That's You
.
Cast :
- Kyuhyun
- Sungmin
- Another cast
.
Pairing : KyuMin
.
Disclaimer : semua cast milik Tuhan dan dirinya masing-masing
.
Rate : T
.
Warning : GS, OOC, typo dimana-mana, EYD yang tidak sesuai
.
Chapter 3
~HAPPY READING~
.
.
Matahari sudah bertengger dengan gagahnya di ufuk Timur, sinarnya pun memancar hangat bagi siapapun yang berjalan di bawahnya. Hari ini terlihat begitu cerah, namun hal itu tidak bisa dinikmati oleh gadis cantik bernama Sungmin. Terlalu lama di depan cermin membuatnya lupa waktu, sampai akhirnya dia sadar kedatangan busnya tinggal lima menit lagi.
Dengan setengah berlari, Sungmin menuju halte bus. Untung saja dia bisa tiba tepat waktu. Dengan cepat gadis itu masuk ke dalam bus bersama dengan beberapa penumpang lainnya, mengambil duduk di bangku paling belakang dekat jendela.
Tidak berapa lama bus itu berhenti untuk menaikkan penumpang di halte berikutnya. Seorang pria jangkung berseragam dengan earphone ditelinganya masuk ke dalam bus dan langsung duduk di bangku tengah. Sungmin tersenyum dan langsung pindah tempat duduk tepat di belakang pria itu.
"Kyuhyun ah~" Panggil Sungmin sambil menepuk bahu Kyuhyun pelan. Pria yang ternyata Kyuhyun itu pun tampak tidak menggubris panggilan Sungmin.
"Kyuhyun ah~" Panggil Sungmin sekali lagi dengan tepukan yang lebih keras. Berhasil. Kyuhyun tampak melepas earphonenya dan menoleh ke belakang.
"Diamlah Lee Sungmin" Ucap Kyuhyun. Walaupun disampaikan dengan nada bicara yang terlampau datar tapi entah kenapa terasa begitu mengancam.
"Aku hanya ingin menyapamu" Cicit Sungmin pelan dan tentu saja tidak dapat didengar oleh Kyuhyun, karena pria itu sudah memakai kembali earphonenya. Sungmin hanya dapat mendesah kecewa.
'Selalu saja dia bersikap seperti itu' Jerit Sungmin dalam hati
.
.
Setibanya di sekolah, Sungmin terus berjalan di belakang Kyuhyun. Sepertinya gadis itu sangat menikmati pemandangan di depannya. Punggung Kyuhyun terasa menariknya untuk memeluk dan menyandarkan kepalanya disana. Tidak tidak. Sungmin tidak mungkin melakukan itu disini. Kyuhyun pasti akan marah padanya.
Duk
Tubuh Kyuhyun berhenti tiba-tiba membuat Sungmin yang berjalan dibelakang menubruknya. Sungmin mengangkat kepalanya dan terkejut ketika wajah Kyuhyun berada sangat dekat dengan wajahnya. Melihat Kyuhyun menatapnya tajam membuat Sungmin menyadari posisinya saat ini. tanpa diperintah, Sungmin memundurkan tubuhnya beberapa langkah ke belakang.
"Sebenarnya apa yang kau lakukan?" Tanya Kyuhyun.
"Maaf. Aku—tadi hanya tidak memperhatikan jalan" Sungmin menundukan kepalanya sambil meminta maaf. Tanpa mengindahkan Sungmin, Kyuhyun pun masuk ke dalam kelasnya.
Sungmin berjalan menuju kelasnya sambil terus menunduk. Sesekali gadis itu terlihat memukul kepalnya sendiri. Ah kejadian tadi rasanya begitu memalukan, pasti Kyuhyun benar-benar menganggapnya bodoh saat ini.
"Lee Sungmin" Panggilan seseorang membuat Sungmin menghentikan langkahnya. Dilihatnya pria tinggi sudah berdiri di depannya.
"Siwon ssi~ Annyeonghaseyo" Sapa Sungmin.
"Ne, annyeonghaseyo. Apa kau baru sampai?" Tanyanya. Sungmin pun hanya mengangguk.
"Sepertinya aku harus masuk kelas" Ucap Sungmin
"Ne, masuklah. Aku juga harus masuk kelas"
.
ooOoo
.
Hari pertunjukan tinggal menghitung hari. Para siswa yang akan menampilkan bakat mereka pun berlatih dengan serius, kemampuan para siswa itu juga semakin hari semakin baik.
Sungmin pun berlatih dengan sungguh-sungguh, bahkan akhir-akhir ini gadis itu jarang sekali mengganggu Kyuhyun. Ya walaupun terkadang di sela jam latihan, Sungmin masih sering mencuri pandang ke arah para siswa yang sedang berlatih vocal. Tapi hanya sekedar itu. Sungmin benar-benar memperhatikan instruksi di depan dengan seksama. Semakin dekat waktu pertunjukan itu, semakin membuatnya gugup.
"Min, bagaimana latihanmu?" Tanya Hyuk. Saat ini mereka sedang duduk santai di kantin sekolah setelah menghabiskan makan siang mereka.
"Aku melakukannya dengan baik— aku rasa" Jawab Sungmin. "Bagaimana denganmu? Apa kau sudah siap mengikuti kompetisi itu?"
"Ne. Aku dan Donghae sudah sangat siap. Kau sangat tahu, aku sudah berlatih cukup lama untuk kompetisi ini. Sayangnya, kau tidak bisa melihatku. Kenapa waktunya harus bersamaan dengan pertunjukan sekolah sih?" Gerutu Hyuk.
"Kalau waktunya tidak sama, pasti kau yang akan terpilih mewakili kelas" Ujar Sungmin.
"Kau benar, pasti anak-anak di kelas memilihku. Ah, apa mereka tidak punya semangat sedikit untuk mengikuti acara sekolah? ckck— yasudah Min, lebih baik kita kembali ke kelas" Ajak Hyuk.
"Kau duluan saja Hyuk, aku ingin ke toilet sebentar"
"Oke"
.
.
Sungmin hampir membuka kunci bilik kamar mandi untuk keluar sebelum dia mendengar dua orang gadis yang sedang berbincang dari arah luar bilik. Sungmin bukannya takut untuk keluar, tapi perbincangan dua gadis itu membuatnya lebih memilih untuk mencuri dengar.
"Kau tidak salah dengar? Maksudku— Cho Kyuhyun dan Seohyun, mereka memiliki hubungan?" Tanya salah seorang gadis kepada temannya. Sungmin pun semakin menajamkan pendengarannya sambil menempelkan telinganya pada daun pintu.
"Kau kan lihat sendiri mereka datang ke sekolah bersama. Saat berangkat ke sekolah tadi pagi, aku melihat Kyuhyun berdiri di depan rumah Seohyun. Apa kau pikir mereka tidak memiliki hubungan apa-apa?"
"Tapi bisa saja, Kyuhyun hanya—"
"Kau harus ingat, rumah Kyuhyun dan rumah Seohyun berjauhan. Untuk apa pria itu menjemput Seohyun kalau mereka tidak memiliki hubungan apa-apa?"
"Kau benar"
Kyuhyun dan Seohyun? Mereka menjalin hubungan?
Tidak—Sungmin tidak akan percaya sebelum dia mendengar langsung dari Kyuhyun. Bisa saja kan mereka berangkat bersama karena ada sesuatu yang harus dikerjakan bersama. Mereka belum tentu memiliki hubungan hanya karena mereka terlihat berangkat ke sekolah bersama.
Setelah memastikan dua gadis itu sudah pergi, Sungmin segera keluar. Di sepanjang koridor, Sungmin mencoba untuk terus berpikir positif. Dia tidak akan mudah percaya gosip semacam itu, dia harus bertanya pada Kyuhyun. Harus.
Entah kebetulan atau apa, Kyuhyun kini terlihat sedang berjalan kearahnya. Sungmin dapat merasakan hembusan angin saat pria itu berjalan melewatinya.
"Kyuhyun ah~, tunggu!" Panggilan Sungmin membuat Kyuhyun berhenti dan membalikan tubuhnya.
"Wae?"
"Apa benar tadi pagi kau—kau menjemput Sohyun di rumahnya?" Tanya Sungmin ragu. 'Aish, bodoh kau Lee Sungmin. Kenapa kau bertanya seperti itu?' Rutuk Sungmin dalam hati.
"Ya. Tidak ada salahnya kan aku menjemput kekasihku?"
"Ke—ke kasih?"
Dunia seakan berhenti saat itu juga. Mendengar pernyataan dari Kyuhyun membuat paru-parunya kesulitan untuk menangkap oksigen yang begitu banyak disekalilingnya seperti ada tembok besar yang menghimpit dadanya saat ini. Seketika dia lupa bagaimana caranya bernapas.
Benarkah? Benarkah yang Kyuhyun katakan itu? Dia dan Seohyun—sepasang kekasih?
"Kalau sudah tidak ada keperluan lain, aku pergi" Ucap Kyuhyun.
Sungmin diam. Terpaku. Kakinya seakan mati rasa. Sesak. Dadanya mulai terasa sesak. Titik-titik air mata itu pun mulai mendesak keluar. Dengan kasar Sungmin menghapus air mata yang belum sempat meluncur ke pipinya. Dia harus kuat.
'Haah' Helaan napas muncul dari bibir mungil itu. Dengan sekuat yang dia bisa, Sungmin menahan air matanya agar tidak keluar.
Sungmin pun mulai menyeret kakinya menuju kelas. Dengan tatapan kosong, Sungmin berjalan menuju kursinya.
"Kalian pasti salah dengar" Hyuk menghentikan ucapannya saat melihat Sungmin masuk ke dalam kelas dan berjalan lurus menuju bagkunya tanpa menoleh sedikitpun.
"Sungmin ah~, kau baik-baik saja? Apa kau sudah mendengar gosip tentang Kyuhyun? Kau tidak mempercayainya kan? Aku yakin Kyuhyun dan Sohyun tidak memi—"
"Mereka sepasang kekasih" Lirih Sungmin.
"Ne?"
"Mereka sepasang kekasih" Ulang Sungmin. Hyuk terduduk lemas di kursinya. Hyuk sangat tahu bagaimana perasaan Sungmin saat ini. Pasti sangat menyakitkan mengetahui orang yang begitu disukainya menjalin hubungan dengan orang lain.
Dengan lembut Hyuk mengusap punggung Sungmin, mungkin hanya ini yang bisa membuat Sungmin menjadi lebih tenang untuk saat ini. Sungmin tampak memejamkan matanya singkat seraya menikmati rasa nyaman yang diberikan oleh sahabatnya.
"Aku baik-baik saja Hyuk. Jangan khawatir" Ucap Sungmin sambil membawa tangan Hyuk untuk berhenti.
"Kau yakin?" Tanya Hyuk memastikan. Siapapun tidak akan merasa baik-baik saja bila ada di posisi Sungmin sekarang ini. Benar, kan?
"Aku sudah tahu hal ini pasti akan terjadi. Cepat atau lambat. Aku tudak pernah berpikir suatu saat Kyuhyun akan menerima perasaanku. Kami terlalu—berbeda"
"Sungmin ah~" Lirih Hyuk. Sungmin gadis yang kuat, Hyuk tahu itu. Sungmin tidak akan memperlihatkan rasa sakit itu di depannya. Di balik sikap cerobohnya, Sungmin adalah gadis yang begitu mandiri. Hyuk bahkan tidak pernah melihat Sungmin menangis, gadis itu sangat pandai menutupi segala masalahnya sendiri dan hal itu yang Hyuk benci. Tapi ya, Hyuk tidak bisa memaksa Sungmin untuk bercerita padanya.
"Jangan khawatir" Ujar Sungmin. Sebuah senyuman tipis pun mengembang di wajah Sungmin.
Hyuk hanya mampu menghela napasnya. Senyuman itu bahkan terlihat begitu menyedihkan, tidak seperti senyuman-senyuman yang biasa Sungmin perlihatkan di depannya.
.
.
Sungmin memasuki kamarnya yang temaram. Hari memang sudah menjelang malam, hanya ada bias cahaya dari lampu jalan yang menerangi kamar bernuansa merah muda itu.
Tanpa berniat untuk menyalakan lampu atau sekedar menutup tirai, Sungmin langsung mendudukan dirinya di lantai berkarpet dan menyandarkan tubuhnya pada tempat tidur. Dirinya benar-benar lelah. Fisik dan batinnya.
Sungmin menekuk kedua lututnya dan menenggelamkan wajahnya disana. Air mata itu pun akhirnya keluar. Tanpa ragu gadis itu menangis dalam kegelapan. Biarkan malam ini semua pertahanannya runtuh.
Menangis dan terus menangis hingga dadanya terasa sesak. Semua bayangan masa lalunya kini datang silih berganti secara urut hingga sampai saat dimana dia bertemu dengan pria bernama Cho Kyuhyun.
.
FLASHBACK
Sungmin POV
.
Ini adalah hari kedua dimana aku menjadi siswa sekolah menengah atas. Rasanya menyenangkan bisa bertemu dengan teman-teman baru. Aku termasuk orang yang mudah bersosialisasi karena itu aku tidak pernah takut untuk bertemu dengan suasana baru.
Di kelas baruku ini, aku sudah mendapatkan teman yang sangat baik namanya Lee Hyuk jae tapi aku memanggilnya Hyuk. Hyuk gadis yang baik, periang dan cantik. Kami sangat cocok dan mungkin bisa menjadi sahabat.
Setelah bel istirahat berbunyi, aku dan Hyuk langsung bergegas ke kantin. Hyuk mengajakku untuk taruhan siapa yang cepat sampai kantin maka akan ditraktir oleh yang kalah. Aku pun setuju. Sepertinya akan menarik walaupun terdengar kekanakan. Tapi disitulah kecocokan kami.
"Dihitungan ke tiga kita mulai" Ujar Hyuk. Aku pun mengangguk dan segera mengambil ancang-ancang.
"Siap?" Hyuk mulai memberi aba-aba. " satu..." Baru dihitungan pertama Hyuk sudah berlari meninggalkanku.
Dasar curang.
Aku pun berlari mengejarnya walaupun dia sudah berada jauh. Aku masih dapat mendengar tawanya yang tiba-tiba saja menjadi begitu menjengkelkan. Aku berusaha berlari mengejar Hyuk dan—
.
BRUK
PRANG
.
Aku menabrak orang dan terjatuh. Dan sialnya Hyuk sudah tidak terlihat lagi. Aku menoleh ke arah orang yang tadi aku tabrak. Dia pria dan kini sedang membereskan sesuatu yang pecah berantakan. Oh tidak, itu adalah gelas ukur. Aku sudah membuat gelas ukur itu pecah.
Dengan cepat aku membantunya. Untunglah tidak semua gelas ukurnya pecah. Tapi bagaimana ini? Apa yang harus aku lakukan? Menggantinya?
"Mianhae. Aku tidak sengaja" Ucapku. Aku tahu, ucapan maaf sepertinya tidak cukup. Aku harus menggantinya.
"Cho Kyuhyun. Ada apa ini?" Seorang guru baru saja keluar dari ruang lab dan terkejut melihat kekacauan yang kami— oh maksudnya yang aku perbuat.
Aku bersiap mengucapkan permintaan maaf kepada guru itu sebelum pria itu mengatakannya lebih dulu.
"Maaf seonsaengnim" Ucap pria itu sambil membungkuk hormat. Oh sial, aku berdiri disini seperti orang pengecut.
"Sepulang sekolah, kau harus membereskan perpustakaan. Pastikan semuanya bersih dan rapi sebelum kau pulang nanti. Itu hukuman untukmu. Ibu tidak mau memintamu untuk menggantinya supaya kau tahu apa yang seharusnya kau dapatkan. Lain kali kau harus hati-hati Cho Kyuhyun"
"Ne, seonsaengnim" Guru itu pun meninggalkan kami. Pria itu juga mulai mengambil langkahnya.
"Tunggu!" Cegahku. Dia berbalik.
"Maaf, aku akan membantumu sepulang sekolah nanti" Ucapku. Ya benar, aku harus bertanggung jawab. Pria itu hanya diam dan kembali melangkah.
Ah rasanya benar-benar bersalah.
.
.
Aku dan pria bernama Cho Kyuhyun itu kini sedang berada di perpustakaan yang sudah sepi untuk menjalankan hukuman. Aku berkutat dengan buku-buku yang harus aku tata sesuai dengan klasifikasinya.
"Namamu Cho Kyuhyun kan? Aku Lee Sungmin, siswi kelas 1C" Sapaku. Kyuhyun hanya menoleh sekilas dan kembali pada kegiatannya.
"Seharusnya kau tidak perlu melakukan ini, maksudku—ini semua salahku. Coba kalau aku tidak berlari pasti aku tidak akan menabrakmu" Sesalku.
"Kalu begitu jangan kau ulangi lagi sebelum ada siswa lain yang bernasib sama sepertiku" Ujarnya dingin. Aku pun mengerucutkan bibirku. Well, aku seperti anak berumur 5 tahun yang sedang dinasihati untuk tidak berlarian.
Suasana hening melingkupi kami. Kami sibuk dengan kegiatan masing-masing dan tentunya aku juga sibuk dengan pikiranku sendiri. Sesekali aku melirik ke arahnya dah yah, dia tidak menoleh sedikitpun. haaahh,,, aku benci suasana seperti ini.
"Lee Sungmin" Sebuah panggilan mengejutkanku. Aku membalik kepalaku cepat dan melihat pria itu sudah berdiri tepat di belakangku.
"N—ne?" Tanyaku. Oh kenapa aku jadi gugup seperti ini? Tatapan matanya tajam dan mengintimidasi. Tapi, aku malah tertarik oleh pesona dari mata itu.
"Apa yang kau lakukan sebenarnya?" Tanyanya. Suaranya berat dan—seksi. Oh tidak, aku mulai gila sepertinya.
"A—aku sedang merapikan buku-buku ini" Jawabku sambil menunjukkan sebuah buku yang masih ada ditanganku. Dia menggenggam pergelangan tanganku dan mengangkatnya sehingga buku itu berada di depan mataku.
"Ini buku sastra. Apa kau akan mearuhnya di deretan buku-buku Kimia ini?" Tanyanya. Aku terperangah dan dengan cepat melihat buku di tanganku. Dia benar, ini buku sastra. Kyuhyun melepas genggamannya dan meneliti hasil kerjaku.
"Apa kau tidak bisa melakukannya dengan benar? Kau harus mengurutkannya sesuai kode yang ada di tepi buku. Kau bahkan tidak meletakkan sesuai klasifikasinya. Lebih baik kau duduk saja. Biarkan aku yang mengerjakannya"
"Tapi—"
"Kalau kau melanjutkannya, aku yakin ini tidak akan cepat selesai. Kau duduklah. Biarkan aku yang merapikannya. Aku lelah dan ingin cepat pulang. Arasso?" Tanpa diperintah, aku mengangguk patuh. Sesuai permintannya aku duduk dan hanya melihatnya menata ulang buku-buku yang sudah aku tata.
Kau bodoh Lee Sungmin. Tidak bisakah kau bekerja dengan benar.
Dalam keseriusannya membenahi akibat ulah kebodohanku, aku memandanginya. Dia pria yang lumayan tampan menurutku. Memang tidak bisa dikatakan tampan hanya dengan sekali lihat, maksudku— aku tidak bilang dia tampan saat aku menabraknya tadi siang. Dia pria dengan tampang biasa. Tapi saat aku melihatnya sekarang ini, dengan segala sikap dinginnya, aku merasakan bahwa dia benar-benar tampan. Jantung ini bahkan mulai berdetak lebih cepat dari pada biasanya.
Apa aku jatuh cinta pada pria itu? Pria dingin itu? Cho Kyuhyun?
.
Sungmin POV end
FLASHBACK end
.
ooOoo
.
Sungmin bangun dari tidurnya. Badannya terasa sakit karena semalaman dia tertidur di lantai bahkan dia lupa untuk mengganti seragamnya. Jejak-jejak air mata itu masih terlihat jelas di kedua pipi putihnya.
Sungmin bangkit dan rasa pusing langsung mendera kepalanya. Perlahan, dia duduk di atas tempat tidurnya. Sungmin dapat merasakan kepalanya berdenyut cepat bersamaan dengan rasa mual yang mendesak keluar.
Sungmin berlari ke kamar mandi dan memuntahkan isi perutnya di wastafel. Tapi hanya ada rasa mual, tidak ada apa-apa yang bisa dikeluarkan. Sungmin baru ingat bahwa kemarin dia hanya memakan burger untuk makan siangnya dan setelah itu tidak ada lagi makanan yang masuk ke dalam perutnya. Wajahnya pun terlihat begitu pucat.
Sungmin kembali ke tempat tidurnya dan mengambil posel dari dalam tasnya. Mengetikan beberapa kata dan dikirimnya pesan singkat itu.
To: Hyukie~
Hyuk, hari ini aku tidak masuk sekolah. Aku kurang enak badan.
sent
Apa sakitmu parah?
Sender : Hyukie~
To : Hyukie~
Tidak. Jangan khawatir. Aku hanya perlu ke dokter dan membeli obat.
Aku baik-baik saja ^^
sent
Baiklah. jaga kesehatanmu. Hari ini aku ada latihan jadi tidak bisa menjengukmu. Maaf
Sender : Hyukie~
To : Hyukie~
Aku hanya sakit biasa. Kau tenang saja. Kau tidak perlu menjengukku, latihanlah dengan serius.
sent
.
.
Sakit di kepalanya semakin menjadi, bahkan Sungmin hampir pingsan saat tiba di rumah sakit. Ya, Sungmin memutuskan untuk pergi ke rumah sakit karena rasa mual diperutnya juga tidak kunjung hilang. Setelah diperiksa, sang dokter meminta Sungmin untuk dirawat. Kondisinya benar-benar lemah dan sangat membutuhkan cairan infus. Sungmin pun mengikuti perintah dokter.
"Hari ini kau menginap di rumah sakit, mungkin besok kau sudah boleh pulang kalau kondisimu sudah pulih" Ucap seorang suster yang sedang menggantung cairan infus di tiang infusan.
"Dokter bilang, kau jangan lupa makan. Anemiamu bisa kambuh kapan saja jadi jaga kesehatanmu. Arasso?"
"Ne suster. Terima kasih"
"Oh iya, dimana orangtuamu? Suster tidak melihatnya"
Sungmin terdiam kemudian tersenyum. "Mereka sedang sibuk"
.
.
Ruang latihan itu tampak ramai seperti biasanya. Pintu terbuka dan seorang guru masuk ke dalam. Semua siswa yang berada disana langsung diam dan menghentikan segala aktivitasnya.
"Pertunjukan sekolah tinggal sebentar lagi. Ibu harapkan, hari ini kalian berlatih dengan sangat-sangat serius" Ucap sang guru.
"Ne" Jawab siswa-siswa kompak.
"Dan oh iya, hari ini teman kalian dari kelas 3E— Lee Sungmin, tidak bisa hadir karena sakit. Kita doakan semoga Sungmin cepat sembuh dan bisa tampil di acara tersebut"
'Lee Sungmin? Dia sakit?'
.
.
TBC
.
.
A/N:
Annyeong!
Maaf ya publish chap 3 nya lama.
Gapapa kan? Gapapa dong ya.
Yaudah deh chap ini sampe disini dulu. See you next chap. Semoga bisa publish lebih cepet
Daa...
.
Thanks to:
vey900128, Hyugi Lee, dessykyumin, ayu, dewi . k. tubagus, lovegood cherry, BoPeepBoPeep137, ChoHuiChan, kyuminnnnnn, kyuminalways89, Rilianda Abelira, AIDASUNGJIN, najika bunny, eunhee24, Kyurin Minnie, eunhee24, Lee minlia, Ayu Fitria II, Cho Yooae, jouley . peetz, cho minyu, sitara1083, Margareth Pumpkins, Kyu99, HeeYeon, Inna137
.
Makasih ya buat yang udah baca + review. Maaf ga bisa balesin review kalian. Nomu khamsahaeyo...
.
klik
