That's You

.

Cast :

- Kyuhyun

- Sungmin

- Another cast

.

Pairing : KyuMin

.

Disclaimer : semua cast milik Tuhan dan dirinya masing-masing

.

Rate : T

.

Warning : GS, OOC, typo dimana-mana, EYD yang tidak sesuai

.

.

Chapter 2

~HAPPY READING~

.

.

"Lee Sungmin ssi~"

"Choi Siwon ssi~"

Choi Siwon adalah teman sekolah Sungmin namun berbeda kelas. Dengan otaknya yang juga pintar, pria itu berada di kelas yang sama dengan Kyuhyun. Siwon merupakan siswa yang paling populer di sekolahnya. Memiliki wajah tampan, otak yang juga pintar serta kelebihan materi membuat siswi-siswi tertarik padanya. Siwon termasuk pria yang ramah pada siapapun. Dia selalu tersenyum saat orang menyapanya memarkan kedua dimples yang dimilikinya dan membuatnya menjadi semakin tampan –menurut para penggemarnya—

"Apa kau berniat membeli psp?" Tanyanya

"Aniyo, aku hanya melihatnya saja lagi pula aku tidak mahir bermain games. Jadi untuk apa aku membelinya" Jawab Sungmin dengan cengiran khasnya. Siwon hanya tersenyum melihat Sungmin. "Kau sendiri? Apa yang kau lakukan disini?" Tanya Sungmin.

"Aku baru saja membeli beberapa kaleng soda dan melihatmu disini, jadi aku menghampirimu" Jawab Siwon.

Sungmin memutar matanya bingung, setahu Sungmin hubungannya dengan Siwon tidak seakrab itu. Mereka hanya saling mengenal saja bahkan mereka tidak pernah saling berbincang sebelumnya. Oke, sebenarnya mereka pernah berbincang tapi hanya urusan sekolah waktu itu. Mungkin tidak akan aneh kalau Siwon melihatnya dan kemudian pergi begitu saja tanpa menghampirinya. Oh ayolah, mereka bukan teman dekat.

"Apa kau mau membayar belanjaanmu itu?" Tanya Siwon sambil melirik ke arah troli Sungmin.

"Ne. Apa kau juga akan membayar belanjaanmu? Kita bayar bersama saja, belanjaanmu hanya sedikit"

"Oke"

Siwon pun menaruh keranjangnya di troli Sungmin dan tanpa diperintah langsung mendorong troli itu menuju kasir.

.

.

Setelah membayarnya, Siwon pun membantu Sungmin membawa belanjaannya menuju taksi.

"Kau yakin tidak mau aku antar?" Tanya Siwon. Siwon memang menawarkan Sungmin untuk diantar, tapi Sungmin cukup tahu diri. Dirinya dan Siwon bukanlah teman dekat, apa haknya merepotkan Siwon secara berlebihan. Sudah untung dia dibantu membawa kantung-kantung belanjaan ini.

"Tidak. Terima kasih sudah membantuku Siwon ssi~" Ucap Sungmin.

"Aku senang bisa membantumu"

"Ne. Aku pergi dulu Siwon ssi~. Annyeonghaseyo"

"Annyeonghaseyo"

.

ooOoo

.

One week later

.

Sungmin melangkahkan kakinya masuk ke dalam sebuh toko. Pandangannya mengedar mencari sesuatu yang cocok untuk hadiah ulang tahun Taemin. Ya, hari ini adalah hari ulang tahun Taemin. Sudah banyak toko yang dikunjunginya hari ini, tapi gadis itu belum juga menemukan hadiah yang pas untuk diberikannya kepada Taemin.

Sambil mengetukan jarinya di atas etalase toko, Sungmin memilih beberapa barang untuk hadiahnya. Gadis itu tersenyum saat menemukan sesuatu yang menarik perhatiannya.

"Ah, apa aku memberikan ini saja ya?" Pikirnya.

"Permisi. Aku ingin membeli yang ini satu paket" Putus Sungmin kemudian.

"Baiklah. Ditunggu sebentar" Sang pelayan itu pun mengambil barang yang dibeli Sungmin untuk dibungkusnya.

.

Drtt... drtt...

.

Ponsel di saku mantel Sungmin bergetar. Dengan cepat gadis itu segera mengangkatnya.

"Ne, Taemin ah~"

"Onni jadi datang ke acarku kan?"

"Ne. Sebentar lagi aku kesana. Gidaryo" Sungmin pun memutus sambungan teleponnya.

"Ini nona. Silahkan membayar di kasir" Ucap sang pelayan.

"Ne"

.

.

Setengah berlari Sungmin memasuki sebuah cafe. Disana sudah ada Taemin dan Kyuhyun dengan wajah datarnya. Sungmin pun mengambil duduk di sebelah Taemin.

"Maaf aku telat" Ucap Sungmin.

"Aku kira Onni tidak datang"

"Aku—"

"Sudah mulai saja acaranya sekarang" Potong Kyuhyun cepat.

"Ani. Aku masih menunggu temanku" Tolak Taemin.

"Kau tidak bilang kalau kau mengundang temanmu. Siapa dia?" Tanya Kyuhyun. Taemin tampak ragu untuk menjawab.

"Dia—"

"Annyeonghaseyo! Maaf aku terlambat" Seorang pria terlihat membungkuk hormat di samping meja mereka.

"Minho Seonbae, duduklah" Ucap Taemin dengan nada semangatnya. Oh ada apa dengan uri Taemini?

Sungmin tersenyum ramah pada sosok Minho yang duduk tepat di depannya berbeda dengan Kyuhyun yang kini malah membuang pandangannya ke arah luar cafe.

"Seonbae, kenalkan dia oppaku namanya Cho Kyuhyun dan ini adalah Sungmin Onni, teman oppaku"

"Annyeonghaseyo. Choi Minho imnida" Sapa Minho sekali lagi.

"Annyeong" Balas Sungmin

"Kita mulai saja acaranya" Ucap Kyuhyun.

.

.

Saengil chuka hamnida

Saengil chuka hamnida

Saranghaneun oori Taemin

Saengil chuka hamnida

.

Tepukan tangan mengiringi nyanyian ulang tahun tersebut. Taemin meniup lilin kecil yang menyala di atas sebuah cake hingga meredup. Mereka bertiga tampak saling melempar senyum bahagia sedangkan Kyuhyun hanya menepuk tangan seadanya, tampak malas berada di acara seperti ini.

"Ini untukmu Taemin ah~" Minho memberikan sebuah kotak berwarna merah. Taemin tampak antusias dan langsung membukanya. Sebuah tas cantik berwarna coklat dikeluarkannya dari dalam kotak. Taemin tampak sangat menyukai hadiah dari Minho.

"Gomawo Minho Seonbae"

Sungmin juga teringat dengan hadiahnya, dia pun memberikannya kepada Taemin.

"Maaf Taemin, hadiahnya tidak dibungkus" Ucap Sungmin sambil menyerahkan sebuah tas karton dengan lambang brand di permukaannya. Dengan cepat Taemin mengambil hadiah dari tangan Sungmin itu.

"Onni, gomawo" Ujar Taemin senang masih sambil membuka tas karton itu. Sungmin pun hanya tersenyum , dia sangat tahu Taemin pasti akan menyukai hadiahnya.

"YA! Lee Sungmin! Apa kau sudah gila memberikan hadiah alat make up seperti itu? Kau pikir berapa usia Taemin, hah?" Bentak Kyuhyun. Pria itu tidak habis pikir, bagaimana mungkin Sungmin menghadiahkan adiknya yang masih kecil seperangkat alat make up mahal?

"Ta—tapi itu memang untuk anak remaja seusia Taemin" Jawab Sungmin ragu. Kyuhyun sangat menyayangi adiknya, jadi kalau ada hal yang tidak sesuai mengenai Taemin, pria yang biasanya berwajah datar bisa sangat mengerikan karena marah.

"Iya oppa, semua temanku di sekolah juga banyak yang mempunyai alat make up sendiri. Aku juga sudah lama ingin membelinya tapi ternyata harganya tidak murah. Jadi bagus kan kalau Sungmin Onni memberikanku ini" Ujar Taemun setengah berteriak sambil menunjukan alat make up barunya.

"Ada apa dengan anak jaman sekarang?" Gerutu Kyuhyun pelan.

"Oppa sendiri tidak memberikanku hadiah apa-apa" Marah Taemin. Pasalnya, Kyuhyun sampai sekarang memang belum memberikannya hadiah. Jadi untuk apa dia meremehkan hadiah dari orang lain untuknya?

Kyuhyun menghela napasnya. Dengan santai, dia mengeluarkan sebuah kotak dari tas ransel yang dibawanya dan meletakkannya tepat di depan Taemin.

Tangan mungil Taemin terulur untuk membuka kotak berwarna biru itu. Mata Taemin sontak berbinar saat melihat hadiah yang diberikan Kyuhyun untuknya.

"Oppa ini— bagaimana kau tahu aku menginginkan ini?" Tanya Taemin. Mata taemin mulai berembun.

"Aku tahu, kau sudah lama menginginkan sepatu itu. jadi, Aku memberikannya untukmu" Jawab Kyuhyun.

"Oppa, gomawo" Taemin langsung memeluk Kyuhyun. Gadis kecil itu tidak menyangka kakaknya akan memberikan sepatu yang sudah lama diinginkannya. Hampir setiap hari Taemin pergi ke toko itu untuk memastikan sepatu itu belum terjual. Harga sepatu itu sangat mahal karena itu Taemin terus menabung. Sedikit kecewa saat melihat sepatu itu sudah tidak lagi terpajang di toko kemarin. Apa saat itu sang kakaklah yang membelinya?

.

.

Acara itu berlanjut dengan makan-makan. Mereka tampak saling berbincang, walau Kyuhyun lebih memilih untuk diam.

"Kakakku juga bersekolah di tempat yang sama denganmu, Sungmin noona" Ucap Minho disela acara makannya.

"Benarkah? Siapa kakakmu? Siapa tahu aku mengenalnya"

"Choi Siwon. Apa noona mengenalnya?" Seketika Sungmin menghentikan acara makannya dan menatap Minho dengan seksama membuat Minho sedikit risih.

"Wow, kalian memang mirip. Kenapa aku tidak menyadarinya ya?" Ujar Sungmin setengah takjub. "Aku tidak terlalu mengenal kakakmu karena dia sekelas dengan Kyuhyun" Lanjut Sungmin.

"Noona tidak dekat dengan Siwon hyung? Tapi, kenapa aku pernah mendengar hyung membicarkan noona ya? Apa nama Lee Sungmin banyak disekolah noona?" Pertanyaan Minho membuat Sungmin terkejut. Setahunya tidak ada lagi nama Sungmin di sekolahnya. Tapi, untuk apa Siwon membicarakan tentangnya?

"Entahlah" Jawab Sungmin ragu. Diliriknya Kyuhyun yang masih tampak diam sambil menikmati acara makannya yang tidak terusik.

.

ooOoo

.

Suasana sebuah kelas sangat ramai, para siswa tampak asik berbincang satu sama lain tidak terkecuali Sungmin dan Hyuk yang masih terlihat mengobrol dengan diselingi tawa renyah. Seorang guru yang merupakan wali kelas mereka masuk dan seketika semuanya kembali duduk di tempatnya masing-masing.

"Hari ini, ibu akan memutuskan siapa yang akan mewakili kelas kita untuk acara pertunjukan sekolah dua bulan lagi" Ucap sang guru. Semua tampak mendengarkan dengan seksama.

Pertunjukan sekolah adalah acara yang diadakan setahun sekali. Setiap kelas diwajibkan mengirimkan perwakilannya pada acara tersebut. Di acara itu para siswa dituntut untuk mempertunjukan bakat mereka pada bidang seni seperti menyanyi ,menari atau bermain musik.

"Perwakilan dari kelas 3E adalah Lee Sungmin. Ibu beserta beberapa teman kalian sudah setuju dengan keputusan ini" Putus sang guru.

Semua siswa bertepuk tangan dan mengucapkan selamat kepada Sungmin. Sungmin masih tampak melongo tak percaya, dia melirik Hyuk yang sedang tersenyum ke arahnya.

"Lee Hyukjae, apa kau tidak mengirim cd pendaftaran itu kepada seonsaengnim?" Tanya Sungmin sambil menatap wajah polos teman sebangkunya.

"Maaf Sungmin ah~, aku tidak memberikannya karena pada hari itu aku ada lomba dance dengan Donghae" Jawab Hyuk dengan cengirannya membuat Sungmin ingin memukul kepala gadis itu.

Sungmin bukan tidak tahu, dikelasnya memang tidak ada yang semangat untuk mengikuti pertunjukan semacam itu termasuk dirinya walaupun sebenarnya Sungmin sangat ahli dalam hal menari, tidak jauh dari keahlian menari Hyuk. Tapi, Sungmin juga tidak percaya diri kalau dilihat oleh banyak orang karena acara ini termasuk acara terbesar di sekolahnya.

Kenapa bisa Sungmin yang terpilih?

Oh, sungguh Sungmin ingin memukul Hyuk sekarang juga pasalnya gadis ber-gummy smile itu yang mengajaknya untuk ikut mendaftar dan Hyuk bilang bahwa dirinya sudah mendaftar, karena hal itu Sungmin memberanikan diri untuk ikut mendaftar juga. Bukankah bagus kalau mereka bisa menari berdua? Pikirnya saat itu. Tapi, ternyata Hyuk sudah mempunyai rencana lain. Hyuk sangat tahu jika kelasnya akan memilihnya untuk pertunjukan itu, jadi sebisa mungkin Hyuk mencari penggantinya. Dia ada perlomabaan menari di hari yang sama dengan Donghae dan tidak mungkin dibatalakan. Dan Sungminlah yang cocok menjadi penggantinya.

"Aku yakin kau bisa, Min. Kemampuan menarimu juga baik" Ujar Hyuk menyemangati.

"Tapi kenapa kau menipuku?"

"Kau tidak mungkin mendaftar kalau aku tidak berbohong. Maafkan aku, Min. Tapi perlombaan itu memang tidak bisa dibatalkan" Ucap Hyuk setengah memelas.

"Tapi aku ragu kalau harus tampil sendiri. Kalau denganmu kan aku bisa sedikit tenang"

"Kau pasti lebih menakjubkan kalau sendiri. Aku percaya padamu, Min" Sungmin hanya menghela napasnya dalam-dalam. Mau bagaimanapun keputusan ini tidak bisa dibatalkan, semua teman sekelasnya mungkin akan membencinya kalau dia mengundurkan diri sekarang.

"Lee Sungmin, setelah pulang sekolah kau harus datang ke ruang kesenian untuk memulai latihanmu" Ucap sang guru.

"Ne, Kim Seonsaengnim"

.

.

Sungmin tampak berdiri di depan ruang kesenian. Gadis itu tampak ragu untuk masuk. Berkali-kali tangannya menyentuh hendel pintu namun ditariknya kembali.

"Kau tidak boleh mundur Lee Sungmin. Fighting!" Ucapnya menyemangati diri sendiri. Dibukanya pintu besar itu perlahan, semua mata sontak mengarah kepadanya. Ternyata, ruangan itu sudah penuh dengan para siswa yang terpilih untuk mewakili kelasnya masing-masing.

Sungmin tampak kikuk memasuki ruangan. Sambil membungkuk meminta maaf atas keterlambatannya, Sungmin menduduki salah satu kursi di ruangan itu. Pandangannya mengedar ke semua siswa yang sekarang ini tampak serius mendengar instruksi di depan. Banyak dari siswa-siswa tersebut sudah diketahui kemampuannya, membuat nyali Sungmin menciut.

Mata Sungmin membulat saat pandangannya menemukan sosok Kyuhyun yang duduk di sudut ruangan. Tampak santai walaupun matanya fokus menatap guru kesenian yang sedang berbicara. Hati Sungmin mencelos saat melihat Kyuhyun berbicara sambil tersenyum dengan wanita yang duduk disebelahnya – Seohyun atau Seo Joohyun.

Gadis bernama Seohyun itu tampak santai melingkarkan tangannya di pergelangan tangan Kyuhyun. Dan ada apa dengan Kyuhyun? Tidak bisanya dia begitu santai dengan wanita. Kyuhyun membiarkan tangan wanita itu melingkar disana?

"Sekarang kita mulai saja latihannya. Untuk yang pertama— dari kelas 3A, Kyuhyun dan Seohyun silahkan maju ke depan" Ucap Han seonsaengnim.

Mereka berdua pun maju ke depan. Han seonsaengnim tampak melihat sebuah kertas dan kemudian mempersilahkan keduanya untuk memulai.

Suara musik mulai menguar ke seluruh penjuru ruangan. Kyuhyun dan Seohyun mulai bernyanyi. Lagu berjudul way back into love dibawakan begitu apik oleh keduanya. Sungmin bahkan baru tahu kalau suara Kyuhyun benar-benar bagus dan merdu.

Sungmin terus memperhatikan keduanya bernyanyi. Di akhir lagu, Sungmin kembali menjerit dalam hati saat melihat tangan Seohyun menggenggam tangan Kyuhyun tanpa ragu. Apa mereka sedekat itu di kelas? Pikir Sungmin.

.

.

Satu-persatu memperlihatkan bakat yang akan ditampilkan pada acara pertunjukan sekolah. Tidak terasa nama Sungmin pun dipanggil. Sambil menghela napasnya— yang entah sudah keberapa kalinya—Sungmin berjalan ke depan.

Han Seonsaengnim melihat catatan milik Sungmin dan segera mempersilahkan gadis itu untuk memulai. Suara musik dari lagu 'one in a million' milik Neyo mulai terdengar. Sungmin memejamkan matanya singkat dan mulai untuk meliukkan badannya sesuai irama.

Gerakan-gerakan lentur Sungmin membuat semua orang disana sedikit tercengang. Mereka tidak percaya jika kemampuan menari Sungmin begitu menakjubkan, yang mereka tahu hanyalah Sungmin yang kegiatannya hanya megekori Kyuhyun kemana-mana.

Tepukan tangan mengiringi akhir tarian Sungmin. Semua pandangan kagum mengarah padanya dan membuatnya bernapas lega. Setidaknya dia memang pantas untuk mengikuti pertunjukan itu.

"Kau menari dengan sangat baik Lee Sungmin" Ucap Han Seonsaengnim sambil tersenyum, membuat wanita pertengahan 30an itu tampak lebih cantik.

"Khamsahamnida" Balas Sungmin.

Pandangan Sungmin mengarah pada Kyuhyun yang kini juga sedang menatapnya. Untuk sepersekian detik mata mereka bertemu sebelum akhirnya Kyuhyun melepas kontak mata mereka.

Sungmin tersenyum. 'Apa penampilanku bagus, Cho Kyuhyun?' Tanya Sungmin dalam hati.

.

ooOoo

.

Dua kali dalam seminggu para peserta yang akan tampil di acara pertunjukan sekolah diharuskan untuk mengikuti latihan bersama sepulang sekolah. Hal itu tentu saja membuat Sungmin senang. Bahkan gadis itu sekarang tidak menyesal sudah terpilih untuk mewakili kelasnya. Disini, dia bisa dengan leluasa berdekatan dengan Kyuhyun. Walau sedikit menyebalkan, karena nyatanya Kyuhyun lebih dekat dengan partner duetnya seperti sekarang ini.

Kyuhyun dan Seohhyun terlihat sedang berlatih vocal bersama dengan siswa yang juga akan menyanyi di acara tersebut. Dari kejauhan, Sungmin dapat melihat keduanya berinteraksi dengan santai. Sikap Kyuhyun pada gadis itu sangat berbeda dengan sikapnya pada Sungmin. Kyuhyun bisa terus tersenyum bahkan tertawa. Tapi, kenapa pria itu selalu dingin saat bersama Sungmin?

'Kenapa kau tidak pernah bersikap seperti itu padaku, Kyuhyun ah~?' Batin Sungmin.

"YA! LEE SUNGMIN! PERHATIKAN DEPAN!" Teriakan sang pelatih membuat Sungmin tersentak kaget dan buru-buru membalikan wajahnya ke depan.

Sungmin menggaruk tengkuknya dan meminta maaf. Rasanya sangat malu diteriaki, apalagi suara sang pelatih sangat keras membuat para siswa yang sedang berlatih vocal ikut menoleh ke arahnya.

Sungmin pun mencoba fokus memperhatikan temannya yang sedang menari di depan walau matanya sesekali melirik ke arah sekumpulan siswa yang sedang berlatih vocal di ujung sana. Masih sama seperti beberapa menit lalu, Kyuhyun dan Seohyun masih asik berbincang dan berlatih bersama.

.

.

Diberikan waktu selama lima belas menit untuk istirahat. Kesempatan itu tidak disia-siakan oleh Sungmin. Dengan cepat, gadis itu melangkahkan kakinya menuju tempat Kyuhyun dan mendudukan dirinya tepat di samping Kyuhyun yang sedang membaca kertas partitur.

"Kyuhyun ah~" Panggil Sungmin pelan. Namun Kyuhyun masih diam.

"Kyuhyun ah~" Panggil Sungmin lagi.

"Hmm?" Hanya dehaman sebagai balasan. Kyuhyun bahkan tidak menoleh sedikitpun.

"Kyuhyun ah~?" Mendengar Sungmin memanggilnya lagi, Kyuhyun memejamkan matanya sambil menghela napas. Ingin sekali Kyuhyun memukul wanita disebelahnya ini tapi itu tidak mungkin. Bukan image Kyuhyun memukul wanita.

"Diamlah Lee Sungmin. Jangan mengganggu" Ujar Kyuhyun datar.

"Aku tidak mau mengganggumu, aku hanya ingin memberikanmu ini" Ucap Sungmin sambil menyodorkan satu botol air mineral yang masih tersegel.

"Tidak perlu. Untukmu saja" Tolak Kyuhyun.

"Ani. Ini untukmu" Sungmin pun menyodorkan kembali botol itu.

"Baiklah, aku ambil minuman ini tapi kau harus kembali ke tempatmu. Terima kasih" Kyuhyun mengambil botol itu dan menaruhnya disebelahnya.

Walau berat hati, Sungmin menyeret kakinya kembali ke tempatnya. Dilihatnya Kyuhyun yang masih setia membaca kertas partiturnya tanpa menyentuh botol itu sedikitpun. Sungmin mendesah kecewa.

Pintu ruangan kesenian terbuka bersamaan dengan masuknya sosok gadis cantik yang kita ketahui bernama Seohyun. Gadis itu pun langsung mendudukan dirinya disamping Kyuhyun, tempat dimana Sungmin duduk tadi.

Kyuhyun tampak menoleh sambil tersenyum saat Seohyun duduk disebelahnya. Sungmin bisa melihatnya dengan jelas dari tempatnya saat ini.

Air mata Sungmin hampir jatuh saat melihat Kyuhyun mengambil minuman pemberiannya dan menyerahkannya pada Seohyun. Seohyun pun menerima minuman itu, membuka segel beserta tutupnya dan meminumnya. Mungkin ini adalah hal sepele, tapi entah kenapa rasanya begitu menyakitkan bagi Sungmin.

"Kyuhyun ah~" Lirih Sungmin

.

.

TBC

.

.

A/N

Mirip itazurana kiss ya? Cuma awalnya kok, selebihnya beda pasti.

Chap ini sampe sini dulu aja ya.

See you next chap

Bye bye.. annyeong!

.

Thanks to:

Zoldyk, Love Clouds, AIDASUNGJIN, Cho Kyuri Mappanyukki, mayasiwonest.everlastingfriends, is0live89, Hyugi Lee, Rianti4290, kwiyoming, chiikyumin, Chan.can, lovegood cherry, dessykyumin, kyuminnnnnn, ay kyuminJOYer, ChoHuiChan, BoPeepBoPeep137, Kyurin Minnie, chabluebilubilu, cho minyu, Ayu Fitria II, and guests.

.

.

Review... Review... Review

klik