Title : "DREAM TO EAT YOU UP"
Cast : Lee Sungmin Cho Kyuhyun as MAIN CAST; Choi Siwon Kim Kibum, Lee Donghae Lee Eunhyuk, and the other OTP…
Genre : General, Romance, Hurt, etc… - tentukan sendiri genre-nya XD
Rating : T+ s/d M
Disclaimer : Dari dulu pengen banget jadiin Lee Sungmin buat milikku sendiri *PLAKK! Digaplok Pumkiners* But this story absolutely MINE!
Summary : Lee Sungmin, namja polos yang baru mengenal cinta kini harus menghadapi kesusahan karena terus-terusan memimpikan melakukan hal 'itu' dengan seorang namja bernama Cho Kyuhyun, namja terkenal di sekolahnya. Bagaimana nasib Minnie selanjutnya? - summary gagal
Warning : Many TYPO(s), Cerita makin ngawur, de-el-el~~
...
AAAAAAAAHHHHH DEMI APA FLASHDISK-KU ILANG? Eottohkae chingudeul? Cerita ini dan fanfic-ku selanjutnya ada didalam sana T^T *nangis guling2*
Sumfah, tadinya nih cerita gak kayak begini, tapi gara2 udah keburu stress duluan aku gak terlalu inget lagi sama jalan cerita aslinya~~ mana lupa di back-up dikomputer lagi~! Huwaaaaa aku ini emang pabbo bangettttt
Ya sudahlah, pokoknya nikmatin aja FF yang udah ku remake ulang ini v^^v
.
.
PREVIOUS CHAPTER
Sungmin terdiam masih dengan nafasnya yang semakin memburu dan matanya yang tertutup. Dalam pikirannya ia masih berkhayal Kyuhyun melakukan hal-hal tersebut, mencium dan menggoda, padanya. Sungmin yakin kalau di alam nyata Kyuhyun tidak akan melakukannya dengan seorang namja.
'Kalau… didalam mimpi, Minnie bebas melakukan apapun kan?' begitulah anggapannya sekarang. Kurang polos apalagi kelinci satu ini~
Sungmin pun mengangguk pasrah. "Minniehh mauhh~ asal Kyunnie yang melakukannyahh Minnie rela~" Sungmin berucap manja.
Seperti Sungmin yang tidak bisa lebih polos dari ini, Kyuhyun pun tidak akan bisa menjadi lebih menyeramkan dibanding sekarang. Dengan cepat Kyuhyun langsung menggendong Sungmin ala bridal style. Kelihatannya setan jadi-jadian yang satu ini benar-benar tak sabaran.
'Saatnya mencicipimu chagiya~'
.
.
Don't copy without permission ^^
ooOOooOOooOOooOOooOOooOOoo
~~HAPPY READING~~
OOooOOooOOooOOooOOooOOooOO
CHAPTER 2
...
FLASHBACK
"Aku benar-benar melihatnya yang sedang berciuman dengan Victoria eonnie!"
"Yang benar? Padahal baru kemarin aku melihatnya menggandeng mesra Seohyun, yeoja paling cantik dari kelas sebelah."
"Dia memang playboy… habis mau bagaimana lagi, selain tampan ia juga pintar dan mewarisi kekayaan yang sangat besar, mana mungkin tidak ada yang mau dengannya."
Gosip dari para yeoja itu sampai ditelinga Sungmin yang sedang berjalan menuju ruang Lab Biologi. Ditengokan kepalanya kesamping, kearah Siwon yang nampaknya tidak begitu tertarik dengan gosip yang sedang senter disekolahnya.
"Won, Wonnie…" Sungmin menggoyangkan pelan lengan kanan Siwon. "Sebenarnya yang sedang mereka bicarakan itu siapa?"
Mata Siwon membola. "Kau tidak tau Min? Gosip tentangnya sudah beredar sejak ia masuk kesini beberapa bulan yang lalu." Siwon memang tau bagaimana kelewat polosnya Sungmin, tapi ia tidak menyangka Sungmin akan sampai kelewatan berita seheboh itu.
"Molla." Sungmin menggelengkan kepalanya imut. "Memang yang sedang mereka bicarakan itu siapa?" Sungmin terus bertanya sambil berjalan, sedangkan matanya masih menghadap pada Siwon. Sungmin tidak melihat seseorang yang juga berjalan berlawanan arah sambil bercanda dengan beberapa orang temannya.
"Mereka itu sedang membicarakan siswa kelas satu, namanya Ch—Min, awas…" Siwon yang mengalihkan pandangannya langsung menarik pergelangan tangan Sungmin.
"Ah!" Sungmin yang merasa tertarik tiba-tiba hanya bisa terkaget, genggaman buku ditangannya terlepas begitu saja.
BRUGH~
Namja yang tadi sedang asik bercanda itu langsung menghentikan tawanya dan mengalihan matanya pada tumpukan buku Sungmin yang terjatuh. Dengan segera namja itu membungkukan tubuhnya dan mengambilkan satu-persatu buku-buku tersebut, setelah dirasa sudah semua ia membangunkan tubuhnya dan menghadap Sungmin.
"Mianhae, buku-bukumu jadi terjatuh." Ia menyunggingkan senyum lembut dan menciptakan eyes smile, membuanya tampak makin tampan.
DEG!—jantung Sungmin langsung berdetak secara tiba-tiba. Sungmin pun langsung secepat kilat membungkukan kepalanya dan meraih buku-bukunya dari tangan namja tersebut.
'Aigoo~ kenapa ia bisa terlihat sangat tampan? Dan kenapa jantung Minnie jadi berdetak begini? Apa Minnie punya penyakit jantung ya? Minnie rasa Minnie harus periksa ke dokter spesialis jantung langganan halmeoni…' Sungmin membatin sambil menahan mukanya yang terus-terusan memerah.
Setelah buku-buku tersebut sampai ketangan Sungmin, namja dihadapan Sungmin langsung beralih pada teman-temannya kembali.
"Oh ya, kalau bisa aku kasih saran… lebih baik kau tidak menundukan wajahmu seperti itu sunbae, kalau begitu wajah manismu jadi tidak terlihat kan? Sampai nanti sunbae." Namja itu pun pergi sambil tertawa dengan teman-temannya, meninggalkan Sungmin yang semakin tertunduk dalam setelah mendengar perkataan barusan. Mengapa ia memanggil Sunngmin dengan sebutan 'sunbae'? Mungkin karena ia melihat Siwon yang berjalan bersama Sungmin, Siwon notabene adalah ketua OSIS disekolah itu.
Selepas mereka pergi, Sungmin kembali mendongakan kepalanya setelah dirasa tak terdengar lagi suara tertawa namja itu. Sungmin langsung mengeratkan genggaman tangannya pada buku yang ia bawa.
"Fuh~ hampir saja Minnie kehilangan jantung…" Sungmin berucap pelan, menghembuskan napasnya sambil mengeluskan tangannya didada.
"Apa Min?" Siwon menghadap Sungmin saat ia mendengar suara pelan Sungmin.
Sungmin langsung menggeleng cepat. "Aniya, Minnie tidak mengatakan apa-apa kok hehehe~" ia tertawa sambil menggarukan tengkuknya yang tidak terasa gatal. "Ngomong-ngomong tadi siapa yang Wonnie maksud?" Sungmin memilih untuk mengalihkan pembicaraan, mereka berdua pun kembali melangkahkan kaki mereka menuju Lab Biologi.
"Oh, yang tadi dibicarakan yeojadeul?" Siwon malah balik bertanya, Sungmin hanya mengangguk. "Namja yang kumaksud adalah namja yang barusan hampir kau tabrak atau menabrakmu Min. Dia murid kelas 1, kalau aku tidak salah… namanya Cho Kyuhyun."
TEP!—tiba-tiba Sungmin menghentikan langkahnya, membuatnya tertinggal beberapa meter dibelakang Siwon yang memang tidak sadar Sungmin telah berhenti.
'Jadi nama namja tampan barusan adalah Cho Kyuhyun, Cho Kyuhyun… Kyunnie? Hihihi…' Sungmin tertawa sendiri mendengar panggilannya untuk Kyuhyun.
"Min! Kenapa kau masih disitu? Ayo cepat, kita hampir telat masuk jam pertama!" Siwon yang sudah agak jauh dari Sungmin langsung berteriak, menyadarkan Sungmin dari keterdiamannya atau bisa dibilang lamunannya terhadap Kyuhyun.
"N-NE!" Sungmin menyahut keras dan berlari menyusul Siwon.
.
Selama pelajaran Biologi, Sungmin tak henti-hentinya memikirkan Kyuhyun. Ia masih terpesona dengan lengkungan khas yang diciptakan pemuda CHO itu. Sering Siwon melihat Sungmin dengan pandangannya yang menerawang sejak mereka sampai di Lab Biologi.
"Min, kau itu kenapa hah?" Siwon yang sudah jengah melihat Sungmin yang terus-terusan tidak fokus dengan pelajaran kini menegur Sungmin yang –lagi-lagi– melamun didunianya.
"Ah, eh, a-apa Wonnie? Waeyo? Ada apa?" Sungmin tergagap menjawab panggilan Siwon yang duduk disampingnya.
"Kau itu yang ada apa Min, daritadi kau bengong terus." Siwon menggelengkan kepalanya pelan sambil kembali mengalihkan matanya menuju paperwork dihadapannya.
"…" Sungmin terdiam.
Tidak mendapatkan jawaban membuat Siwon kembali mengalihkan pandangannya menghadap Sungmin, ditatapnya Sungmin dengan heran.
"Min?" Siwon kembali bertanya setelah melihat Sungmin yang kembali terdiam.
"Wonnie…" Sungmin akhirnya mengeluarkan suara. "Kalau menurut Wonnie, tanda-tanda orang yang jatuh cinta pada pandangan pertama itu bagaimana?" Sungmin bertanya dengan pandangan berbinar.
Siwon hanya bisa terkaget mendengar pertanyaan tiba-tiba dari Sungmin. "Jatuh cinta pada pandangan pertama ya?" Siwon menaruh telunjuknya didagu, tanda berpikir.
Sungmin menunggu jawaban dari Siwon.
"Kalau menurutku, yang pasti orang yang jatuh cinta pada pandangan pertama tidak bisa melupakan orang yang baru saja ditemuinya. Kira-kira seperti itulah Min…" Siwon mengindikan bahunya.
"Ooh begitu." Sungmin hanya menganggukan kepalanya sambil berpikir. 'Apa mungkin Minnie jatuh cinta pada Kyuhyun? Tapi sepertinya tidak mungkin…' batinnya.
"Kenapa kau menanyakan itu? Kau sedang jatuh cinta Min? Dengan siapa?" Siwon tampak heran dengan sahabat disampingnya itu, karena menurut Siwon baru kali ini Sungmin bertanya tentang hal-hal berbau cinta.
"A-aniya~ Minnie hanya bertanya saja hehehe~" Sungmin tertawa canggung sambil menggeleng pelan.
"Jangan bilang kau sedang jatuh cinta… pada Cho Kyuhyun itu?" Siwon rupanya tidak percaya dengan jawaban yang dilontarkan Sungmin. Pertanyaan Siwon membuat bola mata Sungmin membola maksimal.
"Ani! Minnie tidak jatuh cinta pada Cho Kyuhyun itu kok! Kan Wonnie dengar sendiri bagaimana sifat buruknya si Cho Kyuhyun itu? Minnie tidak suka dengan namja playboy seperti dia!" Sungmin mengomel pelan –karena ia tau guru Biologinya adalah salah 1 guru paling galak disana– sambil mengerucutkan bibirnya lucu.
"Hmm… kukira kau jatuh cinta pada Cho Kyuhyun itu." Siwon kembali mengalihkan pandangannya pada lembaran demi lembaran tugas Biologi dihadapannya. Tugasnya tinggal 1 soal lagi.
"Baiklah, waktu kallian mengerjakan tinggal 5 menit!" suara guru Biologi didepan meja guru membuat Sungmin terperanjat kaget.
"Omo~ Minnie sama sekali belum mengerjakan, eottohkae? Won, Minnie lihat tugas Wonnie ya~ jebal~" Sungmin menangkupkan kedua tangannya, tanda memohon, dan masih berbicara dengan nada sangat pelan.
Siwon hanya menggeleng pelan melihat namja imut disebelahnya. "Ck, ck, ck… makanya jangan terlalu banyak diam selama pelajaran Min, tugasmu jadi ketinggalan kan? Nih, kau boleh melihat tugasku, tapi jangan melamun lagi, mengerti?" Siwon menyerahkan lembaran tugasnya sambil menasihati Sungmin dengan bijak, nampaknya jabatan sebagai ketua OSIS memang tidak salah disandangnya.
"Ne~ arasseo~" Sungmin menganggukan kepalanya imut dan menerima lembaran tugas tersebut dari tangan Siwon. "Wonnie memang yang terbaik!" Sungmin berujar girang, membuat Siwon kembali menggelengkan kepalanya maklum.
.
.
"…yang pasti orang yang jatuh cinta pada pandangan pertama tidak bisa melupakan orang yang baru saja ditemuinya…"
Jika memang yang diucapkan oleh Siwon mengenai ciri-ciri orang yang jatuh cinta pada pandangan pertama adalah benar, maka bisa dipastikan Sungmin memang jatuh cinta pada Kyuhyun. Mau bagaimana lagi, sejak pertemuan pertamanya dengan Kyuhyun, seminggu ini Sungmin selalu memikirkan Kyuhyun. Setiap hari selama seminggu ini Sungmin kerap kali memimpikan Kyuhyun, membayangkan wajah rupawan Cho Kyuhyun yang terus-terusan hadir dipikirannya.
Tapi Sungmin paham… khayalan tetaplah menjadi khayalan…
Cho Kyuhyun adalah namja tampan, terpintar diseluruh angkatan kelas 1, mewarisi kekayaan Ayahnya yang merupakan pemimpin perusahaan besar, ia juga sangat baik diantara para murid terlebih murid yeoja. Salahkan saja seluruh kelebihan yang ia punya… membuat para yeoja, baik sunbae maupun seangkatannya menjadi sangat tertarik padanya dan terlihat berloba-lomba untuk memilikinya. Membuat Kyuhyun dikenal sebagai namja playboy oleh 1 sekolah…
Melihat kenyataan-kenyataan yang terbentang luas dihadapannya itu membuat Sungmin kecut, takut untuk terlalu berharap pada sesuatu yang semu. Sungmin berpikir, Kyuhyun yang sangat terkenal diantara yeoja itu mana mau meliriknya… melirik namja sepertinya. Yang ia tau Kyuhyun itu namja yang masih memiliki kertertarikan pada yeoja, tidak sepertinya yang malah tertarik pada sesama jenis terlebih yang disukainya adalah seorang hoobae yang terkenal disekolah… pada seorang bernama Cho Kyuhyun.
Mungkin hanya dengan memimpikan Kyuhyun setiap malam akan membuat dirinya puas. Begitulah anggapan Sungmin…
.
.
BRAK!—suara pintu kamar bernuansa merah muda –walaupun tidak semua barang berwarna merah muda– itu dibuka keras oleh seorang namja berambut blonde, debuman pintu tersebut mengagetkan Sungmin selaku pemilik kamar.
"Hyung, aku datang!" namja berambut blonde, Eunhyuk, langsung berteriak nyaring dan menghampiri Sungmin yang sedang mengerjakan pekerjaan rumahnya.
"Aish Hyukkie, kau mengagetkan hyung!" Sungmin mengelus dadanya pelan sammbil bersungut melihat sepupunya yang kelewat aktif itu. "Hyukkie tumben datang kerumah hyung, ada apa?"
"Eomma dan appa sedang ingin berkunjung kesini, sekalian memberikan oleh-oleh untuk keluarga Min hyung kiriman dari Sora noona yang study keluar negeri hehehe~" Eunhyuk menjawab sambil memamerkan gummy smile andalannya. "Hyung, kau tau tidak aku bawa apa untukmu?" Eunhyuk langsung mengangkat tas selempang yang tersampir dibahu kirinya.
"Apa? Hyukkie bawa apa untuk hyung?" Sungmin berbinar melihat tas selempang hitam-merah milik Eunhyuk. Mungkinkah yang ada dipikirannya itu adalah boneka kelinci kesukaannya? Ya… mungkin saja.
"Ini barang bagus hyung, aku yakin kau akan cepat belajar dengan ini. Kau pasti akan suka hyung!" dengan gesit Eunhyuk langsung beralih pada tv dan dvd player dikamar Sungmin, tangannya yang lincah memilih-milih barang yang tadi dia bawa –sepertinya itu kaset film.
Sungmin masih memperhatikan Eunhyuk yang berkutat didepan meja televisi-nya. "Hyukkie ingin nonton film apa?" Sungmin merapikan buku-buku yang ada dimeja belajarnya dan duduk disebelah Eunhyuk. "Jangan film bunuh-bunuhan ya Hyukkie, hyung takut kalau nonton film seperti itu~" Sungmin mengendikan bahunya dan agak merengutkan kedua alisnya.
"Ani hyung, ini bukan film thriller." Eunhyuk menoleh pada Sungmin sambil menggelengkan kepalanya. "Yang akan kita tonton itu adalah film yang sangat 'menyenangkan' hyung, aku yakin hyung akan 'menikmati' film ini. Ah, yang ini saja!" Eunhyuk lalu memasukan salah 1 keping dvd dihadapannya kedalam dvd player.
"Kita akan nonton film apa sih Hyukkie?" Sungmin masih tetap memaksa bertanya pada Eunhyuk.
"Sudah, kau tonton saja hyung~" Eunhyuk berjalan menuju pintu kamar Sungmin dan bermaksud menguncinya dari dalam.
KLIK!—pintu kamar Sungmin sukses dikunci oleh Eunhyuk, sekaligus sukses membuat Sungmin semakin bingung. Entah film apa yang mengharuskan Eunhyuk mengunci pintu kamar Sungmin dan… mengecilkan volume tv?
"Tidak mungkin kita menonton film ini dengan suara normal apalagi kencang dirumah hyung yang sedang ramai begini. Lagipula kurasa dengan suara pelan tetap akan membuatmu 'bangun' hyung~"
Sungmin kembali dibuat bingung oleh sepupu yang telah duduk disampingnya itu. Sungmin dapat melihat Eunhyuk telah menekan tombol 'PLAY' pada remote dvd digenggamannya.
.
Baru setengah jam menonton film yang dibawa Eunhyuk, Sungmin sudah sangat gelisah. Bagaimana tidak gelisah? Hey! Asal kalian tau, film yang dibawa Eunhyuk adalah blue film semua! Dan yang baru setengah jam lewat beberapa detik ini mereka berdua tonton adalah film bergernre yaoi dengan warn NC-21! Demi apapun diseluruh dunia, umur mereka bahkan belum mencapai 20 tahun…
"H-hyukkie… ini film apa sebenarnya~?" Sungmin bertanya sambil sesekali mengalihkan tatapan matanya dari tv, ia bertanya masih dengan mengganti-ganti gaya duduknya yang terus merasa gelisah. Jujur saja, Sungmin merasa seperti harus menuntaskan 'sesuatu' didalam tubuhnya.
"Ini namanya blue film hyung, dvd ini kupinjam dari namjachingu-ku." Eunhyuk menjawab tanpa mengalihkan pandangannya dari layar kaca tv. Si monyet imut ini sepertinya sangat menikmati adegan inti dari film dihadapannya.
"Aaah~ akuuh hampir sampai~ hh~ hh~"
"Bersama hyung~ hah~ hah~"
"Agh! Agh! Agh!"
Sungmin semakin gelisah ditempatnya duduk, entah sudah berapa kali ia mengganti posisinya. Sesungguhnya ia tidak ingin lagi menonton film yang –masih– asik diperhatikan Eunhyuk, tapi entah karena hasratnya atau apa, pandangan matanya pasti akan kembali menuju film tersebut. Meskipun volume suara tv itu pelan, bahkan sangat pelan, hal tersebut tidak mencegahnya merasa eung… terangsang?
"Tch, dasar Hae! Dia sengaja memberiku film ini apa untuk membuatku terus-terusan 'naik' hah? Setiap kali menontonnya selalu seperti ini, pasti hari ini aku tidak akan pulang kerumah dan menginap ditempatnya lagi!"
Dapat didengarnya suara Eunhyuk yang menggerutu menyalahkan namjachingu-nya, tapi Sungmin sudah tidak terlalu fokus dengan apa-apa yang ada disampingnya lagi. Yang ada dipikirannya sekarang adalah adegan demi adegan dari film dihadapannya. Entah harus sampai berapa lama mereka akan menonton film itu, padahal masih banyak dvd sejenis film tersebut yang bertumpukan ditas selempang milik Eunhyuk.
Apa mereka berdua –atau untuk kasus ini hanya Eunhyuk– berniat menonton semua film-film tersebut hari ini?
"AAAAAAAAAAAAAAGGGGHHH!"
Terdengar teriakan pelan dari 2 orang namja di film tersebut, tanda bahwa adegan ranjang kedua tokoh bergender sama tersebut telah mencapai puncaknya.
FLASHBACK END
.
.
.
NOW
Kyuhyun menggendong Sungmin sampai pada sudut bangunan diatas atap yang jarang terlihat orang. Setelah dirasanya tempat yang ia pilih aman dari pandangan orang-orang, Kyuhyun langsung menjatuhkan Sungmin dilantai sambil menopangkan tubuh Sungmin dengan lembut.
"Hh~ Kyuhh apa Minnie benar-benar boleh melakukan ini dengan Kyunniehh~? Minnie kan~ namja kotorhh~" Sungmin memandang Kyuhyun dengan pandangan sayunya.
Kyuhyun hanya tersenyum kecil mendengar pertanyaan polos Sungmin, Kyuhyun pun langsung mengecup pipi kanan namja manis dihadapannya itu. Ia mengalungkan kedua tangan Sungmin dilehernya.
"Memang Minnie tidak mau melakukannya denganku hm?" kecupan Kyuhyun sampai ditelinga kanan Sungmin, digigitnya pelan telinga lembut milik Sungmin.
"Ahh~ bukan begituhh~" Sungmin merinding merasakan deretan gigi Kyuhyun ditelinganya. "Minnie cuma takut berbuat kotor seperti yang dibenci Kyuhh~ soalnya Minnie terus—agh~ terusan memikirkan melakukan 'itu' dengan Kyunniehh~~ apa tidak apa—agh~ apa-apahh~?" Sungmin semakin susah berbicara karena telinganya terus-menerus digigit dan dikulum oleh Kyuhyun, dapat Sungmin rasakan telinganya telah basah oleh saliva Kyuhyun.
Kyuhyun tertawa pelan ditelinga Sungmin. "Aku malah merasa bangga karena bisa terus diimpikan oleh namja manis seperti Minnie~" lidah nakal Kyuhyun kembali keluar untuk menerobos telinga Sungmin dan menjalar diseluruh daerah sebelah kanan wajah Sungmin.
"Ahh~ Kyuhh~" Sungmin hanya bisa melenguh tertahan.
"Ck… sungguh aku tidak bercanda Minnie, wajahmu ini membuatku merasa tidak tahan. Apa kau sengaja memasang tampang erotis untuk membuatku terangsang hah?" Kyuhyun menggelengkan kepalanya tanda kagum. Tangannya yang tadi menopang berat badannya kini naik satu menuju kancing kemeja Sungmin yang paling atas.
"Kyu—emmph!" mulut Sungmin seperti diraup paksa oleh kedua belah bibir Kyuhyun.
Kyuhyun mencium Sungmin dengan nafsu, bibir shape-M Sungmin terasa manis dan pas dengan bentuk bibirnya. Sementara bibir Kyuhyun terus mengulum bibir Sungmin, tangannya tidak berhenti membuka satu persatu kancing kemeja Sungmin. Agak susah sebenarnya melakukan 2 kegiatan dalam 1 waktu, tapi akan terasa sangat amat sayang jika salah 1 dari kegiatan ini ada yang dihentikan walaupun hanya sejenak. Mungkin begitulah pemikiran Kyuhyun sekarang.
"Ngh, ngh, ngh~ mmmhh~~" mereka berdua terus berpagutan erat, terus-menerus menggerakan kepala mereka untuk mencari cara agar bisa menikmati cumbuan dari bibir lawan masing-masing.
"Cpk~ cpk~ nghh~~" suara kecupan yang beradu dan lenguhan mereka terdengar agak keras diatap yang sangat sepi itu, tapi hal tersebut tidak melulu menghentikan kegiatan mereka untuk saling mengecup bibir pasangannya.
"Nggaahh~~ Kyuhh~" Sungmin mendorong dada Kyuhyun setelah ia merasa paru-parunya telah kekurangan pasokan udara.
Menyadari Sungmin telah kekurangan oksigen, dengan tidak rela Kyuhyun melepas pagutannya. Namun tidak semudah itu Kyuhyun berhenti menjamah tubuh sunbae dihadapannya. Kyuhyun langsung mendekatkan wajahnya ke ceruk leher Sungmin dan mengecupnya segera setelah melepas sentuhan bibrnya dibibir Sungmin.
"Enggh~" Sungmin mendesah dan menjenjangkan lehernya, memberi akses yang lebih agar Kyuhyun dapat menikmati leher putih mulusnya.
Dikecup, dihisap dan dijilat. Kyuhyun terlihat seperti layaknya vampire yang sudah sangat kehausan darah, ia terus melakukan ketiga hal itu disekitar area leher Sungmin. Perbuatan Kyuhyun tidak sampai menciptakan tanda biru keunguan, ia masih memiliki kewarasan bahwa jam sekolah belum berakhir dan ia masih ada kesadaran untuk tidak membuat Sungmin dibombardir dengan berbagai macam pertanyaan perihal tanda dileher yang telah dibuatnya itu.
Tch, kalau bisa dikatakan… sepertinya Kyuhyun sedang merencanakan sesuatu yang lain. Coba bayangkan, jika memang ia tidak mau membuat tanda dileher Sungmin karena jam sekolah belum selesai, apa ia tidak berpikir bahwa jika mereka benar-benar berniat melakukan 'itu' diatap sekolah akan berakhiran sama juga? Hell, kalian pikir apa yang akan terjadi –khususnya pada Sungmin– jika mereka benar-benar melakukan hal 'itu'? Pasti Sungmin lah yang nantinya harus menahan rasa sakit dibokongnya karena menahan perih sehabis dihantam oleh 'sesuatu', am I right?
Tapi apa benar mereka akan benar-benar melakukan hal 'itu' diatap sekolah hah?
Tentu saja—
TENG! TENG! TENG!
—jawabannya adalah tidak. Dilihat dari seringaian yang masih mengembang dibibir pemuda CHO itu, nampaknya bel pergantian pelajaran yang berbunyi barusan termasuk dalam rencana 'kotornya' pada uri Sungminnie yang masih menutup kedua matanya.
"Mianhae Minnie, sesungguhnya aku masih ingin menikmatimu dan membuat mimpimu jadi terwujud. Tapi aku tidak mungkin meninggalkan pelajaran kembali, kalau bisa aku juga ingin bel itu tidak berbunyi… tapi mau bagaimana lagi." Kyuhyun berucap santai dan menghentikan kegiatannya membuka kancing kemeja Sungmin yang baru terbuka setengah kemeja itu.
Sungmin membuka kedua kelopak matanya secara perlahan, matanya kini menatap namja tampan yang masih menyeringai dihadapannya itu. Mata foxy-nya masih menatap sayu wajah Kyuhyun, bibir berbentuk M-nya terbuka separuh dan agak berkilat –bekas saliva. Dalam kamus hidup Sungmin, ia tidak pernah belajar atau bahkan mencoba untuk menggoda seseorang… tapi demi Tuhan! Wajah sayunya saat ini, dan mungkin sejak saat tadi, benar-benar menggoda iman seorang namja bernama Cho Kyuhyun. Kalau bukan karena rencananya yang lain, saat ini juga ia ingin bisa langsung melahap bulat-bulat seluruh tubuh Sungmin.
'Sabar Kyu Kid~ masih ada tempat yang jauh lebih bagus dan aman dibanding disini, bersabarlah sebentar lagi~' Kyuhyun membatin sambil mengancingkan kembali kemeja Sungmin, sesekali tangannya mengusap dada Sungmin yang masih terbungkus kemeja dan t-shirt yang dikenakan Sungmin.
"Nggh~" Sungmin kembali mendesah hanya dengan sentuhan kecil Kyuhyun.
Kyuhyun tersenyum kecil. 'Tubuhmu terlalu sensitif chagi… kurasa aku tidak akan sabar untuk segera menyantapmu.' Ia merapikan helaian poni Sungmin yang menjuntai turun dipelipisnya, ditatanya pelan dengan menyingkirkan poni yang agak panjang tersebut kesamping.
"Apa…" Sungmin tiba-tiba berbicara dan kembali membuka matanya, menghentikan pergerakan tangan Kyuhyun disekitar keningnya. "Minnie harus menuntaskannya… sendiri, Kyunniehh~?"
Kyuhyun lagi-lagi tersenyum mendengar pertanyaan polos Sungmin, ia menggeleng pelan. "Asal Minnie mau bersabar sampai pulang nanti… Minnie pasti bisa menuntaskannya denganku. Minnie mau kan menunggu sampai pulang nanti? Minnie mau kan jadi anak baik dan menungguku dikelasmu?" Kyuhyun mengecup permukaan bibir Sungmin yang masih terbuka dengan bertubi-tubi.
Sungmin hanya menerima kecupa-kecupan Kyuhyun tersebut dalam diam, matanya kembali menutup dan ia mengangguk pelan. "Nde, Minnie akan bersabar dan menunggu Kyu~ Minnie bisa jadi anak yang baik~"
"Bagus…" Kyuhyun menepuk pelan puncak kepala Sungmin.
"Kyu~" Sungmin kembali berbicara.
"Hm?"
"Apa Minnie masih boleh memimpikan melakukan hal 'itu' dengan Kyunnie?"
Kyuhyun menghentikan belaian pada kepala Sungmin, ia menyeringai. "Ani, mulai sekarang Minnie tidak boleh memimpikan melakukan hal 'itu' denganku lagi."
Sungmin menunduk kecewa, tatapan matanya mendadak sendu. 'Ternyata perbuatan Minnie memang sangat kotor ya? Bermimpi melakukan 'itu' memang termasuk perbuatan kotor yang sangat dibenci Kyu?'
CHUP!—Kyuhyun mengecup kening Sungmin yang tertunduk.
"Bagaimana kalau Minnie berhenti melakukan perbuatan 'kotor' seperti itu, bukankah akan lebih baik kalau Minnie melakukannya secara 'bersih' dengan langsung datang padaku setiap Minnie membutuhkan. Untuk apa hanya memimpikannya kalau bisa dilakukan secara nyata, Minnie boleh datang ketempatku… mungkin setiap hari?"
WHAT?! Apakah ia bermaksud menyuruh Sungmin melakukan hal 'itu' dengannya bukan dimimpi, tapi secara nyata dan… setiap hari?
"Apa kalau langsung melakukannya secara langsung artinya Minnie tidak kotor?"
Kena! Mendengar pertanyaan Sungmin membuat Kyuhyun entah berapa kali hari ini berseringai mesum. Namja imut bersifat polos itu menantikan jawaban Kyuhyun, matanya mengerjap-ngerjap lucu.
"Ne, Minnie tidak kotor kalau melakukannya langsung denganku~"
Well, sepertinya rencana yang lebih buruk lagi sedang dipersiapkan pemuda bertampang Angelic namun bersifat Devil ini… salah satunya mungkin adalah,
Menjerumuskan innocent bunny didepannya dengan hal-hal yang yang baru!
.
.
SIBUM SIDE
"Mmmhh ~~"
Nampaknya kedua anggota OSIS berstatus ketua dan bendahara ini masih asik meneruskan kegiatan mereka, berciuman.
"Nghh~!" tanpa sadar Kibum mendesah tertahan saat merasa jemari panjang Siwon yang sudah merambat di balik seragam yang ia kenakan, entah kenapa kemeja yang tadi pagi Kibum kenakan dengan rapi mendadak jadi terlihat berantakan dan kusut seperti ini.
Siwon melepaskan ciumannya perlahan. "Wajahmu…" mata dengan orbs hitam kelam milik Siwon itu menatap intens pada wajah Kibum. "…sangat indah Bummie~" Siwon mengeratkan rangkulan kedua tangannya pada tubuh mungil Kibum.
Kibum hanya memandang sayu wajah tampan yang memandangnya tanpa berkedip itu, tangannya bertengger dengan indah dikedua pundak sang ketua OSIS.
Melihat wajah manis yang tampak sangat menggoda itu, membuat Siwon kembali menautkan kedua belah bibir mereka. Siwon menyesap lagi rasa manis yang telah dirasakannya beberapa menit yang lalu. Pemuda berlesung pipi itu sedikit membuka mulut dan sedikit menyapukan lidah hangatnya untuk sekedar meminta Kibum membuka mulutnya. Siwon kembali tergoda untuk menjelajahi gua hangat milik Kibum yang ternyata memiliki rasa sangat memabukan itu.
Kibum melenguh menerima sapuan lembut dari Siwon, lidah Siwon langsung melesat kedalam begitu ia mendapatkan akses dari si empunya. Lidah Siwon berpendar mencari lawan main untuk sekedar menautkan benda tak bertulang miliknya dengan benda tak bertulang lain milik Kibum-nya.
Ooh, bagus sekali… bahkan kini ia sudah menganggap Kim Kibum sebagai miliknya.
"Ngghh~~" Kibum terus mengeluarkan desahan, tubuhnya semakin terasa memanas. "Won—ahh~ Siwonniehh~~"
Mendengar Kibum memangilnya dengan sebutan yang manis, semakin membuat Siwon meningkatkan intenitas lumatan bibirnya. Siwon terus menghisap penuh kedua bibir Kibum dengan bibir tebalnya, bahkan Siwon tak membiarkan saliva mereka yang tercampur itu keluar dari bibir mungil hoobae didekapannya. Lidahnya sesekali melesat keluar untuk menjilat saliva yang mengalir dari sudut bibir Kibum, membuat Kibum semakin merasa panas.
"Cpk, cpk~ nghh~ emmph~"
"Ahhhh~ ngh, ngh, ngh~~ mmmhh~…"
Kibum mulai terlihat sesak kembali, menerima 2 kali terjangan dalam 1 waktu membuatnya tidak dapat bernapas dengan baik. Kedua tangannya merembet turun dan meremas kuat kemeja pada bagian dada Siwon, memaksa agar pemuda bertubuh tinggi itu sadar bahwa dirinya membutuhkan kandungan yang bernama oksigen untuk tubuhnya itu sekarang juga. Siwon lagi-lagi harus rela melepas tautan yang semakin terasa manis dibibirnya tersebut.
"Hahh~~ Wonniehh…" Kibum tampak menghela dan menarik napas dalam-dalam untuk mengisi kekosongan paru-parunya. Sama halnya dengan Siwon, namun pemuda bertinggi lebih dari 180 cm itu hanya tersenyum sembari menatap lembut bibir Kibum yang sudah memerah sempurna.
Tidak sadarkah Kibum telah membuang sifat kakunya dihadapan Siwon. Meskipun Siwon memang orang yang disukainya, tapi Kibum tau… Siwon menyukai Sungmin. Yah, memang nyatanya Kibum mengetahui fakta itu. Hei, Kibum yang menyukai Siwon sejak pertama bergabung dengan OSIS, tanpa sepengetahuannya telah menjadi pengamat dari seorang bermarga CHOI itu. Kibum tau apa arti pandangan lembut Siwon pada Sungmin, Kibum paham apa arti perhatian Siwon pada Sungmin, yang tidak Kibum mengerti adalah… kenapa Siwon mendadak menciumnya? Mengatakan dirinya 'indah' dan terus-terusan membuatnya melayang selama beberapa menit ini?
Apa hanya untuk pelampiasan saja?
NYUT~
Sekejap Kibum dilingkupi rasa bimbang… dan rasa sakit.
Benar juga, dipikirkan bagaimana pun memang tidak mungkin. Seorang Choi Siwon dengan pengaruh sangat besar dilingkungan sekolah, memiliki derajat dan kekayaan yang tak sebanding dengannya –meski keluarga Kyuhyun yang merupakan adik kandungnya juga kaya dan berpengaruh, sekarang Kibum dan eomma-nya sudah tidak ada hak lagi dengan semua yang menyangkut keluarga CHO–, terlebih Siwon telah lama memendam rasa pada sunbae seimut Lee Sungmin. Rasanya tidak mungkin seorang Choi Siwon yang seperti itu tiba-tiba mencium bibirnya kalau bukan karena pelampiasan semata. Kibum bisa langsung menyimpulkan kalau sesungguhnya Lee Sungmin hanya menganggap Siwon sebagai sahabat saja, makanya…
Tes!
Setetes liquid mengalir dengan mulus dipipi kiri Kibum yang tak kalah mulusnya itu. Titikan air mata Kibum dapat dirasa Siwon yang masih mendekapnya, melihat Kibum yang menunduk sedari tadi saja sudah membuatnya bertanya-tanya. Apalagi mengetahui kalau namja manis didepannya telah menangis…
"Ki-kibummie… waeyo? Kau kena—"
TENG! TENG! TENG!
Pertanyaan Siwon terputus begitu bel tanda berakhirnya jam pelajaran kelima itu berbunyi. Mendengar bunyi bel yang nyaring tersebut sontak membuat Kibum terkaget dan langsung menyentakan pelukan Siwon dipinggangnya, sentakan tiba-tiba Kibum nyaris membuat Siwon terjatuh.
Kibum langsung membalikan tubuhnya membelakangi Siwon dan membereskan seragamnya yang agak berantakan akibat 'ulah' Siwon beberapa menit yang lalu, ia meraih kacamata frame tebalnya dari saku kemeja dan memakainya lagi. Kembali ia merapikan tatanan rambutnya yang kini menjuntai disekitar poni, setelah dirasanya telah rapi ia langsung melangkah menuju pintu UKS.
"Maaf ketua, aku harus masuk kelas sekarang. Yang tadi… aku mohon lupakan saja, aku tau ketua pun juga tidak sengaja bukan?" Kibum memutar kenop pintunya, ia berbicara tanpa memandang Siwon sama sekali.
CEKLEK~
"Aku tau kalau ketua sebenarnya menyukai Lee Sungmin ssi…" Kibum mengakhiri perkataannya masih tanpa menghadap Siwon.
BLAM!
Pintu berwarna putih itu tertutup sempurna, meninggalkan seorang namja tampan yang mendadak terdiam mendengar perkataan Kibum barusan. Ia menggenggam erat dada sebelah kirinya, dirasakannya degupan jantung yang berdetak tak berirama.
'Aku… sebenarnya ada apa denganku?' hatinya membatin penuh tanya.
.
.
ToBeContinue
...
Demi apapun ini ceritanya melenceng jauh dari rencana awal ==" padahal udah jadi sampe chapter 4 dan tamat di chapter 5, tapi sekarang aku gak tau ini bakal jadi berapa chapter… kayaknya aku mesti ngumpulin ingatan2ku tentang fanfict ini, masa dari 4200-an kata setelah kutulis ulang tinggal 4000-an ~3~ Mungkin sekarang aku emang mesti begadang ya buat lanjutin dengan cerita ngulang lagi ya -_-;a
Dan…
Jiaaahhh~~~ NC-nya aku cut sampe situ aja yaaaa, malah belum dilakuin sama sekali~ kekeke aku emang sengaja gak bikin adegan 'ranjang' di 2 atau 3 chapter awal~ maap ya, emang udah begitu prosedur(?) awal ceritanya XD XD mohon jangan banting saya, cukup lempar duit gope'an *plakk!*
Daripada banyak bacot mending aku menyingkir dulu dari Author's note ini~~~ #menghilang
So… mind to R&R this fanfiction?
Annyeong chingudeul ^0^/ ditunggu respon, saran dan kritiknya~~
