Disclaimer : All Character belong to Masashi Kishimoto

Title : With All My Heart

Genre : Romance, Angst

Rate : T

Pairing : NaruSaku slight SasuKarin, dll.

Inspirated : Untuk chapter kali ini, Muki terinspirasi dari lagu 'I Wish' ( ). Semoga suka! ^^

Warning : OOC, AU, gaje, abal, ancur, minim deskriptif, typo(s), dll.

Summary : "Naruto, selamat! Pertunjukkan kalian kali ini adalah yang terbaik!"

"Souka? Tapi Sakura-chan, aku sedih juga karena setelah ini aku tidak boleh bernyanyi lagi..."

"Daijoubu, biar aku yang menggantikanmu menyayi selama aku masih berada di Konoha. Kau cukup menciptakan lagu-lagu yang bagus untuk kami saja!"

"Tidak boleh, Sakura-chan. Kalau salah satu diantara mereka berempat mencoba untuk merebutmu dariku, bagaimana?" goda Naruto,

"Seperti lagu yang kau nyanyikan tadi, aku hanya akan mencintaimu seorang!" tegas Sakura dengan wajah yang sudah merona.

Chapter 5 : I only love you

You're so pretty, I want you. You're so nice, I want you. I usually don't look at girls, but am I acting this way, like a fool? Every single day, I only think of you. Even when I close my eyes, I only think of you. Each time I see you, my heart trembles and I can't breathe. Baby, I wish your love was me—Naruto Namikaze—

oooOOcherrybloossomOOooo

Hari jadi KHS yang ke-35 pun tiba. Setelah acara sambutan, lomba olahraga antar kelas, dan lain-lain selesai, tibalah acara puncak yang di nanti-nantikan oleh semua siswa-siswi KHS. Untuk lagu pertama, Shinobi band membawakan lagu 'Fool'. Biarpun hari sudah semakin siang, para siswi KHS masih tetap bersemangat. Mereka semua beteriak histeris. Sebagian besar dari mereka semua juga nampak begitu iri, terutama pada Sakura yang saat ini sedang berkolaborasi dengan Naruto. Banyak di antara mereka yang tidak menyukai Sakura karena duet-nya bersama sang idola benar-benar terlihat so sweet. Mereka begitu envy terutama Shion dan Hinata, berharap saat ini mereka-lah yang berada dalam posisi Sakura, berdiri di samping Naruto dan bernyanyi bersamanya.

Ino yang merupakan sahabat Sakura, terus tersenyum sejak tadi. Ia ikut senang melihat hubungan Naruto dan Sakura yang semakin dekat, tetapi Ino juga menjadi khawatir...khawatir Sakura akan di musuhi oleh semua fans Naruto setelah ini. Ia hanya berharap semoga Sakura bisa menjaga dirinya sendiri dan Naruto selalu melindungi Sakura.

Setelah duet bersama Sakura selesai, Naruto dan teman-temannya membawakan lagu-lagu mereka yang lain. Selesai membawakan empat buah lagu (termasuk lagu duet Naruto bersama Sakura tadi) mereka semua beristirahat selama kurang lebih 30 menit. Kelima orang itu benar-benar merasa capek dan haus. Sesi istirahat pun usai, mereka menyanyikan tiga buah lagu yang tersisa. Tidak terasa 7 lagu sudah mereka bawakan dengan perfect. Ini benar-benar performance mereka yang terbaik. Tubuh mereka semakin banyak mengeluarkan keringat, membuat kelima orang itu merasa tidak nyaman karena perasaan lengket yang sangat mengganggu, terutama Sasuke...seorang Uchiha yang sangat mengutamakan penampilannya.

oooOOcherrybloossomOOooo

"We want more...We want more...!" teriak para penonton di depan panggung, meminta kelima pria yang baru saja pergi meninggalkan panggung untuk kembali tampil,

Mereka berlima pun kembali memasuki panggung, membuat para penonton bersorak gembira.

"Lagu terakhir adalah lagu terbaru kami I WISH," kata Naruto sambil mengedarkan pandangannya pada seluruh penonton yang ada di sana. Pandangannya langsung terpaku saat ia menemukan sosok Sakura berdiri menatapnya diantara kerumunan penonton yang lain. Sakura tersenyum ke arahnya. Naruto membalas senyuman Sakura.

'Lagu ini untukmu, Sakura-chan...' batin Naruto di dalam hatinya.

Sasuke mulai memainkan gitarnya, di susul permainan drum Shikamaru, dan diselingi oleh permainan bass Neji dan keyboard Gaara. Sasuke tersenyum pada Karin yang kebetulan mendapatkan tempat yang paling dekat dengan panggung. Para penonton semakin histeris, sebab jarang-jarang mereka bisa melihat senyuman di wajah sang pangeran sekolah yang selalu nampak datar itu.

Naruto memegang microphone dan mendekatkannya ke mulutnya, lalu mulai bernyanyi sambil terus menatap Sakura. Senyumannya yang menawan tak pernah lepas dari wajahnya, membuat para gadis hampir gila dibuatnya. Banyak yang berteriak histeris bahkan ada juga yang sampai mimisan. Hinata yang lebih parah, dia sampai blushing hingga pingsan membuat Tenten kalang kabut. Sakura sendiri hanya speechless. Ia juga nampak cemburu karena ternyata fans Naruto tidak kalah banyak dari fans Sasuke.

oooWithAllMyHeartooo

Neon neomu yeppeoseo nan nega tamina

(You're so pretty, I want you)

(Kau begitu cantik, aku ingin kamu)

Neon neomu chakhaeseo nan nega tamina

(You're so nice, I want you)

(Kau begitu baik, aku ingin kamu)

Wenmanhan yeoja neun chyeodabon jeok eomneun, naega wae ireolkka, babocheoreom

(I usually don't look at girls, but am I acting this way, like a fool)

(Aku biasanya tidak memandang gadis-gadis, tapi aku bertingkah seperti ini, seperti orang bodoh)

oooWithAllMyHeartooo

Maeil maeireul tto neoman tteoollyeo

(Every single day, I only think of you)

(Setiap hari aku hanya berpikir tentang kamu)

Nuneul gamado tto neoman tteoollyeo

(Even when I close my eyes, I only think of you)

(Bahkan ketika aku menutup mataku, aku hanya memikirkanmu)

Neol bol ttaemada nan mak simjangi tteollyeo sumi makhyeo

(Each time I see you, my heart trembles and I can't breathe)

(Setiap kali aku melihatmu, hatiku bergetar dan aku tidak bisa bernafas)

oooWithAllMyHeartooo

Baby naramyeon jokesseo geureomyeon jokesseo lonely lonely oh, naui sarang

(Baby, I wish it was me, I wish it was so lonely lonely oh, my love)

(Sayang, aku berharap itu adalah aku, aku berharap begitu kesepian...kesepian oh, cintaku)

Ne sarangdo nayeosseumyeon jokesseo oo...ooh...

(I wish your love was me oo...ooh...)

(Aku berharap cintamu adalah aku oo...ooh...)

Baby naramyeon jokesseo geureomyeon jokesseo lonely lonely oh, saranghaejwo

(Baby, I wish it was me, I wish it was so lonely lonely oh, love me)

(Sayang, aku berharap itu adalah aku, aku berharap begitu kesepian...kesepian oh, cintai aku)

Deo isangeun honjaigin sirheunde oo...ooh... I love you

(I don't wanna be alone anymore oo...ooh... I love you)

(Aku tidak ingin sendirian lagi oo...ooh... aku mencintaimu)

oooWithAllMyHeartooo

Ttan saram mannado, nan neoman boigo

(Even when I'm meeting someone else, I only see you)

(Bahkan ketika aku bertemu orang lain, aku hanya melihatmu)

Ttan saenggageul haedo, nan neoman boigo

(Even when I'm thinking about something else, I only see you)

(Bahkan ketika aku berpikir tentang sesuatu yang lain, aku hanya melihatmu)

Dareun nugul bwado gwansimjocha an ga

(Even when I see someone else, I have no interest)

(Bahkan ketika aku melihat orang lain, aku tidak punya minat)

Naega wae ireolkka babacheoreom

(Why am I acting this way, like a fool)

(Kenapa aku bertingkah seperti ini, seperti orang bodoh)

oooWithAllMyHeartooo

Saranginga bwa hansumdo mot jago

(I guess it's love - I can't catch a wink of sleep)

(Kurasa cinta itu—aku tidak bisa mengedipkan mata untuk tidur)

Neol saranghana bwa jakkuman saenggangna

(I guess I love you – I keep thinking of you)

(Kurasa aku mencintaimu—aku terus memikirkanmu)

Neol mannal ttaemyeon nan, eorinaicheoreom haengbokhaejyeo

(When I meet you, I get happy like a kid)

(Ketika aku bertemu denganmu, aku bahagia seperti anak kecil)

oooWithAllMyHeartooo

Baby naramyeon jokesseo geureomyeon jokesseo lonely lonely oh, naui sarang

(Baby, I wish it was me, I wish it was so lonely lonely oh, my love)

(Sayang, aku berharap itu adalah aku, aku berharap begitu kesepian...kesepian oh, cintaku)

Ne sarangdo nayeosseumyeon jokesseo oo...ooh...

(I wish your love was me oo...ooh...)

(Aku berharap cintamu adalah aku oo...ooh...)

Baby naramyeon jokesseo geureomyeon jokesseo lonely lonely oh, saranghaejwo

(Baby, I wish it was me, I wish it was so lonely lonely oh, love me)

(Sayang, aku berharap itu adalah aku, aku berharap begitu kesepian...kesepian oh, cintai aku)

Deo isangeun honjaigin sirheunde oo...ohh... I love you

(I don't wanna be alone anymore oo...ooh... I love you)

(Aku tidak ingin sendirian lagi oo...ooh... aku mencintaimu)

oooWithAllMyHeartooo

Sambil memainkan gitarnya, kali ini Sasuke juga mengambil peran sebagai rapper. Ia mulai mengambil nafas untuk menyanyikan lirik bagian rap. Para penonton semakin beteriak histeris karena biasanya Sasuke hanya memainkan gitarnya saja, sedangkan Karin semakin terpesona pada kekasihnya itu.

oooWithAllMyHeartooo

Saranghae love me nal mideo, believe me, mwodeunji hal su isseo neol wihae oo...ooh

(I love you, love me – believe me, believe me, I can do anything for you oo...ooh)

(Aku mencintaimu, cintai aku—percayalah padaku, percaya padaku, aku bisa melakukan apapun untukmu oo...ooh)

Teukbyeolhan sarang inna amuri chajado

(No mather how much you try to find someone special)

(Tak peduli berapa banyak kau mencoba untuk menemukan seseorang yang istemewa)

Namanhan sarang inna chajabwado eobseul geol

(No mather how much you try to find someone like me, there won't be anyone else)

(Tak peduli berapa banyak kau mencoba menemukan seseorang sepertiku, tidak akan ada orang lain)

oooWithAllMyHeartooo

Setelah bagian rap selesai, Naruto kembali melanjutkan nyanyiannya sambil terus menatap Sakura, berharap Sakura mengerti apa maksud dari lagu yang sedang ia bawakan kini, walaupun untuk lagu kali ini ia menggunakan bahasa Korea...ia berharap seluruh perasaannya pada Sakura tersampaikan.

oooWithAllMyHeartooo

Nae mami boini? Nae mami deullini? Sunaebo gateun nae sarangeul badajwo, ooh

(Can you see my heart? Can you hear my heart? Please accept my pure love, ooh)

(Bisakah kau melihat hatiku? Bisakah kau mendengar hatiku? Kumohon terimalah cintaku yang murni)

Neol gidarigo gidarineun naega itjanha nan ojik neo hanaman saranghae

(I'm here, waiting and waiting for you, I only love you alone)

(Aku disini, menunggu dan menunggu untukmu, aku hanya mencintaimu seorang)

oooWithAllMyHeartooo

Baby neoramyeon jokesseo geureomyeon jokesseo love me love me oh, nareul bwajwo

(Baby, I wish it was you, I wish it was so love me love me oh, look at me)

(Sayang, aku harap itu adalah kamu, berharap begitu mencintaiku...cintai aku oh, pandanglah aku)

Nae banjjogi neoyeosseumyeon jokesseo oo..oohh

(I wish my other half was you oo...oohh)

(Aku berharap setengah dari diriku adalah kamu oo...oohh)

oooWithAllMyHeartooo

Baby neoramyeon jokesseo geureomyeon jokesseo love me love me oh, neol saranghae

(Baby, I wish it was you, I wish it was so love me love me oh, I love you)

(Sayang, aku berharap itu adalah kamu, berharap begitu mencintaiku...cintai aku oh, aku mencintaimu)

Neo animyeon dareun sarang an hallae oo...oohh... I love you

(If it's not you, I don't wanna be in love oo...oohh... I love you)

(Jika itu bukan kamu, aku tidak ingin jatuh cinta oo...oohh... aku cinta kamu)

Baby naramyeon jokesseo, geureomyeon jokesseo lonely lonely oh, saranghaejwo

(Baby, I wish it was me, I wish it was so lonely lonely oh, love me)

(Sayang, aku berharap itu adalah aku, aku berharap begitu kesepian...kesepian oh, cintai aku)

Deo isangeun honjaigin sirheunde oo...ooh... I love you

(I don't wanna be alone anymore oo...ooh... I love you)

(Aku tidak ingin sendirian lagi oo...ooh... aku mencintaimu)

oooWithAllMyHeartooo

"Arigatou!" teriak kelima pemuda itu dari atas panggung. Mereka semua berdiri berjajar sambil membungkukkan tubuh mereka, mengucapkan terimakasih kepada seluruh penonton yang telah menyaksikan pertunjukkan mereka. Mereka lalu melambaikan tangan pada para penonton sebelum akhirnya kembali ke backstage.

'Sudah selesai Naruto, hari ini kau telah menyelesaikan pertunjukkan terakhirmu dengan baik. Perfect. Arigatou Kami-sama, hari ini aku bisa menyanyi sampai akhir...' batin Naruto pada dirinya sendiri.

"Naruto!"

Naruto mendengar suara seseorang memanggil namanya. Naruto mengarahkan pandangannya pada sosok orang yang memanggilnya. Dilihatnya Sakura sedang berjalan dengan cepat, bahkan nyaris berlari mendekat ke arahnya.

Sakura berjalan cepat ke arah Naruto dan langsung menghambur ke dalam pelukkan pemuda itu, dan Naruto pun membalas pelukkan Sakura tersebut.

"Naruto...selamat! Pertunjukkan kalian kali ini adalah yang terbaik!"

"Souka? Tapi Sakura-chan, aku sedih juga karena setelah ini aku tidak boleh bernyanyi lagi..."

"Daijoubu, biar aku yang menggantikanmu menyayi selama aku masih berada di Konoha. Kau cukup menciptakan lagu-lagu yang bagus untuk kami saja!"

"Tidak boleh, Sakura-chan. Kalau salah satu diantara mereka berempat mencoba untuk merebutmu dariku, bagaimana?" goda Naruto,

"Seperti lagu yang kau nyanyikan tadi, aku hanya akan mencintaimu seorang!" tegas Sakura dengan wajah yang sudah merona.

"Jadi kau mengerti apa yang aku nyanyikan tadi?"

"Hehehe, sebenarnya aku tidak sepenuhnya mengerti tapi perasaanmu padaku tersampaikan kok, Naruto."

"Arigatou," ucap Naruto yang kemudian mengecup puncak kepala Sakura, membuat Gaara kembali merasa cemburu dan sakit hati. Gaara benar-benar sudah patah hati sekarang.

oooOOcherrybloossomOOooo

"Hah? Double date?" tanya Sakura, Ino hanya mengangguk-ngangguk mantap.

"Memangnya kau sudah punya pacar, pig?"

"Kalau belum aku tidak akan mengajakmu double date, forehead!"

"Kau sudah jadian dengan Shikamaru? Sejak kapan?"

"Sejak kemarin. Ayolah forehead, kita kencan ke Aomori Land!"

"...tapi kemarin Naruto baru menyelesaikan pertunjukkan terakhirnya, kalau dia kelelahan bagaimana?"

"Kau pikir kencan bisa membuat seseorang kelelahan? Bukannya justru menyenangkan, ya?"

"Pig, kau ini terlalu polos atau baka sih? Kemarin dia menyanyikan 8 buah lagu, akan lebih baik kalau hari ini dia istirahat!"

"Jadi kau sudah mulai cerewet, sekarang? Aku setuju dengan Ino!"

Sakura langsung menoleh ke arah belakang dan mendapati Naruto sudah berdiri di sana. Ino sedikit tersentak, ia tak menyangka Naruto mendengarkan pembicaraannya dengan Sakura. Wajah Sakura memerah karena saat ini Naruto tengah tersenyum ke arahnya. Ino membuang muka, khawatir Naruto akan meledeknya setelah ini.

"Lucu juga, orang yang selalu menganggapmu gadis merepotkan malah menjadikanmu kekasihnya hahaha...kalian memang pasangan yang unik."

"Naruto-sama, ku-kumohon hentikan!" ujar Ino dengan wajah yang sudah semerah Sakura.

"Kalian berdua sangat manis kalau sedang blushing begitu,"

"Eh? Apa kau bilang? Jangan memuji cewek lain selain aku, baka! Shannaroo..."

"Jangan forehead!" ucap Ino sembari menahan Sakura yang sudah hampir menyerang Naruto dengan shannaroo miliknya,

"Kau boleh cemburu tapi jangan sampai memukul Naruto-sama!" tambahnya.

"Tidak apa-apa Ino, aku suka saat dia memukulku karena itu adalah tanda cinta."

"...tapi tenaganya seperti monster."

"Apa kau bilang, pig? Shannaroo..." ujar Sakura yang sukses membuat Ino terduduk di lantai.

"Aaww, sakit forehead!" protes Ino seraya mengelus-ngelus kepalanya yang benjol.

"Sakura-chan, sudah jangan marah lagi...kasihan Ino!"

"Kalau kau berani memuji cewek lain lagi, aku akan membuatmu terbang ke udara lalu terjatuh menghantam batu!" tegas Sakura.

"Kejam..."

"Benar-benar menyeramkan," sambung Ino.

Setelah emosinya mereda, Sakura pun mengajak Ino untuk memilih-milih baju. Ini akan menjadi kencan pertamanya dengan Naruto, itulah sebabnya Sakura tidak ingin menyia-nyiakannya walaupun sebenarnya ia sedikit khawatir dengan kondisi Naruto.

Minggu pagi ini cuaca cukup cerah. Sakura mematut dirinya di depan cermin dan memoles ringan wajahnya dengan kosmetik. Kali ini Sakura memilih blouse berwarna merah sebawah lutut dan mengikat rambutnya dengan gaya ponytail.

"Forehead, kenapa kau meniru gayaku?" protes Ino,

"Diamlah, pig! Mumpung rambutku masih panjang aku ingin mencoba gaya seperti ini, soalnya setelah selesai kencan nanti aku ingin memotong rambutku..."

"EH? Doushite?"

"Tentu saja biar tidak terlalu mirip dengan Haruno Sakura," jawab Sakura. Ino mengangguk mengerti.

"Aku tidak ingin dia memandangku sebagai Haruno Sakura karena aku ingin dia melihatku yang apa adanya," tambah Sakura.

"Sakura yang apa adanya...so sweet. Eh forehead, kalau seorang gadis memotong rambutnya biasanya hubungannya dengan kekasihnya langsung berakhir lho..." canda Ino.

"ITU KAN HANYA MITOS, PIG!" teriak Sakura tak terima, Ino langsung tertawa terbahak-bahak.

oooOOcherrybloossomOOooo

Aomori Land memang tidak seluas dan seramai Tropical Land yang ada di Tokyo, tetapi Aomori Land adalah taman hiburan yang paling terkenal di Konoha. Ino, Shikamaru, Naruto, dan Sakura berdiri di dekat sebuah wahana yang terletak di area magic island. Magic island terletak di tengah-tengah danau, sehingga pemandangannya terlihat sangat bagus.

"Aku ingin sekali mencoba wahana itu!" ucap Naruto sambil menunjuk Gyro drop.

"Jangan gila, itu wahana free falling!" kata InoShikaSaku kompak,

"Ya ampun, kalian benar-benar tidak assik. Kalau begitu bagaimana kalau kita naik wahana yang itu saja?" sambung Naruto sambil menunjuk wahana Atlantis.

"Wahana semacam roller coster itu? Yang benar saja! Tidak boleh!" tegas ketiga orang itu serentak, Naruto sendiri hanya bisa sweatdrop.

"Ah, kalian bertiga payah. Doushite? Kalian tidak berani?"

"Enak saja, tentu saja kami berani. Jangan lupakan kondisimu sendiri!" ujar ketiga orang itu pula,

"Baiklah...baiklah. Kalau begitu kita ngapain di sini?"

"Kau dan Sakura-san naik bianglala saja, aku dan Ino akan naik gyro drop!"

"Curang," protesan Naruto itu hanya di balas oleh Sakura dengan death glare.

"I-iya, aku mengerti Sakura-chan."

"Gomen forehead, Naruto-sama, kita berpisah di sini...kami harus membeli tiket. Nanti kita ketemu lagi di sini, okay!" ujar Ino yang kemudian pergi sambil menggandeng Shikamaru.

"Naruto, apa yang kau lakukan di sini?" tanya Karin yang ternyata juga ada di Aomori Land bersama dengan Sasuke,

"Nee-chan?"

"Karin-san, Sasuke-kun?"

"Tentu saja kami sedang kencan, nee-chan."

"Sakura kau ini bagaimana, harusnya kau menyuruhnya istirahat bukan malah mengajaknya kencan!"

"Karin sudahlah! Hari ini cuaca sangat bagus, biarkan saja mereka bersenang-senang!" bela Sasuke,

"...tapi Sasuke-kun..."

"Sakura, dobe, apa kalian mau ikut ke rumah hantu? Kami berdua baru saja membeli tiket,"

"Hahaha, tidak usah. Sebenarnya ada beberapa hal yang aku takutkan di dunia ini Sasuke-kun, salah satunya adalah kecoa dan hantu..."

"Kau denger itu dobe, bukankah ini kesempatanmu untuk bermesraan dengannya? Eh, tapi sebaiknya tidak usah...rumah hantu bisa berakibat fatal untuk kesehatanmu!"

"Memangnya siapa yang mau kesana? Teme, sebenarnya kau mengajak Karin-neechan ke rumah hantu hanya untuk mencari-cari kesempatan dalam kesempitan saja kan?"

"Bukan urusanmu, dobe! Ayo Karin, kita pergi!"

"Baiklah kami pergi dulu, jangan sampai lupa minum obat Naruto!"

"Tenang saja Karin-san, kalau dia lupa akan aku ingatkan."

"Baiklah selamat bersenang-senang, NaruSaku!" ucap Karin yang kemudian pergi dengan di gandeng oleh Sasuke.

"Naruto, ayo kita membeli tiket! Katanya mau naik bianglala?"

"Hai, Sakura-chan..." kata Naruto yang kemudian mengenggam tangan Sakura, lalu berjalan menuju tempat pembelian tiket.

oooOOcherrybloossomOOooo

"Time for ice cream, this is for you my tomato!" ucap Sasuke setelah mereka keluar dari rumah hantu,

"Dingin, Sasuke-kun!" protes Karin karena Sasuke menempelkan es krim itu ke pipinya, Sasuke hanya tertawa kecil.

Sasuke duduk di samping Karin. Karin menyenderkan kepalanya di bahu Sasuke sambil memakan es krim milik-nya. Jantung Sasuke semakin berdebar kencang karena Karin begitu dekat dengannya. Sasuke pun memakan es krim milik-nya karena khawatir es krim itu akan keburu mencair. Sesudah keduanya menghabiskan es krimnya, perlahan Sasuke merogoh saku celana jeans-nya lalu mengeluarkan sebuah kotak berukuran kecil, dan dengan wajah memerah ia pun menyodorkan kotak itu pada Karin.

"Apa ini?"

"Ka-kau bu-buka saja..." ucap Sasuke terbata-bata karena gugup.

"Apa ini cincin tunangan?" goda Karin yang kemudian membuka kotak itu dan menemukan sebuah cincin emas putih dengan permata rubi yang cantik dan elegan.

"Itu sangat cocok untukmu...terutama matanya. Matanya seindah matamu,"

"Arigatou Sasuke-kun, tapi di mana kau membelinya?" tanya Karin dengan wajah yang sudah memerah seperti Sasuke.

"Aku membelinya minggu lalu saat aku pergi ke perusahaan kami untuk menemui kakakku. Kupikir ini timing yang bagus untuk memberikannya padamu, Karin."

"Ah iya, aku baru ingat Uchiha Corp kan punya Departement Store. Kupikir kau membelinya di sekitar sini. Tidak keberatan memakaikannya untukku, Sasuke-kun?"

"Tentu saja," ucap Sasuke yang kemudian meraih tangan kanan Karin lalu memakaikannya ke jari manisnya.

"Lain kali akan aku belikan cincin berlian,"

"Eh? Ini juga sudah bagus kok, tidak perlu repot-repot!"

"Harusnya kau tidak perlu sungkan padaku, Karin Uzumaki hime."

"Aku mengerti, tapi lain kali harus lebih romantis ya?"

"Pasti. Kau suka cincinnya?"

"Sukaa sekali!" seru Karin sambil tersenyum senang.

"Aku senang kalau kau menyukainya. Hn, ayo kita makan siang!"

"Hai, kebetulan aku sudah lapar..." sambung Karin dan keduanya pun pergi menuju sebuah restoran yang berada di area Aomori Land.

oooOOcherrybloossomOOooo

"Fuh, troublesome. Jantungku hampir copot, kenapa daritadi kau memilih wahana yang ekstrim terus sih? Memangnya tidak cukup dengan menaiki gyro drop saja?" keluh Shikamaru, setelah mereka turun dari wahana atlantis.

"Tentu saja tidak cukup, Shika! Doushite, bukankah menyenangkan karena bisa memicu adrenarlin?"

"Menyenangkan apanya? Perutku mual-mual sampai aku ingin muntah!"

"Hahaha, kau kan cowok...harusnya lebih kuat dariku!"

"Troublesome, lebih baik kita pergi makan saja...aku sudah lapar!"

"Okay, sebentar aku beritahu Sakura dulu..." ujar Ino yang kemudian mengirimkan email untuk Sakura, setelah itu ia pun mengikuti langkah Shikamaru.

oooOOcherrybloossomOOooo

Di lain tempat, setelah Naruto dan Sakura menaiki beberapa wahana, Sakura mengajak Naruto bermain games. Naruto dan Sakura pun mencoba beberapa games. Sakura terlihat begitu senang, begitu juga dengan Naruto...hari ini ia begitu bahagia. Terlebih sejak tadi ia bisa melihat Sakura yang tertawa lepas. Hari ini benar-benar hari yang paling menyenangkan baginya.

"Naruto, ayo dapatkan boneka itu untukku!" ujar Sakura sambil menunjuk-nunjuk sebuah boneka teddy bear berukuran sedang dari dalam kotak kaca.

"Bersabarlah Sakura-chan, ini susah sekali tau!" sambung Naruto yang tampak konsentrasi mengambil boneka yang di maksud Sakura walaupun pada akhirnya gagal karena lagi-lagi boneka itu terjatuh dari pengaitnya.

"Tidak mau tau, pokoknya aku mau boneka yang itu!"

"Kenapa kau tidak mencobanya sendiri saja? Mendokusai!"

"Eh? Sejak kapan kau meniru gaya Shikamaru?"

Naruto tidak menjawab karena saat ini dia sedang berkonsentrasi. Perlahan boneka itu berhasil ia tangkap, Sakura tersenyum lebar. Entah kenapa ia yakin kali ini Naruto akan berhasil mendapatkan boneka berwarna pink itu.

"Yeay, terus...terus. Ganbatte!" teriak Sakura,

"Yosh, berhasil!" teriak Naruto membuat Sakura melompat-lompat saking senangnya.

"Kau seperti anak kecil, Sakura-chan."

"Biarin!" ujar Sakura sambil meleletkan lidah,

"Jaga boneka ini baik-baik ya, Sakura-chan!" kata Naruto yang kemudian menyerahkan boneka itu pada Sakura, dan Sakura langsung memeluk bonekanya.

"Hii, kawaii!" kata Sakura, tiba-tiba ia merasakan ponselnya bergetar. Sakura pun mengeluarkan ponselnya lalu membaca email yang masuk.

'Cepat kesini forehead! Sekarang kami berada di restoran, masih di sekitar area magic island.'

"Ada apa Sakura-chan?"

"Ino dan Shikamaru menunggu kita di restoran,"

"Kalau begitu ayo kita kesana, aku sudah lapar gara-gara kau terus memaksaku main games."

"Sebentar, kita beli couple ring dulu ya...onegai!"

"Baiklah asal kau senang Sakura-chan, padahal aku berencana membelikanmu cincin asli."

"Eh? Tidak apa-apa, itu lain kali saja Naruto!" kata Sakura sambil tersenyum manis hingga Naruto blushing dibuatnya.

oooOOcherrybloossomOOooo

Saat keempat orang itu keluar dari restoran, Sakura nampak terkejut karena ia melihat dua orang pria yang tak asing baginya berada di antara orang-orang yang sedang berlalu-lalang.

'Bagaimana mungkin Akatsuki band ada di sini? Apa mungkin mereka ke Konoha untuk menjemput Sasori-niisan? Gawat itu Hidan-san dan Deidara-san, apa yang harus aku lakukan?'

"Bukannya itu Sakura-san? Akhirnya kau kutemukan, hmm!" ucap Deidara

"Jangan mengada-ngada, mana mungkin Sakura-san ada di sini!" sambung Hidan,

"Kau lihat saja sendiri! Dia sedang berjalan di samping seorang gadis berambut pirang, hmm..."

Sakura semakin kaget karena salah satu di antara kedua orang itu menunjuk dirinya. Sakura mulai gelisah dan ketakutan. Ia pun menyerahkan boneka yang sejak tadi di peluknya pada Ino.

"Ino, titip bonekaku sebentar! Aku mau ke toilet,"

"Eh? Kenapa harus aku yang memegangnya? Titipkan saja pada pacarmu itu!" kata Ino sambil menunjuk Naruto yang sedang mengobrol dengan Shikamaru di belakang mereka.

"Kumohan pig, boneka itu adalah boneka yang paling berharga bagiku!"

Akhirnya Ino pun mengangguk mengerti, setelah itu Sakura segera berlari ke arah restoran untuk bersembunyi di toilet namun Naruto menahan tangannya.

"Ada apa Sakura-chan? Kenapa kau terlihat gelisah?"

"Kumohon Naruto, lepaskan! Aku harus segera bersembunyi, ada orang-orang yang mengejarku..."

"Orang-orang yang mengajarmu? Siapa?" tanya Shikamaru,

"Pokoknya mereka orang-orang jahat," bohong Sakura.

"Jangan bersembunyi di toilet, mereka bisa menunggumu sampai kau keluar. Lebih baik kita lari saja!" saran Shikamaru yang langsung menyeret Ino berlari,

Sakura semakin panik karena kedua orang itu mulai menghampiri mereka. Ia pun menyeret Naruto berlari menyusul Ino dan Shikamaru. Deidara dan Hidan yang melihat gadis itu berlari, semakin yakin kalau itu adalah Sakura. Mereka berdua pun mengejar keempat orang itu.

'Dengar baik-baik, gaki! Apapun yang terjadi kau tidak boleh berlari! Kau juga harus menghindari olahraga yang berat-berat, mengerti!' Naruto kembali teringat perkataan neneknya, tapi untuk saat ini ia tidak peduli dengan kondisi tubuhnya sendiri. Ia hanya ingin melindungi Sakura dari kedua orang itu.

Jarak kedua pria itu semakin dekat. Sakura, Naruto, Ino dan Shikamaru mempercepat laju lari mereka. Peluh sudah membanjiri tubuh Ino yang hampir kehabisan nafas. Wajah Naruto nampak semakin pucat, jantungnya berdegup begitu kencang, nafasnya semakin tersenggal, pandangan matanya mulai kabur, dia benar-benar lelah...lelah sekali. Berkali-kali Ino terjatuh hingga Shikamaru harus berulang kali mengangkat tubuh kekasihnya itu. Sakura terbelalak kaget saat ia merasakan suhu tubuh Naruto semakin menurun. Telapak tangan kekasihnya itu benar-benar basah.

"Naruto?"

"Jangan pedulikan aku Sakura-chan! Mereka semakin dekat," ucap Naruto.

"...tapi Naruto..." Sakura terlihat begitu cemas.

"ITU MEREKA! SAKURA-SAN, BERHENTI!" teriak Hidan, tetapi keempat orang itu semakin mempercepat laju lari mereka.

Ino sudah berjalan terseok-seok, ia benar-benar lelah apalagi pergelangan kaki kanan dan tangan kiri-nya terasa sakit sekali karena sejak tadi Shikamaru mencengkram tangannya sambil terus menyeretnya. Shikamaru menoleh ke arah belakang, kedua orang itu sudah tidak terlihat...mungkin mereka sudah tertinggal jauh di belakang.

Mereka terus berlari hingga akhirnya sampai di kawasan hutan yang merupakan perbatasan desa Konoha dengan desa lain. Kini mereka berlari di pinggir sungai. Ino menoleh ke belakang, rupanya kedua orang itu tidak menyerah...kini kedua orang itu sudah mulai terlihat lagi. Ino nampak panik saat melihat botol obat Naruto tiba-tiba terjatuh, menggelinding, mengapung di sungai, lalu terbawa arus.

"Naruto-sama, obatmu!" teriak Ino,

Sakura melepaskan tangan Naruto, dan berlari mengejar botol obat yang untungnya terbuat dari bahan plastik itu tetapi ia selalu gagal meraihnya. Tanpa ba-bi-bu Sakura pun langsung terjun ke dalam sungai, terus berenang hingga akhirnya berhasil mendapatkan botol obat itu kembali.

"Sakura-chan, apa yang kau lakukan?" teriak Naruto,

Shikamaru membulatkan matanya saat menoleh ke arah belakang dan melihat kedua orang itu semakin mendekat. Dengan cepat dia pun menyeret Ino dan Naruto ke sebuah semak belukar yang cukup tinggi untuk bersembunyi. Sementara Sakura langsung menenggelamkan dirinya karena tidak ingin di temukan oleh Akatsuki band. Dia menahan nafas di dalam air selama beberapa menit.

"Cih, kemana mereka?" maki Deidara kesal,

"Mungkin ke arah sana!" ujar Hidan sambil menunjuk arah barat,

"Kau yakin, hmm?"

"Kalau kau tidak percaya tidak usah mengikutiku!" bentak Hidan yang kemudian berlari menerobos pohon-pohon besar, Deidara dengan terpaksa mengikuti salah satu rekannya itu.

Setelah di rasa aman, Sakura kembali memunculkan kepalanya untuk mengambil nafas. Setelah ia menghirup oksigen sebanyak-banyaknya, ia pun keluar dari sungai. Badannya yang basah kuyup membuatnya sedikit kedinginan, tetapi ia tidak peduli...yang penting ia sudah berhasil mendapatkan botol obat Naruto.

"Hhh..hhh...sakit!" ringis Naruto sambil memegang dada kirinya dengan nafas satu-satu,

"Naruto-sama! Bagaimana ini Shikamaru, apa yang harus kita lakukan?"

"Teman-teman?" panggil Sakura, Shikamaru segera keluar dari persembunyiannya lalu mengalihkan pandangannya ke setiap penjuru.

"Di sini, Sakura-san!" teriak Shikamaru dan Sakura langsung berlari ke arahnya,

"Hhh...hhh...kenapa di saat seperti ini harus kambuh? Ino...aku tidak bisa bernafas...aku...aku...butuh obat..." kata Naruto sambil terus memegang dada kirinya yang terasa semakin sakit.

"Aku tahu Naruto-sama, kumohon bertahanlah sebentar!"

"Aku...aku...akan pingsan..." tambah Naruto karena memang pandangan semakin kabur sekarang,

"Naruto!" teriak Sakura yang langsung berlari ke arah Naruto, lalu bergegas mengeluarkan tiga butir obat dan meminumkannya pada Naruto. Syukurlah Ino masih membawa persedian air di dalam tasnya,

"Naruto gomen ne, gara-gara aku kau..."

"Tak masalah Sakura-chan, rasa sakit ini akan segera hilang!" kata Naruto sambil tersenyum kecil, air mata Sakura semakin banyak yang keluar.

"Sebenarnya siapa orang-orang itu?" tanya Shikamaru, Ino hanya menggelengkan kepalanya.

"Gomennasai, teman-teman. Tidak seharusnya aku melibatkan kalian dalam urusanku," kata Sakura sambil menundukkan wajahnya,

"Sudahlah forehead, toh orang-orang itu sudah tidak ada. Shika, tolong pinjamkan jaketmu pada Sakura aku khawatir dia terkena flue...dia terlihat kedinginan!" ucap Ino, Shikamaru menganggukkan kepalanya lalu memakaikan jaket miliknya pada Sakura.

"Kurasa akan percuma saja jika tubuhnya masih basah, kita cari rumah penduduk di sekitar sini!" ujar Shikamaru yang langsung mengalihkan pandangannya pada setiap penjuru hutan hingga akhirnya ia melihat sebuah rumah yang jaraknya lumayan dekat dengan posisi mereka,

"Ketemu! Semoga pemilik rumah itu sudi memberi kita tumpangan, setidaknya untuk malam ini..." tambah Shikamaru sambil mengalihkan pandangannya ke arah Naruto, di lihatnya Naruto masih berusaha menahan rasa sakitnya...sepertinya obat itu belum bekerja.

"Naruto, kau bisa jalan?" tanya Shikamaru sambil mendekati Naruto, wajah itu tampak begitu pucat.

"Mmm," jawab Naruto singkat.

Shikamaru membantu Naruto berdiri, lalu memapahnya berjalan. Sedangkan Ino mengulurkan tangannya pada Sakura yang masih terduduk di atas tanah, hingga akhirnya gadis itu meraih uluran tangannya dan kembali berdiri. Ino tersenyum pada Sakura, lalu menyerahkan boneka teddy yang di titipkan Sakura padanya.

"Arigatou, Ino!" ucap Sakura membalas senyuman Ino lalu memeluk boneka teddy itu dengan erat.

oooOOcherrybloossomOOooo

'Tok! Tok! Tok!'

"Arashi-niisan, sepertinya ada orang yang mengetuk pintu!" ujar seorang gadis cantik berambut orange panjang, pria yang di panggil Arashi itu pun berjalan menuju pintu dan membukakan pintu tersebut.

"Gomen, bolehkah kami menginap di sini untuk semalam saja?" tanya Ino,

Arashi menatap keempat orang di hadapannya satu persatu di mulai dari Ino; rambut gadis itu terlihat berantakan, wajahnya lusuh, dan dia tampak kelelahan. Ia juga bisa melihat pergelangan tangan dan kaki Ino sedikit bengkak. Setelah itu ia mengalihkan pandangannya pada seorang gadis yang badannya basah kuyup, bibir gadis itu nampak sedikit membiru, wajahnya terlihat pucat, dan tubuhnya menggigil. Gadis itu tengah memeluk sebuah boneka berwarna pink erat-erat, tampaknya gadis itu benar-benar kedinginan. Setelah itu ia mengalihkan pandangannya pada dua orang pemuda yang berada di belakang kedua gadis itu. Wajah salah satu pemuda itu terlihat sangat pucat. Sedangkan pemuda yang satunya penampilannya tidak kalah berantakan dari gadis berambut pirang tadi. Arashi nampak berpikir, khawatir keempat orang di depannya adalah orang-orang jahat.

"Onegai, kami bukan orang jahat. Justru kami sedang di kejar-kejar oleh orang jahat," ucap Ino dengan wajah memelas. Arashi pun mengangguk mengerti, lalu mempersilakan mereka masuk.

"Siapa yang datang, nii-san?" tanya gadis berambut orange tadi,

"Entahlah Sasame, mereka belum memperkenalkan diri."

"Gomen. Namaku Yamanaka Ino, dan mereka teman-temanku; Sakura, Shikamaru, dan Naruto. Kami sedang-sedang di kejar-kejar oleh orang-orang jahat hingga akhirnya tersesat di hutan ini. Bolehkan kami menginap di sini untuk semalam saja? Hari sudah mulai gelap, kalau kami melanjutkan perjalanan akan sangat berbahaya..." ucap Ino panjang lebar.

"Salam kenal Ino-san, aku Puma Sasame. Sakura-san mari ikut denganku, kau harus mengganti pakaianmu dengan pakaian kering biar tidak masuk angin!" kata Sasame yang di turuti oleh Sakura.

Arashi beranjak ke dapur untuk mengambil kotak P3K, bagaimana pun pergelangan kaki dan tangan Ino harus segera di obati. Shikamaru mengalihkan pandangannya pada Naruto, sejak tadi sahabatnya itu hanya diam saja.

"Apa dada kirimu masih sakit, Naruto?" tanyanya,

"Tidak, hanya saja aku mengkhawatirkan Sakura-chan..."

"Jangan berbohong padaku!"

"Shika benar Naruto-sama, katakan yang sebenarnya! Soal Sakura kau tidak perlu khawatir, dia pasti akan baik-baik saja!" sambung Ino,

"Baiklah, kalian benar...aku tidak baik-baik saja!" aku Naruto. Ia kembali mencengkram dada kirinya,

"Aku sendiri tidak tahu, biasanya setelah minum obat rasa sakitnya hilang secara perlahan tapi sampai sekarang, dadaku masih terasa sangat sakit..."

"Ini pasti akibat kau berlari tadi," tebak Shikamaru.

"Naruto-sama sebaiknya kau berbaring saja di atas sofa ini!" saran Ino sambil menunjuk sofa yang di maksud, Naruto hanya menggelengkan kepalanya, walau bagaimana pun ini adalah rumah orang, sudah seharusnya dia bersikap sopan kan?

Arashi datang dari arah dapur sambil membawa sebuah nampan berisi empat gelas minuman dan juga sebuah kotak P3K, lalu meletakkannya di atas meja.

"Siapa tadi namamu?" tanyanya pada Ino,

"Ino..."

"Ya, Ino-san sebaiknya kau obati dulu pergelangan kakimu yang sudah memar itu!"

"Hai," kata Ino yang tiba-tiba saja meringis,

"Ada apa?" tanya Shikamaru cemas,

"Sepertinya kakiku terkilir. Baka, kenapa aku baru menyadarinya sekarang?"

"Justru bagus kalau kau baru menyadarinya sekarang, kau kan anak manja!" tegas Shikamaru yang kemudian mendekati Ino yang sedang merenggut kesal lalu mulai memijat pergelangan kaki kanan Ino,

"Pelan-pelan, Shika! Ini sakit!" protes Ino sambil meringis,

"Kau tampak tidak sehat, apa kau baik-baik saja?" tanya Arashi pada Naruto,

"Aku hanya sedikit tidak enak badan," jawab Naruto.

"Kalau begitu sebaiknya kau berbaring saja di sofa!"

"Eh? Apa tidak apa-apa?"

"Tidak usah sungkan, anggap saja rumah sendiri!" jawab Arashi sambil tersenyum,

"Arigatou..." sambung Naruto membalas senyuman Arashi, ia pun merebahkan tubuhnya yang sudah letih di atas sofa tersebut dan memejamkan matanya.

"Baiklah kutinggal dulu, aku harus menyiapkan makan malam."

"Biar kubantu, bagaimana pun kami tidak enak hati karena sudah merepotkan..." tawar Shikamaru yang telah selesai mengobati Ino. Arashi hanya mengangguk saja, dan Shikamaru pun mengikutinya.

"Naruto-sama aku benar-benar khawatir...wajahmu sangat pucat dan penuh dengan keringat dingin," kata Ino mendekati Naruto lalu menghapus peluh di wajah Naruto dengan tisu yang kebetulan tersedia di atas meja.

"Ino, Sakura-chan...aku khawatir dia terkena flue, air sungai itu pasti dingin sekali..." kata Naruto masih sambil memejamkan mata.

"Jangan khawatir, Naruto! Aku sudah tidak apa-apa, tadi Sasame-chan sudah memberiku obat demam..." sambung Sakura sembari menghampiri Ino dan Naruto diikuti Sasame di belakangnya.

"Paikaian Sasame-chan sedikit kekecilan, tapi setidaknya ini lebih baik daripada bajuku yang masih basah!" tambah Sakura sambil tersenyum,

"Biar kulihat keadaanmu!" ujar Ino yang kemudian mendekati Sakura, lalu menyentuh keningnya...

"Syukurlah kau baik-baik saja, biarpun badanmu sedikit panas forehead!" tambah Ino,

"Lain kali jangan lakukan hal bodoh seperti itu lagi, Sakura-chan!" tegas Naruto sembari bangkit dari sofa, dan langsung memeluk gadis itu. Sakura kembali tersenyum dan membalas pelukkan Naruto.

"Kurasa sebaiknya aku membantu Shikamaru saja," kata Ino yang kemudian pergi menuju dapur.

"Kalian berdua pacaran ya? Waduh, sepertinya tidak sopan jika aku mengganggu!" sambung Sasame sambil tertawa kecil,

"Sasame-chan..." kata Sakura blushing,

"Hahaha, tidak perlu sungkan, lanjutkan saja! Kurasa aku juga harus membantu Arashi-niisan," sambung Sasame yang langsung pergi menyusul Ino.

"Apa-apaan mereka semua, seenaknya saja meninggalkan kita berdua! Eh?" Sakura sedikit tersentak karena Naruto memeluknya semakin erat, ia juga bisa merasakan sesuatu yang cair menetes membasahi lengannya yang masih melingkar di leher Naruto

'Apa Naruto menangis? Sepertinya dia benar-benar sangat mengkhawatirkanku?' pikir Sakura yang kemudian tersenyum kecil.

oooOOcherrybloossomOOooo

"Kyaa, akhirnya kita bisa kembali juga. Harusnya kemarin itu kau bawa mobil, Shika! Jadi kita tidak perlu repot-repot berlari seperti itu. Kemarin itu benar-benar hari yang sangat melelahkan, untung saja clan Puma membantu kita dengan sukarela, kalau tidak...mungkin kita sudah mati!" cerocos Ino setelah mereka sampai di mansion Namikaze keesokan harinnya. Shikamaru hanya menanggapinya dengan menguap lebar, membuat Sakura terkikik geli...menertawakan Ino yang tampak kesal dan marah.

"Sakura-chan, sebenarnya siapa kedua orang yang kemarin itu? Wajah mereka nampak tak asing, jangan-jangan..."

"Ya, mereka salah satu members Akatsuki band..." bisik Sakura karena tak ingin identitasnya yang sesungguhnya ketahuan oleh Ino ataupun Shikamaru, seraya menengadahkan wajahnya menatap Naruto.

"Apa mereka mau membawamu pergi?"

"Kurasa mereka hanya kebetulan menemukanku, mungkin awalnya mereka mau menjemput Sasori-niisan. Jangan suruh aku ikut dengan mereka, aku belum mau pergi dari Konoha Naruto!"

"...tapi Sakura-chan, kurasa sebaiknya kau ikut dengan mereka! Kita akhiri saja hubungan kita," kata Naruto lirih.

"Kau bilang apa?" tanya Sakura, merasa ada yang salah dengan apa yang baru saja di dengarnya dan meminta Naruto mengulang kalimatnya.

"Aku ingin mengakhiri hubungan kita..." ulang Naruto, dengan nada yang lebih tinggi.

"NANI?" teriak Ino dan Shikamaru berbarengan. Sakura hanya membatu, seolah masih tidak percaya dengan apa yang baru saja di dengarnya,

"Arigatou untuk semuanya, Sakura-chan."

"Hahaha, Naruto apa kau sedang mencoba menggodaku?"

"Aku tidak sedang menggodamu Sakura-chan, aku bicara serius..."

"Naruto, ada apa denganmu?" tanya Shikamaru. Ino hanya menatap Sakura yang langsung berhenti tertawa. Ino bisa melihat sahabatnya itu menatap Naruto penuh tanda tanya.

"Aku sudah tidak ingin bersamamu lagi, jadi sebaiknya kita berpisah saja!" jelas Naruto dengan suaranya yang datar dan dingin. Pandangannya tertuju lurus ke depan, tidak mempedulikan Sakura yang terus menatapnya kebingungan.

"...tapi Naruto..." mata Sakura mulai berkaca-kaca, ia benar-benar shock. Sangat shock.

"Bukankah kau bilang kau akan menjauh dariku kalau ku katakan aku tidak menyukaimu, Sakura-chan?" kali ini Naruto mengalihkan pandangannya kepada Sakura. Dipandangnya gadis itu dengan lekat,

"Naruto, kenapa kau tiba-tiba seperti ini?" tanya Sakura, air matanya mulai membasahi pipi.

"Sekarang akan ku katakan padamu sebuah kebenaran,"

"..." Sakura mulai terisak pelan,

"..." Shikamaru menatap Naruto dengan pandangan curiga,

"..." Ino hanya menggelengkan kepalanya tak percaya.

"Sakura-chan, aku tidak pernah benar-benar menyukaimu. Sejujurnya aku hanya ingin bermain-main saja denganmu karena kau adalah seorang idola. Sejak dulu aku memang bermimpi untuk bisa berkencan denganmu, tapi sekarang aku sudah lelah bermain-main..."

"Kau bohong, Naruto!" kata Sakura, memotong kalimat Naruto. Ia benar-benar tidak ingin mendengar Naruto melanjutkan kalimatnya. Rasanya begitu sesak mendengar setiap kata yang keluar dari mulut Naruto. Ditambah lagi, ekspresi Naruto yang terlihat sangat serius dan dingin membuatnya semakin takut. Boneka teddy bear yang sejak tadi di pegangnya pun terjatuh ke lantai.

'Apakah hubungan kami akan benar-benar berakhir? Bukankah sampai kemarin semuanya masih baik-baik saja?' batin Sakura berkecamuk,

"Aku tidak bohong," jawab Naruto dengan meyakinkan,

"Jadi mulai sekarang kita berpisah, kau tidak perlu menemuiku ataupun menghubungiku lagi, dan aku juga tidak akan pernah menemuimu ataupun menghubungimu lagi Sakura!" tambah Naruto tanpa suffix 'chan' yang selama ini tak pernah terlewatkan olehnya.

_TBC_

a/n : Gomen kalau chapter kali ini kepanjangan. Jadi apakah NaruSaku benar-benar akan berpisah? Tunggu next chapter! Like usual Muki belum siap menerima flame. So, REVIEW please! Arigatou. ^_^

Dan ini balasan untuk review yang nggak login :

Chita Narusaku : Arigatou. Ini udah di lanjut. ^^

Guest1 : Udah di lanjut ya. Arigatou. ^^

Manguni : Sama-sama. Gimana dg lagu yang sekarang Manguni-san? Naru gombal ya, hahaha. Kalo soal itu masih rahasia dong, hehe. Arigatou. ^^

Maesan : Sayangnya Muki nggak hapal lagu 'We are the Champion' cuma hapal bagian reffnya aja, hehehe. Nyesek juga pas muki ngetik bagian itu hikz..hikz. Arigatou. ^^

Guest2 : Berarti seperti jaelangkung dong ya, Guest-san...hahaha. Arigatou. ^^

Rooney : Arigatou. Sebenernya Muki juga lebih suka kayak begitu, mungkin next fic soalnya untuk fic pertama ini muki mutusin buat bikin ff yang bergenre angst dulu...hehe. Nih udah di lanjut, arigatou. ^^

Farhan UzuZaki : Iya soalnya Muki ga pengen bikin fic yang terlalu panjang makanya muki lebih nonjolin Narusakunya, takut ntar stuck di tengah-tengah atau jadi membosankan gitu. Iya, sebenernya muki ga tega bikin Naruto kyk gini tapi mau gimana lagi...memang seperti itulah jalan cerita yg ada dalam imajinasiku. Okay, kita liat ntar aja siapa tahu tebakanmu bener, hehe. Arigatou. ^^

Yukii Chaa : Daijoubu, yang penting review. Salam kenal juga Yukii-san, Muki juga narusaku lovers. Wah, berarti chapter-chapter sebelumnya romancenya ga kerasa dong? Hehehe, gomen. Next chap tamat kok, muki ga mau bikin fic yg terlalu panjang takut stuck di tengah-tengah tapi semoga aja feelnya dapet wlopun ni fic cuma 6 chapter...ammin. Arigatou. ^^

Terminator : Iya, genrenya angst tapi nggak tau dah ada yang nangis atau nggak pas baca fic perdana Muki ini? /plak. Haha, bagus tu puisinya. Nih udah di lanjut. Arigatou. ^^

Bonus preview next chapter (ending) :

"Gaara-sama..."

"Ya?"

"Bawa aku pergi dari sini!"

"Hah?"

"Bawa aku pergi dari tempat ini, onegai!"

oooOOcherrybloossomOOooo

"Apa kau mau menceritakan masalahmu padaku? Mungkin itu bisa sedikit mengurangi bebanmu,"

"Aku dan Naruto..."

"Ada apa dengan kau dan Naruto, Sakura-san? Apa kalian berdua bertengkar?"

"Kami telah berpisah..."

"Nani?"

oooOOcherrybloossomOOooo

'BUGH'

"APA YANG KAU LAKUKAN? KENAPA KAU MEMUKULNYA?"

"Harusnya aku yang tanya! Apa yang sudah dia lakukan pada Sakura-san?"

"Ah, kau sudah tau? Aku sudah bosan dengannya!"

"NAMIKAZE NARUTO! Apa kau sadar dengan apa yang kau katakan?"

"Doushite? Kau marah karena aku mencampakan Sakura?"

"Kau..."

"Bukankah itu bagus untukmu? Sekarang kau bisa memilikinya!"

"Jangan membuatku memukulimu lagi, baka!"

"Nani? Jadi kau juga menyukai Sakura-san?"

oooOOcherrybloossomOOooo

"Sejak kapan kau memiliki perasaan seperti ini padaku?"

"Sejak lama, jauh sebelum kau datang ke Konoha..."

"Lalu kenapa kau tidak pernah mengatakannya?"

"Karena aku sadar, bukan hanya aku yang memiliki perasaan itu. Bukan hanya aku yang selalu memperhatikanmu. Bukan hanya aku yang tidak pernah bisa berhenti memikirkanmu, Sakura-san. Bukan hanya aku yang selalu merasa nyaman dan teduh setiap kali memandang wajahmu, dan bukan hanya aku yang selalu merasa berdebar setiap kali melihatmu..."