Author: Konichiwa. Sudah pada nonton Fade To Black English sub, 'kan?? Uwaa!! Itu film yang keren. Saia nangis melihat pengorbanan Ichigo. Ah! Lupakan soal nangis gaje qu. Baca last chapter ini.
Chapter 6, Last Chapter…
YAAAAA!!!
IchiRuki bersatu kembali, Ryou pergi ke Los Angles sendirian. Sementara itu, bagaimana dengan Inoue? Inoue? Gimana?
- Flashback -
Malam hari, disebuah bukit yang sangat indah. Duduklah seorang cewek yang sedang menangis sendirian. Kemudian, datanglah seorang cowok dari balik kegelapan.
-
-
" Kenapa kau menangis, Inoue-san? " tanya si cowok.
" Eh? I…Ishida…kun? " Inoue melihat Ishida dengan mata masih berlinang air mata.
" Kau…menangisi apa? Sendirian begini? " tanya Ishida yang duduk disebelah Inoue.
" Kurosaki-kun…sudah kembali lagi dengan Kuchiki-san. " jawab Inoue menyeka air matanya.
" Eh? Kurosaki? Balik lagi sama Kuchiki-san? Bukankah kalian ini masih pacaran? " heran Ishida.
" Kurosaki-kun…pacaran denganku hanya untuk menghiburku dan…mencari kesibukan untuk melupakan Kuchiki…san. Dia…sebenarnya tidak benar-benar cinta padaku. " jelas Inoue dengan nada bergetar.
" Aku menyukai Kurosaki-kun. Aku benar-benar senang dan bahagia saat…Kurosaki-kun mau jadi pacarku. Aku senang…Kurosaki-kun mau menemani…ku. Tapi, ternyata dia tetap menganggapku…sebagai temannya. Bukan pacarnya! " Inoue kemudian menangis kembali dan mencengkram kuat kedua lengannya. Ishida yang melihat hanya bisa sedih.
" Aku tidak tahu…bagaimana caranya agar Kurosaki-kun bisa menyukaiku. Yang ada dipikiran Kurosaki-kun hanyalah Kuchiki-san. Kuchiki-san adalah cewek yang hebat. Berbeda denganku! Aku tahu itu tapi…aku iri dengan Kuchiki…san! " semakin lama suara Inoue semakin bergetar. Dia benar-benar sedih karena Ichigo lebih memilih Rukia ketimbang dirinya. Ishida pun kemudian berusaha menghibur Inoue.
" Inoue-san, sudah jangan menangis. Air matamu itu terlalu berharga untuk diteteskan hanya untuk masalah cinta ini. Cobalah kau cari cowok lain. Mungkin Kurosaki bukan jodohmu tapi, jodoh Kuchiki-san. Tersenyumlah. " hibur Ishida. Mendengar perkataan Ishida. Inoue semakin mengerutkan alisnya dan menangis. Tapi, dia tiba-tiba menangis di pelukan Ishida. Ishida pun membalas pelukannya itu.
-
-
- Delapan tahun kemudian -
PRANG! PARANG! PRANG!!
" IICHIGOOOO, AYO BANGUN!!! " jerit gadis bertubuh mungil memukul panci didekat telinga orang yang sedang tidur.
" AAAAKH!! BERISIK! BERISIK!! BERISIK!! BERISIIIK!! TAU BERISIK!! RUKIA KAU GI-…UOGHO!!! " Keluhan laki-laki tersebut belum selesai tapi…-Pletak!!- gadis tersebut melemparkan sendok sayur yang dipegangnya dari jarak 40 yard (??) ke wajah laki-laki tersebut.
" Aaakh!! " terkapar dibawah tempat tidur dengan pipi merah.
" Kau ini gimana, sih? Kan udah kubilang untuk siram pohon jeruk kesayanganku dihalaman belakang, 'kan? Kenapa nggak disiram? " tanya cewek tersebut dengan tolak pinggangnya yang khas.
" Aku lupa, lupa! Udah, ya…aku mau tidur lagi, ini kan hari Minggu. " ucap pria tersebut dengan santai sambil kembali kemakam sementaranya (Getsuga Tenshou –Gyaaa!!-)
" Nggak!! Ichigo! Ayo bangun!! " ucap cewek tersebut sambil menarik tangan cowoknya.
Atarimaeda, mereka adalah Ichigo and Rukia yang udah berumur…15, 16, 17…23 tahun…ya, 23 tahun!! Sepertinya…
" Hengg!! Mau kemana? " tanya Ichigo yang setengah sadar.
" Kita jalan-jalan " jawab Rukia.
Dua jam kemudian…
-
-
" Lihatlah! Bunga Sakura udah bermekaran! Mereka bunga-bunga yang indah, bukan? " puji Rukia yang memandangi pohon tiap pohon sakura.
" Yah, mereka sangat indah. Sepertimu…" goda Ichigo.
" Pagi-pagi nggak usah nge-goda, deh! " keluh Rukia berwajah merah.
" Kau enggak mau kubilang cantik? " tanya Ichigo.
" Mau…" jawab Rukia dengan nada yang agak…agak feminim.
- Saat mereka lagi menghayati keindahan bunga sakura. (Caelah, menghayati??) Tiba-tiba mereka mendengar suara yang membuat mereka ber-nostalgia -
" Kan udah kubilang! Seharusnya kita jalan lebih pagi!! Jadi keabisan, deh! Payah!! " keluh seorang cewek.
" Apa boleh buat! Jalanannya macet buanget!! Ngertiin, dong! " kesal pria tersebut.
" Bukan salah jalanannya! Tapi salah Ishida-kuun!! "
" Aaakh!! Inoue-san kau ini makin besar makin cerewet!! "
" Ih! Kamu, kok gitu, sih? Aku aja yang cerewet diem-diem. Kamu yang baru tau ngomong-ngomong. Ini big secret, Ishida-kun…" ucap Inoue sedikit sok imut.
" Ka…kalian! Ishida, Inoue!! " tebak Ichigo yang nggak asing lagi dengan wajah mereka berdua.
" Eh!? Kuchiki-san? Kurosaki-kun? Lama nggak ketemuu!! " sapa Inoue sambil memeluk Ichi- jigau!! Maksudnya Rukia.
" Iya, lama nggak ketemu juga, ya…Inoue " ucap Rukia.
" Yo, Kurosaki. Kau itu sama sekali nggak berubah, ya? " sapa Ishida.
" Kau juga " balas Ichigo.
" He he he, sudah lama sekali, ya…sejak 2 tahun yang lalu " ucap Inoue yang senang banget (mungkin gara-gara ketemu first love-nya).
" Iya, iya. Jadi, sekarang kau jadian sama Ishida, ya? " tanya Rukia.
" Um! Kuchiki-san…nggak usah ditanya lagi. Pasti tetep sama…"
" Kurosaki, Kurosaki-kun!! " jawab Inoue dan Ishida bersamaan.
" Eh!? " cengo Rukia dan Ichigo.
" Ke ke ke ke, kalian ini udah pacaran sejak 9 tahun yg lalu, 'kan?" tanya Ishida (Oi, kacamata sialan! Itu ciri khas ketawa gw! Jangan direbut! Atau gw sebarin rahasia lu! – Ancam Hiruma diluar kota- Namanya juga Hiruma, punya CCTV dimana-mana)
" Yah, tapi…semuanya nggak semudah itu. Banyak banget cobaannya! " keluh Ichigo.
" Namanya juga hidup. Pasti ada cobaannya " semangat Inoue. Saat sedang ber-nostalgia, Ichigo melihat…
" Ng? aah!! Toushiroo!! " ucap Ichigo yang tiba-tiba ngeliat kaktus salju menjulang dari arah berlawanan (Hitsugaya) lagi jalan dengan Hinamori saat sedang celingak-celinguk.
" Ukh!! Kurosaki!? " tanya Hitsugaya kaget.
" Ah, kalian semua. Lama nggak ketemu!! " sapa Hinamori yang menghampiri Ichigo dkk.
" Hinamori-chan!! "
" Ah, Orihime-san, Rukia-san. Lama nggak ketemu! " ucap Hinamori.
" Lama nggak ketemu juga, ya… Hinamori-san " lanjut Rukia.
" Waah, jadi…sekarang kalian ini pacaran, ya? Hei, Short white? " tanya + sindir Ichigo.
" Bukan Short white dasar Kepala wortel!! " cetus Hitsugaya.
" Uwah, ini benar-benar pagi yang unik. Orang-orang yang udah lama nggak ketemu bisa bertemu disatu waktu dan tempat seperti ini " ucap gadis berambut ungu pekat dengan kulit hitam manis.
" Yah, jangan begitu. Yoruichi-san. Mungkin ini yang namanya keajaiban musim semi " jawab seorang pria dengan topi putih garis hijau dan geta-nya.
" Yoruichi-san, Urahara-san!! " ucap Ichigo.
" Kelihatannya sekarang kau udah mulai berubah, ya. Ichigo? " tanya Yoruichi.
" He he he, nggak juga " jawab Ichigo malu-malu.
" Uwii, lagi pada reuni-an tapi, gak ada yang ngundang mascot kalian, nih? " tanya nanas berjalan.
" Ng? oah, Abarai!! " sapa Ishida.
" Yow! Semuanya lama nggak ketemu, ya…kecuali Rukia dan Ichigo. " Renji datang membawa 2 keranjang isi nanas.
" Renji-kun!! "
" Abarai-kun, lama nggak ketemu! " sapa Hinamori.
" Hinamori! Ng? Kiii!! Hitsugaya!! Apa-apaan ini!? Tubuhmu tetap seperti dulu! Nggak ada perubahan!!" ucap Renji kaget (Glepak!!) tamparan sepatu dikirim kewajah Renji. Ya-Ha!! Touchdown!!
" Diam kau, dasar nanas busuk berjalan!! " kesal Hitsugaya dengan death jger-nya
" Ma…Maaf…" ucap Renji yang udah sakaratul maut.
" Semuanyaaa!! Apa kabaraa!! " ucap seorang cewek yang datang sambil melambaikan tangan.
" Ng, Oah!! Rangiku-san!! " ucap Renji.
" Celaka! Itu orang yang gak pengen gw temuin selamanya!! Kenapa ketemu sekarang!!? Apalagi dada besarnya itu malah tambah besar. Wajahku benar-benar akan terpendam hingga kedalaman 150, 009, 01 meter!! " ucap Hitsugaya yang udah trauma berat sama pelukan Matsumoto. Hitsugaya sedikit demi sedikit dan pelan-pelan jalan bersembunyi dibalik semak-semak.
" Ara? Hitsugaya-kun, kau mau kemana? " tanya Hinamori polos.
" KIII!! Ng…nggak kemana-mana!! Aku mau kesana duluu!! " jawab Hitsugaya yang langsung ngibrit tapi…terlambat, Matsumoto udah menangkap tangannya dan memberikan pelukan maut yang diinginkan oleh semua cowok kecuali Hitsugaya.
" Shiro-chan!! Lama nggak ketemuu!! Kamyu makin imyut aja!! " senang Matsumoto sambil memeluk Hitsugaya.
" HEPASHAN AHU! HATHUMOHO!! (LEPASKAN AKU! MATSUMOTO!!) " Kata-kata Hitsugaya tidak terdengar dengan jelas karena sesak didalam ' Gua ' Matsumoto tersebut. Padahal tangan Hitsugaya udah mengepak kemana-mana minta dibebaskan. Yang lain hanya bisa tertawa + sweet drop melihat mereka berdua.
" Abarai-kun, kenapa kau kalau kutelphone gak diangkat? " tanya Hinamori.
" Ah, maaf. Aku ini sedang sibuk. Apalagi untuk 3 hari mendatang..." jawab Renji sambil melirik ke IchiRuki yang lagi ngobrol sama Yoruichi.
" 3 hari lagi? Kenapa? "
" Soalnya, 3 hari lagi bakal ada yang mau ke pelaminan. " jawab Renji pelan.
" SI…SIAPA?? " tanya semuanya yang tiba-tiba ngumpul ke Renji kecuali, IchiRuki dengan semangat. (Termaksud Hitsugaya dengan mata yang udah nafsu)
" Ke…kenapa semua pada ngumpul kaya' gini? Hitsugaya, kau enggak boleh tau. Kau masih kecil…" ucap Renji.
- Duak - Bogeman yang paling lembut tapi, keras mendarat diperut Renji.
" Diam!! " bentak Hitsugaya.
" Ma…Maaf…" ucap Renji yang udah tepar seperti habis terkena Trident Spear Tackel. (Ilho? Itu,'kan tekniknya Shin??)
" Tuh, si Ichigo sama Rukia. Mereka 3 hari lagi bakalan menikah. " jawab Renji dengan jari telunjuk nunjuk-nunjuk kearah IchiRuki yang lagi ngobrol berdua.
" Hee, benarkah!? Kurosaki-kun! Rukia-san!! " ucap Hinamori yang langsung memegang tangan Rukia.
" A..ada apa, Hinamori-san? " tanya Rukia heran.
" Selamat, ya!! " ucap Hinamori.
" Eh? Apa? Apa? Kenapa? "
" Kudengar dari Renji, kau mau menikah sebentar lagi, ya? " tanya Matsumoto.
" E…Emm…ng…itu…" ragu-ragu mengatakannya.
" Uwaah!! Selamat, ya Kuchiki-san! Enggak kusangka kalian bisa sampai sejauh ini…" puji Inoue.
" Iya, iya! Padahal awalnya mereka berteman, lalu bersahabat, kemudian TtM. Setelah itu Hubungan Tanpa Status. Abis itu Pacaran dan ujung-ujungnya menikah…" jelas Hitsugaya membuka notes beruangnya.
" Darimana kau tau itu semua!?? " tanya Ichigo.
" Fu fu fu, begini-begini gw juga mewarisi sifat licik Hiruma dan kepintaran detective Shinichi Kudo, lho." Bangga Hitsugaya menyombongkan diri.
Semuanya berfikiran sama. ' Apa jadinya kalo Hitsugaya yang imut, manis dan lucu ini memiliki sifat seperti setan kaya' Hiruma?? Kalo Shinichi, sih gak apa-apa. '
" Jadi kalian akan menikah, ya? Kapan? " tanya Yoruichi.
" 3 Hari lagi. Tepat saat kami bertemu pertama kali " jawab Ichigo melirik pada Rukia.
" Omereto gonzaemasu, Kurosaki-san. " ucap Urahara.
" Makasih "
" Dimana kalian akan menikah? " tanya Matsumoto yang masih nafsu meluk Hitsugaya dan mengabaikan pemberontakan Hitsugaya.
Allow me Explain. Setelah dapet info kalo IchiRuki mau married. Matsumoto dengan cepat memeluk Hitsugaya seperti boneka baby.
" Tentu saja disini! Teman-teman kami, 'kan ada disini semua!! " jawab Rukia.
" Ooh begi…TUUUUUWWWW!!! KYYAAA, SAKIIT!! " Rintih Matsumoto tiba-tiba.
" Eh? " ucap mereka semua bersamaan.
" DASAR GILA!! KAU ITU MAU MEMBUNUHKU, YA? HH,HH,HH! SANGAT PENGAP TAU...DIDALAM SANA!! " Keluh kesah Hitsugaya dengan rambutnya yang acak-acakan.
" Tapi, kenapa kau harus mencubit dada-ku ini? " tanya Matsumoto dengan sedih + sok imut sambil memegangi dadanya.
" Jangan komentar soal caranya!! " Ucap Hitsugaya marah-marah malu.
" Hitsugaya memegang dada Rangiku-san!! Hitsugaya memegang dada Rangiku-san!! " fikir mereka bersamaan. (Dasar! Kalo soal yang aneh-aneh aja pikirannya pada nyambung semua)
" Oi, semuanya!! Kita foto dulu, nyok!! Buat kenang-kenangan gitu! " usul Renji.
" Ide bagus!! " ucap Ichigo.
" Ayo! Ayo! " ucap Matsumoto yang udah lupa semuanya kalau udah diajak foto. Termaksud sakit dibagian ' Itu ' nya.
" Ishida-kun, ayo! " ajak Inoue.
" Gak mau, ah! " tolak Ishida yang udah trauma sama kamera.
Allow me explain again. Suatu hari, Ishida pernah difoto oleh seseorang. Dan saat dicetak. Hasilnya adalah sebuah foto Musang pakai kacamata.
" Jangan gitu! Ayo!! " paksa Inoue sambil menarik Ishida.
" Uwaa!! "
" Yosh!! Semuanya siap? 1..2…" aba-aba Renji.
" 3 hari lagi." Ucap Rukia.
" Ya, 3 hari lagi " ucap Ichigo sambil mencium pipi Rukia
" 3!! "
JPRET!!
Jadilah foto mereka semua. 3 hari kemudian, Ichigo dan Rukia menikah. Dan mereka hidup bahagia selamanya…
THE ENDDD
Selesai, akhir yang bahagia. Fyuh! Ah, benar juga! Maaf para IshiHime FC. Adegan mesra IshiHime-nya cuma sedikit disini. ^^
Gak bermaksud mengatakan kalo aku benci sama IshiHime, lho. Saia hanya tidak bisa buat IshiHime romance, gomen.
Jangan lupa di review!!
Sebanyak-banyaknya juga gak apa-apa. Yang penting review-nya.
Review, nee…
