BLEACH is belongs to Tite Kubo


Loph at First Sight

Jatuh cinta bisa terjadi kapan saja,dimana saja dan pada siapa saja. Karena itulah cinta pertama adalah hal yang sangat wajar...


Saat ini pikirannya masih dipenuhi oleh anak yang ia temui di festival tadi, Rukia Kuchiki. Ia tampak manis sekali dengan yukata itu. Ichigo sudah berusaha mengalihkan pikirannya dari bayang-bayang Rukia yang terus melekat dalam otaknya. Tak bisa dipungkiri, Rukia meniggalkan kesan mendalam bagi Ichigo, meskipun pertemuan mereka tak bisa dibilang terhitung dalam waktu yang lama. '... Mirip kamu...'. Ya, kata-kata itu juga terus terngiang di telinga Ichigo, menghantui pikirannya membuatnya terus terjaga.

Tapi akhirnya setelah beganti posisi berkali-kali dan memaksakan memejamkan matanya, Ichigo pun terlelap dalam buaian malam.


Matahari bersinar cerah pagi itu, berbeda dengan raut wajah Ichigo yang suram akibat 'insomnia' dadakannya kemarin yang membuatnya tertidur setelah dini hari. Dengan langkah gontai ia berjalan memasuki lapangan sekolah.

Pelajaran dimulai beberapa menit kemudian. Ichigo menyerap pelajaran dengan setengah hati, dengan kata lain; tak memperhatikan dan menghiraukan guru yang seperti hanya sedang berceloteh sendiri baginya. Merasa bosan mendengar cuap-cuap guru yang tak terasa penting baginya Ichigo mengalihkan pandangannya keluar jendela dan melihat sekumpulan anak kelas tetangga yang tengah mendapat pelajaran olah raga. Pemandangan di luar jendela juga tak terlalu menarik perhatiannya, sampai ia melihat gadis berambut hitam pendek yang sepertinya familiar.

'Itu... Rukia?' pikir Ichigo. Apa Rukia juga sekolah disini? Ichigo tak terlalu yakin sosok itu benar-benar Rukia karena ia melihat sosoknya dari balik jendela lantai tiga kelasnya. Tapi mungkin saja kan? Bukankah Rukia juga sekarang tinggal di dekat sini? Mungkin saja ia juga pindah ke smu yang sama dengan Ichigo. Ia harus memastikannya nanti.

Tapi kenapa Ichigo tumben-tumbennya memikirkan seperti itu? Biasanya ia takkan pusing memikirkan hal pertemanan semacam itu. Kalau cuma teman nanti juga akan dapat, tak usah repot dicari, pikirnya selalu. Karena itulah bahkan sampai detik ini masih ada beberapa teman sekelas yang tak ia hafal namanya. Tapi entah kenapa, Ichigo juga tak mengerti. Hanya saja, kelihatannya menyenangkan bersama Rukia di sekolah... Bukan, rasanya menyenangkan jika bisa bersama dengannya lebih lama.

Ichigo terhenyak pada pikirannya sendiri. Ia sadar ada yang tak biasa dengannya.


"Rukia Kuchiki?" Tatsuki mengulang pertanyaan Ichigo yang ditujukan padanya tadi. "Anak baru itu kan? Dia di kelas 1F" jawab Tatsuki pada akhirnya. "Ooh, thanks," balas Ichigo pendek. Kemudian ia berbalik untuk pergi ke kelas 1F.

Tapi kemudian langkahnya terhenti. Memangnya kalau pergi ke kelas Rukia ia mau apa? Mau bilang 'hei, aku sengaja kesini untuk bertemu denganmu'? Yang benar saja? Pertanyaan-pertanyaan itu mendadak berkelebat di benak Ichigo. Tapi dia ingin bertemu lagi dengan Rukia... tanpa alasan.

"Hei, memangnya ada apa dengan anak itu?" Tatsuki yang masih tak jauh di belakang Ichigo mendadak bertanya. Sejujurnya Ichigo juga tak tahu jawaban pertanyaan itu.

"Ee... Kemarin aku bertemu dengannya di festival, jadi, yaah... Hanya penasaran saja," Ichigo menjawab tak jelas.

"Penasaran? Kau? Cobalah membuat alasan yang lebih masuk akal!" Tatsuki menimpali dengan setengah tertawa. Ia sudah hafal benar sifat temannya yang satu ini. Ichigo tak mengeluarkan suara samasekali untuk menjawab, karena ia memang tak tahu pasti jawaban pertanyaan tersebut.

"Apa jangan-jangan... kau naksir dia ya?" goda Tatsuki jahil. Muka Ichigo sontak merah seketika. "Ma... mana mungkin?! Baru juga sekali ketemu dia!!" Ichigo gelagapan. "Ooh~ jadi love at first sight nih?" Tatsuki merasa semakin banyak mendapat peluang untuk lebih mengerjai Ichigo. Tapi sebelum ia dihajar Ichigo, cewek itu sudah ngibrit entah kemana.

Ichigo pun hanya bisa menghela nafas, agak kesal tak sempat membalas omongan Tatsuki tadi. Ia pun kembali bimbang, apa dia pergi ke kelas Rukia saja sekarang? Tapi terus mau bilang apa? Ia sendiri bahkan tak tahu alasan ingin menemui Rukia. Jika mengingat kata Tatsuki tadi... naksir? Apa iya? Bagi Ichigo Rukia bukanlah sosok yang begitu cantik atau mencolok, hanya saja... Ichigo sendiri entah kenapa merasa tertarik pada Rukia. Padahal rasanya saat kemarin ia biasa saja pada Rukia. Tapi tertarik pada apanya? Tinggi badannya kah?

Tapi kalau dipikir-pikir lagi Ichigo juga pernah merasakan perasaan seperti ini... sekitar setahun lalu, saat diadakan persiapan untuk festival kebudayaan. Ichigo yang ogah ikut repot menjadi panitia kabur dari teman-temannya dan bersembunyi di balik pepohonan, yang ternyata sudah dijadikan tempat persembunyian orang lain lebih dulu. Seorang gadis mungil berpakaian gaun sederhana ala eropa yang ternyata sedang bersembunyi dari para senior di klub teater yang ngotot memaksanya menjadi pemeran sang putri untuk pentas teater nanti. Akhirnya mereka berdua pun bersembunyi disana sambil bercakap-cakap. Ichigo yang merasa cocok berbicara dengan anak ini langsung menyukainya dalam waktu singkat. Sampai suatu hari Ichigo tahu... Ternyata anak itu laki-laki. Ya, LAKI-LAKI. Saat pertama bertemu Ichigo anak itu dipakaikan wig oleh senior-seniornya karena perannya sebagai tuan putri, dan lagi wajahnya yang memang manis. Tak ayal Ichigo mengiranya anak perempuan. Untungnya Ichigo belum sempat menyatakan perasaanya, kalau tidak... APA KATA DUNIA?? Ah, Ichigo tak sanggup membayangkannya. Tapi sejak saat itu Ichigo berteman cukup dekat dengan anak itu... Hitsugaya Toushirou. Dan Ichigo juga jadi punya trauma mendalam pada percintaan... yang menyebabkannya tak bisa suka lagi pada anak perempuan. Ichigo selalu was-was... meskipun pagi hari namanya 'Hiroko' bisa saja kalau malam ia jadi 'Hiro' kan? Atau kalau diibaratkan di Indonesia seperti pagi Tukiyem kalau malam Tukimin.

Tapi kali ini berbeda. Tampaknya Ichigo memang sedang mengalami 'love at first sight' dengan Rukia tanpa alasan yang jelas. Tapi bukankah memang itu yang dinamakan cinta pada pandangan pertama? Langsung menyukai sesorang saat pertama kali bertemu tanpa alasan yang jelas.

"Ah, Kurosaki-kun?". Jantung Ichigo serasa melompat saat dipanggil. Lagi konsentrasi setengah mati malah dipanggil. Ternyata Orihime yang baru naik dari tangga menyapanya sambil tersenyum riang dengan beriringan bersama... Rukia?!

"Ru... Rukia?!" Ichigo langsung gelagapan. Rukia memang belum tahu pada perasaanya, tapi tentu saja ia bingung harus bereaksi kalau mendadak orang yang (mungkin) ia sukai muncul.

"Waah~ Kurosaki-kun sudah mengenal Kuchiki-san ya?" tanggap Orihime. Tapi Ichigo tak memperhatikannya. Otaknya sibuk memikirkan harus bagaimana berbicara apa pada Rukia saat ini juga.

"Ehm... Ru... Rukia..." Ichigo mencoba berbicara.

Rukia mengerutkan alisnya. "Kau... siapa ya?" tanyanya polos seakan tanpa dosa. JLEB. Belum apa-apa Rukia sudah melupakannya?

Mendadak Rukia menepuk telapak tangannya dengan kepalan tangannya yang lain. "Ah!! Kau yang kemarin bertemu denganku di festival kan? Yang mirip anjingnya itu kan?". JLEB lagi. Ichigo hanya bisa mematung.

Nah, apakah Ichigo dapat memenangkan hati Rukia sebelum hatinya sendiri hancur berkeping-keping bak kulit crepes garing terinjak simpanse liar seperti dalam lagu Olga 'hancur Hatiku'? Stay Tunned!!


Karena itu jagalah kesehatan mata anda agar bisa mengalami cinta pada pandangan pertama


Bersambung


Di update lebih cepet dari perkiraan, mumpung dapet inspirasi (ceileh bahasanya...). Tapi tetep... makin lama betul-betul makin ga jelas... hiks... Once again, Ripyu plis!!