BE CLOSE MY BROTHERS

.

.

Main Cast :

Park Jung Soo / LeeTeuk

Lee Donghae as Park Donghae

Kim Kibum as Park Kibum

Cho Kyuhyun as Park Kyuhyun

.

Genre : Family and Brothership

Rated : T

Warning : Typo (s), bad plot, gaje, bored

Disclaimer : All cast isn't mine but this story is mine

.

© LyELF ©

-Enjoy reading-

.

OOOoooßCMB oooOOO

PART 11

Donghae POV

Hening…

Dingin…

Tak ada suara yang tertangkap oleh pendengaran ku. Hanya udara dingin yang bisa di rasakan permukaan kulitku dan membuatku bergidik seketika. Perlahan aku membuka mataku yang terasa lengket ini. Mengerjap sejenak untuk menstabilkan cahaya yang masuk ke retina mataku. Hingga akhirnya aku mengernyit bingung memperhatikan tempat dimana aku berdiri sekarang.

Putih…

Hanya ada warna putih sepanjang penglihatanku dalam ruangan ini. Tak ada warna lain yang menghiasi membuatnya terlihat begitu bersih. Aku mengedarkan pandangan ku ke seluruh bagian ruangan ini, memperhatikan setiap sudut ruangan yang lebih mirip dengan sebuah lorong.

Dimana aku? Kenapa aku bisa berada di sini?

Hanya pertanyaan itu yang terus berputar dalam pikiran ku. Apa yang sebenarnya terjadi?

"Ukh!" Aku berusaha mengingat kejadian yang sebelumnya terjadi padaku tapi yang terjadi justru kepala ku yang tiba-tiba terasa begitu sakit seperti di tusuk ribuan jarum. Kedua tanganku sontak memegangi kepala sedikit menjambak helai rambutku sendiri.

Sungguh ini dimana? Kenapa aku bisa di sini?! Aku mau keluar!

Kepanikan mulai kurasakan. Udara dingin semakin menusuk tulangku dan aku ingin segera pergi dari tempat asing ini. Siapa pun tolong keluarkan aku dari sini! Appa, eomma, Jung Soo hyung, Kibummie kalian dimana? Mataku bergerak gelisah mencari celah agar aku bisa pergi dari tempat aneh berwarna putih itu.

Pandangan ku terfokus pada sesuatu di ujung lorong yang terlihat bersinar. Seperti terhipnotis kaki ku mulai melangkah mendekati sinar itu. Semakin mendekat dan mendekat. Sinar itu semakin terang… Aku mulai menyipitkan mata ku saat cahaya terang itu yang semakin menyelusup ke dalam retina mataku. Terlalu terang membuat ku mau tak mau langsung memejamkan kedua mataku erat walau kaki ku terus melangkah menuju cahaya tersebut.

Langkahku terhenti. Udara tidak sedingin sebelumnya, justru terasa hangat…

Aroma segar dapat ku hirup, rasanya seperti aroma pagi hari saat rerumputan masih di hiasi titik embun. Kicauan burung pun dapat ku dengar begitu merdu. Angin sejuk membuat ku merasa tenang dan damai.

Sedikit demi sedikit aku mulai membuka mataku kembali dan betapa terkejutnya diriku saat mendapati pemandangan yang indah ini. Sebuah tempat terbuka seperti lapangan dengan rumput empuk yang tengah ku pijak, beberapa pohon menghiasi di sekitar lapangan itu bersama bunga-bunga yang bermekaran indah dan beberapa kupu-kupu yang hinggap di atasnya.

Tanpa sadar aku menggulum senyuman manis melihat keindahan ciptaan Tuhan ini. Aku mendongakan kepalaku menatap langit cerah berwarna biru soft dengan awan seputih kapas. Beberapa saat aku menikmati pemandangan ini, rasanya begitu tenang dan aku tak mempedulikan lagi dimana diriku sekarang.

Tuk!

Aku menundukan kepalaku saat merasakan sesuatu menyentuh sepatu yang ku kenakan. Sebuah bola sepak sudah berada tepat di samping sepatu kiri ku. Aku mengernyit bingung namun aku mulai mengalihkan tatapan ku ketika melihat sebuah bayangan di rumput. Mata ku terbelalak saat melihat sosok itu. Seorang anak kecil yang berdiri tak jauh dari tempatku. Anak berumur sekitar 4 tahun yang sangat ku kenali tapi—bagaimana mungkin? Keterkejutan ku semakin bertambah saat sosok itu tiba-tiba berubah menjadi sosok bocah yang lebih besar namun aku tahu bahwa itu tetap dirinya.

"Akhirnya kau datang. Aku sudah menunggu mu, Hae hyung…" ucap anak itu dengan senyuman lebar.

Mataku mengerjap beberapa kali memastikan sosok itu hingga akhirnya aku benar-benar yakin jika dia adalah—dongsaeng ku.

"Kyu?"

Donghae POV End

.

.

Donghae masih terdiam sambil menatap sosok Kyuhyun dengan tatapan tidak percaya. Entah mengapa memory yang di lupakan nya tadi seakan kembali. Donghae memegangi dada nya saat mengingat kejadian yang terjadi sebelum berada di tempat ini.

Kecelakaan—Truk—Kyuhyun.

Ia memegangi kepalanya yang kembali berdenyut sakit dan seketika nafasnya terasa tercekat.

"Hyung, gwenchanayo?" Donghae tersentak kaget saat melihat tiba-tiba Kyuhyun sudah berada tepat di sampingnya. Bocah itu memegangi lengan hyung nya dan menatapnya khawatir. Donghae menggelengkan kepalanya.

"Harusnya aku yang bertanya, Kyu. Apa kau baik-baik saja? Kecelakaan itu… kau terluka? Pabbo! Lain kali kau harus lebih hati-hati jika berjalan dan jangan melamun, arrachi?" Donghae balik bertanya sekaligus memberi teguran dan nasihat sambil memegangi kedua bahu Kyuhyun.

Kyuhyun tersenyum lebar lalu mengangguk pasti membuat Donghae menghela nafas lega. Bocah 8 tahun itu membungkukan badan nya lalu mengambil bola yang masih ada di samping kaki hyung nya. Kyuhyun menyodorkan bola itu pada Donghae yang mengernyit bingung. Ia terkikik geli melihat raut bingung di wajah Donghae yang terlihat lucu.

"Hae hyung… temani Kyu main bola nde?" ucap Kyuhyun sambil tersenyum manis.

"Main?"

"Jebal~ Kyu selalu ingin bermain bola dengan hyungie. Hae hyung suka bermain bola kan?"

Senyuman geli tak bisa di sembunyikan lagi oleh Donghae saat melihat Kyuhyun yang sudah memohon dengan puppy eyes nya. Donghae pun mengambil bola berwarna putih bercorak hitam itu dari tangan Kyuhyun.

"Oke kita bermain. Tapi aku tak mau tanggung jawab jika kau kelelahan nanti" ucap Donghae sembari mulai menggiring bola itu menjauhi Kyuhyun.

"Siap fishy hyung!" balas Kyuhyun riang dan mulai berlari mengejar sang hyung.

"Siapa yang berhasil menggiring bola melewati pohon itu, dia yang menang"

Keduanya mulai saling mengejar dan merebut bola. Donghae tak terlalu banyak berlari dan lebih memilih memainkan bola, menjauhkan nya dari sang adik yang terus berusaha merebutnya. Suara tawa pun terkadang mengiringi permainan tersebut.

"Hahaha—bocah kau mudah di tipu" celetuk Donghae karena teknik tipuan nya dalam menggiringi bola selalu bisa membuat Kyuhyun bingung. Kyuhyun menggembungkan pipinya kesal.

"Ya hyung! Kau curang, berikan bola nya padaku" Kyuhyun masih berusaha mengambil bola yang sepertinya melekat pada kaki Donghae dan tidak bisa di rebut. Donghae tertawa dan entah mengapa dengan bodohnya ia justru mengoper bola itu pada Kyuhyun yang menerima nya dengan senang. Bocah itu langsung berlari menggiring bola menuju pohon di depan sana dan menendang nya dengan kuat.

"Yeay! Gooollll~" pekik Kyuhyun sambil mengangkat kedua tangan nya ke atas. Senyuman lebar terpantri di wajah manisnya membuat Donghae yang terdiam di tempat mengulas senyuman tipis.

"Hyung! Kau harus membelikan es krim"

"Mwo? Shireo!"

"Tapi aku menang~"

"Siapa bilang? Lihat ini"

Donghae dan Kyuhyun kembali bertanding bola itu sambil tertawa. Menikmati setiap detik kebersamaan yang menyenangkan. Terus bermain hingga keduanya merasa puas dan kelelahan.

Setelah beberapa saat bermain, sekarang keduanya terduduk beralaskan rumput hijau yang sangat lembut. Menstabilkan nafas mereka yang memburu dan beristirahat mengumpulkan tenaga kembali. Donghae meluruskan kakinya dan mulai menghapus peluh yang membasahi wajahnya. Ia melirik ke arah Kyuhyun yang tengah menekuk lututnya dan menundukan kepalanya. Perlahan Donghae mengulurkan tangan nya dan mengelus helai rambut dongsaeng nya itu. Kyuhyun mengangkat wajahnya dan menatap Donghae masih dengan nafas terengah.

"Kau lelah?" tanya Donghae yang hanya di balas oleh anggukan kecil dari Kyuhyun.

"Luruskan kaki mu, biarkan tubuhmu rileks" ucap Donghae lagi. Tanpa bertanya Kyuhyun melakukan apa yang di perintahkan kakaknya. Ia belum mengeluarkan suaranya—masih terlalu lelah.

Keheningan pun terjadi. Mereka hanya menikmati semilir angin yang berhembus tenang dan menyejukan di tambah pemandangan sekitar yang sungguh indah.

Donghae sedikit terkejut saat Kyuhyun menyandarkan kepalanya ke lengan kanan nya. Namun tak ada protes, ia hanya terdiam memperhatikan wajah Kyuhyun yang entah mengapa sedikit pucat.

"Gw-gwenchanayo? Wajahmu pucat Kyu. Aish pasti karena kelelahan" ucap Donghae memecah keheningan yang ada. Kyuhyun hanya mengulas senyuman tipis.

"Gomawo fishy hyung" ucap Kyuhyun dengan pelan. Ia melirik hyung nya dan mendapati Donghae yang menatapnya bingung.

"Gomawo untuk semua nya" ulang Kyuhyun lagi.

"Kau bicara apa sih?"

Kyuhyun tidak menghiraukan pertanyaan Donghae dan lebih memilih memejamkan matanya. Donghae pun tak bersuara, ia hanya menatap ujung sepatunya sendiri yang sepertinya menarik perhatian namja itu.

"Hyung sudah mengabulkan satu permohonan terbesarku hari ini" Kyuhyun kembali membuka suara membuat Donghae kembali memperhatikan bocah itu lagi.

"Kau tahu? Sejak dulu aku ingin sekali bermain bola bersama hyung dan akhirnya aku bisa merasakan nya sekarang. Sungguh menyenangkan hehe" ucap Kyuhyun, Donghae hanya mengangguk mengerti.

"Hae hyung…"

"Heum?"

"Apa kau sadar jika sebenarnya kita ini sangat dekat? Haha Kyu baru menyadari hal itu setelah hyung pergi dari rumah kemarin. MianhaeJeongmal mianhae, seharusnya aku tak melakukan hal bodoh yang membuat mu sedih dan menghancurkan seluruh rencana mu. Kyu hanya tidak ingin—"

"Ssstt, aku sudah mengetahui semuanya. Aku yang menyeretmu ke dalam masalah ku. Seharusnya kau katakan padaku jika kau bertemu dengan nya, Kyu"

"Kyu hanya mengkhawatirkan mu"

Donghae terdiam sejenak memperhatikan Kyuhyun dengan seksama.

"Jangan membahas itu lagi. Seharusnya aku yang minta maaf padamu, Kyu. Aku membentak dan menyakitimu, m-mianhae" potong Donghae.

Kyuhyun menegakan posisi duduknya dan menatap Donghae dengan mata indahnya. Donghae pun membalas tatapan itu sambil tersenyum lembut membuat Kyuhyun ikut tersenyum.

Senyuman yang selama ini di nantikan nya.

Ya, itu senyuman yang ku inginkan, Hae hyung…

Namun sedetik kemudian senyuman Kyuhyun mulai pudar dan berganti dengan raut sendu membuat Donghae mengernyit bingung.

"A-apa hyung masih membenciku?" tanya Kyuhyun dengan nada takut. Ia menundukan kepalanya dan menggigit bibir bawahnya.

Melihat itu Donghae justru tertawa membuat Kyuhyun mengangkat wajahnya dan menatap hyung nya dengan penuh tanda tanya. Ia memiringkan kepalanya bingung karena Donghae masih saja tertawa bahkan hingga memegangi perutnya.

"Haha—itu lagi… Apa perlu aku menjawabnya pabbo?" ucap Donghae di tengah tawanya membuat Kyuhyun mengerucutkan bibirnya.

"Hyung! Kyu serius, ish!" dengus Kyuhyun. Donghae mengibaskan tangannya seakan meminta waktu untuk meredakan tawanya. Kyuhyun pun terdiam sambil melipat kedua tangannya di depan dada. Donghae menghela nafas terlebih dahulu sebelum memberikan jawaban pasti.

"Lupakan semua ucapan ku waktu itu, aku hanya terbawa emosi dan seperti yang Jung Soo hyung katakan semua yang ku ucapkan berbanding terbalik dengan perasaan ku" ucap Donghae. Kyuhyun yang belum mengerti hanya mengerjapkan matanya polos.

"Teuki hyung?"

"Eoh?"

"Leeteuk hyung—ah maksudku Jung Soo hyung, maksudnya?"

Donghae mengacak rambut Kyuhyun gemas.

"Bocah bodoh! Artinya semua yang ku katakan waktu itu tidak benar. Aku tidak membenci mu jadi tenang saja" ulang Donghae lagi lebih jelas membuat Kyuhyun mengulas senyuman nya.

"Jadi sebenarnya kau sangat menyayangi ku kan, hyung?" tanya Kyuhyun sambil mengerjap polos, Donghae memalingkan tatapan nya dari Kyuhyun menuju pemandangan di hadapan mereka. Kyuhyun terkikik geli saat melihat semburat merah di pipi hyung nya itu.

"Kyu sangat menyayangi mu, Bum hyung juga Teuki hyung. Kalian selalu jadi panutan bagi Kyunnie. Teuki hyung sosok yang lembut, baik, tegas dan pengertian. Bum hyung sosok yang tenang juga sangat pintar, dia memberikan perhatian dengan cara nya sendiri haha kadang aku ingin menjadi sepertinya~"

"Dan kau…" Kyuhyun merubah posisi duduknya menjadi menyamping agar bisa menatap Donghae lebih jelas. Donghae hanya menatap Kyuhyun penasaran dengan apa yang akan di utarakan bocah itu.

"Fishy hyung itu childish, manja, rusuh, ceroboh, innocent , tidak bisa diam, ceria tapi menyebalkan"

"Yak!"

Donghae berdecak kesal mendengar penuturan Kyuhyun mengenai dirinya sedangkan bocah 8 tahun itu sudah tertawa lepas melihat ekspresi sang hyung yang tidak terima dengan ucapan nya. Donghae merengut sebal dan melipat kedua tangan nya di depan dada.

"Aish, itu bukan aku tapi kau!" decak kesal Donghae yang masih tak terima. Kyuhyun menghela nafas setelah menghentikan acara tawanya.

"Ne itu juga sifatku walaupun pastinya aku lebih baik darimu hyung, tapi karena itu kita ini mirip. Apa kau menyadarinya? Jung Soo hyung dan Bum hyung lebih banyak memiliki kesamaan begitu pula dengan kau juga aku hehe" terang Kyuhyun sambil menunjukan senyuman nya. Donghae terdiam sejenak hingga akhirnya ia mengangguk setuju.

Donghae tersentak saat tiba-tiba Kyuhyun memeluknya dengan erat. Ia ingin protes namun raut ceria Kyuhyun membuatnya mengurungkan niatnya itu.

"Hae hyung tidak boleh berubah nde? Kyu sangat kesepian di rumah tanpa bertengkar dengan mu, tanpa teriakan, ejekan juga kecerobohan mu haha" Donghae tersenyum mendengar penuturan Kyuhyun.

"Siapa yang mau berubah? Aku senang melihat ekspresi mu jika kesal dan hampir menangis—hahaha" Kyuhyun menggembungkan pipinya membuat Donghae semakin tertawa geli.

"Kau menyebalkan hyung"

"Kau lebih menyebalkan Kyunnie haha"

Setelah mengucapkan itu Kyuhyun tak bersuara lagi. Ia hanya memeluk Donghae sambil memejamkan matanya menikmati setiap kehangatan yang menjalar dalam tubuhnya.

"Kyu…" Donghae membuka suara memecah keheningan yang terjadi sesaat. Kyuhyun hanya bergumam kecil untuk menanggapinya.

"Mianhae… Maaf untuk semua nya, a-aku sering menyakitimu. Memang awalnya aku kesal padamu tapi semuanya sudah berubah. Jeongmal mianhae Kyu" lanjut Donghae lagi membuat Kyuhyun tersenyum kecil dan semakin mengeratkan pelukan nya.

"Gwenchana hyungie~"

Keduanya kembali terdiam membiarkan suara angin yang menggesekan dedaunan yang terdengar. Donghae tersenyum saat melihat langit di tempat itu mulai berubah menjadi kemerahan. Sangat indah berkas cahaya oranye kemerahan itu memencar memenuhi lapangan tersebut.

Kyuhyun melepaskan pelukan nya dan menatap langit itu dalam diam membuat Donghae memperhatikan adiknya. Raut sendu tercetak di wajah manis Kyuhyun membuat Donghae mengerutkan dahinya.

"Waeyo Kyu?" tanya Donghae penasaran. Kyuhyun menoleh dan tersenyum manis pada hyung nya itu.

"Waktunya sudah habis hyung"

"Eoh?"

Kyuhyun terkikik geli melihat Donghae yang kebingungan dan tak mengerti dengan ucapan nya. Ia beranjak berdiri. Donghae yang masih di lingkupi kebingungan, terdiam sesaat sebelum mengikuti Kyuhyun untuk berdiri.

"Hae hyung…" Donghae menatap Kyuhyun intens.

"Bisakah kau mengatakan jika kau menyayangi adikmu ini?" tanya Kyuhyun tersirat permintaan membuat Donghae sedikit terkejut. Ia hanya menyengir lalu mengelus tengkuknya—malu jika mengungkapkan hal itu secara langsung.

"A-apa harus?" Kyuhyun mengangguk pasti dengan wajah polosnya membuat Donghae semakin salah tingkah.

"Itu permohonanku. Bisakah?"

Donghae menyerah. Raut memohon yang Kyuhyun tunjukan membuat pertahanan ego nya runtuh. Ia menghela nafas panjang lalu menatap Kyuhyun serius. Kedua tangannya terjulur dan memegang pundak Kyuhyun. Senyuman lembut terukir di wajah tampan Donghae.

"Tentu saja. Hyung sangat menyayangi Kyuhyunnie, adik kecil hyung yang manis dan paling menyebalkan"

Kyuhyun tersenyum geli mendengar ucapan itu. Sepertinya kata 'menyebalkan' adalah cap special yang di berikan Donghae padanya.

"Gomawo Fishy hyung" balas Kyuhyun sambil tersenyum lebar.

Donghae hanya mengangguk sambil tersenyum malu. Namun senyuman itu pudar seketika saat cahaya matahari kemerahan itu menerangi Kyuhyun dan membuat sosok itu terlihat transparan. Donghae mengerjapkan matanya berulang kali hingga mengucek kelopak matanya untuk memastikan apa yang lihat saat ini.

"K-kyu… Kau… Kau—"

"Waktunya sudah habis. Kyu harus pergi hyung" Kyuhyun menurunkan kedua tangan Donghae yang masih bertengger di bahu nya dan menggenggam kedua tangan itu erat.

"Pergi? Pergi kemana? Kyu—"

"Gomawo untuk semua nya hyung. Berjanji padaku untuk tidak berubah sedikit pun. Kau tetap fishy hyung ku yang menyebalkan dan selalu menghiburku. Kyu sangat menyayangi mu"

Donghae mulai panik saat Kyuhyun melepaskan tangan nya dan ketika dirinya hendak menyentuh adiknya itu lagi, tangan nya menembus tangan Kyuhyun. Nafas Donghae memburu, ia menggelengkan kepalanya.

"Andwae! Kyu mau pergi kemana? Hyung ikut. Jebal jangan pergi… Kyu tidak boleh meninggalkan hyung di sini" ucap Donghae dengan nada panik. Ia masih berusaha menyentuh Kyuhyun namun hasilnya sia-sia.

Kyuhyun hanya tersenyum tipis, dapat terlihat matanya sudah berkaca-kaca. Sosok nya semakin transparan dan menipis. Tak ada suara yang bisa di keluarkan nya lagi. Hanya senyuman dan lambaian tangan yang bisa ia berikan pada Donghae yang sudah berteriak histeris dan panik memanggil nama nya. Donghae jatuh berlutut di rerumputan itu saat sosok Kyuhyun benar-benar hilang. Cairan bening langsung mengalir dari sudut matanya di sertai isakan dari bibirnya yang bergetar.

"Kyu… Kyu…"

.

.

.

OOOoooßCMB oooOOO

"Eungghh"

Kibum mengerjapkan matanya beberapa kali ketika ia menyadari pergerakan dari tangan yang sedaritadi ia genggam. Ia menegakan posisi duduknya di kursi lalu mengalihkan tatapan nya ke arah hyung nya yang tengah terbaring di ranjang ruang rawat ini. Donghae menggeliat gelisah dengan keringat dingin yang mulai keluar dari kulitnya, lenguhan dan gumaman kecil terdengar membuat Kibum cemas.

"Hae hyungHyung? Ireona!"

Kibum menggoncangkan tubuh Donghae dengan pelan untuk membangunkan kakaknya itu namun sepertinya sia-sia karena Donghae tak merespon.

"Kyu… Kyu—Andwae! Kyu jangan pergi"

"Hyung! Hae hyungireona!"

Racauan Donghae semakin membuat Kibum panik. Ia terus berusaha membangunkan hyung nya hingga akhirnya ia menyerah. Kibum mengedarkan pandangan nya ke seluruh ruangan. Ia segera berlari menuju sofa di sudut ruangan menghampiri hyung tertua nya yang masih tertidur di sana.

"Jung Soo hyung, ireona. Hyung~" Kibum mulai membangunkan Jung Soo yang sepertinya langsung tersentak saat tubuhnya sedikit di goncangkan. Ia menguap dan mengucek kelopak matanya lalu menatap Kibum dengan tatapan bertanya.

"Waeyo Bummie?" tanya Jung Soo sembari melihat jam yang melingkar di pergelangan tangan nya—masih pukul 2 dinihari.

"Hae hyung… Dia…" Kibum bingung harus mengucapkan apa. Ia hanya menunjuk ke arah Donghae namun Jung Soo yang mengerti segera bangkit dari sofa dan menghampiri ranjang Donghae.

"Kyu… Kyunnie~ Andwae! Kyu!"

Sama seperti Kibum, Jung Soo panik dengan keadaan Donghae yang terus mengigau dalam tidurnya yang terlihat sangat gelisah itu. Sebagai hyung, ia mencoba tenang. Ia duduk di sisi kosong ranjang lalu menggenggam tangan Donghae serta menggoncangkan tubuh adiknya perlahan.

"Hae-ah? Donghae ireona Hae…" ujar Jung Soo berulang kali di tengah kegiatan nya. Kibum hanya berdiri di samping ranjang dengan tatapan cemas.

"Hae, ireona… Donghae-ah!"

Jung Soo meninggikan nada suaranya tepat di samping telinga Donghae dan sedetik kemudian Donghae langsung membuka matanya—terkejut. Nafasnya memburu dengan mata yang sedikit membelalak.

"Hae? Syukurlah. Hae, ini hyunggwenchanayo?" Jung Soo menepuk pipi Donghae untuk menyadarkan dongsaeng nya itu akan kehadiran nya.

Donghae belum berucap apa pun, ia hanya terdiam membuat Jung Soo semakin cemas. Ia mengusap kening Donghae yang di penuhi keringat sambil terus memanggil nama adiknya itu.

Beberapa saat yang lalu pihak rumah sakit menghubungi keluarga Park untuk memberitahu jika kedua anggota keluarga mereka ada di rumah sakit karena mengalami kecelakaan. Dengan tergesa dan panik mereka semua segera menuju rumah sakit. Uisa memberi kabar jika Donghae tak mengalami luka sedikit pun namun ia mengalami shock karena kecelakaan itu. Sedangkan Kyuhyun—

"Kyu! Kyuhyun… hyung, Kyuhyunnie eodiga? Kyunnie, Kyu!" pekik Donghae panik dengan mata bergerak gelisah. Ia berusaha bangun dari ranjangnya namun Jung Soo dan Kibum berusaha menahan nya.

Jung Soo berdecak kesal melihat Donghae yang berontak sambil memanggil nama Kyuhyun terus menerus, ia mengkhawatirkan jarum infuse yang tertancap di pergelangan tangan kiri Donghae terlepas dan melukai adiknya itu. Walaupun tidak terluka, kondisi Donghae cukup turun karena rasa shock yang di alami nya sehingga dokter memutuskan untuk memasang infuse padanya.

"Hae! Hae jangan seperti ini, tenanglah" ucap Jung Soo dengan nada tinggi.

"Andwae! Kyu… Kyu eodiga? Hae mau ketemu Kyu, dia tidak boleh pergi. Kyu tidak boleh pergi"

"Siapa yang pergi eoh? Tenanglah, Kyu tidak pergi kemana-mana" balas Jung Soo dengan lebih pelan sambil berusaha menatap dalam mata Donghae yang masih bergerak gelisah. Donghae menggelengkan kepalanya dan bulir bening mulai mengalir dari sudut matanya.

"Aku akan panggil uisa" ucap Kibum sambil menatap Jung Soo meminta persetujuan dari hyung nya itu. Jung Soo mengangguk membuat Kibum segera berlari menuju keluar kamar.

"Kyu… hiks Kyu jangan pergi, Kyunnie tidak boleh pergi. Hyung, jangan biarkan Kyu pergi"

Jung Soo menatap nanar Donghae yang terus berontak, meracau sambil terisak. Ia tidak mengerti ada apa dengan dongsaeng nya namun melihat Donghae seperti itu membuat nya sedih.

Jung Soo mendekatkan dirinya pada Donghae dan segera merengkuh tubuh adiknya itu dari samping membuat Donghae berhenti berontak seketika.

"Sstt uljima Hae-ah" Jung Soo mengelus kepala Donghae lembut menenangkan Donghae yang masih terus terisak.

"Kyu… Kyu eodiga? Hiks… dia tidak boleh pergi, Jung Soo hyung-hiks"

"Aniyo. Kyu tidak pergi, Hae. Dia sedang tidur sekarang di kamar sebelah, tenanglah"

Donghae menghentikan tangisnya dan menatap Jung Soo dengan mata nya yang berair, mencari kepastian dari mata hyung nya itu.

"Jeong—mal?" Jung Soo mengangguk mantap sambil memberikan senyuman tipisnya.

"Tapi… tapi Kyu bilang dia akan pergi. Dia meninggalkan ku sendirian, hyung. Hae takut… Hae takut Kyu pergi" ucap Donghae dengan nada bergetar.

Jung Soo menangkup pipi Donghae agar bisa menatap ke dalam manic mata adiknya itu. Donghae hanya terdiam menuruti hyung nya.

"Kyu tidak pergi kemana pun. Dia ada di sebelah sedang tertidur di temani appa dan eomma. Hae tidak perlu cemas nde?" ucap Jung Soo dengan nada lembut dan penuh penekanan di setiap katanya seakan memberikan kepastian pada dongsaeng nya itu.

"Hae mau ketemu Kyu~" rengek Donghae sambil menarik-narik lengan Jung Soo.

"Jangan sekarang Hae. Biarkan Kyu istirahat nde? Kau juga harus istirahat. Besok Hae baru ke—"

"Shireo! Hae mau ketemu Kyu sekarang, jebal hyung antarkan Hae!"

Jung Soo menghela nafas saat Donghae terus mendesaknya dan menatapnya penuh harap. Ia bingung harus berkata apalagi.

Cklek

Jung Soo menoleh saat mendengar suara pintu terbuka. Uisa segera masuk ke dalam kamar tersebut bersama Kibum yang mengekori di belakangnya.

Donghae menggenggam erat tangan Jung Soo yang hendak berdiri untuk memberikan waktu kepada uisa untuk memeriksa keadaan dongsaeng nya itu. Donghae menatap Jung Soo dengan tatapan takut dan berharap agar tidak di tinggalkan. Jung Soo tersenyum mengerti lalu mengelus kepala Donghae pelan.

"Gwenchana hyung di sini. Biarkan uisa memeriksa mu dulu, nde?" ucap Jung Soo lembut. Donghae menggelengkan kepalanya cepat.

"Shireo! Hae tidak mau di periksa, Hae baik-baik saja. Kyu… Hae mau ketemu Kyunnie!" pekik Donghae yang mulai kesal karena permintaan nya tak kunjung di turuti. Jung Soo menghela nafas.

"Biar uisa lihat periksa sebentar ya? Hae memang baik-baik saja, uisa hanya ingin memastikan"

Donghae semakin mencengkram tangan Jung Soo saat uisa itu menghampiri nya dan mulai menyentuhnya. Ia berontak membuat Jung Soo menahan tubuhnya agar bisa di periksa sejenak.

"Shireo! Hae mau ketemu Kyu!"

"Kyu? Ah Hae harus di periksa dulu jika ingin bertemu dongsaeng mu, otte?"

Donghae terdiam ketika mendengar ucapan uisa yang tidak di kenalnya itu. Ia memperhatikan wajah namja paruh baya itu dengan intens dan ia terdiam saat uisa mulai memeriksanya.

"Kyu… Uisa pasti tahu keadaan Kyu bukan? Bagaimana keadaan nya?" tanya Donghae dengan nada sedikit tinggi dan tidak sabaran. Uisa menatap Donghae sejenak lalu tersenyum.

"Gwenchana. Dongsaeng mu baik-baik saja. Sepertinya kepala nya terbentur pembatas jalan tadi, kau ti—"

"Mwo?! Kyu terluka? Jung Soo hyung, Kyu terluka? Dia terluka karena aku mendorongnya? Hyung! Kyu… Kyu…"

Jung Soo kembali menghela nafas nya entah untuk keberapa kalinya. Ia sedikit merutuk uisa di dalam hati karena memberitahu keadaan Kyuhyun di saat yang tidak tepat. Donghae kembali berontak dan menarik-narik tangan Jung Soo.

Uisa yang sedikit terkejut dengan sikap Donghae hanya bisa terdiam sambil menatap Jung Soo bingung. Jung Soo hanya tersenyum maklum.

"Bagaimana keadaan Donghae, uisa?" tanya Jung Soo mengabaikan Donghae yang terus merengek dan meracau seorang diri. Tangan nya sudah cukup nyeri di tarik terus menerus oleh Donghae.

"Itu… Ah! Dia baik-baik saja. Tapi shock nya masih belum hilang" terang uisa itu serius sesekali melirik ke arah Donghae.

"Biarkan dia istirahat untuk menstabilkan kondisinya lagi. Apa perlu saya memberikan obat penenang sekarang?" tambah uisa itu sedikit khawatir dengan Donghae yang terus berontak dan berteriak itu. Jung Soo langsung mengibaskan tangannya.

"Tidak perlu uisa. Saya akan mengurusnya, kamsahamnida"

Uisa hanya menganggukan kepalanya mengerti lalu mulai meninggalkan kamar itu setelah Jung Soo meminta nya dengan sopan.

"Jung Soo hyung! Kau tidak mendengarkan ku! Aku mau bertemu dengan Kyu, dia terluka! Dia terluka karena aku!" teriak Donghae marah karena sedaritadi ucapan nya di abaikan begitu.

Kibum yang sedaritadi hanya diam di dekat ranjang sedikit tersentak kaget karena teriakan itu. Ia hanya menatap hyung nya itu cemas namun ia terdiam—tak tahu harus melakukan apa sekarang.

Jung Soo mengalihkan tatapan nya pada Donghae lalu menggenggam kedua tangan Donghae erat untuk menghentikan Donghae yang ingin turun dari ranjangnya.

"Donghae-ah, dengarkan hyung—"

"Hyung lepas! Hae mau melihat Kyu! Dia terluka—hiks dia terluka karena Hae, lepas lepas hyungie~"

Racauan Donghae memotong ucapan Jung Soo yang masih menghadapi dongsaeng nya itu dengan sabar. Donghae terus berontak dan menangis membuat hatinya benar-benar berdenyut sakit. Ia hanya ingin menenangkan Donghae dan membuatnya tenang.

Tes!

Donghae terdiam seketika saat melihat setetes air mata meluncur indah dari manic mata hyung kesayangan nya itu. Ia mengerjapkan matanya yang berair. Jung Soo tersenyum melihat Donghae yang sudah cukup terdiam. Ia semakin mengeratkan gemaman tangan nya.

"Dengarkan hyung. Kyu terluka bukan karena Hae, itu—"

"Tapi aku yang mendorongnya dengan keras! Kalau aku tak mendorongnya pasti dia tak akan terbentur pembatas jalan, dia pasti baik-baik saja karena truk itu bisa berhenti atau lebih baik jika truk itu menabrak ku jadi aku juga terluka sama sepertinya"

"Donghae! Jebal jangan berkata begitu. Kau mau membuat kami semakin khawatir jika semua itu terjadi eoh?" Jung Soo menatap ke dalam mata Donghae dengan tajam membuat Donghae mulai menundukan kepalanya untuk menghindari tatapan itu. Jung Soo menyentuh dagu Donghae dan membuat nya kembali mendongakan kepala dan menatap mata hyung nya.

"Siapa yang tahu jika truk itu akan berhenti tepat pada saat nya. Jika kau tidak mendorong Kyu mungkin dia bisa terluka lebih parah lagi. Kau sudah melakukan yang tepat, Hae… jadi jangan salahkan dirimu sendiri" ucap Jung Soo dengan lembut.

"Dia berdarah. Aku ingat, orang-orang itu mengatakan kepala nya berdarah…" gumam Donghae. Jung Soo hanya tersenyum.

"Ne tapi sekarang dia sudah baik-baik saja"

Donghae menundukan kepalanya kembali, Jung Soo mengelus rambut Donghae dengan lembut.

"Hae mau melihat Kyu" gumam Donghae lagi dengan lirih.

"Ne, hyung akan antarkan Hae besok untuk menemui Kyu tapi sekarang kau harus istirahat dulu nde? Ini masih jam 3, biarkan Kyu tidur. Hae mau lihat Kyu cepat sembuh kan?" Donghae menganggukan kepalanya sekali membuat Jung Soo tersenyum.

Jung Soo mulai membantu Donghae kembali berbaring di ranjangnya kemudian menyelimuti adiknya itu. Ia mengecup kening Donghae yang mulai memejamkan matanya.

"Jung Soo hyung…"

"Heum?"

"Hyung harus di sini. Jangan tinggalkan Hae" Donghae kembali menggenggam tangan Jung Soo dengan erat. Jung Soo hanya bisa menggelengkan kepala melihat tingkah Donghae yang manja dan kekanakan itu. Namun ia hanya maklum toh ia juga senang Donghae sudah sadar walau membuat sedikit keributan di tengah pagi buta ini.

Jung Soo membenarkan posisi duduknya di sebelah Donghae yang sudah memejamkan matanya. Ia terus mengelus kepala Donghae hingga adiknya itu kembali terlelap.

"Kibummie" Jung Soo mengalihkan tatapan nya pada Kibum yang masih berdiri diam di tempatnya sambil memperhatikan keduanya. Ia melambaikan tangan kirinya yang bebas dari genggaman Donghae untuk memanggil Kibum.

Kibum pun mendekati kedua hyung nya lalu duduk di kursi yang sudah ia duduki tadi. Ia menatap Donghae dengan tatapan nanar, ia sedikit bernafas lega melihat Donghae sudah tenang dalam tidurnya lagi.

"Mianhae hyung, aku tidak bisa melakukan apa-apa tadi. Aku tidak berguna" sesal Kibum tanpa mengalihkan tatapan nya dari Donghae.

Jung Soo mengacak rambut Kibum gemas lalu tersenyum lebar membuat Kibum menatapnya dengan tatapan bertanya.

"Kau sudah memanggil uisa, jangan berkata seperti itu lagi Bummie" ucap Jung Soo. Kibum hanya mengangguk paham.

"Bummie…" panggil Jung Soo lagi pada Kibum yang masih fokus memperhatikan Donghae. Kibum pun hanya membalas dengan gumaman pelan.

Namun Kibum mulai mengalihkan tatapan nya pada Jung Soo karena hyung nya tak kunjung melanjutkan ucapan nya. Ia menatap ke dalam manic coklat Jung Soo.

"Waeyo hyung?" tanya Kibum penasaran.

"Kibummie, kau… I-itu…" Kibum menaikan sebelah alisnya mendengar ucapan Jung Soo yang terbata dan belum mengucapkan kata intinya. Ia terus memperhatikan Jung Soo serius dan meneliti setiap lekuk wajah hyung nya tersebut.

Jung Soo menghela nafas pelan sebelum mengukir senyuman lembutnya membuat dimple manisnya terlihat.

"Tidurlah di sofa, kau pasti lelah duduk sejak tadi"

Kibum hanya terdiam sambil menatap Jung Soo heran sejenak. Namun akhirnya ia menggelengkan kepala nya menolak perintah hyung nya. Ia mengulurkan tangan nya lalu menggenggam tangan Donghae yang tengah menggenggam tangan Jung Soo. Ia tersenyum tipis.

"Aku mau duduk di sini saja sampai Hae hyung bangun" ucap Kibum sambil menatap Jung Soo polos. Ada perasaan haru yang sungguh memenuhi relung hatinya mendengar dan melihat Kibum saat ini.

"Tadi aku sempat melihat ke kamar Kyu. Aku berniat memberitahu appa dan eomma kalau Hae hyung sudah sadar tapi mereka tertidur jadi aku tak tega membangunkan nya" cerita Kibum sembari menyandarkan kepalanya di sisi kosong ranjang. Ia mengelus tangan Donghae lembut.

"Gwenchana. Mereka pasti lelah" balas Jung Soo. Kibum mengangguk menyetujui ungkapan hyung nya itu.

"Apa Bummie merasa kesal pada appa dan eomma?" Jung Soo mulai mengelus surai hitam Kibum dengan lembut. Kibum hanya terdiam menikmati sentuhan nyaman dari tangan hyung nya. Kemudian ia menggeleng menanggapi pertanyaan Jung Soo.

Ya, kedua orang tua mereka sudah menceritakan hal sebenarnya tadi saat menunggu Donghae dan Kyuhyun. Tentu saja Jung Soo dan Kibum terkejut dengan pernyataan itu namun mereka hanya mengulas senyuman. Tidak ada rasa kesal dan marah karena di bohongi oleh orang tuanya sendiri toh ini semua demi kebaikan mereka. Dan mereka sadar jika appa dan eomma tidak melakukan hal itu, mereka tak akan bisa tinggal berempat sendiri dan menjadi lebih dekat seperti sekarang. Cukup banyak keuntungan walau di tengah kesulitan dan kerumitan masalah yang ada.

"Aku sama sekali tidak kesal pada mereka" gumam Kibum membuat Jung Soo semakin melebarkan senyuman nya.

"Hyung sendiri?"

"Hyung? Tentu saja tidak. Walaupun cukup terkejut tapi hyung sadar karena itu lah kita semua bisa sedekat ini sekarang"

Kibum tersenyum lalu menganggukan kepalanya. Setelah nya ia mulai memejamkan matanya, rasa kantuk memang sudah menderanya sejak tadi. Jung Soo pun hanya tersenyum memperhatikan wajah Kibum yang terlihat tenang dan damai setelah adiknya itu terlelap. Ia menatap Donghae dan Kibum bergantian.

Memory tentang keadaan mereka hampir sebulan yang lalu sebelum semua kejadian dimana orang tua nya pergi hingga kenangan saat tinggal bersama selama kurang lebih 4 tahun itu kembali berputar di pikiran nya. Bagaimana hubungan nya dengan ketiga dongsaeng nya. Rasa canggung yang terjadi saat berdekatan dan berbicara dengan mereka. Tak ada curahan hati dan waktu berkumpul bersama yang cukup banyak.

Sekarang…

Semua nya terasa berbeda. Jung Soo menatap Kibum intens. Dongsaeng yang dulunya ia kira pendiam, dingin dan cuek itu pun terlihat berubah di matanya. Kibum menjadi lebih terbuka pada dirinya, Kibum yang sudah mulai bisa menceritakan apa yang mengganjal pikiran nya dan tak canggung jika saling berdekatan lagi. Sifat asli Kibum yang tenang, berpikir panjang bahkan sebenar nya jahil itu sudah bisa di lihat dengan jelas oleh Jung Soo.

Sedangkan Donghae… Haha tak banyak perubahan yang di rasakan oleh Jung Soo pada adik pertamanya itu. Mungkin karena lebih banyak waktu bersama, ia sudah mengerti cukup banyak sifat Donghae. Namun ia baru menyadari ada beberapa hal yang masih di sembunyikan oleh Donghae darinya contohnya tentang bagaimana perasaan nya, kemarahan nya yang tersimpan selama mereka hanya tinggal berdua. Tapi Jung Soo sadar semua kemarahan Donghae sudah lenyap sejak namja itu mengutarakan nya beberapa hari yang lalu. Banyak hal lagi yang sudah berubah dari sikap Donghae yang Jung Soo sadari maupun tidak sadari.

Jung Soo mengalihkan tatapan nya ke arah daun pintu kamar. Ia menerawang jauh keluar pintu. Kyuhyun… Dongsaeng kecilnya, ia juga senang karena sekarang Kyuhyun sudah sangat dekat dengan nya. Kyuhyun adalah anak yang ceria walaupun ada beberapa pikiran dan kesedihan dalam hatinya. Bocah itu selalu berusaha tertawa dan membuat suasana menjadi lebih berwarna walaupun di saat-saat tertentu ia tetap anak kecil yang masih belum berpikir panjang, rapuh dan perlu perhatian ekstra.

Jung Soo tersenyum geli saat wajah polos, ceria bahkan jahil Kyuhyun berputar di pikiran nya. Haaahh~ hanya beberapa jam tidak melihatnya, Jung Soo sudah merindukan dongsaeng nya itu. Sejak tadi ia memang menunggu Donghae karena sudah ada appa dan eomma yang menemani Kyuhyun di kamarnya.

Jung Soo menyandarkan punggungnya di dinding kepala ranjang. Ia menghela nafas lega kemudian mulai memejamkan matanya.

'Terimakasih Tuhan… Kau telah mengabulkan doa ku selama ini. Sekarang tolong jaga kebersamaan kami untuk selama nya, aku pun akan berusaha mempertahankan nya. Demi keluarga ku, demi ketiga dongsaeng kesayangan ku, amin'

.

.

.

OOOoooßCMB oooOOO

Sang waktu seakan berputar begitu cepat. Dari malam, pagi hingga siang kini sudah berlalu tak menghiraukan beberapa orang yang terkadang menginginkan agar sang waktu berjalan lebih lambat. Suara detikan jam itu masih terdengar memenuhi sebuah ruangan dengan background putih dan aroma obat yang terkuar di udara.

"Kenapa belum bangun juga eoh?"

Entah sudah berapa kali suara gumaman itu beradu dengan detikan jam di tambah dengan helaan nafas dari seorang anak yang tengah duduk di kursi sebelah ranjang ruang rawat ini. Seperti tak ada rasa bosan dan lelah, dia duduk di kursi itu selama beberapa jam. Ia hanya termenung memperhatikan seorang anak yang masih setia terbaring di ranjang dengan mata terpejam.

"Kyu~ ppalli ireona"

Donghae kembali berucap memecah keheningan yang terjadi. Dia hanya seorang diri di ruang rawat dongsaeng nya itu. Tuan dan nyonya Park beberapa saat lalu pulang ke rumah untuk mengambil beberapa barang dan pakaian yang di perlukan. Sedangkan Jung Soo dan Kibum tengah pergi ke kantin untuk membeli beberapa makanan.

"Bocah jangan membuatku khawatir. Kau sudah tertidur cukup lama, pabbo. Apa tidak lelah tidur terus eoh?" ujar Donghae lagi sembari memainkan jemari Kyuhyun berharap dongsaeng nya itu segera sadar.

Waktu sudah menunjukan pukul 4 sore dan Kyuhyun masih belum sadarkan diri. Dokter mengatakan itu tidak perlu khawatir tapi tetap saja rasa cemas itu terus menyelimuti hati keluarga Park.

Donghae menopang dagu nya dengan tangan kiri sedangkan tangan kanan nya masih setia memainkan jemari Kyuhyun. Ia memperhatikan wajah Kyuhyun untuk kesekian kalinya. Raut pucat masih tercetak jelas di tambah perban yang membalut luka di sekitar keningnya. Kelopak mata itu terus menutup dan enggan membuka sama seperti bibir yang terlihat kering itu tetap saja terkunci. Beberapa luka goresan terlihat di lengan kanan Kyuhyun yang masih belum kering seluruhnya.

"Hyung akan belikan kau es krim, ah! hyung juga akan belikan kaset game apa pun yang kau mau, tapi jebal bangun sekarang, Kyunnie~" Donghae mengelus helai rambut Kyuhyun yang terlihat kusut.

Kenangan dari mimpi atau apa lah itu yang Donghae lewati semalam bersama Kyuhyun kembali berputar membuat hati nya berdesir dan mata nya mulai memanas. Ucapan Kyuhyun yang mengatakan akan pergi terus terngiang. Donghae menggenggam tangan Kyuhyun erat seakan tak ingin sosok itu pergi seperti di dalam mimpinya.

"Kyu… Kyu ppalli ireona~ hyung ingin melihat senyum mu lagi sekarang" gumam Donghae dengan suara mulai bergetar. Jika bisa ia ingin berteriak dan menggoncang tubuh Kyuhyun agar terbangun, namun itu hanya perbuatan bodoh yang justru bisa memperburuk keadaan adiknya.

"Kyunnie—"

Cklek

"Hae, kka hyung belikan kau bungeoppang"

Jung Soo dan Kibum yang baru saja masuk ke dalam kamar pun terdiam di tempat memperhatikan Donghae yang kembali meneteskan air matanya sambil bergumam sendiri. Kedua saling melempar tatapan sebelum menghampiri Donghae juga Kyuhyun.

Jung Soo segera mendekap Donghae dari belakang dan mengusap rambut adiknya itu sedangkan Kibum hanya duduk di sedikit sisi kosong ranjang Kyuhyun.

"Kyunnie belum bangun juga hyung. Cepat bangunkan dia~" rengek Donghae pada Jung Soo tanpa mengalihkan tatapan nya pada Kyuhyun. Jung Soo menghela nafas nya, ia bingung harus berkata apa lagi untuk menenangkan dongsaeng nya itu. Sudah berbagai kalimat dan alasan ia utarakan sejak pagi tadi.

"Sudah Hae, Kyu akan bangun nanti. Dia hanya kelelahan jadi biarkan dia tidur dulu"

"Dia sudah terlalu lama tidur hyung!"

Jung Soo beralih ke samping Donghae dan memaksa Donghae untuk menghadap ke arahnya. Ia mengulurkan tangan nya menghapus jejak air mata di pipi Donghae. Hanya senyuman lembut yang ia berikan berharap agar Donghae mengerti keadaan yang terjadi sekarang.

"Lebih baik kau makan dulu, nde?" Jung Soo mengambil satu bungeoppang kesukaan Donghae dan memberikan nya pada adiknya itu. Donghae hanya menatap kue itu tak minat lalu menggelengkan kepala. Raut cemas semakin tercetak di wajah Jung Soo. Tentu saja cemas, Donghae selalu menolak untuk makan sejak tadi pagi. Ia selalu mengatakan akan makan jika Kyuhyun sudah sadar.

"Kyu, lihat… fishy hyung mu tidak mau makan sebelum kau bangun. Ppalli ireona dan marahi dia! Atau sekalian kau makan semua makanan nya saja biarkan dia kelaparan"

Celetukan Kibum membuat Jung Soo dan Donghae mengalihkan tatapan nya pada bocah itu. Kibum hanya menatap Kyuhyun sembari menepuk pelan punggung tangan Kyuhyun. Donghae memberikan glare nya pada Kibum sedangkan Jung Soo hanya tersenyum geli.

"Ne Kyunnie, hyung akan berikan bungeoppang ini padamu saja. Ireona Kyu!" timpal Jung Soo membuat Donghae semakin kesal. Hei, bungeoppang itu kesukaan nya dan ia juga ingin memakan nya.

"Hyung!"

"Waeyo? Kau tidak mau kan? Kka Kibummie ini untuk mu dan sisanya berikan saja pada Kyu nanti" goda Jung Soo sambil memberikan sepotong bungeoppang pada Kibum yang langsung di terima bocah itu kemudian ia juga mengibaskan plastic berisi kue ikan itu ke hadapan Donghae.

Donghae segera merampas plastic itu dan memeluknya. Ia menggembungkan pipinya kesal dengan kelakuan hyung nya yang menurutnya menjengkelkan.

"Aku berniat memakan nya setelah Kyunnie sadar bukan nya tidak mau memakan nya" bantah Donghae "Ah! Kau tidak perlu khawatir Kyu, hyung akan membagi nya dengan mu tapi hanya sedikit saja nde?"

Jung Soo dan Kibum sontak tertawa mendengar celetukan dari Donghae yang menurut mereka lucu di tambah dengan wajah Donghae yang merengut sebal di tambah kadar kepolosan seperti itu.

Donghae hanya bisa memutar bola matanya malas mendengar tawa dari kakak dan adiknya. Namun ia terkesiap saat melihat sebuah pergerakan pada jemari Kyuhyun. Ia terdiam dan dengan serius memperhatikan Kyuhyun dari atas hingga bawah.

"Kyu!"

Tanpa sadar Donghae memekik keras saat ia kembali melihat jemari Kyuhyun yang bergerak. Jung Soo dan Kibum sontak menatap Donghae bingung namun mereka segera mengalihkan tatapan nya pada Kyuhyun.

"Kyu… Kyunnie!"

Donghae berdiri dan lebih mendekati Kyuhyun. Senyuman lega melihat pergerakan pada adiknya itu masih terlihat di wajahnya. Ia menatap Kyuhyun penuh harap. Jung Soo beralih menuju sisi kanan ranjang untuk mendekati Kyuhyun. Kibum hanya diam seperti posisi semula, ia mengelus punggung tangan Kyuhyun dan menatap adik nya penuh harap juga.

Kelopak mata yang terpejam itu berusaha untuk membuka walau terlihat sangat sulit. Lenguhan pelan terdengar dari bibir yang terkatup membuat tiga orang itu semakin bernafas lega. Nama Kyuhyun terus di serukan oleh ketiga hyung yang menanti dongsaeng nya itu segera membuka matanya.

"Kyu… Kyu~"

Setelah beberapa saat, perlahan kelopak mata itu mulai membuka menampilkan manic indah yang sejak tadi tersembunyi. Kyuhyun menatap ruangan itu dengan tatapan sayu, kelopak matanya masih belum terbuka sempurna. Lampu itu terasa begitu terang bagi retina matanya.

"Kyu!" pekik Donghae senang melihat Kyuhyun sudah membuka matanya. Jung Soo hanya tersenyum lebar sambil mengelus rambut Kyuhyun pelan. Kibum pun hanya bisa menghela nafas lega dan tersenyum lebar.

"H-yung…" gumam Kyuhyun sangat lirih ketika menyadari tiga wajah hyung nya sudah berada di sekitar nya dan menatapnya penuh rasa kelegaan.

"K-kalian be-risik—"

"Kyunnie~"

Mata Kyuhyun langsung terbuka sempurna saat tiba-tiba Donghae memeluknya dengan erat karena terlalu senang. Kyuhyun yang masih lemas itu pun tak bisa menolak walaupun dia merasa sedikit sesak di peluk seperti itu. Ia mengibaskan tangan kirinya yang terbebas dari jarum infuse.

"Hae, lepaskan Kyunnie! Kau membuat nya sesak" pekik Jung Soo sedikit keras. Donghae yang terkejut pun langsung melepaskan pelukan nya dan menatap Kyuhyun cemas.

"Mianhae Kyu~"

Kyuhyun hanya diam, memejamkan matanya dan mengatur nafasnya yang belum stabil.

"Kyu, gwenchanayo?"

Kyuhyun kembali membuka matanya dan menatap Jung Soo yang masih terlihat cemas. Ia tersenyum tipis untuk menenangkan hyung nya itu. Tatapan nya beralih kepada Kibum.

"Bum hyung" panggil Kyuhyun lirih. Kibum hanya tersenyum lembut lalu menganggukan kepalanya. Ia mengambil tangan Kyuhyun dan menggenggam nya erat.

Kyuhyun kembali mengalihkan tatapan nya. Ia tersenyum melihat wajah Donghae yang sudah menatapnya penuh kecemasan dan air mata yang sudah memenuhi pelupuk matanya.

"Hae hyung…" panggil Kyuhyun masih dengan nada pelan dan lemahnya. Donghae mengusap kelopak matanya dengan kasar lalu mulai tersenyum lebar.

"Pabbo! Kau tidur lama sekali, dasar bocah"

"Hae hyung—bogoshippo…"

Donghae kembali memeluk Kyuhyun tidak seerat sebelumnya. Kyuhyun hanya terdiam, memejamkan matanya menikmati kehangatan yang tersalur dari pelukan itu.

Jung Soo dan Kibum saling melempar tatapan kemudian mulai mengulas senyuman senang melihat pemandangan indah di hadapan mereka.

Donghae melepaskan pelukan nya setelah beberapa saat. Ia tersenyum lalu mengelus pipi Kyuhyun yang terasa dingin. Kyuhyun hanya mengerjapkan matanya polos.

"Jangan membuatku cemas lagi, arrachi?" ucap Donghae dengan pelan dan lembut. Kyuhyun hanya menganggukan kepalanya sekali membuat Donghae tersenyum geli. Ia menatap ke dalam kedua manic coklat Kyuhyun.

"MianhaeJeongmal mianhae Kyunnie, hyung—"

"Aniyo. Hae hyung tidak salah apapun" potong Kyuhyun sembari melebarkan senyuman nya yang masih terlihat lemah.

"Kyu yang salah. Harusnya Kyu tidak melakukan itu. Kyu—"

Cup~

Mata Kyuhyun membulat saat Donghae mengecup keningnya yang di balut dengan perban. Donghae tersenyum melihat Kyuhyun yang menatapnya tidak percaya.

"Gwenchana. Lupakan semua nya" balas Donghae.

Donghae mulai menyengir lebar sembari mengelus tengkuk nya—salah tingkah karena Kyuhyun masih saja menatapnya seperti itu. Kyuhyun hanya terdiam walau hatinya sudah bersorak girang dengan apa yang di lakukan Donghae padanya. Ini pertama kalinya Donghae mencium kening nya seperti itu.

Kyuhyun terkesiap saat ekor matanya menangkap Jung Soo yang sudah beranjak dari tempatnya dan sekarang tengah memeluk Kibum. Ia segera mengalihkan tatapan nya terfokus pada Kibum.

"Bum hyung—menangis?" gumam Kyuhyun tidak percaya saat menyadari wajah Kibum yang sudah di basahi air mata.

Gumaman Kyuhyun sontak membuat Donghae ikut menoleh ke arah Kibum dan ia juga tak kalah terkejutnya mendapati adiknya sudah menangis seperti itu. Ia beralih menatap Jung Soo meminta penjelasan namun kakaknya itu hanya tersenyum canggung lalu menggeleng—bingung.

"Kibummie~ kenapa justru kau yang menangis?" tanya Donghae sedikit cemas.

Kibum hanya menggelengkan kepalanya dan semakin menyembunyikan wajahnya dalam pelukan Jung Soo seakan tak ingin ada yang melihat tangisan nya. Ia terisak pelan membuat Jung Soo mengelus punggung dongsaeng nya itu dengan lembut.

"Bum hyung~"

Mata Kyuhyun mulai berkaca-kaca, ia tidak pernah bisa melihat Kibum yang menurutnya kuat itu menangis.

"Hae hyung… Kyu—hiks" isak Kibum pelan setelah berhasil mengontrol dirinya. Ia masih menyembunyikan wajahnya walaupun Jung Soo mulai melonggarkan pelukan nya. Jung Soo sendiri tak tahu kenapa Kibum menangis. Ia hanya menyadari ketika Donghae mengecup kening Kyuhyun, dongsaeng nya itu mulai meneteskan air mata karena itu ia segera menghampiri Kibum dan memeluknya.

"Waeyo?" tanya Donghae penasaran.

"Bum hyung—hiks jangan menangis~"

"Ya bocah! Jangan ikut menangis, aish!"

Donghae mengacak rambutnya bingung ketika Kyuhyun mulai ikut terisak dengan mata berkaca-kaca. Ia menatap Kibum dan Kyuhyun bergantian dengan penuh tanda tanya. Kyuhyun hanya menggembungkan pipinya menahan tangisan dengan tatapan fokus pada Kibum.

Jung Soo melepaskan pelukan nya dan segera menghapus air mata Kibum yang menundukan kepalanya.

"Gwenchana?" tanya Jung Soo, Kibum hanya menganggukan kepalanya sekali kemudian mengambil nafas dalam.

"Kibummie—Bum hyung~"

Kibum menegakan wajahnya lalu mengalihkan tatapannya pada Donghae dan Kyuhyun yang sudah memanggilnya meminta penjelasan. Kibum menggaruk kepalanya sambil tersipu malu di tatap seperti itu oleh kakak dan adiknya.

"Itu… Biasanya aku yang menjadi saksi kalau kalian bertengkar. Dan sekarang, aku tak menyangka melihat kalian seperti tadi, Hae hyung dan Kyu membuatku… heum–terharu" ucap Kibum pelan terlihat malu-malu menyatakan alasan kenapa ia menangis sebelumnya. Setelah mengucapkan itu, ia hanya bisa menundukan wajahnya.

"Mwoya?!"

Donghae dan Kyuhyun saling pandang setelah mendengar penuturan Kibum, memikirkan kebenaran dari ucapan itu. Sedangkan Jung Soo sudah tertawa lalu mengacak rambut Kibum gemas. Memang selama ini, sadar atau tidak sadar Kibum lah yang lebih sering menjadi saksi apa saja yang terjadi antara Donghae dan Kyuhyun baik melihat secara langsung maupun Donghae yang menceritakan nya.

"Aish Kibummie kau ini…" Donghae memalingkan wajahnya yang sudah memerah karena malu mengingat apa yang ia lakukan tadi. Ia juga reflek mengecup kening Kyuhyun.

Berbeda dengan Donghae, Kyuhyun justru ikut tertawa pelan bersama Jung Soo melihat kedua hyung nya tersipu malu seperti itu. Ini pemandangan yang lucu dan Kyuhyun tak ingin melewatkan nya. Jung Soo pun menggelengkan kepala nya lalu merangkul Donghae juga Kibum masih dengan tawa yang membuat kedua adiknya itu menggembungkan pipinya kesal di tertawakan.

"Aigoo~ Kyuhyunnie sudah sadar?"

"Eoh? Appa? Eomma? Eommaaaa~~"

Sebuah suara menginterupsi keempatnya, mereka menoleh dan mendapati appa juga eomma mereka sudah berdiri di ambang pintu sambil membawa beberapa tas. Kyuhyun memekik senang, tak percaya dengan apa yang di lihatnya. Orang tua nya sudah pulang?

Nyonya Park segera berhambur menghampiri Kyuhyun dan memeluk anak bungsu nya itu.

"Chagi-ya, bagaimana keadaan mu? Kau membuat eomma cemas sayang, kau baik-baik saja kan?" Kyuhyun hanya mengangguk pasti dengan senyuman lebar yang masih menghiasi wajahnya. Nyonya Park pun menghela nafas lega sambil mengecup pipi dan mengusap wajah Kyuhyun.

Tuan Park tersenyum lega. Ia menaruh tas berisi beberapa baju Kyuhyun dan Donghae juga perlengkapan lain nya. Setelahnya ia menghampiri Kyuhyun dan mengecup kening anak nya itu. Kyuhyun hanya tersenyum senang.

"Eomma, appa~ kapan kalian pulang? Kyu sangat merindukan kalian. Tega nya kalian meninggalkan Kyunnie~" Kyuhyun merengut sebal walaupun matanya sudah berair menatap kedua orang tua nya bergantian.

"Appa dan eomma membohongi kita, Kyu. Mereka tidak pergi ke Hawaii, huh!"

"Eoh?"

Kyuhyun mengerjapkan matanya menatap Donghae bingung setelah hyung nya itu berucap dengan pipi menggembung kesal. Ia menatap kedua orang tuanya juga Donghae bergantian meminta penjelasan. Tuan dan nyonya Park memang sudah menceritakan semua nya pada ketiga anak mereka kecuali Kyuhyun tentunya.

"Mianhae sayang. Eomma senang melihat mu sudah sadar. Eomma juga sangat merindukan Kyunnie~ Nanti akan eomma jelaskan padamu, nde?" nyonya Park mengelus kepala Kyuhyun yang masih menatapnya penuh tanda tanya.

Namun raut bingung Kyuhyun segera berganti dengan ringisan saat sebuah denyutan sakit ia rasakan di kepalanya. Melihat Kyuhyun meringis sakit sambil memegangi kepala nya pun membuat keluarga Park menatap sang bungsu dengan cemas.

"Waeyo Kyu? Gwenchanayo?"

"Apa kepala mu sakit, chagi-ya?"

Kyuhyun hanya mampu menganggukan kepalanya, ia memejamkan matanya untuk menetralisir rasa sakit itu. Donghae segera menekan tombol untuk memanggil dokter yang ada di dinding dekat meja nakas. Namun karena lama tak ada yang kunjung datang, Kibum segera berlari keluar kamar memanggil perawat ataupun dokter untuk memeriksa keadaan sang dongsaeng.

.

.

OOOoooßCMB oooOOO

Malam semakin larut dan udara semakin dingin menusuk tulang. Sepi… Satu kata itu yang menggambarkan suasana rumah sakit di malam hari. Walaupun beberapa security masih berkeliling menjaga sekitar rumah sakit dan perawat yang berjaga 24 jam, lorong-lorong gedung itu tetap terlihat sepi. Ketenangan sangat terjaga apalagi di waktu selarut malam ini guna pasien bisa beristirahat dengan baik.

Suasana tenang juga dapat di rasakan di sebuah ruang rawat kelas vip hingga sebuah lenguhan memecah keheningan yang terjadi. Bocah 8 tahun yang terbaring di ranjang itu mulai menggeliat pelan dalam tidurnya.

Kyuhyun membuka matanya yang terasa lengket lalu sedikit menguceknya dengan punggung tangan kirinya. Setelah beberapa saat ia pun mengerjapkan matanya memandang langit-langit kamar yang putih bersih. Ia menguap kecil menandakan bocah itu masih merasakan kantuk namun kerongkongan nya terasa kering. Kyuhyun berusaha merubah posisi nya menjadi terduduk dan mengalihkan tatapan nya menuju meja nakas mencari segelas air. Keberuntungan belum ia dapatkan, gelas yang ada di meja terlihat kosong. Helaan nafas itu pun mengutarakan kekecewaan nya.

Dispenser air ada di dekat sofa dan tak mungkin dia berjalan ke sana sekarang. Kyuhyun mengumpat infuse yang sedikit menyusahkan nya. Tatapan Kyuhyun beralih ke arah sofa, di sana terlihat sang appa tengah tertidur dengan wajah lelahnya.

Maafkan aku appa… kau pasti lelah tapi justru menunggu ku di sini. Mianhae aku menyusahkan kalian~

"Hae hyung…"

Kyuhyun kembali mengalihkan tatapan nya kepada seseorang yang setia duduk di kursi sebelah ranjang nya. Ia sedikit terkejut karena sebelum ia tertidur setelah makan malam, Donghae duduk di tempat itu dan sekarang hyung nya masih berada di sana. Ia mengulas senyuman tipis. Walaupun merasa bersalah ketika melihat raut lelah di wajah hyung nya namun tak bisa di pungkiri ia sangat senang. Donghae sangat perhatian pada nya hari ini.

Tangan Kyuhyun terjulur mengelus pelan helai rambut Donghae namun bocah itu langsung menarik tangan nya saat Donghae menggeliat dan menegakan posisi duduknya. Seperti orang linglung, Donghae menoleh ke kanan dan kiri entah mencari apa hingga tatapan nya terfokus pada Kyuhyun yang tengah menatapnya.

"Kyu? Kau bangun?" tanya Donghae sembari mengacak rambutnya lalu menguap. Kyuhyun hanya tersenyum geli.

"Kyu haus, hyung" jujur Kyuhyun membuat Donghae mengalihkan tatapan nya ke gelas kosong di meja nakas.

"Chakkaman" balas Donghae dengan senyuman manisnya. Ia segera beranjak dari kursi dan mengambil gelas itu.

Donghae beralih menuju dispenser untuk mengambilkan air kemudian kembali ke ranjang Kyuhyun dan menyerahkan gelas itu pada sang dongsaeng yang menantinya.

"Kka minumlah"

"Gomawo hyung" Kyuhyun tersenyum lebar lalu mengambil gelas itu dan segera meminumnya. Rasa segar kembali di rasakan nya setelah air itu mengaliri kerongkongan nya yang kering.

Selagi Kyuhyun minum, Donghae beralih menuju sofa. Ia merapatkan selimut yang di gunakan sang appa.

"Dimana eomma, Teuki hyung dan Bum hyung?" tanya Kyuhyun sembari meletakan gelas itu kembali di meja nakas.

"Sekarang kau memanggil Jung Soo hyung dengan Teuki eoh?" Donghae kembali duduk di kursinya dan menatap Kyuhyun yang tengah menganggukan kepalanya.

"Karena dia yang paling special dan mengerti kita jadi Kyu ingin memanggilnya Leeteuk" terang Kyuhyun. Donghae hanya tersenyum geli.

"Mereka pulang ke rumah. Besok Jung Soo hyung dan Kibummie harus sekolah terutama Jung Soo hyung sudah mulai test jadi appa memaksa mereka pulang tadi"

"Lalu kenapa kau di sini hyung?"

"Kau tidak suka aku menunggu mu di sini eoh?"

Kyuhyun menggelengkan kepalanya lalu menyengir lebar. "Kyu sangat senang kau di sini tapi besok kau harus sekolah juga kan? Hyung tidak boleh terlalu lelah juga"

"Kau mengkhawatirkan ku? Haha" Donghae tertawa kecil lalu menepuk tangan Kyuhyun pelan. Kyuhyun hanya tersipu malu.

"Gwenchana. Aku masih punya izin dokter jadi besok aku tak akan sekolah. Aku sudah membujuk appa dan eomma agar bisa menemani mu dulu selama di rumah sakit" Kyuhyun menatap Donghae tidak percaya namun senyuman senang terpantri di wajahnya.

"Gomawo hyung" ucap Kyuhyun tulus. Donghae hanya tersenyum sebagai balasan.

Setelahnya mereka hanya terdiam. Tak ada yang berniat mengeluarkan suara. Donghae lebih asyik memainkan jemari Kyuhyun yang sepertinya menarik untuk nya sedangkan Kyuhyun hanya memperhatikan kelakuan hyung nya yang kekanakan itu. Ia menahan tawanya saat melihat raut Donghae yang lucu.

"Fishy hyung~" panggil Kyuhyun akhirnya. Donghae menatap Kyuhyun dengan tatapan bertanya.

"Kemarin… sepertinya aku bermimpi bermain bersama mu hyung. Tapi aku tak ingat seluruhnya, hanya beberapa saja yang bisa ku ingat dari mimpi itu" cerita Kyuhyun yang langsung membuat Donghae menatapnya serius. Senyuman lebar terlukis di wajahnya.

"Jinja? Apa bermain bola di sebuah lapangan lalu setelahnya kita duduk di rerumputan?" Kyuhyun membulatkan matanya lalu memiringkan kepalanya heran.

"Bagaimana hyung tahu?" Donghae terkikik geli lalu beranjak dari kursi dan beralih duduk di sisi kosong ranjang Kyuhyun. Ia mengacak rambut Kyuhyun pelan.

"Karena aku juga bermimpi seperti itu. Apa kita bertemu di mimpi? Haha"

"Benarkah? Waahh~ Hae hyung pasti merindukan ku jadi kau memimpikan ku seperti itu. Aku tak menyangka kalau kau sangat menyayangi ku, hyungie~" kagum Kyuhyun sambil menatap Donghae dengan mata berbinar. Donghae menjitak pelan kepala dongsaeng nya itu lalu menggelengkan kepalanya.

"Appo~" ucap Kyuhyun sambil mengusap hasil jitakan hyung nya itu dengan raut di buat kesakitan.

"Gwenchana? Aish mianhae, kau sih menyebalkan" Kyuhyun tertawa kecil melihat wajah Donghae yang berubah cemas. Donghae mendengus sebal melihatnya.

"Tapi aku benar-benar senang karena mimpi kita sama, hyung. Heum… kau tidak akan pergi dari rumah lagi kan? Kyu merindukan mu" jujur Kyuhyun sambil menundukan kepalanya.

Donghae tersenyum lalu mulai membawa Kyuhyun dalam pelukan nya. Ia mengusap kepalanya pelan. Kyuhyun hanya terdiam sembari memejamkan matanya.

"Aku tahu kau pasti merindukan hyung mu yang tampan ini—haha. Ne, nado Kyunnie"

Perasaan hangat itu di rasakan oleh keduanya dan entah kenapa Kyuhyun mulai terisak. Hal ini yang selalu ia harapkan. Pelukan dan ucapan Donghae membuatnya terharu. Ia membalas pelukan Donghae dengan tangan kirinya, tangan kanannya tidak bisa banyak di gerakan karena jarum infuse itu.

"Hae hyung… hiks"

"Sstt, jangan menangis. Hyung tidak suka melihatmu menangis, Kyu" bisik Donghae pelan walaupun mata nya sendiri sudah berair dan memerah. Kyuhyun pun menurutinya. Walau masih terisak kecil, ia tak menangis.

Donghae melepaskan pelukan nya lalu menghapus air mata Kyuhyun. Ia tersenyum geli melihat Kyuhyun menggembungkan pipinya menahan tangis "Ayo senyum, Kyunnie~"

Kyuhyun mulai menarik sudut bibirnya mengulas sebuah senyuman yang masih sedikit di paksakan.

"Fishy hyung pabbo! Mana bisa aku tersenyum kalau aku ingin menangis sekarang"

"Ya! Aish anak ini… Kau sudah sakit masih saja menyebalkan"

"Itu karena kau lebih menyebalkan hyung~"

Donghae mendengus sebal karena Kyuhyun terus membalas ucapan nya.

"Baiklah. Aku tidak akan bersikap menyebalkan lagi. Aku akan berubah seperti Jung Soo hyung atau Kibummie saja, puas kau Kyuhyunie, dongsaeng ku tersayang?" ucap Donghae dengan senyuman super manis namun justru membuat Kyuhyun bergidik.

"Andwae! Jangan berubah!" pekik Kyuhyun sambil menggelengkan kepalanya cepat. Donghae tersenyum jahil lalu mendekatkan wajahnya kepada Kyuhyun masih dengan senyuman.

"Waeyo Kyunnie? Hyung kan ingin berbuat baik pada adik kecil ku ini~"

"Andwae! Aku sudah punya satu hyung yang bersikap sangat lembut lalu satu hyung yang perhatian jadi kau harus tetap menjadi hyung ku yang menyebalkan untuk menghiburku" ucap Kyuhyun dengan wajah polosnya membuat Donghae merengut seketika mendengar penuturan dongsaeng nya itu.

"Ya! Apa kau tidak bisa memuji ku dengan kata-kata yang lebih bagus eoh?" Kyuhyun menggelengkan kepalanya.

"Aniyo. Itu karena kau memang menyebalkan fishy hyung~"

"Aish bocah! Kau lebih menyebalkan dariku"

"Aww~ Haeww hyuwng ap-poww~~"

Karena merasa kesal sekaligus gemas, Donghae mencubit kedua pipi chubby Kyuhyun dan sedikit menariknya. Ia tertawa geli melihat dongsaeng nya itu meringis.

"Cepat katakan kalau hyung mu ini yang terbaik dan paling tampan" titah Donghae masih dengan tawanya. Kyuhyun memejamkan matanya, tangan kirinya berusaha menepis tangan Donghae namun hasilnya sia-sia.

"Arrawsow! Tapiww lewpawwss duluw!"

Donghae melepaskan cubitan nya lalu mengelus pipi Kyuhyun yang sedikit memerah karena ulahnya. Kyuhyun memberikan hyung nya death glare menyalurkan rasa kesalnya. Kenapa aku punya hyung ajaib seperti orang ini sih? Huh!

"Kka cepat katakan!"

"Donghae hyung adalah hyung kuyang paling tampan tapi sangaaatt menyebalkan~!"

"Setidaknya itu lebih baik—haha"

Donghae menepuk-nepuk pelan kepala Kyuhyun sedangkan Kyuhyun hanya memutar bola matanya malas.

Cup~

Kyuhyun terpaku saat Donghae mengecup kedua pipinya juga pucuk kepalanya dengan lembut. Ia mengerjapkan matanya polos menatap hyung nya yang sudah menyengir lebar. Donghae mengacak rambut Kyuhyun pelan. Kyuhyun mulai mengulas senyuman manisnya.

"Gomawo sudah menyelamatkan ku kemarin, hyung" Kyuhyun tersenyum tulus. Ia sadar jika hyung nya tidak mendorong nya kemarin, dia pasti sudah tertabrak truk "Kyu senang Hae hyung baik-baik saja. Kalau hyung terluka, Kyu pasti akan menyalahkan diri ku sendiri"

"Gwenchana, kau terluka begini juga karena aku—mianhae. Kka sudah malam, tidurlah lagi. Anak kecil apalagi sedang sakit tidak boleh tidur selarut ini" ucap Donghae lembut membuat Kyuhyun tersenyum. "Tapi Kyu baru terbangun~"

"Heum. Tapi kau harus banyak istirahat dan sekarang saatnya tidur" Kyuhyun menekuk wajahnya kesal, ia masih ingin mengobrol banyak dengan Donghae sekarang.

"Hoaamm~ hyung juga mengantuk Kyunnie. Apa kau tega melihat ku begini eoh? Hyung juga perlu tidur" ujar Donghae lagi sambil menunjukan ekspresi mengantuknya pada Kyuhyun yang hanya tersenyum geli.

"Itu karena kau masih kecil dan manja, hyung jadi cepat mengantuk~"

" Ya ya ya terserah kau saja evil maknae. Sekarang tidur!"

Donghae mulai membantu Kyuhyun untuk kembali berbaring di ranjangnya. Ia sedikit panik saat Kyuhyun meringis karena dongsaeng nya itu tak sengaja menarik jarum infusnya. Kyuhyun tersenyum menenangkan.

"Hae hyung tidur di sini saja~" Kyuhyun menggeser sedikit tubuhnya dan memberikan sedikit ruang kosong di ranjangnya.

"Kau kira tubuhku ini kecil eoh? Sudahlah" tolak Donghae sembari membenarkan posisi tidur Kyuhyun dan menyelimuti tubuh adiknya itu.

"Tapi Kyu mau tidur di dekat fishy hyung~" rengek Kyuhyun membuat Donghae terkikik geli "Lihat siapa yang manja heum?" Kyuhyun menggembungkan pipinya mendengar ejekan itu.

"Hyung di sini, Kyu. Tidurlah" Donghae mengurungkan niatnya untuk turun dari ranjang Kyuhyun dan kembali duduk di kursi. Ia tetap duduk di sisi ranjang dan mulai memainkan helai rambut Kyuhyun.

Kyuhyun pun mulai memejamkan matanya. Ia menggenggam tangan kiri Donghae erat dan meletakan nya di dadanya. Kehangatan itu kembali di rasakan nya membuat bocah itu tersenyum. Donghae hanya terdiam masih dengan kegiatan nya. Ia memperhatikan Kyuhyun yang sudah terlelap dalam tidurnya. Wajah bocah itu tenang dan damai. Donghae mulai menyandarkan kepalanya di dinding kepala ranjang dan memejamkan matanya.

"Jal jayo Kyuhyunnie…"

.

.

-To be Continued-

.

.

Yeay akhirnya bisa ngapdet juga~ haha

Baru jeda 4 hari dari trakir apdet, jadi masih tergolong cepet kan? /slaped/

Lye gak lagi UN kok, untungnya udah lulus xD cuma lagi males aja *eehhh /di gampar reader/

Kalian benar semua nya~ bcmb memang akan segera berakhir \(^-^)/ mungkin chap depan atau 2 chap lagi deh. Ah iya kemarin keceplosan ngomong gyumbul, iya itu artinya gyu gembul wkwk

Chap ini penuh HaeKyu moment *-*/\ tapi maaf kalo tidak memuaskan bahkan mengecewakan~

Masalah Kibum chap depan ya ^^

Oke la~ Mianhae kalo lye sering miss dalam absen nama kalian ya, lye edit n apdetnya di hp sih jadi susah juga plus mata seliwer kayaknya _-_

Jeongmal KamsaHae~ see ya next chap!

LyELF

Special Thanks to :

Riekyumidwife, niez, Chojjee, Kim Soo Jin, DewiDestriaPutri, 92line, aoihime no rinha, gyu1315, Blackyuline, EvMar, xoxory, FitriMY, sfsclouds, aninkyuelf, IrumaAckleschia, ndah951231, AyuClouds69, kkyu32, kyuqie, lianpangestu, cece, yolyol, hikmajantapan, Aulia, cho-i-chahyun, bella0203, shintalang, ratnasparkyu, haekyu, arumfishy, qyukey, kadera, Hana Ajibana, gaemgyu0321, ichaElfs, bryan ryeohyun, dew'yellow, ChoYeonRin, ay, Ryeohyun, vha Chandra, MissBabyKyu, Arum Junnie, readerfanpit, Sachiko Yamaguchi, Anonymouss, RTDhilla, YouraUkeKyu, KimCha, nestyinez, sparkyu amore, Gyurievil, heeeHyun, AngeLeeteuk, Augesteca, TikaClouds2124, yayaELFsparkyu, and all Guest