Title: Sacrifice
Cast: Huang Zi Tao ; Wu Yi Fan ; Other EXO Members
Pair: TaoRis ; Other
Summary: Tao mencintai Kris. Tapi cinta Tao itu bertepuk sebelah tangan. Tao sudah banyak berkorban untuk Kris. Tapi Kris tak menghargai penghorbanan itu. Lalu, akankah Tao menyerah? Bad summary. Yaoi. BoyxBoy. TaoRis. EXO fic. DLDR. RnR? Please?
Aku memang bodoh
Aku bertahan demi dirimu yang tak pernah peduli padaku
Aku bertahan demi dirimu yang selalu menyakiti diriku
Aku bodoh, kan?
Satu-satunya yang membuatku bertahan adalah cintaku padamu
Serta, keyakinan bahwa suatu hari kau akan berubah
Kau akan berubah dan akan mencintaiku dengan tulus
-0-
Langit sudah mulai menggelap. Aku melihat perubahan langit itu dari jendela kamarku.
Aku akan menjelaskan tentang hubunganku dengan Kris-ge sekarang. Aku dan Kris-ge bertemu sewaktu kami di SMA. Aku waktu itu kelas satu dan dia kelas tiga.
Awalnya, ia sangat baik padaku. Ia sangat baik sampai tiba waktunya ia menyatakan perasaannya padaku. Aku, memang sudah mencintainya waktu itu. Dan tanpa fikir panjang, aku menerimanya.
Awal-awal masa kami berpacaran, dia begitu baik dan lembut padaku. Tapi, setelah ia lulus, tiba-tiba sikapnya berubah.
Ia jadi kasar. Ia sering memukuliku hanya karena alasan sepele. Ia sering pulang terlalu malam. Dan yang paling menyakitkan adalah, ia sering 'bermain' dengan namja dan yeoja lain diluar sana.
Aku dan Kris-ge memang tinggal serumah. Itu karena kami sama-sama sudah tidak memiliki orangtua. Orangtuaku meninggal karena kecelakaan beberapa tahun yang lalu. Dan orangtua Kris-ge? Orangtua Kris-ge tidak tau kemana. Mereka meninggalkan Kris-ge sendirian di panti asuhan.
Sekarang, aku sudah lulus SMA. Sekarang aku tengah kuliah dengan jurusan musik.
Kalau kalian fikir aku bodoh, aku memang bodoh. Aku memang bodoh karena bertahan demi seseorang yang tidak mencintaiku. Tapi aku bertahan hanya karena satu keyakinan. Suatu hari nanti ia akan melihatku dan akan mencintaiku seperti dulu. Itu saja.
Aku menatap kebawah. Kamarku memang berada di lantai dua. Dan aku melihat kebawah itu berarti aku melihat kearah gerbang rumahku.
Seorang yeoja cantik memasuki gerbang rumahku. Aku langsung berusaha bersembunyi agar tidak terlihat olehnya. Aku tau, ia adalah 'pelanggan' Kris-ge. Pasti ia yang namanya Jessica.
Aku melihat Kris-ge berjalan menghampiri yeoja itu. Kris-ge memperlakukan yeoja itu seperti.. berlian yang sangat rapuh. Aku iri dibuatnya.
Sudah cukup. Aku tidak mau melihat pemandangan yang lebih menyakitkan dari ini.
Aku menutup jendelaku. Aku lalu merebahkan diriku di atas kasur yang berada di kamarku.
"Kris-ge.. nan jeongmal saranghaeyo…,"
-Author POV-
"Sehunnie,"
Sehun menoleh kearah orang yang memanggilnya itu. Ia tersenyum hangat ketika melihat Luhan disana.
"Luhan hyung," sapa Sehun "Kenapa ada disini?"
"Tidak apa. Tadi aku tidak sengaja lewat, lalu melihat Sehunnie disini," jelas Luhan
"Ohh…," Sehun ber-ohh ria
"Hehe, ne~"
"Luhan hyung," panggil Sehun "Memang kalau mencintai orang itu sebegini sakitnya, ya?"
"Ehh?" Luhan tidak mengerti "Maksudmu apa, Sehunnie?"
"Aku.. mencintai seseorang yang tidak mencintaiku. Ia mencintai namja lain yang juga sama sekali tidak mencintainya. Namja yang dicintainya itu brengsek. Ia tega sekali memain-mainkan hati namja yang kucintai ini," jelas Sehun "Namja yang kucintai itu, hanya menganggapku sahabat saja. Dan dongsaengnya. Hanya itu,"
"Sakit sekali, hyung. Melihat tubuhnya yang semakin hari makin kurus saja. Melihat badannya yang makin hari makin banyak saja memarnya. Sakit, hyung," lanjut Sehun "Aku ingin memeluknya. Memaksa dirinya untuk meninggalkan namja itu. Memaksa dirinya untuk menyerah. Memaksa dirinya untuk menoleh padaku. Memaksa dirinya untuk melihatku,"
"Tapi aku tidak bisa. Aku tidak… bisa," kata Sehun. Matanya menyiratkan sakit yang amat sangat
Luhan terdiam. Ia tau siapa yang dimaksud oleh Sehun.
Tao. Namja itulah yang membuat Sehun berkata-kata seperti itu. Sehun memang mencintai Tao dengan sepenuh hatinya. Namun, apa daya? Tao hanya melihat Kris. Hanya ada Kris di matanya. Sejahat apapun Kris, sebejat apapun Kris, Tao hanya melihat diri Kris seorang.
"Sehunnie…," Luhan mengeluarkan suara "Aku sangat tau bagaimana rasanya mencintai seseorang yang sama sekali tidak mencintai kita,"
"Aku tau rasanya. Rasanya memang menyakitkan," lanjut Luhan "Cinta itu memang menyakitkan,"
"Rasanya sakit hyung. Sakit sekali," kata Sehun "Berulangkali aku merutuki kebodohan orang yang kusukai. Ia rela bertahan, sesakit apapun hasil yang ia dapat,"
"Yang membuat ia bodoh adalah cinta, Sehun-ah. Ia bodoh karena cinta. Ia bertahan karena cinta. Ia rela tersakiti karena cinta," kata Luhan "Cinta.. memang membuat semuanya jadi masuk akal,"
Sehun hanya diam mendengar ucapan Luhan. Entah karena tidak dapat membalas, atau karena terlarut dalam pikirannya sendiri.
Keadaan berubah hening. Sehun dan Luhan sama-sama tidak mau mengeluarkan suara.
"Hyung, gomawo, ne?" kata Sehun "Gomawo sudah mau mendengarkan curhatanku,"
"Ne, jangan terlalu difikirkan," balas Luhan sambil tersenyum cerah "Tapi, aku boleh meminta imbalan, ne?"
"Ehh? Imbalan?" tanya Sehun tak mengerti
"Ne! Imbalan~" balas Luhan "Aku mau makan di restoran itu, Sehun-ah,"
Sehun langsung mengerti apa maksud Luhan. Ia mengacak-acak rambut Luhan.
"Aigoo, hyungku ini!" kata Sehun "Baiklah, aku akan mentraktir hyung sepuasnya, kajja!"
"Jeongmal? Yeyy, gomawo, Sehunnie~!"
-Tao POV-
"E-Eungh, Kris~ Fasshterhh~"
Aku menutup kupingku dengan bantal. Aish! Kenapa suara-suara itu harus sampai ke kamarku sih?
DDRTTT
Tiba-tiba handphoneku bergetar. Aku langsung mengambilnya.
One message from Sehunnie~.
"Sehun? Ada apa, ya?"
From: Sehunnie~
Hyung pandaku~ Sedang apa, eh?
"Sehunnie ada-ada saja. Hanya ingin bertanya sedang apa, eh?" gumamku sambil tertawa kecil
To: Sehunnie~
Sedang bernafas, Sehunnie~. Kau sendiri? Sedang apa, eh?
Yap. Sudah terkirim. Tinggal menunggu balasan dari Sehun.
From: Sehunnie~
Sedang memikirkanmu, hyung~ Ahaha. Tidaklah. Aku sedang bernafas, sama sepertimu :p
Cepat juga Sehun membalasnya. Anak ini cepat sekali menulisnya!
To: Sehunnie~
Aishh. Sehun gomball! Haha. Bernafas juga? Sehunnie ikut-ikut sajaa!
Dan akhirnya, sampai malam, aku habiskan dengan berSMSan dengan Sehun.
-Paginya-
"Huang Zi Tao! Cepat bangun!"
Aku langsung membuka mataku ketika mendengar suara itu. Lalu aku melihat sosok seorang namja berambut blonde yang kini berdiri dengan angkuh di samping tempat tidurku.
"Tidur nyenyak, eoh?" tanya orang itu, Kris-ge, dengan nada datar
"E-Eumm, ne," jawabku
"Karena mendapat ucapan selamat malam dari 'Sehunnie~' eoh?"
DEG. Kenapa Kris-ge bisa tau? Handphone-ku kan…
Aku menoleh ke meja di samping tempat tidurku. Benar saja. Handphoneku sudah tidak ada.
"Kenapa? Merasa bersalah dan takut, eh?" tanya Kris-ge dingin "Merasa takut bermain dibelakangku, eoh?"
"Aku tidak bermain dibelakang gege! Harus berapa kali kukatakan, ge? Harus berapa kali kukatakan sampai gege mau percaya?" balasku sambil menatap Kris-ge tepat pada matanya
Kris-ge terlihat kaget ketika melihatku menatapnya tepat pada matanya. Karena biasanya aku hanya menunduk atau menatap kearah lain. Dan sekarang, setelah aku yang menatap tepat pada mata Kris-ge, Kris-ge malah mengalihkan pandangannya.
"Jangan menatapku seperti itu, bodoh! Aku tidak suka melihat matamu!" bentak Kris-ge "Baiklah. Untuk kali ini aku maafkan. Tapi jangan harap aku mau percaya padamu. Sudah sana cepat pergi! Hari ini ada tamu penting!"
Setelah mengatakan hal itu, Kris-ge langsung pergi dari kamarku dan membanting pintunya. Aku hanya dapat menundukkan kepalaku.
"Lagi-lagi tamu penting. Apakah hanya para yeoja dan namja itu yang penting untukmu, ge? Apakah aku sudah tidak penting lagi untukmu?" bisikku pelan
Aku bangkit dari dudukku. Aku berjalan kearah kamar mandi dengan tubuhku yang lemas. Entah mengapa aku seperti tidak memiliki semangat sedikitpun kali ini.
"Tao hyung? Kenapa tidak meminta aku untuk menjemputmu?" tanya Sehun
"Eumm, gwenchana, Sehunnie," balasku, berbohong "Aku hanya tidak mau merepotkanmu,"
"Aish, hyung ini. Hyung tidak mungkin merepotkanku, hyung tau itu, kan?" kata Sehun "Aku hanya takut akan terjadi sesuatu padamu di jalan,"
"Tenang saja, Sehunnie. Apa kau tidak ingat kalau aku belajar wushu? Aku juga tidak pernah pulang malam, jadi tidak akan terjadi apapun padaku, hehe," kataku sambil menunjukkan cengiran khasku
"Aishh. Jeongmal. Baiklah, terserah hyung saja. Tapi kalau ada perlu apa-apa, hyung bisa hubungi aku. Jangan segan, ne?" kata Sehun
"Ne~ Aigoo~ Sehun ini, baik sekali, eh?" kataku sambil mencubit pipi Sehun
"Yakk! Hyuungg~ Aku sudah bukan anak kecil lagi! Kenapa hyung mencubit pipiku?" tanya Sehun. Ia mempoutkan bibirnya.
"Haha, kau ini. Walaupun bukan anak kecil tapi kau masih kyeopta, hehe," kataku "Ahh, aku harus pergi sekarang. Kelas akan dimulai beberapa menit lagi, Sehunnie tidak masuk kekelas?"
"Ani, hari ini aku hanya ada kelas siang," jawab Sehun "Hyung belajarnya semangat, ne? Fighting!"
"Ne, gomawo, Sehunnie~"
Setelah mengatakan itu dan mencubit pipi Sehun untuk kedua kalinya, aku buru-buru pergi dan berlari menuju kelasku. Di tengah jalan, aku bertemu dengan D.O hyung.
"D.O hyunggg~!" panggilku
"Ehh? Tao-ie? Kau baru datang, eh?" tanya D.O hyung sambil menoleh kearahku
"Hhh~ Ne, aku baru datang. D.O hyung sendiri?" tanyaku
"Aku sudah datang daritadi, tapi Kai menghambatku sehingga baru kekelas sekarang," jelas D.O hyung "Tao-ie, lima menit lagi dosennya akan masuk. Ayo cepat!"
D.O hyung menarik tanganku dan membawaku kekelas. Kuakui kekuatan D.O hyung besar juga. Buktinya ia bisa menarikku yang notabene badannya lebih besar darinya tanpa terlihat kesusahan sama sekali.
-SKIP-
Mata kuliah hari ini sudah selesai. Aku merenggangkan badanku. Rasanya capek juga, hanya duduk tanpa melakukan apapun selama tiga jam.
"Hoam~" D.O hyung menguap "Tao, aku lapar. Kau lapar tidak?"
"Ehh? Ne! Aku lapar, lapar sekali!" balasku bersemangat
"Kalau begitu, ayo kita ke kantin. Aku akan mentraktirmu," kata D.O hyung sambil menggenggam tanganku
"Ne, kajja hyung~"
-Di kantin-
"D.O hyungg!"
D.O hyung dan aku langsung menoleh keasal suara. Ternyata Kai. Ia tengah menempati salah satu meja di kantin bersama Sehun dan Luhan-ge.
"Ahh, Kai!" balas D.O hyung "Ayo cepat, Tao-ah. Aku sudah sangat lapar!"
D.O hyung segera menarikku dan membawaku menuju tempat Kai berada. Saat sampai, D.O hyung langsung mendudukkan dirinya tepat di samping Kai. Sedangkan aku duduk di sebelah Sehun.
"Baekhyun hyung dan Chanyeol hyung mana?" tanya D.O hyung
"Mereka masih ada kelas," jawab Luhan-ge "Tao-ah, kau mau makan apa, eumm?"
"Eumm, aku… ramyeon saja deh," kataku "Kalau Luhan-ge sendiri?"
"Aku juga ramyeon saja," jawab Luhan-ge "Baiklah, aku-,"
Sebelum sempat menyelesaikan kalimatnya, Sehun sudah bangkit duluan dari kursinya. Aku dan Luhan-ge langsung menoleh kearahnya.
"Biar aku yang membelikan pesanan kalian. Tunggu saja disini, ne?"
Setelah mengatakan hal itu, Sehun langsung berjalan menuju tempat memesan makanan. Aku hanya menatap punggungnya yang menjauh.
"Luhan-ge," panggilku "Nanti aku boleh bermain di rumahmu sebentar, tidak?"
"Ehh? Tentu saja boleh. Memang kenapa?" tanya Luhan-ge heran
"Aku.. malas pulang kerumah, ge. Hari ini pelanggan Kris-ge datang lagi. Kris-ge menyebutnya sebagai 'tamu penting'. Jadi mungkin aku tidak boleh melihat tamu pentingnya itu. Aku juga tidak mau melihat ia dan tamu pentingnya bermesraan, ge."
Luhan-ge menatapku. Terlihat sekali dari matanya bahwa ia merasa iba padaku. "Baiklah. Tentu saja kau boleh bermain di rumahku. Selama apapun yang kau mau."
"Jinjja? Yeyy, gege baik sekali!" kataku senang "Tenang saja, aku tidak akan menghancurkan rumahmu, kok. Mungkin aku hanya akan numpang tidur siang saja. Tidak lebih! Aku juga tidak akan meminta persediaan makananmu. Sungguh!"
"Ne, ne. Kau menghabiskan makananku pun tak apa, Tao-ah," balas Luhan-ge "Bersenang-senang saja, ne?"
-TBC-
Yosh. Akhirnya chap 2 selesai jugaa~ Otte? Bagus ga? Maaf kalau gaje banget hiks. Last, mind to review?
