Title: Sacrifice

Cast: Huang Zi Tao ; Wu Yi Fan ; Other EXO Members

Pair: TaoRis ; Other

Summary: Tao mencintai Kris. Tapi cinta Tao itu bertepuk sebelah tangan. Tao sudah banyak berkorban untuk Kris. Tapi Kris tak menghargai penghorbanan itu. Lalu, akankah Tao menyerah? Bad summary. Yaoi. BoyxBoy. TaoRis. EXO fic. DLDR. RnR? Please?

Aku bingung terhadapmu

Kadang-kadang kau bersikap seolah takut kehilanganku

Namun, setelah itu kau bersikap seperti aku ini hanya seonggok batu

Aku bingung

Aku tidak tau harus melakukan apa

Sikapmu berubah-ubah

Membuatku tak dapat mengerti dirimu

-0-

"Tao-ie, jadi kerumahku?" tanya Luhan-ge begitu selesai kuliah

"Eumm, ne! Ayo, ge!" kataku

Aku langsung menarik tangan Luhan-ge dan mengajaknya keluar kampus tempatku kuliah. Di tengah jalan, aku bertemu dengan Sehun.

"Sehun? Kenapa masih ada di sini?" tanya Luhan-ge heran "Bukannya kelasmu sudah selesai dari dua jam yang lalu?"

"Aku.. hanya belum ingin pulang. Kalian mau kemana?" tanya Sehun

"Aku mau kerumah Luhan-ge," jawabku "Sehunnie mau ikut?"

"Umm, boleh tidak, hyung?" tanya Sehun sambil menatap Luhan-ge "Ahh. Tapi sepertinya aku tidak bisa. Hari ini aku harus ke café,"

"Ohh, Sehunnie menjadi kepala café itu, kan?" tanyaku

"Ne, makanya hari ini aku harus kesana. Ya sudah, hati-hati di jalan ya, hyungdeul," kata Sehun "Aku pergi dulu,"

Sehun melangkah pergi meninggalkanku dan Luhan-ge. Kami lalu melanjutkan perjalanan menuju rumah Luhan-ge yang memang dekat sekali dari kampus.

"Lulu-ge~" panggilku "Di rumah Lulu-ge ada siapa saja?"

"Humm, tidak ada orang. Orangtuaku pergi ke Jepang, dan Xiumin-ge sedang pergi bersama kekasihnya," jelas Luhan-ge

"Ohh…," gumamku "Sepertinya menjadi Xiumin-ge enak ya, ge? Ia memiliki kekasih yang sangat menyayanginya. Membuatku iri saja,"

"Tao, kalau kau sudah menyadari bahwa Kris tidak menyayangimu, lalu untuk apa kau terus bertahan? Aku kasihan melihatmu. Semakin hari makin banyak saja memar di tubuhmu itu,"

"Aku.. hanya tidak bisa, ge. Entahlah. Tidak ada sedikitpun dalam hatiku dorongan untuk pergi," kataku "Yang ada.. aku malah semakin mencintainya,"

Luhan-ge menatapku. Mungkin ia tidak mengerti cara berfikirku. Yah, aku sendiri juga tidak mengerti. Aku tidak mengerti mengapa cintaku pada Kris-ge semakin tumbuh, sedangkan cinta Kris-ge padaku hanya semakin surut setiap harinya…

-0-

"Huaa, rumah Luhan-ge enak sekalii~" kataku. Aku membaringkan tubuhku di ranjang king size yang dimiliki oleh Luhan-ge

"Ne, tapi aku kadang-kadang takut. Rumah ini sangat besar, tapi seringkali hanya aku sendiri yang ada di rumah ini,"

"Humm.. susah juga ya, ge," kataku

"Ne~ Tao, kau mau menginap tidak, hari ini?" tanya Luhan-ge dengan wajah berharap

"Umm, mungkin tidak bisa, ge. Aku pulang telat saja Kris-ge sudah sangat marah. Apalagi aku menginap, mungkin aku akan dipukuli lagi," kataku lesu "Aku akan pulang jam tiga nanti, ge. Mianhaeyo, ne?"

"Umm, ne, gwenchana," balas Luhan-ge kecewa "Ya sudah, kau nikmati dulu saja, ne? Tidurlah. Aku tau kau pasti lelah,"

"Ne, ge. Tapi sebenarnya, aku tidak mengantuk. Aku malah sedikit, err, lapar," kataku malu

"Lapar? Aku ada banyak makanan di bawah. Yuk ikut aku," ajak Luhan-ge

Aku mengikuti langkah Luhan-ge. Ia membuka-buka lemari tempat persediaan bahan makanannya.

"Kau mau apa, Tao-ie? Ramyeon? Kimbab? Bibimbab?"

"Umm, ramyeon saja, ge," balasku

"Ramyeon? Baiklah,"

Luhan-ge menyuruhku duduk di kursi yang terdapat di meja makan. Aku pun hanya menurutinya. Yah, walaupun sedikit tidak enak juga, sih.

"Nah, ramyeonnya sudah jadi!" kata Luhan-ge setelah beberapa menit aku menunggu

"Yeyy, gomawo, Luhan-ge," kataku senang

Aku menyendokkan sesuap ramyeon ke mulutku. Hmm, mashitaa~

"Bagaimana, enak?"

"Ne, enak sekali! Mashita~" kataku "Oh ya, sekarang sudah jam berapa, ge?"

"Baru jam satu siang, Tao-ie. Wae?"

"Ani. Berarti aku pulang dua jam lagi, ge," kataku

"Humm, benar juga," balas Luhan-ge "Perlu kuantar?"

"Ehh? Tidak usah. Aku tidak perlu diantar kok, ge. Aku takut nanti Kris-ge marah lagi," kataku

"Eh? Memang dia marah kenapa?"

"Kemarin, ketika Sehunnie mengantarkanku pulang, ternyata sudah ada Kris-ge di rumah. Ia langsung memarahiku dan menuduhku berselingkuh dengan Sehun. Padahal sekalipun tidak! Berfikir untuk selingkuh pun aku tidak pernah!"

"Aigoo.. menyebalkan sekali dia!" kata Luhan-ge kesal "Kalau aku jadi kau, aku sudah pergi dari bertahun-tahun yang lalu!"

Aku hanya tersenyum kecil. Yah, entahlah.

"Sudah selesai makannya?" tanya Luhan-ge

"Ne, aku sudah selesai," jawabku

"Kalau begitu, ayo keatas, tidur siang,"

"Umm, ne!"

-0-

"Tao-ie! Bangun!"

Suara Luhan-ge membangunkanku. Aku langsung membuka mata dan menatap wajah Luhan-ge.

"Kenapa, ge?"

"Sekarang sudah jam empat,"

"Mwoya? Jam empat?!"

"Ne. Coba lihat handphone-mu, Tao. Banyak sekali SMS,"

Tao buru-buru meraih handphonenya. Ia membuka inbox SMS-nya.

From: Sehunnie~

Hyung dimana?

From: Sehunnie~

Hyung, kau belum pulang?

From: Sehunnie~

Hyung handphone-nya dimatikan, ya?

From: Kris-ge

Hey. Bodoh! Kau kemana? Kenapa belum pulang?! Aku kelaparan! Aish!

From: Kris-ge

Bodoh! Kenapa kau tidak pulang juga?! Apa kau tak tau aku hampir mati kelaparan?! Hah?!

From: Kris-ge

Kenapa kau tidak membalas pesanku? Eoh?! Cepat pulang!

From: Kris-ge

Cepat pulang, bodoh. Aku mohon.

From: Kris-ge

Kau harusnya sudah pulang sejak tiga jam yang lalu. Paling lambat satu jam yang lalu. Kenapa sekarang belum pulang juga? Aku mohon, pulanglah

Aku tersenyum-senyum membaca SMS dari Kris-ge. Aku lalu meraih tas-ku.

"Luhan-ge, aku pulang dulu, ne?"

"Humm, baiklah. Benar tidak apa jika tidak kuantarkan?"

"Ne. Tenang saja, ge," kataku sambil tersenyum cerah

Luhan-ge pun mengantarkanku ke pintu rumahnya. Aku melambaikan tangan sebelum pergi.

Di perjalanan pulang, entah mengapa perasaanku tidak enak. Aku memutuskan untuk melalui gang-gang kecil agar cepat sampai rumah. Tapi…

"Huaa, lihat. Ada namja manis disini,"

Aku tersentak. Kaget. Aku mendongakkan kepalaku keasal suara. Ya tuhan. Seorang namja yang kukira lebih tua dariku. Dari mulutnya tercium bau alkohol. Aku ingin muntah karena mencium baunya itu.

"Hmm, kau mau bermain denganku, manis?"

Aku berjalan mundur. Aku sangat ketakutan. Kini, kemampuan wushuku seolah tak ada. Dan.. sial. Aku sudah tak bisa mundur lagi. Di belakangku kini ada tembok.

"Nah, tidak bisa pergi lagi, umm?"

Namja itu mengunci tubuhku dengan tangannya. Aku sudah tidak bisa kabur kemana-mana lagi sekarang. Perlahan, namja itu mendekatkan wajahnya ke wajahku. Tidak! Aku benar-benar mau muntah sekarang. Bau alkohol dari mulutnya sangat menggangguku. Dan.. aku juga takut. Aku takut namja ini akan melakukan hal-hal jahat padaku.

"K-Kris ge! To-Tolong!"

Entah kenapa aku meneriakkan nama Kris-ge. Padahal aku tau, peduli padaku saja tidak. Mana mungkin ia akan menolongku kan.

"Jangan menyebutkan nama orang lain! Bodoh!" bentak namja itu "Kini hanya ada aku di sini!"

"Ma-Maaf…," balasku. Ya ampun, aku benar-benar lemah.

Namja itu melanjutkan kegiatannya. Aku berusaha keras untuk mendorong tubuh namja itu. Tapi.. tidak bisa. Kekuatan namja itu jauh di atasku.

'Kris-ge.. aku mohon tolong aku..,' batinku

Wajah namja itu tinggal sedikit lagi dari wajahku. Dapat kurasakan bau alkoholnya makin tercium. Kris-ge…

BRUKK

Tiba-tiba aku merasakan tubuh namja itu terhempas dari tubuhku. Aku melihat namja itu di dorong oleh seorang namja yang kurasa kukenal. Tapi.. siapa?

"Jangan sekalipun menyentuh Tao hyung! Ujung rambutnya sekalipun! Ia terlalu berharga untuk kau sentuh!"

Aku mengenali suaranya. Sehun. Ya, Sehun. Ia.. menyelamatkanku?

"Tao hyung, kau tidak apa-apa?" tanya Sehun

"A-Aku tidak apa-apa, Sehunnie,"

Aku baru sadar kalau tubuhku gemetar. Sehun langsung memelukku begitu menyadari hal itu.

"Ssh, dia sudah pergi," kata Sehun "Sudah, ayo kita pergi dari sini,"

Sehun menggenggam tanganku. Ia lalu mengajakku pergi dan keluar dari gang kecil itu.

-0-

"Huang Zi Tao!"

Tubuhku menegang. Suara itu. Pasti aku dimarahi sebentar lagi.

"Hyung, itu Kris-ssi, ne?" tanya Sehun

"Ne…," bisikku pelan

"Kenapa kau baru pulang sekarang, eh?!" bentak Kris-ge saat sampai di hadapanku "Ahh, kau yang namanya Sehun, ne?"

"Ne," wajah Sehun mengeras. Aku hanya dapat menundukkan kepalaku

"K-Kris ge, aku mohon jangan marah. Aku minta maaf, tadi aku pergi ke rumah Luhan-ge dulu. Karena…,"

"Jangan banyak alasan! Bilang saja kau bosan di rumah dan memutuskan untuk pergi bersama teman tersayangmu ini! Apa kau tak tau bahwa aku kelaparan, hah?! Untungnya tadi Lay berbaik hati datang dan memasakkan makanan untukku!" bentak Kris-ge

Lay? Jadi.. Lay-ge belum sepenuhnya mengakhiri hubungannya dengan Kris-ge. Aku mengerti itu.

"Mi-Mianhae ge, aku, aku…,"

"Tidak usah berbicara! Aku tidak mau mendengar suaramu, bocah bodoh!"

"Kris-ssi," Sehun bersuara "Kau tidak seharusnya membentak Tao hyung seperti itu,"

Aku menatap Sehun tidak percaya. Tidak! Seharusnya Sehun tidak mengatakan apa-apa. Bisa-bisa Kris-ge makin marah!

"Ohh, kau berani untuk mengoreksiku, eh?" kata Kris-ge sambil menatap Sehun remeh "Tapi, yang kulakukan itu benar. Dia memang pantas dibentak seperti itu. Dia terlalu bodoh,"

"Dia tidak bodoh!" Sehun terlihat menahan amarahnya "Dia sama sekali tidak bodoh! Kau salah kalau membentak-bentaknya seperti itu! Kau tidak tau apa yang baru saja terjadi padanya!"

"Memang apa?! Apa yang baru saja terjadi padanya?!" bentak Kris-ge "Jangan bertingkah seolah kau tau segalanya tentangnya!"

"Sehun, jangan jawab…," kataku

"Aku memang tidak tau segalanya tentang Tao hyung, tapi aku tau kalau ia akhir-akhir ini selalu menangis karena seorang namja brengsek! Aku tau kalau ia adalah namja tegar. Tao hyung berkali-kali di sakiti oleh namja itu tapi ia tetap bertahan!" balas Sehun "Kau yang sebenarnya tidak tau apa-apa! Kau yang sebenarnya tidak mengenal Tao hyung! Kau yang bodoh!"

"Berani-beraninya kau!"

"Tentu saja aku berani! Aku bukan pengecut!" balas Sehun

"Lalu? Maksudmu aku pengecut, begitu?!"

"Kalau kau merasa," balas Sehun "Mungkin kau memang benar-benar pengecut. Melindungi Tao hyung saja tidak bisa!"

"Kau! A-,"

"STOP!" teriakku "Kenapa kalian bertengkar seperti ini?! Apa kalian tidak mengerti perasaanku?"

Mataku mengalirkan air mata, "Kalian seharusnya tidak usah bertengkar! Sehun, pulanglah. Dan terimakasih untuk bantuanmu tadi. Dan, Kris-ge. Aku mohon jangan menggunakan tanganmu lagi untuk kali ini. Aku sudah senang akhir-akhir ini kau jarang memakai tanganmu, dan jangan menghilangkan kesenanganku. Aku memohon padamu,"

Aku buru-buru berlari menuju rumah. Lalu masuk dan membanting pintunya. Air mataku tidak dapat berhenti mengalir. Aigo. Aku sangat bodoh. Benar-benar bodoh.

-Sehun POV-

Namja menjulang di hadapanku ini menatap kearahku. Ia menatap dengan pandangan.. sendu? Apa penglihatanku tidak salah?

"Maafkan aku," kata Kris "Aku memang bukan orang yang pandai mengontrol emosi,"

"Eh? Kau minta maaf?"

"Ne. Tentu saja. Memang kau kira aku tak bisa minta maaf?"

"Tidak, tapi, setelah acara bentak-bentakkan tadi, kukira kau sangat dendam padaku,"

"Tentu saja. Bukan dendam, tapi hanya marah,"

"Marah? Kenapa kau marah padaku? Bertemu saja baru hari ini,"

"Tentu saja aku marah. Kau.. telah mengambil namja-ku,"

-TBC-

Chap 3-nya datang xD mian kalau kependekkan. Aku usahain chap depan panjang kok '-' janjii'-')v tapi bakal agak lama mungkin. Hehehe.

Gomawo yang udah review kemarin. Maaf aku ga bisa bales review kalian karena ini aku buru-buru ngepostnya huaa. Mianhaeyoo *deep bow* tapi aku seneng kalian udah review. Gomawo nee :D