BE CLOSE MY BROTHERS
.
.
Main Cast :
Park Jung Soo / LeeTeuk
Lee Donghae as Park Donghae
Kim Kibum as Park Kibum
Cho Kyuhyun as Park Kyuhyun
.
Genre : Family and Friendship
.
Warning : Typo(s), long of duration plot, OOC
.
.
.
OOOoooßCMB oooOOO
PART 10
.
Cuaca yang cukup cerah dengan langit biru dan awan seputih dan selembut kapas yang menghiasi, jalan beriringan yang terlihat sangat tenang. Itulah yang di rasakan oleh seorang bocah yang tengah memandang keluar jendela besar. Hatinya terasa lebih tenang melihat pemandangan langit pagi menjelang siang ini.
Lalu lalang anak-anak yang menggunakan seragam sama seperti nya tak mengganggu anak itu untuk berdiri bersandar di dinding dan menatap fokus keluar jendela di hadapan nya. Tak mempedulikan tatapan aneh dari beberapa sunbae yang melewatinya.
"Kyu!"
Bocah itu—Kyuhyun mengalihkan tatapan nya dari langit menuju seseorang yang memanggilnya. Ia menegakan posisi berdirinya dan tersenyum menyambut teman hyung nya yang berjalan mendekat.
"Annyeong Wookie hyung" sapa Kyuhyun membuat Ryeowook tersenyum lebar.
"Tumben kau kemari. Ada apa?" tanya Ryeowook sambil menatap Kyuhyun penuh tanda tanya. Kyuhyun memang jarang ke kelas nya saat istirahat seperti ini.
"Aku ingin bertemu dengan Bum hyung" jawab Kyuhyun langsung. Ryeowook mengangguk mengerti.
"Arraso. Kibummie masih ada di lab bersama ssaem" terang Ryeowook, kali ini Kyuhyun yang mengangguk.
"Dia akan segera kembali. Ayo masuk, kau tunggu di dalam kelas saja" tawar Ryeowook sembari menggeser pintu kelasnya sehingga terbuka.
"Aniyo hyung. Aku tunggu di sini saja, gomawo" tolak Kyuhyun halus.
"Baiklah. Aku masuk duluan nde?"
Ryeowook tersenyum lalu mengacak rambut Kyuhyun kemudian masuk ke dalam kelasnya. Kyuhyun kembali ke kegiatan awalnya. Menunggu sembari menatap langit dan awan yang berjalan teratur.
"Kyu?"
Kyuhyun yang mulai melamun tersentak kaget saat seseorang menepuk pundaknya. Ia menoleh dengan tatapan shock membuat sang pelaku yang membuatnya kaget tersenyum geli.
"Aish Bum hyung! Kau mengagetkan ku" dengus Kyuhyun sambil menggembungkan pipinya. Kibum hanya tersenyum tipis menanggapi sikap adiknya itu.
"Ada apa?" tanya Kibum langsung.
Raut kesal itu seketika berubah menjadi senyuman lebar. Bukannya menjawab pertanyaan Kibum, Kyuhyun justru memeluk hyung nya dengan tiba-tiba. Tentu saja Kibum berontak. Hei, ini di sekolah! Jika di rumah, dia tak akan seprotes ini.
Kyuhyun hanya menyengir lebar setelah Kibum berhasil melepaskan pelukan sang dongsaeng. Kibum pun hanya bisa menggelengkan kepalanya.
"Aku hanya merindukan mu, Bum hyung~" ucap Kyuhyun dengan nada manja.
Sudah 4 hari ia tak tinggal bersama Kibum dan err—fishy hyung nya, tentu saja Kyuhyun merindukan keduanya. Kyuhyun sedih karena mereka tak kunjung kembali ke rumah tapi ia mencoba mengerti atau pun pasrah jika fishy hyung nya masih terlihat marah. Kibum sendiri mengatakan Donghae baru mau pulang jika kedua orang tua mereka sudah pulang dan tak ada yang bisa Kibum lakukan lagi untuk membujuk hyung nya itu.
Kibum hanya menganggukan kepalanya dan tersenyum manis seakan menjawab 'aku juga' pada adiknya itu. Yah walaupun mereka masih bisa bertemu di sekolah tapi tetap saja ada perasaan rindu tidak bisa melihat sosok itu 24 jam seperti dulu nya. Kyuhyun bahkan harus pulang dan berangkat sekolah seorang diri tanpa Kibum, Huh!
"Bum hyung, apa sepulang sekolah kau bisa pulang sebentar?" tanya Kyuhyun penuh harap. Kibum terlihat berpikir sejenak sebelum menggelengkan kepalanya.
"Miss Angela meminta ku untuk menemui nya sepulang sekolah. Ia ingin membicarakan sesuatu, katanya" balas Kibum membuat Kyuhyun menghela nafas.
"Akhir-akhir ini kau sering bertemu dengan miss Angela, hyung. Memang apa yang kalian bicarakan?" tanya Kyuhyun sambil menatap Kibum penuh selidik. Entah kenapa Kyuhyun menanggap gelagat aneh yang di tunjukan hyung nya itu. Kibum cukup kaget dengan pertanyaan nya, sangat terlihat dari pancaran mata itu. Sudah beberapa hari guru bahasa inggris di sekolah mereka itu sering meminta Kibum untuk menemui nya. Tentu ia penasaran ada apa. Jarang sekali Kibum di minta menemui guru.
"Ah aniyo. Miss angela hanya membicarakan pelajaran dan nilai ku saja" kilah Kibum membuat Kyuhyun menaikan sebelah alisnya.
"Ada apa dengan nilai mu? Bukankah kau selalu mendapat nilai sempurna dalam bahasa inggris?" tanya Kyuhyun semakin penasaran membuat Kibum semakin terlihat gelisah.
"Hyung, ada yang kau sem—"
Krriiinnggg~~
Kyuhyun langsung mengumpat saat bel tanda berakhirnya istirahat itu berbunyi memotong ucapan nya. Ia berdecak kesal, ia masih ingin berbicara banyak hal dengan Kibum.
"Sudah bel, kka kembali ke kelasmu Kyu" ucap Kibum. Kyuhyun mengangguk.
"Ini…"
Sebelum melangkah pergi, Kyuhyun menyodorkan sekotak coklat yang terlihat sangat enak kepada Kibum yang balas menatap Kyuhyun penuh tanda tanya.
"Kemarin Song Ahjumma berkunjung dan memberikan dua kotak coklat sebagai oleh-oleh liburan nya dari Inggris. Jadi satu kotak ini untuk Bum hyung dan Hae hyung" terang Kyuhyun. Kibum mengangguk lalu mengambil kotak itu.
"Gomawo" Kibum tersenyum dan bersiap masuk ke dalam kelas nya sendiri namun lengan nya di tahan oleh Kyuhyun membuat ia menatap adiknya kembali.
"Uhm.. Itu… bagaimana keadaan fishy hyung?" tanya Kyuhyun gugup dengan wajah cemas bercampur takut. Ia masih ingat kejadian nya bertemu dengan Donghae di jalan 3 hari yang lalu dan setelahnya ia tak pernah melihat hyung nya itu lagi.
"Dia baik-baik saja, jangan khawatir nde" balas Kibum sambil mengacak rambut Kyuhyun yang hanya mengangguk mengerti. Setidaknya ada perasaan lega mendengar jawaban Kibum.
"Cepat kembali ke kelasmu"
Kyuhyun menyengir sebelum berlari meninggalkan kelas Kibum menuju kelasnya sendiri. Kibum menatap kotak coklat yang ada di tangan nya. Ia tersenyum tulus kemudian Ia benar-benar melangkah masuk ke dalam kelas saat songsaengnim sudah berjalan mendekat.
.
.
.
"Kka snowy sudah bersih, sekarang kita makan nde?"
Kyuhyun meletakan sebuah sisir kecil yang Ia gunakan untuk menyisir bulu-bulu lembut kelinci putih yang sudah terlihat lebih bersih dari sebelumnya. Ia baru saja memandikan kelinci itu. Kyuhyun menggendong snowy dan beranjak menuju kandang yang tak jauh dari tempat Ia memandikan kelinci tersebut. Ia segera menuangkan makanan kelinci ke dalam sebuah mangkuk kecil berwarna merah. Seakan mengerti, snowy turun dari pangkuan Kyuhyun dan mendekati mangkuk makannya lalu memulai acara makan siangnya.
Kyuhyun tersenyum senang memperhatikan kelinci itu makan. Sudah 3 hari ini hanya kelinci itu yang menemani nya bermain. Sepertinya ia akan ketularan Kibum untuk menyayangi snowy lebih lagi. Sesekali Kyuhyun mengelus kepala snowy membuat kelinci itu mengerjapkan matanya lucu.
"Snowy… apa kau merindukan Bum hyung?" gumam Kyuhyun seorang diri—ah tidak lebih tepatnya kepada kelinci putih yang fokus dengan makanan nya.
"Aku bertemu dengan Bum hyung setiap hari di sekolah tapi aku tetap merindukan sosok nya di rumah ini"
Tak peduli jika tak ada yang membalas ucapan nya, Kyuhyun terus bergumam pada kelinci yang seakan setia mendengarkan curahan hatinya.
"Rumah ini jadi sepi… Haafffttt~"
Kyuhyun mengedarkan pandangan nya ke sekeliling ruangan yang bersebelahan dengan teras taman belakang. Ia menggembungkan pipinya. Biasanya rumah ini akan ramai dengan teriakan nya ataupun Donghae. Pekikan dan decakan kesal Kibum ketika mendengar perdebatan dirinya dan Donghae tapi sekarang—Rumah ini hampa.
"Aku merindukan Hae hyung" gumam Kyuhyun pelan.
Bocah itu segera menyeka air yang tiba-tiba sudah menghiasi pelupuk matanya. Ia menggelengkan kepalanya berulang kali lalu menarik nafas panjang. Senyuman kembali hadir di wajah manis Kyuhyun yang kembali fokus pada kelinci yang sudah menghabiskan setengah mangkuk makanannya.
"Ah! Sebentar lagi Jung Soo hyung pulang, yeay!"
Kyuhyun terlonjak senang saat melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya. Senyuman manis itu tergantikan dengan senyuman jahil. Kyuhyun mengedarkan pandangannya hingga tatapan nya terfokus pada bak kecil yang berada tak jauh dari kandang snowy. Ia segera menghampiri bak yang masih terisi air bekas mandi kelinci itu lalu dengan santai nya, Kyuhyun menuangkan isi bak itu keluar membuat air menggenangi lantai saat ini. Tak sampai di situ, Kyuhyun segera mengambil kotak makan snowy lalu ia mencecerkan isinya ke lantai. Sehingga sekarang ruangan itu menjadi basah oleh air dan kotor dengan ceceran makanan kelinci.
"Selesai" Kyuhyun menepukan kedua tangannya.
"Hehe mianhae snowy, aku akan membeli makanan mu lagi besok jadi tenang saja" ucap riang Kyuhyun kepada snowy yang hanya mengerjapkan matanya bingung menyaksikan apa yang di lakukan adik majikan nya itu.
Kyuhyun segera menggendong snowy tepat saat ia mendengar derap kaki menuju ruangan itu.
"Kyu, hyung pu—omo! Apa yang terjadi?!"
Jung Soo yang baru saja muncul dari ambang pintu langsung membulatkan matanya melihat kacau nya ruangan itu. Kyuhyun tersenyum senang di dalam hati melihat ekspresi sang hyung. Namun di wajah aslinya, Kyuhyun menatap Jung Soo dengan tatapan memelas dan mata berkaca-kaca.
"Mianhae hyungie~ Kyu tidak sengaja menyenggol bak setelah memandikan snowy juga kotak makanan nya jadi sekarang…" Kyuhyun menundukan kepalanya.
"Hyung sudah sering katakan agar memandikan snowy di teras belakang saja kan? Kenapa masih di sini? Lihat sekarang basah semua" ucap Jung Soo dengan nada pelan walau ia sudah menghela nafas melihat kekacauan yang terjadi.
"Mi-mianhae hyung…" gumam Kyuhyun pelan.
Jung Soo terdiam memperhatikan Kyuhyun yang menundukan kepalanya sambil memeluk snowy dengan erat membuat kelinci itu memberontak ingin di lepaskan. Jung Soo menggelengkan kepalanya lalu melangkah masuk ke ruangan itu dan mendekati adiknya. Menyadari hyung nya yang mendekat, Kyuhyun menyeringai senang.
Ayo marah hyung… cepat marahi aku, Jung Soo hyung~
PUK
"Gwenchana. Biar hyung yang bersihkan ini, jangan ulangi lagi nde? Lain kali mandikan snowy di teras belakang, Kyu" ucap Jung Soo dengan nada lembut sambil mengelus surai coklat Kyuhyun. Ia juga tak tega melihat adiknya menunduk takut seperti itu.
Kyuhyun langsung mendongakan kepalanya dan menatap Jung Soo dengan tatapan tidak percaya membuat Jung Soo mengernyit bingung.
"Wae?" tanya Jung Soo sambil tersenyum.
"Hyung tidak marah? Kyu kan nakal" pertanyaan yang terdengar polos itu membuat Jung Soo tertawa kecil lalu menggelengkan kepalanya.
"Aniyo. Kyunnie tidak nakal jadi untuk apa hyung marah. Kau hanya tidak sengaja bukan?" balas Jung Soo masih dengan senyuman khasnya. Tak sadarkah Jung Soo jika Kyuhyun sudah merengut kesal.
Ish! Rencana nya gagal untuk membuat Jung Soo marah.
"Sudahlah, hyung akan ganti baju dulu lalu membereskan ini. Kau ti—"
"Hyung menyebalkan!"
Jung Soo tersentak kaget saat Kyuhyun menghentakan kaki nya dan memekik cukup keras. Setelah itu, Kyuhyun langsung melepaskan snowy dari gendongan nya dan melangkah pergi meninggalkan Jung Soo yang masih terheran dengan sikap Kyuhyun. Bukankah Kyuhyun seharusnya senang karena dirinya tak marah, lalu apa yang salah? Jung Soo menatap bayangan Kyuhyun yang sudah menghilang dari ruangan itu lalu menggelengkan kepalanya.
Donghae hyung… Lihat? Tidak ada yang seperti mu. Kalau kau yang ada sekarang, kau pasti sudah memarahi ku dan menyuruhku membersihkan semua nya sendiri. Kau juga pasti akan mengejarku jika aku kabur dari tugasku. Fishy hyung… aku merindukan mu. Teriakan mu, tawa dan wajah polosmu… aku merindukan semua nya, jebal pulang hyung, ku mohon maafkan aku …
.
.
.
Cklek
Kibum menggelengkan kepalanya ketika membuka pintu kamar hyung nya dan mendapati Donghae tengah duduk bersandari di kasur sembari memejamkan matanya menikmati alunan lagu yang ia dengarkan lewat ipod. Pantas saja Donghae tak mendengar ketukan nya. Kibum mendengus lalu menutup pintu itu kembali dan mulai menghampiri Donghae. Tanpa izin, Kibum menarik earphone kanan yang di kenakan Donghae membuat namja itu tersentak kaget.
"Bummie~"
Namun bukan nya marah, Donghae tersenyum lebar melihat Kibum sudah ada di kamarnya. Beberapa saat lalu Kibum masih berkutat dengan buku-buku tugasnya membuat Donghae mengurungkan niat mengajak adiknya untuk hanya sekedar mengobrol. Kibum memang anak rajin sangat berbeda dengan dirinya yang lumayan cuek untuk urusan pelajaran.
Donghae melepaskan earphone dan mematikan ipodnya saat Kibum sudah duduk di kasurnya.
"Sudah selesai belajarnya?" tanya Donghae memulai pembicaraan. Kibum hanya mengangguk untuk menjawab pertanyaan hyung nya itu.
Kibum segera menyodorkan sekotak coklat yang hampir lupa telah ia simpan di kulkas tadi siang. Donghae menatap Kibum dan kotak itu secara bergantian.
"Ayo kita makan bersama, hyung" ajak Kibum sembari membuka kotak itu. Coklat yang terlihat enak dengan berbagai bentuk seakan memanggil orang-orang untuk segera menyantapnya. Donghae menatap coklat itu dengan mata berbinar. Sudah lama ia tak makan coklat.
"Wah~ kau dapat coklat darimana Bummie?" tanya Donghae yang langsung menyambar satu coklat dan memakan nya. Kibum hanya tersenyum.
"Tidak penting siapa yang memberikan nya" jawab Kibum membuat Donghae menaikan alisnya sebelah. Namun sedetik kemudian ia seakan melupakan ucapan dongsaeng nya dan memilih memakan coklat itu lagi. Kibum pun mulai mengambil coklat dan memakan nya.
"Bagaimana sekolahmu?"
Bosan dengan keheningan yang terjadi, Donghae membuka pembicaraan kembali. Kibum hanya melirik Donghae sekilas lalu beralih kembali kepada kotak coklat.
"Biasa saja" jawab Kibum singkat membuat Donghae mempoutkan bibirnya.
"Seperti nya kau harus berubah Bummie. Jangan menjadi ice prince lagi, coba lah menjadi umm… mungkin sedikit perusuh agar hari mu lebih berwarna" ucap Donghae asal membuat Kibum menatapnya dengan kerutan bingung.
"Apa hubungan nya?" tanya Kibum bingung.
"Tentu saja ada! Jika kau merusuh, orang-orang akan lebih memperhatikan mu. Hari mu tidak akan begitu-begitu saja, pasti akan lebih ramai dan menyenangkan. Ya anggap saja sebagai sebuah game dengan banyak musuh kuat jadi tidak membosankan kan?"
Kibum semakin mengernyit bingung, tak mengerti sedikit pun dengan ucapan kakaknya. Ia menatap Donghae dengan penuh kebingungan namun juga terlihat memikirkan kata-kata itu. Donghae terkikik geli namun setelah melihat wajah serius Kibum yang terlihat berpikir, ia mendengus sebal. Donghae melemparkan bantal secara pelan ke arah Kibum yang langsung reflek di tangkap oleh adiknya itu.
"Ish kenapa wajahmu serius sekali. Kau tidak seru Bummie, aku hanya bercanda!" dengus Donghae sambil melipat kedua tangannya di depan dada. Kibum memiringkan kepalanya.
"Jangan menatapku begitu. Lupakan ucapanku, aku hanya bercanda" ucap Donghae lagi membuat Kibum menggedikan bahu nya.
Kibum tak bisa menyembunyikan senyum gelinya saat melihat wajah Donghae yang masih terlihat kesal. Ia tahu Donghae masih kesal karena dirinya yang tidak bisa di ajak bercanda. Tapi inilah dirinya. Dia sadar jika Donghae mengajaknya bercanda beberapa saat lalu namun ia bingung harus membalas candaan itu dengan ucapan apa jadi ia berpura-pura saja tak mengerti maksud sang hyung.
"Hyung…" panggil Kibum, Donghae hanya menjawab dengan gumaman kecil sambil melanjutkan memakan coklat itu.
"Apa kau tidak merindukan Jung Soo hyung? Setiap hari dia menghubungiku karena kau tak menerima telepon nya juga. Apa tidak lebih baik jika kita segera pulang?" pertanyaan Kibum sukses membuat Donghae menghela nafasnya. Bohong jika dia bilang tak merindukan hyung yang selalu menemani nya itu sejak kecil tapi…
"Kita sudah sepakat bukan? Aku akan pulang jika appa dan eomma sudah pulang, jika kau ingin pulang silahkan saja" balas Donghae acuh tak acuh. Kibum terdiam sejenak membuat Donghae sedikit tak enak.
"Mianhae hyung" gumam Kibum.
Donghae tersenyum lebar lalu mengacak rambut Kibum seakan mengatakan tidak apa-apa.
"Tidurlah. Ah! Pulang sekolah besok temani aku jalan-jalan nde?" pinta Donghae yang hanya di balas dengan anggukan oleh Kibum.
Kibum pun beranjak dari kasur Donghae dan melangkah keluar kamar. Ia terhenti sejenak di ambang pintu sebelum menutupnya. Ia menoleh membuat Donghae yang memperhatikan langkahnya sejak tadi menatapnya bingung. Kibum tersenyum tipis.
"Aku memang sulit di ajak bercanda hyung dan aku sangat tahu siapa yang bisa menanggapi setiap candaan mu jadi sebaiknya kita pulang ke rumah secepatnya. Jaljayo Hae hyung"
Blam!
Donghae termenung untuk menyerap dan mengartikan ucapan Kibum. Ia menerawang daun pintu berwarna putih itu. Beberapa saat kemudian Donghae menghela nafas setelah mengetahui maksud dari ucapan Kibum. Donghae memejamkan matanya sejenak. Sosok hyung kesayangan nya muncul dengan senyuman khas yang selalu membuat nya tenang dan nyaman lalu berubah menjadi adik kecilnya yang tengah menyengir lebar seperti biasa.
Donghae mengacak rambutnya frustasi. Bayangan seperti tadi sudah menghantui nya selama 4 hari ini. Perasaan bersalah namun adanya ego yang besar membuatnya pusing sendiri. Berulang kali hatinya sudah berteriak memerintah agar segera pulang ke rumah. Ia sudah tak mempermasalahkan semua nya lagi tapi masih ada ego yang melarang nya kembali saat ini. Aish! Tak ingin semakin pusing dengan pikiran nya sendiri, Donghae memindahkan kotak coklat ke meja nakas lalu membaringkan tubuhnya dan langsung menarik selimut menutupi seluruh tubuhnya.
.
.
Di tempat lain Kyuhyun keluar dari kamarnya sendiri setelah mengganti baju nya dengan piyama berwarna coklat susu bermotif gambar robot. Ia mengedarkan pandangan ke sekeliling rumah. Sebenarnya tak ada yang ingin ia cari. Dan ia tahu hanya suasana sepi saja yang akan ia dapatkan di rumah itu. Dengan langkah gontai Kyuhyun menaiki anak tangga menuju lantai dua. Sandal rumah berbulu lembut itu membalut telapak kaki nya menapaki lantai dingin. Hanya satu tujuan nya saat ini—apalagi jika bukan kamar Jung Soo.
Kyuhyun mengernyit saat melihat pintu kamar Kibum terbuka setengah. Dengan perlahan ia beralih menuju kamar Kibum terlebih dahulu. Apa Kibum pulang? Sepertinya tak mungkin. Ia menyembulkan kepalanya dari balik pintu lalu menghela nafas. Sosok Kibum yang sudah ia bayangkan berada di kamar itu langsung pudar saat mendapati Jung Soo yang berdiri dalam ruangan itu.
Kyuhyun segera masuk ke dalam kamar dan mendekati hyung nya yang terlihat hanya terdiam berdiri di dekat meja belajar Kibum. Seperti pencuri, bocah itu mengendap-ngendap dan—
"WAA! Jung Soo hyung!" teriak Kyuhyun sambil memegang kaki Jung Soo membuat hyung nya itu terlonjak kaget.
"Ya Kyu!"
Kyuhyun tertawa melihat raut kaget di wajah hyung nya itu tapi ia mengernyit melihat Jung Soo hanya menggelengkan kepalanya lalu dengan cepat melipat kertas yang ada di tangannya.
"Hehe apa yang hyung lakukan di kamar Bum hyung? Itu kertas apa?" tanya Kyuhyun sambil menunjuk kertas putih di tangan Jung Soo.
Jung Soo hanya menggeleng lalu menyimpan kertas itu kembali di laci meja belajar Kibum. Ia beralih menatap Kyuhyun yang masih terlihat penasaran dan tatapan nya terfokus pada laci. Jung Soo membungkukan badannya sedikit lalu menyentil dahi Kyuhyun membuat bocah itu meringis. Ia menatap Jung Soo tidak terima.
"Jangan suka mengagetkan orang. Kau bisa membuat hyung mati kaget tahu" ucap Jung Soo tegas walaupun senyuman manis terpantri di wajahnya.
"Biarin hweee~"
"Mwo? Kau meledek hyung eoh? Kemari kau Kyunnie"
"Hahaha Ya hyung—geli hahaha"
Kyuhyun memeletkan lidahnya mendengar nasihat Jung Soo kemudian ia berlari menjauh dari hyung nya itu. Jung Soo pun mengejar Kyuhyun dan dengan mudah ia menangkap adiknya itu dan menggelitiki perutnya. Kyuhyun tak bisa mengelak jika bagian sensitive nya sudah di taklukan seperti itu. Ia hanya tertawa dan pasrah dengan perlakuan hyung nya. Jung Soo pun ikut tertawa, setelah di rasa cukup Jung Soo menggendong Kyuhyun. Mereka berdua masih tertawa walau Kyuhyun sudah memeluk leher Jung Soo erat.
"Hyung curang!" dengus Kyuhyun.
"Haha kau yang memulai nya" balas Jung Soo membuat Kyuhyun merengut walaupun ia juga suka dengan sikap Jung Soo yang seperti ini.
Jung Soo sendiri sadar jika Kyuhyun membutuhkan teman bermain sejak bocah itu menceritakan alasan sebenarnya mengotori ruangan snowy dan mengatakan Jung Soo 'menyebalkan'. Dan sejak saat itu juga, Jung Soo sadar dan mendapat pelajaran baru. Sebagai hyung ia tak hanya mengayomi dan memperhatikan dongsaeng nya tapi juga berperan sebagai teman yang bisa menemani adiknya bermain.
"Malam ini Kyu mau tidur bersama hyung lagi, nde?" pinta Kyuhyun dengan nada manja. Maknae nya memang lebih manja sejak beberapa hari yang lalu. Jung Soo hanya tersenyum sambil mengelus punggung Kyuhyun.
Ia berjalan keluar kamar Kibum dan beralih menuju kamarnya sendiri. Jung Soo menurunkan Kyuhyun di kasurnya dan bocah itu tersenyum lebar. Tanpa buang waktu, Kyuhyun membenarkan posisi tidurnya. Jung Soo menggelengkan kepala lalu ia mulai beranjak naik ke kasur setelah mematikan lampu. Penerangan ruangan ini hanya berasal dari lampu tidur di meja nakas.
Jung Soo segera menarik selimut untuk menyelimuti dirinya dan Kyuhyun yang sudah memeluknya.
"Gomawo Teuki hyung~"
Kegiatan Jung Soo terhenti saat mendengar gumaman dari adiknya itu. Ia menatap Kyuhyun yang sudah memejamkan matanya.
"Mwo?" balas Jung Soo dengan nada bertanya membuat Kyuhyun membuka matanya kembali lalu tersenyum.
"Mulai sekarang Kyu punya panggilan khusus untuk Jung Soo hyung" ucap Kyuhyun sambil mendongakan kepalanya menatap wajah Jung Soo yang memperhatikan nya dengan seksama.
"Karena hyung adalah hyung yang paling hebat, baik dan special untuk Kyunnie jadi Kyu akan panggil Leeteuk hyung—hehe boleh kan hyung?" lanjut Kyuhyun lagi. Jung Soo terdiam sejenak mencerna ucapan adiknya setelahnya ia tersenyum lembut lalu mengangguk.
"Terserah Kyunnie saja" jawab Jung Soo lalu mengecup kening Kyuhyun yang sudah tersenyum lebar.
Kyuhyun memeluk Jung Soo dan memejamkan matanya kembali. Jung Soo hanya mengelus rambut Kyuhyun lembut agar adiknya itu segera tertidur dengan nyaman.
"Kyu… Kyu merindukan Bum hyung dan Fishy hyung" gumam Kyuhyun lirih namun masih bisa di dengar oleh Jung Soo.
"Hyung juga" timpal Jung Soo yang tak bisa menyembunyikan perasaan nya. Sungguh ia merindukan Donghae dan Kibum. Ia merindukan suasana rumah yang ramai dan berisik. Setiap hari ia selalu menghubungi Kibum untuk menanyakan keadaan ataupun hanya mendengar suara adiknya saja, berulang kali ia juga mencoba menghubungi Donghae namun tak ada jawaban membuat dirinya semakin khawatir Donghae masih marah pada dirinya walau Kibum bilang baik-baik saja. Jung Soo menghela nafasnya. Ia hanya bisa berdoa agar kedua adiknya itu segera pulang dan keluarganya tidak akan pernah terpisah lagi.
"Kibummie…"
Gumaman pelan keluar dari bibir Jung Soo saat dirinya mengingat sosok dongsaeng nya itu. Belum lagi kertas yang ia baca sebelumnya di kamar Kibum, setiap deret kalimat yang tertulis di sana seakan terserap dan tercetak dalam pikiran nya. Jung Soo memejamkan matanya lalu mengulas senyuman tipis namun beberapa saat kemudian senyuman itu pudar entah karena apa.
Tangan nya kembali mengurut pelipisnya yang berdenyut. Kepalanya terasa ingin pecah. Sungguh ia pusing memikirkan semua nya. Ia ingin berteriak memanggil kedua orang tuanya agar segera pulang ke rumah. Ia merasa belum sanggup untuk mengontrol dan mengatasi semua masalah yang terjadi ini seorang diri walaupun saat ini dialah yang sudah mulai beranjak dewasa dan sedikit demi sedikit masalah mulai membaik.
Tapi apa yang bisa ia lakukan? Masih banyak hal yang tidak bisa ia tangani seorang diri. Berulang kali ia berusaha menghubungi kedua orang tuanya namun hasilnya ponsel mereka tidak aktif. Ada sedikit perasaan khawatir namun kabar yang selalu ia dapat dari asisten appa nya sedikit banyak mengurangi rasa cemas itu.
'Tuhan… aku lelah. Sungguh, aku sangat lelah dengan semua nya. Tak bisa tidur dengan nyenyak, berbagai pikiran yang selalu menghantui, masalah dengan dongsaeng ku, belum lagi kegiatan dan tugas dari sekolah. Tuhan, apa yang harus aku lakukan? Aku takut dan bingung. Berikan aku kekuatan'
Hanya sepenggal doa yang bisa ia lantunkan dalam hati. Jung Soo menatap langit-langit kamar lalu menghela nafasnya kembali. Dengkuran halus membuyarkan lamunan Jung Soo. Ia mengalihkan tatapan nya pada Kyuhyun yang sudah terlelap. Wajah polos dan damai Kyuhyun saat tertidur selalu membuatnya tenang dan melupakan masalah yang terjadi. Ia mengelus pipi Kyuhyun lalu tertawa kecil. Kyuhyun terlihat lebih imut saat tertidur dan Jung Soo sangat menyukai nya. Kyuhyun memang masih adik kecilnya yang lucu dan perlu di jaga. Jung Soo membenarkan posisi tidurnya lalu mengecup kening Kyuhyun. Ia merapatkan selimutnya lebih lagi sebelum menyusul sang dongsaeng untuk terlelap.
.
.
.
OOOooo ßCMB oooOOO
"Hyung! Sebenarnya kau ingin membeli apa?!"
Kibum mulai kesal pada Donghae yang berjalan di samping nya. Sudah hampir satu jam mereka memutari kawasan pertokoan three lined-gangnam, tapi seperti tak ada tujuan Donghae hanya mengajak Kibum terus berjalan terkadang mampir ke beberapa toko tanpa membeli barang apa pun. Tentu saja Kibum kesal, lebih baik ia di rumah daripada lelah berjalan untuk sesuatu yang tidak penting.
Donghae mengacak rambut Kibum sambil tertawa saat melihat raut kesal di wajah adiknya itu. Sebenarnya ia sendiri tak tahu mau kemana dan membeli apa. Ia hanya ingin jalan-jalan karena suntuk berada di rumah besar kakek neneknya.
"Sekarang kau ingin kemana? Kalau hanya berputar-putar seperti ini, lebih baik aku pulang" tegas Kibum.
"Aish Bummie~ jangan pulang dulu ne? Temani hyung jalan-jalan sebentar lagi" pinta Donghae dengan sedikit merengek membuat Kibum memutar bola matanya.
"Tapi aku lelah hyung!" keluh Kibum sambil melipat kedua tangan nya di depan dada. Donghae meringis lalu merangkul bahu adiknya.
"Mianhae. Kita istirahat dulu nde? Ah! Kita ke toko es krim saja, kajja~"
Donghae langsung menarik Kibum yang terlihat malas-malasan mengikuti kakaknya masuk ke toko es krim. Di sinilah mereka sekarang sebuah toko yang tidak terlalu besar yang menjual berbagai es krim dengan varian warna dan rasa. Donghae memesan es krim coklat dengan topping kacang almond dan chocochip. Sedangkan Kibum memilih es krim vanilla dengan chocolate sauce dan taburan cheese.
Keduanya pun duduk di meja bagian pojok sebelah jendela. Donghae mulai sibuk dengan ponselnya sesekali menyuapkan es krim ke dalam mulutnya sedangkan Kibum hanya menikmati es krim sambil memperhatikan lalu lalang orang di jalanan lewat jendela yang ada di sampingnya.
"Bagaimana? Sudah tidak kesal kan?"
Kibum mengalihkan tatapan nya kepada Donghae yang sudah menatapnya dengan ceria. Kibum hanya mengangguk sekali, es krim cukup mendinginkan pikiran nya. Donghae terlihat senang dengan jawaban adiknya.
"Jadi setelah ini kita jalan-jalan lagi nde?"
"Aniyo! Aku mau pulang"
"Aish Kibummie ayolah~"
Kibum menggeleng pasti membuat Donghae menghela nafas pasrah. Ia mulai fokus memakan es nya.
"Dia…."
Donghae mendongakan kepalanya dan menatap Kibum yang baru saja bergumam. Donghae mengernyit bingung melihat ekspresi Kibum yang serius dan matanya menatap sesuatu di luar toko.
"Waeyo?" tanya Donghae bingung. Kibum tak menjawab pertanyaan Donghae. Ia hanya fokus memperhatikan sesuatu dan terlihat berpikir.
Karena penasaran Donghae mulai celingak celinguk melihat kondisi luar toko dan lalu lalang orang di jalanan.
"Apa yang kau lihat Kibummie?" tanya Donghae sedikit mendesak. Kibum akhirnya mengarahkan telunjuknya ke arah luar seakan memberi tanda pada Donghae yang masih bingung dengan arah telunjuk itu.
"Aish Kibummie ada apa?" decak kesal Donghae.
Kibum melirik kearah Donghae sekilas kemudian kembali kepada subjek yang Ia perhatikan sejak tadi.
"Orang itu… Aku pernah melihat orang itu saat aku jalan-jalan dengan Kyu"
Donghae mengernyit bingung namun ia mulai fokus mencari siapa yang di maksud oleh Kibum. Matanya membulat melihat sosok yang tak asing baginya tengah berdiri di samping sebuah mobil Mercedes berwarna hitam dengan pakaian formal.
Donghae segera mengalihkan tatapan nya kepada Kibum kembali yang sepertinya sudah tak memperhatikan subjek tadi dan melanjutkan makan es nya lagi.
"Apa maksudmu Kibummie?" tanya Donghae yang terlihat masih penasaran.
"Apa?" tanya Kibum balik yang tak mengerti maksud pertanyaan Donghae.
"Itu… dia… kau pernah melihatnya dimana? Lalu K-kyu?" Donghae mengulang pertanyaan nya dengan sedikit tergagap bingung menyusun kata-kata yang baik.
"Ne. Waktu Kyu mengajak ku menemani nya ke toko buku minggu lalu. Aku menyuruh Kyu menunggu di luar karena ada buku yang lupa ku beli. Tapi saat aku keluar, wajah Kyu terlihat sudah pucat dan ia terduduk di jalanan" terang Kibum membuat Donghae mendengarkan dengan seksama sesekali ia melirik keluar jendela memperhatikan seseorang di sebrang jalan sana.
"Saat itu, aku melihat orang itu berdiri di belokan tak jauh dari kami dan tertawa misterius memperhatikan kami. Kyu segera menarik tangan ku untuk pulang namun saat Kyu berdiri dan bertatap muka dengan nya, orang itu melambaikan tangan. Aku bertanya apa mereka mengenal, Kyu bilang tidak dan dia segera berlari ketakutan" jelas Kibum.
Tanpa sadar Donghae mengepalkan kedua tangannya yang ada di atas meja. Entah mengapa pikiran nya seakan berputar-putar dan mulai menyusun beberapa puzzle yang terpisah. Donghae berdecih pelan membuat Kibum menatap nya bingung.
"Kau pulang duluan Bummie, aku ada urusan"
Kibum ingin memanggil Donghae yang tiba-tiba beranjak dari sofa dan melangkah pergi namun hyung nya itu sudah berlalu keluar dari toko es krim menyisakan kebingungan pada bocah itu.
.
"Kami sangat berterimakasih karena tuan muda Ok bersedia menghadiri opening brand ini" seorang namja paruh baya membungkukan badannya kepada seorang anak yang masih duduk di bangku sekolah menengap pertama yang berdiri dengan angkuh. Taecyeon hanya tersenyum kecil lalu beralih menuju mobil nya yang terparkir di depan toko. Ia mengeluarkan ponsel canggihnya dan memainkan nya selagi menunggu appa nya selesai dengan kolega bisnisnya.
Sreett~
Taecyeon membelalakan matanya saat tangannya di cengram oleh seseorang yang dengan cepat meyeretnya ke sebuah gang tak jauh dari mobilnya. Belum sempat namja itu protes, tubuhnya sudah di himpit oleh seseorang yang ada di hadapan nya. Taecyeon bingung namun akhirnya ia mulai menyeringai setelah menyadari siapa yang menghimpitnya.
"Ah! Kau membuatku kaget Park Donghae" ucapnya santai.
Donghae tak membalas sapaan itu, ia menekan dada Taecyeon agar berhimpit di dinding sehingga namja itu tidak kabur. Entah kekuatan darimana ia bisa mengalahkan kekuatan Taecyeon yang memberontak.
"Bagaimana kabarmu Hae-ya? Senang bisa melihatmu di sini? Ah! aku belum berterimakasih untuk kompetisi beberapa hari lalu. Apa kau tahu aku menjadi ju—"
"Aku tidak peduli dengan kompetisi itu!"
Donghae memekik keras memotong ucapan Taecyeon yang hendak menyombongkan dirinya. Dia tak peduli dengan kemenangan yang di raih orang di hadapan nya, ia hanya ingin menanyakan sesuatu.
"Aku hanya ingin kau menjawab satu hal yang ku tanyakan" desis Donghae membuat Taecyeon menaikan alisnya sebelah. Donghae menghela nafas sebelum melanjutkan ucapan nya.
"Apa yang kau lakukan pada Kyuhyun? Cara licik apa yang sudah kau gunakan?" tanya Donghae dengan nada pelan namun tegas dan penuh penekanan.
"Hei hei apa yang kau bicarakan? Aku tak mengerti!" Taecyeon berusaha mendorong tubuh Donghae agar menyingkir dari hadapan nya namun Donghae bergeming dengan posisinya membuat Taecyeon mendengus sebal.
"Jangan menuduh macam-macam! Aku tak melakukan apa pun dan… Kyuhyun? Nugu? Aku tak mengenalnya!" pekik Taecyeon.
"Kyuhyun membuat surat pengunduran palsu untuk ku dan menyerahkan pada panitia kompetisi. Dia tak akan melakukan itu tanpa sebab. Lalu kau bertemu dengan nya seminggu yang lalu di depan toko buku bukan? Katakan yang sebenarnya!" balas Donghae dengan nada tinggi. Taecyeon terdiam sejenak sebelum akhirnya namja itu tertawa keras membuat Donghae mengernyit bingung.
"Ah! bocah itu… jadi nama nya Kyuhyun eoh? Hahaha Jadi begitu ceritanya? Ckck ternyata dia memang hanya anak kecil bodoh!"
Donghae menekankan lengan nya lebih kuat pada perbatasan dada dan leher Taecyeon membuat namja itu meringis.
"Tak ada yang boleh memanggilnya bodoh selain aku!" pekik Donghae membuat Taecyeon mendengus sebal.
"Aish kau ini kenapa sih, lepas!" Taecyeon berusaha memberontak lagi tapi hasilnya sia-sia. Sungguh ia sedikit kagum dengan kekuatan Donghae kali ini. Anak yang biasa ia bully bersama teman-teman nya, anak yang biasanya hanya kabur dan melawan dengan kekuatan lemah sekarang terasa menjadi lebih kuat seperti ini. Bagaimana bisa?
"Jawab aku!"
"Ya ya ya aku memang bertemu dengan bocah itu. Aku hanya meminta nya untuk membujukmu mengundurkan diri dari kompetisi dengan sedikit ancaman. Saat itu aku hanya bermain-main karena tingkah adik kecil mu yang ketakutan itu sangat lucu—haha tapi ternyata bocah itu melakukan lebih dari yang ku bayangkan haha anak yang menarik"
"Kau…!"
Tanpa sadar Donghae segera mencengkram kerah baju Taecyeon dengan kasar membuat namja di hadapan nya meringis karena lehernya terasa tercekik.
"Hae hyung…"
Namun entah mengapa Donghae terasa lemas saat sosok Kyuhyun kembali muncul dalam pikiran nya. Ia melepaskan tubuh Taecyeon dan mundur beberapa langkah. Matanya bergerak gelisah membuat Taecyeon hanya mengernyit bingung.
"A-apa yang kau katakan pada nya?" tanya Donghae dengan nada sedikit bergetar.
"Aku hanya mengatakan akan melukai mu dan mematahkan kaki mu jika kau tidak mengundurkan diri dari kompetisi lalu aku menyuruhnya memikirkan ucapan ku dan menjadi adik yang baik. Ah dongsaeng mu itu polos juga ternyata—haha"
Taecyeon merapikan tuxedo nya yang lusuh karena perbuatan Donghae. Ia mengerutkan dahinya saat melihat Donghae hanya terdiam di tempat sambil menatap kosong aspal yang ada di bawahnya. Taecyeon mendengus sebal dan tanpa memusingkan tingkah aneh Donghae, ia melangkahkan kaki nya hendak pergi.
"Jebal…" Suara pelan milik Donghae membuat Taecyeon berhenti dan menoleh ke saingan nya itu lagi. Donghae bergeming di tempat dan enggan menatapnya membuat Taecyeon semakin bingung.
"Kau boleh melakukan apapun padaku, aku tak akan mempermasalahkan nya tapi ku mohon… jangan pernah menemui bahkan menyakiti Kyu lagi, aku mohon—Sunbae" ucap Donghae pelan.
Taecyeon sedikit terkesiap dengan ucapan Donghae. Sudah lama Donghae tak memanggilnya sopan seperti itu. Ia memperhatikan Donghae dari atas sampai bawah lalu berdecih pelan dan tanpa berkata apapun lagi ia pergi meninggalkan Donghae sendirian.
"Donghae pabbo-ya!" rutukan pelan itu menggema di gang sepi tersebut. Donghae bersandar lemas di dinding sambil menjambak helai rambutnya sendiri.
Hae hyung~~
Hoii ikan jelek! Fishy hyungie~
Hae hyung—hiks Kyu… hiks
Suara riang dan sosok ceria itu muncul di pikiran Donghae yang sudah merosot jatuh dan duduk di aspal dingin. Ia berteriak tertahan seakan mengeluarkan perasaan sesak yang memenuhi hatinya saat bayangan bocah kecil itu muncul dengan wajah sedih dan penuh isak tangis.
"Mianhae mianhae mianhae hyung… Kyu tidak bermaksud menghancurkan rencana mu. Aku tidak bermaksud membuat mu kecewa dan sedih. Hanya saja, Kyu tidak ingin kau… A-aku… Aku tidak ingin kau… Mianhae—Jeongmal Mianhae"
Penyesalan selalu datang terakhir…
Pepatah itu sangat di rasakan oleh Donghae saat ini. Perasaan bersalah sudah ia rasakan beberapa hari lalu semakin menekan dan menyelimuti hatinya sekarang. Benar kata hyung nya, berkata dengan emosi hanya membuahkan ucapan menyakitkan. Tak seharusnya ia emosi saat itu. Tak seharusnya ia membentak Kyuhyun hingga seperti itu tanpa bertanya dan mendengar alasan nya. Lalu penuturan Kyuhyun 3 hari yang lalu kembali terngiang. Anak itu terus meminta maaf tapi dirinya justru meninggalkan nya begitu saja.
Dia berusaha melindungi ku tapi apa yang ku lakukan. Aku ini bodoh atau tolol? Apa yang harus ku lakukan sekarang? Kyunnie Mianhae… Aku membawa mu ke dalam masalah ku, kau ingin melindungi ku tapi aku justru…
Maafkan hyung, Kyu… Mianhae… Jeongmal mianhae Kyunnie….
Isakan tangis pun akhirnya terdengar menggantikan segala umpatan pada dirinya sendiri. Donghae menekuk lututnya dan memeluknya erat. Menundukan kepalanya dan mulai mengeluarkan bulir-bulir bening dari matanya. Tubuhnya mulai terlihat gemetar namun ia tak peduli jika ada orang yang melihat nya nanti. Ia hanya ingin menangis sendirian menyalurkan rasa sesak yang menekan dadanya.
.
.
Langit cerah sudah berubah menjadi gelap. Kerlipan bintang seakan bersembunyi menyisakan sang rembulan yang masih setia menerangi kegelapan malam.
Dengan langkah gontai, Donghae tiba di rumah kakek dan neneknya. Ia tak mempedulikan tatapan cemas yang di tunjukan oleh para maid yang di lewatinya. Ia pun tak menyahut salam mereka. Tubuh dan pikiran nya terlalu lelah sekarang. Ia hanya ingin menuju kamar dan tidur.
Donghae menggembungkan pipinya, terkadang ia berpikir kenapa ia tak bisa hidup seperti teman-teman seusianya. Beberapa hari ke belakangan ia seperti orang dewasa yang punya banyak pikiran terutama hari ini. Bukankah ia masih kecil dan berhak bermain-main tanpa memikirkan hal-hal berat.
Drap… Drap…
"Hae hyung!"
Donghae tersentak kaget saat hendak menaiki tangga. Ia mendongakan kepalanya dan mendapati Kibum sudah berdiri di atas sana dengan wajah cemas. Donghae mengernyit bingung.
Kibum langsung berlari menuruni tangga menghampiri kakaknya yang baru pulang itu.
"Kau ini kemana saja? Kenapa ponsel mu tak aktif? Aku mencari mu kemana-mana" Kibum langsung memberondong Donghae dengan berbagai macam pertanyaan. Donghae hanya terdiam sejenak memperhatikan raut cemas adiknya itu, tak biasanya Kibum seperti ini—pikirnya. Donghae hanya tersenyum tipis.
"Mianhae Bummie. Ponselku lowbat, tidak perlu cemas" ucap Donghae. Kibum menghela nafas lega namun kecemasan masih terlihat jelas membuat Donghae melontarkan pertanyaan.
"Ada apa?"
"Hyung, tadi kau kemana saja? Itu… heum—apa kau bertemu Kyu?"
Donghae semakin bingung karena Kibum membalikan pertanyaan nya dengan pertanyaan baru. Dia menggelengkan kepalanya membuat Kibum bergerak gelisah.
"Sebenarnya ada apa?" tanya Donghae tambah penasaran. Kecemasan Kibum membuatnya yakin ada sesuatu yang terjadi apalagi dengan sikap Kibum yang terasa berbeda seperti ini. Kibum terlihat berpikir sejenak hingga akhirnya ia menatap Donghae.
"Tadi Jung Soo hyung menghubungiku. Dia bertanya apa Kyu bersama ku atau ada di sini tidak? Dia bilang Kyu belum pulang dari tadi siang"
Ucapan Kibum sukses membuat Donghae membelalakan matanya. Ia ingin bertanya namun tak ada suara yang keluar walau mulutnya sudah terbuka.
"Jung Soo hyung bilang tidak perlu khawatir. Dia akan mencari Kyu. Setelah Kyu pulang dia akan menghubungi lagi. Tapi aku sangat khawatir sekarang" tambah Kibum.
"La—lu?" tanya Donghae terbata. Kibum menggelengkan kepalanya.
"Kyu belum pulang juga"
Donghae segera mengalihkan tatapan nya pada jam besar di tengah ruangan itu. Waktu sudah menunjukan pukul 8 malam. Kyuhyun tak pernah pulang selarut ini dan tentu saja Donghae ikut panik sekarang.
"Kita harus ikut mencarinya sekarang" ucap Donghae dengan nada panik. Ia hendak beranjak pergi namun lengan nya di pegang Kibum.
"Tapi hyung…" Kibum bingung harus mengatakan apa. Ia hanya ingin menenangkan dan untuk saat ini mengikuti perintah Jung Soo untuk menunggu.
"Jung Soo hyung tidak mungkin mencari sendiri, Kibum. Kajja kita pulang dulu dan cari bersama" Kibum sedikit terkesiap dengan ucapan sang hyung. Donghae mau pulang? Apa ia tak salah dengar.
Donghae mendengus saat melihat Kibum terdiam. Ia langsung menarik tangan Kibum agar mengikuti nya. Ia segera berlari keluar rumah namun langkahnya terhenti saat mereka akan keluar, pintu depan sudah terbuka terlebih dahulu dari luar.
Donghae dan Kibum membelalakan matanya tak percaya saat melihat dua sosok orang dewasa yang baru saja memasuki rumah kakek nenek mereka. Tubuh mereka seakan membeku melihat dua orang yang sepertinya tak kalah terkejutnya.
"Appa? Eo-eomma?" gumam Donghae tak percaya.
"Hae? Kibum?"
Tuan dan nyonya Park juga terkejut saat mendapati dua anaknya sudah berdiri di hadapan mereka. Keduanya sengaja mengunjungi rumah orang tua tuan Park untuk mengambil beberapa berkas dan barang yang tertinggal ketika mereka menginap seminggu yang lalu. Tak pernah di bayangkan jika anak mereka akan berada di sini. Kenapa Donghae dan Kibum ada di sini? Mereka terdiam dan saling melempar tatapan bingung.
"K-kenapa kalian bisa ada di sini?" tanya Kibum yang baru saja sadar dari lamunan nya.
Kedua orang tua mereka terlihat saling menatap satu sama lain sebelum menghela nafas dan mengulas senyuman tipis. Sepertinya sandiwara yang sudah di susun tidak bisa di mainkan lagi. Mereka harus menjelaskan semua nya sekarang.
Nyonya Park menghampiri keduanya dan memeluk Donghae dan Kibum sekilas lalu mengecup pucuk kepala keduanya. Tak bisa di pungkiri ia sudah sangat merindukan buah hatinya itu.
"Kalian sudah pulang?" tanya Donghae bingung sambil menatap appa dan eomma nya bergantian meminta penjelasan. Bukankah mereka baru pulang seminggu lagi? Apa mereka mempercepat kepulangan dan sekarang ingin menjemput mereka? Tapi mereka terlihat terkejut juga tadi, ada apa ini?
"Kami akan menjelaskan nya nanti. Sekarang apa yang kalian lakukan di sini?" tanya eomma dengan nada lembut. Donghae dan Kibum terdiam sejenak. Kibum terlihat melirik kearah Donghae yang hanya menundukan kepala memandangi lantai. Kebingungan pun di rasakan tuan dan nyonya Park.
"Hae? Bummie? Ke—"
"AH! Pabbo! Ppalli, kita harus segera pulang… Kyunnie!" pekik Donghae memotong ucapan sang appa tanpa sadar.
Donghae langsung menoleh kearah Kibum yang hanya menganggukan kepalanya. Tuan dan nyonya Park kembali berpandangan, entah mengapa mereka sadar ada yang tidak beres di sini. Nyonya Park memegang bahu Donghae dan menatap kedalam manic anaknya dengan tatapan cemas.
"Ada apa? Ada apa dengan Kyuhyun?" tanya nya.
"Tak ada waktu menjelaskan eomma. Kita harus pulang!"
Donghae langsung menarik tangan Kibum dan segera berlari keluar rumah. Tuan dan nyonya Park yang masih di landa kebingungan pun mengikuti keduanya, setidaknya mereka harus segera pulang untuk memastikan tidak ada sesuatu buruk yang terjadi. Tuan Park segera melajukan mobilnya dengan kecepatan cukup tinggi membawa keluarga nya pulang ke rumah.
.
"Aigoo Kyu kau dimana? Kyunnie…"
Racauan itu terdengar jelas memenuhi sebuah ruangan yang di huni oleh seorang remaja yang sudah berjalan mondar mandir ke sana kemari. Kecemasan dan panik terlihat di wajahnya. Berulang kali ia bergumam memanggil nama dongsaeng nya namun tak bisa berbuat banyak. Ia terus melirik ke arah pintu utama berharap adiknya akan segera muncul di sana.
Jung Soo meremas ponsel berwarna putih yang ada di tangannya berusaha menyalurkan keresahan hatinya. Bagaimana tidak cemas jika adik kecilnya belum pulang ke rumah sejak siang tadi. Tak ada kabar dari adiknya akan pulang terlambat. Ia sudah mencari ke sekitar rumah namun hasilnya nihil. Hampir seluruh teman Kyuhyun sudah ia hubungi untuk mencari tahu dimana keberadaan adiknya namun tak ada yang mengetahuinya. Ia ingin mencari ke tempat yang lebih jauh lagi tapi ia tak mungkin meninggalkan rumah kosong, jika Kyuhyun pulang saat ia pergi bagaimana?
Oh Tuhan…
Perasaan ini lebih sesak di banding saat ia mencari Kibum dulu. Ia merasa tidak bisa berbuat apa-apa sekarang. Hanya berada di rumah dan berharap dongsaeng nya segera pulang.
Tak biasanya Kyuhyun pergi tanpa kabar dan belum pulang hingga selarut ini. Tak salah kan jika berbagai pikiran buruk mulai menghantui nya.
Jung Soo mengacak rambutnya frustasi. Ia menggeram kesal hingga dengan tergesa ia langsung menuju kamar dan mengambil hoodie berwarna putih. Tak bisa hanya diam menunggu. Ia harus mencari lagi, perasaan nya semakin tidak enak.
Cklek
Tepat saat Jung Soo hendak memegang handle, daun pintu itu terbuka lebih dulu. Jung Soo segera mendongakan kepalanya menatap sosok yang masih berada di luar, bagaimana pun ia sangat berharap Kyuhyun lah yang membuka nya.
"Jung Soo hyung!"
Jung Soo limbung ke belakang saat seseorang berhambur memeluknya. Harapan yang sebelumnya di rapalkan Jung Soo sepertinya tak menjadi nyata. Bukan Kyuhyun yang memeluknya saat ini tapi—
"Hae?"
"Hyung… mianhae mianhae mianhae. Hyung maafkan Hae, jeongmal mianhae hyung" ucap Donghae berulang kali dengan nada bergetar. Jung Soo terdiam sejenak mencerna maksud dari adik nya itu hingga akhirnya senyuman manis terukir di wajahnya. Perlahan ia mengulurkan tangan nya dan mengelus kepala Donghae dengan sayang.
"Mianhae hyung, mianhae. Hae salah, Hae pabbo… Mianhae"
"Ssstt… apa yang kau bicarakan Hae-ah? Untuk apa kau minta maaf eoh?"
Jung Soo melepaskan pelukan Donghae dan menatap wajah kusut adiknya itu. Ia mengelus pipi Donghae sambil tersenyum geli.
"Kemarin Hae membantahmu, Hae marah padamu juga tak mendengarkan ucapan mu. Mianhae~" sesal Donghae.
"Tidak perlu di ingat lagi. Hyung sama sekali tidak marah padamu, hyung justru mencemaskan mu. Dan hyung sangat senang bisa melihatmu lagi Hae" balas Jung Soo membuat Donghae mulai mengulas senyuman tipis.
"Hae kangen hyung~" Donghae kembali memeluk Jung Soo dengan sangat erat. JungSoo hanya bisa mengacak rambut Donghae sayang. Tatapan nya pada Donghae teralih saat tiga orang memasuki gerbang rumahnya. Mata Jung Soo membulat kaget melihat sosok kedua orang tuanya memasuki rumah.
"Appa? Eomma?" gumam Jung Soo tidak percaya. Donghae melepaskan pelukannya dan membalikan badan nya.
"Kenapa kalian ada di si—"
"Jung Soo dimana Kyuhyun? Ada apa dengan nya? Kata Kibum, dia belum pulang?" sang eomma langsung berhampur menghampiri Jung Soo dan memegangi kedua lengan putra sulungnya.
Pertanyaan eomma membuat Jung Soo merutuk dirinya sendiri, kenapa ia jadi lupa dengan Kyuhyun beberapa saat lalu.
"Itu… mollayo, Kyu belum pulang dari sekolah sejak siang tadi. Aku sudah mencari nya ke sekeliling rumah dan menghubungi teman-teman nya tapi tak ada hasil. Aku berniat mencari ke sekitar pertokoan sekarang" terang Jung Soo kembali dengan wajah cemasnya.
Helaan nafas terdengar dari 4 orang yang mendengarkan perkataan nya.
"Baiklah. Sekarang kita cari bersama. Eomma dan Kibummie tunggu di rumah saja, hubungi kami jika dia sudah pulang. Kalian ikut appa, kita berkeliling dengan mobil" titah sang appa yang tentu saja di turuti.
"Biarkan aku mencari dengan sepeda saja appa" ucap Donghae saat tuan Park dan Jung soo hendak keluar dari pagar menuju mobil. Kedua nya menatap Donghae yang mengangguk mantap.
"Pinjamkan aku ponsel mu hyung, punya ku lowbat"pinta Donghae pada Jung Soo yang segera menyerahkan ponselnya.
Tanpa membuang waktu tuan Park dan Jung Soo segera berlari menuju mobil sedangkan Donghae segera mengambil sepeda di bagasi dan langsung mengayuhnya cepat menuju tempat-tempat yang menurutnya biasa di datangi sang maknae.
.
.
Malam semakin larut, angin dingin berhembus kencang membuat orang yang merasakan nya bergidik. Sama seperti yang di rasakan seorang bocah yang tengah mengeratkan jaket yang ia pinjam dari salah satu teman nya. Tangan nya ia sembunyikan di saku jaket berusaha mencari kehangatan untuk tangan nya yang dingin.
"Kyu pabbo! Teuki hyung pasti akan marah saat aku sampai rumah nanti" rutuk bocah itu pada dirinya sendiri di tengah perjalanan pulangnya.
Kyuhyun menendang-nendang kecil kerikil di jalan untuk menemani perjalanan nya sambil sesekali bergumam sendiri. Sungguh ia ingin memukul dirinya sendiri karena tak ingat waktu karena terlalu asyik bermain. Sepulang sekolah ia di paksa Jonghyun—teman sekelasnya untuk bermain di game center milik kakak Jonghyun yang baru saja di buka. Kyuhyun pun tak bisa menolak dan berpikir akan bermain hingga sore lalu pulang sebelum hyung nya pulang. Tapi rencana nya berantakan saat ia di tantang oleh seorang bocah sepantaran nya untuk bertanding game. Dan karena keasyikan main, Kyuhyun benar-benar lupa waktu dan tak sadar jika siang sudah berganti sore hingga sekarang sudah cukup larut malam.
"Teuki hyung pasti cemas karena aku belum pulang dan tak memberi kabar. Mianhae hyung~"
Ia menghembuskan nafasnya. Hari ini ia menjadi anak nakal lagi. Game membuatnya lupa segalanya apalagi jika ada rival tanding yang cukup kuat. Tak salah jika orang tuanya sering menegur Kyuhyun agar mengurangi kesenangan nya bermain game.
Sudahlah… Tak ada guna nya menyesal dan merutuk diri sendiri.
Sekarang ia sudah siap jika Jung Soo akan memarahi nya nanti. Yang penting, harus cepat pulang ke rumah. Kyuhyun membenarkan ransel yang ia gendong dan mengambil ancang-ancang untuk berlari.
TUK
"Eh?"
Niat Kyuhyun untuk berlari tak jadi di laksanakan . Ia justru terdiam di tempat sambil menatap sesuatu yang menabrak ujung sepatunya. Ia memiringkan kepalanya memperhatikan sebuah mobil-mobilan yang menghalangi langkahnya. Kyuhyun segera mengambil sebuah mobil-mobilan berwarna hijau bercorak hitam.
"Kenapa ada di sini?" gumamnya.
Kyuhyun mengalihkan tatapan nya pada seorang anak yang berumur sekitar 5 tahun tengah berlari kecil menghampirinya sambil membawa sebuah remote control. Kenapa jam segini masih ada anak kecil? Hei apakah kau lupa kau sendiri juga anak kecil, Kyuhyun-ah?
"Hyung, mobil!"
Anak itu telah berdiri di hadapan Kyuhyun dan menyodorkan tangan nya seakan meminta sesuatu. Kyuhyun pun menatap mainan yang ada di tangannya dan anak itu bergantian.
"Ini milikmu?" Kyuhyun tersenyum geli saat melihat anak itu mengangguk dan tersenyum lucu. Ia pun mulai mendekati anak itu dan menyodorkan mainan yang ada di tangannya.
"Taeminnie!"
Kyuhyun mengalihkan tatapan nya ketika mendengar suara teriakan dari seorang anak lain nya yang tengah berlari menghampiri mereka. Kebingungan terjadi saat anak yang sepertinya di panggil Taemin itu justru tidak menghiraukan maianan nya tetapi malah bersembunyi di belakang Kyuhyun dan memegangi celana Kyuhyun.
"Kenapa keluar? Sudah hyung bilang jangan keluar dari toko! Bahaya keluar toko semalam ini" ucap anak yang sudah berdiri di hadapan Kyuhyun dengan nada sedikit kesal namun juga terdengar cemas.
Kyuhyun hanya terdiam memperhatikan kedua anak itu. Kemiripan di wajah keduanya membuat Kyuhyun yakin jika dua anak ini bersaudara. Ia mengernyit bingung saat Taemin tak menjawab pertanyaan hyung nya dan semakin meremas celana nya.
"Kajja kembali ke toko!" ajak anak itu sambil mengulurkan tangan nya pada sang adik namun kembali ucapan nya di abaikan begitu saja membuatnya semakin kesal.
"Taemin!"
"Andwae! Minho hyung jahat, Minnie tak mau ketemu hyung!" balas Taemin dengan suara cempreng nya pada Minho—sang hyung yang kini menghela nafas pasrah.
"Waeyo?" Akhirnya setelah terdiam, Kyuhyun membuka suaranya. Ia juga bingung apa yang terjadi pada kedua anak itu di tambah dengan Taemin yang terus memegangi celana nya yang membuat Kyuhyun risih.
"Minho hyung jahat! Dia memalahi Min tadi" adu bocah itu sambil mendongakan kepalanya menatap Kyuhyun yang menoleh ke belakang memperhatikan anak yang tengah berbicara dengan mata berkaca-kaca.
"Hyung marah karena Min salah"
Minho meralat ucapan Taemin saat Kyuhyun beralih menatapnya.
"Min membuang kue hyung padahal hyung sudah susah mengantri untuk mendapatkan nya" tambah Minho lagi menjelaskan.
"Tapi… tapi anak itu bilang kuenya belacun. Nanti Minho hyung kelacunan telus mati. Min tak mau lihat hyung mati jadi Min buang caja" balas Taemin dengan nada pelan.
"Dia berbohong pada Minnie karena dia tidak suka kita dapat kue itu sedangkan dia kehabisan. Sudah hyung bilang jangan mempercayai nya!"
"Jeongmal?" Taemin menyembulkan kepalanya dari balik Kyuhyun dan menatap kakaknya dengan polosnya. Minho mengangguk pasti.
"Mianhae hyungie. Tapi… Min takut… Minho hyung malah na celem hiii~" Taemin menunjukan ekspresi ketakutan yang justru terlihat imut. Minho mengelus tengkuknya sambil tersenyum canggung.
"Hehe Mianhae Minnie"
Taemin pun segera menghampiri Minho lalu menyengir lebar. "Minnie cayang Minho hyung~" anak itu memeluk hyung nya erat dan Minho pun hanya bisa tertawa sambil mengacak rambut dongsaeng nya gemas.
Taemin beralih menghampiri Kyuhyun yang terlihat terdiam di tempatnya. Ia memiringkan kepalanya sambil mengerjap polos bingung kenapa hyung yang satu itu hanya terdiam saja.
"Hyung…" Taemin menarik-narik ujung seragam Kyuhyun membuat bocah itu tersadar dari lamunan nya. Ia menatap Taemin dengan tatapan bertanya.
"Mobil~" Kyuhyun tersenyum mengerti maksud anak itu dan segera mengembalikan mainan itu kepada pemiliknya.
"Gomawo hyung~"
Setelah nya Taemin dan Minho membungkukan badan nya sedikit dan memberi salam pada Kyuhyun sebelum keduanya berlari pergi. Kyuhyun hanya tersenyum getir memandangi bayangan dari dua anak itu. Ia menghela nafas dan mulai melanjutkan perjalanan nya.
"Hae hyung…"
Mendengar dan melihat apa yang di lakukan kedua anak itu membuat Kyuhyun mengingat sosok Donghae. Semua memory kebersamaan bersama Donghae walau lewat sebuah pertengkaran berputar-putar dalam pikiran nya. Mungkin setiap pertengkaran nya tak berakhir seindah kedua anak itu tapi Kyuhyun tetap bersyukur Donghae masih berada di samping nya.
Sungguh ia merindukan sosok hyung nya itu. Kejadian beberapa hari yang lalu kembali berputar bagai video yang menurut Kyuhyun sangat horror. Wajah Donghae yang merah padam, semua teriakan nya masih terekam jelas dalam pikiran nya walau sudah berusaha ia lupakan.
"Hae hyung…" gumam nya lagi sambil mengerjapkan matanya yang sudah berembun. Ia menundukan wajahnya memperhatikan kerikil yang masih setia ia tendang-tendang kecil.
Aku membenci mu, Kyu. Kau orang yang menghancurkan semua nya dan aku sangat membenci mu!
"Apa kau benar-benar membenci ku sekarang hyung? Kenapa kau belum menghubungi ku juga hingga sekarang?"
Ucapan Donghae yang selalu menghantuinya setiap tidur malam kembali terngiang di pikiran nya. Kyuhyun meremas ujung seragamnya sendiri. Menurutnya, Donghae serius dengan ucapan nya di buktikan dengan hyung nya itu memilih tinggal di rumah kakek neneknya juga terkesan menghindari dan tak ingin melihatnya lagi sekarang. Jung Soo sudah mengatakan Donghae hanya membutuhkan waktu untuk sendiri namun Kyuhyun tak bisa mempercayai seluruh nya.
"Hiks… Kyu memang salah Hae hyung"
Isakan tak bisa di tahan lagi dan mulai mengiringi setiap langkah Kyuhyun. Ia menyesal sudah melakukan hal bodoh itu tapi ia hanya tak ingin hyung nya terluka, hanya itu…
"Kyu mau bertemu Hae hyung lagi. Hae hyung… Hae hyung—hiks" racau nya bagai sebuah lantunan doa yang terus meluncur dari bibirnya yang bergetar. Berulang kali ia mengusap wajahnya yang sudah basah dan mengucek matanya.
Tak mempedulikan tatapan orang yang melihatnya dengan tatapan bingung juga terhadap janji yang ia buat pada Jung Soo, Kyuhyun hanya berjalan gontai sambil terisak tangis menyusuri jalanan menuju rumah yang sudah di hafal oleh bocah itu. Satu nama yang terus di gumamkan nya mengungkapkan betapa besar rasa rindu dan keinginan nya untuk bertemu sosok itu lagi.
Orang yang pertama kali menolak kehadiran nya namun…
Tanpa di sadari orang itu juga yang pertama kali menerima sosoknya.
Orang yang sebenarnya selalu memperhatikan lewat cara yang tidak biasa. Orang yang pertama kali mengajaknya berbicara walau lewat kata-kata tajam dan menyakitkan. Orang yang tidak pernah jenuh bertengkar dengan nya dan terus meladeni setiap kenakalan juga kejahilan bocah itu. Orang yang mengeluarkannya dari sebuah situasi bosan.
Orang sebenarnya sangat dekat walau terlihat canggung dan tak bisa di satukan.
"Hae hyung… Hae hyung—hiks"
Sungguh jika ia bisa bertemu doraemon yang selalu di lihatnya di televisi dan meminjam mesin waktunya, Kyuhyun ingin memutar kembali waktu. Ia menyesal melakukan hal bodoh yang membuat hyung nya marah besar juga kecewa. Kenapa baru sekarang ia menyadari betapa ia membutuhkan sosok hyung nya itu? Kenapa ia baru menyadari jika selama ini Donghae yang sebenarnya selalu menemaninya?
Air mata itu semakin mengalir deras dari sudut matanya. Hati nya masih terus berteriak memanggil sosok itu agar ia bisa segera melihat sosoknya dan mendengar suaranya lagi.
"KYU!"
Kyuhyun sontak menghentikan langkahnya saat mendengar sebuah suara yang sangat di kenal nya.
Suara itu…
Benarkah itu suaranya nya?
Terdiam sesaat di tempatnya dan berusaha menajamkan pendengaran nya pada suara yang memanggilnya tadi untuk memastikan.
"Kyuhyun!"
Sudut bibir bocah itu mulai terangkat membentuk sebuah senyuman tipis. Ia yakin siapa yang memanggilnya. Tanpa pikir panjang ia pun membalikan badannya dan senyuman nya semakin lebar saat melihat seseorang yang sudah ada di ujung jalan sana.
"Hae hyung…" gumam Kyuhyun pelan.
Apa ini mimpi? Atau hanya bayangan nya saja?
Ah tidak! itu benar sosok hyung nya. Itu Donghae! Kyuhyun langsung menghapus jejak air matanya dan mengucek matanya untuk menyingkirkan bulir bening itu. Ia menatap sosok yang masih terengah-engah di sana dengan tatapan tidak percaya walau hatinya bersorak senang.
Donghae menghela nafas lega melihat sosok adik yang sudah ia cari sejak tadi. Ia turun dari sepedanya dan membiarkan sepeda itu terjatuh begitu saja di jalan.
"Pabbo-ya!" umpat Donghae pelan sambil berlari kecil untuk menghampiri Kyuhyun.
TIN… TIINNN~~
Namun Donghae menghentikan langkahnya saat mendengar suara klakson yang sangat berisik. Ia mengedarkan pandangannya dan betapa terkejutnya ia baru menyadari dongsaeng nya itu tengah berdiri di tengah jalan raya apalagi lampu penyebrangan sudah berubah menjadi merah untuk pejalan kaki. Keterkejutan nya semakin bertambah saat melihat sebuah truk melaju dengan cepat dari arah kanan mengarah pada Kyuhyun yang masih terdiam di sana. Suara klakson dan lampu yang begitu terang entah mengapa tak membuat Kyuhyun bergerak dari tempatnya. Kyuhyun tetap bergeming di sana sambil menatap lurus kepada Donghae dengan senyuman lebar,
"KYU PABBO! AWAS MINGGIR DARI SANA!" teriak Donghae kalap membuat beberapa orang di sekitarnya berhenti dan memandang anak itu dengan penuh tanda tanya.
Kyuhyun sendiri terkesiap dengan suara teriakan Donghae yang sebenarnya samar untuk di dengar. Namun raut panik dan wajah hyung nya yang mengeras itu membuat senyuman Kyuhyun pudar.
'Apa Hae hyung masih marah?' batin bocah itu.
Namun sedetik kemudian ia mengernyit bingung saat orang-orang yang berada di sekitar hyung nya itu ikut berteriak dan mengibaskan tangan nya.
Ada apa dengan mereka? Apa mereka juga marah padaku? Apa yang sudah ku lakukan sehingga mereka berteriak-teriak begitu? Kenapa aku selalu berbuat kesalahan? Ish!
Silau…
Cahaya yang sangat terang mulai menyadarkan Kyuhyun dari lamunan nya. Ia menoleh ke arah cahaya dan menyipitkan matanya. Sungguh ia merutuk benda yang mengganggu dirinya yang sedang melihat sosok yang tengah ia rindukan di sebrang sana. Entah mengapa suara berisik dari klakson yang bersahutan itu baru bisa di dengar oleh Kyuhyun.
TIN… TIINNN!
Mata Kyuhyun terbelalak saat melihat sebuah truk yang semakin mendekatinya. Hatinya sudah berteriak untuk segera pergi dari tempat itu namun otaknya tidak bisa bekerja untuk memerintah saraf nya untuk bergerak. Tubuhnya terasa membeku dan membuat Kyuhyun hanya terdiam di tempat seakan menanti kedatangan benda besar yang siap menerjang tubuhnya.
Sreeettt~
BRUK!
Ckkiiieeetttt~
Kejadian yang hanya terjadi sepersekian detik membuat suasana yang riuh sebelumnya menjadi hening seketika menyaksikan apa yang terjadi di tengah jalan sana. Sebuah truk yang terhenti tepat beberapa centi dari tubuh yang berdiri di hadapan nya setelah di rem sangat keras oleh pengemudinya. Kepulan asap transparan masih terlihat samar dari ban truk yang baru saja mendapat tekanan kuat dengan permukaan aspal. Kecelakaan yang seharusnya sudah membuat tubuh yang mematung di jalan itu terpental jauh dapat di hindarkan.
Deru nafas memburu dan mata berkilat shock itu terpancar jelas dari Donghae yang masih terdiam di tengah jalan menghadap truk yang hanya berjarak beberapa centi dari tubuhnya. Beberapa detik yang lalu, tanpa berpikir Donghae segera berlari kencang menghampiri Kyuhyun dan langsung mendorong tubuh dongsaeng nya sehingga saat ini dirinya lah yang berdiri di sini hendak menggantikan posisi Kyuhyun menghadapi truk yang tak jadi menerjang tubungnya.
Mungkin Donghae masih memiliki keberuntungan yang sangat besar hingga terhindar dari tabrakan itu. Namun matanya masih terfokus pada body depan truk yang sangat dekat dari tubuhnya. Cahaya terang dari lampu seakan menghipnotis Donghae dan membuat pikiran nya kosong.
"Hei, apa yang kau lakukan?! Aigoo, jangan berdiri di jalan seperti tadi! Apa kau baik-baik saja?" Supir truk langsung turun dari kendaraan nya dan langsung menghampiri Donghae. Dia juga shock tetapi syukurlah ia masih bisa mengerem dan truknya bisa berhenti tepat waktu sebelum memakan korban.
Namja paruh baya itu menatap Donghae dengan raut cemas karena anak itu masih terdiam di depan truknya.
"Bagaimana? Apa kau terluka nak?" tanya nya panik. Beberapa orang yang tadi terdiam di pinggir jalan pun mulai menghampiri keduanya untuk memastikan keadaan.
Keributan yang terjadi membuat Donghae sedikit sadar dari shock nya. Namun kakinya sudah terasa lemas hingga akhirnya ia jatuh berlutut di jalan masih dengan nafas memburu. Beberapa orang itu semakin mengkhawatirkan keadaan Donghae.
Donghae mengabaikan semua suara dan pertanyaan yang di tujukan pada nya dari orang-orang yang mengerubunginya saat ini. Ia masih berusaha menstabilkan detak jantungnya yang seakan berdegub melebihi batas normal. Namun sedetik kemudian seakan menyadari sesuatu, mata Donghae mulai bergerak gelisah. Ia mengedarkan pandangan nya ke sekeliling tempat itu mencari sosok yang sudah ia dorong tadi.
'eodiga? Dimana? Kyu? Kyu dimana? Kyuhyunnie…' batin Donghae berteriak panik.
Ia terus mencari ke sekeliling, sedikit mengumpat untuk orang yang mengerubungi nya sekarang membuat dirinya tak bisa mengedarkan pandangannya lebih.
"Hei! Di sana ada anak yang terluka!"
Sebuah teriakan membuat orang-orang itu menoleh termasuk Donghae. Beberapa orang mulai menghampiri seorang anak yang tergeletak di pinggir jalan.
Donghae membulatkan matanya saat dengan samar ia melihat tubuh Kyuhyun tergeletak di sana. Dengan sulit, Donghae mengulurkan tangan kanan nya ke arah Kyuhyun seakan ingin menggapainya. Mulutnya terbuka ingin memanggil nama adiknya namun tak ada suara yang bisa di dengar.
"Kepalanya berdarah! Cepat panggilkan ambulance!"
Donghae masih bisa mendengar suara-suara di sekeliling nya. Apa yang terjadi pada Kyuhyun? Oh Tuhan… Ia sungguh ingin menggerakan tubuhnya untuk berlari menghampiri adiknya itu namun ia tidak bisa. Tubuhnya kaku tidak bisa di gerakan. Hanya cairan bening yang akhirnya meluncur dari kedua sudut mata Donghae dan mulut yang terbuka tanpa suara yang terdengar. Pandangan Donghae mulai kabur dan akhirnya kegelapan menyelimuti seluruh penglihatan nya—anak itu pingsan.
.
.
-To be Continued-
.
.
Sebelumnya, Lye mau meminta maaf pada semua readers… Lye belum bisa memenuhi keinginan kalian~
Setelah di pikir-pikir, Kyu tidak akan di buat sakit berat apalagi kritis di ff ini. Hehe Di karena kan konflik di ff ini sudah cukup rumit dan kalau Gyumbul di buat sakit berat bisa tambah panjang deh ini fic -_-v
Jeongmal mianhae mengecewakan kalian /bow/
Untuk yang bertanya sebenarnya ortu nya mereka itu di korea atau di hawaii… coba baca bagian akhir dari part 5 bcmb lagi ^^
Terimakasih masih setia membaca bcmb dan menantinya juga untuk semua riviewers~
Riview kalian selalu buat Lye semangat ngetik dan memunculkan ide-ide baru hehe
Fighting buat semua yang sedang ujian dan akan UN sebentar lagi~ go go fighting! ^^~
Dan untuk xxx… mianhae lye tidak punya hak untuk komentar lebih lanjut untuk review kamu. Biarkan para author lain yang membaca pesan kamu untuk mereka di kotak review ff ini atau lebih baik kamu langsung bicara dengan mereka sendiri nde? ^^
Oke, tidak ingin banyak bicara lagi.
Jeongmal kamsahamida all~ /hugallofyou/ maaf untuk typo-typo yang kadang masih bertebaran xD
Sign,
LyELF
Special Thanks to :
Lianpangestu, ay, Kim Soo Jin, tiaraputri16, FitriMY, arumfishy, Blackyuline, yolyol, Gyurievil, cece, Hikmajantapan, riekyumidwife, Anonymouss, kyuqie, Dealovi, IrumaAckleschia, vha chandra, lee jasmine, AyuClouds69, ndah951231, sfsclouds, Kim Rae Sun, kkyu32, Chocojjee, TikaClouds2124, shintalang, KyuHaELF, Arum junnie, MissBabyKyu, bryan ryeohyun, qyukey, Kyuminhae, ratnasparkyu, readerfanpit, Jmhyewon, gyugaem0321, Hana Ajibana, dhedingdong, KyuChul, aoihime no rinha, cho-i-chahyun, gyu1315, Adela, OnyKyu, cloudhy, GamerPink, dew'yellow, bella0203, heeeHyun, Aisah92, and all Guest.
