecil tapi Hae tak ingin kehilangan sosok kalian"

"Semua hal yang ku rencanakan gagal. Kalian seperti mengambil sebuah berlian kebahagiaan dalam hatiku. Apalagi saat Kibummie di bawa pergi oleh Shim ahjumma…" suara namja 12 tahun itu mulai bergetar. Wajahnya memerah seakan menahan tangisan yang bisa keluar kapan saja.

"Aku kehilangan semuanya. Tak ada adik juga tak ada orang tua. Hanya ada Jung Soo hyung yang selalu menemani ku. Itu menyakitkan eomma. Hae kesepian saat itu. Jung Soo hyung sudah mulai sibuk dengan sekolahnya dan tak bisa menemani ku setiap saat. Kalian juga tak ada untuk menemani ku. Apa kalian mengetahui hal ini?"

Donghae mendongakan kepalanya, Ia mengusap matanya dengan kasar menghilangkan cairan bening yang sudah memenuhi kelopak matanya. Ia teringat saat dia hanya duduk sendirian di ruang tamu rumah kakek neneknya, selalu berharap orang tua, kakak dan adiknya segera pulang dan bisa menemani nya bermain bersama. Tapi semuanya tak terwujud seperti yang ia harapkan. Hanya beberapa maid yang terus berlalu lalang dan mengajaknya bermain.

"Ish! Apa guna nya kau mengingat itu, Hae pabbo!" rutuk Donghae lagi pada dirinya sendiri. Ia mengusap wajahnya kasar lalu menghela nafas berat.

Donghae mulai merebahkan tubuhnya kembali di kasur. Ia menutup matanya dengan lengan kanan nya dan berusaha untuk segera tertidur. Ini sudah tengah malam dan besok ia harus sekolah. Dan ia tak ingin mengingat atau memikirkan apa pun lagi. Dada nya sudah cukup sesak saat ini.

"Aku memang jahat, Kyu. Aku tahu itu. Tapi… Kenapa kau tidak bisa mengerti juga? Kau bodoh! Kau juga sangat menyebalkan!"

.

.

.

OOOoooßCMB oooOOO

PUK

Buku yang sedaritadi terbuka itu akhirnya tertutup juga bersamaan dengan pena yang di letakan di meja. Kyuhyun merentangkan tangannya keatas sembari merenggangkan tubuhnya yang terasa kaku karena terduduk selama satu jam lebih. Ia baru saja mengerjakan tugas sekolahnya.

"Hoaamm~"

Kyuhyun menguap lebar sembari mengucek matanya pelan. Rasa kantuk sudah mendera nya sejak beberapa saat yang lalu. Melihat susunan huruf yang begitu banyak membuatnya mengantuk. Ia mengedarkan pandangan nya ke sekeliling ruangan. Tatapan nya terfokus pada jam dinding berbentuk telur yang ada di dinding atas meja belajar. Pukul 9 malam. Memang sudah waktu nya ia tertidur.

Dengan malas bocah manis itu memasukan buku-buku tugasnya kedalam ransel. Setelahnya, ia meletakan kepalanya di atas ransel tersebut. Entah mengapa ia belum ingin menemui tempat tidur yang seakan sudah memanggilnya sejak tadi.

Kyuhyun menatap lampu belajar itu dengan tatapan kosong. Cukup banyak hal yang menghuni pikiran nya beberapa hari ini. Sudah 3 hari terlewati sejak kemarahan nya pada Donghae dan Kibum. Dan sudah selama itu juga ia tak berkomunikasi secara langsung dengan kedua hyung nya itu. Tak ada permintaan maaf yang meluncur dari bibirnya begitu pula dengan Donghae dan Kibum dan hal itu sukses membuat Jung Soo pusing sendiri. Ketiga nya seakan saling menghindar satu sama lain. Entah apa yang di pikirkan masing-masing.

Kyuhyun sudah meminta maaf pada Changmin dengan sangat mudah. Tapi untuk meminta maaf pada Donghae dan Kibum itu terasa begitu berat. Ia sedikit takut melihat ekspresi yang di tunjukan Donghae dan Kibum sehingga ia memutuskan lebih baik menghindar. Rumah keluarga Park pun akhirnya terbebas dari pertengkaran dan keributan yang biasanya menghiasi setiap hari nya namun karena hal itu rumah menjadi semakin terasa hampa.

Bocah itu menghela nafas. Ia mulai beranjak dari kursinya dan melangkah menuju keluar kamar. Ia haus dan ingin mengambil minum.

TAP

Kyuhyun terdiam di ambang pintu saat Donghae hendak masuk ke dalam kamarnya sendiri. Ia bisa menebak hyung nya itu pasti baru kembali dari dapur karena Donghae sudah memegang segelas air. Kebiasaan Donghae sebelum tidur selalu menyediakan segelas air di kamarnya.

Donghae pun tak langsung masuk ke dalam kamar. Keduanya saling menatap sesaat. Kedua pasang manic coklat indah itu saling bertemu dan menatap secara dalam. Tak ada kata yang terlontar. Kyuhyun mulai memutuskan kontak mata dengan hyung nya. Ia mengalihkan tatapan nya ke lantai seakan takut dengan mata tajam Donghae.

Kyuhyun menghela nafas sesaat setelah Donghae masuk ke dalam kamarnya tanpa berkata apa pun. Jujur, Kyuhyun lebih senang Donghae yang mengejek dan menggodanya terus menerus daripada diam seakan tak menganggap nya ada. Haahhh, dia rindu bertengkar dengan hyung pecinta ika nya itu.

"Kau terlihat lebih menyebalkan saat diam seperti ini, Kyu. Sangat menyebalkan!"

DEG

Kyuhyun terkesiap sendiri saat mengingat ucapan Donghae waktu itu. Diam… menyebalkan? Bocah itu menatap pintu kamar Donghae dengan tatapan sendu namun sebuah senyuman tipis terukir di wajah nya.

'Apa ini maksud perkataan mu, hyung?'

Tak ingin berlama-lama di sana, Kyuhyun menutup pintu kamarnya dan melangkah menuju dapur. Namun rasa haus nya seakan hilang saat melewati ruang tengah. Ia mengedarkan pandangan nya ke sekeliling.

Sepi…

Mereka pasti sudah berada di kamar masing-masing. Bingung harus melakukan apa dan enggan kembali ke kamar, Kyuhyun melangkahkan kakinya menapaki tangga menuju lantai atas. Di lantai 2 ini ada beberapa ruangan. Kamar Jung Soo dan Kibum, lalu ada ruang kerja Appa dan perpustakaan kecil, terakhir ada sebuah ruangan jahit yang biasa di gunakan sang eomma untuk membuat design baju, nyonya Park memang seorang designer.

Dengan perlahan, Kyuhyun membuka sebuah pintu berwarna putih gading. Kepala nya menyembul dari balik pintu untuk melihat keadaan di dalam kamar. Ia mengerucutkan bibirnya saat melihat kakak tertua nya sudah tertidur pulas di kasur. Rencana nya untuk berbincang dengan Jung Soo gagal sudah. Tak ingin mengganggu, Kyuhyun keluar dan menutup pintu itu dengan pelan.

Kyuhyun beralih menatap sebuah pintu di sebelah kamar Jung Soo—kamar Kibum. Ia menggelengkan kepalanya seakan meyakinkan diri untuk tak mendekati kamar itu. Pandangan bocah itu pun berpindah ke balkon yang ada di lantai 2 ini.

Cklek

Kyuhyun membuka pintu besar yang terbuat dari kaca berbingkai kayu mahoni yang menghubungkan lantai 2 dengan balkon yang cukup besar di luar. Ia menghirup udara malam yang langsung menerpa tubuhnya sesaat setelah ia tiba di balkon. Terasa begitu dingin namun sejuk. Kyuhyun semakin melangkah menuju tepian balkon. Ia meletakan kedua tangannya di atas pagar pembatas.

Bocah itu memejamkan matanya menikmati semilir angin malam. Ia terdiam beberapa saat dalam posisi itu. Setelah puas merasakan udara dingin, Kyuhyun membuka matanya kembali dan mulai menengadah ke langit. Ia mengangkat sudut bibirnya membentuk sebuah senyuman manis.

Langit gelap itu berhiaskan ribuan kerlip bintang yang sangat indah di tambah dengan bulan purnama yang bersinar sangat terang. Hati Kyuhyun selalu merasa tenang saat melihat keindahan benda langit ciptaan Tuhan itu. Mata Kyuhyun berbinar tak kalah indah dari kerlipan cantik bintang-bintang.

"Kalian sangat cantik malam ini" puji Kyuhyun pada benda langit yang tak mungkin membalas gumaman bocah 8 tahun itu.

"Eomma… Appa… Apa yang kalian lakukan sekarang? Kyu merindukan kalian. Apa kalian tak merindukan kami? Kenapa kalian belum menghubungi kami?" gumam Kyuhyun sembari mengerjapkan matanya. Entah mengapa Kyuhyun seakan melihat bayangan dari sosok kedua orang tuanya di permukaan rembulan yang bersinar di atas sana.

"Kalian harus membelikan banyak oleh-oleh saat pulang. Kalau tidak, Kyu akan marah" gumamnya seorang diri.

Kyuhyun sangat merindukan kedua orang tuanya itu dan hingga saat ini eomma appa nya belum menghubungi mereka. Biasanya Kyuhyun akan langsung berhambur memeluk eomma nya di saat suasana hatinya sedang kacau seperti ini. Lalu appa nya yang akan menjadi penghubung jika dirinya dan Donghae kembali bertengkar tapi sekarang… Mereka tidak ada dan Kyuhyun sangat merasakan dampak tak ada nya sosok appa eomma nya. Kyuhyun mengusap matanya yang terasa berembun.

"Hatchimm~"

Ia bergidik saat hembusan angin malam semakin menusuk tulang dan membuatnya dirinya bersin. Ia melipat kedua tangannya di depan dada berusaha mengurangi rasa dingin yang menyalur ke seluruh tubuhnya. Ia sadar kondisi tubuhnya sudah menurun sejak beberapa hari yang lalu namun mengingat tak ada eomma yang akan mengurusnya jika sakit, Kyuhyun berusaha untuk menstabilkan keadaannya dengan minum vitamin.

Sepertinya Kyuhyun masih enggan kembali ke kamar dan melewatkan keindahan langit Seoul malam ini. Ia masih saja berdiri di balkon sembari menatap langit.

TAP

"Pakai ini"

Kyuhyun terlonjak kaget saat seseorang sudah berdiri di samping nya sembari mengangsurkan sebuah jaket berwarna hitam bercorak putih. Ia menatap jaket dan salah satu hyung nya itu dengan tatapan bingung.

"Bum hyung?" gumam Kyuhyun sembari mengerjapkan matanya menatap polos Kibum yang sudah berdiri di samping kanan Kyuhyun sembari ikut menatap langit.

"Udara malam tidak baik, cepat pakai" ujar Kibum lagi sambil menatap Kyuhyun.

Dengan ragu, Kyuhyun mengambil jaket milik Kibum dan memakainya. Kibum sendiri sudah memakai jaket berwarna putih yang melapisi piyama nya. Belum hilang keterkejutan Kyuhyun, ia kembali menatap hyung nya bingung saat Kibum menyodorkan segelas susu coklat yang masih mengepulkan asapnya. Kibum seakan menyuruh Kyuhyun mengambil gelas susu itu dengan pandangan matanya.

"Untuk ku?" tanya Kyuhyun masih ragu. Kibum mengangguk cepat.

Perlahan Kyuhyun mengambil susu itu. Senyuman pun tak bisa Kyuhyun sembunyikan lagi, ia senang dengan perlakuan Kibum saat ini. Ia menatap Kibum yang sudah menatap langit dalam diam. Kyuhyun sedikit mendekatkan posisi berdiri nya dengan Kibum lalu mulai meminum sedikit susu itu. Senyuman semakin lebar saat susu coklat kesukaan nya sudah mengaliri kerongkongan nya. Rasa hangat langsung menjalari tubuhnya bersamaan dengan hatinya yang juga menghangat.

"Gomawo Bummie hyung" ucap Kyuhyun tulus. Walau tak menjawab, Kyuhyun tahu hyung nya mendengar ucapan nya itu.

Selama beberapa saat mereka terdiam menikmati suasana malam. Kyuhyun sudah menghabiskan susu yang di berikan Kibum dan meletakan gelas kosong di meja kecil yang ada di sudut balkon. Setelahnya, tak ada perbincangan yang terjadi. Kyuhyun berulang kali mencuri lirik kepada Kibum. Ia ingin mengajak hyung nya itu berbicara tapi ia masih takut.

"H-hyung…"

Dengan keberanian yang sudah Ia kumpulkan, Kyuhyun mulai membuka suaranya walau kegugupan masih terasa dalam satu kata itu.

"Heum?"

"K-kenapa kau belum tidur?" tanya Kyuhyun sembari melirik kearah Kibum lagi.

"Kau sendiri kenapa belum tidur?" bukannya menjawab, Kibum justru membalikkan pertanyaan Kyuhyun yang sudah menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

"Aku tidak bisa tidur hehe" jawab Kyuhyun sambil menyengir untuk menutupi kegugupannya.

"Sama"

Kyuhyun menganggukkan kepalanya mengerti. Ia mengalihkan tatapan nya ke samping lalu membuang nafas berat. Kenapa susah sekali berbincang dengan hyung sendiri? Jantungnya berdegub kencang seperti ini. Takut? Malu? Kurasanya semua hal itu sudah bercampur menjadi satu dalam perasaan Kyuhyun.

Keheningan kembali terjadi. Kyuhyun memainkan kaki berbalut sandal kamar nya dengan gelisah. Ia tak pernah suka situasi canggung begini.

Aish, ayolah Kibum hyung ajak aku bicara~

"Kyu…"

"Ne hyung?"

Kyuhyun langsung menoleh dengan wajah senang saat Kibum memanggil namanya. Doanya langsung di jawab, oh terimakasih Tuhan.

Kibum tak menoleh. Ia tetap pada posisinya dan memilih menatap udara kosong di hadapannya. Kyuhyun masih sangat menanti kakaknya untuk segera melanjutkan kata-katanya.

"Yang kemarin… Mianhae" ujar Kibum dengan nada pelan. Terlihat raut sendu dalam ekspresi datar Kibum yang membuat Kyuhyun merasa bersalah.

"Ani hyung. Kyu yang salah. Kyu yang harus meminta maaf padamu" ralat Kyuhyun yang ikut mengalihkan tatapan nya kembali lurus ke depan.

"Aku hanya sedikit kesal dan mood ku tidak baik kemarin. Mianhae sudah berteriak pada kalian, hyung" Kyuhyun menghela nafas lalu menundukan kepalanya. Ia melirik kearah Kibum yang belum juga membalas ucapannya. Ia menggigit bibir bawahnya dan meremas ujung jaket yang ia kenakan dengan kedua tangannya.

"A-apa kau marah pada ku, hyung?"

Kyuhyun takut… Kakaknya masih belum berucap. Ekspresi yang Kibum tunjukan pun tak bisa terbaca oleh Kyuhyun, ia tak tahu hyung nya marah atau tidak.

" Kau cemburu pada Changmin?"

Kyuhyun menggeleng dengan cepat untu menjawab pertanyaan Kibum kembali. Lagi-lagi hyung nya tak menjawab pertanyaan nya tapi justru bertanya balik. Tapi biarlah, walaupun begitu Kyuhyun sudah senang bisa berbicara dengan Kibum lagi.

"Aku tidak cemburu. Aku… Aku hanya iri dengan perlakuan hyung pada Changmin. Hyung tak pernah memperlakukanku seperti itu jadi… aku hanya iri" jujur Kyuhyun dengan nada pelan dan penuh penyesalan.

"Begitu? Hmm… Apa kau tahu kalau aku juga sering iri padamu, Kyu?"

Kyuhyun mendongakan wajahnya dan segera menoleh ke samping. Ia menatap Kibum dengan tatapan bingung, heran dan penuh tanda tanya. Kibum pun hanya mengulas senyum tipis di tatap seperti itu. Tanpa menoleh kepada Kyuhyun, ia mendekatkan dirinya lebih lagi ke pagar dan meletakan kedua tangannya di atas pagar tersebut. Ia kembali menatap ribuan cahaya kecil yang berkelip di atas langit sana.

"9 bulan… Hanya 9 bulan aku tinggal bersama appa dan eomma sebelum mereka menitipkan kami kepada harabeoji dan halmeoni" Kibum kembali mengeluarkan suaranya dengan nada pelan. Kyuhyun hanya mendengarkan dengan seksama. Ia memperhatikan wajah hyung nya dengan intens, senyuman di wajah Kibum sudah berganti dengan tatapan sendu.

"Aku tak pernah bisa mengingat apa saja yang pernah ku lakukan saat bersama appa dan eomma. Aku tak memiliki kenangan masa kecil bersama mereka. Bahkan aku pernah melupakan wajah mereka jika halmeoni dan eomma Shim tak memberikan foto mereka"

"Bukan appa dan eomma juga yang mengajarkan ku berbicara, berjalan, berlari dan hal dasar lainnya"

Jika tidak bercerita tentang hal ini, sudah di pastikan Kyuhyun akan melompat kegirangan karena jarang sekali Kibum berbicara banyak dengan nya seperti ini. Tapi sekarang Kyuhyun masih bergeming di tempatnya. Perasaan bersalah yang menaungi hati nya bertahun-tahun kembali menyeruak keluar.

"Halmeoni dan harabeoji dengan sabar mengajari ku semua itu tentu dengan bantuan Jung Soo hyung dan Hae hyung juga. Kemudian aku pindah ke rumah appa dan eomma Shim" Kibum kembali tersenyum mengingat saat-saat itu. Ia menghela nafas sejenak sebelum melanjutkan ceritanya.

"Dan untuk pertama kali nya aku merasakan kehangatan dan kehadiran appa dan eomma di tengah keluarga Shim itu. Eomma Shim sangat baik dan menyayangi ku seperti anak nya sendiri. Appa Shim juga memberikan apapun yang aku inginkan. Sangat menyenangkan"

Kyuhyun mulai mengerjapkan matanya yang sudah terasa panas. Ia kembali meremas ujung jaket yang ia kenakan. Ia tahu Kibum selalu memanggil ahjumma dan ahjussi itu dengan panggilan eomma dan appa.

"Aku merasa inilah yang ku inginkan. Aku sangat bahagia hingga akhirnya kebahagianku bertambah dengan hadirnya Changmin di keluarga itu. Eomma Shim sangat senang begitu pun aku. Aku mulai belajar menjadi seorang kakak bagi seorang Changmin. Kami selalu bersama setiap waktu"

"Changmin selalu bisa menghibur dan menemani ku. Kebersamaan kami bahkan melebihi kebersamaan ku dengan Jung Soo hyung dan Hae hyung"

Uap dingin terlihat saat Kibum menghembuskan nafasnya. Ia semakin menengadah ke langit seakan tak membiarkan butiran air yang sudah menggenangi pelupuk matanya.

"Mungkin itu yang menyebabkan sikapku pada dia sedikit berlebihan. Jujur, aku masih menganggap Changmin sebagai adikku sendiri sama seperti appa dan eomma Shim sebagai orang tua ku"

TES

Tak bisa di tahan lagi, cairan bening itu meluncur dengan indah dari sudut mata Kyuhyun membasahi pipi chubby nya. Ia semakin menundukan kepalanya, menyembunyikan wajahnya yang sudah basah.

"Mianhae Kyu. Aku… A-aku sadar secara tak langsung sudah menyakiti mu" suara Kibum pun mulai terdengar bergetar.

"Aku sudah berusaha mendekatkan diriku padamu dan memperlakukan mu sama seperti yang ku lakukan pada Changmin"

Kibum mengusap mata kanannya dengan kasar untuk menghilangkan air mata yang ingin melesak keluar.

"Tapi… tapi itu tak mudah Kyu. Saat semua kenangan masa lalu itu kembali ku ingat. Perasaan iri dan kesal itu masih ada dan menghalangi semua niatku"

"Sudah 4 tahun aku berusaha menekan emosi ku sendiri. Aku tahu itu semua bukan kesalahanmu tapi… mengingat kau yang selalu berada di samping mereka, kau yang selalu di manja oleh appa dan eomma…" Kibum kembali menghela nafas panjangnya. Ia tak melanjutkan kata-katanya, ia tak tahu harus mengatakan apa lagi.

Kyuhyun mengusap wajahnya dengan kasar lalu mulai mengangkat wajahnya kembali saat ia tak mendengar suara Kibum berucap lagi. Ia terkesiap saat melihat wajah hyung nya juga sudah basah oleh air mata seperti dirinya.

Demi Tuhan…

Kyuhyun tak pernah bisa melihat hyung yang terlihat kuat dan mandiri yang tengah berdiri di hadapannya menjadi terlihat sangat lemah dan menitikan air mata seperti itu. Ia menggigit bibir bawahnya sendiri menahan isakan yang hendak keluar.

"Jeongmal mianhae Kyunnie" ujar Kibum lagi dengan penuh kesungguhan. Ia mulai menoleh ke samping dan membalas tatapan Kyuhyun.

Kibum menghapus jejak air matanya lalu mulai menunjukan sebuah senyuman yang sangat tulus dan lembut membuat seluruh pertahanan Kyuhyun hancur seketika. Air mata semakin mengalir dari onyx indah Kyuhyun dan isakan kecil pun sudah meluncur dari bibir kecilnya.

Senyuman itu…

Selama 4 tahun ini… Ia selalu menanti senyuman seperti itu dari Kibum.

'Kibum hyung tersenyum—untukku?'

"Walaupun begitu, aku mohon jangan berkata seperti kemarin lagi, Kyu. Kau tak melakukan kesalahan apa pun" ucap Kibum dengan nada lebih lembut dan entah mengapa ia mulai tertawa kecil.

"Kau justru membuatku semakin merasa bersalah—haha. Kau tahu? Sejak kemarin aku tak bisa tidur karena memikirkan hal ini"

"hiks—Bum hyu-ng"

Kibum merubah posisi berdirinya menjadi menghadap lurus kearah Kyuhyun.

"Kau tak perlu merasa iri pada Changmin karena kau memiliki tempat yang berbeda dengan nya"

Kyuhyun menatap ke dalam manic mata hitam Kibum masih dengan isakan yang membuat tubuhnya sedikit gemetar.

"Aku… A-aku juga sayang padamu, Kyu. Bahkan hmm… melebihi sayangku pada Changmin. Karena kau adalah satu-satunya dongsaeng yang ku punya"

Pernyataan Kibum sukses membuat mata Kyuhyun membulat sempurna. Mata yang sudah memerah dan berair itu membulat kaget dan terlihat begitu imut juga lucu.

"Hanya saja… Aku belum bisa menunjukan nya secara langsung. Aku masih canggung dan takut. Aku perlu waktu untuk membiasakan diriku sendiri"

Kibum sedikit meringis lalu mengelus tengkuk belakangnya. Ia cukup di buat salah tingkah dengan tatapan Kyuhyun yang masih terlihat kaget dan tak percaya itu. Kibum sudah merutuk dirinya sendiri di dalam hati kenapa harus mengatakan hal memalukan begini. Aigoo…

"Aish, kenapa aku jadi banyak bicara begini ya" gumam Kibum sembari memalingkan wajahnya yang sudah bersemu merah memutuskan kontak mata dengan adiknya. Ia sangat malu dengan ucapan nya sendiri. Semua nya seakan di luar kendali. Ia sama sekali tak menyangka akan menceritakan semua ini pada Kyuhyun.

"Ah, a-aku sudah mengantuk. Aku kembali—"

GREP

Kibum yang hendak melangkah pergi harus mengurungkan niatnya saat tiba-tiba Kyuhyun berhambur memeluknya begitu erat.

"K-kyu?" gumam Kibum gugup. Ia tak terlalu suka di peluk dan hendak melepaskan pelukan adiknya itu tapi Kyuhyun justru mengeratkan pelukannya lebih lagi. Kibum bisa mendengar isak tangis dari sang dongsaeng.

"Hiks—jebal biarkan aku… memelukmu hyungjebal" isak Kyuhyun.

Mendengar isakan itu semakin menjadi pun, Kibum hanya menghela nafas pasrah dan membiarkan tubuhnya di peluk sang dongsaeng. Kedua nya hanya tergantung lemas di samping tak membalas pelukan Kyuhyun.

"Gomawo Bum hyung—hiks. Go-mawo" ujar Kyuhyun dengan nada bergetar dan isakan yang terus mengiringi.

Tangisan itu bukan sebuah tangis kesedihan. Tangisan itu sebagai bentuk haru dari kebahagiaan yang meluap dan menyelimuti relung hati bocah kecil itu.

Kibum bisa merasakan tubuh Kyuhyun semakin gemetar dalam pelukan itu. Dengan perlahan ia mulai menjulurkan tangan kanannya untuk mengelus punggung Kyuhyun untuk menenangkan.

"Kau… Kau tak perlu menahan perasaan mu lagi Bum hyung" Kibum hanya terdiam memberikan waktu bagi Kyuhyun untuk berbicara.

"Keluarkan semua perasaanmu. Hyung boleh memarahi ku, hyung boleh bercerita padaku jika hyung sedang sedih, hyung boleh melakukan apa pun padaku—hiks"

"Kyu tak akan meminta apa pun lagi padamu. Kyu… Kyu sudah sangat senang, gomawo hyungiegomawo"

Kyuhyun menyandarkan kepalanya di bahu kanan Kibum masih dengan air mata sehingga jaket yang hyung nya kenakan itu basah.

"Kyu sangat senang tahu bahwa Bum hyung mengakui ku sebagai adik juga… juga sayang padaku"

Kibum tertawa kecil sembari menggelengkan kepalanya saat mendengar penuturan akhir Kyuhyun. Sekesal apa pun dirinya, ia tak pernah tak mengakui Kyuhyun sebagai adiknya. Mungkin ia terlihat cuek dan tak peduli tapi ia tak pernah memikirkan hal itu.

"Jeongmal pabbo-ya" gumam Kibum pelan sembari mengusap rambut Kyuhyun dengan lembut.

"Bum hyung—hiks Kibummie hyung…"

"Ssstt, jangan berkata apa pun lagi Kyu. Arraso. Uljima ne"

Seperti yang di katakan oleh Kibum, Kyuhyun pun tak mengucapkan apa pun lagi. Ia hanya meluapkan semua perasaan nya dengan isak tangis. Selama beberapa saat Kibum membiarkan Kyuhyun menangis dalam pelukan itu.

Setelah di rasa cukup tenang, Kibum melepaskan pelukan nya dan menatap wajah Kyuhyun dengan tatapan lembut. Ia terkikik geli di dalam hati. Ini pertama kali nya ia melihat Kyuhyun yang begitu imut seperti seorang anak kecil polos yang tengah menangis dan membutuhkan pelukan hangat untuk menenangkan nya.

Kibum menghapus jejak air mata di kedua pipi chubby Kyuhyun.

"Hyung senang dengan wajah ceria mu bukan menangis seperti ini" ujar Kibum kemudian.

Mendengar itu, tanpa sadar Kyuhyun merubah ekspresi wajahnya. Ia mengusap matanya kembali sebelum tersenyum lebar. Kibum hanya menggelengkan kepala nya dan tersenyum tipis melihat Kyuhyun yang sudah menyengir seperti biasa.

"Hehe—gomawo Bum hyung. Kyu juga sangat menyayangi hyung" ucap Kyuhyun dengan nada pasti dan riang. Kibum mengangguk mengerti.

BRAK!

Kedua bocah itu terlonjak kaget saat suara dobrakan pintu menginterupsi moment indah mereka. Keduanya mengalihkan tatapan mereka menuju pintu penghubung antar balkon itu.

"Hae hyung?" gumam Kibum saat melihat sosok hyung keduanya sudah muncul dan berdiri di ambang pintu dengan wajah panik.

Entah mengapa melihat Donghae begitu, Kyuhyun berangsur mundur ke belakang tubuh Kibum.

"Apa yang kalian lakukan di sini?! Cepat bantu aku! Jung Soo hyung, haaah… dia demam tinggi!"

Kibum dan Kyuhyun sontak membulatkan matanya kaget mendengar ucapan sang kakak. Tak menunggu respon kedua adiknya, Donghae langsung berlari kembali menuju kamar hyung nya.

Kibum dan Kyuhyun masih berdiri di balkon. Kedua saling melempar tatapan satu sama lain. Namun sedetik kemudian mereka langsung berlari keluar balkon dan segera menyusul Donghae menuju kamar Jung Soo.

.

.

.

Sementara itu di tempat lain tepatnya di sebuah apartemen I-Park yang berada di kawasan Samsung-dong, Gangnam-Ju, Seoul. Seorang yeoja paruh baya dengan rambut hitam bergelombang sebahu tengah berdiri menatap keluar jendela besar, memperhatikan suasana kota malam hari dengan kerlipan lampu-lampu yang terlihat indah. Wajah nya terlihat sangat cantik walau usia nya sudah menginjak 40 tahunan, tak ada kerutan di wajah mulusnya.

Helaan nafas kembali terdengar dari bibir sexy yeoja itu. Tatapan nya terlihat sendu bercampur cemas.

"Kenapa berada di sini? Kau tidak tidur?"

Yeoja itu menoleh saat mendengar suara pintu terbuka dan sebuah suara berat yang sangat ia kenal. Ia hanya tersenyum tipis menyambut kedatangan seorang namja paruh baya dengan tubuh tinggi tegap sudah berjalan mendekati nya.

Namja itu merangkul pinggang sang yeoja yang sudah berstatus istrinya itu dari belakang dan ikut melihat keluar apartemen mereka, memperhatikan kondisi malam Seoul.

"Aku tidak bisa tidur, yeobo" gumam yeoja itu sembari menyandarkan kepalanya di dada bidang suami nya.

"Wae?"

"Apa kita tidak berlebihan? Aku sangat mencemaskan mereka" ucapnya dengan nada sedih. Namja itu mengusap pucuk kepala sang istri.

"Kita sudah sepakat bukan? Ini juga untuk kebaikan mereka sayang"

"Tapi… Perasaan ku tidak enak"

Sang yeoja kembali menghela nafas berat membuat suaminya semakin mengeratkan pelukannya untuk memberi kehangatan dan ketenangan.

"Mereka pasti baik-baik saja. Jangan terlalu di pikirkan" ujar namja itu namun belum mampu membuat istrinya tenang.

"Kyuhyun tak pernah kita tinggal sendirian. Jung Soo pun akan menghadapi ujian seminggu lagi, ia perlu ketenangan dan waktu agar bisa belajar dengan baik. Lalu… Hae dan Bummie, aku takut mereka semakin kesal pada kita karena lagi-lagi kita meninggalkan mereka"

"Gwenchana. Aku percaya mereka mampu melewati semua nya yeobo. Kita baru pergi dua minggu, bertahanlah sebentar lagi"

"Aku hanya mencemaskan mereka"

"Tenanglah. Aku akan menyuruh Sekretaris Song untuk berkunjung ke rumah dan memastikan keadaan mereka"

"Benarkah?"

"Hum! Jadi kau tak perlu khawatir lagi, nde? Kita yang memulai nya dan kita juga yang harus bertanggung jawab. Dengan seperti ini, mereka akan belajar untuk saling memahami satu sama lain dan aku yakin mereka akan semakin akrab nantinya"

Yeoja itu mengangguk mengerti. Ia memejamkan matanya membayangkan sosok keempat anak yang sudah ia rindukan. Tak ada perbincangan yang terjadi lagi di antara mereka. Keduanya hanya terdiam menikmati suasana malam di apartemen pribadi di tengah kota Seoul itu.

.

.

.

-To be Continued-

.

.

(Spoiler for Chapter 6)

/ "Daripada kalian meracau tidak jelas. Lebih baik Hae hyung ambilkan handuk kecil dan air untuk mengompres lalu Kyu segera ambilkan thermometer di kotak obat!" | 'Di sini aku hyung nya kan? Kenapa jadi dia yang memerintahku?'/

/ "Ikan jelek! Jangan lupa tambahkan garamnya pada samgyetang jika tidak rasanya pasti aneh. Ah! Tapi aku yakin rasanya tak akan seenak buatan eomma sih. Kau kan tidak bisa memasak, pasti rasanya sangat tidak enak, hweee~"/

/"Kau membodohiku bocah" desis Donghae yang hanya dibalas senyuman lebar dari Kyuhyun. Bukan salah Kyuhyun jika Donghae gampang sekali di bohongi.|"Huuwwaaa~" |"Ya jangan lari!"/

/"Sepertinya kau salah Jung Soo hyung. Hubungan kalian itu hanya unik bukan seperti yang kau pikirkan"/

/"Ne noona manis. Hae hyung itu hyung nya Kyuhyun—hehe" | "Aku melihat noona di foto yang ada di kamar Hae hyung. Ada banyak fo—mmpphhtt" /

/"Baiklah, kita langsung ke intinya saja. Kompetisi dance itu di tunda hingga hari selasa bukan? Besok kau harus mengundurkan diri dari kompetisi itu atau kau tak akan bisa meraih impian mu menjadi dancer lagi"

"Ya! Apa yang kalian lakukan pada hyung ku?! Lepaskan Hae hyung!"

"Ckckck. Siapa dia? Apa dia dongsaeng mu, Hae? Sangat menarik…"

"Ish! Lepaskan dia! Dia… Dia bukan dongsaengku!"

"Hyung…"/

.

.

Annyeong~ ^^

Gomawo untuk semua respon dan support kalian di chap sebelumnya, sangat membantu lye buat ngetik cepet..

Banyak dari kalian yang ngerti perasaan Kyu 'n pernah ngalamin juga? Waahhh kita senasib berarti hahahaha xD

Ah, Mianhae kali ini belum bisa balas review kalian dulu, lye udah baca semua kok ^^

Q : Kenapa part Kyu di sini gak selesai-selesai kayak part Kibum sebelumnya?

A : Karena problem yang Kyu hadapi di sini lebih complex dari Bum waktu 'snowy' itu. Di sini juga tidak hanya mendekatkan beberapa orang tapi moment pendekatan Kyu dengan tiga hyung nya sekaligus. Dan mengungkapkan mengenai perasaan dia yang sebenarnya selama ini.

Dan di chap ini pun Kyu gak di buat kabur dari rumah atau sakit seperti kalian harapkan haha mianhae~ Ada saat nya Kyu begitu… nanti! /Lye : evillaugh; Kyu : *deathglare*/

Baru Kibum yang mau membuka perasaan nya pada Kyu di sini kalau Hae… Krik… Krik (?) kkk~

Tunggu saja kelanjutannya, nde? /dikeroyok readers/

Welcome to all new readers and thanks for gimme ur respon ^^

See ya next chap, gomawo~

Sign,

-LyELF-

Special Thanks for :

Bella, aninkyuelf, AngeLeeteuk, Kim Soo Jin, Gyurievil, Kyuhyun0321, Gyu1315, Blackyuline, SieLf, Kyuminhae, Yolyol, Lee minji elf, Deluc33, Aisah92, Okta1004, Kyuzi, Mimi, Hikmajantapan, kkyu32, cho-I chahyun, SnowBum KyuDevil, evilkyu00, Chocojje, anonymous, kyuqie, IrumaAckleschia, KyuKi Yanagishita, ChoYeonRin, cece, 92line, Pearl Park, Ay, Lianpangestu, maya sakura, ayu, Reindeerkyu, Shintalang, Kadera, Arafishyevil, careon88, Floyze, yayaELFsparkyu, DesvianaDewi12, Ratnasparkyu, lee jasmine, sfsclouds, Riekyumidwife, Augesteca, vha Chandra, KyuChul, Shizuku M2, HeeHyun, Nashya, Arum Junnie, Jmhyewon, ichaElfs, Niza, Dew'yellow, Kyuro, Arumfishy, Little Kid, Bryan ryeohyun, AyuClouds69 and all Guest!