I'm back again dengan Fanfic yang super duper aneh..
Wahhh, dah lama bangett ga update chapter..
Kesibukan Magang menyita waktu dan pikiran, jadi ga ada ide buat nulis..
Tapi disempat-sempatin update chapter, updatenya juga dari Hp..
Semoga kalian ga bosan ya bacanya..
Ziidie :)
Naruto tetep punya Bang Masashi Kishimoto
Chapter 3.
BRUKK..
Sakura terkejut hingga jatuh terduduk, sedangkan Sang empu kepala mulai bangkit dari tempatnya. Saking terkejutnya Sakura tidak bisa lagi berteriak dan hanya melongo melihat seseorang yang mencoba bergerak sempoyongan layaknya zombie.
TAP..
Akhirnya dengan susah payah Sasuke berhasil turun dari bak mobil tepat didepan Sakura. Tanpa sengaja Sakura melihat darah yang sudah mengering disekitar pelipis Sasuke.
Belum sempat Sakura berdiri tiba-tiba Sasuke hilang keseimbangan hingga jatuh ke arah Sakura yang terduduk, bau mint langsung menguar disekitar Sakura membuatnya refleks memeluk tubuh ringkih yang jatuh dipangkuannya.
"Sakura kau tidak_, wah sepertinya aku mengganggu ya." ujar Jiraiya.
Sakura yang baru menyadari posisinya yang memeluk Sasuke langsung memerah.
"Ini tidak seperti yang kau pikir Tou-chan." Sahut Sakura kesal.
"Lalu siapa dia?" tanya Jiraiya.
"A-aku tidak tahu, dia ada diantara kotak-kotak disana." tunjuk Sakura kearah bak mobil.
"Dan dia terluka." lanjutnya, diwajahnya tersirat kekhawatiran.
"Aku mengerti, sekarang bawa dia kedalam." kata Jiraiya. Mereka berdua memapah tubuh Sasuke yang tidak bisa dibilang kecil kedalam rumah, mereka merebahkannya diatas futon diruang tengah.
"Dia terluka dibagian belakang kepalanya, mungkin dipukul dengan sesuatu." ujar Sakura sambil memeriksa kepala Sasuke dengan teliti, dia bersyukur karena Kaa-channya sering mengajarinya pengobatan.
"Tou-chan tolong ambilkan air hangat dan lap bersih." ujarnya, Jiraiya mengangguk dan menuju dapur sedangkan Sakura segera mengambil obat-obatan, tidak lama Jiraiya datang membawa sebaskom air hangat dan lap bersih.
"Terima kasih Tou-chan." dengan cekatan dia langsung membersihkan luka dipelipis Sasuke hingga kebelakang kepalanya, setelah bersih dia membalut kepala Sasuke dengan kapas obat dan perban. Jiraiya yang melihat Sakura hanya bisa tersenyum dan kagum dengan keahlian putrinya ini. Tiba-tiba Sakura terdiam, dia berpaling kearah Jiraiya wajahnya sedikit memerah.
"Err, bisa Tou-chan gantikan bajunya?" tanya Sakura malu-malu.
"Kenapa bukan kau saja? Bukannya dia pacarmu?" goda Jiraiya sambil nyengir.
"Dia bukan pacarku!" teriak Sakura kesal.
"HAHAHAHA, jangan marah Sakura sayang." kata Jiraiya sambil tertawa geli.
"Ada apa sih berisik sekali disini." Sakura dan Jiraiya menoleh kearah suara, ternyata Konohamaru. Wajahnya kusut karena kurang tidur.
"Wah, siapa dia? Pacarmu ya Nee-chan?" tanyanya tanpa dosa sambil mendekat, yang ditanya sudah siap mengepalkan tangannya.
BLETAKK
"Aww, kenapa aku dipukul?" tanya Konohamaru bingung.
"Diam kau anak kecil." sahut Sakura. Jiraiya yang melihat perang dingin antara keduanya segera mengambil tindakan melerai keduanya.
"Hei berhenti berkelahinya, Sakura kau ambil pakaian ganti untuknya dan kau Konohamaru lebih baik kau mandi sekarang." kata Jiraiya panjang lebar, dan mereka berdua segera pergi sambil terus memaki satu sama lain. Jiraiya hanya tersenyum melihat tingkah mereka, bagaimanapun juga itulah salah satu hal yang membuat rumah ini menjadi hangat.
Sasuke POV
Aku tidak bisa melihat apapun disini. Semuanya gelap, aku harus lari ya harus. Ku pacu kakiku dengan cepat tapi semuanya tetaplah gelap. Apa aku sudah mati?
"Sasuke."
Suara, ada suara seseorang. Seorang lelaki atau perempuan, aku sulit membedakannya karena rambut panjangnya yang berwarna hitam dengan ikatan di bagian bawah rambutnya. Aku tidak bisa melihat wajahnya karena tertutup rambutnya, tapi dia tersenyum. Siapa dia?
"Sebaiknya kau bangun Sasuke."
Nggh..
Aku mencoba mengumpulkan kesadaran.
Rasanya sangat sulit membuka mata.
Ugh..
Kepalaku berdenyut hebat dan rasanya mau pecah..
Rasanya ada yang menarik rambutku dengan kasar, aku harus berusaha membuka mata sekarang.
KYAAAA...
Suara, aku mendengar suara lagi tapi terdengar seperti perempuan. Kupaksakan tubuhku bergerak, Uchiha tidak pernah lemah.
Pandanganku masih sangat buram, semuanya tidak jelas. Tunggu ada sesuatu berwarna, Pink tapi aku tidak peduli yang harus kulakukan sekarang adalah pergi dari sini, tapi badanku tidak bisa lagi digerakkan dan semuanya kembali gelap yang bisa kurasakan hanya sesuatu yang hangat dan wangi Cherry yang menenangkan untukku.
End Sasuke POV
Konoha, 10.00 AM
"Bagaimana? Ada kabar tentang Sasuke?" tanya Mikoto dengan wajah cemas.
Fugaku hanya menggeleng sembari menutup teleponnya.
"Ponselnya tidak aktif." ujar Fugaku.
"Anak itu pasti sekarang bersama teman-temannya, dasar anak bodoh dia sudah mempermalukanku didepan Hyuuga." Rahangnya mengeras menahan amarah.
"Seharusnya kita tidak memaksanya, aku takut hal yang sama terjadi pada Sasuke." lirih Mikoto sambil menahan isakannya di dada Fugaku.
TOK TOK..
Ketukan pintu sukses mengejutkan mereka, Mikoto dengan cepat menghapus air matanya.
"Masuk."
"Maaf mengganggu, tapi ada dua teman tuan muda Sasuke ingin menemui anda berdua. Katanya ini tentang tuan muda." ujar pelayan itu.
"Apa! Suruh mereka kemari sekarang!" perintahnya.
Tak lama kemudian Suigetsu dan Karin duduk berhadapan dengan Fugaku dan Mikoto didalam ruangan kerja Fugaku.
"Apa yang terjadi dengan Sasuke!" bentak Fugaku, sukses membuat dua anak muda didepannya shock.
"Ini, kami menemukannya ditaman saat akan menjemput Sasuke." Ujar Karin sambil menunjukkan dompet Sasuke.
"Kurasa dia dirampok, karena semua uang didalamnya lenyap." Ujar Suigetsu menambahkan.
"Bagaimana dengan ponselnya?" tanya Mikoto.
"Kami tidak menemukannya dan saat kami menghubunginya, ponsel tidak aktif. Mungkin dicuri." kata Karin.
"Bagaimana ini Fugaku?" Raut kecemasan Mikoto semakin terlihat, kini matanya mulai tergenang air mata.
"Menurutmu apakah Sasuke sudah mati?" tanya Suigetsu polos sukses membuat Karin memberikan deathglare paling mematikan, Mikoto pingsan ditempat, dan juga membuat Fugaku_
"KELUAR KALIAN DARI RUMAHKU!" meledak hebat.
Otogakure, 12.35 PM
Ugh..
Rintihan terdengar dari seseorang yang terbaring diruang tengah rumah Jiraiya. Iris onixnya terbuka pelan mengerjap berusaha beradaptasi dengan cahaya yang masuk dari pintu geser di sampingnya.
"Eh, Kau sudah sadar? Nee-chan dia sudah bangun!" teriak Konohamaru.
Sakura berlari tergesa dari dapur dan melihat Sasuke berusaha bergerak dengan kondisinya yang lemah.
"Jangan bergerak banyak, istirahatlah dulu."
"D-dimana a-ku." lirih Sasuke.
"Kau ada di desa Otogakure sekarang." jawab Sakura sembari membantu Sasuke duduk.
"A-aku haru-s pergi." ujar Sasuke memaksakan diri, dia benci diurus oleh orang lain karena itu membuatnya terlihat lemah.
"Tapi kau masih belum sembuh benar." Sakura berusaha menahan tubuh Sasuke sekuat tenaga, sayangnya hal itu sia-sia karena Sasuke lebih kuat walaupun dalam keadaan sakit.
Sasuke beranjak menuju pintu geser didekatnya dan hampir bisa keluar sebelum dirasakannya seseorang memanggulnya seperti karung beras dan menghempaskannya kembali ke futon.
"Kalau sakit jangan menyusahkan orang, teme." suara cempreng itu menusuk ketelinga Sasuke.
"N-Naruto, kapan kau pulang." tanya Sakura kepada laki-laki tampan dengan tiga garis tipis menyerupai kumis diwajahnya berambut seperti durian berwarna kuning.
"Baru saja Sakura-chan." jawabnya sambil nyengir lebar.
"Naruto Nii-chan!" teriak Konohamaru.
"Yo, Konohamaru." Sapanya sambil terus memperlihatkan senyum lebarnya.
"K-kurang aja-r kau, do-be." rintihan Sasuke mau tidak mau membuat Naruto berpaling menatapnya, Onix dan Biru shapire bertatapan sengit.
"Beraninya kau menyebutku dobe, dasar teme." balas Naruto.
"Do-be."
"Teme."
Sakura dan Konohamaru hanya bisa memijit kepala mereka saat dua lelaki tampan itu saling memaki.
Sepertinya keadaan rumah ini akan semakin ramai..
to be continued..
Read and Review..
Makasih yang Udah Review, sorry ga Bisa ditulisin namanya satu-satu disini yaa..
Ziidie :)
