BE CLOSE MY BROTHERS

.

.

Main Cast :

Park Jung Soo / LeeTeuk

Lee Donghae as Park Donghae

Kim Kibum as Park Kibum

Cho Kyuhyun as Park Kyuhyun

.

Genre : Family and Friendship

.

Summarry :

Kasih sayang selalu ada di dalam sebuah keluarga walaupun seakan ada pembatas yang membuat suasana menjadi canggung. Selalu ada cinta di balik semua pertengkaran dan perdebatan. Tapi bukankah akan lebih indah jika suasana canggung dan pertengkaran yang terjadi itu lenyap, terganti dengan sebuah kehangatan dan kebersamaan setiap anggota dalam sebuah keluarga besar.

.

.

.

OOOoooßCMB oooOOO

PART 6

"Tadi aku ke kamar Jung Soo hyung. Dia sudah tidur tapi aku tetap masuk dan dia sudah berkeringat juga bergerak gelisah seperti ini. Dia demam"

"Jung Soo hyung sakit… Appa eomma tidak ada di rumah, otthoke? Eomma~"

"Harusnya aku sadar sejak tadi pagi hyung sudah pucat. Aish Hae pabbo!"

"Sekarang harus bagaimana? Hiks Kyu bingung, eomma pulang eomma~"

Kibum menghela nafas berat mendengar semua celotehan yang keluar dari mulut kakak dan adiknya sejak mereka berada di kamar Jung Soo. Kibum segera beralih duduk di sisi kosong kasur Jung Soo dan meraba kening hyung nya itu, memang sangat panas. Ia menatap kakaknya dengan tatapan cemas. Jung Soo masih memejamkan matanya, tertidur dengan gelisah. Ia bergerak tidak nyaman, peluh terus keluar memenuhi dahinya.

Kibum mengalihkan tatapan nya dari Jung Soo menuju Donghae dan Kyuhyun yang berdiri tak jauh dari dirinya. Sejak masuk ke kamar, kedua orang itu terus meracau sendiri dengan penuh kekhawatiran. Kibum menaikan alisnya saat memperhatikan kakak dan adiknya itu. Wajah Donghae dan Kyuhyun terlihat panik dan cemas. Keduanya seperti menggigit jari tangannya sendiri berusaha mengurangi kepanikan yang menyelimuti masing-masing, mata mereka bergerak gelisah.

Mirip…

Hanya satu kata itu yang menggambarkan kondisi kakak dan adiknya saat ini. Ekspresi keduanya saat panik dan tingkah mereka yang kekanakan membuat Kibum sadar, kedua nya memiliki kemiripan yang sangat kental. Tanpa sadar Kibum tersenyum dalam hati.

"Kalau Jung Soo hyung tambah parah bagaimana?"

"Dia harus di bawa ke rumah sakit, pabbo!"

"Kalau tidak sempat ke rumah sakit? Aish otthoke? Bagaimana jika semakin parah. Hyungie~"

"YA!"

Donghae dan Kyuhyun terlonjak kaget saat Kibum memekik cukup keras. Kedua bocah itu menatap Kibum dengan tatapan bingung sedangkan Kibum sudah menggelengkan kepalanya.

"Daripada kalian meracau tidak jelas. Lebih baik Hae hyung ambilkan handuk kecil dan air untuk mengompres lalu Kyu segera ambilkan thermometer di kotak obat!" ucap Kibum sembari menggelengkan kepalanya. Donghae dan Kyuhyun masih terdiam di tempat, tanpa sadar mereka menoleh dan saling melempar tatapan satu sama lain.

"Cepatlah!" pekik Kibum lagi yang sedikit kesal dengan hyung juga dongsaeng nya itu. Berdiam diri tak ada gunanya seperti itu, tak ada gunanya bukan?

Mendengar pekikan Kibum bagaikan sebuah perintah bagi dua bocah itu. Donghae dan Kyuhyun langsung berlari keluar kamar. Mereka berlari menuruni tangga dengan sedikit tergesa.

'Di sini aku hyung nya kan? Kenapa jadi dia yang memerintahku?' batin Donghae di tengah perjalanan nya. Tapi tanpa protes ia segera menuju dapur untuk mengambil baskom dengan air. Sedangkan Kyuhyun sudah melesat menuju kotak obat yang di letakan dekat ruang santai.

Kibum mengalihkan tatapan nya pada Jung Soo yang masih bergerak gelisah. Ia menggigit bibir bawahnya. Ia juga sangat panik tetapi ia harus bisa tenang untuk bisa mengatasi hal ini. Pandangan Kibum kembali teralih ke smartphone milik Jung Soo yang tergeletak di meja. Dengan segera, Kibum mengambil ponsel itu dan mencari sebuah kontak nama untuk menghubungi dokter pribadi keluarga Park.

.

Walaupun hari sudah cukup larut malam, tapi kewajiban nya sebagai seorang dokter membuat Lee uisa rela datang malam-malam ke rumah itu untuk memeriksa anak sulung keluarga Park. Saat ini, uisa sedang memeriksa keadaan Jung Soo yang di saksikan dengan cemas dan tegang oleh ketiga adiknya.

Tak membutuhkan waktu lama bagi uisa untuk memeriksa keadaan Jung Soo. Ia sudah mulai menuliskan beberapa resep obat.

"Bagaimana keadaan Jung Soo hyung, uisa?" tanya Donghae dengan nada cemas. Uisa menoleh lalu tersenyum tipis.

"Gwenchana. Jung Soo hanya kelelahan dan sepertinya beberapa hari yang lalu ia kehujanan nde? Dia terkena flu namun karena kurang istirahat jadi seperti ini. Dengan istirahat total dan minum obat secara teratur ia pasti segera pulih" jelas Lee uisa membuat ketiga bocah itu menghela nafas lega.

Kyuhyun menatap intens wajah hyung tertua nya yang masih terkulai lemas di tempat tidurnya. Ia tahu hyung nya itu cukup kelelahan mengurus mereka beberapa hari ini. Ia merasa bersalah belum lagi dengan masalah yang pasti membuat Jung Soo semakin banyak pikiran.

"Aku akan memberikan obat penurun panas untuk malam ini. Kalian bisa menebus resep obat ini besok pagi dan dia harus teratur meminumnya juga tak boleh terlalu lelah dulu, arraso?" ucap uisa lagi yang di balas dengan anggukan mengerti dari tiga bocah itu. Uisa tersenyum kemudian mulai memasukan peralatan nya kembali ke dalam tas.

"Ah, uisa bisakah kau memeriksa Kyuhyun juga?"

Kyuhyun dan uisa Lee langsung menoleh saat Kibum mengeluarkan suaranya. Kyuhyun menatap hyung nya itu dengan tatapan bingung. Kenapa dia? Sedangkan uisa sudah mengalihkan tatapan nya pada Kyuhyun dan memperhatikan wajah bocah 8 tahun itu.

"Hyung, aku—"

"Sepertinya ia juga terserang flu, tolong periksa dia" ucap Kibum lagi memotong protesan Kyuhyun yang sudah menggembungkan pipinya dan melipat kedua tangannya di depan dada.

Uisa tersenyum lalu mengangguk. Ia berdiri dan mulai menggandeng tangan Kyuhyun menuju kamar Kibum untuk di periksa. Kyuhyun pun sudah tak bisa menolak saat mendapat glare dari Kibum seakan memaksa dirinya untuk di periksa.

Donghae menghela nafas saat uisa dan kedua dongsaeng nya beralih menuju kamar sebelah meninggalkan dirinya sendiri. Ia sedikit terkejut saat mendengar permintaan Kibum, tanpa di ketahui yang lain ia juga memperhatikan wajah adik kecilnya dengan intens. Memang Kyuhyun terlihat sedikit pucat dengan hidung yang memerah, sepertinya dia memang terkena flu.

Ia berjalan mendekati Jung Soo dan mulai duduk di sisi kosong kasur hyung nya itu. Ia mengganti kompresan sang hyung dengan yang baru.

"Mianhae hyung. Hae sering membuatmu pusing dan tak membantu pekerjaan rumah. Kau jadi sakit begini, mianhae" gumam Donghae pelan.

Tak berapa lama kemudian, Kyuhyun sudah berlari masuk kedalam kamar Jung Soo di ikuti dengan Kibum yang berjalan santai di belakangnya. Mereka sudah mengantar kepulangan Lee uisa dan memutuskan kembali ke kamar hyung tertuanya.

Kyuhyun menarik kursi kecil yang ada di sudut kamar begitu pula dengan Kibum yang menarik kursi meja belajar Jung Soo. Keduanya duduk tepat di sebelah kasur Jung Soo. Kyuhyun langsung menggenggam tangan kakaknya yang masih terasa panas. Ia sedih melihat hyung nya sakit begini.

Donghae dan Kibum hanya terdiam memperhatikan hyung dan dongsaeng mereka dengan seksama.

"Hyungie, kau harus segera sehat. Kyu janji tak akan nakal lagi dan juga membantu Jung Soo hyung. Jebal hyung harus sehat nde?" gumam Kyuhyun pelan kepada Jung Soo yang pasti terdengar oleh Donghae dan Kibum juga. Tak ada balasan yang terlontar dari ucapan bocah itu. Kyuhyun tak peduli, Ia hanya menatap wajah Jung Soo yang sudah tidur dengan tenang tak seperti sebelumnya.

Kibum tersenyum lalu mengelus surai Kyuhyun membuat bocah itu menoleh ke samping.

"Gwenchana. Jung Soo hyung pasti akan segera sehat" ucap Kibum membuat Kyuhyun tersenyum lega. Donghae mengernyit bingung melihat tingkah Kibum pada Kyuhyun yang menurutnya sedikit berbeda tapi ia enggan untuk menanyakan nya sekarang.

Kyuhyun kembali menatap Jung Soo. Ia sempat bertemu mata dengan Donghae namun kakaknya itu langsung memalingkan wajahnya membuat Kyuhyun hanya bisa menghela nafas.

Tak ada perbincangan lagi yang terjadi dalam ruangan tersebut. Mereka hanya terdiam menunggu hyung mereka terbangun. Namun sepertinya karena sudah terlalu larut, mereka tak bisa menepis rasa kantuk yang mulai datang. Ketiganya pun tertidur bersama di kamar sang hyung dengan posisi masing-masing.

.

.

Detik jarum jam terdengar nyaring dan mengalun mengiringi sang malam menghabiskan waktunya. Jarum pendek pada jam itu sudah menunjukan pukul 2 dinihari. Tak ada suara lain di ruangan itu hingga sebuah lenguhan terdengar.

Jung Soo melenguh dan bergerak tak nyaman. Hingga akhirnya kedua mata yang tertutup mulai terbuka sedikit demi sedikit. Ia mengerjapkan matanya berulang kali untuk membiasakan matanya dengan suasana terang kamar nya itu. Kepala nya berdenyut sakit membuat nya sedikit meringis. Ia mengedarkan pandangan ke seluruh ruangan hingga retina matanya menangkap tiga sosok adik nya sudah tertidur di sebelahnya. Ia mengerutkan dahi melihat Kibum dan Kyuhyun sudah tertidur dalam posisi duduk di sebelah ranjangnya sedangkan Donghae yang duduk di sebelahnya sudah tertidur sembari menyandarkan kepalanya di kepala ranjang.

Ia berusaha memutar memorinya untuk mengingat kejadian sebelumnya. Seingatnya ia hanya tertidur sendiri di kamar itu tapi kenapa sekarang tiga dongsaeng nya berada di sini. Ia hendak memijit pelipisnya yang berdenyut, Ia bisa merasakan sebuah handuk kecil ada di atas keningnya. Jung Soo pun menghela nafas. Sepertinya ia tahu kenapa tiga adiknya berada di kamarnya saat ini. Ia demam.

Merasakan sebuah pergerakan, Donghae yang memang tidak nyaman dengan posisi tidurnya mulai membuka mata. Ia mengucek matanya sejenak untuk menghilangkan rasa kantuk yang masih menderanya.

"Hae…" panggil Jung Soo saat menyadari Donghae yang terbangun.

Mendengar suara sang hyung, rasa kantuk Donghae seakan menghilang seketika. Ia tersenyum lebar saat mendapatkan hyung nya sudah sadar dan menatapnya sambil tersenyum tipis.

"Jung Soo hyung? kau sudah bangun. Hyung kau membuatku cemas. Bagaimana? Apa yang kau rasakan?" Donghae langsung memberondong Jung Soo dengan berbagai pertanyaan. Ia hanya meluapkan rasa senangnya melihat hyung nya sudah sadar.

Donghae segera mengambil handuk yang masih berada di atas kening sang hyung dan meraba permukaan kulit kakaknya itu.

"Syukurlah, demam mu sudah turun hyung" gumam Donghae lega. Jung Soo menganggukan kepalanya sekali.

"Mianhae, hyung membuat kalian cemas. Hyung baik-baik saja, tenanglah" ujar Jung Soo saat ia masih mendapati raut cemas di wajah Donghae.

"Kau demam hyung, bagaimana kami tidak cemas? Uisa mengatakan kau terserang flu beberapa hari yang lalu. Kau kurang istirahat dan terlalu lelah hingga tubuhmu drop begini" terang Donghae dengan nada sedikit kesal. Seharusnya hyung nya itu mengatakan jika kurang sehat sehingga Donghae bisa membantu pekerjaan nya tapi hyung nya diam saja dan sekarang jatuh sakit. Tentu saja Donghae merasa kesal namun juga bersalah.

"Gwenchana" ujar Jung Soo lembut. Donghae hanya mengangguk pasrah. Setidaknya ia sudah lega demam kakaknya sudah turun sekarang.

"Hae…" panggil Jung Soo. Donghae hanya membalas dengan gumaman kecil.

"Apa hyung boleh minta tolong padamu?" tanya Jung Soo dengan nada lirih. Donghae mengernyit bingung namun tetap menganggukan kepalanya.

"Wae hyung? Kau mau minum?" balas Donghae. Jung Soo menggelengkan kepalanya. Ia terdiam sejenak membuat Donghae menatapnya dengan serius dan penasaran.

"Tolong pindahkan Kyunnie ke kamar nya. Tubuhnya akan sakit jika tertidur seperti itu. Dia terlihat sangat lelah, hyung tak tega membangunkannya"

Jung Soo mengalihkan tatapan nya pada Kyuhyun sembari mengelus surai coklat Kyuhyun dengan pelan.

"Mwo?!" Donghae hampir memekik tidak percaya dengan ucapan hyung nya. Untung ia bisa mengontrol agar tidak berteriak.

"Dia harus sekolah besok. Apa kau tidak mau? Kalau begitu biar hyung yang memindahkan nya"

Jung Soo hendak beranjak dari tidurnya namun bahunya di tahan oleh Donghae yang sudah merengut kesal.

"Kalian hanya akan terjatuh di tangga jika kau menggendong nya hyung" dengus Donghae sembari memasang wajah masam.

Dengan malas, Donghae beranjak berdiri dan secara perlahan ia merubah posisi Kyuhyun. Namja itu menggendong Kyuhyun yang hanya terdiam, sepertinya bocah itu tak terganggu sedikitpun mungkin ia tidur terlalu pulas.

"Ish! Tubuhnya kecil dan kurus tapi kenapa berat juga" keluh Donghae membuat Jung Soo tersenyum geli.

Tak membuang waktu, Donghae segera membawa Kyuhyun keluar dari kamar sang hyung dan langsung membawa menuju kamar dongsaeng nya yang berada di lantai bawah. Jung Soo masih saja tersenyum saat samar-samar ia masih mendengar suara keluhan dari adiknya itu.

Jung Soo beralih menatap Kibum yang juga masih tertidur dengan pulas. Wajah polos Kibum terlihat begitu menenangkan hati nya. Tangan kanan Jung Soo beralih mengelus rambut Kibum dengan lembut.

"Kibummie…" panggil Jung Soo dengan nada pelan. Tak ada respon yang di tunjukan oleh adiknya itu. Jung Soo berniat membangunkan Kibum agar pindah tidur di kamarnya sendiri namun sepertinya Kibum tak mendengar panggilan nya. Karena tak tega, Jung Soo membiarkan Kibum seperti itu. Sepertinya ia akan meminta tolong pada Donghae untuk menggendong Kibum juga ke kamar adiknya itu.

"Haafft, kau harus mengurangi porsi makan mu atau sedikit berolah raga bocah. Kau sangat berat!" dengus Donghae setelah meletakan tubuh Kyuhyun di kasur dongsaeng nya itu. Ia memijat tangan nya yang terasa pegal sesaat. Hei ia menggendong adiknya itu dari lantai 2 menuju kemari, tentu saja sedikit membuat tangannya pegal.

Entah mengapa Donghae tak segera keluar dari kamar itu. Ia justru terdiam menatap wajah polos Kyuhyun yang semakin terlihat imut. Adiknya itu sudah menarik guling dan memeluknya dengan erat, senyuman kecil bisa terlihat di wajah sang dongsaeng membuat Donghae ikut tersenyum tanpa ia sendiri sadari.

Donghae menghela nafas sebelum menarik selimut Kyuhyun. Ia menyelimuti tubuh adiknya itu dengan benar agar dongsaeng nya tak kedinginan oleh udara malam yang semakin mendingin.

"Bocah kecil yang sangat menyebalkan" Donghae tertawa kecil saat ia mencubit pelan hidung Kyuhyun membuat adiknya itu menggeliat tak nyaman.

Tak ingin mengganggu lebih lama, Donghae segera keluar dari kamar Kyuhyun, tak lupa mematikan lampu terlebih dahulu. Ia kembali menaiki tangga, ia sadar masih ada satu adiknya lagi yang harus di pindahkan. Aish, tubuhnya bisa sakit semua jika harus menggendong dua bocah itu setiap hari. Membayangkan nya saja sudah membuat Donghae bergidik.

"Sudah?" tanya Jung Soo setelah Donghae menyelesaikan tugasnya. Ia baru saja memindahkan Kibum ke kamar sebelah. Donghae hanya mengangguk lalu tanpa sadar ia menguap karena rasa kantuk itu kembali datang. Jung Soo tersenyum.

"Kembali lah ke kamar dan tidur, Hae"

Seakan tak mendengar ucapan sang hyung, Donghae justru mendekati Jung Soo dan kembali duduk di sisi kosong kasur hyung nya itu.

"Hae tidur di sini saja hyung" balas Donghae sembari menyandarkan kepalanya kembali di kepala ranjang.

"Hae…"

"Jebal~ Hae hanya ingin menemani hyung" ucap Donghae setengah merengek sembari menggenggam tangan Jung Soo yang hanya bisa tersenyum pasrah.

"Jung Soo hyung tak perlu memikirkan apa pun saat ini. Serahkan semua nya pada ku. Kau hanya perlu istirahat dan cepatlah pulih, nde?" ujar Donghae lagi dengan nada pelan. Jung Soo mengangguk pelan sembari memejamkan matanya kembali.

"Gomawo saeng"

.

.

.

OOOoooßCMB oooOOO

Waktu berjalan begitu cepat. Sang malam sudah berganti menjadi pagi yang cerah dan menyenangkan. Kicauan burung sudah bersahutan untuk membangunkan semua orang yang masih terlelap dalam tidurnya. Seorang bocah segera duduk di tempat tidurnya. Matanya belum terbuka sempurna, ia masih setengah sadar.

Cahaya terang yang menyelusup dari jendela kamarnya membuat kesadaran bocah itu mulai terkumpul. Ia mengacak rambutnya sendiri dan mengucek matanya.

"Loh? Kenapa aku di sini? Bukankah tadi malam aku masih di kamar Jung Soo hyung?" gumam Kyuhyun sembari mengedarkan pandangannya ke setiap sudut kamarnya sendiri. Ia terheran kenapa ia bisa berada di kamar sedangkan seingatnya ia tertidur di kamar hyung nya itu. Apa ia memang berjalan sambil tidur seperti yang sering di katakan Donghae sebagai lelucon itu?

Tak ingin memusingkan hal itu, Kyuhyun mengalihkan tatapan nya menuju jam dinding di kamarnya. Masih jam 5 pagi. Tumben sekali ia bangun sepagi ini. Kyuhyun langsung menyibakan selimutnya dan beranjak turun dari kasur. Ia berlari kecil menuju keluar kamar. Udara dingin pagi ini cukup membuat Kyuhyun bergidik namun ia ingin segera melihat keadaan Jung Soo hyung nya. Tak ada rasa kantuk yang di rasakannya lagi.

Rumah masih terlihat sepi, walaupun begitu dengan langkah riang Kyuhyun berlari menuju tangga untuk menuju kamar kakaknya di lantai atas. Namun ia berhenti dan terdiam di tempat saat melihat Donghae yang hendak menuruni tangga. Kyuhyun terdiam di bawah tangga seakan menunggu kakaknya itu turun.

Kyuhyun tak berani menatap mata Donghae yang sepertinya tengah memperhatikannya. Bocah itu memilih menatap ke arah lain sembari menggoyangkan kaki nya. Tak ada suara yang terdengar, Donghae hanya melewati adik nya begitu saja.

Kyuhyun hendak menaiki tangga namun ia menoleh dan menatap punggung Donghae yang sudah berjalan menjauh dengan tatapan penasaran. Hyung ikannya itu juga tak biasa bangun pagi tapi sekarang berbeda, lalu apa yang akan di lakukan kakaknya yang hendak menuju ke dapur itu?

Karena rasa penasaran yang besar, Kyuhyun mengurungkan niatnya untuk melihat kondisi Jung Soo. Ia yakin Jung Soo semakin baik karena wajah Donghae yang terlihat tak secemas semalam. Kyuhyun pun berlari kecil menuju dapur mengikuti Donghae. Ia tak peduli dengan tatapan dingin hyung nya itu lagi, masa bodo dengan semuanya.

Kyuhyun menyembulkan kepala dari balik dinding tempatnya bersembunyi. Ia masih berada di ambang pintu penghubung antara dapur dan ruang makan. Ia tengah memperhatikan apa Donghae lakukan di dapur dengan seksama. Ia mengernyit bingung saat hyung nya itu hanya terdiam dengan raut bingung dan menggaruk kepalanya sendiri. Mata hyung nya itu bergerak seakan mencari sesuatu.

"Haafftt"

Bocah itu menghembuskan nafasnya. Dengan penuh keberanian Kyuhyun mulai melangkahkan kaki nya masuk ke dapur dan berjalan mendekati Donghae.

"Apa yang kau lakukan hyung?" tanya Kyuhyun pelan tapi mampu membuat Donghae terkejut.

Donghae menoleh sekilas kepada Kyuhyun dan segera memalingkan wajahnya kembali. Ia terlihat kebingungan saat ini.

"Hae hyung!" panggil Kyuhyun lagi dengan lebih keras. Donghae hanya berdengus sebal karena merasa kegiatan nya di ganggu.

"Mencari buku resep" jawab Donghae singkat. Ia mulai membuka beberapa laci yang ada di meja dapur.

"Kau mau masak? Mau membuat apa?" tanya Kyuhyun sembari menarik kaus Donghae pelan. Donghae menatap Kyuhyun yang mengerjap polos. Donghae hanya mengangguk sekali untuk menjawab pertanyaan adiknya itu.

"Samgyetang"

Kyuhyun mengangguk mengerti kemudian tersenyum tipis. Sepertinya Ia tahu untuk siapa samgyetang yang akan di buat oleh Donghae saat ini. Kyuhyun berlari kecil menuju laci kecil meja pantry yang paling pojok.

"Eomma selalu menyimpan buku resep di sini" ucap Kyuhyun sembari membuka laci itu dan benar saja tumpukan buku resep sudah tersusun rapi di sana. Tanpa sadar Donghae tersenyum melihat apa yang ia cari sedaritadi. Ia mendekati laci itu lalu mulai mencari buku yang memuat resep yang ia perlukan.

Donghae membawa sebuah buku menuju meja pantry di sisi lain nya. Ia mulai membuka buku itu dan melihat isi nya dengan seksama. Kyuhyun yang penasaran pun mengikuti Donghae. Ia naik ke kursi agar bisa melihat lebih jelas buku yang ada di atas meja pantry itu.

"Ayam, beras ketan, buah berangan, buah ginkgo, ginseng basah, kurma dan daun bawang" gumam Donghae membaca deretan bahan yang tercatat di resep membuat samgyetang.

"Fishy hyung… kau yakin akan memasak samgyetang?" tanya Kyuhyun ragu tanpa mengalihkan tatapan nya dari buku di meja. Tak ada respon dari Donghae yang masih serius membaca deretan kalimat di buku itu.

"Memang kau bisa? Kenapa tak buat bubur saja yang mudah?" tanya Kyuhyun lagi membuat Donghae mendengus sebal.

"Hyung!" pekik Kyuhyun yang kesal di abaikan begitu saja.

"Jika orang sakit demam akan lebih cepat pulih jika makan makanan kesehatan—samgyetang" jawab Donghae dengan nada malas. Donghae mengernyit bingung dan mengacak rambutnya sendiri. Pembuatan yang cukup sulit itu membuatnya bergidik ngeri juga.

Setelah cukup mengerti, Donghae beralih menuju kulkas dan penyimpanan bahan makanan lainnya. Ia mengeluarkan semua bahan yang di butuhkan dan menyusunnya di meja pantry. Kyuhyun pun ikut turun dari kursi dan mengikuti Donghae. Ia juga melihat ke dalam kulkas dan mengambil beberapa bahan yang ia ketahui.

"Mau apa kau bocah?" Donghae mengambil sebuah mangkuk berisi buah kecil berwarna merah yang di pegang oleh Kyuhyun.

"Kyu mau membantu" jawab Kyuhyun polos sambil memiringkan kepalanya.

"Andwae! Pergi" desis Donghae sambil menatap Kyuhyun tajam membuat bocah itu menggembungkan pipi nya kesal. Donghae kembali melanjutkan aktivitasnya.

Kyuhyun memperhatikan Donghae yang masih mondar mandir mencari bahan yang di butuhkan. Seakan melupakan ucapan Donghae sebelumnya, Kyuhyun kembali mengikuti kakaknya itu dan mengambil bahan-bahan yang di butuhkan.

"Apa yang kalian lakukan?"

Sebuah suara menginterupsi kegiatan dua orang itu. Mereka menoleh dan mendapati Kibum yang sudah berdiri tak jauh dari mereka. Kibum memperhatikan Donghae dan Kyuhyun intens.

"Pagi Bum hyung~ Ini… Hae hyung mau membuat samgyetang untuk Jung Soo hyung" Kyuhyun yang menjawab pertama dengan nada riang. Kibum tersenyum dan menghampiri adiknya itu.

"Tumben sekali kalian sudah bangun" gumamnya yang hanya di balas cengiran dari Kyuhyun.

"Bum hyung mau ikut membantu?" tanya Kyuhyun. Kibum mengangguk sekali.

Tak memusingkan kehadiran kedua adiknya, Donghae melanjutkan kegiatannya lagi. Kibum dan Kyuhyun mengikuti nya dari belakang. Sebenarnya keduanya juga bingung harus melakukan apa.

Semua bahan sudah lengkap. Donghae mencuci tangannya lalu memakai apron berwarna biru langit. Senyuman terukir di wajahnya seakan yakin dengan apa yang di lakukannya saat ini. Tangan kanannya sudah memegang pisau. Oh dia sudah terlihat seperti chef berbakat. Kibum dan Kyuhyun terkikik geli memperhatikan penampilan hyung nya itu membuat Donghae memberikan glare nya pada mereka.

"Bummie, tolong rendam beras kentan di air dingin" titah Donghae. Kibum hanya mengangguk dan melakukan apa yang di perintahkan. Itu hal yang mudah.

Donghae mulai mengambil ayam yang masih utuh. Ayam itu sudah di bersihkan sebelumnya dan sekarang ia hanya perlu memasukan beberapa bahan ke dalam perut ayam itu. Kyuhyun yang bingung, mendekati Donghae dan memperhatikan kegiatan hyung nya itu. Ia kembali naik ke atas kursi.

"Hyung, kau terlalu besar membuat belahan nya. Nanti susah untuk menutupnya, eomma saja tak membuatnya sebesar itu" celetuk Kyuhyun membuat Donghae menghentikan kegiatannya dan memperhatikan ayam yang ada di tangannya. Kyuhyun memang sering melihat sang eomma memasak. Donghae memasang wajah berpikir yang lucu lalu menganggukan kepalanya seakan membenarkan ucapan Kyuhyun. Namun ia menggedikan bahunya seakan tidak peduli.

Donghae mulai memasukan beberapa bahan ke dalam perut ayam. Kyuhyun yang menganggur pun ikut memasukan buah ginkgo walaupun berulang kali tangan kecil di tepis sang kakak agar tak mengikuti. Donghae memberikan glare nya pada Kyuhyun yang masih saja mengikutinya, Kyuhyun menghentikan kegiatannya dan menyengir lebar.

"Sudah" Kibum kembali dengan beras ketan yang sudah beberapa menit ia rendam. Donghae mengambil beras itu dan memasukan nya ke dalam perut ayam.

"Kyu ambilkan benang nya ya~" Kyuhyun beralih ke laci di dekat kulkas saat Donghae berniat mengikat kaki ayam agar menutup belahan guna memasukan bahan-bahan tadi. Tak protes, ia hanya menunggu Kyuhyun mengambilkan benang. Sesekali ia menguap, jujur ia masih sangat mengantuk.

"Ini hyung" Kyuhyun menyerahkan seutas benang yang langsung di terima oleh Donghae tanpa berucap apa pun. Donghae langsung mengikat kaki ayam dalam posisi menyilang untuk menutup belahan yang ia buat.

Setelah yakin bahan yang di masukan ke dalam perut ayam tidak bisa keluar, Donghae mulai merebus air bersama jahe, potongan lobak, akar manis, akar kuning dan bawang putih. Mereka bertiga pun menunggu air itu hingga mendidih.

Donghae beranjak dari dapur menuju ke kamar mandi ingin membasuh muka. Kibum dan Kyuhyun hanya memainkan buah-buah kecil yang masih tersisa di meja.

"Bum hyung, hari ini apa kita akan sekolah?" tanya Kyuhyun membuka pembicaraan. Kibum hanya menggedikan bahunya seakan menjawab tak tahu. Jujur ia tak ingin sekolah tapi hyung tertua nya pasti tak akan mengizinkan. Kyuhyun hanya manggut-manggut.

"Aku lapar~" Kyuhyun turun dari kursinya lalu menarik kursi itu menuju sebuah laci yang menggantung di atas meja pantry. Kibum memperhatikan adiknya yang sudah naik keatas kursi sembari membuka laci itu sedikit kesulitan.

"Mau apa Kyu?" tanya Kibum akhirnya.

"Aku mau ambil sereal. Bum hyung mau?" ucap Kyuhyun tanpa menoleh. Ia sedikit berjinjit untuk mengambil kotak sereal yang di letakan cukup dalam. Ia merutuk eomma nya sendiri karena meletakan sereal kesukaannya di tempat menyulitkan seperti itu. Memang sih, jika tak di sembunyikan di sana sereal pasti akan cepat habis karena di makan terus oleh Kyuhyun.

"Kyu, hati-hati" Kibum mulai mendekati Kyuhyun. Ia memperhatikan adiknya itu dengan sedikit cemas. Kyuhyun berjinjit seperti itu di atas kursi, jika terjatuh bagaimana?

"Ah! Dapat!Hyung aku dap—"

Klontang!

Bruk—Kraash!

Apa yang di takutkan oleh Kibum benar-benar terjadi. Saat Kyuhyun berhasil mengambil kotak sereal, tangannya menyenggol sebuah kaleng susu. Kyuhyun yang berusaha meraih kaleng sebelum terjatuh itu membuat posisi berdiri nya goyang dan akhirnya ia terpaksa terjatuh menyusul kaleng susu yang sudah tergeletak di lantai dengan susu bubuk yang bertebaran di lantai. Kyuhyun meringis sakit, ia mengelus lengannya yang terbentur lantai. Untung bocah itu tak mengalami luka. Hanya saja sereal yang sudah susah payah ia ambil sekarang sudah berserakan di lantai bahkan beberapa sereal itu mengotori tubuh dan rambut nya

Kibum membulatkan matanya. Ia terdiam di tempat sedikit kaget dengan kejadian cepat yang baru saja terjadi. Ia memperhatikan adiknya yang terduduk di lantai namun entah mengapa bocah itu mulai tertawa.

"Pphhtthahahaha~"

Kyuhyun mengalihkan tatapan nya ke Kibum dengan tatapan bingung sekaligus kesal.

"Ya hyung! Harusnya kau menolongku bukan menertawakan ku!" decak kesal Kyuhyun sembari membersihkan tubuhnya yang di penuhi sereal dan bubuk susu.

"Hahahah—kau… kau terlihat seperti haha sereal, Kyu—haha" Kibum berjongkok di lantai saat kakinya terasa lemas karena terlalu banyak tertawa. Kyuhyun menaikan sebelah alisnya. Sereal? Tanpa sadar, Kyuhyun memperhatikan penampilannya sendiri.

Berantakan dan di penuhi sereal dan bubuk susu. Ya, jika di lihat dia memang seperti sarapan sereal yang siap di santap. Entah kenapa, Kyuhyun ikut tertawa kecil. Memperhatikan penampilannya di tambah Kibum yang tertawa hingga seperti itu. Jarang sekali kakak nya itu tertawa dan ia senang bisa melihatnya. Ruangan dapur itu pun seketika menjadi ramai oleh suara tawa.

"OMO! Apa yang terjadi?!" pekik Donghae yang baru saja kembali ke dapur dan mendapati pantrinya sudah berantakan oleh sereal dan bubuk susu yang berserakan di lantai.

Pekikan itu pun membuat tawa Kibum dan Kyuhyun terhenti. Kibum langsung berdiri dan membantu Kyuhyun untuk berdiri juga. Mereka memperhatikan wajah hyung mereka yang terlihat shock.

"Apa yang kalian lakukan?" desis Donghae sambil menatap horror kepada dua adiknya. Kibum kembali memasang wajah stoicnya lalu menggelengkan kepala sedangkan Kyuhyun hanya tersenyum canggung sambil berangsur mundur ke belakang Kibum.

"Kami ingin membuat sereal" jawab Kibum saat mendapati tatapan kakaknya yang berubah menuntut penjelasan. Donghae memperhatikan kedua adiknya dan lantai dapur yang kotor itu secara bergantian.

"Ini yang kalian katakan membuat sarapan, heum?"

Kibum mulai menelan ludah nya kecut. Tatapan Donghae sedikit menyeramkan walaupun terlihat lucu di wajah innocent yang sebenarnya tidak cocok jika marah itu. Bocah itu memundurkan langkahnya membuat Kyuhyun yang ada di belakangnya juga mundur.

"Park Kibum… Park Kyuhyun…" desis Donghae lagi sambil berangsur maju.

"Kyu… sebaiknya kita… KABUR!" bisik Kibum pelan dan setelah ia berteriak sembari berlari keluar dari dapur.

"Ya! Kibum!" pekik Donghae yang hendak mengejar Kibum namun langkahnya terhenti saat memperhatikan Kyuhyun yang masih terdiam di tempat.

"Kau tidak ikut kabur, bocah?" pertanyaan yang polos atau bodoh itu terlontar dari bibir Donghae sambari menatap Kyuhyun yang terlihat bingung di tempat. Kyuhyun memiringkan kepalanya membuat Donghae memperhatikan bocah itu dengan kerutan bingung di dahinya.

"Kabur? Ah! Kibummie hyung kau meninggalkan ku!"

Sepertinya bocah 8 tahun itu baru tersadar dan mulai berlari mengejar Kibum. Donghae menggaruk kepalanya bingung. Sebenarnya apa yang terjadi saat ini?

"Ya! Kenapa kalian kabur? Kalian harus membereskan kekacauan ini!" pekik Donghae keras dari dapur. Ia berdecak kesal karena tak mendapatkan sosok kedua adiknya lagi di dapur. Donghae mengalihkan tatapan nya ke lantai dapur yang kotor lalu menghela nafas, sepertinya harus dia yang membersihkan semua ini.

Tanpa Donghae sadari, kepala Kyuhyun kembali menyembul dari balik dinding penyekat antara dapur dan ruang makan. Bocah itu tersenyum senang. Senang bisa beradu mulut dengan hyung ikan nya itu lagi. Sungguh ia merindukan suara bentakan dan wajah innocent dari Donghae.

"Ikan jelek…" panggil Kyuhyun sedikit keras. Mendengar ejekan itu, Donghae langsung menoleh dan memberikan glare nya pada Kyuhyun yang sudah menyengir.

"Jangan lupa tambahkan garamnya pada samgyetang jika tidak rasanya pasti aneh. Ah! Tapi aku yakin rasanya tak akan seenak buatan eomma sih. Kau kan tidak bisa memasak, pasti rasanya sangat tidak enak, hweee~"

Kyuhyun memeletkan lidahnya setelah mengucapkan rentetan kalimat penuh ejekan itu pada hyung nya. Donghae membulatkan matanya lucu kemudian ia melemparkan sandal rumahnya kearah Kyuhyun yang sudah berlari sambil tertawa itu. Dia kembali mendengus sebal.

"Ish, bocah setan!" umpat Donghae sembari berjalan mengambil sandalnya yang tak sempat mengenai Kyuhyun.

.

.

.

OOOoooßCMB oooOOO

Cuaca hari ini cukup cerah. Langit biru yang di hiasi gumpalan awan lembut membuatnya semakin indah. Angin pun bertiup sedang membuat suasana sejuk. Seperti biasa, di sebuah rumah cukup besar yang berada di kawasan Myeondong. Rumah yang terlihat tentram dan damai dari luar tanpa orang tahu apa yang sering terjadi di dalamnya.

Cuaca menyenangkan hari ini seakan tak membuat senyuman bagi seorang namja yang baru saja mendudukan dirinya di sofa. Ia memejamkan matanya untuk menghilangkan rasa lelah yang mendera. Ternyata membersihkan rumah itu sangat melelahkan, itulah yang di pikirkan bocah penyuka ikan satu ini.

"Lelaahh~"

Donghae setengah berteriak untuk melepaskan lelahnya. Rumah ini masih sepi. Kedua adiknya masih belum pulang dari sekolah dan kakaknya tengah tertidur di kamar. Tak seperti yang ia bayangkan sebelumnya, bolos sekolah justru membuatnya bosan dan lelah membersihkan rumah. Lebih baik sekolah hanya pusing dengan pelajaran, ia bisa bertemu dengan teman-teman yang tak membuatnya bosan. Jika tak mengingat kakaknya tengah sakit dan memerlukan istirahat total, ia pasti sudah kabur ke sekolah sejak tadi. Walaupun Jung Soo mengatakan tak apa tinggal sendiri di rumah dan menyuruh Donghae ke sekolah pagi tadi, tentu saja bocah yang memiliki hati sangat baik ini tak tega membiarkan kakaknya sendirian.

DRAP… DRAP…

Donghae membuka matanya saat mendengar suara derap langkah yang cukup keras. Ia menghela nafas walau senyuman terpantri di wajah tampannya, sepertinya mereka sudah pulang dan setidaknya ia tak jenuh sendirian di rumah lagi.

"Ya! Bisakah kau tak berlari seperti itu?!" ucap Donghae setengah berteriak.

Tak berapa lama, sosok yang sudah di pastikan Donghae muncul di ruang santai. Bocah kecil yang selalu membuat keramaian—maknae keluarga Park.

"Aku pulaanng~" pekik Kyuhyun.

PUK

Kyuhyun tersentak kaget karena kehadirannya di sambut oleh sebuah bantalan sofa yang melayang ke arahnya. Untung ia memiliki reflek tinggi sehingga dengan sigap ia menangkap bantal itu.

"Berisik!" dengus Donghae yang masih duduk santai di sofa. Kyuhyun menggembungkan pipi nya lalu melempar balik bantalan sofa itu kearah Donghae walau akhirnya bantal itu hanya tergeletak begitu saja di karpet depan sofa.

"Mana Jung Soo hyung?" tanya Kyuhyun yang sedang tak ingin ribut saat ini. Ia sengaja pulang cepat agar bisa segera bertemu dengan Jung Soo. Jika tak di paksa Jung Soo juga Donghae untuk sekolah hari ini, dia pasti ikut membolos seperti kakak nya yang tengah duduk di sofa itu.

"Tidur makanya jangan berisik!"

Seakan tak mendengar ucapan sang hyung, Kyuhyun justru berlari menuju tangga dan menapaki anak tangga menuju lantai 2. Donghae hanya mendengus sebal.

"Fishy hyung, tangkap ini!"

Kyuhyun berhenti di tengah anak tangga lalu melemparkan sesuatu ke arah sofa yang memang berada di dekat tangga. Donghae mengernyit bingung namun tangannya tetap terangkat untuk menangkap sesuatu itu. Kyuhyun menyengir karena lemparannya berhasil di tangkap kemudian bocah itu melanjutkan langkahnya lagi menuju kamar sang hyung.

Donghae mengerutkan dahinya saat melihat sebungkus permen coklat yang ada di tangannya. Tanpa sadar senyuman tipis terukir di sudut bibirnya. Ia menoleh saat sofanya sedikit bergoyang—seseorang duduk di sebelah. Kibum sudah duduk di sana sembari menyandarkan punggungnya di sandaran sofa.

"Kau terlihat lelah Bummie" ucap Donghae memperhatikan wajah sang adik. Kibum hanya mengangguk sembari melepas ransel yang di kenakannya dan meletakan ransel itu di sofa sebelahnya. Donghae menjulurkan tangannya mengelus pucuk kepala Kibum.

"Wae?" tanya Donghae penasaran. Jarang sekali adiknya itu menunjukan ekspresi lelah yang sangat jelas. Kibum hanya menggelengkan kepalanya.

"Aish, ayolah cerita pada hyung~" bujuk Donghae dengan wajah memelas. Kibum melirik Donghae masih tanpa kata yang keluar dari mulutnya.

Entah mengapa Kibum justru menyandarkan kepalanya di bahu kanan Donghae membuat kakaknya sedikit terkejut namun tertawa kecil—senang karena jarang sekali Kibum bermanja padanya. Donghae tak bertanya apapun lagi dan membiarkan Kibum seperti itu. Ia beralih mengambil remote tv dan menyalakan tv yang ada di ruangan tersebut.

Ting… Tong…

Ting… Tong…

Suara bel menggema di seluruh ruangan rumah menandakan ada tamu yang berkunjung. Donghae menatap Kibum dengan tatapan bertanya sedangkan yang di tatap hanya menggedikan bahunya.

"Bummie buka" ujar Donghae memerintah Kibum agar beranjak dari sofa dan membukakan pintu untuk tamu mereka.

"Hyung saja" tolak Kibum yang masih enggan meninggalkan sofa itu.

"Kibummie saja, cepat"

"Ani, hyung saja"

"Bum…"

"Hyung…"

Ting… Tong…

Suara itu kembali menginterupsi perdebatan antara kakak adik hanya untuk membuka pintu. Keduanya malas untuk jalan yang mungkin hanya untuk tamu tidak penting.

"Kibum~!"

Kibum berdecak pelan saat mendengar titah sang hyung lagi kali ini di sertai rengekan dan puppy eyes yang mau tak mau membuat Kibum beranjak dari kursi. Dengan malas Kibum melangkahkan kakinya menuju pintu depan dan segera membukakan pintu bagi tamu.

"Ya! Kenapa lama sekali sih bukanya?"

Kibum mengerutkan dahinya saat mendapati dua namja yang tak jarang bermain di rumahnya sudah berdiri di depan pintu. Namja yang cukup cantik sudah berkacak pinggang sedangkan namja tampan satu lagi hanya tersenyum manis.

"Woy!" Namja cantik itu sedikit berteriak menyadarkan Kibum dari lamunannya dan mengerjapkan matanya polos menatap kedua sahabat dari Jung Soo hyung nya.

"Mian hyung" sesal Kibum dengan nada santai tanpa berekspresi menyesal telah membuat kedua tamunya itu menunggu cukup lama di depan pintu. Heechul berdecak kesal namun tangan nya menjulur mengacak rambut Kibum yang tentu saja langsung di tepis oleh bocah itu.

Tanpa meminta izin, Heechul langsung menyelonong masuk ke dalam menyisakan Kibum dan Yesung di ambang pintu.

"Bagaimana keadaan Jung Soo hyung?" tanya Yesung pada Kibum. Keduanya memang di beri kabar oleh Jung Soo jika hari ini dirinya tak masuk karena sakit sehingga Jung Soo meminta keduanya memberitahu wali kelasnya.

"Tadi pagi sudah baikan, aku belum mengecek nya lagi sekarang" jujur Kibum. Yesung mengangguk mengerti.

"Kau baru pulang Bummie?"

Kibum sudah mempersilahkan Yesung untuk masuk dan keduanya tengah berjalan menyusuri lorong menuju ruang santai. Kibum hanya mengangguk mengiyakan pertanyaan namja berpipi sangat chubby itu.

Saat mereka sudah tiba di ruang tengah, Donghae masih setia duduk di sofa. Ia melambaikan tangannya dan tersenyum menyambut kedatangan Yesung.

Yesung yang memang cukup dekat dengan Donghae pun menghampiri dan kedua nya saling tegur sapa. Tak berapa lama, Kyuhyun menuruni tangga dengan wajah di tekuk dan terus mengumpat kesal.

"Cinderella itu mengusirku dari kamar Jung Soo hyung" dengus sebal Kyuhyun saat melihat wajah tiga namja yang tengah menatap nya dengan bingung. Sontak Donghae tertawa nista membuat Kyuhyun semakin merengut.

"Aku mau ganti baju dulu" Kibum mengambil ranselnya kemudian beralih menaiki tangga menuju kamarnya sendiri.

"Sudahlah Kyu, kka hyung bawa banyak makanan untuk kalian"

Melihat wajah sebal Kyuhyun, Yesung mulai berucap. Ia menggoyangkan 2 plastik cukup besar yang berisi makanan itu. Raut kesal di wajah Kyuhyun mulai berganti dengan raut senang. Ia segera menghampiri Yesung.

"Kau bawa apa saja hyung?" tanya Donghae penasaran.

"Cukup banyak. Aku dan Chulli hyung sengaja membawa makanan sekaligus untuk makan malam kalian nanti" jawab Yesung membuat Donghae dan Kyuhyun berbinar senang. Yesung hanya terkikik geli.

"Kajja kita ke dapur Sungie hyung" Donghae segera menarik tangan Yesung menuju dapur. Kyuhyun kembali mendengus sebal, di tinggalkan begitu saja. Tapi tak ambil pusing, Kyuhyun segera berlari menyusul keduanya ke dapur.

Dan di sinilah mereka, di dapur dengan beberapa makanan yang sudah di keluarkan dari plastik itu. Ada Dak-galbi, Doenjang Jiggae dan Japche untuk makan malam mereka nanti. Donghae benar-benar senang, setidaknya ia tak akan susah payah memasak lagi seperti tadi pagi dan justru mendapat cibiran dari Kibum dan Kyuhyun karena nasi goreng buatan nya terlalu asin dan sedikit gosong.

"Ada Bungeoppang juga!" pekik Donghae kesenangan sembari memeluk sekotak bungeoppang atau roti ikan mas yang terbuat dari kue beras berisi pasta kacang yang di cetak berbentuk ikan.

"Gomawo Sungie hyung~" ucap Donghae dengan mata berbinar. Yesung hanya terkikik geli sambil mengacak rambut Donghae.

"Hyung, Kyu juga mau bungeoppang nya!" pinta Kyuhyun dengan puppy eyes. Walaupun Kyuhyun tahu, Donghae tak akan mau membagi kue kesukaannya itu dan benar saja, Donghae langsung menggelengkan kepalanya.

"Ani! Kau makan pajeon saja" ucap Donghae sembari menyodorkan sebuah roti pancake kepada Kyuhyun.

"Tapi Kyu mau bungeoppang!"

"Tidak boleh!"

Yesung hanya bisa menghela nafas saat Kyuhyun dan Donghae sudah berdebat sambil tarik menarik kotak berisi bungeoppang itu. Beberapa kali ia melerai tapi hasilnya justru ia kena maki kedua bocah itu. Sepertinya Yesung bisa merasakan bagaimana posisi Jung Soo yang mungkin setiap hari menghadapi hal ini. Pusing juga—pikirnya.

"Arra, arra! Ish. Aku akan memberikan satu saja" Donghae mendengus sebal karena adiknya tak mau mengalah juga. Akhirnya ia membuka kotak itu dan memberikan Kyuhyun satu potong kue yang di terima bocah 8 tahun.

"Hyung…" panggil Kyuhyun sesaat setelah Donghae membalikan tubuhnya untuk pergi. Dengan malas Donghae menoleh kepada Kyuhyun lagi dan menatap nya bingung.

"Mana? Minta satu" pinta Kyuhyun dengan muka di buat sepolos dan seimut mungkin. Donghae membulatkan matanya melihat tangan Kyuhyun yang sudah kosong. Ia yakin sudah memberikan sepotong kue beberapa detik yang lalu tapi sekarang tidak ada? Tidak mungkin adiknya memakannya dengan begitu cepat.

"Hyung~" rengek Kyuhyun. Masih dengan kerutan di dahi, Donghae membuka kotak itu lagi dan memberikan sepotong kue (lagi) kepada Kyuhyun. Ia memperhatikan adiknya dengan intens dan seksama. Kyuhyun hanya menyengir lebar. Merasa sudah aman, Donghae membalikan badannya lagi.

"Hae hyungie~"

Baru sekitar 3 detik Donghae berbalik lagi-lagi Kyuhyun memanggilnya. Dengan terpaksa Donghae kembali menatap adiknya itu. Ia sedikit kaget saat Kyuhyun menatapnya dengan mata berkaca-kaca dan menahan tangis. Kyuhyun tak berkata apa pun, hanya menyodorkan telapak tangannya. Kosong?

"Katanya kau mau memberikan aku satu bungeoppang, mana kuenya? Kyu mau bungeoppang~"

Gila… Donghae memiringkan kepalanya bingung. Di sini siapa yang bodoh sebenarnya?

Jika di ingat, Donghae sudah memberikan dua potong bungeoppang pada adiknya itu tapi kenapa tangannya kosong lagi dan adiknya bertingkah seakan dia belum memberikan satu kuepun.

"Hyung—hiks" rengek Kyuhyun lagi, kali ini terdengar sedikit isakan yang semakin membuat Donghae cengo. Dengan ragu, Donghae memberikan kue itu lagi.

"HAHAHAHA"

Donghae dan Kyuhyun tersentak kaget saat mendengar suara tawa yang cukup meriah. Keduanya menoleh pada namja yang berada tak jauh dari mereka dan sudah tertawa sambil memegangi perutnya. Keduanya mengerutkan dahi.

"Wae hyung?" tanya Donghae yang semakin di buat bingung. Yesung masih berusaha mengontrol tawa nya, ia hanya bisa mengibaskan tangannya.

"Itu… Kyu haha bodoh—kuenya hahaha" Donghae tak mengerti dengan ucapan Yesung yang terdengar tak jelas di tambah tawa di setiap katanya. Namun telinganya masih sensitive mendengar kata Kyu. Dia menoleh kearah Kyuhyun yang sudah menyengir sembari menunjukan tiga potong bungeoppang di tangannya.

"Sung hyung merusak rencanaku, huh! Padahal aku bisa dapat lebih banyak~" gumam Kyuhyun masih menyengir. Yesung pun tak bisa menahan tawanya melihat Donghae yang begitu mudah di bodohi oleh adiknya sendiri. Wajah Donghae memerah menahan amarah sekaligus malu. Ia menggeram kesal membuat Kyuhyun mundur selangkah demi selangkah.

"Kau membodohiku bocah" desis Donghae yang hanya di balas senyuman lebar dari Kyuhyun. Bukan salah Kyuhyun jika Donghae gampang sekali di bohongi.

"Huuwwaaa~"

"Ya jangan lari!"

Donghae pun langsung berlari mengerjar Kyuhyun yang sudah kabur terlebih dahulu keluar dari ruangan itu. Yesung hanya bisa menghela nafas sembari menggelengkan kepalanya melihat aksi kejar-kejaran itu. Namun namja chubby itu tersenyum lalu manggut-manggut tidak jelas seakan tengah menyadari satu hal.

"Sepertinya kau salah Jung Soo hyung. Hubungan kalian itu hanya unik bukan seperti yang kau pikirkan"

.

.

.

OOOoooßCMB oooOOO

"Tinggal pakai dasi dan sempurna"

Seorang remaja berusi 16 tahun terlihat tengah mematut dirinya di depan cermin yang ada di sudut kamarnya. Jung Soo nama namja itu terlihat ceria dan lebih segar di bandingkan hari kemarin. Hari ini ia sudah merasa sehat dan penuh energi kembali. Sedikit banyak ia berterimakasih pada tiga dongsaeng nya yang tak mengizinkannya untuk melakukan pekerjaan berat. Ia hanya tidur dan istirahat penuh sepanjang hari kemarin. Walau hasilnya pagi ini ia harus membersihkan dapur dan beberapa ruangan yang masih sedikit kacau dan berantakan.

Seharusnya hari ini ia masih memiliki izin dari dokter untuk beristirahat tapi seminggu lagi dia ujian dan ia tak ingin membuang waktu hanya untuk tiduran di kasur. Jung Soo merasa sudah sehat dan pulih seluruhnya.

Tangan nya dengan terampil memasang simpul dasi menjadi lebih rapi. Setelah dasi tersimpul dengan benar dan rapi, ia mengambil jas sekolahnya juga ransel sebelum beranjak keluar kamar.

Jung Soo sudah menyiapkan sarapan pagi ini sehingga ia tak perlu tergesa-gesa karena waktu masih menunjukan pukul 7 pagi. Namja itu menoleh kearah balkon. Pintu penghubung yang terbuat dari kaca membuat nya bisa melihat kondisi di luar. Jung Soo menunjukan angelic smile nya saat melihat kondisi luar yang menurut perkiraan nya sangat cerah dan sejuk.

Jung Soo mengalihkan tatapan nya pada pintu kamar Kibum yang sedikit terbuka. Dengan santai ia mendekat ke kamar adiknya itu. Jarang sekali Kibum membiarkan kamarnya terbuka. Apa mungkin ia tak menutup dengan rapat?

Jung Soo menarik dugaannya yang mengira Kibum sudah turun ke ruang makan dan menutup kamar tidak rapat saat melihat sosok adiknya itu masih duduk di ranjangnya sendiri. Ia hendak memanggil Kibum namun langkahnya terhenti begitu saja saat melihat ekspresi sang dongsaeng.

Raut sendu bercampur bingung sangat tercetak jelas di wajah stoicnya. Bocah 9 tahun itu hanya terdiam di kasur dengan mata terfokus pada kertas yang ada di tangannya. Selama beberapa saat Jung Soo memperhatikan dalam diam. Ia yakin kertas itulah yang membuat raut adiknya terlihat sendu seperti itu. Tapi kertas apa itu? Ia menghela nafas sebelum memegang knop pintu kamar dan mendorongnya perlahan.

"Kibummie~"

Kibum tersentak kaget saat mendengar suara itu di tambah sosok sang hyung yang sudah memasuki kamarnya. Secara reflek ia melipat kertas di tangannya dan seakan menyembunyikan kertas itu di belakang tubuhnya. Hal itu sukses membuat Jung Soo semakin mengernyit bingung. Namun segala dugaan negative ia tepis begitu saja.

"Apa yang kau lakukan? Tidak turun eum?"

Jung Soo masih bisa melihat sikap gugup dari Kibum juga mata adiknya yang bergerak gelisah. Kibum segera bangkit berdiri dan menarik ransel yang tergeletak di kasurnya.

"Ani hyung. Kajja kita turun" balas Kibum dengan nada pelan. Bocah itu kembali memasang wajah stoic dengan ekspresi datarnya membuat Jung Soo hanya bisa menggelengkan kepalanya. Mereka berdua pun keluar dari kamar Kibum dan berjalan menuruni tangga menuju ruang makan.

Donghae dan Kyuhyun sudah berada di ruang makan dengan kegiatannya masing-masing saat Jung Soo dan Kibum tiba. Keduanya segera mendudukan diri di kursi. Jung Soo memperhatikan Donghae dan Kyuhyun lalu tersenyum tipis. Tumben mereka tak berbuat ulah pagi hari. Kyuhyun terlihat sibuk dengan PSPnya sendiri sedangkan Donghae terlihat tengah menghafalkan deretan kalimat yang tercetak di buku sejarahnya.

"Ayo kita makan dulu. Hae simpan buku mu dan Kyu simpan PSP mu" tegur Jung Soo membuat kegiatan kedua bocah itu terhenti. Kyuhyun langsung memasukan PSPnya ke saku celana sedangkan Donghae hanya meletakan buku nya di sisi meja makan yang kosong.

Makan pagi pun di mulai dengan tenang. Sesekali Donghae masih terlihat bergumam mengenai pelajarannya, Kyuhyun yang lebih mengajak Kibum mengobrol kecil tentang game walau hanya di balas Kibum dengan gumaman.

"Waeyo Hae?" tanya Jung Soo yang terlihat cemas juga melihat Donghae yang terlihat panik. Donghae menghela nafasnya lalu menatap Jung Soo dengan tatapan sedih.

"Hae lupa ada test sejarah hari ini, hyung~ Hae baru ingat tadi pagi" adu Donghae dengan raut sangat menyedihkan.

"Makanya kau harus belajar setiap hari hyung jadi setiap saat siap untuk test" nasihat Kyuhyun dengan nada layaknya orang dewasa. Donghae hanya memutar bola matanya malas.

"Diam bocah. Kau sendiri tak belajar setiap hari kan" dengus Donghae.

"Tapi bedanya aku ini jenius jadi tak belajar pun pasti bisa" bela Kyuhyun pada dirinya sendiri.

"Setuju" timpal Kibum yang membuat Donghae menundukan kepalanya pasrah.

Jung Soo tertawa kecil, tangan nya menjulur untuk mengusap pucuk kepala Donghae.

"Gwenchana. Kau pasti bisa mengerjakannya Hae" semangat sang hyung membuat Donghae mendongakan kepala nya lalu mengangguk dan tersenyum.

"Aku sudah selesai. Aku berangkat duluan hyung"

Seperti biasanya, Kibum menyelesaikan sarapannya paling awal. Bocah itu segera bangkit dari kursi dan memakai ranselnya. Kyuhyun pun segera menghabiskan susu nya yang masih tersisa. Ia juga langsung berdiri dan memakai ranselnya. Ia tersenyum saat melihat Kibum masih terdiam di tempat seakan menunggunya. Ya, sikap Kibum sudah sedikit berubah padanya walaupun masih banyak yang sama.

"Jung Soo hyung, Kyu berangkat" salam Kyuhyun sembari tersenyum lebar.

"Kalian hati-hati di jalan" nasihat Jung Soo yang di balas dengan anggukan keduanya.

Kibum pun melangkahkan kakinya keluar dari ruang makan di ikuti Kyuhyun yang mengekor di belakangnya.

"Ikan jelek jangan sampai mencontek ya, good luck hyung~" teriak Kyuhyun sebelum berlari dari ambang pintu bertepatan saat sebuah buku melayang kearahnya. Jung Soo menggelengkan kepalanya dan menatap Donghae dengan tatapan menegur. Tak ada gunanya melempar buku seperti itu kan? Ckck

"Jangan menatap ku begitu, hyung" ujar Donghae yang risih dengan tatapan Jung Soo.

Jung Soo mengacak rambut adiknya itu gemas kemudian tertawa kecil.

"Kau dan Kyu sudah baikan eoh?" goda Jung Soo membuat Donghae menaikan sebelah alisnya.

"Kapan kami baikan? Tidak pernah" balas Donghae.

Jung Soo tak bertanya lagi. Setidaknya ia cukup senang Donghae dan Kyuhyun sudah tak saling berdiam satu sama lain bahkan menghindar seperti beberapa hari yang lalu. Yaa... harus Jung Soo akui, ia lebih senang melihat kedua dongsaeng nya itu berdebat daripada keduanya saling diam dan menghindar.

Mereka segera menyelesaikan sarapan masing-masing. Jung Soo membersihkan peralatan makan terlebih dahulu dan Donghae yang kembali menatap serius objek yang sebelumnya menjadi bahan pelemparan bagi adiknya itu. Setelah selesai, keduanya pun berangkat sekolah bersama. Jung Soo terus menegur saat Donghae tetap membaca buku selama perjalanan tetapi akhirnya ia pasrah dan membiarkan adiknya seperti itu.

.

.

.

Suasana riuh dan ramai terlihat jelas di depan gerbang sebuah sekolah menengah pertama yang cukup terkenal di kawasan ini. Anak-anak yang mulai beranjak remaja itu terlihat bergerombol keluar dari sekolahnya. Beberapa menit yang lalu memang jam sekolah sudah berakhir dan hal itu di sambut bahagia oleh para muridnya.

Mereka seakan berlomba-lomba melewati gerbang sekolah yang terlihat cukup besar itu untuk segera keluar dari sekolah baik untuk segera pulang atau pergi bermain terlebih dahulu. Petugas keamanan sekolah pun terlihat sigap berdiri di depan gerbang untuk memperhatikan anak didik sekolah itu dan mengatur lalu lintas di depan sekolah.

Para murid yang membawa sepeda sudah mengayuh sepeda keluar dari gerbang itu. Begitu juga dengan beberapa jemputan yang sudah menunggu beberapa murid sudah terparkir di depan sekolah. Banyak juga murid yang berjalan kaki bersama menuju rumah atau halte bus terdekat.

"Hae~"

Sebuah teriakan membuat beberapa murid yang berjalan keluar dari gerbang menoleh ke belakang untuk melihat siapa pelaku yang berteriak mengganggu seperti itu. Sedangkan seorang namja yang merasa nama nya di panggil pun menghentikan langkahnya dan menoleh menunggu namja yang ia tahu temannya itu menghampiri.

"Bisakah kau tak berteriak, Dong?" decak kesal Donghae yang sedikit malu dengan semua tatapan murid-murid lain di sekeliling mereka. Namja gembul yang sudah berdiri di hadapan Donghae hanya menyengir lebar. Shin Donghee teman sekelasnya yang terlihat imut itu tak berkata apapun, ia hanya menyodorkan sebuah kaset yang mampu membuat Donghae membulatkan matanya.

"Kasetku!" pekik Donghae sembari mengambil kaset itu.

"Tch, kau ini ceroboh Hae. Kau meninggalkan kaset itu di kelas" balas Shindong. Kali ini Donghae yang menyengir lebar.

"Hehehe—gomawo Dongie~ Tanpa kaset ini, aku tak bisa mengikuti kompetisi dance itu" ucap Donghae tulus sambil menyimpan kaset berisi lagu yang sudah ia latih selama sebulan lebih untuk dance hari selasa besok ke dalam tasnya.

Mereka berdua pun berjalan beriringan melanjutkan perjalanan menuju keluar gerbang. Namun baru beberapa langkah Donghae menghentikan langkahnya membuat Shindong pun berhenti dan menatap bingung teman nya itu.

Donghae terlihat terpaku di tempat. Matanya berbinar dan senyuman manis yang bisa meluluhkan hati para yeoja itu sudah terukir di wajahnya. Shindong yang masih bingung, mulai mengikuti arah pandang Donghae hingga akhirnya namja gempal itu memutar bola matanya malas. Temannya mulai lagi… ya, mulai memandangi seorang yeoja manis berambut coklat almond sepunggung.

"Aish! Untuk apa kau diam di sini? Cepat temui dia" Shindong menyenggol lengan Donghae sembari tersenyum jahil. Donghae hanya menggelengkan kepalanya namun tatapannya tetap terfokus pada yeoja itu.

"Dia manis kan?" gumam Donghae pelan.

"Lee Hyuk Jae, hari ini dia di pilih sebagai wakil ketua dance yeoja di sekolah kita" ujar Shindong membuat Donghae tersenyum lebar.

"Itu satu hal yang ku suka darinya, dia juga jago dance" kikik Donghae membuat Shindong menggelengkan kepalanya. Donghae memang sudah menyukai yeoja manis teman sekelasnya itu sejak upacara penyambutan murid baru. Keduanya pertama kali bertemu di kompetisi dance saat kelas 6 dulu. Awalnya Donghae kesal pada yeoja yang meremehkan dance nya tapi di pertemuan keduanya di upacara penyambutan rasa kesal itu meluap dan segera berganti dengan rasa suka.

Tatapan berbinar Donghae perlahan memudar saat pemandangan horror di depan sana terlihat jelas oleh indera penglihatannya. Perlahan mata Donghae membulat tidak percaya. Seorang bocah tengah menghampiri pujaan hatinya dan keduanya terlihat mengobrol bersama.

"Ish, apa yang bocah itu lakukan?"

Donghae langsung berlari membuat Shindong mengerutkan dahinya, tak ambil pusing namja gempal itu melangkah pergi menghampiri temannya yang sudah menawari tumpangan pulang.

"Jadi kau mencari kakakmu?" tanya yeoja manis itu sembari menunjukan gummy smile nya.

"Ne noona. Apa kau mengenal hyung ku?"

Bocah yang sudah sedaritadi menunggu di depan gerbang itu memiringkan kepalanya menatap wajah manis yeoja di hadapannya.

"Siapa nama hyung mu?"

"Namanya… Park—"

Sreett~

Kyuhyun tersentak kaget saat seseorang menariknya ke belakang secara tiba-tiba. Sebuah tangan pun melingkar di dadanya seakan mencegahnya untuk bergerak.

"Hehe mi-mianhae hyukkie-ya, dia mengganggu mu ya?" ujar Donghae terbata sambil menyengir lebar menutupi rasa gugupnya.

Yeoja yang bernama Lee Hyuk Jae atau biasa di panggil Eunhyuk itu memiringkan kepala nya bingung namun akhirnya ia tersenyum manis.

"Hyung!" pekik Kyuhyun kesenangan namun ia meringis saat Donghae memberikan glare nya.

"Aniyo. Apa dia dongsaeng mu, Hae?" tanya Eunhyuk yang terdengar begitu lembut di telinga Donghae.

"Ne noona. Hae hyung itu hyung nya Kyuhyun—hehe" jawab Kyuhyun mendahului Donghae yang hendak membuka suara.

Dengan perlahan, Donghae menunduk lalu mendekatkan wajahnya pada telinga Kyuhyun untuk membisikan sesuatu.

"Mau apa kau kemari huh?" desis Donghae.

"Bum hyung ada keperluan di sekolah jadi Kyu ingin pulang bersama mu" jujur Kyuhyun sembari mengerjapkan matanya polos. Jika tidak ada pujaan hatinya, bisa di pastikan Donghae sudah menjitak kepala Kyuhyun dengan keras.

"Wah, jadi kau yang bernama Park Kyuhyun nde?"

Eunhyuk membungkukan tubuhnya untuk menyamakan tingginya dengan bocah 8 tahun itu. Kyuhyun menganggukan kepalanya cepat.

"Noona tahu darimana namaku?" tanya Kyuhyun.

"Hae sering menceritakan mu, benar kan Hae? Ternyata kau lebih manis dari yang ku bayangkan"

Bagaikan mendapat puluhan kaset game, mata Kyuhyun berbinar mendengar pernyataan dari noona manis itu. Apa dia tak salah dengar? Hyung ikannya sering membicarakan dirinya? Benarkah? Sangat tidak bisa di percayai! Kyuhyun mendongakan wajahnya untuk menatap Donghae yang sudah memalingkan wajahnya. Ia bisa melihat semburat merah yang sangat tipis menghiasi pipi Donghae.

"Oh iya, perkenalkan… Nama noona, Lee Hyuk Jae, tapi teman-teman memanggil noona, Eunhyuk hehe" ujar Eunhyuk dengan gummy smile nya sambil mengulurkan tangan kanannya kepada Kyuhyun.

Kyuhyun menerima jabat tangan itu.

"Bangapseumnida noona manis~" balas Kyuhyun sambil menyengir lebar. Eunhyuk tertawa kecil lalu mengacak rambut Kyuhyun. Donghae hanya memutar bola matanya malas.

"Dia mirip sekali dengan mu, Hae" ucap Eunhyuk di tengah tawa nya membuat Donghae cengo. Mirip? Darimana miripnya? Hei ia justru merasa dia dan Kyuhyun bagaikan langit dan bumi atau air dan api.

"Ah! Pantas saja aku merasa pernah melihat noona!" pekik Kyuhyun tiba-tiba setelah memperhatikan wajah Eunhyuk dengan intens.

"Eoh? Memang kita pernah bertemu, Kyu?" tanya Eunhyuk bingung. Bocah itu menggelengkan kepalanya.

"Aku melihat noona di foto di kamar Hae hyung. Ada banyak fo—mmpphhtt"

"Mwo? Foto?"

Eunhyuk menatap Donghae bingung karena namja penyuka ikan itu sudah membekap mulut Kyuhyun sehingga ucapan adiknya itu terputus begitu saja. Donghae menyengir saat di tatap intens oleh Eunhyuk. Donghae sudah mengumpat dan merutuki adiknya sendiri di dalam hatinya. Oh Tuhan… Dia memang mengoleksi foto Eunhyuk tapi apa perlu yeoja manis itu mengetahuinya? Mau di taruh mana muka Donghae jika yeoja itu tahu. Ish!

"J-jangan di dengarkan—hehe Kyu memang suka bercanda haha iya kan Kyu-hyun?" ucap Donghae dengan mata bergerak gelisah.

Kyuhyun hanya mengangguk ragu masih dengan tangan sang hyung yang membekap mulutnya. Donghae bisa bernafas lega melihat itu, ia pun melepaskan bekapannya.

"Ah Hyukkie, chukae ne. Kau terpilih jadi wakil ketua dance" ucap Donghae mulai mengulas senyuman lembutnya.

"Hehe aku juga kaget Hae kenapa Boa eonni memilihku padahal aku masih di tahun pertama" balas Eunhyuk yang terlihat malu.

"Ani. Dance mu keren jadi kau pantas menerima itu" puji Donghae yang semakin membuat Eunhyuk tersipu.

Kyuhyun hanya terdiam sambil mengerjapkan matanya polos memperhatikan obrolan kakak dan teman nya itu.

"Oh iya, kau juga harus berjuang. Sebentar lagi kompetisi dance nya bukan? Kau harus menang Hae!"

"Ne. Kompetisi di undur menjadi selasa besok. Aku pasti menang" ucap Donghae pasti. Kedua nya tertawa kecil. Hanya Kyuhyun yang mengernyit bingung. Apa yang lucu? Kenapa tertawa?

"Kalau aku menang, aku akan mentraktirmu es krim. Bagaimana?" ujar Donghae yang tentu saja mempunyai niat khusus di balik itu semua. Eunhyuk berpikir sejenak menunjukan pose yang sangat imut bagi Donghae.

"Es krim strawberry nde?" tawar Eunhyuk membuat Donghae terkikik geli namun tetap mengangguk.

"Baiklah. Aku akan berdoa agar Hae menang nanti—haha. Ah! jemputan ku sudah datang. Aku duluan ne. Annyeong Hae, Kyunnie"

Eunhyuk mengacak rambut Kyuhyun gemas yang hanya di balas dengan senyuman bingung dari Kyuhyun. Ia melambaikan tangannya dengan ekspresi lucu. Yeoja manis itu pun naik ke dalam mobil yang akan mengantarnya pulang.

Kyuhyun masih memperhatikan bayangan mobil yang sudah hilang di belokan itu sejenak sebelum mengalihkan tatapan nya ke arah kakak yang berdiri di sampingnya. Kyuhyun menelan ludahnya kecut saat mendapati wajah Donghae yang terlihat menyeramkan. Ia menyengir sembari menunjukan peace sign nya.

"Tch. Menyebalkan!" dengus Donghae kemudian melangkah pergi meninggalkan Kyuhyun yang masih menggaruk kepalanya tidak gatal. Sungguh ia tak mengerti kenapa hyung nya terlihat marah begitu? Apa ia berbuat salah?

"Ish, Kyu pabbo! Hae hyung belum memaafkan mu sepenuhnya karena kejadian kemarin dan sekarang kau semakin membuatnya marah. Pabbo! Tapi apa yang ku lakukan? Tapi memang nya aku salah apa?" Kyuhyun masih sibuk mengumpat dirinya sendiri tak menyadari Donghae yang sudah menjauh dan berjalan di depan sana.

"Ya Hae hyung, tunggu aku!"

Setelah tersadar ke dunia nyata, Kyuhyun pun langsung mengejar Donghae sekuat tenaganya. Ia merutuk hyung nya yang tak juga berhenti atau memelankan langkahnya tapi justru semakin berjalan cepat.

.

.

"Hy-ung hosh… tunggu—hosh"

Kyuhyun masih saja mengejar Donghae yang beberapa saat lalu justru berlari cepat, otomatis Kyuhyun semakin mempercepat larinya sehingga deru nafas nya sudah sangat cepat saat ini. Peluh sudah memenuhi wajah Kyuhyun, wajahnya pun terlihat lebih pucat dari sebelumnya. Hei, bocah itu tak bisa terlalu lelah dan dia tak bisa berlari terlalu lama tapi sekarang…

Oh Tuhan…

Park Donghae, apa kau tak sadar atau lupa dengan keadaan adik kecil mu itu? Dia masih memanggilmu di tengah nafasnya yang tersengal.

"H-hyung, je-bal tung—gu hosh… hosh" panggil Kyuhyun entah untuk berapa kalinya. Ia tak mempedulikan tatapan sekeliling yang menatapnya bingung namun juga kasihan.

Dan sepertinya doa Kyuhyun mulai terjawab. Donghae mulai menghentikan larinya dan memperlambat jalannya. Ia melirik ke belakang dengan ekor matanya. Kyuhyun tengah membungkukan badan nya dengan tangan bertumpu pada lutut. Mengatur nafasnya menjadi normal terlebih dahulu. Donghae menghela nafas kemudian terdiam di tempat seakan menunggu dongsaeng nya itu.

Setelah cukup mengumpulkan tenaga lagi, Kyuhyun menegakan tubuhnya. Ia menghapus peluh yang masih mengalir di keningnya, wajahnya sudah tak terlalu pucat. Ia tersenyum karena masih melihat Donghae terdiam di tempat. Ia mulai berjalan menghampiri Donghae namun kakaknya itu juga mulai melangkah walau dengan langkah pendek.

"Hyung~ apa kau marah padaku? Aish memang salahku apa?" Kyuhyun mulai mengeluarkan suaranya. Ia sudah berjalan tepat di belakang Donghae. Ia tak berani menyamai langkah hyung nya itu.

"Fishy hyuuungg~" panggil Kyuhyun lagi yang lebih mirip rengekan itu. Beberapa orang yang berada di samping mereka memperhatikan keduanya dan hanya terkikik geli melihat tingkah 2 bocah itu, hei apa yang lucu?

Donghae sama sekali tak menjawab pertanyaan Kyuhyun. Dia masih kesal, kenapa adiknya harus ke sekolah nya. Jangan lupakan rahasia besar mengenai banyak foto Eunhyuk yang hampir saja terbongkar. Donghae menekuk wajahnya, ia berjalan santai dengan kedua tangan tersembunyi di saku celana.

Ayolah Donghae… Kyuhyun hanya bocah umur 8 tahun yang masih tak terlalu mengerti tentang yeoja, cinta atau apalah itu namanya. Dia hanya ingin pulang bersama mu dan sudah jauh-jauh dia berjalan dari sekolahnya hanya untuk menjemputmu. Aish!

Kyuhyun menggembungkan pipinya. Ia sudah lelah bertanya dan memanggil hyung yang masih saja mencuekan nya. Bahkan ia sudah menendang kerikil kecil untuk menyalurkan kekesalannya pada Donghae.

BUK

"Aww~"

Kyuhyun mengelus kepalanya yang baru saja menabrak punggung Donghae yang entah mengapa tiba-tiba berhenti di tempat. Karena terlalu asyik dengan kerikil yang di mainkan, Kyuhyun tak sadar Donghae berhenti hingga akhirnya ia menubruk seperti itu.

"Hyung! Bisakah kau tidak berhenti mendadak?" dengus sebal Kyuhyun.

Tak ada jawaban dari sang kakak, membuat Kyuhyun menyembulkan kepalanya dari balik punggung Donghae untuk melihat apa yang terjadi di depan sana. Ia mengernyit saat mendapatkan 4 orang namja sudah berdiri tak jauh dari tempatnya dan hyung nya itu. Dari seragam yang di kenakan namja di depan sana, Kyuhyun tahu anak-anak itu masih setingkat dengan Donghae walau berbeda sekolah.

"Wae hyung?" tanya Kyuhyun sambil menatap wajah Donghae yang terlihat mengeras dan cemas. Ia mengernyit bingung saat hyung nya semakin terlihat ketakutan saat keempat namja itu mendekat.

"Senang bisa bertemu dengan mu lagi di sini, Park Donghae" ujar seorang namja yang memiliki postur tubuh tinggi dan tegap. Namja itu tersenyum atau lebih tepatnya menyeringai.

Mereka terdiam sejenak membiarkan keramaian jalan sekitar pertokoan itu mendominasi. Tak ada suara, mereka hanya saling melempar tatapan juga tersenyum misterius.

Kyuhyun yang tak tahu apa-apa hanya bisa mengerutkan dahinya. Walaupun begitu, ia yakin 4 namja itu bukan orang baik dan sudah membuat hyung nya ketakutan seperti itu.

"Hae hyung—"

"Kyu… kau cepat pulang ke rumah duluan. Jangan mengikuti ku, arrachi?"

"—Mwo?"

Kyuhyun semakin terheran dengan ucapan Donghae yang setengah berbisik itu. Donghae berucap tanpa menoleh kearah Kyuhyun yang sudah menatapnya bingung.

"Tapi kena—Ya hyung!"

Belum sempat Kyuhyun melontarkan pertanyaan nya, Donghae sudah memutar tubuhnya dan langsung berlari kencang berlawanan arah dengan arah jalan pulang. Kyuhyun berteriak memanggil Donghae namun kakaknya itu tak mendengar di tengah keramaian.

"Tch, dia kabur! Cepat kejar!"

Kyuhyun semakin bingung saat 4 namja itu juga berlari mengikuti arah lari hyung nya. Tak bisa di pungkiri, Kyuhyun merasa khawatir sekarang. Sebenarnya ada apa?

Bocah itu terlihat bingung, ia terdiam sembari memandang arah jalan pulang dan arah hyung nya berlari secara bergantian. Ia menghembuskan nafas berat dan ia mulai berlari kembali mengikuti arah Donghae berlari, berusaha menyusul kakaknya itu. Lelah yang Kyuhyun rasakan belum hilang seluruhnya namun rasa khawatir dan cemas yang ia rasakan membuatnya mendapat tenaga entah darimana untuk kembali berlari kencang menembus lalu lalang orang yang berjalan menyusuri jalan pertokoan itu.

.

BRUK

"Ukh!"

Donghae hanya bisa meringis saat punggungnya membentur dinding yang dingin di belakangnya. Nafasnya memburu dan terlihat kilatan marah di kedua mata nya. Namun saat ini tubuhnya sudah terkunci di dinding itu. Kedua tangannya di pegangi oleh dua namja yang tidak terlalu besar namun memiliki tenaga yang kuat. Dada nya pun sudah di cekat oleh lengan cukup kekar dari seorang namja yang ada di hadapannya. Pergerakan nya sudah terkunci oleh 3 orang itu, tubuhnya hanya bisa menempel di dinding.

"Mau kabur kemana lagi, Hae?" desis namja yang berada tepat di hadapannya. Donghae kembali meringis saat merasakan tekanan di dadanya, cukup menyesakan. Ia ingin berontak namun kedua tangannya masih di pegang begitu kuat.

"Lepas!" pekik Donghae penuh kekesalan.

"Aku hanya ingin berbicara denganmu, kenapa harus melarikan diri eoh?" tanya namja itu lagi dengan nada setengah berbisik.

"Aku tak ingin berbicara denganmu. Lepaskan aku Ok Taecyeon" desis Donghae sambil memberontak lagi.

"Pegang dia dengan kuat Kwangmin, Youngmin!" titah namja yang di panggil Taecyeon itu pada 2 namja yang memegangi tangan Donghae tepat saat Donghae sedikit maju dan mendorong Taecyeon. Kedua namja itu mengangguk dan kembali memegangi tangan dan bahu Donghae lebih kuat lagi. Taecyeon tertawa melihat Donghae meringis kesakitan karena tangannya di genggam erat begitu.

"Ayolah Hae, aku hanya ingin berbicara denganmu" ucap Taecyeon yang sudah melepaskan cekatan nya di dada Donghae. Ia berdiri santai di hadapan Donghae sambil menyeringai. Donghae menggeram kesal.

"Baiklah, kita langsung ke intinya saja. Kompetisi dance itu di tunda hingga hari selasa bukan? Besok kau harus mengundurkan diri dari kompetisi itu atau kau tak akan bisa meraih impian mu menjadi dancer lagi" ucap Taecyeon lagi to do point. Donghae tercengan dan membulatkan matanya.

Taecyeon memang rivalnya dalam hal dance. Namja itu setahun lebih tua dari Donghae. Bisa di bilang hubungan mereka buruk sejak Donghae terpilih untuk menggantikan Taecyeon saat pertandingan dance antar wilayah tingkat sd setahun yang lalu. Donghae sendiri tak tahu pasti kenapa namja itu sangat membenci nya. Iri kah atau apa, Donghae tak mengerti. Yang ia tahu Taecyeon selalu menghalangi nya setiap mengikuti berbagai perlombaan dance.

"Kau gila! Aku tak akan mundur dari kompetisi itu! Aku sudah menyiapkan nya beberapa bulan yang lalu" pekik Donghae dengan penuh amarah.

"Berarti kau ingin kehilangan impianmu sebagai dancer suatu saat nanti heum?" ancam Taecyeon dengan seringaian di wajahnya. Donghae menggeram kembali, ia tahu Taecyeon bisa melakukan apapun dengan status nya sebagai anak tunggal keluarga Ok, sebuah keluarga yang terkenal dengan bidang usaha gelapnya. Oh ayolah, apa hanya karena dance, namja itu bisa menggunakan kejahatan? Itu gila! Tapi tidak bagi seorang Ok Taecyeon.

"Hae hyung!"

Kelima bocah beranjak remaja itu mengalihkan tatapan mereka saat mendengar sebuah teriakan. Donghae membulatkan matanya saat melihat Kyuhyun sudah berdiri di ujung gang sepi dan gelap itu dengan nafas memburu.

"Ya! Apa yang kalian lakukan pada hyung ku?!" pekik Kyuhyun dengan penuh amarah saat melihat Donghae sudah di pegangi seperti itu.

"Bocah bodoh!" gumam Donghae setengah berdesis.

Taecyeon yang mendengar gumaman Donghae, mulai memperhatikan Kyuhyun dan Donghae bergantian.

"Siapa bocah itu? Dongsaeng mu eoh?"

"Lepaskan Hae hyung!"

Kyuhyun menerjang tubuh Taecyeon dan memukul-mukul tubuh yang lebih tinggi darinya itu dengan tangannya sendiri. Tak ada rasa sakit sedikit pun yang di rasakan Taecyeon dari pukulan bocah itu. Ayolah, Kyuhyun hanya bocah kecil yang sudah kehilangan hampir seluruh tenaga nya karena berlari kencang.

"Ish! Apa yang kau lakukan bocah!"

Taecyeon mendorong tubuh Kyuhyun ke belakang tapi Kyuhyun tak terjatuh dan kembali memukul-mukul tangannya.

"Ya! Jinyoung-ah, urus bocah ini!" titah Taecyeon pada namja yang sedaritadi hanya berdiri sambil menyandarkan tubuhnya di dinding.

Dengan malas namja yang di panggil Jinyoung itu bergerak dan mulai menarik baju Kyuhyun ke belakang. Kyuhyun sedikit bergidik ngeri melihat ekspresi dingin dari namja itu namun sekarang dalam pikiran nya hanya ada kata 'selamatkan Hae hyung' membuatnya mengalihkan pukulan nya pada namja itu.

"Ya bocah! Cepat pergi dari sini, bodoh!"

Kyuhyun menghentikan pukulan tak berarti nya itu saat mendengar teriakan dari Donghae yang sudah menatapnya tajam. Ia menelan ludahnya kecut.

"Hyung…"

"Pergi!" pekik Donghae lagi.

Entah mengapa Kyuhyun seakan tak mendengar perintah kakaknya itu. Ia kembali memukul tubuh Jinyoung dengan tenaga yang semakin berkurang.

"Lepaskan Hae hyung! Lepaskan!" racau Kyuhyun terus menerus.

BRUK

"Awww"

Karena kesal, Jinyoung mendorong tubuh kecil Kyuhyun dan membuat bocah itu terjengkak ke belakang dan jatuh terduduk di aspal yang dingin. Kyuhyun memberikan deathglare terbaiknya bagi namja itu namun akhirnya ia meringis melihat wajah dingin itu.

"Ckckck. Siapa dia? Apa dia dongsaeng mu, Hae? Sangat menarik…" ujar Taecyeon membuat Donghae menggeram kembali. Ia semakin berontak untuk melepaskan diri.

"Sudahlah. Lalu bagaimana dengan penawaranku?" Taecyeon beralih mendekati Donghae lagi dan menatapnya dengan serius.

Nafas Donghae sudah memburu. Pikirannya kacau saat ini. Matanya bergerak gelisah, ia juga memperhatikan Kyuhyun yang masih terduduk di aspal sambil mengumpat namja yang mendorong adiknya itu. Taecyeon yang menyadari perubahan raut wajah Donghae yang terlihat cemas itu menunjukan seringaiannya kembali.

"Lepaskan Hae hyung!" pekik Kyuhyun lagi menginterupsi keheningan yang terjadi sesaat.

"Heum… Bagaimana Hae? Kenapa tak menjawab juga eoh? Aahh membosankan~ Bocah itu adik mu bukan? Bagaimana jika aku bermain sedikit dengannya dan memberikanmu waktu berpikir?"

Donghae membelalakan matanya dan menatap Taecyeon dengan tatapan horror. Menyadari tatapan itu, Taecyeon hanya tersenyum lalu beralih menghampiri Kyuhyun yang masih berdebat dan memukul tubuh Jinyoung.

"Jangan menyentuhnya! Ya Taec, ku peringatkan kau jangan menyentuhnya sedikit pun!" teriak Donghae penuh amarah dan semakin berontak membuat dua orang yang memeganginya tambah kewalahan.

Kyuhyun hendak memukul tubuh Taecyeon yang sudah ada di hadapannya tapi tangannya sudah di cekal dan genggam kuat oleh namja itu. Kyuhyun meringis kesakitan.

"Lepaskan dia! Ya!" pekik Donghae lagi.

"Ckck, Waeyo? Aku hanya ingin bermain dengan adik kecilmu ini. Dia terlihat sangat manis bukan?" Taecyeon mengamati setiap lekuk wajah Kyuhyun yang sudah menggembungkan pipinya kesal.

"Jinyoung, hajar anak ini"

Kyuhyun membulatkan matanya yang terlihat lucu saat mendengar titah dari namja yang masih memegangi tangannya. Jinyoung pun tersenyum lalu mendekati Kyuhyun yang berusaha mundur namun hasilnya nihil karena tangannya masih di tahan. Bocah itu menggigit bibir bawahnya dan raut wajahnya memucat melihat Jinyoung semakin mendekatinya. Ia menelan ludahnya.

'Jadilah namja yang kuat'

Kata-kata Kibum terngiang dalam pikiran Kyuhyun membuat bocah itu merubah kembali ekspresi wajahnya dengan tatapan menantang.

"Ya jelek, kau kira aku takut padamu eoh? Tubuhmu saja yang besar tapi tak punya kekuatan. Kau tak akan bisa memukulmu!" cibir Kyuhyun membuat Donghae yang mendengarnya mengumpat kesal. Bagaimana adiknya bisa berkata seperti itu. Oh Tuhan… ucapan Kyuhyun hanya akan membangunkan singa yang sedang tidur.

"Kau banyak bicara, bocah!"

BRUK

"Ukh! Appoyo~"

Kyuhyun meringis kesakitan saat tubuhnya kembali terduduk di aspal. Sudut bibirnya terlihat membiru hasil dari pukulan dari Jinyoung itu. Donghae semakin panik melihat adiknya sudah di pukul seperti itu.

"Ya lepaskan aku! Ish, jangan menyentuhnya!" teriak Donghae sangat keras dan penuh amarah.

"Hahaha wae Hae? Bukankah ekspresi adikmu itu sangat lucu? Dia benar-benar imut dan manis"

Suara tawa dari keempat namja itu menyelimuti gang tersebut.

"Ish! Lepaskan dia! Dia… Dia bukan dongsaeng ku!"

JDER

Bagai di sambar petir di tengah hari, Kyuhyun menatap Donghae dengan tatapan shock. Tadi hyung nya mengatakan apa? Kekuatan dan tenaga Kyuhyun seakan meluap dan menghilang seketika mendengar kalimat yang baru saja meluncur dari mulut Donghae. Nafasnya terasa tercekat dan dada nya sesak.

"Hyung…"

.

.

.

-To be Continued-

.

.

Mian baru updet, weekend kemarin lye tour jadi gak sempet apdet hehe

Thanks buat semua masukan dan saran kalian semua. Maaf jika story tidak sesuai dengan keinginan kalian, hanya ini yang terlintas di pikiran lye sih ^^v

Semoga saran kalian bisa berguna di fic2 lye selanjutnya yaa hehehe

Jeongmal gomawo untuk semua reader yang masih mau membaca fic yang semakin abal dan memusingkan ini /bow/

Ini sudah panjang sekali, semoga gak ada yang ketiduran waktu baca ini ^^v

See ya next chap!

LyELF

Special Thanks to :

Riekyumidwife, Bella, IrumaAckleschia, cece, Kyuminhae, Kim Soo Jin, Yolyol, Bryan ryeohyun, 92line, aninkyuelf, arumfishy, ayuclouds69, kyuhyun0321, lee minji elf, blackyuline, angeleeteuk, aisah92, ay, lylaAkarin, kkyu32, kyuqie, , dew'yellow,Okta1004, rizahasdiana, KimCha, Anonymouss, vha Chandra, sfsclouds, cho-i-chahyun, ayu, lianpangestu, Hana Ajibana, KyuChul, Little Kid, chocojje, ichaELfs, Gyurievil, Kyurielf, parktevk, gyu1315, heeehyun, jmhyewon, hikmajantapan, arum junnie, kyuwook, yayaELFsparkyu, Kyulate, kyuzi, haekyu, sweetgyu95, cihera and all who named 'Guest'.