Author: Langsung nge-update chapter 3 karena menurutku chapter 2 terlalu sedikit.

***************************************************************

Chapter 3:

I'll not give up!!

Oh,no!! Ichigo bertengkar dengan Rukia sampai Rukia bilang 'putus' sama Ichigo. Bisa nggak,ya Ichigo memperbaiki hubungannya kembali?

---------------------------

Besoknya,disekolah. Rukia sedang duduk sendirian ditaman belakang sambil memandangi langit…

" Aku…benarkah aku sudah membuat keputusan yang benar? Putus dengan Ichigo itu…kenapa sekarang hatiku sangat sakit? " tanya Rukia pada langit. Kemudian,datanglah seorang cowok berambut orange. 'Mantan'nya Rukia…

" Ru…Rukia,bisa…kita bicara seben-" tanpa kata-kata,Rukia langsung pergi dan pura-pura ada keperluan dengan Inoue (habis,kebetulan Inoue nongol). Tapi,Ichigo memegang tangan Rukia.

" Tunggu sebentar! "

" Maaf,aku nggak punya waktu untuk bicara hal yang nggak penting dengan orang yang nggak penting sepertimu!! " ucap Rukia dingin dan melepas tangannya dari genggaman Ichigo. Kata-kata Rukia membuat Ichigo diam tanpa kata dan melepas tangan Rukia.

" Ah,Inoue…sebentar,ada yang mau kukatakan. " ucap Rukia yang pura-pura senang.

" Kuchiki-san,ada apa? " tanya Inoue.

" Rukia " bisik Ichigo sedih.

-Ichigo tidak menyerah sampai disitu,saat istirahat...-

" Hei,aku…mau ngomong sesuatu. Bisa? " tanya Ichigo pada Rukia yang sedang ngobrol dengan Inoue dan Tatsuki dll.

" Maaf Inoue,aku…mau kebelakang dulu. " ucap Rukia meninggalkan Ichigo.

" Ruki-,cih! Sial!! " keluh Ichigo.

" Kurosaki-kun,kau lagi ada masalah sama Kuchiki-san,ya? " tanya Inoue yang mulai menyadari ada yang aneh pada IchiRuki.

" Nggak…nggak ada apa-apa. Yah,bukan masalah besar. Kau nggak usah khawatir. " ucap Ichigo pergi.

" Ada apa,Orihime? mereka berdua kenapa? " tanya Tatsuki. Inoue hanya diam.

-Pulang sekolah. Rukia pulang sendirian dan dia dicegat oleh Ichigo dijalan yang lagi sepi-

" Mau apalagi kau? " tanya Rukia.

" Kau…aku hanya pengen menjelaskan padamu tentang kemaren!! " jawab Ichigo.

" Menjelaskan? Apa yang mau kau jelaskan? Kau mau bilang kalau kau enggak sengaja memeluk cewek itu? Heh,alasan basi! " ucap Rukia.

" Kau itu kenapa,sih? Bisa,enggak kau mendengarkan aku sebentar? " tanya Ichigo.

" Enggak! Dan enggak akan pernah!! Dengar,aku enggak mau mendengarkan alasan dari cowok sepertimu!! Karena

bagiku,cowok sepertimu itu udah enggak ada lagi dalam kehidupanku!! " jawab Rukia dingin. Ichigo langsung terkejut mendengar kata-kata kejam Rukia.

" Apa kau bisa dengan mudah melupakan semua yang udah kita jalani selama ini? " tanya Ichigo.

" Bisa saja kalau aku sungguh-sungguh mau melupakannya. Kenapa? Bagiku itu enggak mustahil. " jawab Rukia yang pergi begitu saja. Ichigo hanya terdiam dan merunduk. Tapi,Ichigo enggak nyerah. Dia segera memegang tangan Rukia.

" Aku mohon! Tunggu dan dengarkan penjelasanku dahulu!! " tegas Ichigo.

" Lepaskan!! " bentak Rukia.

" Enggak bakal kulepaskan kecuali kau mau mendengarkanku!! " ucap Ichigo.

Buak!! –Pukulan Rukia mendarat diwajah Ichigo sampai berdarah,tapi dia masih tetap memegang tangan Rukia-

" Eh? " = Rukia.

" Pukul saja aku…kalau itu memang membuatmu lega dan mau mendengarkanku!! " ucap Ichigo yang bibirnya sudah mengeluarkan darah. Rukia hanya terdiam mendengar kata-kata Ichigo. Kemudian Rukia memukul tangan Ichigo berkali-kali agar dia melepaskan tangannya. Tapi,Ichigo tetap memegang tangan Rukia.

" Ichigo…"

Kemudian,ada orang yang kebetulan lewat dan mengira kalau Rukia sedang dijahati oleh Ichigo. Karena jalanan yang sekarang sedang mereka lewati itu sering terjadi pelecehan seksual pada siswi SMA.

" Ooi!! Ngapain lu!! " tanya orang itu. Orang itu langsung memanggil teman-temannya dan memukul Ichigo,Sementara Rukia diamankan.

" Kamu tenanglah. Kau udah aman…" ucap orang yang mengamankan Rukia.

" Ta…tapi…dia…" Rukia yang sebenarnya ingin menjelaskan.

" Tidak apa-apa…"

" Hentikan! Hentikan! Hentikan!! " batin Rukia yang mulai kasihan pada Ichigo yang terus dipukuli. Tapi,orang yang memukuli Ichigo tidak mendengar Rukia. Sementara itu,orang yang melindungi Rukia tetap memegangi Rukia.

" Kamu disini saja. Biar laki-laki itu menerima ganjarannya. " ucap cewek yang melindungi Rukia.

" Hentikan!! Ichigo enggak salah!! Hentikan!! " Batin Rukia yang matanya mulai berkaca-kaca melihat Ichigo yang dipukuli. Ichigo melihat Rukia dengan wajah babak belur.

" Ruki…a. " ucap Ichigo terbata-bata yang terus dipukuli.

" Ichigo…hentikan! Hentikan! Ichigo…enggak salah! Hentikan!! " bisik Rukia yang tanpa disadari meneteskan air mata.

" Hentikan! Hentikan…HENTIKAAAAN!!!" Teriak Rukia tiba-tiba. Teriakannya membuat orang yang memukuli Ichigo berhenti dan sedikit menjauhi Ichigo.

" Ada apa? Dia tadi mengganggumu,'kan? " tanya salah seorang yang memukul Ichigo. Rukia hanya terdiam dengan wajah khawatir dan cemas bercampur sedih. Tiba-tiba,Renji datang dan menolong Ichigo.

" Oi,Ichigo!! Kau kenapa? Oi!? " tanya Renji yang melihat Ichigo sudah berlumuran darah dan lebam dimana-mana.

" Ohok! Ohok! Aku…enggak apa…Ukh!! " jawab Ichigo yang menahan sakit.

" Ichigo!! Eh? Ru…Rukia? " tanya Renji yang kaget melihat Rukia. Rukia langsung lari menahan air matanya. Renji hanya diam dan meratapi kepergian Rukia.

" Oi,kau temannya? " tanya gerombolan pria tersebut.

" Eh? "

" Apa kau tahu? Temanmu itu telah mengganggu cewek tadi."

" Cewek itu…cewek tadi…dia kenal dengan cowok ini!! " bentak Renji.

" Apa? "

" Mereka ini pacaran! Jadi kalian yang memukul Ichigo sampai seperti ini? Denger,ya!! Mereka itu pacaran!! Saat ini mereka lagi bertengkar!! Dan dia…cowok yang kalian hajar ini…sedang berusaha mati-matian untuk mengembalikan hubungan mereka!! " ucap Renji. (Terkadang kata-kata Renji itu tepat walau belum dipikirkan)

" Eh? A…apa? "

" Kalian ini benar-benar…tidak berperi kemanusiaan!!! Ichigo,ayo. Kita kerumah sakit " ucap Renji sambil menggotong Ichigo kerumah sakit terdekat.

Sementara itu Rukia masih terus memikirkan Ichigo. Besoknya,Ichigo enggak masuk. Rukia benar-benar khawatir tapi dia tidak punya keberanian untuk datang ke apartement Ichigo…

-----------------------------

3 hari kemudian,Rukia melihat Ichigo sudah masuk didepan pintu masuk sekolah. Ichigo dengan perban dikepalanya dan handsaplas dimana-mana masih terlihat kalau dia masih belum mampu untuk sekolah. Terlihat juga luka ditangan Ichigo yang saat itu dipukul keras oleh Rukia.

" Uwaa!! Ichigo,kau…kenapa? " tanya Tatsuki yang ada didepan lokernya. (Loker Ichigo dan Tatsuki itu sebelahan)

" Yah,enggak apa-apa,kok. Bukan luka serius." Jawab Ichigo sambil mengambil beberapa buku dari lokernya.

" Kau yakin? " tanya Tatsuki. Ichigo hanya mengangguk dan tersenyum kecil. Lalu,dia melihat Rukia yang sedang berdiri 4-5 loker dari dia dengan wajah khawatir.

" Rukia? "

" Ichigo…Ukh!! " bisik Rukia yang pergi begitu saja.

Beberapa minggu kemudian,Ryou mengajak Rukia ketemuan disebuah café yang romantis dikit dan sedikit mewah…

Suara biola dan piano menambah suasana romantis tersebut.

" Ryou-kun,ada apa memintaku kemari? " tanya Rukia.

" Nona Kuchiki,dari yang kudengar. Kamu udah putus sama Kurosaki,ya? " tanya Ryou. Ucapan Ryou membuat Rukia membuka kenangan lamanya

" Me…memang,aku…memang udah putus sama Ichigo 2 minggu yg lalu. Kenapa? " ucap Rukia.

" No…Nona Kuchiki,aku…ada yang ingin kukatakan padamu " jawab Ryou.

" Ada apa? "

" Nona Kuchiki,maukah kau…maukah kau jadi…pacarku? " ucap Ryou. Penembakan secara tiba-tiba ini sangat mengejutkan Rukia. Perasaannya pada Ichigo saja belum hilang. Apa bisa dia menerima cowok lain sementara dihatinya masih ada Ichigo?

" Eh? Ry…Ryou…Kun? "

" Bisakah…aku…mencoba untuk menggantikan posisi Kurosaki dihatimu?" tanya Ryou.

" Ryou-kun…aku…aku masih…" Rukia terbata-bata.

" Mungkin…Mungkin nona Kuchiki masih sangat mencintai Kurosaki. Tapi aku yakin,kita nggak bakal pacaran lama " ucap Ryou.

" Ke…kenapa? "

" Aku…bulan depan akan pindah sekolah lagi " jawab Ryou.

" Pindah? Kenapa? "

" Aku ini nggak pernah bisa menetap ditempat yang sama dalam waktu yang lama. Baik sekolah maupun rumah…sehingga aku nggak punya teman. Ayahku sibuk bekerja,ibuku sibuk keluar negeri dengan teman-temannya. Aku selalu sendirian! Aku nggak pernah mendapat kasih sayang dari mereka berdua. Selain itu,aku adalah anak satu-satunya. Jadi aku nggak punya saudara " curhat Ryou.

" Dia…kesepian? " pikir Rukia.

" Karenanya,maukah nona Kuchiki menjadi pacarku? Tidak apa walau hanya sebulan. Aku hanya ingin merasakan bagaimana disayangi oleh orang yang kusayangi. " ucap Ryou. Suasana hening sejenak,hanya terdengar suara biola yang lembut.

" Ryou-kun,aku…menerimamu. Aku akan menjadi pacarmu sampai kau pindah sekolah nanti." ucap Rukia.

" Be…benarkah? Nona Kuchiki? " tanya Ryou memastikan.

" Ya."

" Terima kasih,Nona Kuchiki " ucap Ryou.

" Aku mau jadi pacarmu,dengan satu syarat. "

" Syarat? "

" Ya,jangan pernah…memanggilku 'Nona Kuchiki' lagi! " jawab Rukia.

" Ba…baik,Ru…Ru…Rukia…san! " ucap Ryou terbata-bata.

" Aku lebih suka itu. " ucap Rukia dengan senyum manisnya.

To Be Continuuuueeeddd

Semuanya. Cerita ini agak aneh seperti sifat authornya.

Di Review,Di Review,Di Review yang baik hati dan tidak sombong...