Kyuhyun memandang Sungmin yang berbicara dengan Yesung dengan tatapan kosong. Dia mengigit bibirnya saat dia melihat Sungmin yang tertawa lepas saat dia berbicara dengan namja tampan berambut pirang yang memimpin kerajaan negara tetangga itu.
Dia…sungguh tidak rela melihat Sungmin sebahagia itu…dengan orang lain.
Bersama semenjak kecil dan selalu menghabiskan hampir dua puluh empat jam setiap harinya berada di sisi Sungmin membuat Kyuhyun mengenal Sungmin, mengerti ekpresi dan perasaan namja manis bermata kelinci itu dibanding siapapun. Dia…bahkan bisa memahami isi hati Sungmin yang sebenarnya namja manis itu sendiri tidak menyadarinya. Dan yang terpenting…selama ini Sungmin tersenyum hanya untuknya... Pada orang lain Sungmin hanya akan menunjukkan ekspresi dingin ataupun senyum palsu yang sebenarnya bagi Kyuhyun jelas sekali adalah sebuah kebohongan.
Dan itu membuat Kyuhyun merasa sombong…merasa kalau hanya dia…satu-satunya orang yang bisa membuat Sungmin tersenyum dan tertawa dengan tulus.
Tapi sekarang…di depan matanya sendiri Sungmin tertawa bahagia dengan orang lain. Tanpa kepalsuan, tanpa kebohongan, dan tanpa tipu daya. Sungmin tertawa dengan Yesung karena memang namja bermata kelinci itu menginginkannya…dan itu membuat dia sangat sakit.
DEG!
Kyuhyun meraba dadanya, entah kenapa hatinya terasa begitu sakit. Kenapa…kenapa dia harus merasa begini? Sejak orangtua Sungmin meninggal dan Sungmin menjadi raja dia sudah meneguhkan tekad…kalau dia dan Sungmin adalah pelayan dan raja. Dia tidak bisa bersama Sungmin…dan tidak akan bisa pernah bersama…. Benang takdir mereka mengarah ke arah yang berlawanan, tanpa ujung untuk menyatukan keduanya. Dia dan Sungmin sangat berbeda, baik pangkat maupun status dan karena itu sangat tidak pantas baginya untuk berpikir kalau Sungmin menginginkan dirinya untuk mendampingi hidup namja manis itu selamanya. Selain itu Yesung adalah seorang raja sebuah kerajaan besar, tentu lebih pantas dan berhak untuk bersanding dengan Sungmin dibanding dirinya. Yesung juga adalah raja yang bijak, perhatian, dan baik…mungkin dengan Sungmin berhubungan dengan namja tampan itu…Sungmin bisa kembali seperti dulu…kembali menjadi namja manis yang sangat Kyuhyun sayangi….
Itu kan yang selama ini Kyuhyun inginkan? Kebahagiaan Sungmin…dan kembalinya Sungmin menjadi dirinya yang dulu?
Lalu kenapa dia tidak bisa berbahagia…? Kenapa dia merasa…kalau ini tidak benar?
Kenapa…dia merasa tidak rela menyerahkan Sungmin kepada Yesung?
"Kyuhyun-ah!" suara seseorang yang memanggilnya dengan riang menyadarkan Kyuhyun dari lamunannya. Kyuhyun menoleh ke arah suara yang memanggilnya dan sangat terkejut saat dia melihat Ryeowook yang berjalan ke arahnya, sebuah senyum lebar tersungging di wajah namja manis itu.
"Ryeowook-hyung?" tanya Kyuhyun setelah Ryeowook berdiri di sampingnya.
Ryeowook tersenyum dan menggenggam tangan Kyuhyun erat. "Aku senang sekali kau masih mengingatku, Kyuhyun-ah!" katanya dengan riang. "Aku juga sama sekali tidak menyangka ternyata kau adalah pelayan pribadi Sungmin-hyung! Pantas saja waktu itu kau pergi ke kantor walikota!"
"Em…kenapa hyung bisa ada di sini?" tanya Kyuhyun heran.
"Aku?" Ryeowook tersenyum sebelum mengalungkan lengannya di lengan Kyuhyun dengan manja. "Em…aku di sini untuk menemani tunanganku," katanya masih sambil tersenyum manis.
"Tunangan?" tanya Kyuhyun heran. Semua tamu yang hadir di pesta istana hari ini semuanya adalah kalangan atas dan aristokrat, hampir semuanya adalah bangsawan dan raja dari kerajaan-kerajaan tetangga. Memang tidak baik untuk menilai seseorang dari penampilannya, tapi…baik dari penampilan dan sikapnya, Ryeowook sama sekali tidak memperlihatkan aura bangsawan…yang penuh dengan keangkuhan dan rasa sombong sama sekali. Dan dari pembicaraan mereka kemarin Ryeowook hanya berusia lebih tua setahun darinya, dan dia sudah bertunangan?
Dunia ini memang bukan sesuatu yang bisa diprediksi ya…dunia dan takdir….
Apa…itu memang karena Ryeowook terlalu baik? Begitu baiknya, Kyuhyun pun merasa kalau semua orang yang mengenal Ryeowook pasti akan menyukai namja manis berambut hitam itu. Dan karena menyukainya maka ingin merantainya dan mengklaimnya sebagai miliknya…Kyuhyun mengerti perasaan itu.
"Ehm," kata Ryeowook menganggukkan kepalanya dengan antusias. "Tunanganku, raja kerajaan Kim, Yesung-hyung."
Kyuhyun memandang Ryeowook dengan pandangan terkejut. "Ka…hyung tunangan Yesung-ssi?" tanya Kyuhyun. Ryeowook hanya menganggukkan kepalanya dengan tenang. Yesung…sudah bertunangan? Ka…kalau begitu Ryeowook juga anggota keluarga kerajaan?
"Ka…kalau begitu saya sudah berlaku tidak sopan pada anda dengan memanggil anda hyung! Ma—"
"Stop," kata Ryeowook sambil mengangkat tangannya. "Meski aku tunangan Yesung-hyung, aku bukan keluarga kerajaan, aku juga kalangan rakyat biasa. Karena itu jangan memanggilku dengan formal."
"Tapi—"
"Kyuhyun-ah~" kata Ryeowook dengan nada merajuk. "Kau temanku, kan? Jadi aku ingin kau menganggapku teman."
Kyuhyun hanya terdiam. "Baiklah, Ryeowook-hyung." Ryeowook kembali tersenyum dan kembali memeluk lengan Kyuhyun dengan manja, bahkan menyandarkan kepalanya di lengan Kyuhyun.
"Terima kasih, Kyuhyun-ah."
Kyuhyun hanya diam. Yesung sudah bertunangan…kalau begitu Sungmin tidak akan bisa memiliki Yesung. Pertunangan berarti Yesung sudah sangat serius untuk menjadikan Ryeowook pendamping hidupnya dan itu berarti…Yesung pasti tidak akan menerima lamaran dari orang lain, meski itu adalah dari kalangan sesama raja sekalipun. Yesung adalah raja yang baik dan perhatian, tidak mungkin dia akan lebih memilih Sungmin yang dikenal sebagai raja yang dingin dan bengis dibandingkan dengan Ryeowook yang hangat dan manis untuk memimpin kerajaan bersamanya dan Yesung juga adalah namja yang setia…sehingga dia pasti tidak akan mau membatalkan pertunangannya dengan Ryeowook dan menikahi Sungmin, meski untuk pernikahan platonik diplomatis sekalipun.
DEG!
Kyuhyun kembali meraba dadanya. Kenapa…dia merasa senang? Kenapa dia merasa bahagia saat dia tahu kalau Yesung sudah memiliki orang lain yang dia cintai? Sejak kapan…dia menjadi orang yang begitu kejam…bahagia di atas penderitaan orang yang dia sayangi?
Tapi sungguh…dia merasa senang. Dia ingin tertawa…mendengar kalau Yesung tidak akan pernah membalas perasaan Sungmin.
Yang berarti…Sungmin masih miliknya….
"Terima kasih, Ryeowook-hyung…" gumam Kyuhyun pelan pada namja manis di sampingnya itu. Ryeowook, yang saat itu memandangi pemandangan taman istana sambil masih menyandarkan kepalanya di bahu Kyuhyun, memandang Kyuhyun dengan bingung.
"Kenapa kau berterima kasih?" tanya Ryeowook heran. Kyuhyun hanya tertawa sebelum menggelengkan kepalanya, tidak menjawab pertanyaan yang ditujukan Ryeowook untuknya.
'Terima kasih…karena kau mengambil Yesung-hyung dari Sungmin-hyung... Terima kasih…karena masih membuat Sungmin-hyung menjadi milikku….'
Sungmin memandang murka pada dua sosok yang saling berbincang di balkon dengan sangat akrabnya. Kyuhyun…dan Ryeowook.
Sungmin mengepalkan tangannya dengan erat. Kim Ryeowook…dia benar-benar namja yang keterlaluan! Sudah bertunangan dengan Yesung…tapi masih punya keinginan dan berani untuk menggoda Kyuhyun…dan kurang ajarnya Kyuhyun membalas perhatian namja manis itu, jika senyum yang ada di bibir Kyuhyun tidak menjelaskan segalanya maka pandangan lembut Kyuhyunlah yang menjelaskan segalanya.
Sejak kecil Sungmin sangat mengerti Kyuhyun. Kyuhyun adalah namja pemalu yang tidak suka berinteraksi dengan orang. Semakin Sungmin mengekangnya dengan menjadikan Kyuhyun pelayan pribadinya, Kyuhyun tumbuh menjadi semakin dingin dan dingin. Hanya pada orang-orang tertentu, dan Sungmin yakin dengan sangat kalau itu hanya padanya, Kyuhyun menjadi hangat, menjadi perhatian…dan menjadi baik. Dan Ryeowook…hanya bertemu sehari…hanya sesaat, namja itu bisa merebut perhatian Kyuhyun? Sementara dia dari tahun ke tahun semakin kehilangan Kyuhyun? Ryeowook yang hanya sesaat mengenal Kyuhyun mengambil tempatnya di sisi Kyuhyun? Kyuhyun sedikit demi sedikit mendekat pada Ryeowook sementara padanya Kyuhyun sedikit demi sedikit semakin menjaga jarak dan menjauh?
"Sungmin?" tanya Yesung yang melihat Sungmin memandang ke arah lain. Dia mengikuti pandangan namja manis bermata kelinci itu dan melihat kalau dia tengah memandangi Kyuhyun yang sedang berbicara dengan Ryeowook.
"Wookie memang manis, kan?" tanya Yesung sambil tersenyum. "Dia juga baik dan hangat, membuat orang suka bersamanya. Dan sepertinya…pelayan pribadimu juga menyukainya."
"Ya, dia menyukainya…" gumam Sungmin pelan. "Dan aku tak akan membiarkan itu…."
"Hm?" tanya Yesung saat dia mendengar gumamam Sungmin.
"Ah, tidak apa-apa," kata Sungmin sambil tersenyum. "Senang bertemu denganmu, Yesung-hyung. Aku harus menyapa tamu-tamu lain, jadi aku permisi. Kuharap suatu hari nanti kau bisa mengenalkan tunanganmu padaku secara resmi."
Yesung tersenyum pada Sungmin. "Kuharap begitu. Aku juga berharap kau bisa datang ke pesta pernikahan kami setahun lagi"
Sungmin tersenyum manis "Aku berharap aku bisa datang ke sana," katanya sebelum berbalik dan berjalan pergi meninggalkan Yesung, pandangannya yang tadinya manis dan hangat berubah menjadi dingin dan penuh kebencian.
"Aku mungkin merelakan Yesung-hyung untukmu, Kim Ryeowook," desis Sungmin tajam, tidak sekalipun melepaskan pandangannya yang penuh kebencian dari namja manis yang berdiri di samping Kyuhyun. "Tapi jangan harap aku akan membiarkan kau mengambil Kyuhyun dariku."
"Takkan kubiarkan kau mengambil Kyuhyun…karena Kyuhyun adalah milikku!"
"Yang mulia, anda memanggil saya?" tanya Kyuhyun sambil memasuki ruangan singgasana Sungmin dan berlutut tepat di hadapan singgasana namja manis bermata kelinci itu. Entah kenapa…dia merasakan perasaan buruk hari ini. Sungmin terasa begitu murka…terasa sangat marah. Bahkan pandangannya pada Kyuhyun pun dingin tak berperasaan.
Kenapa…? Ada apa denganmu, hyung?
"Aku punya misi untukmu dan pastikan kau melakukannya dengan baik," kata Sungmin dingin pada namja berambut cokelat di hadapannya. "Aku ingin kau melenyapkan orang ini…karena aku sangat…begitu membencinya."
Oke, perasaan Kyuhyun semakin tidak enak. Selama ini memang Sungmin selalu memerintahkan dia membunuh orang-orang, baik orang-orang yang menentangnya, orang-orang yang tidak bisa membayar pajak, orang-orang yang tidak dia suka…tapi dia tidak pernah sampai ke tahap mengatakan benci.
"Siapa?" tanya Kyuhyun dengan suara pelan. Untuk sesaat…dia pun takut dengan Sungmin.
"Siapa lagi? Tunangan Yesung-hyung, namja yang kemarin berakrab ria denganmu di balkon," desis Sungmin tajam penuh kebencian. "Kim Ryeowook."
Mata Kyuhyun terbelalak mendengar perkataan Sungmin. Dia…harus membunuh Ryeowook? Bagaimana bisa dia membunuh namja manis itu? Ryeowook…begitu berbeda. Namja manis itu tidak pernah melakukan kesalahan apa pun padanya, bahkan dia memberikan kesempatan dia untuk bisa bersama dengan Sungmin. Dia yang berhutang pada Ryeowook, namja manis itu sudah banyak sekali membantunya dan sekarang Sungmin memerintahkan dia untuk membunuh namja manis itu?
Bagaimana mungkin dia melakukan itu?
"Ke…kenapa?" tanya Kyuhyun dengan suara gemetar. Sungmin yang mendengar getaran dalam suara Kyuhyun merasakan kebenciannya pada Ryeowook bertambah. Selama ini Kyuhyun tidak pernah mempertanyakan perintah Sungmin padanya. Namja bertubuh tinggi itu tidak pernah mempedulikan apa alasan Sungmin memintanya membunuh banyak orang. Dia akan langsung melaksanakannya dan sekarang…Kyuhyun bertanya kenapa dia harus membunuh Ryeowook?
Sepenting itukah arti Ryeowook bagi Kyuhyun?
"Kenapa katamu?" kata Sungmin pelan sebelum berdiri dan membanting tea set yang ada di meja di sebelahnya, membuat peranti makan itu pecah berkeping-keping di lantai. "Kau masih berani bertanya kenapa aku memintamu membunuhnya?! Aku membencinya, Kyunhyun-ah! Dia merebut Yesung-hyung dariku! Yesung-hyung membuangku demi namja desa sepertinya, keterlaluan!" Dia berjalan ke arah Kyuhyun dan menarik dasi yang dipakai Kyuhyun, membuat namja itu berdiri dengan kepala memandang ke arah Sungmin, pandangan mata Kyuhyun yang penuh kesedihan dan ketakutan bertemu dengan mata Sungmin yang penuh kebencian. "Lakukan perintahku ini, Kyu. Kau sudah berjanji akan melakukan apa pun untukku, kan? Sampai sekarang pun…kau masih mau melakukan segalanya untukku, kan?"
Kyuhyun memandang Sungmin dengan pandangan sedih bercampur takut untuk sesaat sebelum pandangan matanya mengeras. "Tentu yang mulia," kata Kyuhyun pelan. "Saya akan melakukan apa pun untuk anda."
Karena tidak ada orang yang lebih berarti bagiku dibandingkan Sungmin-hyung. Untuk Sungmin-hyung…membunuh semua orang di dunia pun akan kulakukan…tanpa keraguan sedikitpun…
Author note:
Oke, I'm so sorry because I have to change the title of the fanfic -kamu ngomong apa sih?- -digampar readers- ya, pokoknya maaf karena saya mutusin ganti judulnya soalnya semakin dipikir judul awalnya gak nyambung ama ceritanya makanya diganti. Dan...terima kasih buat para readers yang sudah bersedia membaca dan mereview fic saya ini. Saya sangat senang dan berterima kasih sekali dari lubuk hati yang terdalam.
Oke, sebenarnya ini lancang banget kan, tapi bolehkan saya meminta review dari readers sekalian? Mau saran, kritik, apa pun, akan saya terima dengan senang hati selama itu adalah untuk menuju perbaikan yang lebih baik.
Okay, meet again at (hopefully) the next chapter, bye bye ^^
