BE CLOSE MY BROTHERS

.

.

Main Cast :

Park Jung Soo / LeeTeuk

Lee Donghae as Park Donghae

Kim Kibum as Park Kibum

Cho Kyuhyun as Park Kyuhyun

.

Genre : Family – Brothership

.

Rated : T

Warning : Typo (s), bad plot, gaje, bored

Disclaimer : All cast isn't mine. They're belong to God and themselves. But, all story and plot is mine!

LyELF

.

-Enjoy reading-

.

.

OOOoooßCMB oooOOO

PART 12

"Hae hyung ireona~ ppalli ireona, Hae hyuuungg~"

"Ukh—berisik!"

"Fishy hyuuung, ireona!"

Kyuhyun menggembungkan pipinya kesal ketika Donghae justru menepis tangan nya lalu menarik selimut hingga menutupi seluruh tubuhnya. Dengan kesal, Kyuhyun menggoncangkan tubuh Donghae berulang kali. Sungguh ia merutuk kakaknya yang susah sekali di bangunkan. Sudah hampir setengah jam ia duduk di sisi ranjang Donghae hanya untuk membangunkan hyung nya itu tapi Donghae masih saja bergeming di kasurnya.

"Ya! Ikan jelek pemalas cepat bangun!" decak kesal Kyuhyun akhirnya mengeluarkan panggilan yang hampir dua minggu ini tak ia lontarkan.

Tapi sepertinya Donghae tak menghiraukan ketidaksopanan dongsaeng nya itu. Ia masih asyik bergelung di dalam selimutnya membuat Kyuhyun melipat kedua tangan nya di depan dada. Otak Kyuhyun berputar mencari cara untuk membangunkan Donghae tapi sepertinya pikiran bocah itu sudah di penuhi dengan berbagai macam rencana yang akan ia lakukan hari ini.

"Hae hyuungg ireona~ Nanti kita kesiangan. Appa dan eomma sudah menunggu di ruang makan. Ayolah hyungie~" rengek Kyuhyun dengan nada memelas sambil berusaha menarik selimut yang di kenakan Donghae.

Donghae masih setia memejamkan matanya walaupun sebenarnya ia sudah terbangun sedaritadi. Mana mungkin tidak bangun jika suara berisik Kyuhyun mengganggu nya di tambah goncangan pada tubuhnya. Sangat mengganggu!

"Hae hyung… Hae hyung~" Donghae tak bisa menyembunyikan tawa geli nya. Ia terkikik di dalam selimut nya mendengar rengekan Kyuhyun yang menurutnya lucu. Walaupun begitu, Donghae masih terdiam karena masih ingin menggoda adik kecilnya itu.

"Ukh menyebalkan!"

Kyuhyun mulai kehabisan akal. Kaki nya mulai menendang-nendang tubuh Donghae pelan. Mata tajamnya terus terfokus pada sang hyung yang bersembunyi di dalam selimut.

"Kyu…"

Hingga sebuah panggilan membuat bocah itu menolehkan kepalanya ke arah ambang pintu. Kyuhyun menarik senyuman tipis untuk Jung Soo yang entah sejak kapan sudah berdiri di sana sembari bersandar di pinggiran pintu. Jung Soo pun tersenyum menunjukan dimple manisnya.

"Teuki hyung~ ukh! Lihat… ikan pemalas ini belum bangun juga" adu Kyuhyun lalu melipat tangan nya di depan dada dan menggembungkan pipinya lucu. Jung Soo tertawa kecil lalu melangkahkan kaki nya masuk ke dalam kamar. Ia menghampiri Kyuhyun dan mengacak rambut dongsaeng nya gemas.

Setelah nya, Jung Soo beralih menatap Donghae yang mulai bergerak-gerak dalam selimut dan itu menjadi tanda bahwa adik nya itu sudah terbangun.

"Hae…" panggil Jung Soo dengan nada pelan namun Donghae masih kekeuh berdiam di dalam selimut tebal nya.

"Donghae-ah, kka bangun!"

Jung Soo masih berusaha sabar memanggil dongsaeng yang seakan mengabaikan panggilan nya.

"Hae ngantuk hyung~"

Akhirnya sebuah suara menyahut panggilan Jung Soo. Donghae berucap dengan suara lirih dan sedikit serak nya tanpa membuka selimut yang menyelimuti seluruh tubuhnya.

"Arrayo, tapi ini sudah siang. Ppalli ireona!" Jung Soo mulai menepuk-nepuk pelan tubuh Donghae agar dongsaeng nya segera bangun. Namun yang ia dapatkan adalah Donghae yang menggelengkan kepalanya di dalam selimut.

"Ini masih jam 8 dan Hae tidur hampir jam 1 tadi malam. Salahkan bocah setan itu!"

"Mwo? Kenapa jadi Kyu?"

Kyuhyun tidak terima dengan statement hyung nya. Ia menggelengkan kepalanya polos saat Jung Soo menatapnya.

"Kau memaksa ku menemani mu bermain hingga kau bisa tertidur, pabbo!" Donghae menyembulkan kepala nya dari dalam selimut sesaat untuk menatap Kyuhyun kesal. Setelah mengatakan itu, Donghae kembali menarik selimutnya hingga menutupi wajahnya lagi.

Jung Soo kembali menatap Kyuhyun yang sudah menyengir sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Memang benar, tadi malam ia memaksa Donghae menemani nya bermain game hingga larut malam. Salah kan dirinya yang terlalu excited dengan hari esok membuat bocah itu tidak bisa tidur. Ia meminta Kibum menemani nya bermain namun hyung nya itu sudah tertidur jadilah sasaran empuk nya adalah Donghae. Dengan rengekan mautnya tentu saja Donghae tak akan bisa menolak dan pasrah menemani nya bermain hingga bocah itu ketiduran.

Jung Soo hanya menggelengkan kepalanya mendengar kenyataan itu.

"Ish mianhae hyung~ tapi… kau harus bangun. Nanti kita kesiangan ke lotte world nya~" rengek Kyuhyun sembari mencoba menarik selimut Donghae kembali. Donghae hanya terdiam sambil menahan agar selimut tak meninggalkan tubuhnya.

"Baiklah…" Jung Soo mulai angkat bicara lagi. Ia menarik tangan Kyuhyun dan mengajaknya agar beranjak dari kasur. Kyuhyun yang bingung hanya bisa menuruti kemauan hyung nya tanpa protes.

"Jadi Hae mau tidur saja? Oke, kalau begitu Hae jaga rumah saja nde? Nanti hyung akan bilang pada appa dan eomma kalau Hae tidak ingin ikut jalan-jalan"

Kyuhyun menatap Jung Soo protes. Hei… dia mengharapkan agar bisa bermain bersama seluruh hyung nya termasuk Donghae. Kalau fishy hyung nya tidak ikut, aaaa~ rencana nya bisa gagal. Tidak akan seru!

Jung Soo terkikik geli melihat ekspresi adik kecil nya. Ia mencubit gemas pipi Kyuhyun pelan lalu mengedipkan sebelah matanya. Kyuhyun memiringkan kepalanya, sungguh ia tak mengerti. Tapi sedetik kemudian setelah bisa mencerna maksud Jung Soo, ia mulai menarik senyuman jahilnya. Ia beralih menatap Donghae yang masih terdiam.

"Ne Teuki hyung~ kalau ikan itu tidak mau ikut ya… kita jalan-jalan sendiri saja" balas Kyuhyun dengan nada riang.

"Heum! Kita akan bersenang-senang, Kyunnie~"

"Kita akan bermain semua permainan, foto bersama, makan-makan. Pasti akan sangat menyenangkan~ Kyu tidak sabar"

"Haha… ne kajja, kita sarapan dulu lalu langsung berangkat. Kibumie sudah ada di ruang makan"

Jung Soo menggandeng tangan Kyuhyun dan menuntun adik nya itu berjalan keluar kamar. Dengan riang Kyuhyun menuruti bahkan sembari menggoyangkan tangan Jung Soo.

"Hanya diam di rumah pasti membosankan. Ckck kasian—ah! kita jalan-jalan sampai malam ya hyung?"

"Tentu saja. Bahkan appa dan eomma berencana akan menginap di luar. Mereka sudah menyewa sebuah kamar di hotel"

"Jeongmal? Yeeaayy~! Wew, di rumah sendirian hingga besok. Tidak perlu khawatir fishy hyung, kau tidak sendirian. Masih banyak setan yang menemani mu nanti malam, hati-hati yaa.. hiii~"

Dengan kesal, Donghae menyibak selimut nya lalu terduduk di kasur. Ia memberikan death glare nya pada Jung Soo dan Kyuhyun yang masih berdiri di luar kamarnya sambil menatap kearah nya.

Sontak Jung Soo dan Kyuhyun tertawa melihat ekspresi kesal bercampur takut di wajah Donghae yang terlihat masam.

"Kalian berdua menyebalkan!"

Sebuah bantal langsung melayang ke arah Jung Soo dan Kyuhyun yang sudah berlari masih dengan tawa geli nya. Donghae mengacak rambut nya kasar membuat surai hitam kecoklatan itu semakin kusut.

Dengan berat hati, Donghae beranjak dari kasurnya dan melangkah gontai keluar kamar. Hei, mana mau ia di tinggal sendirian di rumah apalagi hingga malam atau besok. Tsk! Terutama mendengar kata-kata 'setan' dari adik nya itu. Jangan tertawa! Donghae memang takut pada hal-hal seperti itu.

Sedangkan di ruang makan terlihat appa dan Kibum sudah duduk manis di kursi meja makan. Appa tengah membaca koran pagi mencari informasi dan berita hari ini. Sedangkan Kibum asyik memainkan PSP nya menunggu eomma yang terlihat tengah bolak-balik dari dapur ke ruang makan membawa sarapan pagi ini.

"Huwaa—haha stop Hae-haha hyungg!"

Gelak tawa geli itu langsung terdengar memenuhi ruang makan saat Donghae dan Kyuhyun muncul di ambang pintu. Bocah 8 tahun itu hanya bisa tertawa sambil menahan geli saat Donghae dengan santai menggelitiki nya.

"Rasakan ini… salah sendiri mengerjaiku tadi"

"Haha-bu-kan hahaha bukan aku… Itu… Teuki hyung—haha hae hyung~"

Donghae masih belum menghentikan aksinya walaupun wajah Kyuhyun sudah terlihat memerah karena terlalu banyak tertawa. Jung Soo yang berjalan di belakang mereka dan baru tiba di ruang makan hanya bisa terkikik geli.

"Hei hei… kalian ini apa-apaan. Hae sudah" tegur sang appa yang sejak tadi memperhatikan keduanya.

Suara sang appa membuat Donghae terpaksa menghentikan aksinya. Ia tersenyum puas melihat Kyuhyun tengah menarik nafas sambil menepuk-nepuk pipinya yang sudah memerah. Donghae mengacak rambut Kyuhyun gemas lalu beralih ke kursi sebelah Kibum. Dengan tangan jahilnya, Donghae mencubit pipi Kibum yang terlihat masih serius dengan game nya.

"Kekanakan…" dengus Kibum sambil menatap Donghae sebal sambil mengelus pipinya. Donghae hanya menyengir lebar membalas tatapan dongsaeng nya itu.

Jung Soo kembali menggandeng tangan Kyuhyun dan menuntunnya ke meja makan di karenakan bocah itu masih terlihat lemas berdiri di tempat.

"Hae hyung menyebalkan" decak kesal Kyuhyun setelah duduk di kursi yang biasa di duduki nya.

"Kau yang memulai nya" balas Donghae sembari memainkan gelas yang ada di hadapan nya.

"Teuki hyung yang memulainya!" bantah Kyuhyun tidak terima. Donghae mengalihkan tatapan nya dari gelas menuju hyung tertua nya.

"Berhenti terkikik begitu hyung. Aku akan membalasmu nanti"

"Benarkah? Apa yang mau kau lakukan heum? Kalau begitu jangan pernah meminta bantuan hyung lagi nanti nya"

Donghae mempoutkan bibirnya mendengar penuturan Jung Soo. Tidak… Tidak mungkin ia membalas perbuatan hyung nya, itu hanya akan merugikan diri nya nanti. Akhirnya namja itu hanya terdiam dan mengalihkan tatapan pada Kibum yang ada di sebelahnya.

"Ada apa ini?"

Nyonya Park yang baru saja kembali dari dapur dan segera meletakan teko kaca berisi susu segar di atas meja pun beralih menuju kursi yang ada di sebelah Donghae. Sebelum duduk ia memeluk anaknya terlihat masam itu sembari merapikan rambut Donghae yang berantakan.

"Mereka menyebalkan eomma~" adu Donghae sambil menunjuk kesal ke arah Jung Soo dan Kyuhyun. Jung Soo hanya tersenyum sedangkan Kyuhyun sudah memeletkan lidahnya meledek sang hyung.

"Salah sendiri kau ini pemalas hyung. Susah sekali membangunkan mu" balas Kyuhyun senang.

"Sudahlah kalian ini setiap hari selalu ribut. Kka kita makan sekarang, appa sudah lapar"

Nyonya Park hanya tersenyum geli lalu mengecup pipi Donghae—mungkin sebagai obat dari kekesalan bocah itu—sebelum duduk di kursi.

"Bum hyung~ apa kau sudah menyelesaikan game itu?" tanya Kyuhyun sembari menunggu eomma nya mengisi piringnya dengan nasi goreng untuk sarapan hari ini.

Kibum menyimpan psp hitam nya dalam saku sebelum tersenyum bangga menatap dongsaeng nya.

"Satu level lagi complete" jawab nya singkat.

"Mwo? Jinja? Aish Kyu masih kurang 3 level lagi, kau harus menunggu ku hyung~" Kyuhyun menatap Kibum dengan puppy eyes nya namun akhirnya bocah itu menghela napas pasrah saat hyung nya menggelengkan kepala.

"Aniyo. Bahkan kau memainkan nya lebih dulu dari ku, Kyu" balas Kibum tanpa menatap Kyuhyun dan memberikan piring nya pada sang eomma untuk di isi.

"Ish. Ini karena Fishy hyung! Kalau dia tidak membuat game over pasti aku sudah menang"

"Ya! Kau senang sekali menyalahkan ku bocah"

"Tapi memang hyung yang salah, huh!"

"Kalau kau tidak memaksa ku mencoba bermain, aku tak akan menyentuh psp mu itu"

Kyuhyun terdiam sambil menggembungkan pipinya. Sedangkan Donghae masih menatap sebal dongsaeng nya.

"Bisakah kalian tidak bertengkar barang sehari saja?"

Suara kepala rumah tangga ini menginterupsi perdebatan di antara Donghae dan Kyuhyun. Dua bocah itu langsung menatap ke arah appa nya lalu tanpa di perintah mereka menggeleng secara bersamaan.

"Tidak bisa!"

Nyonya Park, Jung Soo dan Kibum hanya bisa terkikik geli melihat ekspresi shock tuan park saat kedua anak nya berucap bersamaan dengan tatapan tajam.

"Sudahlah. Sekarang kita makan saja" lerai sang eomma dengan nada lembut.

Keluarga itu pun mulai menyantap sarapan pagi penuh gizi tersebut sebagai pengisi energi untuk memulai aktivitas bermain yang akan mereka lakukan nanti. Tak ada kata tenang dalam sarapan itu. Masih terdengar perdebatan atau tawa kecil yang mengiringi nya. Tak mempermasalahkan hal tersebut, tuan dan nyonya Park hanya memperhatikan keempat anak mereka. Setidaknya sarapan akan lebih menyenangkan seperti ini daripada dalam suasana tenang dan terkesan canggung.

.

.

.

OOOoooßCMB oooOOO

Matahari bersinar semakin terik siang hari ini. Cuaca terlihat sangat cerah walaupun cukup panas karena pancaran sinar sang penguasa cahaya. Namun suasana panas itu tak mengurungkan niat keluarga Park untuk melewatkan liburan nya di weekend ini.

Waktu sudah menunjukan pukul 2 siang dan itu berarti sudah hampir 4 jam keluarga Park berada di taman bermain terbesar di pusat kota Seoul tersebut. Mereka masih di arena indoor dari Lotte World membuat suasana panas luar ruangan tak mengganggu aktivitas bermain.

Keluarga itu baru saja keluar dari salah satu cafeteria di salah satu sudut foodcourt di sana untuk menyantap makan siang.

Dengan riang Donghae merangkul pundak Kyuhyun dan keduanya berjalan memimpin di bagian depan. Donghae memakai sebuah topi sport yang menutupi kepalanya sedangkan sang dongsaeng justru mengenakan sebuah bando bertanduk dua berwarna merah yang mereka beli di salah satu shop tadi.

Di belakang dua bocah itu ada Kibum yang berjalan santai dan asyik menikmati secup besar es krim mix yang terlihat sangat enak, di samping nya ada Jung Soo yang juga masih memakan cemilan ddubokki. Sesekali Jung Soo akan menyuapi ddubokki pada Kibum dan adik nya terlihat menerima begitu saja. Begitu pula sebaliknya Kibum akan gantian menyuapkan sesendok es krim untuk Jung Soo. Walaupun rasa dari dua makanan itu tidak cocok di makan berdampingan—rasa manis pedas dari ddubokki dan manis dingin dari es krim—namun menurut mereka itu terasa enak. Terkadang kedua nya tertawa entah karena apa.

Barulah di belakang Jung Soo dan Kibum terlihat tuan dan nyonya Park yang berjalan santai. Appa merangkul pinggang sang eomma. Kedua nya memperhatikan keempat anaknya dengan senyuman senang. Melihat keakraban dan kebersamaan keluarga adalah hal yang paling membahagiakan.

"Bum hyung~"

Kyuhyun membalikan badan nya dan segera berhambur menghampiri Kibum. Tangan nya langsung menarik-narik tangan hyung nya itu.

"Lihat, di sana ada starwars. Kita bermain itu, ya ya ya?" ajak Kyuhyun sambil menunjuk salah satu wahana permainan di depan sana dengan sangat excited. Permainan yang ada di dalam film dan video games yang sering ia mainkan.

Kibum memperhatikan arah antrian di wahana itu. Tak terlalu banyak yang mengantri membuat Kibum tersenyum lalu langsung mengangguk setuju.

"Hae hyung tidak mau ikut, huh! Apa Teuki hyung mau ikut dengan kami?" tanya Kyuhyun sambil menatap kakak tertua nya. Jung Soo berpikir sejenak sebelum menggelengkan kepalanya.

Setelah melihat penolakan dari hyung nya, tak membuang waktu lama Kibum dan Kyuhyun segera berlari menuju wahana star wars. Donghae sempat merebut cup es krim dari tangan Kibum sebelum adik nya berlari.

"Cepat kembali kemari setelah selesai" pesan sang eomma sedikit berteriak. Kedua nya hanya melambaikan tangan sebagai balasan.

"Hyung~ kajja kita lihat-lihat ke sana" Donghae menyuapkan sesendok es krim ke dalam mulutnya sebelum menarik tangan Jung Soo ke arah lain dari tempat itu.

"Appa, eomma kami pergi sebentar"

Tuan dan nyonya Park hanya memperhatikan kedua anaknya yang ikut pergi. Mereka pun memilih untuk duduk di sebuah bangku yang di sediakan taman bermain untuk menunggu keempat anaknya kembali. Mereka tak ingin mengambil resiko akan berpencar sehingga memutuskan untuk menunggu di sini saja sambil berbincang.

Setelah kurang lebih 20 menit, Kyuhyun dan Kibum keluar dari wahana starwars sambil tertawa senang. Kedua nya segera kembali menuju kedua orang tuanya. Tanpa di minta, Kyuhyun menceritakan semua yang ia mainkan di dalam kepada eomma kesayangan nya. Dari acara mengantri, memilih senjata dan menembak-nembak musuh di dalam sana. Nyonya Park pun hanya mendengarkan sambil mengelus pucuk kepala anak bungsu nya itu.

Tak berapa lama, Jung Soo dan Donghae pun kembali berkumpul bersama di tempat awal.

"Hei hei. Kita menonton 4-D Theater di sana nde?" ajak Jung Soo sambil menunjuk sebuah wahana theater yang berada di depan sana. Tadi ia sudah melewati wahana itu bersama Donghae dan memang berniat menonton di sana.

"Boleh. Aku mau duduk" balas Kibum sambil mengangguk antusias.

"Baiklah, kajja"

Tuan Park beranjak berdiri dan merangkul Kibum mengikuti Jung Soo dan Donghae yang sudah berjalan di depan. Di bagian belakang Kyuhyun masih sibuk bercerita pada eomma nya.

Beberapa saat mengantri, mereka pun akhirnya masuk ke dalam theater dengan seatplan sebanyak 50 kursi itu. Mereka segera duduk di kursi masing-masing dan mulai mengenakan kacamata hitam yang di sediakan khusus untuk menonton film nantinya.

Lampu segera di matikan setelah kursi terisi penuh dan film bergenre petualangan itu pun di putar. Efek dari kacamata 4D, kursi yang bergoyang, hembusan angin dan cipratan air membuat penonton seakan turut berada di dalam film dan merasakan semua yang ada di dalam nya. Membuat sebuah sensasi menyenangkan tersendiri.

Suara teriakan seru, tegang juga takut terdengar memenuhi ruangan.

Donghae sedikit sebal pada Kyuhyun yang duduk di sebelahnya dan entah sadar atau tidak tangan adiknya tidak bisa diam dan terus mengganggu acara menonton nya. Di saat tegang dan menakutkan, Kyuhyun akan menarik tangan Donghae dan meremaskan. Sedangkan di saat lucu dan seru, bocah itu akan menepuk-nepuk tangan Donghae sambil tertawa.

"Aigoo… Lihat Kyu, tangan ku merah! Aish kau ini tidak bisa diam" dengus Donghae sesaat setelah keluar dari dalam theater. Kyuhyun hanya bisa menyengir lebar lalu merangkul manja tangan Jung Soo.

Setelah menyelesaikan acara menonton bersama, mereka masih menyusuri arena indoor Lotte World. Kyuhyun menarik tangan Kibum dan Donghae untuk menemani nya bermain crazy bumper cars.

Bagai seorang pembalap, ketiganya sudah mengenakan helm dan berada di dalam mobil masing-masing. Mengendari mobil ke sekitar arena luas yang di sediakan. Kyuhyun dengan mobil berwarna ungu, Donghae berwarna biru dan Kibum berwarna putih bercorak hitam. Ketiganya saling melempar tatapan tajam dan seringaian sambil memegang stir mobil. Dan setelahnya terjadi adu balap di ketiganya. Saling menubruk dan membalap satu sama lain yang juga di sertai tawa karena suatu hal yang menurut mereka lucu.
Menunggu ketiganya bermain, tuan dan nyonya Park berdiri di samping arena sambil meneriakan nama anak-anaknya seakan memberi semangat sedangkan Jung Soo justru asyik mengambil gambar dari tiga dongsaeng nya juga orang tuanya dengan kamera yang menggantung di lehernya.

"Sudah cukup sore, bagaimana kalau kita keluar? Kita ke amusse park!" usul Donghae sambil menunjuk gerbang keluar dari indoor Lotte World.

"Benar juga, pasti tidak sepanas tadi" balas Jung Soo lalu mengangguk setuju.

"Ne, Kyu mau!" Kyuhyun dan Kibum mengangguk secara bersamaan.

Appa dan eomma tidak banyak bicara, toh mereka akan mengikuti kemana pun yang di inginkan oleh keempat anaknya.

Akhirnya setelah puas dengan berbagai wahana permainan yang di sediakan di bagian indoor Lotte World yang menjadi salah satu arena bermain dalam ruangan terbesar di asia itu, keluarga Park pun beranjak keluar.

Mereka menuju ke bagian outdoor Lotte World ini. Bagian yang sering di sebut sebagai Magic Island. Sebuah pulau buatan yang ada di tengah-tengah danau besar di sana. Tidak seperti permainan di indoor, wahana di bagian outdoor lebih menantang adrenalin.

Hari memang terlihat sudah sore. Langit yang tadinya biru secerah lautan itu mulai terlihat memerah. Suasana pun menjadi lebih teduh.

Sebuah gate dan jembatan besar pengantar menuju magic island telah menyambut keluarga Park. Bagaikan berada di sebuah negri dongeng, sekitar jembatan di hias dan beronamen layaknya sebuah kastil. Beberapa warna cerah dan arsitektur menarik membuat jembatan itu terlihat indah. Bisa di lihat sebuah kastil besar nan megah yang ada di ujung sana tepatnya di tengah amusse park.

"Aigoo~ Bummie mirip dengan snowy—haha"

"Nde! Bum hyung mirip snowy kecil hahahaha"

Kibum menggembungkan pipinya mendengar ledekan dari Donghae dan Kyuhyun setelah ia pasrah di paksa Donghae memakai sebuah bando bertelinga kelinci putih. Ia memutar bola matanya malas mendengar hyung dan dongsaeng nya masih saja terkikik geli menatap penampilan nya.

Keluarga Park sempat mengabadikan beberapa foto bersama di sekitar gate dan jembatan itu seperti layaknya pengunjung lain nya. Mereka juga berdiri di depan kastil besar dan berpose untuk foto kenang-kenangan. Tawa geli terdengar saat mereka memperhatikan beberapa foto dengan pose konyol dan lucu.

"Ah sebelum kita ke atlantis adventure, aku ingin mencoba itu"

Dengan semangat Jung Soo menunjuk sebuah wahana yang tidak jauh darinya. Donghae, Kibum dan Kyuhyun hanya bisa tercengang memperhatikan tiang sangat tinggi dari permainan yang di tunjuk hyung tertua nya.

"K-kau serius hyung?" tanya Kyuhyun memastikan, Jung Soo hanya mengangguk pasti.

"Bungee Drop… kata teman-teman ku itu menyenangkan" gumam nya seperti tak memiliki rasa takut memperhatikan permainan di depan nya.

"Baiklah. Sekarang appa yang menemani mu"

Jung Soo tersenyum senang menatap sang appa yang akhirnya turun tangan juga. Tuan Park merangkul bahu anak sulung nya sambil menatap wahana di hadapan nya dengan mantap. Jangan heran jika namja berkepala 4 itu masih sanggup bermain menantang seperti itu. Dia masih memiliki fisik dan mental yang sangat kuat dan sehat terlebih ia sangat menyukai tantangan.

Nyonya Park hanya bisa menggelengkan kepalanya sedangkan Kibum dan Kyuhyun saling melempar tatapan tidak percaya, berbeda dengan Donghae yang masih memperhatikan permainan itu dengan intens. Ia menengguk ludahnya sulit membayangkan jika dirinya berada di sana.

"Kajja! Hae kau juga harus mencoba nya. Kita ber—"

"MWO? Hae? Shireo! Hae tidak mau ikut!"

Donghae menggeleng cepat sambil mengibaskan kedua tangan nya ke hadapan Jung Soo. Melihat tinggi tiang nya saja sudah membuatnya bergidik apalagi jika bermain.

Namun entah mengapa, Jung Soo langsung menarik begitu saja tangan Donghae—mengabaikan penolakan dari adiknya. Donghae berusaha melepaskan diri tapi sekarang tubuhnya justru di himpit oleh hyung dan appa yang membawa nya mengantri untuk menikmati wahana tersebut. Melihat itu, sontak Kibum dan Kyuhyun tertawa memperhatikan ekspresi ketakutan di wajah Donghae. Nyonya Park sendiri hanya tersenyum geli sambil menggelengkan kepala tanpa niat mencegahnya.

"Hyung, kau gila! Sungguh Hae akan membalasmu nanti. Tapi kalau Hae mati bagaimana? Aigoo hyungiiee~"

Jung Soo hanya terkikik geli melihat Donghae yang terus meracau ketakutan tepat ketika mereka duduk di kursi yang melingkari tiang tinggi tersebut. Donghae hanya bisa menggenggam erat pengaman yang sudah menahan tubuhnya agar tidak terlepas dari kursi.

"Tenanglah Hae, ini akan sangat menyenangkan"

"Ne! Kau ini namja Hae-ah jadi harus berani seperti appa"

Donghae hanya memutar bola matanya malas menanggapi ucapan dari hyung dan appa nya. Sekarang ia hanya bisa merapalkan doa dalam hati agar ia selamat kembali setelah permainan ini selesai.

Donghae melemparkan death glare pada dua dongsaeng nya yang menyaksikan dirinya dari samping wahana sambil tertawa geli. Kibum dan Kyuhyun memang harus menahan hasrat bermain saat berada di outdoor ini. Dari tinggi dan umur mereka belum memungkinkan untuk menikmati wahana-wahana menantang adrenalin seperti itu.

Donghae membulatkan matanya saat permainan mulai di jalankan. Kursi yang melingkari tiang mulai di angkat naik ke atas puncak tiang dengan tinggi kurang lebih 38 meter tersebut.

"Hyunghyung— appaappa… turun~ Hae mau turun!" racau Donghae yang mulai memejamkan matanya sambil menggenggam erat pengaman nya.

"Hae-ah buka matamu. Lihat pemandangan nya menakjubkan. Indah sekali~" Donghae mulai membuka matanya sedikit—mengintip setelah mendengar ucapan hyung nya. Senyuman bisa ia ukir saat menyaksikan pemandangan eksklusif nan indah dari ketinggian seperti ini. Pemandangan seluruh taman bermain terlihat sangat indah dari sini. Namun baru ia ingin menggumamkan kata indah ini…

"HUWAAAA~~"

Adrenalin orang-orang yang duduk di bungee drop itu langsung di pacu saat kursi mereka yang sudah mencapai puncak di hempaskan begitu saja ke bawah bahkan jika di ukur kecepatan nya bisa mencapai 90 km/jam. Hanya teriakan kencang yang mengiringi kursi itu kembali menyentuh permukaan tanah.

"HAHAHAHA"

Kibum dan Kyuhyun tertawa terpingkal saat appa dan kedua hyung nya kembali. Ketiga nya kembali dengan wajah sedikit pucat dan berjalan pelan seperti masih melayang kehilangan kesadaran.

"Oke, aku tidak akan pernah bermain itu lagi" gumam Jung Soo sambil menepuk-nepuk pipinya sendiri.

"Sepertinya aku mulai tua menikmati permainan seperti itu" timpal sang appa sambil menggelengkan kepalanya.

"Errr~ lihat? Aku membenci kalian!"

Tuan Park dan Jung Soo hanya bisa menyengir lebar saat mendapatkan death glare dari Donghae. Mereka merangkul Donghae kembali sebagai permintaan maaf.

"Hoi! Bisakah kalian berhenti tertawa?!" dengus Donghae melihat Kibum dan Kyuhyun masih saja tertawa senang.

"Haha—kau tampan hyung. Sungguh kau sangat tampan jika ekspresi mu seperti tadi—haahaha" Kyuhyun memeganggi perutnya yang terasa nyeri karena terlalu banyak tertawa. Donghae menjitak pelan kepalanya Kyuhyun setelah mendengar pujian tersirat ejekan itu.

"Tenang hyung. Kalau kau mau melihatnya lagi, aku sudah merekam nya" Kibum menghela napas nya lalu menyeka sudut matanya yang berair.

Donghae menatap Kibum bingung namun akhirnya ia melotot saat Kibum menunjukan sebuah handicam di tangan nya.

"Pasti sangat seru jika tunjukan rekaman itu pada teman-teman Hae hyung atau sekalian ke Hyukkie noona~" Donghae menatap horror pada Kyuhyun yang sudah menyengir lebar.

"Kemarikan handicam itu, akan ku hapus!"

"Mwo? Andwae! Kami sudah susah payah merekamnya"

Kyuhyun langsung menarik tangan Kibum mengajak hyung nya itu berlari ketika Donghae hendak merebut handicam dari tangan Kibum. Aksi kejar-kejaran pun terjadi pada tiga anak keluarga Park tersebut.

Jung Soo hanya terkikik geli melihat aksi kejar-kejaran dongsaeng nya itu. Ia menoleh saat merasakan sebuah lengan merangkulnya kembali. Ia tersenyum menatap appa nya yang sudah menggelengkan kepala.

"Mereka itu… ckck" gumam tuan Park memperhatikan 3 anaknya yang sudah berlari di depan sana.

"Mereka itu imut dan lucu haha" timpal nyonya Park melengkapi kalimat dari suami nya. Ia tertawa kecil melihat ekspresi dari Donghae, Kibum dan Kyuhyun.

Jung Soo memeluk eomma nya dari samping. Dan setelahnya Jung Soo bersama kedua orang tuanya mengikuti langkah tiga adiknya dengan berjalan santai.

.

.

.

OOOoooßCMB oooOOO

Seperti yang telah di rencanakan. Keluarga Park akan menginap di Lotte Seoul Hotel yang masih berada di dalam kawasan area Lotte World. Setelah puas bermain-main seharian, mereka kembali ke hotel untuk istirahat, membersihkan diri dan makan malam.

Waktu telah menunjukan pukul 8 malam dan keempat bersaudara Park kembali berkeliling ke arena bermain. Mereka berjalan santai menyusuri arena outdoor Lotte World setelah menyantap makan malam bersama. Tanpa di sertai kedua orang tuanya yang memilih beristirahat di hotel.

Mereka berempat menikmati suasana malam taman bermain dengan riang. Puluhan lampu warna-warni mengiringi perjalanan mereka dari sekitar arena hingga setiap wahana di kawasan tersebut. Hanya gumaman kagum akan keindahan taman bermain di malam hari yang keluar dari bibir mereka. Kastil besar dan megah di tengah area pun terlihat bersinar terang dengan berbagai lampu hias berwarna merah, biru, nila, kuning dan lain nya—sangat indah.

"Kka kita duduk di sini saja hyung"

Kyuhyun menarik tangan Kibum dan menuntunnya duduk di sebuah kursi panjang di depan kastil besar. Jung Soo dan Donghae pun ikut duduk di sebelah kedua dongsaeng nya. Donghae-Kyuhyun-Kibum-Jung Soo. Begitulah urutan duduk keempatnya. Matanya mereka mulai fokus ke area kastil. Sebentar lagi ada festival dan pertunjukan lampu juga hologram di depan kastil. Beberapa pengunjung lain pun sudah berkumpul di sekitar kastil menantil pertunjukan lampu indah.

Donghae membuka popcorn yang mereka beli tadi dan mulai memakan nya bersama.

"Kita beruntung kemari saat ada pertunjukan seperti ini" gumam Jung Soo sebelum menyedot orange juice nya.

"Pasti akan lebih indah daripada yang di tv" Kyuhyun menanggapi ucapan sang hyung sambil mengambil beberapa popcorn dari Donghae dan memakan nya.

"Tentu saja bocah. Ini pasti sangat indah" balas Donghae.

"Bum hyung, handicam nya!" Kyuhyun menoleh ke arah Kibum yang sibuk mengotak atik handicam di tangan nya.

Kibum mengalihkan tatapan nya lalu menunjukan killer smile nya.

"Kamera siap!" ucapnya sambil menunjukan handicam dalam posisi ready untuk merekam pertunjukan itu nantinya.

Mereka terdiam sejenak mengamati keramaian pengunjung di sekitar sambil memakan snack yang di beli.

"Apa kalian senang, hyung?"

Jung Soo, Donghae dan Kibum menoleh ke arah Kyuhyun yang tiba-tiba membuka suara. Kyuhyun hanya tersenyum manis sambil menatap lurus ke depan.

"Kyu sangat senang hari ini. Sangat teramat senang~ Apa kalian juga senang?" ucapnya lagi.

Kyuhyun menarik tangan kanan Donghae dan tangan kiri Kibum yang ada di sebelahnya lalu menggenggam nya dengan erat "Gomawo hyungdeul"

Ketiga hyung nya yang mendengar itu hanya tersenyum geli. Jung Soo yang duduk di sebelah Kibum hanya bisa mengulurkan tangan nya mengacak rambut Kyuhyun gemas lalu beralih merangkul Kibum di sebelahnya.

Kibum hanya tersenyum sembari membalas genggaman dari dongsaeng nya seakan memberitahu perasaan nya lewat genggaman itu.

"Pabbo! Siapa yang tidak senang jika bermain seharian—haha" balas Donghae sambil tertawa kecil.

"Tapi aku senang karena bisa bermain bersama dengan kalian semua hyung~" Donghae mencubit gemas kedua pipi chubby Kyuhyun yang menatapnya dengan polos. Tidak seperti biasa akan menepis tangan hyung nya, Kyuhyun hanya terdiam sambil tertawa membuat Donghae ikut terkikik geli. Bocah itu pun menyandarkan kepalanya di lengan Donghae dan kembali menatap lurus ke depan masih dengan senyuman lebar.

Tak berapa lama, show cahaya dan hologram itu di mulai. Cahaya berbagai macam warna dan bentuk terlihat dengan indah dengan background kastil. Pertunjukan cahaya berbentuk air mancur dan cahaya laser berpendar di dinding kastil. Berbagai hologram pun terlihat, mulai dari gambar manusia hingga hewan-hewan lucu. Tak hanya keindahan dari cahaya dan hologram yang bisa di saksikan namun beberapa penari pun siap menghibur dan menggerakan badan nya dengan indah di depan kastil.

Suara riuh dan decak kagum dari para penonton pertunjukan pun memenuhi area kastil tersebut.

Selama kurang lebih 1 jam, keempat bersaudara Park itu menikmati pertunjukan tari, cahaya dan hologram itu. Sekarang mereka tengah berjalan santai hendak kembali ke hotel.

Namun di tengah perjalanan, Kyuhyun menarik tangan hyungdeul nya dan mengajak nya untuk pergi sebuah wahana terakhir yang sangat ia inginkan.

Ballon Sky Ride

Mereka akan di antar menikmati keindahan malam sekitar lotte world dengan menggunakan balon udara yang di terbangkan ke ketinggian sekitar 40 meter dari tanah.

Jung Soo, Donghae dan Kibum pun hanya pasrah menaiki keranjang dari ballon yang akan melayang itu. Sebenarnya Donghae masih sedikit trauma dengan ketinggian karena Bungee drop tadi tapi ia tidak ingin mengecewakan dongsaeng nya yang sudah merengek.

Selama kurang lebih 20 menit ballon itu akan di terbangkan keatas lalu akan di tarik turun kebawah kembali oleh pemandu.

"Huwaaa indahnyaaa~" kagum Kyuhyun menikmati keindahan taman bermain dari ketinggian ini. Matanya berbinar layaknya cahaya yang berkilap warna-warni yang menyelimuti seluruh taman bermain.

"Ish bocah duduklah, jangan berdiri terus!"

Donghae menarik Kyuhyun untuk kembali duduk di sebelahnya. Sejak tadi Kyuhyun tidak bisa duduk diam menikmati pemandangan dan terus berdiri membuat ballon itu sedikit bergoyang. Karena itulah sekarang Donghae memegang erat tangan bocah itu agar tidak bertingkah lagi.

Jung Soo dan Kibum yang duduk di hadapan Donghae-Kyuhyun hanya duduk tenang sambil mengedarkan pandangan nya ke seluruh pemandangan, sesekali bergumam mengomentari keindahan yang di lihatnya.

Beberapa saat kemudian, Jung Soo mengalihkan tatapan nya pada tiga dongsaeng nya yang masih asyik menikmati pemandangan. Terkadang Kyuhyun berdecak kesal pada Donghae yang masih menahan tubuhnya agar tidak terlalu banyak bergerak. Hingga terjadilah debat kecil di antara keduanya. Kibum pun sesekali berceletuk di tengah debat hyung dan dongsaeng nya lalu tertawa kecil memperhatikan ekspresi Donghae dan Kyuhyun.

Perasaan lega, bahagia dan… entahlah, tak ada kata yang bisa menggambarkan kebahagian Jung Soo saat ini. Duduk bersama ketiga adiknya, saling bercanda, tertawa dan bermain. Sungguh hatinya di selimuti sukacita yang sangat besar.

Impian nya terwujud…

Apa yang selalu ia harapkan dan mimpikan selama ini menjadi kenyataan. Keakraban dari ketiga adik nya sangat terlihat jelas…

"Gomawo"

Donghae, Kibum dan Kyuhyun mengalihkan tatapan nya pada Jung Soo dan menatap hyung nya itu heran setelah mendengar gumaman itu.

Jung Soo terdiam sesaat sebelum menunjukan angelic smile nya yang sangat menenangkan.

"Hyung tidak menyangka akhirnya kita bisa sedekat dan seakrab ini" ucapnya lagi membuat tiga dongsaeng nya sedikit terkesiap.

"Beberapa minggu yang lalu… Haha Hae dan Kyu masih saja bertengkar dan membuat kepala ku berdenyut sakit"

Donghae dan Kyuhyun saling melempar tatapan sebelum menyengir satu sama lain lalu beralih kepada hyung tertua nya lagi.

"Lalu Kibummie… kau masih sangat diam, dingin dan menarik diri dari kami. Tak bisa mengungkapkan perasaan secara langsung terutama padaku" Jung Soo menoleh adik yang duduk di sebelahnya. Kibum hanya tersipu malu sambil tersenyum kecil.

Jung Soo merangkul bahu Kibum dan mengelus kepala dongsaeng nya lembut. Ia tertawa senang.

"Tapi sekarang semua sudah berubah. Dinding besar yang seperti menghalangi hubungan kita sudah hancur. Dan hyung sangat bersyukur juga senang. Hyung harap kita bisa seperti ini selama nya"

Jung Soo tersenyum lembut pada tiga dongsaeng yang juga balas tersenyum menatapnya.

"Kyu juga sangaaattt senang. Akhirnya Kyu bisa dekat dengan kalian" Kyuhyun memejamkan matanya dan menarik nafas panjang lalu tersenyum lebar.

"Gomawo hyungdeul sudah mau menerima dan mengakui Kyu sebagai dongsaeng kalian. Kyu sangat bahagia"

Kyuhyun mengerjapkan matanya yang sudah berkaca-kaca. Melihat itu, tangan Donghae yang sedaritadi menggenggam tangan dongsaeng nya itu mulai melonggar. Donghae beralih memeluk Kyuhyun dari samping.

"Aniyo. Harusnya aku yang minta maaf pada Kyunnie karena perlakuan ku selama ini. Mianhae"

Kyuhyun menggelengkan kepalanya mendengar ucapan Donghae.

"Hae hyung jangan meminta maaf lagi. Kyu tidak suka mendengar nya" ucap Kyuhyun sambil mendongak menatap Donghae dengan senyuman walau matanya masih berair.

Donghae tersenyum lembut lalu mengecup kening dongsaeng nya sekilas.

Kyuhyun mengalihkan tatapan nya saat tangan kanan Jung Soo menggenggam tangan kirinya. Bocah itu tersenyum saat hyung tertuanya menatapnya dengan senyuman favoritnya.

"Hyung sangat menyayangi Kyunnie, Hae juga Bummie. Kalian punya tempat special yang besar nya sama dalam hati hyung" ucap Jung Soo tulus.

"Kyu juga sangat menyayangi hyungdeul. Besarnya lebih besar dari balon ini ah tidak lebih besar dari taman bermain atau dunia ini" Kyuhyun berucap dengan polosnya sembari menggerakan tangan nya membentuk bola yang sangat besar. Sontak hal itu membuat Jung Soo, Donghae dan Kibum tertawa.

"Aku juga… Aku bangga memiliki kalian sebagai hyung dan dongsaeng ku. Kalian yang terbaik dan paling berharga dalam hidupku. Aku berjanji tidak akan menyembunyikan apa pun lagi pada kalian termasuk perasaan ku. Hanya pada kalian"

Kibum menyandarkan kepalanya di pundak Jung Soo yang sudah menatapnya dengan lembut. Ia mengacak rambut Kibum pelan lalu mengecup pucuk kepalanya.

"Wuow, BumBum tumben sekali kau berucap sepanjang itu" celetuk Donghae dengan nada mengejek. Kibum hanya memutar bola matanya malas.

"Karena aku sedang senang. Dan Hae hyung jangan memanggil ku kekanakan begitu"

Kedua kakak dan adiknya tertawa mendengar protesan dari Kibum yang sudah memasang wajah cemberut.

"Mwoya? Bukankah kau senang aku memanggil mu BumBum. Itu nama terbaik yang pernah ada haha" Donghae terkikik geli saat melihat Kibum menggembungkan pipinya namun samar terlihat senyuman tipis di wajah dongsaeng nya itu.

"Ne. Kyu rasa itu lebih baik daripada ikan jelek menyebalkan yang amis"

"Mwo?!"

Kyuhyun memeluk Donghae sambil tertawa geli saat Donghae mendengus sebal. Jung Soo hanya bisa menggelengkan kepalanya.

"Haahh~ intinya aku tidak ingin kita berpisah lagi. Kalian yang paling ku perlukan di dunia ini termasuk appa dan eomma. Aku harap kita bisa bersama selamanya" Donghae tertawa malu dengan ucapan yang keluar dari bibirnya sendiri.

"Pasti. Kita akan selalu bersama selamanya" balas Jung Soo dan di setujui dengan anggukan dari ketiga dongsaeng nya.

Kyuhyun melepaskan pelukan nya dari Donghae lalu bangkit berdiri dan segera memeluk Jung Soo dan Kibum bersamaan.

"Teuki hyung, Bum hyung~"

Jung Soo dan Kibum pun membalas pelukan dari dongsaeng kecil mereka sebelum Kyuhyun melepaskan pelukan nya dan menyengir lebar.

"Ya bocah! Cepat kemari dan duduk! Kau membuat balon ini bergoyang lagi pabbo"

Kyuhyun menoleh dan menggembungkan pipinya kesal. Namun sedetik kemudian ia menyeringai saat menyadari raut ketakutan dari hyung keduanya itu.

"Waeyo Fishy hyung? Apa kau takut jika balon ini bergoyang?" Kyuhyun sengaja bergerak dan menggoyangkan balon itu sedikit.

"Ya evil maknae jangan begitu! Aish!"

"Hahaha hyung benar-benar takut eoh? Kalau balon ini jatuh bagaimana ya?"

Donghae menatap Kyuhyun horror namun yang di tatap masih saja tertawa geli.

"Ish, kemari kau bocah!"

Kyuhyun tersentak saat tangan nya di tarik oleh Donghae membuat bocah itu kehilangan keseimbangan dan terduduk kembali di samping Donghae.

"Aish kau menyebalkan ikan jelek!"

"Mwo? Kau mengataiku bocah? Evil pabbo!"

"Ikan jelek, ikan jelek, bhweee—hahaha hyung!"

Donghae yang gemas pun mulai mengerjai Kyuhyun. Melakukan aksi yang selalu menjadi kelemahan adiknya itu—menggelitiki perut bocah itu. Sontak Kyuhyun tertawa dan menggeliat gelisah. Ia menepis tangan Donghae namun hasilnya nihil hingga akhirnya kedua nya tertawa. Donghae menertawakan ekspresi Kyuhyun yang menahan geli sambil tertawa.

Dan hasil perbuatan dua bocah itu ballon udara itu semakin bergoyang.

"Ya! Kalian benar-benar ingin ballon ini jatuh dan kita mati?!" decak kesal Jung Soo yang mulai memegang erat pinggiran keranjang. Sungguh ballon ini semakin bergoyang karena tingkah 2 adiknya itu. Dan sangat jujur ia juga merasa takut jika balon nya bergoyang seperti ini.

"Donghae Kyuhyun hentikan!"

Jung Soo kembali berteriak histeris untuk menegur Donghae yang masih saja menggelitiki Kyuhyun yang menggeliat geli di tempat duduknya. Sedangkan Kibum hanya menghela napas memperhatikan kedua hyung dan dongsaeng nya itu. Dengan tangan terlipat di dada ia kembali beralih menikmati keindahan malam taman bermain tanpa mempedulikan balon mereka yang bergoyang. Walaupun bibirnya melengkung membentuk senyuman geli saat ekor matanya melihat tingkah konyol hyung dan dongsaeng nya.

Bukankah keakraban itu terlihat lebih indah?

Tentu saja…

Namun dalam segala sesuatu tetaplah menjadi dirimu sendiri. Tak perlu ber-akting ataupun memaksakan. Saat kau menjadi dirimu sendiri, semua akan terasa lebih menyenangkan.

Dan sekarang setiap anggota keluarga kami telah menunjukan kepribadian nya masing-masing. Tak ada kepura-puraan dan pemaksaan. Semua menjadi dirinya sendiri. Walaupun begitu kami selalu menerima dan mencoba untuk mengerti satu sama lain. Menyampaikan perasaan sayang dengan caranya tersendiri.

Hal itu lah yang menjadi salah satu faktor dari penghancur tembok pembatas di antara hubungan kami. Ya, dinding yang membatasi kami sudah menghilang, tergantikan oleh sebuah benang yang menyatukan setiap hati kami. Benang yang tidak akan pernah putus oleh situasi dan kondisi apapun.

Benang abadi yang di namakan sebuah rasa persaudaraan.

Park Fams,.

.

.

.

~FIN~

.

.

Terimakasih untuk semua readers yang sudah membaca Be Close My Brothers hingga kata Fin haha

Terimakasih untuk semua yang review, follow dan favorite. Juga semua saran dan kritik untuk ff ini…

Maaf jika ada kata dan cerita yang tidak berkenan dalam semua part bcmb~

Dan seperti nya Lye tidak akan kembali dengan ff baru dalam waktu dekat, lagi buntu ide! haha

Jika ada yang ingin menyumbang ide tentang ff brothership baik genre family, adventure, fantasy, action atau apapun itu, silahkan hubungi lye di PM atau langsung ke twitter.

Sekali lagi terimakasih banyak~

Bye,

-LyELF-

Thanks for all readers

And

Special thanks to :

Riekyumidwife, Shinjoo24, cece, kyuzi, AyuClouds69, Kim Rae Sun, YoureUkeKyu, ay, vha Chandra, haekyu, sfsclouds, 92 line, lianpangestu, gaemgyu0321, AngeLeeteuk, Anonymouss, niza, Hikmajantapan, Kim Soo Jin, tiaraputri16, ichaElfs, IrumaAckleschia, EvilmagnaeMin, kkyu32, Ryeohyun, KyuChul, bryan ryeohyun, aohime no rinha, MissBabyKyu, K my name, lee minji elf, dew'yellow, ndah951231, ChoYeonRin, heeeHyun, aninkyuelf, Fitry MY, Augesteca, Arum Junnie, Selli Hae, Kyuminhae, Chairun, cho-i-chahyun, kyuro, Aulia, Gyurievil, arumfishy, TikaClouds2124, ayu and all Guest

~Jeongmal Kamsahamnida~