That's You

.

Cast :

- Kyuhyun

- Sungmin

- Another cast

.

Pairing : KyuMin

.

Disclaimer : semua cast milik Tuhan dan dirinya masing-masing

.

Rate : T

.

Warning : GS, OOC, typo dimana-mana, EYD yang tidak sesuai

.

.

Chapter 4

~HAPPY READING~

.

.

Gadis bernama Sungmin tampak menghela nafasnya sebelum memasuki pekarangan sekolah. Melangkah dengan pasti menuju kelasnya. Selama dua hari Sungmin tidak masuk sekolah dan hari ini gadis itu memutuskan untuk masuk walaupun masih terlihat sedikit pucat. Tapi, Sungmin yakin kalau dirinya akan baik-baik saja. Harus tinggal dirumah seorang diri membuatnya bosan setengah mati karena itu, lebih baik dia berangkat ke sekolah dan bertemu dengan teman-temannya yang berarti dia juga akan bertemu dengan Kyuhyun.

Sungmin menghentikan langkahnya saat melihat sosok pria yang sudah begitu banyak menyita perhatiannya—Kyuhyun— keluar dari kelasnya. Kedua mata itu saling menatap. Dengan cepat, Sungmin memutuskan kontak mata itu kemudian membungkukan kepalanya dan berjalan melewati kyuhyun yang masih berdiri di tempatnya.

Sungmin berbelok dan masuk ke dalam kelasnya. Dilihatnya Hyuk yang sudah duduk di kursinya.

"Lee Sungmin" Teriak Hyuk sambil berlari ke arah Sungmin yang masih berdiri di ambang pintu kelas.

"Kau baik-baik saja. Kau—" Ucapan Hyuk terhenti saat melihat plester pada pergelangan tangan Sungmin. "Kau— di infus?" Tanya Hyuk.

"Biarkan aku duduk dulu Hyuk" Sungmin pun berjalan ke kursinya dan mendudukan dirinya disana.

"Apa sakitmu parah?" Tanya Hyuk lagi.

"Aku hanya kelelahan dan anemiaku kambuh. Dokter menyarankanku untuk dirawat di rumah sakit, jadi ya aku ikuti saja saran dokter. Tapi sungguh hari ini aku sudah lebih baik. Jangan khawatir"

"Bagaimana mungkin aku tidak khawatir? Kau bilang kau hanya kurang enak badan, kenapa kau tidak bilang kalau kau masuk rumah sakit? Kalau tahu begitu aku bisa menemanimu"

"Gomapta Hyuk ah~. Tapi, aku baik-baik saja sekarang. Kau tidak perlu khawatir"

"Tsk~ selalu saja seperti itu" Gumam Hyuk. Sungmin hanya tersenyum mendengar gumaman sahabatnya itu. Sungmin sangat tahu Hyuk khawatir padanya. Tapi sungguh, Sungmin hanya tidak mau merepotkan orang lain.

"Hari ini kau ada latihan kan? Apa kau akan ikut?" Tanya Hyuk.

"Tentu saja. Pertunjukannya tinggal menghitung hari, Hyuk"

"Tapi—"

"Aku baik-baik saja" Potong Sungmin cepat. Hyuk hanya dapat menghela nafasnya. Sahabatnya itu memang benar-benar keras kepala.

.

.

"Ini adalah latihan terakhir kita. Besok gladi bersih dan besoknya adalah hari pertunjukan. Ibu hanya berharap kalian bisa menampilkan yang terbaik di hari Sabtu nanti. Kalian mengerti?"

"Ne" Ujar semua siswa di ruang latihan.

"Oh iya, untuk Lee Sungmin, hari ini kau tidak perlu ikut latihan. Kau duduk saja melihat teman-temanmu berlatih. Ibu juga yakin kau sudah menguasai semua gerakannya" Ujar Han seonsaengnim dan hanya dibalas anggukan oleh Sungmin.

"Dan untuk semuanya, jangan lupa undang orangtua kalian untuk datang di acara pertunjukan itu"

"Ne"

"Baiklah yang pertama dari kelas 1A, Kim Ryeowook" Ucap sang guru.

Semua siswa tampak serius memperhatikan bagaimana siswi bernama Kim Ryeowook itu bernyanyi, termasuk Sungmin yang tampak sesekali menggerakan kepalanya mengikuti alunan musik yang mengiringi lagu itu. Hari ini memang latihan terakhir, jadi para siswa hanya dituntut untuk menampilkan hasil latihannya selama ini.

Sungmin semakin tenggelam dengan lagu ballad yang dinyanyikan oleh siswi kelas 1 itu. Lagu itu entah kenapa terdengar begitu menyedihkan. Apa karena lagu itu sangat pas untuk dirinya saat ini? Rihanna – Cry.

"Gwaenchana?" Mendengar ada yang berbicara padanya, Sungmin menolehkan kepalanya kesamping kiri dan menemukan sosok kyuhyun yang kini sedang menatapnya.

Pandangan Kyuhyun beralih ke arah pergelangan tangan kanan Sungmin. "Kau baik-baik saja?" Tanya pria itu lagi. Sungmin terdiam dan hanya memandang Kyuhyun dengan tatapan polosnya.

"Tanganmu—" Sungmin tersadar dan segera menutup pergelangannya dengan tangan kirinya.

"Aku baik-baik saja. Ini—hanya bekas infus" Jawab Sungmin pelan.

Kyuhyun terlihat mengangguk sambil mengalihkan pandangannya ke arah siswi yang masih bernyayi itu. Sungmin tersenyum dan sesekali melirik Kyuhyun lewat sudut matanya.

.

.

Sungmin langsung mendudukan dirinya di kursi meja belajarnya setibanya dia di rumah. Terus memandangi pergelangan tangannya yang terplester. Seulas senyum kembali terukir di wajah cantik itu saat megingat kejadian di ruang latihan tadi. Kyuhyun menanyakan keadaannya? Oh Tuhan, itu pertama kalinya pria dingin itu peduli padanya.

Pandangan gadis itu seketika teralih ke arah ponsel yang diletakannya di atas meja. Menatap ragu sebelum akhirnya dia mengambil ponsel tersebut dan menekan satu nomer kontak. Sungmin menunggu dengan sabar hingga nada sambung itu berubah menjadi suara seorang wanita.

"Omma, hari Sabtu nanti aku akan tampil di acara pertunjukan sekolah. Bisakah Omma datang?"

"Entahlah Sungmin, Omma sedang sibuk sekali. Omma tidak bisa janji. Omma harus meeting sekarang, Min. Mianhae"

"Omma—" Belum sempat Sungmin melanjutkan ucapannya, sambungan telepon itu sudah terputus.

Sungmin menghela nafasnya dan meletakkan kembali ponsel itu ke atas meja. Sungmin sudah tahu pasti akan seperti ini. Tapi, apa salahanya mencoba kan?

.

ooOoo

.

Akhirnya hari pertunjukan itu tiba. Sungmin tampak gelisah di dalam ruang make up. Gadis itu memang sudah berlatih dengan serius dan saat gladi bersih kemarin semuanya sudah terlihat sempurna, tapi entah kenapa rasa gugup itu tidak juga hilang. Berkali-kali Sungmin berdoa sambil menunggu gilirannya untuk tampil.

Rasa gugup itu terus menguasainya, Sungmin pun memutuskan untuk keluar dari ruang make up menuju back stage. Mungkin dengan melihat penampilan teman-temannya, rasa gugup itu bisa sedikit menghilang. Pikirnya.

Dari tempatnya berdiri saat ini, Sungmin bisa melihat siapa yang sedang tampil di atas panggung. Matanya mulai memanas saat tahu Kyuhyun dan Seohyun yang berada disana. Mereka berdua terlihat begitu mesra, suara keduanya menyatu dengan begitu apik. Siapapun yang melihatnya pasti berpikir bahwa Kyuhyun dan Seohyun memang cocok.

Tanpa sadar, lagu yang dinyanyikan mereka berdua sudah berakhir. Tepukan tangan mulai terdengar bersamaan dengan padamnya lampu stage. Dengan cepat Sungmin menjauh dari tempatnya berdiri sebelum Kyuhyun dan Seohyun sampai di back stage.

Dapat dilihatnya Kyuhyun dan Seohyun saling mengenggam tangan satu sama lain sambil menuruni stage, senyum mengembang diwajah keduanya saat melihat keluarga mereka sudah menunggu di belakang stage.

"Oppa hebat" Sungmin dapat mendengar ucapan Taemin walaupun terdengar begitu samar.

Taemin terlihat memeluk Kyuhyun, begitu juga dengan Tuan dan Nyona Cho secara bergantian. Sungguh Sungmin sangat iri dengan kedekatan keluarga yang berdiri jauh di depannya itu. Tidak berbeda dengan Kyuhyun, keluarga Seohyun juga tampak bangga dengan penampilan putrinya.

Sungmin memutar tubuhnya berniat kembali ke ruang make up sebelum air mata itu mengalir dan merusak semua make up-nya.

"Lee Sungmin?" Panggilan Han Seonsaengnim membuat Sungmin berhenti.

"Apa orangtuamu tidak datang?" Tanya Han seonsaengnim.

"Entahlah. Aku akan menghubunginya lagi" Jawab Sungmin. Sang guru tampak menganggukan kepalanya dan mulai berjalan pergi.

Sungmin menatap ponsel ditangannya dan memutuskan untuk menghubungi Ibunya. Gadis itu terus menunggu hingga telepon itu tersambung, tapi hanya suara sang operator yang terdengar pada akhirnya. Tidak menyerah, Sungmin terus me-redial nomer yang sama berkali-kali. Tapi, tetap saja sang ibu tidak menjawab panggilannya.

Sungmin memandang frustasi ke arah ponselnya dan tidak menyadari bahwa seorang pria sudah masuk ke dalam ruangan itu dan menyaksikan semua yang dilakukannya. Sungmin tersentak saat mengetahui Kyuhyun sedang berdiri sambil melihat ke arahnya.

"Kyuhyun ah~"

"Kau baik-baik saja?" Tanya Kyuhyun dan Sungmin hanya menjawab dengan anggukan.

"Penampilanmu tadi benar-benar bagus" Puji Sungmin, sedikit mencoba untuk memecah keheningan yang tiba-tiba melingkupi keduanya.

"Terima kasih"

"Lee Sungmin! Cepatlah bersiap. Sebentar lagi giliranmu" Ujar Han sonsaengnim yang berdiri di ambang pintu.

"Ne" Sungmin pun meletakkan ponselnya di atas meja rias dan segera menyusul Han seonsaengnim.

Kyuhyun masih terdiam di tempatnya. Entah kenapa dia merasa Sungmin sangat berbeda akhir-akhir ini. Bagaimana bisa gadis itu begitu canggung berada di dekatnya? Apa ini ada hubungannya dengan Seohyun? Duganya.

Kyuhyun tertawa kecil menyadari betapa bodohnya pemikiran itu. Pria itu pun berjalan menuju meja rias untuk membersihkan wajahnya.

.

Drtt... drtt...

Ponsel di atas meja itu bergetar. Kyuhyun tahu ponsel itu milik Sungmin. kyuhyun mencoba untuk menghiraukan panggilan itu, tapi ponsel itu terus saja bergetar. Dengan terpaksa, Kyuhyun pun mengambil ponsel itu dan melihat ID caller yang tertera pada layar.

Omma

Setidaknya menjawab bahwa Sungmin saat ini sedang tampil tidak buruk juga. Dari pada Ibunya terus menghubunginya dan menghawatirkan Sungmin. Pikiran itulah yang membuat Kyuhyun akhirnya memilih untuk menjawab telepon itu.

"Yeobse—" Belum selesai Kyuhyun mengucapkan kata itu, sang penelepon sudah memberondonginya dengan kalimat-kalimat tanpa jeda, membuat Kyuhyun terpaku ditempatnya dan memutuskan untuk terus mendengarkan semua yang diucapkan oleh orang yang berada di seberang line teleponnya tersebut.

Ponsel itu diletakannya kembali ke atas meja setelah sang penelepon memutuskan sambungan teleponnya secara sepihak bahkan penelepon itu tidak memberikan kesempatan pada Kyuhyun untuk bicara sedikitpun.

.

.

Sungmin mulai menggerakan tubuhnya sesuai dengan irama lagu yang menguar ke seluruh ruangan. Para penonton dibuat terpana dengan kemampuan dance Sungmin. Gadis itu mampu menari secara elegan dan seksi disaat yang bersamaan. Liukan lentur tubuhnya juga begitu menawan dan natural.

Tepukan tangan terdengar begitu gemuruh saat Sungmin menyelesaikan tariannya. Gadis itu melempar senyum ke arah penonton sampai stage itu berubah gelap. Dengan perasaan lega, Sungmin menuruni panggung dan sang guru langsung menghambur untuk memeluknya.

"Panampilanmu yang terbaik Lee Sungmin. Sayang sekali orangtuamu tidak bisa melihat penampilanmu ini" Ucap sang guru.

"Terima kasih, Han seonsaengnim"

"kau benar-benar berbakat. Sekarang kau istirahatlah" Sungmin pun mulai undur diri. Langkah kakinya terhenti saat melihat Kyuhyun berdiri tidak jauh di depannya.

"Penampilanmu juga sangat baik" Ucap Kyuhyun sebelum akhirnya pria itu pergi menjauh dari hadapan Sungmin.

Sungmin menaikan sudut bibirnya membentuk sebuah senyuman tipis. Dia tidak menyangka Kyuhyun akan mengatakan itu padanya. Bukankah kalimat tadi termasuk bentuk pujian? Iya, kan?

.

.

Saat ini jam sudah menunujukan pukul 23.30, hampir tengah malam. Sebagian besar orang pun sudah berada di atas tempat tidur mereka. Tapi sepertinya hal itu tidak berlaku bagi kakak beradik keluarga Cho. Mereka terlihat masih duduk santai di depan televisi.

Kyuhyun menatap lurus ke arah layar, terlihat fokus. Tapi hei, lihatlah lebih teliti lagi... tatapan itu kosong dan jauh dari kata fokus. Ya, siapa yang menyangka bahwa pikirannya kini sedang mengelana jauh entah kemana. Tiba-tiba saja banyak hal yang menganggu pikirannya.

Diliriknya Taemin yang masih asik menyaksikan acara televisi sambil sesekali memasukkan snack ditangannya ke dalam mulut.

"Taemin ah~" Panggil Kyuhyun.

"Hmmm?" Hanya sebuah gumaman yang meluncur dari mulut penuh snack itu.

"Apa kau pernah bertemu dengan orangtua Sungmin?" Sebuah pertanyaan random meluncur begitu saja dari bibir tebal milik Kyuhyun.

"Wae?" Tanya Taemin tanpa mengalihkan pandangannya dari layar.

"Hanya bertanya" Jawab Kyuhyun. Taemin pun menloleh ke arah sang kakak sambil menaikkan alisnya. Sedikit bingung kenapa sang kakak tiba-tiba bertanya hal itu padanya.

"Hmm... Sudah dua kali aku menginap disana, tapi aku belum pernah bertemu dengan orangtua Sungmin onni"

"Kau tidak pernah bertanya pada Sungmin?"

"Tentu saja pernah"

"Lalu?"

"Sungmin onni akan menjawab kalau orangtuanya saat ini sedang di luar negeri"

"Begitukah" Gumam Kyuhyun.

.

ooOoo

.

Cuaca hari ini begitu cerah seperti hari-hari kemarin. Awan putih tampak menggumpal di udara dan bergerak secara perlahan. Memandangi awan yang kadang berubah bentuk itu memang menarik tapi, tidak saat jam pelajaran berlangsung seperti yang sedang dilakukan opleh pria jenius bernama Cho kyuhyun saat ini. Untuk pertama kalinya pria itu mengabaikan sang guru yang sedang memberikan materi di depan kelas.

Bel istirahat sudah berbunyi tapi Kyuhyun tampak enggan beranjak dari tempatnya. Seorang wanita cantik mendekati meja kyuhyun dan langsung duduk disebelah pemuda itu. Kyuhyun menoleh dan tersenyum saat melihat siapa yang duduk disampingnya.

"Kyuhyun ah~, kau tidak pergi ke kantin?" Tanya wanita itu.

"Ani. Apa kau mau aku temani ke kantin?" Tanya Kyuhyun. Wanita itu tampak menggelengkan kepalanya.

Reflek, tangan Kyuhyun terangkat untuk mengacak rambut wanita itu pelan. Sang wanita itu tampak mengerucutkan bibirnya sebal dan merapikan rambutnya kembali.

"Seo Joohyun! Kau dipanggil Park seonsaengnim di perpustakaan" Teriak salah seorang siswa. Keduanya pun menoleh secara bersamaan.

"Huh... Aku lupa kalau istirahat ini, aku harus ikut belajar tambahan di perpustakaan. Aku pergi dulu. Annyeong"

"Ne"

Merasa bosan, Kyuhyun pun keluar dari kelasnya. Setidaknya membeli sekaleng soda tidak ada salahnya. Pikirnya.

Dengan tangan dimasukkan ke dalam saku celananya, Kyuhyun berjalan santai di sepanjang koridor. Matanya menyipit saat melihat seorang guru keluar dari sebuah kelas diikuti dengan seorang siswi di belakangnya.

Bukannya pergi ke kantin alih-alih Kyuhyun malah berjalan mengikuti siswi itu hingga sampai di ruang guru. Menyandarkan tubuhnya pada dinding dan mencoba untuk mencari tahu apa yang dilakukan wanita itu di dalam sana.

.

.

"Duduklah, Lee Sungmin" Kim seonsaengnim selaku wali kelas Sungmin mempersilahkan siswinya untuk duduk.

"Lee Sungmin, kau pasti sudah tahu kenapa Ibu memanggilmu?" Tanya sang guru.

"Ne, Kim seonsaengnim"

"Semua orangtua siswa sudah datang memenuhi penggilan Ibu. Lalu kapan orangtuamu bersedia untuk datang, Sungmin? ibu harus memberikan evaluasi belajarmu pada orangtuamu karena sebentar lagi kau akan ujian"

"Maaf seonsaengnim" Sungmin terlihat menundukan kepalanya.

"Ibu tahu, orangtuamu sangat sibuk. Setidaknya kau bisa mengundang walimu untuk menggantikan orangtuamu. Kau bisa kan?"

"Saya akan menghubungi orangtua saya, seonsaengnim"

"Baiklah. Sekarang kau bisa kembali" Sungmin berdiri dan membungkuk hormat sebelum melangkah pergi.

Dibukanya pintu ruangan itu kemudian menutupnya pelan. Bersandar sejenak sebelum gadis itu memutuskan untuk pergi ke suatu tempat.

.

.

Taman belakang sekolah adalah tempat yang paling sepi karena kebanyakan siswa lebih memilih berada di kantin atau berdiam di kelasnya saat jam istirahat. Tapi karena suasananya yang tenang, Sungmin memilih untuk pergi ke tempat ini.

Sambil duduk dibangku taman, Sungmin menatap ponsel yang kini berada di genggamannya. Tangannya bergerak lincah mencari satu kontak pada layar ponselnya. Tampak ragu namun kemudian menekan nomer itu dan mendekatkan ponsel itu ke telingnya.

'Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif atau berada di luar area. Coba beberapa saat lagi. BIP'

Berkali-kali Sungmin menghubungi nomer itu tapi tetap sama. Semuanya sia-sia saat suara operator lah yang kembali terdengar.

Dengan frustasi, Sungmin menekan nomer itu kasar dan akhirnya menyerah. Berkali kali pun dia mencoba, telepon itu tidak akan dijawab.

"Lee Sungmin?" Panggilan seseorang membuat gadis itu tersentak, lebih terkejut lagi saat tahu siapa yang memanggilnya.

"Cho Kyuhyun?"

Seseorang yang ternyata Kyuhyun itu mulai berjalan mendekat ke arah Sungmin dan dengan santai duduk di samping gadis itu. Sungmin masih terdiam bahkan matanya tidak berkedip.

"Ada yang ingin aku katakan padamu" Ujar Kyuhyun. Sungmin seakan tersadar dan langsung mengalihkan pandangannya dari Kyuhyun.

"Apa?"

"Kemarin—saat kau tampil. Ibumu meneleponmu dan aku mengangkatnya. Aku pikir mungkin Ibumu akan khawatir kalau kau tidak menjawab teleponnya"

"Lalu apa yang dia katakan padamu?"

"Ibumu bilang—"

.

FLASHBACK

Kyuhyun POV

.

Getaran ponsel itu begitu mengganggu . Aku pun penasaran dan mengambil ponsel itu untuk sekedar melihat ID si penelepon.

Omma

Mungkin telepon ini penting. Kalau aku menjawab panggilan itu dan bilang bahwa Sungmin sedang tidak ada disini, sepertinya bukan hal yang buruk. Baiklah, aku akan menjawabnya.

"Yeobse—"

"Lee Sungmin, omma sudah katakan padamu untuk tidak terus-terusan menghubungi omma. Omma sedang sibuk sekarang. Dan untuk pertunjukanmu, omma tidak bisa datang. Terlalu banyak pekerjaan yang harus omma selesaikan. Hubungi appa mu kalau kau ada keperluan. Untuk beberapa bulan ke depan jangan hubungi omma. Omma akan transfer uang untukmu setiap bulannya. Mianhae. Jadilah anak baik, Lee Sungmin"

Apa? Apa yang dikatakan Ibunya barusan?

Sederet kalimat panjang tanpa jeda itu sudah membuatku kehilangan kata-kata. Ya Tuhan, apa yang menelepon tadi benar-benar Ibunya Sungmin?

Aku terdiam, masih sedikit terkejut. Bagaimana bisa seorang Ibu lebih mementingkan pekerjaan dibanding anaknya?

Kehidupan seperti apa yang kau jalani selama ini, Lee Sungmin?

.

Kyuhyun POV end

FLASHBACK end

.

"Jadi begitu— pantas saja Omma me-non-aktifkan ponselnya"

"Maaf, aku sudah lancang menjawab telepon dari Ibumu"

"Tidak apa-apa"

"Sungmin ah— kalau kau butuh teman bicara, kau bisa datang padaku kapan saja. Sepertinya itu yang kau butuhkan untuk saat ini" Ucap Kyuhyun ragu.

"Gomapta" Lirih Sungmin.

"Baiklah, aku akan pergi" Kyuhyun mulai bangkit dari duduknya dan mulai melangkah menjauh dari kursi taman itu.

"Kyuhyun ah~" Panggil Sungmin. Kyuhyun berhenti dan membalikan tubuhnya. "Apa kau mau— mendengar ceritaku?" Sungmin tampak ragu, terlebih lagi dia harus menahan air mata yang mulai mendesak keluar.

Kyuhyun terlihat melangkahkan kakinya mendekati Sungmin dan kembali mendudukan dirinya di samping gadis itu.

.

.

TBC

.

.

A/N:

Pendek ya? Maaf ya, sengaja emang di-cut sampe sini.

Banyak yang nebak-nebak dan bertanya-tanya. Jawabannya masih disimpen, semoga kejawab di chap chap selanjutnya.

Sampai disini ya chapter 4 nya. See you next chap

Typo(s) harap dimaklumi ya teman-teman

Bye...

.

Thanks to:

kyumin07, sitara1083, Margareth Pumpkins, CkhLsm, Cho Kyuri Mappanyukki, kim ryeosa wardhani, sholania . dinara, hyuknie, kyuminnnnnn, AIDASUNGJIN, chabluebilubilu, vey900128, ChoHuiChan, dessykyumin, Lee minlia, is0live89, lia, kyuuuming, Hyugi Lee, leefairy, lovegood cherry, BoPeepBoPeep137, Kyurin Minnie, Inna137, rima kyumin, jouley . peetz, najika bunny, Kyu99, and guest

.

Thank you so so much for all reader and reviewer

Please,

klik