Kyuhyun memandang rumah di hadapannya dengan tatapan nanar. Rumah itu kecil dan sederhana tapi hanya dengan sekali lihat pun Kyuhyun tahu bahwa rumah itu adalah rumah yang penuh dengan kehangatan dan kebahagiaan. Rumah ini benar-benar mencerminkan kepribadian Ryeowook yang penuh kebaikan.

Aroma bunga-bunga yang ditanam Ryeowook menguar dari taman di depan rumah itu, memberikan Kyuhyun perasaan tenang. Tenang…jika saja dia tidak ingat untuk apa dia ada di depan rumah yang ditinggali sendiri oleh namja manis itu.

Kyuhyun menggenggam erat belati yang berada di tangannya. Dia harus melakukan ini! Untuk Sungmin…! Demi Sungmin…

Atau demi dirinya sendiri?

Dia…alasan dia tidak pernah menolak permintaan Sungmin untuk membunuh orang adalah demi dirinya sendiri. Dia tidak mau Sungmin membencinya karena berani membantah perintah namja manis bermata kelinci itu. Dia juga ingin Sungmin terus mempercayainya…meski itu berarti melakukan kejahatan dan dosa….

Apa ini berarti dia egois….? Egois karena mengorbankan orang-orang lain hanya untuk kebahagiaan seseorang? Mengorbankan nyawa beratus-ratus orang untuk kebahagiaan dan senyum satu orang?

Tidak, dia tidak egois.

Dia hanya serakah…akan diri Sungmin. Begitu serakahnya hingga bahkan jika Sungmin memerintahkannya untuk membunuh dirinya sendiri dan Tuhan dia akan melakukannya tanpa keraguan sedikitpun. Dia serakah akan kebahagiaan Sungmin…juga fakta kalau hanya dia yang bisa memberikan kebahagiaan itu untuk Sungmin.

Kyuhyun segera berjalan memasuki halaman rumah yang ditinggali Ryeowook. Jubah hitam yang menutupi tubuhnya sedikit berkibar tertiup angin saat dia menurunkan tudung jubahnya menutupi kepalanya. Dia menyentuh permukaan kayu pintu rumah Ryeowook sesaat sebelum mengetuknya pelan. Tidak butuh waktu lama bagi Kyuhyun untuk mendengar suara langkah-langkah kaki yang berjalan menuju ke arah pintu dan tidak butuh waktu lama pula untuk menunggu pintu itu terbuka dan Ryeowook menampakkan dirinya di ambang pintu rumah sederhana itu.

"Kyuhyun?" tanya namja manis itu dengan bingung sambil memandangi namja bertubuh tinggi di hadapannya itu sebelum tersenyum manis. "Ada apa kau datang malam-malam begini?" tanyanya dengan ramah.

"Aku…aku…ada yang harus kubicarakan denganmu, hyung," bisik Kyuhyun pelan, suaranya yang tadinya tegas mulai terdengar parau. "Aku...perasaanku sedang kacau, dan…."

Tanpa bicara apa pun Ryeowook tersenyum dan menggenggam tangan Kyuhyun dengan lembut. "Kalau begitu ayo masuk kita bicara di dalam. Di luar pasti dingin, kan? Ayo, aku juga akan buatkan teh untukmu," kata Ryeowook sambil tetap tersenyum manis dan menarik namja tampan berambut cokelat itu memasuki rumahnya. Kyuhyun hanya diam…diam memandangi wajah Ryeowook yang masih dihiasi senyum manis penuh kebahagiaan dan kehangatan.

Senyum yang…manis….

Membuat Kyuhyun semakin tidak tega untuk mengakhiri hidup namja manis berambut hitam itu. Ryeowook adalah malaikat yang disayangi banyak orang dan dicintai Yesung dengan tulus dan dia malah dengan kejam…ingin mengakhiri kehidupan malaikat itu selamanya, mematahkan sayapnya hingga jatuh ke bumi dan tertidur untuk selamanya.

Tapi….

Kyunnie…kau akan melakukan semua hal yang kuminta, kan?

Biarlah…seperti apa pun dosa di neraka yang menantinya nanti karena membunuh malaikat kesayangan nirwana seperti Ryeowook dia akan menerimanya dengan senang hati suatu hari nanti. Bagaimanapun dia membunuh orang-orang karena keinginan dia sendiri. Dia menumpahkan darah orang banyak karena keinginannya sendiri. Dan dia tidak pernah berharap untuk dimaafkan atas perbuatannya itu.

Jika hari di mana dia harus mempertanggungjawabkan semua dosanya telah tiba dia akan menerimanya dengan rela. Dia akan membayar semuanya…meski dengan nyawanya sekalipun.

Asalkan Sungmin bisa bahagia….

"Maaf…Ryeowook-hyung…" gumam Kyuhyun pelan sambil tetap memandangi Ryeowook yang kini tengah menyiapkan teh untuknya di dapur kecilnya.


"Jadi…apa yang ingin kau bicarakan denganku?" kata Ryeowook sambil duduk di hadapan Kyuhyun. Kyuhyun memandang cangkir teh di hadapannya dan menghela napas.

"Hyung tahu kan…kalau Sungmin-hyung dikenal sebagai raja iblis?" gumam Kyuhyun pelan.

Ryeowook hanya terdiam sebelum menganggukkan kepalanya. "Sungmin-hyung dikenal sebagai raja yang sadis. Dia selalu memberlakukan hukuman mati, yang sebenarnya tidak diperbolehkan di kerajaan manapun, meski hanya untuk hukuman kecil sekalipun. Dan katanya jumlah penduduk di kerajaan Sungmin-hyung semakin kecil setiap tahunnya, entah karena mereka mati terbunuh dalam pemberontakan…atau mereka mengungsi ke kerajaan lain," kata Ryeowook pelan.

"Dulu…bahkan mungkin sampai sekarang…Sungmin-hyung bukanlah orang sesadis itu," kata Kyuhyun pelan. "Dia hangat…manis…dan sangat perhatian. Dia bahkan sebenarnya takut darah, hyung. Entah takdir mana yang salah…hingga Sungmin-hyung menjadi seperti itu…" kata Kyuhyun pelan. "Tapi sungguh…bagiku…dia adalah namja termanis yang kukenal."

Ryeowook memandang Kyuhyun sejenak sebelum tersenyum. "Kau benar-benar…dekat dengan Sungmin-hyung, ya?"

"Bagiku kebahagiaan Sungmin-hyung adalah segalanya, hyung…" gumam Kyuhyun pelan. "Meski harus mengorbankan kebahagiaan orang lain aku tidak peduli apa pun asalkan Sungmin-hyung bahagia." Namja berambut cokelat itu mengangkat kepalanya dan memandang Ryeowook. "Apa…aku jahat?"

Ryeowook terdiam. Dia berdiri dan berjalan menuju jendela rumahnya dan memandang keluar, membelakangi Kyuhyun. "Apa patokan dari kebahagiaan manusia? Kebahagiaan setiap orang berbeda, dan semua manusia itu egois untuk bahagia. Hak apa yang kupunya untuk mengatakan kau jahat kalau aku pun…mungkin melukai orang lain, melukai Sungmin-hyung mungkin, dengan pertunanganku dengan Yesung-hyung? Kalau kau jahat…aku pun jahat, Kyu…." Namja manis berambut hitam itu segera mengulurkan tanggannya dan menyentuh permukaan kaca jendela yang dingin di hadapannya. "Tidak mungkin membuat semua orang di dunia ini bahagia…. Kebahagiaan satu orang adalah penderitaan bagi orang lain, itu adalah takdir…yang tidak akan pernah berubah…."

Kyuhyun hanya diam memandang punggung Ryeowook yang menghadap ke arahnya. Perlahan-lahan namja berambut cokelat itu berdiri dan berjalan ke arah Ryeowook. "Kau tahu hyung…aku mencintai Sungmin-hyung…" gumam Kyuhyun sambil memeluk pinggang Ryeowook. "Teramat mencintainya…."

Ya…Kyuhyun menyadari perasaannya sekarang. Cinta…cinta yang penuh dosa dan kegelapan yang dia rasakan pada Sungmin sejak lama telah membuatnya rela membekukan hatinya. Dia mengharapkan kebahagiaan dan senyum Sungmin di atas segalanya adalah karena dia mencintai namja manis bermata kelinci itu…mengharapkan kebahagiaan untuk namja manis itu. Dia rela melakukan dosa…menumpahkan darah dan menghilangkan banyak nyawa semata-mata adalah untuk melihat senyum manis Sungmin yang akan menyambutnya saat dia menyampaikan keberhasilan tugasnya. Yang dikatakan Ryeowook benar…tidak peduli apa pun, kebahagiaan semua orang yang ada di dunia adalah hal yang mustahil untuk terjadi. Jika ingin satu orang bahagia maka satu orang lainnya harus siap menanggung penderitaan, itu hal lumrah…takdir dunia yang tidak akan bisa diubah…..

"Karena itu…."

JLEB!

Ryeowook tertegun saat dia merasakan rasa sakit di dadanya. Dia menunduk dengan pelan dan melihat kalau kini dadanya telah berwarna merah darah…darah dari belati yang ditusukkan Kyuhyun tepat ke bagian jantungnya.

"Aku tidak peduli meski harus merenggut kebahagiaan siapa pun…asalkan Sungmin-hyung bahagia…" gumam Kyuhyun pelan dengan sorot mata gelap dan kosong sambil tetap memeluk Ryeowook.


Sungmin memandang dua burung kenari yang ada di sangkar di kamar tidurnya. Burung kenari itu dulu diberikan Kyuhyun padanya saat dia menjadi raja. Namja tampan itu berkata…kalau burung itu akan membuat Sungmin merasa lebih bahagia di istana yang besar ini,menemani namja manis itu saat dia tidak ada….

Sungmin membuka pintu sangkar dan mengeluarkan salah satu burung kenari yang ada di sana. Dia memandang burung yang masih berada di sangkar itu dengan pandangan kosong.

"Terperangkap di dalam sangkar emas tanpa bisa keluar..." gumam Sungmin pelan. "Kau mirip sekali denganku. Terperangkap di dunia yang tidak kau inginkan…tanpa tahu bagaimana caranya keluar…." Namja manis bermata kelinci itu menghela napas sebelum kembali memasukkan kenari di tangannya ke dalam sangkar. "Tapi setidaknya…ada orang yang menemanimu di sangkar itu…tentu kau bahagia, kan?"

Sungmin tersenyum sambil memandang dua burung kenari yang kembali saling memadu kasih di dalam kandang itu. "Kalian benar-benar saling mencintai, ya?" gumam Sungmin pelan. "Seperti aku dan Kyunnie…ah, tidak, hak apa yang kupunya untuk mengatakan Kyunnie mencintaiku saat aku mengekangnya seperti ini?" Tanpa disadari olehnya setetes air mata jatuh dari matanya. "Meski aku begitu mencintainya…."

Ya, dari dulu sampai sekarang Sungmin hanya mencintai Kyuhyun. Dia selalu berakrab ria dengan para raja dan pangeran dari kerajaan lain semata-mata hanyalah agar Kyuhyun merasa cemburu dan memperlakukannya lebih manis lagi, lebih memperhatikan dan memanjakan dia dibandingkan sebelumnya. Dia juga dengan kejam memerintahkan Kyuhyun membunuh beberapa prajurit, pelayan, dan maid istana karena dia tahu kalau orang-orang itu pernah menggoda, menyukai, bahkan mencintai Kyuhyun. Dia tidak akan pernah membiarkan siapa pun memiliki Kyuhyun…karena namja tampan itu hanya miliknya.

Dia tidak pernah tahu sejak kapan dan sampai kapan perasaan egoisnya untuk terus memonopoli Kyuhyun itu akan selalu ada. Rasa cintanya pada Kyuhyun begitu gelap, penuh darah, dan bukan cinta suci yang penuh keindahan. Cintanya adalah obsesi gelap…yang tidak akan pernah dia hilangkan seberapapun banyak darah dan dosa yang harus dia berikan pada iblis.

Karena dia sendiri adalah anak buah iblis…iblis nafsu cinta yang membara….

Dan karena itu dia takut…takut dengan para malaikat manis yang hidup dalam kebahagiaan. Dia takut pada mereka yang begitu baik dan sempurna…orang yang bisa memberikan dunia yang lebih sempurna dan indah dibandingkan dunia kegelapan yang diberikannya pada Kyuhyun.

Karena itu dia membunuh mereka semua…memastikan Kyuhyun tidak akan pergi bersama mereka…tidak peduli apa pun yang terjadi….

Tidak terkecuali sekarang….

"Maafkan aku Kim Ryeowook…" gumam Sungmin pelan sambil mengalihkan pandangannya ke arah jendela kaca besar di hadapannya yang memperlihatkan sinar rembulan yang perlahan ditutupi awan gelap. "Kau tidak boleh mengambil dan mempesona Kyuhyun dengan keberadaan dirimu…. Aku, iblis gelap sepertiku tentu akan kalah dengan malaikat suci sepertimu dan aku tak akan membiarkan itu." Dia mengepalkan tangannya dengan erat. "Meski harus menghancurkan surga, nirwana sempurna dirimu dan Yesung-hyung sekalipun…takkan kubiarkan siapa pun mengambil Kyuhyun dariku."


Kyuhyun merengkuh tubuh Ryeowook yang kini tergeletak lemah di pelukannya. Namja manis itu memandang Kyuhyun dengan pandangan sayu, meski begitu senyum yang merekah di bibirnya masih tersungging jelas…meski darah yang namja manis itu muntahkan menghiasi bibir pucat itu.

Kyuhyun memandang Ryeowook dengan tatapan nanar. Air mata bahkan mulai mengalir di pipi namja berambut cokelat itu. Dia mempererat pelukannya di tubuh namja manis itu dan menangis sesenggukan. "Maafkan aku…hyung," isak Kyuhyun pelan. "Aku tidak punya hak apa pun untuk mengambil kebahagiaanmu tapi aku malah…merebut kebahagiaanmu dengan Yesung-hyung…. Aku merebut semuanya dengan kejam…meski aku tahu…kau tidak bersalah apa pun padaku…." Kyuhyun memandang mata Ryeowook sekali lagi. "Kau…boleh membenciku, hyung...ah tidak…" Kyuhyun kembali terisak. "Tolong benci aku, hyung…."

Ryeowook tersenyum dan menggelengkan kepalanya pelan. "Aku…tidak punya hak apa pun…untuk membencimu, Kyuhyun-ah…dan kau tidak pantas…untuk kubenci…. Aku…lah yang harus…kau benci…karena mengambil kebahagiaanmu dengan Sungmin-…hyung…" gumam Ryeowook pelan. "Orang yang merampas kebahagiaan…mu…dengan orang…yang paling kau…cintai…aku jauh lebih kejam darimu…Kyuhyun-ah…." Ryeowook tertawa pelan. "Kau…mau…memaafkan aku…kan?"

"Kenapa kau harus minta maaf padaku, hyung? Hyung tidak kejam!" jerit Kyuhyun histeris. "Hyung juga tidak pernah bersalah apa pun padaku. Aku…aku yan—"

Ryeowook mengangkat tangannya dan mengusap pipi Kyuhyun, membuat namja tampan berambut cokelat itu terdiam seketika. "Jangan…membenci dirimu sendiri, Kyuhyun-ah…" kata Ryeowook sambil tetap tersenyum manis. "Jangan menyalahkan dirimu…lebih dari ini…karena kau…tidak bersalah apa pun padaku…." Namja manis itu segera mengusap air mata yang masih mengalir dari mata Kyuhyun dengan lembut. "Hiduplah bahagia…dengan Sungmin-hyung…dan tolong sampaikan pada Yesung-hyung…." Ryeowook memejamkan matanya sejenak sebelum kembali membukanya. "Kalau…aku…sangat…mencintainya…."

Dan setelah mengatakan itu, mata Ryeowook kembali terpejam dan tangannya yang ada di pipi Kyuhyun terkulai lemas. Kyuhyun segera menggenggam tangan itu dengan erat dan isakannya semakin bertambah keras saat dia menggenggam tangan Ryeowook yang lemas itu dan merasakan detak jantung namja manis itu perlahan-lahan berhenti.

"Maaf…" isak Kyuhyun sedih sambil memandang wajah Ryeowook yang terlihat damai itu, seakan-akan namja manis itu hanya tertidur. Ya…dia memang tertidur…tertidur dalam keabadian. "Tolong maafkan aku, hyung…."


Author note:

Ada para Ryeosomnia yang mau bunuh saya karena saya membunuh Ryeowook-oppa? -kabur- Maafkan saya~saya ga punya ide lain buat misahin KyuWook (oke, bohong sebenarnya ada) tapi...saya lebih suka yang angst sepert ini belakangan ini -ditabok readers- lagipula kenapa saya pakai Ryeowook sebagai orang ketiga (sebenarnya dibilang gitu juga ga tepat karena Kyuhyun ga ada perasaan apa-apa sama dia) karena dia itu so angelic dan suci, saya yakin seyakin-yakinnya kalau meskipun dibunuh sama sahabatnya sendiri, orang di Super Junior yang ga bakal memendam benci (bahkan rasa marah sekalipun) pasti Ryeowook-oppa (dan...Leeteuk-oppa mungkin?) -oke ini biased banget- -maaf buat para ELF-

Oke, Dan...terima kasih buat para readers yang sudah bersedia membaca dan mereview fic saya ini. Saya sangat senang dan berterima kasih sekali dari lubuk hati yang terdalam. Dan...terakhir...sebenarnya ini lancang banget kan, tapi bolehkan saya meminta review dari readers sekalian? Mau saran, kritik, apa pun, akan saya terima dengan senang hati selama itu adalah untuk menuju perbaikan yang lebih baik.

Okay, meet again at (hopefully) the next chapter, bye bye ^^