By : lovgrafanime14

Main Pair : Wonkyu

Genre : Romance, Angst, Hurt/Comfort

Rated : T

#Siwon pov

Saat nada musik mulai mengalun memenuhi ruangan, tiba-tiba saja pintu ruangan terbuka dan terlihat Yoochun songsaenim(seorang dosen akutansi kampus kami) berdiri diambang pintu. Musik pun berhenti dan semua orang di ruangan ini melihat kearahnya.

"Maaf mengganggu pelajaran kalian. Tapi...Kyuhyun-sshi anda diminta untuk ke aula sekarang juga. Anda sudah ditunggu untuk menjadi pengganti perwakilan dosen musik untuk rapat."

Katanya.

"Baik, saya mengerti." Kyuhyun tersenyum samar, "Baiklah, aku akan memberikan beberapa tugas pada kalian sebagai pengganti pelajaran kali ini. Aku ingin kalian mencari beberapa buku musik kuno dan mempelajarinya lalu menyimpulkan gaya musik yang ada di dalam buku itu dan menyerahkannya padaku lusa. Kalian mengerti?"

"Ne.." Yeoja-yeoja itu menjawab dengan semangat. Sedangkan beberapa dari kami-termasuk aku-merasa beban tugas sudah bertambah lagi. Aish..menyebalkan.

"Haahh..baru dosen pengganti saja sudah memberikan tugas menyusahkan seperti itu. Bagaimana jika dia benar-benar dosen tetap kita?" Ucapku setelah namja-aneh-yang-namanya-Kyuhyun-itu keluar. Beberapa temanku terutama laki-laki menyutujui ucapanku. Kibum hanya menimpali dengan kalem-seperti biasa-sedangkan Eunhyuk sudah sibuk dengan Hpnya.

Akupun memutuskan untuk pergi ke atap kampus. Setidaknya aku bisa menunggu sampai waktu pulang tiba dengan tidur disana. Aku memang sering kesana jika sedang bosan ataupun sekedar bolos. Tempat yang benar-benar sepi dan pas untuk menghindarkan keramaian.

Kurebahkan tubuhku pada bangku panjang yang tersedia dan memandangi langit biru berselimutkan awan putih disana. Angin yang berhembus lembut membuatku merasakan kantuk yang sangat. Perlahan, mataku tertutup pelan dan alam bawah sadar sudah mulai memasukiku.

#Kyuhyun pov

Akhirnya, rapat dosen selesai sudah. Kukira akan ada perdepatan yang menarik(Yeah, aku memang sudah terlalu sering menonton berita televisi). Ternyata kami-para dosen-hanya duduk manis dan mendengarkan ucapan kepala dosen tentang acara-acara kampus yang akan diselenggarakan. Benar-benar membosankan.

Oh, aku baru ingat sekarang. Bukankah aku tadi melihat 'Dewa' ku di kampus ini? Tepatnya saat pelajaran musik sebelum aku rapat. Kemana dia sekarang?

Aku menoleh-nolehkan kepalaku melihat sekitar. Sepertinya dia sudah pulang. Aah, padahal aku ingin menambah koleksi photoku lagi. Ya sudahlah, mungkin hari ini aku memang tidak bisa bertemu dengannya.

Suara dering handphone membuyarkan lamunanku. Aku melihat nama yang tertera di layar handphoneku. Ternyata dari Henry. Ia adalah adik kelas sekaligus sepupuku. Untuk apa dia meneleponku?

"Yeoboseyo, ada apa Henry?" Sapaku.

'/Kyunnie hyung! Aku rindu sekali padamu../' Suara kekanakan itu berteriak antusias. Aku bahkan harus menjauhkan Hp ku dari telingaku

"YAA! Kau tidak harus berteriak seperti itu. Kau ingin membuat telingaku tuli eoh?"

'/Hehe, mian hyung. Aku sudah lama sekali tidak mendengar suaramu. Jadi rasanya sekarang aku seperti sedang mendengar suara malaikat yang berbicara denganku./'

"Cih, kau terlalu menggombal sepupu. Dan kau tahu aku tidak akan termakan oleh gombalanmu itu."

'/Tapi Zhoumi gege selalu meleleh jika aku menggombalinya hyung./'

"Si Tiang listrik mu itu memang sudah tidak waras Henry-ah hehe."

'/Hyung, Zhoumi gege tidak gila hyung..yaa walaupun dia kadang bersikap aneh memang./'

"Tsk, terserah apa katamu saja. Jadi..ada apa kau meneleponku? Aku yakin kau tidak menelepon hanya untuk menyatakan betapa rindunya kamu padaku. Yaa walaupun kuakui aku ini memang orang yang gampang dirindukan hehe."

'/Percaya diri sekali kau hyung. Tapi..untuk hal yang pertama tadi kau memang benar sih hyung hehe..aku butuh bantuanmu./'

"Ada apa memangnya hem? Kau tidak akan memintaku memberikan hadiah untuk Zhoumi karena kau terlalu malu memberinya sendiri seperti tahun lalu itu kan?"

'/ Hyung! Jangan ingatkan aku kenangan konyol dan memalukan itu lagi. Kau menyebalkan!/'

"Dasar sepupu tidak sopan. Sudah baik-baik aku membantumu waktu itu."

'/Tapi kau tidak usah mengungkit-ungkit hal itu lagi kan hyung./'

"Ne..ne..cepat katakan apa maumu. Aku harus segera pulang."

'/Eh, jangan hyung! Kau jangan pulang dulu./'

"Lho, memang kenapa?"

'/Begini. Kau tahu kan aku bekerja disebuah Kafe di Seoul?/'

"Tentu saja aku tahu. Memangnya kenapa?"

'/Hari ini penyanyi yang biasanya bekerja di Kafe tempatku bekerja sedang sakit hyung. Sedangkan Kafe ini akan merayakan ulang tahun ke3 semenjak berdirinya kafe ini./'

"Lalu, apa hubungannya denganku?"

'/Aku ingin kau menggantikan penyanyi kami ini hyung. Kau mau kan?/'

"Mwo? Shireo, aku tidak mau. Aku sedang malas kemana-mana. Kau cari saja orang lain."

'/Jebal hyung..kali ini kau harus membantuku. Hanya untuk malam ini saja. Kau juga akan dapat bayaran sebagai imbalannya. Bagaimana?/'

"Heuh, baiklah. Aku memang tidak bisa menolakmu."

'/Yaayy..Gomawo hyung, jeongmal gomawo. Aku tunggu sore ini ya hyung./'

"Tunggu, aku tidak tahu dimana kafe tempatmu bekerja."

'/Ah, aku hampir lupa. Nama kafenya 'Paradise Cafe'/'

"Araseo..nanti aku akan kesana."

Haah..kalau begini aku tidak bisa menunggu 'Dewa' ku di jembatan itu. Tadi pagi pun aku tak melihatnya. Padahal aku sudah menunggunya seperti biasa. Kalau begini, lebih baik aku langsung pergi ke tempat Henry. Mungkin lebih baik aku mengabari Donghae hyung dulu dan mengatakan untuk tidak usah menyiapkan makan malam untukku. Karena aku yakin aku pasti tidak akan makan malam di rumah.

Aku pun menghubungi Donghae hyung dangan handphoneku. Beberapa saat hanya nada tunggu yang terdengar sebelum akhirnya suara Donghae hyung menyapa telingaku.

'/Yeoboseyo, ada apa Kyu?/'

"Hae hyung, mungkin aku akan pulang telat hari ini."

'/Eh? Memangnya ada apa?/'

"Tadi Henry tiba-tiba meneleponku dan memintaku untuk menggantikan penyanyi di tempat kerjanya. Hyung ingat kan Henry bekerja di sebuah Cafe yang berada di Seoul?"

'/Eum..lalu kenapa ia meminta bantuanmu?/'

"Entahlah..aku juga tidak tahu. Ia terus memaksaku dan kau tahu betul aku tidak akan tahan jika ia sudah merengek padaku."

'Ne..ne, aku mengerti./'

"Oh ya, hyung tidak usah menyiapkan makan malam untukku. Karena sepertinya aku tidak akan makan malam di rumah."

'/Baiklah..tapi kau harus makan malam dengan baik. Dan jangan pulang terlalu larut. Mengerti?/'

"Ne..kalau begitu aku pergi sekarang"

'/Pergilah..hati-hati di jalan. Sampaikan juga salamku untuk Henry./'

"Araseo..Bye hyung.." Lalu akupun memutuskan percakapan itu dan langsung berjalan menuju halte bus. Sambil menunggu bus, aku menatap langit yang mulai gelap dan udara yang mulai terasa dingin lalu merapatkan hoodie yang kupakai. Apakah malam ini akan turun salju? Kuharap iya.

#Siwon pov

Terasa guncangan pelan di bahuku. Akupun membuka mata yang terasa berat dan menemukan Stella yang sudah berdiri di sampingku. Wajahnya memberengut kesal dengan Tangan terlipat di depan dada, "Wonnie, kau sudah lupa lagi dengan janjimu eoh?"

"Hah? Apa.." sepertinya aku masih agak linglung hingga akhirnya menyadari aku sudah berjanji akan menemaninya belanja hari ini. "Ah, mianhae..aku tertidur tadi."

Wajahnya masih memberengut. Aku beranjak merangkul pundaknya dan mendaratkan kecupan ringan dipipinya yang terasa dingin. " Arasseo. Aku akan mengajakmu makan malam kali ini princess. Dan aku juga akan menemanimu belanja sepuasmu. Bagaimana?"

"Jeongmal? Kau memang yang terbaik Wonnie. Jeongmal saranghae.." ia memelukku erat dan mendaratkan ciuman singkat dibibirku.

Aku tersenyum membalasnya, "Nado.."

Entah sudah berapa jam aku menemani Stella belanja. Dapat kurasakan kakiku yang mulai terasa kram karena udara dingin yang menggigit. God, kenapa wanita harus diciptakan senang berbelanja? Menyebalkan sekali.

"Stella, apakah kau masih lama? Kurasa aku sudah kelaparan sekarang. Dan hari sudah larut. Aku takut kau sakit karena masih berjalan-jalan di cuaca yang dingin ini." oke, aku memang sedikit berbohong. Mana mungkin aku mengakui bahwa aku sudah kelelahan setengah mati karena mengikutinya kesana kemari untuk belanja? Hell, mau taruh dimana mukaku jika Stella menganggapku seorang lelaki lemah yang sudah takluk hanya dengan udara dingin saja.

"Aih, tapi aku masih ingin melihat-lihat pakaian yang ada disini. Oh, bagaimana kalau kau duluan saja pergi mencari makan. Jika kau sudah menemukan tempat yang cocok hubungi saja aku. Tak apa-apa kan?"

"Baiklah, tapi kau tak apa-apakan kutinggal sendiri heum?" kataku sambil mengelus lembut pipinya.

"Ne, kau duluan saja. Aku akan baik-baik saja."

"kalau begitu aku pergi dulu."

Aku pun berjalan pergi mulai mencari restoran atau kafe yang bisa aku dan Stella singgahi untuk makan malam. Jujur saja, aku belum terlalu mengenal daerah ini karena memang aku bukan orang yang terlalu senang untuk jalan-jalan di tempat ramai seperti ini. Tapi tentu saja aku tak mungkin menolak ajakan Stella untuk menemaninya berbelanja. Aku tak akan pernah membuatnya kecewa bersamaku.

Rasanya sudah agak jauh aku berjalan dari tempat butik yang Stella kunjungi. Akupun menoleh-nolehkan kepala untuk melihat apakan ada tempat makan yang menarik. Saat itulah mataku tertumbuk pada sebuah bangunan Kafe yang terlihat paling ramai diantara Kafe-kafe yang berjajar lainnya. Seolah mengikuti kata hatiku, tanpa sadar aku berjalan mendekati banguna kafe itu dan melihat tulisan yang tercetak indah di depan bangunannya.

"Paradise Cafe?" Gumamku. Sepertinya sedang ada perayaan disini. Apakah mungkin kafe ini terbuka untuk umum sekarang?

"Silahkan masuk tuan. Kami sedang ada perayaan ulang tahun Kafe kami yang ketiga. Silahkan jika berkenan anda masuk kedalam." seorang namja imut mendekatiku sambil tersenyum ceria. Aku membaca nametag yang ada di bajunya, Henry.

"Ah ya, Gamsahamnida Henry-sshi." Kataku sambil tersenyum sopan dan masuk kedalam kafe itu.

Suasana ramai langsung menyambutku. Tapi bukan dalam arti ramai yang tidak beraturan dan riuh. Entah kenapa rasanya suasana bersahabat langsung menyergapku begitu aku masuk ke Kafe ini. Semua orang terlihat berbincang-bincang santai sambil menyantap makanan. Adapun yang terdiam menyendiri seperti tak terusik dengan keadaan ramai disekitarnya. Aku berjalan menuju meja yang terdapat 2 kursi disana. Kurasa aku akan mengajak Stella makan malam disini saja.

Tepat ketika aku sudah duduk dan bersiap menghubungi Stella, tiba-tiba suara microphon yang sedang di tes membuat keadaan sunyi seketika. Aku yang akan menelepon Stella pun terhenti dan memandang kearah panggung seperti pengunjung lainnya.

Disana sudah berdiri seorang namja yang rasanya sangat aku kenal, rambut ikal cokelatnya, postur tubuhnya yang tinggi dan kurus itu..bukankah..

"Anneyong haseyo..sebenarnya aku bukan penyanyi Cafe ini. Tapi aku harus menggantikannya karena ia sedang berhalangan hari ini. Dan aku akan membantu sebisaku untuk memeriahkan pesta ini. Semoga anda semua menikmatinya."

Tubuhku sudah akan reflek berdiri saat suara petikan gitar dan piano mulai mengalun. Dan namja yang kuketahui bernama 'Cho Kyuhyun' itu mulai membuka suaranya..

As long as you love me [3x]

We're under pressure,
Seven billion people in the world trying to fit in
Keep it together,
Smile on your face even though your heart is frowning (frowning)
But hey now (hey now), you know, girl (know girl),
We both know it's a cruel world
But I will take my chances

'Deg'

Apakah ada yang salah dengan dirinya? Batin Siwon. Setahunya ia tak pernah mendengar atau merasakan bahwa jantungnya mempunyai masalah. Tapi kenapa jantungnya seperti berdentum dengan keras dan kencang sekarang ini?

As long as you love me
We could be starving, we could be homeless, we could be broke
As long as you love me
I'll be your platinum, I'll be your silver, I'll be your gold
As long as you lo-lo-lo-lo-lo-lo-lo-lo-lo-lo-lo-lo-lo-lo-lo-love me (love me)
As long as you lo-lo-lo-lo-lo-lo-lo-lo-lo-lo-lo-lo-lo-lo-lo-love me (love me)

'Ya Tuhan apa yang salah denganku?'

-TBC-

Hyyaaaaa...jeongmal, jeongmal, jeongmal mianhae buat readers semua(#Kepalanundukdalem") kali ini author benar" merasa bersalah karena teellllaaaaaattttt banget nge post ffnya. Jeongmal,jeongmal mianhae..(#gaktaulagiharusngomongapa ;;;_;;; )

Oh ya, buat readers yg udah nawarin lagu buat author, saya berterimakasih sekali. Mungkin untuk kali ini saya belum bisa pake tawaran lagu dari readers tercinta#plak. Tapi mungkin untuk lain waktu author akan pake..

sekali lagi...gamsahamnida^-^