Chapter 2 is update now!

Warn: banyak typo, dll.

Gomen buat para readers yang membaca fict saya sebelumnya tak dilanjutkan, nah, sekarang komputer saya sudah benar!(*nebar bunga*)

-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-

"Sasuke! Kau tak apa?" tegur Kakashi-sensei.

"A-ano..tak apa..s-sensei.."ucapku sembari tergagap.

'Tak mungkin! Oh tidak! Jangan sekarang Kami-sama, tolong bilang ini hanya mimpi!' batinku setelah membaca tulisan di kertas diagnosa itu. Ternyata aniki mengidap sebuah penyakit mematikan, yaitu….Kanker Darah Stadium 3!

"DEG!"

'Jadi selama ini kakak…mengidap sebuah penyakit kanker?' batinku bertanya- Tanya. Aku mulai cemas dan gelisah. Beberapa bayangan negatif tentang kakak ku mulai menari- nari di pikiranku.

Konoha School, 12.00 pm

"KRINGGGG!"

Bel pulang sekolah berbunyi membuyarkan lamunanku. Tak terasa, sudah 5 jam telah berlalu. Tetapi, hari ini aku tak bisa fokus belajar, aku selalu cemas akan keadaan kakak. Aku bingung mengapa kakak tak memberitahuku tentang penyakitnya itu. Aku hanya bisa berdoa dan berharap agar kakak terbebas dari penyakitnya itu.

Ku langkahkan kaki menuju tempat dimana aku dijemput oleh kakak ku. Dan kini aku mendapati Kak Itachi sedang duduk di sebuah kursi taman, menungguku. Tetapi, ada keganjilan di wajah kakak ku. Ia tampak pucat. Ia berdiri dan menghampiriku," Otouto, ayo kita pulang." Ajak kakak ku sembari menggandeng tanganku.

END OF SASUKE'S POV

Sesampai di pagar depan rumah, Sasuke segera memencet tombol bel depan rumah.

"Oba-san, kami sudah pulang~" teriak Sasuke dari luar. Tak lama kemudian, Itachi terbatuk- batuk dan mengeluarkan darah. Sasuke yang menyadari itu segera menghampiri Itachi," Aniki? Aniki kenapa?". Tampak raut wajah Sasuke cemas dan panik. Tubuh Itachi tiba- tiba limbung dan Sasuke segera menangkapnya sebelum Itachi mencium tanah. Itachi terbatuk- batuk di tangkapan adiknya sehingga meninggalkan bercak- bercak darah di baju Sasuke dan Itachi langsung pingsan.

"Aniki? Aniki? Tolong!" teriak Sasuke berurai air mata. Tak beberapa lama kemudian, pintu rumah terbuka lebar dan menampak kan seorang pria berambut pirang jabrik dan seorang wanita berambut merah.

"Ya ampun! Itachi! Sasuke!" teriak mereka bersamaan dan berlari menuju tempat Sasuke.

"Minato Oji- san! Kushina Oba- san! Tolong aku!" teriakan lirih Sasuke seraya menopang tubuh Itachi.

"Wah Gawat! Kushina! Ayo kita bawa Itachi ke rumah sakit!" ujar Minato panik melihat kondisi keponakannya. Dan dibawalah Itachi ke rumah sakit…

-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-o-

Konoha Hospital, 12.45 pm

"Dokter! Mohon tolong keponakan saya!" Kushina panik sembari membopong tubuh Itachi.

"Ah, baiklah, lewat sini nyonya…"ujar dokter yang diketahui namanya Tsunade.

"Terimakasih dok!" ujar Kushina bahagia. Sedangkan Sasuke hanya bisa menangis sembari memeluk pinggang Minato. Segeralah dibawa Itachi ke ruang UGD. Minato menelpon orang tua Uchiha kembar itu. Tampak Sasuke yang menangis dan Kushina yang menenangkannya.

Konoha Hospital, 14.45

Dua jam kemudian, barulah orang tua Uchiha kembar itu tiba di rumah sakit. Mereka segera menanyakan apa yang terjadi dengan Itachi kepada Minato. Setelah mendengar itu, Fugaku dan Mikoto mulai saling menyalahkan.

"Mikoto! Kau ini bagaimana! Harusnya kan kau menjaga mereka di rumah!" ujar Fugaku tajam.

"Apa!? Aku kan kerja!" balas Mikoto tak kalah tajam.

"Oh ya? Kerja selingkuh ya!" ucap Fugaku sembari memamerkan foto Mikoto bersama pria lain.

"Kau juga selingkuh, Fugaku! Lihat ini!" ucap Mikoto tak mau kalah sembari menunjukkan foto Fugaku bergandeng tangan dengan wanita lain.

"Kan seharusnya kau!"

"Kau!"

(MinaKushi sweatdrop)

"Kaa-san! Tou-san! Sudahlah! Apa kalian tak tega dengan kondisi aniki hah!?" lerai Sasuke yang berlinangan air mata. Melihat air mata Sasuke, Fugaku dan Mikoto langsung menghentikan pertengkaran mereka. Mengapa tidak Kushina dan Minato yang meleraikan? Jawabannya adalah karena Minato dan Kushina gak pernah berhasil melerai mereka, yang ada malah makin rusuh :p.

"Maafkan kami, Sasu-chan…"ujar Mikoto seraya mengelus rambut puteranya.

"Iya, apa kau mau memaafkan kami, Sasuke?" ucap Fugaku.

"Tidak sampai Kaa-san Tou-san akur!" tegas Sasuke.

"…."

"…."

Hening seketika.

Tiba- tiba, pintu UGD terbuka sehingga memperlihatkan seorang suster yang bernama Shizune. Fugaku yang melihat itu segera menghampiri suster itu.

"Suster, bagaimana keadaan Itachi?" Tanya Fugaku. Sedangkan yang lainnya H2C alias Harap- Harap Cemas.

"Uhm…Itachi…dia…"

"Dia kenapa suster?" ujar Mikoto tak sabaran.

"Dia…sudah kena…..kanker darah stadium akhir…j-jadi…kami sudah berusaha sebisanya…" ucap Shizune yang tampak kecewa.

"NANI?!" ujar semuanya(minus Shizune).

"Dan…ia hanya bisa hidup sampai…12 jam lagi…"terang Shizune yang tampak menundukkan kepala. Meledaklah suara tangisan di ruang tunggu itu.

'A-aniki…tidak mungkin…Kami-Sama…apa ini jalan terbaikmu?' batin Sasuke menangis.

"Itachi…tak mungkin!Huwaaa!" Kushina menangis sembari memeluk lengan Minato. Minato hanya bisa diam mematung. Shizune yang melihat itu, segera meminta semuanya agar memasuki ruang rawat itu.

Mereka semua memasuki ruangan itu dengan diiringi tangisan para sanak keluarga itachi. Tak lama kemudian, Itachi mulai tersadar. Tanpa aba- aba, Sasuke segera memeluk Itachi yang dicintainya itu.

"Aniki…jangan pergi…" tangis Sasuke seraya memeluk Itachi.

"Tenanglah Sasuke…masih ada Oji-san dan Oba-san yang menjagamu….dan juga Kaa-san Tou-san, Sasuke…Aniki sayang Sasuke…" ujar Itachi sembari mengelus puncak kepala Sasuke.

"Itachi…maafkan kami telah menelantarkanmu selama ini…."ujar Mikoto dan Fugaku bersamaan seraya menggenggam tangan Itachi.

"Kaa-san, Tou-san…sudah tak apa…Itachi tahu umur Itachi tak lama lagi…Itachi mohon, jagalah Sasuke…" lirih Itachi sembari tersenyum.

"Dan Oji-san dan Oba-san…terimakasih sudah merawat Itachi dan Sasuke…" ujar Itachi lemah sembari tersenyum. Kushina dan Minato hanya bisa menangis ria.

"Sasuke…aniki mau bilang…sebelum aniki pergi, tolong kasih surat ini ke Kaa-san dan Tou-san…Sayonara, Sasuke…"

"JELGERRRR!"

"Tittttt..tit…..tit…."

Bersamaan dengan Itachi yang menghembuskan nafas terakhirnya, hujan turun seolah langit turut menagisi kepergian Itachi. Sasuke yang teringat dengan permintaan terkahir Itachi, ia memberikan surat itu pada Mikoto dan Fugaku. Mikoto dan Fugaku membacanya…

Untuk Kaa-san dan Tou-san

Mungkin saat Kaa-san Tou-san baca surat Itachi, Itachi udah ada di alam lain. Kaa-san Tou-san, maafin Itachi yang gak bilang soal penyakit Itachi. Itachi hanya takut kalau Itachi ngomong ke Kaa-san Tou-san bakal bikin Kaa-san Tou-san sedih.

Itachi mohon, Kaa-san dan Tou-san bersatu kembali ya. Kaa-san Tou-san jangan berantem lagi. Kasihan Sasuke. Sasuke masih butuhin. Kaa-san Tou-san, Itachi minta Kaa-san Tou-san jaga Sasuke ya. Buat Sasuke bahagia, Kaa-san Tou-san jangan buat Sasuke nangis lagi. Tolong kabulin permintaan Itachi yang terakhir Kaa-san Tou-san…
Terima kasih pada Oba-san dan Oji-san udah mau ngurus Itachi dan Sasuke, dan makasih ya semuanya udah berkunjung disaat terakhir Itachi…

Sayonara, semua…

Dari

Itachi Uchiha

REVIEWWWWW…:3