BLEACH belongs to Tite Kubo
Miss me?
Jika orang yang kita sukai mulai merasa kehilangan saat kita tak berada di sisinya, itu adalah pertanda...
Ichigo berbaring di ranjangnya sambil terus berganti posisi. Langit sudah bersinar cerah, menurut perkiraan Ichigo sepertinya jam pelajaran pertama sedang berlangsung di sekolahnya. Hari itu ia memang memutuskan untuk hanya beristirahat di rumah karena tak enak badan. Walau tadi Ichigo sudah mencoba untuk tetap sekolah, tapi Yuzu yang mengkhawatirkannya memaksanya untuk beristirahat di rumah. Sedikit tak enak memang, selain karena merasa sedikit sayang tertinggal pelajaran, Ichigo memang kesal pada tubuhnya yang tak mau diajak kompromi bagaimanapun ia berusaha tertidur, tetap merasa tak nyaman. Ichigo memandang langit yang kini berwarna biru kelabu pertanda cuaca mulai mendung. Tapi Ichigo menyukai warna langit sendu ini, sewarna dengan mata Rukia.
Hari berikutnya tubuh Ichigo sudah segar bugar seperti biasanya. Ketahanan tubuhnya memang bagus, sebenarnya ia bisa sampai terserang demam ringan saja sudah aneh.
"Yo, Ichigo," sapa Tatsuki begitu Ichigo meletakkan tasnya di mejanya. Ichigo hanya membalasnya dengan dengusan, tak ada niat untuk berakrab-akrab. Sebenarnya ia juga masih kesal dengan kejadian tempo hari, bisa-bisanya Rukia sempat melupakannya, padahal ia sering melamun tentang Rukia semenjak pertemuan pertama mereka. Pipi Ichigo langsung merona begitu sadar apa yang ia pikirkan.
"Ngomong-ngomong, kemarin Kuchiki nyariin lho," kata Tatsuki. Sontak Ichigo langsung menghampiri Tatsuki. "Yang bener?!" Ichigo yang deg-degan berusaha menyembunyikan nada senang pada cara bicaranya. Tatsuki yang merasa idenya berhasil langsung menjawab dengan jawaban ala sahabat sejati, "Tapi bo'ong! Iseng banget si Kuchiki nyariin kamu! Ngarep ya...?". Yup, Tatsuki takkan pernah melewatkan sedikitpun kesempatan untuk mengerjai Ichigo. Sementara Ichigo hanya diam dengan nafas kembang kempis, tak tahu lagi bagaimana cara menghadapi temannya yang satu ini. Dan Tatsuki pun segera kabur sebelum diapa-apai oleh Ichigo, seperti taktik sebelumnya.
Belum habis rasa kesal Ichigo, Ishida menyapanya, "Kurosaki, kemarin kamu ditanyai Kuchiki". Ichigo berpikir seribu kali untuk mencerna kalimat ini. Kuchiki menanyainya? Apa iya? Tapi Ishida bukan tipe orang yang mau repot-repot memulai pembicaraan hanya untuk mengerjainya... iya kan?
"Ditanyain apaan?" tanya Ichigo, memutuskan untuk tak terlalu berharap kali ini.
"Itu... katanya kau belum membuat PR Sains ya?"
Ichigo bengong. "Hah?"
"Iya, kau belum mengumpulkan PR sainsmu," kata Ishida sambil membetulkan kacamatanya yang sepertinya tak pernah berada di posisi yang tepat baginya.
Ichigo masih berpikir. Rukia? PR Sains? Apa hubungannya? Apa Rukia mau menyontek PRnya begitu? Bukannya Rukia lebih pandai darinya?
"Kau tahu, Kuchiki khawatir dia terpaksa memberimu nilai D jika kau tetap seperti itu," Ishida kembali berbicara.
Ichigo cengo. Punya kuasa apa si Rukia bisa seenak perut memberinya nilai? "Kuchiki... Rukia kan?" Ichigo memastikan.
"Hah? Maksudku Kuchiki sensei, Kuchiki Byakuya guru baru kita," jawab Ishida. Doeeeng.... Dunia Ichigo serasa runtuh. Tadi dikerjai, sekarang salah paham... Ichigo capek sendiri... merasa antara kesal dan malu...
Dengan langkah gontai Ichigo berjalan menuju kantin. Di tengah jalan ia berpapasan dengan Orihime.
"Aah~ Ichigo-kun! Siang~" sapa Orihime ceria. Ichigo hanya tersenyum kecil.
"Tadi Kuchiki-san ke kelas Kurosaki-kun lho! Kalian nggak ketemu ya?" kata Orihime. Ichigo bingung harus bereaksi apa. Deg-degan? Senang? Bosan? Kesal?
"Kuchiki Rukia?" Ichigo memastikan.
"Tentu saja, masa Kuchiki-sensei?" Orihime setengah tertawa. Ichigo masih berpikir. Orihime tak mungkin iseng mengerjainya, dan yang dia maksud juga benar benar Kuchiki RUKIA. Jadi...?
"Beneran? Emang ada urusan apa?" tanya Ichigo.
"Entahlah, yang pasti dia terlihat tergesa-gesa," Orihime menjawab.
Ichigo langsung buru-buru kembali ke kelasnya. Jantungnya berdegup kencang. Mengapa Rukia mencarinya? Apa ada sesuatu yang begitu penting sampai harus mencarinya? Memangnya kira-kira ada apa?
Ichigo tiba di kelasnya dan menemukannya dalam keadaan sepi, hanya ada Keigo dan Chad. "Eh, Ichigo, tadi kau dicariin sama anak kelas lain lho! Tapi udah balik ke kelasnya sih," kata Keigo yang memang tak mengenal Rukia sembari melahap melon-pannya.
"Anak cewek? Rambut item pendek? Badan rada kate?" Ichigo menyerang Keigo dengan pertanyaan bertubi-tubi.
"Eh... iya... kayaknya sih..." Keigo bingung sama kecepatan bicara Ichigo yang menandingi Shinkansen. Ichigo langsung ambil langkah seribu keluar kelas menyusul Rukia.
Tunggu dulu... Ichigo nggak ingat... Rukia di kelas mana ya? Yang dia tahu Rukia sekelas sama Orihime, tapi... Ichigo juga nggak ingat Orihime kelas berapa! Ichigo pun memeriksa dan menanyai tiap kelas sambil memaki keterbatasan otaknya dalam mengingat hal seperti itu dalam hati. Setelah mendatangi beberapa kelas tanpa hasil, akhirnya Ichigo dapat mengetahui kelas Rukia dengan menanyai Tatsuki yang tak sengaja bertemu dengannya. Ichigo pun langsung menuju kelas Rukia yang berada di ujung lorong.
"Rukia-chan tadi kesini untuk mengambil dompet, setelah itu dia bilang mau ke kantin," jawaban itulah yang diterima Ichigo dari teman sekelas Rukia yang entah siapa namanya setelah masuk ke kelas Rukia.
'Coba aja deh ke kantin, siapa tahu bisa papasan...' pikir Ichigo yang mulai berjalan kearah kantin. Tapi sayang, langkahnya dihentikan dentingan bel tanda istirahat usai.
Begitu bel pulang berbunyi, Ichigo buru-buru ke kelas Rukia untuk mencegatnya. Kalau begini caranya pasti bisa ketemu, begitu pikir Ichigo. Tapi yang ditunggu tak kunjung keluar, padahal semua teman sekelasnya sudah berhamburan keluar kelas. Ichigo melirik ke dalam kelas dan melihat kelas sudah dalam keadaan kosong. Lho? Mana Rukia?
"Inoue! Rukia mana?" tanya Ichigo yang kebetulan melihat Orihime baru keluar kelas.
"Tadi dia izin pulang duluan, sepertinya tak enak badan..." balas Orihime dengan sedikit nada khawatir. Ichigo benar-benar kesal sendiri sekarang. Tapi karena betul-betul penasaran pada apa yang ingin dikatakan Rukia, Ichigo pun memutuskan untuk mampir sebentar ke rumah Rukia. Rukia tak mungkin begitu repot mencarinya jika tak untuk mengatakan sesuatu yang tidak penting kan? Lagipula toh rumah mereka dekat.
Sampai di rumah keluarga Kuchiki, Ichigo disambut ramah oleh Rukia yang terlihat sedikit lemas karena masih tak enak badan dan tatapan mematikan dari Byakuya.
Begitu Ichigo berduaan dengan Rukia di kamarnya, tanpa basa-basi lagi ia langsung bertanya, "Tadi kau mencariku di sekolah kan? Ada apa?".
Rukia pun menjawab, "Eeh... nggak terlalu penting kok... cuma mau menagih hutang".
Sekarang Ichigo bingung harus kesal atau sedih atau kecewa. Atau bunuh diri memakai daun sirih.
bersambung
...mungkin ia mau menagih hutang... waspadalah!!waspadalah!!
Wkwkwkwk... disini saya bikin Rukia saya bikin kaya jadi peran antagonis (?). Ripyu ya~!!!
