Back to Gakko?!
by. airi shirayuki
Pokemon Black & White
ai : Huweee...gomen kalo gak update hampir setahun! TT_TT. Ai disibukkan dengan fic lainnya, sekolah, milih SMA, dll. Dan kenapa updatenya lama banget? Hehe...document chapter lanjutannya hilang semua, jadi Ai minta maaf sebesar-besarnya m(_ _)m. Tapi Ai tetap berjuang nge-update nih fic!
? : Dengan semangat juang '45, akhirnya kita bisa-
Spongebob : Mempubliskan naskah ini biar semuanya-
Patrick : A...
Lilia : Senang!
Yuuri : Atau gak
ai : Perkenalkan, dua orang ini OOC buatan ai! mereka berdua akan jadi asisten (budak) ku!
Lilia : Namaku Lilianarda Shiroi! *tampang angel*
Yuuri : Aku Yuuri Kuroi! *tampang devil*
ai : Nanti mereka yang bacain review sesudah cerita! \(^o^)/
Lilia : Dengan senang hati!
Yuri : Kagak
ai : Ugh!
Please Review! gak papa mau flame dsb. dll. dst. diterima dengan sah(?) tapi jangan pedes-pedes karena author gak tahan pedes walau cuma 1 cabe (?)
DISCLAIMER!
Pokemon bukan punya ai dan charanya bukan saudara ai PEACE! ^_^V
SUMMARY
pokoknya tentang sekolah dll. gaje ah!
WARNING!
mungkin banyak Typo dan cerita gak jelas jelek deh!. cerita dijamin aneh dan menimbulkan lola, gak bisa kedip, bengong, dll, dsb, dst, blablabla bisa aja masuk rumah sakit (pesen kamar dulu ya!)
DON'T LIKE DON'T READ!
Chapter 3 : School Fest' and boom theater 1-1
Sekarang bulan Mei (atau Juni?). Di Unova ini sudah terasa musim panasnya. Sebelum liburan musim panas tiba, sekolah mengadakan festival musim panas atau yang disebut 'Summer School Festival' dan hasil dari rundingan siswa, kelas 1-1 akan mementaskan drama yang berjudul 'Akari no Natsu' dibuat oleh teman Bianca yang bernama Shauntal dan disutradarai oleh Cheren.
Menceritakan tentang seorang gadis kaya yang diculik oleh 2 orang penjahat kalengan. Lalu gadis itu berhasil kabur berkat kerelaan salah satu penjahat. Tapi karena tempat ia disekap jauh dari rumahnya, ia tak tahu jalan pulang. Yang dia punya hanya uang sebesar 1.000 G di saku dan kalung berlian asli pemberian kakaknya. Karena lapar, ia terpaksa membeli 2 roti dengan uang yang dia punya. Tapi takdir mempertemukan si gadis dengan pria tampan tapi miskin dan kelaparan. Pria itu membantu gadis itu pulang setelah diberi roti oleh gadis, dengan segala tantangan menghadang. Saat perjalanan mereka berakhir gadis itu sadar bahwa ia telah jatuh cinta kepada pria itu. Walaupun pria itu telah menyelamatkan gadis itu, orang tua si gadis tidak merestuinya. Gadis itu meminta tolong kepada 3 penyihir di hutan sebelah untuk menyulapnya jadi laki-laki sementara, tapi karena penyihir bersiap pergi ke suatu tempat jadi 3 penyihir itu menolak. Gadis itu menemui sahabatnya dan mencari solusi sampai akhirnya berhasil. Tapi semua itu sudah diketahui orang tuanya dan memaksa anaknya kembali dengan alasan karena mereka tidak pantas. Gadis itumembantah dan menerangkan semua isi hatinya. Kakaknya pun percaya dan mendukung. Akhirnya direstui dan happy ending. Latar waktunya saat musim panas dan di zaman dulu.
Untuk pembagian peran dilakukan dengan cara voting. Dan hasilnya adalah...
Gadis (Sylvarania Harp)
= Hilda
Pemuda (Syon Adamantine)
= N Harmonia
Sahabat Sylvia (Diamarine Fluorite)
= Bianca
Penjahat 1
= Grimsley
Penjahat 2
= Marshal
Kakak Sylvia (Sydrein Harp)
= Hilbert
Ayah Sylvia
= Chilan
Ibu Sylvia (Tiaratina Lamiana)
= Iris
Penyihir 1 (Arissa Cloudia)
= Skyla
Penyihir 2 (Marissa Cloudia)
= Elesa
Penyihir 3 (Clarissa Cloudia)
= Caithlyn
Desain costum
= Cress + siswa nganggur
Properti latar
=Chili + siswa nganggur
dll.
Hilbert agak tidak menyukai pembagian peran tersebut karena ada N yang jadi pemuda Syon, tapi Hilbert pasrah aja. Drama akan diadakan 5 hari lagi begitu juga dengan festivalnya.
~(=3=)~
-Hari ke 1-
Chili, Cress dan para siswa nganggur (?) sedang sibuk membuat properti dan kostum. Naskah juga sudah jadi dengan cepatnya. Sementara anak yang lain sedang latihan drama menggunakan jersey. Cheren juga sibuk, sibuk cut-action obsesi jadi sutradara beneran.
"CUT! Hilda, mana ekspresinya?!" Hilda yang tidak terbiasa dengan dramaqueen merasa kesusahan. Hilbert dan N membantu Hilda dengan aliran gledek 1.000.000 volt dari Pikachu (?) di mata mereka (eye contact aja bisa ngeluarin listrik, hebat). Hilda cuma menghela napas.
Tingkat keadaan : Normal
~(=0=)~
-Hari ke 2-
Karena Chili, Cress dkk. kerja lembur+begadang. kerjaan beres. Hilda masih kesusahan, Bianca selalu lupa dialog, Skyla dkk. hilang entah kemana, 2 penjahat gak tahu ceritanya gimana (parah), ortu Sylvia melupakan perannya (yang bener aja?!). Yang handal, hebat, dan terpercaya hanya N dan Hilbert (anggap aja suka-suka author). Makin lama Cheren punya keriput (awas mbah *dilempar naskah*)
Tingkat keadaan : Waspada
r(=A=)v
-Hari ke 3-
Kepala Cheren udah cenat-cenut nggak kuat. Lihat latihan ini dengan seksama...
_adegan penculikan_
"To..tolong...tolong...siapa ya? kok gue lupa? ah iya, tolong aku!" kata Hilda disekap.
"Hahaha! di sini tidak ada yang bisa nolongin kamu!" Grimsley terkikik.
"Hahaha! iya betul, tidak ada yang nolongin kamu! walau ke mana-mana-" dialog Marshal kepotong.
"Ke mana~ ke mana~ ke ma..na~ ku harus~ mencari ke ma..na~" ada siswa lewat di lorong bawa radio dangdut. Si Grimsley langsung nyanyi lagunya Ayu Tang Tang sambil joget. Marshal ikutan joget. Pemain lain mukul panci, wajan, meja dll. sebagai musik.
"Aseeek!"
"Ngg, bukannya udah lawas ya?" Hilda dan lainnya yang lihat sweatdrop. Cheren pun nangis bahagia (?).
_Adegan 3 penyihir_
"Tolonglah aku! aku tahu kalau kalian adalah penyihir terketer eh salah! terhebat!" Hilda memohon sambil nahan tawa (efek tadi). Sementara itu ke 3 penyihir tidak menghiraukan dialog.
"Ups, sori ya Hilda... kita bertiga tu mau ke Paris. Jadi kagak bisa *kalo bisa sih sama tuan Hilbert*" Elesa yang duduk di koper kuning gedenya sibuk dengan kukunya.
"Lho kok ke Paris sich?! kita kan mau ke London!" kata Skyla.
"Nggak, kita janjiannya kan ke Rusia! lupa ya?!" Caithlyn membetulkan topi Rusianya.
"Di sana itu dingin dan gak ada pantainya, harusnya kita ke Jakarta aja!" Skyla berkacak pinggang sambil mencondongkan bahunya.
"Idih kalian berdua itu gak elit bangetz ya, yang paling tepat bagi para putri orang kaya tuh di Swiss" Elesa melambai-lambaikan kukunya yang nge-cling.
"Terus mau apa? apa gue harus bilang WOW gitu?"
"IYA!" teriak Elesa dan Caithlyn bebarengan. Skyla yang kaget langsung latah.
"W..wow...*bergema*" krik krik. Hening~~~~
"Ya udah, LO-GUE-END!" penyakit Alay bin Lebay Elesa keluar. Hilda dan para penonton sweatdrop-ria lagi. Begitu juga dengan Cheren yang nangisnya tambaha derez.
_adegan orang tua maksa_
"Ayo anakku, kembalilah! walaupun dia telah menolongmu kau tak pantas bersamanya!" Chilan berantusias.
"Ayolah anakku, kami tahu cintamu segede ikan paus!" Iris menghayati.
"Ngomong-ngomong, Nina si ikan paus yang di see wott udah punya anak lagi lho!"
"Iya ta? ayo ke sana! anaknya kalo gak salah namanya Nino kan?" Chilan dan Iris pun ngepot dari naskah dan pergi ke see wott (nama samaran) meninggalkan 1-1 yang masih cengo. Cheren sudah bisa membuat danau dengan air matanya.
Tingkat keadaan : danger
!(=Q=)!
-hari ke 4-
Keadaan semakin memburuk. cheren sudah angkat tangan dan membiarkan semua untuk berlatih di rumah sendiri. Kasihan Cheren. Hilda berlatih di belakang sekolah dengan susah payah. Hilbert yang kebetulan di lewat di belakang sekolah membantu Hilda. N yang melihat dari jendela datang dan ikut membantu Hilda. Maka, mereka bertiga berlatih bersama di belakang sekolah.
"T...tolong! tolong a..aku!" Hilbert menggelengkan kepala lalu berjalan ke arah Hilda.
"Percaya dirilah pada dirimu sendiri. Perdalami tokoh yang kamu mainkan. Andaikan kamu yang di jiwa tokoh itu, kamu akan mengerti perasaan tokoh itu. Perbesar suaramu seperti meminta tolong kepada penonton. jika kamu disekap jangan terlalu kaku, ekspresikan kalau kamu ingin bebas. Berontak juga boleh. Yakinlah pada kekuatanmu" saran Hilbert halus sambil tersenyum. N mengangguk setuju. Hilda terdiam mendengar penjelasan Hilbert lalu ia mengangguk. Hilda mencoba saran yang dibberikan Hilbert dan mengulang dialog tadi. Hilda menghirup napas lalu dikeluarkan.
"Tolong! tolong aku!" Hilda terlihat mendalami perannya. Hilbert dan N tersenyum lega.
"Cukup! kamu sudah bagus! dengan begini kamu bisa memerankan drama ini!" kata Hilbert sembari berdiri.
"Lho, tapi kan baru satu dialog!" Hilda memandangi Hilbert. Hilbert menggeleng.
"Tumbuh satu tumbuh seribu, 1 dialog bisa kau kuasai maka semuanya pasti bisa kau kuasai. Kau tinggal melakukan seperti tadi. Ini hanya sandiwara. Wajah dalam topeng. Tapi ingat!"
~Iklan lawas lewat~
Semua bersandiwara, gue apa adanya!
"Begitulah!" Terang Hilbert. N hanya diam. Hilda manggut-manggut. Hp N berdering lalu diangkat oleh N.
"Ya...aku di sekolah...baiklah...oke" N menutup hpnya dan melirik Hilbert dan Hilda. Hilbert tahu maksud dari mata N.
"Aku tahu itu, silahkan" Hilbert memberi jalan dengan kedua tangannya di saku. N tersenyum tipis.
"Hah, kau memang hebat" N berlalu dan hilang dari mata. Hilbert melihat jam hpnya.
"Sebaiknya kita juga segera pulang. Sebentar lagi makan malam, ayo!" Hilda mengangguk. Mereka mengambil tas mereka dan berjalan pulang.
p(^o^)q
-Hari H-
Sebelum pentas, semua disuruh datang jam 8 ke sekolah. Gladi bersih dimulai. Semula Cheren menganggap hari ini para pemain masih dibilang (sangat) payah tapi yang terjadi adalah keajaiban. Para pemain menampakkan jiwa dramaqueen/king mereka. Terutama Hilda yang sudah terlihat menjiwai tokohnya.
"Hari ini kau bagus sekali, Hilda!" Puji Cheren menghampiri Hilda yang sedang minum.
"Iya, kemarin aku dilatih khusus oleh 2 orang itu!" Hilda tersenyum lalu menunjuk Hilbert dan N yang sama-sama serius dengan perannya. Cheren menaikkan alisnya.
"Woo, makanya kau jadi bagus begini! enak ya kamu dilatih sama 2 master di sana!"
"Hehehe, terima kasih!" Hilda nyengir.
2 penjahat berusaha menahan pelesetannya (emang pelawak?), 3 penyihir mengurangi keegoisan mereka (kemarin habis dinasihatin Hilbert), orang tua Sylvia mulai ada keseriusan. Gladi bersih mereka lancar dan sukses. Para pemain membantu mengangkat properti panggung ke belakang panggung. Pemain inti mulai berganti kostum.
Hilda
-dress terusan pink biru. Bawah tengah dress terbuka dan ditutupi rok selutut
-sepatu boots putih selutut
-sarung tangan putih dengan payet berlian biru di tangan kanan
-bando biru berenda. Rambutnya digerai.
.
Hilbert
-kaya' baju militer di anime 7-ghost cuma warnanya putih-emas bukan hitam-emas
-ada pedang di kiri sabuk
-sepatu boots militer.
Hilbert tampak keren sampe 3 penyihir+cewek pada histeris
.
N
andaikan baju para petualang aja. Namanya juga jadi miskin pasti punya jubah coklat gembel+ kaos hitam polos nutupin leher (lupa nama)
-boots coklat murahan
-celana murah
Tapi kata cewek sih tetep keren
tokoh lain silahkan diimajinasikan sendiri.
.
Terdengar tepuk tangan dari balik tirai.
"Selanjutnya adalah penampilan dari kelas 1-1 yang membawakan drama berjudul 'Akari no Natsu'. Selamat menikmati pertunjukkan" Kata pembawa acara. Semua pemain udah pada dagdigdug.
"Semuanya, berkumpul!" Perintah Cheren. Semuanya pun berkumpul.
"Mari kita berdo'a untuk kelancarannya drama ini..." Semua berdo'a, setelah itu mereka meneriakkan yel-yel 1-1 yang baru kelintas di otak encer Cheren.
TEEET! bel mulainya pertunjukan berbunyi.
'Inilah saatnya!'
.
~Chapter 3 : School Fest' and Boom Thather 1-1-end-~
TBC
BONUS after that...
"HOIII! Jangan cuma pasang muka serius! bantuin gue ngangkat properti! mulai tuh!" semua terkejut dan gopoh-gopoh bantuin Cress yang ngomel-ngomel gak jelas.
# 'Apakah tidak apa-apa bila ada jarak diantara kita? Sepertinya jarak itu semakin melebar seiringnya dengan waktu yang berjalan.' #
ai : haih, punggung ai rada' sakit jadi gak bisa mikir jelas. Ngetik nih fic juga malem-malem. (sebenernya dari chap. 1-3 ngetiknya malem -_-') tapi gimana nih pendapetnya? kalau masih typo salahkan keyboardnya ya, bukan authornya.
? : jadi sekarang lu udah punya asist ya? asyik tuh! bisa kumanipulasi *ditendang keluar fic*
ai : hama sudah keluar~, Lilia! Yuri!
Lilia : ya! *bawa kertas review yang gak ada tebelnya*
Yuri : hng...jadi...Lilia, kamu aja yang baca! aku capek
ai : capek apanya?
Lilia : apa boleh buat kalau Yuri-chi capek, aku saja yang bacain ya! *senyum cerah*
ai : Lilia memang baik hati, tidak sombong, dan rajin menabung ya! terima kasih! *nangis*
.
Tsubaki Chie
Gomenn...lama banget updatenya! m(_ _)m
Ah, arigatou sudah bilang bagus buat fic paling gaje ini, Ai tersanjung .
Iyaaa, Ai usahain memperbaiki bahasanya kok! ^^
Sudah update!
.
Alpha Hydrae 23
Gomenn...gak update hampir setahun m(_ _)m Ai merasa bersalah ke semua reader. Ai benar-benar sibuk dengan fic lainnya dan urusan lainnya...
Ai akan usahain masukin karakter yang lainnya! ^^b
Arigatou dah review n udah update!
.
ai : cukup dulu deh
ALL : Review?
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~Mix Speaker's,Inc. - Romeo no Melody~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
\ /
\ /
\ /
\_REVIEW ^_^v_/
