That's You
.
Cast :
- Kyuhyun
- Sungmin
- Another cast
.
Pairing : KyuMin
,
Disclaimer : semua cast milik Tuhan dan dirinya masing-masing
.
Rate : T+
.
Warning : GS, OOC, typo dimana-mana, EYD yang tidak sesuai
.
.
Chapter 8
~HAPPY READING~
.
.
Taman itu terasa begitu sunyi. Tidak terdengar suara percakapan apapun walaupun di atas kursi panjang itu sudah terisi oleh dua orang yang duduk saling berdampingan. Keduanya tampak mengatupkan mulutnya rapat. Hanya suara nafas yang berbaur dengan hembusan angin yang dapat tertangkap di telinga mereka. Sudah hampir 10 menit mereka duduk bersebelahan tanpa sebuah percakapan.
"Maaf, Seo. Tidak seharusnya tadi aku meninggalkanmu" Ucap Kyuhyun akhirnya. "Aku begitu panik saat melihat darah keluar dari tangan Sungmin. Yang aku pikirkan saat itu hanyalah membawanya ke UKS dengan cepat"
"Aku mengerti"
Kyuhyun menoleh cepat ke arah Seohyun yang kini tersenyum tipis.
"Aku mengerti—" Ulangnya. "Seharusnya aku menolongnya dengan cepat tapi karena terlalu kaget aku hanya diam. Untung saja ada kau"
"Seo?"
"Terima kasih Kyu"
.
ooOoo
.
D-Day
.
Sebuah hall tampak penuh dengan keramaian yang tak biasa. Di kursi bagian depan sudah berjejer rapi para siswa dengan pakaian toga lengkap dengan topinya sedangkan di barisan belakang terdapat para orangtua yang khusus datang untuk menyaksikan prosesi wisuda putra-putri mereka. Tidak hanya para siswa yang kini tersenyum— mengingat inilah hari yang paling ditunggu selama 3 tahun mereka bersekolah disini— Namun, para orangtua juga tampak tersenyum bangga melihat putra-putri mereka duduk di kursi peserta wisuda.
Wanita cantik bernama Sungmin tampak duduk di antara peserta wisuda yang lain. Berbeda dengan temannya yang datang bersama dengan kedua orangtua mereka, Sungmin hanya membawa dirinya sendiri serta rasa bangga yang begitu membuncah. Walaupun tidak akan ada yang tersenyum bangga untuknya, tapi Sungmin tetap antusias datang ke acara kelulusannya hari ini.
Dari tempatnya, Sungmin dapat melihat Kyuhyun yang duduk dideretan kursi paling depan. Melihat Kyuhyun berdiri dan berjalan menuju podium ketika namanya disebut oleh sang kepala sekolah karena Kyuhyun merupakan pemegang nilai tertinggi tahun ini. Bukan sesuatu yang mengejutkan memang, toh Kyuhyun memang mempunyai kejeniusan otak di atas rata-rata dan sudah dipastikan keluarganya akan sangat bangga padanya.
Mengingat hal itu, Sungmin hanya tersenyum getir. Kapan terakhir kalinya orangtuanya bangga akan keberhasilannya? Saat dia mendapat nilai A+ pada pelajaran mengarang? Oh Tuhan, itu sudah sangat lama sekali.
Suara gemuruh tepuk tangan mulai terdengar bersamaan dengan turunnya Kyuhyun dari podium. Tanpa sadar, Sungmin mengembangkan senyumannya. Cho Kyuhyun. Pria itu masih saja sama.
.
.
Sungmin berdiri di sudut ruangan sambil menyaksikan pemandangan haru yang terhampar dihadapannya saat ini, para orangtua sedang memeluk putra-putri mereka sambil mengucapkan selamat. Ini hari kelulusan, tidak sedikit dari para orangtua tanpa malu meneteskan air mata bahagianya sambil memeluk erat anak-anak mereka. Dan sekali lagi, Sungmin hanya mampu melihat kebahagiaan itu dari teman-temannya.
Sungmin mulai melangkahkan kakinya menjauh dari kerumunan itu, mencari tempat yang sedikit lebih tenang. Kakinya terus melangkah lurus melewati para orang-orang itu.
"Lee Sungmin" Sebuah panggilan membuatnya mengangkat kepala. Sebuah pelukan hangat seketika menyapa tubuhnya.
"Selamat Sungmin sayang"
Air mata itu mulai mengumpul dipelupuk matanya. Mendengar kata selamat serta mendapat pelukan hangat seperti ini membuatnya seperti teman-temannya yang lain. Apa seperti ini rasanya ada seseorang yang bangga padamu? Sebahagia inikah? Tidak aneh jika teman-temannya menangis saat orangtua mereka menghampiri dan membawanya ke dalam pelukan.
Orang itu melonggarkan pelukannya dan menghapus jejak air mata yang membekas di kedua pipi Sungmin dengan ibu jarinya, bahkan Sungmin sendiri tidak sadar jika air matanya sudah jatuh.
"Jangan menangis. Bukankah ini hari bahagiamu?" Sungmin mengangguk.
"Terima kasih, Bibi" Ucapnya. Seseorang yang dipanggil bibi tersenyum dan kembali memeluknya.
'Apa aku harus berterima kasih lagi padamu, Kyuhyun ah~? Terima kasih kau sudah membagi pelukan ibumu untukku. Apa kau tahu betapa bahagianya aku?'
.
.
Sungmin keluar dari tempat acara setelah dirinya bisa melepaskan diri dari pasangan Hyuk dan Donghae yang terus memaksanya untuk berada disana. Setelah acara formal yang diadakan pagi tadi, sore ini pihak sekolah serta anggota osis membuat acara khusus untuk para siswa semacam pesta perpisahan.
Hyuk, Donghae, Siwon bahkan Seohyun yang masih menghawatirkan tangannya sudah mengucapkan selamat padanya, tapi sampai saat ini dia belum bertemu dengan Kyuhyun. Entah Kyuhyun atau dirinya yang menghindar. Mungkin tidak bertemu Kyuhyun untuk saat ini memang yang terbaik. Kejadian di UKS tempo hari membuat semuanya jadi bertambah kacau.
'haaahh...' Sungmin menghela nafasnya sebelum tepukan dipundaknya membuatnya menoleh. Wajah berbingkai senyum itu langsung memenuhi pandangannya. Choi Siwon, sang pemilik senyum indah itu pun langsung mengambil duduk di samping Sungmin tanpa meminta ijin terlebih dahulu.
"Sedang apa kau disini?" Tanya pria itu.
"Tidak. Aku hanya ingin suasana yang lebih tenang saja"
"Min?"
"Hmm?"
"Apa besok malam kau ada acara? Aku berencana mengajakmu makan malam. Apa kau bisa?"
"Ya, kurasa. Aku belum membuat janji dengan siapapun besok malam"
"Apa selain aku, masih ada kemungkinan orang lain yang akan mengajakmu?" Tanya Siwon ragu. Bukannya pria itu meragukan Sungmin, tapi maksudnya... siapa lagi yang mungkin akan mengajak Sungmin pergi di malam minggu seperti besok? Apa Sungmin sedang dekat dengan pria lain? Atau mungkin Kyuhyun?
"Tentu. Hyuk dan Donghae mungkin. Bisa saja kan mereka mengajakku di acara kencan mereka" Jawaban penuh canda itu membuat Siwon bernafas lega. Setidaknya yang dimaksud Sungmin adalah pasangan itu.
"Aku yakin mereka tidak akan mengajakmu. Baiklah, besok aku akan menjemputmu" Sungmin mengangguk.
"Ada sesuatu yang harus aku kerjakan, jadi aku harus pulang lebih dulu. Kembalilah ke dalam dan nikmatilah acara pesta perpisahan itu" Pamit Siwon.
"Ne. Sebentar lagi aku akan masuk"
"Baiklah. Sampai jumpa besok. Annyeong"
"Annyeong"
Tubuh Siwon sudah menghilang tak terlihat. Sungmin bangkit dari duduknya sambil merapikan dressnya yang sedikit terlipat. Dilangkahkannya kakinya kembali masuk ke dalam aula. Matanya mengedar ke seluruh ruangan. Keadaan masih sama seperti saat tadi dia keluar. Ramai dan penuh tawa bahagia.
Sungmin mengarahkan langkah kakinya menuju tempat dimana dua orang sahabatnya masih asik menari di atas tempat duduknya sambil sesekali menyesap minuman yang tersedia di hadapan mereka.
Belum genap kaki itu melangkah, kini pandangannya bertemu dengan sosok Kyuhyun. Pria itu sedang duduk dikelilingi teman sekelasnya yang lain. Seakan ada yang mengontrol pergerakan Sungmin, langkah gadis itu berhenti hingga akhirnya mereka saling menatap satu sama lain.
'Tatapan Kyuhyun berbeda. Tidak sama seperti biasanya'
Semakin menyelami tatapan Kyuhyun, Sungmin semakin menemukan perasaan luka yang terpancar dari mata itu. Namun tiba-tiba gadis itu tersadar dan langsung memutuskan kontak matanya. Luka? Sungmin merutuki pemikiran terakhirnya yang terasa tidak mungkin. Dengan cepat, dia kembali ke tujuan awal. Duduk ditempatnya bersama Hyuk dan Donghae serta melupakan apa arti tatapan Kyuhyun barusan.
.
.
Kyuhyun terdiam di atas tempat tidurnya, matanya terus menyalang menatap langit-langit kamar yang tampak polos. Pertemuan sekilasnya dengan Sungmin sore tadi entah kenapa membuatnya gelisah. Sungmin seakan acuh dan tak peduli. Hal itu membuat Kyuhyun merasakan rasa sesak yang mengganjal dihatinya. Sebenarnya apa yang dia rasakan saat ini? Jeritnya dalam hati.
Sambil mengacak rambutnya frustasi, Kyuhyun bangkit dari tempat tidurnya. Mungkin minum sedikit air membuatnya lebih tenang. Pikirnya.
Dilangkahkan kakinya menuju dapur dan meneguk segelas air mineral dengan rakus.
'Sedikit lebih tenang'
Dia pun kembali berjalan menuju kamarnya yang berada di paling sudut. Melewati kamar Taemin yang sampai sekarang masih terdengar suara mungil adiknya dari dalam kamar.
"Kau yakin? Kakakmu akan menyatakan cintanya pada Sungmin Onni?"
Percakapan Taemin dengan seseorang di seberang line teleponnya membuat Kyuhyun menghentikan langkahnya. Walaupun terdengar samar, tapi Kyuhyun dapat mendengar jelas Taemin bicara soal Sungmin. Tapi apa tadi? Menyatakan cinta?
Kyuhyun semakin menajamkan pendengarannya suapaya tidak ada kata-kata yang terlewat.
"Jadi rencananya, besok Siwon oppa akan mengajak makan malam Sungmin Onni dan kemudian menyakan cintanya disana? Wahh itu romantis"
"..."
"Iya, aku tidak menyangka Siwon oppa menyukai Sungmin Onni. Padahal terkadang aku masih menginginkan Sungmin Onni bisa benar-benar menjadi kakak perempuanku" Nada bicara Taemin terdengar kesal.
"Ya semoga saja kejutan dari Siwon oppa berhasil. Seharusnya kau juga melakukan itu padaku dulu, kau tidak romantis Choi Minho"
Kyuhyun memejamkan matanya singkat sebelum akhirnya dia masuk ke dalam kamar. Membanting pintu dan langsung menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidur biru lautnya.
'Apa ini akhirnya? Apa ini yang aku mau sebenarnya?'
.
Drtt... drtt...
Ponsel Kyuhyun bergetar di atas meja nakas. diambilnya ponsel putih itu dan segera menjawabnya.
"Seo?"
"Kyuhyun ah~, apa besok kita bisa bertemu?"
"Tentu. Jam berapa?"
"Jam 5 sore di cafe biasa"
"Baiklah"
"Kalau begitu sampai jumpa besok"
.
ooOoo
.
Kyuhyun menghela nafanya sebelum membuka pintu kaca di depannya. Tanpa perlu sulit mencari, Kyuhyun langsung menemukan dimana Seohyun duduk. Ini cafe yang sering mereka kunjungi dan selalu di tempat yang sama pula mereka duduk.
Kyuhyun dapat melihat Seohyun tersenyum saat dirinya mulai melangkah masuk mengahampiri gadis cantik dengan dress hijau selututnya. Tanpa membuang waktu, Kyuhyun langsung mengambil duduk di hadapan Seohyun.
"Kau sudah menunggu lama?" Tanya Kyuhyun.
"Tidak juga. Aku baru saja sampai. Kau ingin memesan apa?"
"Biar aku saja yang pesan. Satu americano dengan sedikit sirup? Benar kan?" Seohyun mengangguk. Gadis itu memag selalu memesan kopi yang bahkan Kyuhyun sangat tidak menyukainya karena rasanya yang begitu menggigit.
Kyuhyun berjalan menuju meja order dan memesan satu cup americano dan satu cup latte untuknya. Sambil menunggu pesanannya, Kyuhyun melirik ke arah Seohyun. Entah kenapa hari ini Seohyun tampak berbeda, seperti ada yang sedang dia pikirkan.
Pesanannya sudah tersedia. Setelah membayarnya, Kyuhyun kembali ke mejanya dan mendapati Seohyun sedang melamun, bahkan gadis itu tidak sadar kalau Kyuhyun sudah duduk di depannya.
"Seohyun ah~" Panggil Kyuhyun pelan. Seohyun sedikit terkesiap dan langsung mengambil cup americanonya.
"Apa ada yang sedang kau pikirkan?" Tanya Kyuhyun. Seohyun menggeleng masih sambil meminum kopinya.
"Kenapa kau mengajakku bertemu disini?" Tan ya kyuhyun lagi.
"Bukankah hari ini sangat cocok untuk merayakan pesta kelulusan kita?"
"Memang. Tapi tidakkah kita memilih tempat yang tak biasa. Kita terlalu sering pergi kesini"
"Tidak. Sebenarnya aku kesini bukan untuk merayakan kelulusan kita. Tapi— tapi karena ada yang ingin aku bicarakan padamu"
"Soal apa?"
"Aku ingin— aku ingin mengakhiri hubungan kita" Dengan satu tarikan nafas, Seohyun dapat mengatakannya dengan jelas. Kyuhyun terdiam tanpa reaksi. Dan Seohyun hanya mampu menundukan kepalanya, menatap cup kopinya dan memainkan jarinya yang bergetar di bawah meja.
Seohyun terus menunggu Kyuhyun untuk bicara, tapi tidak satu patah kata pun yang terdengar dari bibir tebal itu sampai saat ini. Gadis itu semakin mengeratkan jarinya dan tidak berani untuk menatap wajah Kyuhyun yang kini entah seperti apa.
"Kenapa?" Sebuah suara akhirnya mulai keluar dari bibir Kyuhyun. Dengan gerakan reflek, Seohyun mengangkat wajahnya.
"Karena memang sudah seharusnya. Kau tidak pernah benar-benar mencintaiku, Kyu. Aku bisa merasakannya, siapa sebenarnya yang sudah memiliki hatimu. Dan orang itu bukan aku"
"A—apa maksudmu?"
"Seberapapun kau mengelak, kau tidak akan pernah bisa. Percayalah. Yang kau cintai sejak awal bukan aku. Aku hanya sebagai seseorang yang mungkin membuatmu sadar akan rasa yang terus kau sembunyikan itu. Kau mencintai Lee Sungmin. Sungminmu. Gadis cantik yang sedari dulu sudah membuatmu jatuh hati. Benar kan?"
'Apa sih yang dibicarakan wanita ini sebenarnya? Apa aku sudah berubah menjadi orang bodoh? Kenapa begitu sulit mencerna perkataannya?' Pikiran Kyuhyun terus menjerit tanpa ampun.
"Apa maksud perkataanmu itu Seohyun ah~? Aku mencintai Sungmin? Itu maksudmu? Jangan mengada, Seo"
"Kau hanya belum jujur pada dirimu sendiri. Bukankah jauh di dalam hatimu, kau sudah menyadari perasaan itu?"
'Sadar? Kau benar, Seo. Aku sudah menyadarinya. Baru saja menyadarinya. Mengingat dia mulai menjauh membuatku sulit. Aku bahkan belum pernah merasakan hal aneh seperti ini. Apa benar aku mencintainya?'
"Karena itu aku ingin mengakhirinya"
"Tidak bisakah kita pikirkan masalah ini benar-benar? Maksudku— ucapanmu belum tentu benar kan" Oh ayolah Kyuhyun merasa tidak enak hati.
"Ini yang terbaik aku rasa. Kau tahu, sebelum aku menjalin hubungan denganmu, aku pernah menjalin hubungan dengan seorang pria. Selang dua minggu kami berpisah, kau menyatakan cinta padaku. Aku dalam keadaan labil saat itu. Tanpa pemikiran aku langsung menerimamu"
Seohyun tampak menarik nafasnya sebelum menceritakan kisahnya kembali.
"Aku merasa nyaman di dekatmu. Kau membuatku lupa tentang sakit hatiku. Dan kini dia kembali, meminta kesempatan padaku. Maafkan aku Kyuhyun ah~, aku masih mencintainya. Maaf"
"Kau tidak salah. Kau tidak perlu meminta maaf"
"Kyu, aku tahu kau mencintai gadis itu. Tidak bisakah kau jujur padanya? Katakan yang sebenarnya tentang perasaanmu. Sungmin— dia sudah sangat bekerja keras selama ini. Membuktikan bahwa dirinya memang bisa membuatmu jatuh cinta"
"Apa yang harus aku lakukan?"
"Jujur padanya sebelum terlambat"
'Aku bahkan sudah terlambat, Seo. Siwon— mungkin akan mengikrarkan hubungan mereka besok'
"Sebelum terlambat Kyuhyun ah~" Ulang Seohyun.
.
.
Senyum tak henti-hentinya mengembang di wajah Choi Siwon yang kini sedang mengendarai mobilnya. Memikirkan kejutan yang sudah disiapkan begitu sempurna untuk Sungmin. Seperti yang sudah diceritakan Minho pada kekasihnya, Taemin. Malam ini sang anak tertua di keluarga Choi itu akan menyatakan cintanya pada gadis cantik bernama Lee Sungmin.
Pria itu sudah menyiapkan sebuket bunga mawar untuk calon gadisnya. Restoran mewah yang akan mereka datangi juga sudah dipersiapkan oleh Siwon. Pria itu sudah memesan tempat khusus yang begitu strategi, bagian luar restoran yang biasanya digunakan untuk para pasangan yang ingin merasakan suasana romantis.
Satu meja bundar dan dua buah kursi serta lilin-lilin yang sudah tertata di sepanjang tepian jalan yang akan mereka lalui menuju kursi mereka nanti. Akan ada live music tidak jauh dari tempat duduk mereka dan beberapa hal yang sudah dipersiapkan Siwon dengan matang. Dan kini dia sedang dalam perjalanan menuju apartemen Sungmin. Semoga saja semua sesuai dengan harapannya.
.
.
Sungmin sudah selesai dengan polesan terakhir pada riasan wajahnya. Gadis itu tampak cantik dengan gaun tanpa lengan selutut berwarna merah muda. Riasan make up yang begitu pas pada wajah mungilnya bahkan bibirnya seperti merah alami. Rambutnya yang hitam panjang hanya digelung asal tapi tetap terlihat anggun.
Diliriknya jam kecil yang berada di atas meja riasnya. Pukul 18:45. Sungmin kembali memeriksa riasannya. Beberapa menit lalu, Siwon mengirimnya pesan bahwa dia sedang dalam perjalanan dan akan tiba sebentar lagi.
.
TING TONG
.
Mendengar bel berbunyi, Sungmin segera bangkit dari duduknya. Merapikan sedikit gaunnya sebelum dia mulai melangkah menuju pintu depan. Dibukanya pintu itu perlahan. Dan sesosok pria tinggi menyapa pandangannya.
"Kyuhyun ah~?"
Benar. Sosok pria tinggi itu bukanlah Siwon melainkan Kyuhyun. Sungmin meneguk salivanya sendiri mendapati tubuh Kyuhyun berdiri di depan pintunya dengan nafas terengah dan pakaian yang tidak lagi rapi.
'Apa pria ini baru saja berlari?'
"Kau— ada apa kau kesini?" Kebingungan mulai memenuhi otak Sungmin. Benar kan? Kenapa tiba-tiba Kyuhyun datang kerumahnya?
"Jangan pergi" Sebuah lirihan terucap begitu saja dari bibir tebal Kyuhyun.
"Apa maksudmu?"
"Jangan pergi" Kyuhyun sedikit meninggikan nada suaranya.
Mata Sungmin membulat. Kyuhyun— pria ini kenapa tiba-tiba saja berucap kalimat aneh seperti itu? Batinnya.
Tidak jauh dari tempat Kyuhyun dan Sungmin, Siwon berdiri dan menyaksikan keduanya saling terdiam dan menatap satu sama lain. Apa dia kalah? Benarkah? Dengan langkah lunglai, pria itu mulai menjauh meninggalkan keheningan yang masih saja mendominasi percakapan kedua orang itu.
Kembali pada Kyuhyun dan Sungmin. Keduanya masih saja terdiam.
"Apa maksudmu melarangku untuk pergi? Kau tidak berhak melarangku"
"Aku mohon tetaplah disini. Jangan pergi"
"Tidak bisa, Kyu. Aku sudah ada janji dengan Siwon. Sebentar lagi dia akan datang menjemputku"
"AKU BILANG JANGAN PERGI DAN TETAPLAH DISINI LEE SUNGMIN!" Teriakan Kyuhyun membuat Sungmin terkejut. Ada apa dengan pria ini sebenarnya?
Tubuh Sungmin mendadak gemetar. Kyuhyun memang selalu ketus padanya tapi sebelumnya dia tidak pernah berteriak sambil membentaknya seperti ini.
"Apa maksudmu? Kau melarangku seakan aku milikmu. Kau bukan siapa-siapa, Kyu. Aku akan tetap pergi dengan Siwon dengan atau tanpa ijin darimu. Kau tidak bisa melarangku. Kau pikir aku ini apa sela—"
Ucapan Sungmin terpotong saat sebuah tangan kekar menahan kedua pipinya dan langsung membungkam mulutnya dengan ciuman.
Sungmin tersentak kaget. Kyuhyun menciumnya?
Kyuhyun melumat bibir mungil itu dengan kasar dan kuat. Sungmin bisa merasakan kemarahan pada ciuman Kyuhyun yang begitu menuntut ini. Seakan sadar, gadis itu mulai meronta. Mendorong Kyuhyun agar menjauh tapi hal itu sepertinya sia-sia. Kyuhyun bahkan semakin memperdalam ciumannya sambil menahan tengkuk Sungmin. Mulai memaksa menelusupkan organ tak bertulangnya ke dalam mulut Sungmin. Sisa tenaga Sungmin sudah benar-benar terbatas, Kyuhyun bahkan tidak memberinya kesempatan untuk mengambil cukup udara untuk mengisi paru-parunya. Tanpa daya, bibir itu terbuka dan lidah Kyuhyun mulai melancarkan aksinya.
.
.
TBC
.
.
A/N
Aduh saya merasa malu dan bersalah dengan keterlambatan publish ff ini. Masihkah ada yang berminat membacanya?
Maaf banget sodara sodara sekalian. Ada banyak alasan kenapa delayed parah dan semua alasan itu didominasi oleh urusan kuliah. Mari beri tepuk tangan untuk tugas kuliah yang menggila itu...
pendek biarin ya, yang oenting update. typo dimaklumi aja ya teman.
maaf, maaf dan maaf. Maaf semuanyaaaaaa
.
.
Thanks to:
Buat semua yang baca dan yang review. Maaf lagi ya ga bisa disebutin satu-satu. Tapi aku baca review kalian kok. Makasih yang udah review lebih dari sekali, maaf banget ya updatenya lama pisan... sorry...
.
.
Oh iya visit my blog juga ya di kyuminisours . wordpress . com
Ada cerita lain loh *maaf promo
.
Yausudah daa daa semuanya
Review lagi ya ya ya ya
