That's You

.

Cast :

- Kyuhyun

- Sungmin

- Another cast

.

Pairing : KyuMin

.

Disclaimer : semua cast milik Tuhan dan dirinya masing-masing

.

Rate : T

.

Warning : GS, OOC, typo dimana-mana, EYD yang tidak sesuai

.

.

Chapter 7

~HAPPY READING~

.

.

Layar laptop tampak meyala di sebuah ruangan. Sungmin—nama gadis yang kini sedang duduk menghadap laptop tampak memejamkan matanya erat serta menautkan jemari tangannya yang bergetar. Bibirnya bergerak menggumamkan kalimat-kalimat doa sebelum akhirnya gadis itu berani untuk membuka kedua matanya.

.

1...2...3...

.

Matanya membulat saat membaca tulisan yang tertera pada layar laptopnya. Untuk bebrapa saat Sungmin terdiam, tatapan mata itu berubah kosong. Tangannya tak lagi bergetar hanya saja kini titik-titik kristal bening mulai berkumpul dipelupuk matanya.

.

Drtt... Drtt...

.

Ponsel yang diletakannya persis disamping laptop itu bergetar. Diliriknya sekilas sebelum akhirnya dia mengambil ponsel itu.

"Min? Bagaimana hasilnya?" Belum sempat Sungmin menyapa, orang diseberang line teleponnya sudah lebih dulu bertanya setengah berteriak. Sungmin hanya terdiam tak menjawab. Air mata yang berusaha dihalaunya kini jatuh tanpa segan-segan. Sungmin mulai menangis.

"Min? Kau baik-baik saja?" Nada bicara orang itu kini berubah khawatir.

"Hyuk... Hyuk... aku—"

"Bicaralah Sungmin" Tuntut Hyuk

"Aku—aku lulus, hyuk" Tangisan itu— tangisan bahagia, hyuk tahu itu.

"SELAMAT! Aku bahagia, Min. Akhirnya kita lulus"

Lulus. Ya satu kata itulah yang dinantikan oleh semua siswa diseluruh dunia. Hasil kerja keras selama menuntut ilmu bertahun-tahun rasanya terbayarkan dengan satu kata lulus yang kini terpampang jelas dibawah namanya. Sungmin begitu lega dan bahagia. Lulus mungkin sesuatu yang masih 'abu-abu' bagi Sungmin sebelumnya. Apalagi saat dia sadar jika selama 3 tahun ini dia selalu berada diperingkat bawah. Tapi berkat bantuan Kyuhyun... semuanya menjadi mungkin.

Kyuhyun. satu nama kini terlintas dikepalanya. Dia harus mengucapkan terima kasih pada Kyuhyun. Pria itu sudah banyak membantunya beberapa bulan terakhir ini.

"Hyuk, bisa kita lanjutkan nanti? Aku ingin menghubungi Kyuhyun. aku ingin berterima kasih padanya"

"Oh oke. Tapi kita harus mengadakan pesta perayaan. Oke?"

"Ne. Anyyeong"

Setelah sambungan teleponnya dengan Hyuk terputus. Dengan lincah tangannya menggeser satu-persatu kontak di ponsel layar sentuhnya.

Nada sambung itu mulai terdengar. Lama Sungmin menunggu, tapi si pemilik nomer itu tak kunjung menjawab. Hampir saja Sungmin memutus line teleponnya sebelum sebuah suara terdengar , menggantikan nada sambung yang begitu membosankan.

"Yeobseyo"

"Kyuhyun ah?"

"Ne?"

"Aku ingin mengucapkan terima kasih padamu. Karena bantuanmu, aku bisa lulus. Dan— kalau kau ada waktu, aku juga ingin mentraktirmu. Apa kau bisa?"

"Baiklah. Tapi waktu dan tempat aku yang tentukan. Bagaimana?"

"Eh? Baiklah, aku tidak keberatan dengan itu"

"Kalau begitu, tunggu aku menghubungimu. Dan selamat untuk kelulusanmu" Setelah mengucapkan kalimat itu, Kyuhyun menutup teleponnya.

Sungmin masih terdiam ditempatnya dan tersenyum tanpa sadar.

.

ooOoo

.

Seperti yang dikatakan Kyuhyun, waktu dan tempat dia yang menentukan dan benar saja pria itu menghubungi Sungmin hari ini sekitar pukul 8 pagi tadi dan meminta gadis itu untuk segera bersiap. Dengan mata yang belum terbuka sempurna, Sungmin melesak ke kamar mandi.

Sekitar setengah jam kemudian Sungmin sudah bersiap dengan mengenakan pakaian yang diambilnya asal serta dandanan tipis hanya agar terlihat lebih segar. Tanpa membuang waktu, gadis itu segera berlari keluar dan... wow ... ternyata Kyuhyun sudah berdiri di depan gedung apartemennya.

"Apa kau sudah menunggu lama?" Tanya Sungmin.

"Menrutmu? Sudah lekaslah kita berangkat" Kyuhyun mulai melangkah lebih dulu.

"Sebenarnya kita mau kemana?" Tanya Sungmin lagi tapi bahkan orang yang ditanya tidak menggubris sama sekali dan tetap berjalan menuju halte bis.

Sungmin begitu penasaran. Untuk apa pergi sepagi ini? dan sebenarnya Kyuhyun ingin mengajaknya kemana?

Bis itu datang. Kyuhyun pun masuk disusul Sungmin dibelakangnya.

"Duduk disana" Kyuhyun menyuruh Sungmin untuk duduk dibangku dekat jendela sedangkan Kyuhyun mengambil duduk di bangku sebelahnya. Dan perlu kalian tahu, ini pertama kalinya mereka duduk bersebelahan di dalam bis.

"Kyuhyun ah~, sebenarnya kau ingin ditraktir dimana?" Bisik Sungmin.

"Tempat aku yang menentukan jadi kau hanya mengikuti saja. Apa kau ingin menarik kembali ucapan terimakasihmu itu? Ini belum jauh jadi kalau kau keberatan kita masih bisa membatalkannya"

"A—aniyo. Aku tidak keberatan sama sekali"

"Kalau begitu duduklah dengan tenang"

Setelah bis berhenti, mereka melanjutkan perjalanan menggunakan kereta bawah tanah. Sungmin semakin bingung kemana sebenarnya mereka akan pergi?

Sungmin sedikit melirik pria yang duduk disebelahnya. Tampak tenang seperti biasa. Kereta melaju cepat, banyak orang berlalu lalang keluar masuk saat kereta berhenti di stasiun. Tapi Kyuhyun belum ada tanda-tanda untuk mengajaknya turun.

Dan setelah menunggu, akhirnya kyuhyun berdiri dan menyuruh Sungmin untuk bersiap. Kereta itu akhirnya berhenti dan mereka pun turun.

.

.

Chebu-dong, Jongro-gu,Seoul

.

Pandangan Sungmin mengedar ke seluruh sudut restoran. Restoran bertuliskan 'Tosokchon' itu tampak sederhana dan ramai oleh pengunjung. Sungmin sempat ragu jika Kyuhyun mengajaknya makan disini, maksudnya— dia pikir Kyuhyun akan meminta ditraktir di restoran mewah. Tapi Sungmin sadar Kyuhyun bukan orang yang menyukai kemewahan.

"Kyu, kenapa kita harus pergi sejauh ini kalau kau hanya ingin makan samgyetang?" Tanya Sungmin. oh ayolah, ini hanya restoran samgyetang. Banyak restoran semacam ini di dekat tempat tinggal mereka bahkan tepat di depan sekolahnya juga ada restoran samgyetang.

"Ini restoran samgyetang yang paling enak. Apa kau tidak bisa lihat banyaknya pengunjung yang datang kesini?"

Pandangan Sungmin kembali mengedar. 'Iya memang banyak sekali yang datang. Tapi tidak harus berangkat sepagi ini kan?' Batin Sungmin.

"Semakin siang maka restoran ini akan semakin ramai" Sungmin tersentak mendengar ucapan Kyuhyun. Dia sangat yakin bahwa pertanyaannya tadi hanya terlontar di dalam hati, tapi kenapa Kyuhyun bisa tahu?

"Ini pesanan kalian" Seorang pelayan meletakkan dua mangkuk besar samgyetang beserta perlengkapan lainnya.

"Silahkan dinikmati" Ucapan pelayan itu lagi sebelum undur diri.

Asap yang mengepul di atas mangkuk begitu menarik Sungmin untuk segera mencicipinya. Diambilnya sendok dan mengisinya penuh.

Slurpp...

Rasa samgyetang itu mulai terasa dilidahnya. Benar... Kyuhyun benar... ini memang lezat, berbeda dengan yang biasanya dia makan.

"Bagaimana?"

"Kau benar. Ini enak, Kyu"

.

.

Dua mangkuk besar samgyetang itu sudah kosong. Mereka pun tampak duduk bersantai untuk menrtralisir perut mereka yang terasa penuh dan sesak karena kenyang.

"Mumpung kita ada disini, bagaimana kalau kita berjalan-jalan disekitar sini?" Ajak Kyuhyun. Dan ini juga pertama kalinya Kyuhyun mengajaknya berjalan-jalan.

"Boleh juga"

Setelah Sungmin membayar makanan yang baru saja disantap, mereka pun segera keluar. Berjalan berdampingan disepanjang toko-toko yang berjejer dipinggir jalan.

"Apa kau tahu daerah sini?" Tanya Sungmin.

"Tidak" Jawaban singkat Kyuhyun membuat Sungmin menaikan alisnya. Jika Kyuhyun tidak tahu daerah ini dengan baik, kenapa dia mengajak Sungmin berjalan-jalan?

"Ikuti saja jalan ini, mungkin ada sesuatu yang menarik" Ucapan absurd macam itu? Sungmin tidak menduga bahwa Kyuhyun mau membuang waktunya hanya untuk berjalan-jalan seperti ini.

Lama mereka berjalan mengitari pertokoan. Dan akhirnya mereka memasuki satu-satunya toko barang antik disana. Dari luar, toko itu terlihat menarik untuk dikunjungi, banyak turis barat yang juga mendatangi toko itu.

"Waaa... yang ini cantik" Ucap Sungmin saat pendangannya menemukan kotak musik berwarna coklat kayu. Alunan musik klasik menguar saat Sungmin membukanya.

"Kau ingin membelinya, nona?" Tanya seseorang dibelakang Sungmin.

"A—aniyo Ajhusi. Aku tidak membawa uang banyak" Jawab Sungmin. Oh siapa yang tidak tahu kalau harga barang-barang antik seperti ini tidaklah murah.

Sungmin pun segera pergi mencari Kyuhyun yang sedang asik melihat-lihat pemutar piringan hitam.

"Kyu, lebih baik kita keluar dari sini" Bisik Sungmin.

"Wae?"

"Ahjusi pemilik toko memperhatikan kita terus. Kita tidak mungkin membeli apa-apa disini. Jadi lebih baik kita pergi"

Kyuhyun pun menoleh ke arah seorang pria paruh baya yang ternyata sedang memandang ke arahnya. Dengan perasaan canggung, mereka pun keluar dari toko.

"Huh, kenapa orangtua itu harus memandangi kita seperti tadi?" Gerutu Sungmin.

"Kau ingin makan itu?"

"Eoh?" Sungmin menoleh cepat ke arah Kyuhyun dan langsung mengikuti arah pandangan pria itu. sebuah kedai kecil penjual ttokkbeokki. Oke, sepertinya ini bukan waktu yang aneh kalau dia makan cemilan. Ini sudah hampir sore dan terakhir dirinya makan sebelum jam makan siang tadi.

"Hmm, sepertinya boleh juga"

Mereka pun akhirnya memasuki tenda kedai ttokkbeokki itu dan langsung duduk dibangku panjang. Hanya ada mereka disana dan satu orang wanita berkuncir. Wanita itu tampak biasa, tapi yang membuat Sungmin terus melirik ke arah wanita itu adalah karena pandangan wanita itu tidak putus dari Kyuhyun sedari mereka masuk tadi.

"Ahjuma, pesan ttokkbeokki 2 mangkuk" Ucap Kyuhyun.

Sungmin pun mengalihkan pandangannya dari wanita asing itu. Suara benturan sumpit dan mangkuk yang begitu nyaring membuat Sungmin dan Kyuhyun menoleh. Wanita itu tampak panik dan setelah membayar pesanannya, dia pergi dengan tergesa.

"Aneh sekali. Ada apa dengan wanita itu?" Gumam Sungmin.

"Ini pesanannya" Ucap sang penjual.

"Ne. Khamsahamnida"

.

Drtt... drtt...

.

Ponsel di dalam tas mungil Sungmin bergetar. Dengan cepat gadis itu mengambilnya dan menjawab panggilannya.

"Yeobseyo"

"..."

"Ah Siwon ah~.. mianhae, hari ini aku tidak bisa. Bagaimana kalau besok atau lusa?"

"..."

"Ne"

"..."

"Annyeong" Sungmin menaruh kembali ponselnya.

"Ehem.. ehem.." Dehaman Kyuhyun membuat Sungmin menoleh ke arahnya.

"Kau kenapa?"

"Tidak. Hanya tersedak sedikit. Apa Siwon yang baru saja meneloponmu?" Kyuhyun sedikit merutuki dirinya. Oh untuk apa sekarang dia jadi suka mencampuri urusan orang lain?

"Ne"

"Apa dia ingin mengajakmu pergi?" Kyuhyun sedikit terkejut dengan pertanyaannya sendiri. 'Ah apalagi ini, Cho Kyuhyun?' Jeritnya dalam hati.

"Ya. Kami berencana untuk membuat pesta kecil bersama Hyuk dan Donghae juga. Apa kau ingin ikut?"

"Tidak. Aku punya acara sendiri" Sungmin tampak mengangguk. Ya tentu saja Kyuhyun sudah punya acara sendiri pastinya bersama dengan Seohyun kekasihnya.

.

.

Langit sudah menggelap saat mereka turun dari kereta bawah tanah menuju halte bis. Tidak terasa jika mereka akan pergi hingga malam seperti ini. Lelah memang tapi, jujur ini sangat menyenangkan bagi Sungmin.

Bis itu datang. Mereka pun segera masuk dan duduk. Sungmin tampak menguap sesekali bahkan matanya kadang terpejam tanpa sadar.

'Aku benar-benar mengantuk' Batin Sungmin. Tanpa diperintah mata itu pun terpejam.

Kyuhyun menyadari bahwa gadis disebelahnya tertidur. Berkali-kali kepala gadis itu membentur pelan kaca jendela dan kemudian menegakkannya kembali. Dan lagi... kepala gadis itu mulai terhuyung ke samping. Namun, belum sempat kepala itu terbentur kaca, sebuah tangan sudah menahannya dan menyangganya.

Gadis itu— Sungmin, tampak tertidur pulas dan Kyuhyun tersenyum tanpa sadar.

Bis itu terus berjalan dan berhenti di halte dekat rumah Sungmin. kyuhyun tampak tidak tega membangunkan Sungmin yang masih tertidur. Tapi mau bagaimana lagi? mengangkatnya? Tentu saja itu tidak mungkin.

Kyuhyun menepuk pundak Sungmin pelan. Gadis itu mulai membuka kedua matanya dan tampak sedikit linglung saat terbangun.

"Apa aku tertidur?"

"Ya. Dan sekarang kita sudah sampai. Bangunlah!"

Sungmin bangkit dari duduknya dan segera keluar dari bis mengikuti Kyuhyun.

"Maaf kalau aku tertidur. Terima kasih sudah mengajakku jalan-jalan dan mentraktirku ttokkbeokki" Ucap Sungmin. kyuhyun mengangguk dan tersenyum singkat.

"Masuklah dan lanjutkan tidurmu"

"Ne. Annyeong!"

.

ooOoo

.

Hari wisuda sebentar lagi. Tidak banyak yang datang ke sekolah kecuali anggota osis dan beberapa panitia untuk acara pelepasan tersebut.

Karena ajakan Siwon, Sungmin datang ke sekolah untuk membantu. Sungmin memang bukan anggota osis dan apa salahnya membantu. Dan untuk Siwon— dia adalah mantan ketua osis, tentu saja dia akan turut membantu.

Hall yang akan digunakan untuk acara sudah dipenuhi oleh siswa-siswa yang kini tampak sibuk. Banyak siswa dari kelas 3A yang datang, ada Seohyun dan juga— Kyuhyun.

Sebenarnya persiapan perayaan wisuda semua sudah diatur oleh sekolah. Namun, pihak osis berencana membuat sesuatu yang sedikit berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Membuat sebuah tempat khusus untuk berfoto. Kenangan yang manis bukankan harus diabadikan, benar kan?

Mereka semua tampak sibuk dengan kegiatannya masing-masing. Begitu juga dengan Sungmin yang kini terlihat sedang sibuk menempel beberapa ornamen dan menggabungkannya menjadi satu.

"Akhirnya bagian yang ini selesai juga" Gumam Sungmin. matanya berbinar takjub melihat hasil kerjanya sendiri.

"Sungmin ssi, bisa kau bantu mereka menggunting?" Tanya seseorang.

"Ne. Tapi aku harus mencuci tanganku dulu. Ini begitu lengket" Ucap Sungmin sambil memperlihatlan tangannya yang penuh dengan lem. Orang itu mengangguk mengerti.

Sungmin berjalan menuju toilet. Tangannya mulai mendorong pintu yang tidak tertutup rapat itu sebelum akhirnya dia memilih berhenti. Dia berdiri diam di depan pintu dan mendengarkan ucapan-ucapan yang masih bisa didengarnya dari tempatnya saat ini.

"Lee Sungmin. Dia benar-benar pintar memanfaatkan situasi. Aku tidak tahu apa yang membuat Kyuhyun tertipu dengan wajah polosnya"

"Kenapa kau bilang seperti itu?"

"Seo, kau pasti ingat bagaimana Kyuhyun membenci Sungmin yang selalu mendekatinya. Dan sekarang, dia menggunakan Siwon sebagai tameng dan perlahan mendekati Kyuhyun kembali. Apa kau tidak menyadarinya?"

"Aku yakin, Sungmin tidak seperti itu"

"Seohyun sayang, bagaimanapun gadis itu pernah mencintai Kyuhyunmu. Bukan hal yang mustahil perasaan itu masih ada. Kedekatan dia dengan Siwon pasti hanya rencananya saja. Dia benar-benar licik. Kau harus berhati-hati"

"Terserah padamu. Sudahlah sebaiknya kita kembali"

Sungmin tersadar dua orang itu mulai berjalan keluar dari toilet. Dengan cepat dia pun menyembunyikan tubuhnya merapat pada dinding. Pandagannya mengabur saat melihat punggung dua orang yang baru saja membicarakannya mulai menjauh.

Sungmin berdiri di depan wastafel dan menangis. Kedua tangannya menutupi seluruh wajahnya dan tubuhnya bergetar.

'Aku tahu, perasaanku memang belum hilang. Tapi, aku tidak pernah menggunakan cara licik untuk mengambil Kyuhyun. Kenapa mereka berpikir seperti itu padaku?'

.

.

Sungmin memilih kembali ke dalam hall setelah membersihkan wajahnya dari air mata yang keluar tanpa henti. Sedikit menghela nafasnya sebelum benar-benar masuk. Dilihatnya dua orang yang tadi membicarakannya.

'Tidak— mereka mengatalan itu karena mereka tidak tahu apa-apa. Kau harus semangat Lee Sungmin' Batinnya.

Perlahan, Sungmin melangkah menuju Seohyun yang sedang sibuk mengerjakan sesuatu.

"Seohyun ssi~, bisa aku pinjam gunting itu?" Tanya Sungmin. seohyum menoleh dan langsung mengambil gunting didekatnya dan memberikannya pada Sungmin. Seseorang menubruk tubuh Seohyun tepat sesaat ujung gunting itu berhasil digenggam oleh Sungmin dan—

.

Sret

Trak

.

Gunting itu terjatuh dilantai beserta darah yang mulai mengalir dari telapak tangan Sungmin.

"Yatuhan, Sungmin" Seohyun panik saat melihat darah merembes keluar dari tangan Sungmin.

Semua orang secara serempak menoleh ke arah Sungmin yang kini sedang meringis sambil memegangi pergelangan tangan kanannya.

"Sungmin ssi~, aku—aku—" Belum sempat Seohyun membantu Sungmin, seseorang sudah lebih dulu menarik Sungmin keluar.

.

.

Mereka setengah berlari menuju UKS. Membuka pintu itu dengan tergesa dan segera mengambil kotak obat. Ini hari libur, tentu saja tidak ada dokter yang berjaga dan untungnya UKS ini tidak terkunci.

Orang itu mendudukan Sungmin di atas tempat tidur pasien. Membuka kotak obat dengan cepat dan mengambil botol alkohol. Mengoleskannya ke tangan Sungmin, dan itu sukses membuat Sungmin meringis karena perih.

Setelah alkohol, kini obat antiseptik yang dioleskan ke tangannya. Sungmin terdiam melihat wajah orang itu begitu serius mengobati lukanya. Panik? Khawatir? Entahlah.

Kini orang itu mulai membalut telapak tangannya dengan perban.

"Berhenti Kyu. Aku bisa melakukannya sendiri" Lirih Sungmin. seakan tuli, Kyuhyun terus melanjutkan kegiatannya.

"Aku bilang berhenti" Ucap Sungmin sekali lagi sambil menahan pergelangan tangan Kyuhyun agar berhenti. "Cukup... berhentilah membuatku bingung. Aku mohon" Lirihnya.

Kyuhyun berdiri terdiam dihadapan Sungmin tanpa memandang gadis itu sedikitpun.

"Kau tahu, betapa sulitnya menghilangkan perasaan ini padamu? Dan sekarang kau membuatnya menjadi tambah sulit. Melihatmu seperti ini membuatku berharap. Aku berpikir kalau kau melakukan itu karena kau khawatir padaku. Karena itu, berhentilah sebelum aku semakin salah paham"

"Maaf kalau sikapku mengganggumu" Ucap Kyuhyun dingin.

"Sungmin ah~, kau baik-baik saja?" Tanya Siwon dari ambang pintu. Sungmin menoleh ke arah pria itu dan mengangguk.

"Aku baik-baik saja" Jawabnya.

"Sungmin ssi~, aku benar-benar tidak sengaja. Maaf" Ucap Seohyun yang berdiri di belakang Siwon.

"Ini kecelakaan. Bukan salahmu" Sungmin sedikit melirik ke arah Kyuhyun yang masih terdiam. Namun sedetik kemudian pria itu melesat keluar meninggalkannya, Siwon dan Seohyun yang bahkan hanya menatap bingung ke arah Kyuhyun yang mulai menjauh.

"Aku akan menyusul Kyuhyun. Sekali lagi maafkan aku" Ucap Seohyun sebelum akhirnya dia ikut keluar.

Sungmin menundukan kepanya. Dia ingin menangis. Tapi tidak disini. Tidak disaat ada Siwon.

'Bukan kata maaf yang ingin aku dengar darimu Kyu' Batin Sungmin.

.

.

TBC

.

.

A/N:

Pendekkah? Oke, maafkan saya.

Ah lagi-lagi update lama dan tidak panjang... salahkan penyakit yang kini menyerang saya yaitu 'penyakit tidur lebih awal'. Aktivitas kuliah yang melelahkan membuat saya sering tertidur lebih awal, begadang pun tak kuat *alasan. Tapi emang bener kok, makanya lagi-lagi delayed.

Yaudah lah ya... see you soon...

.

Buat yang tanya apa twitter saya. Ini nih! - wantifishy

.

.

Terima kasih buat para reviewer. Maafkan saya karena kali ini pun nama kalian tidak saya sebutkan satu-persatu. Tidak apa-apa kan?

Yang jelas review kalian membuat semangat saya berkobar layaknya api. MERDEKA!

Oke cukup. Sebelum ucapan saya semakin random.

.

.

Review lagi ya teman-teman sekalian... aturnuhun...