Title: Sacrifice
Cast: Huang Zi Tao ; Wu Yi Fan ; Other EXO Members
Pair: TaoRis ; Other
Summary: Tao mencintai Kris. Tapi cinta Tao itu bertepuk sebelah tangan. Tao sudah banyak berkorban untuk Kris. Tapi Kris tak menghargai penghorbanan itu. Lalu, akankah Tao menyerah? Bad summary. Yaoi. BoyxBoy. TaoRis. EXO fic. DLDR. RnR? Please?
-0-
"Namja-mu? Maksudmu apa?" Dahi Sehun mengerut
"Tidak. Lupakan saja," balas Kris "Dan, yah. Terimakasih telah mengantarkan Tao pulang. Aku benar-benar berterimakasih atas kebaikan hatimu,"
"Eumm, ya. Sama-sama. Aku senang bisa membantu Tao hyung,"
Kris menampakkan senyumnya. Senyum sedih, "Aku benar-benar payah, ya?"
"Eh? Maksudmu?"
"Aku cemburu. Cemburu karena kau telah seenaknya mendekati Tao-ku, tiba-tiba saja inbox handphone Tao penuh dengan SMS darimu. Jujur saja, aku benar-benar cemburu," jelas Kris "Tapi, yang bisa kulakukan untuk mengatasi perasaan cemburu itu hanyalah dengan memaki-maki Tao. Membuat perasaannya sakit,"
"Kau bodoh, kalau begitu," kata Sehun "Entahlah. Aku sendiri bingung ketika mendengar cerita Tao tentangmu. Kau mencintai Tao, kalau kulihat dari sikapmu saat ini. Tapi, ahh… aku tak mengerti,"
"Ada suatu alasan tertentu. Alasan mengapa aku memperlakukan Tao seperti itu…,"
"Apa alasannya?"
"Ah. Kurasa kau tidak perlu mengetahuinya, kan?" balas Kris sambil terkekeh pelan "Ah. Untuk menebus perlakuanku yang kasar padamu, bagaimana kalau kau ku traktir dulu?"
-0-
Tao POV
Aku melihat bayangan wajahku di cermin. Aigoo. Aku benar-benar menyedihkan. Mataku terlihat sangat sembab sekarang. Jejak bekas-bekas air mata terlihat sangat jelas di pipiku.
Kenapa Kris-ge tidak masuk daritadi? Apakah ia masih bertengkar dengan Sehun? Aku ingin memastikannya. Tapi, aku terlalu takut untuk melihat ke luar. Aku takut. Entah kenapa.
Tapi aku benar-benar khawatir. Aku tidak mau Sehun yang sangat baik itu terluka karenaku. Aku tidak mau. Ia sudah sangat baik padaku. Selalu ada di saat aku kesusahan. Aku tidak mau membuatnya terluka.
Aku pun memutuskan untuk berdiri dan melihat keluar. Tapi… kenapa mereka tidak ada? Sekarang jalan di depan rumahku sudah kosong. Tidak ada siapapun. Aku benar-benar khawatir. Jangan-jangan Kris-ge mengajak Sehun menuju tempat sepi untuk menghabisinya. Aigoo! Aku tidak mau.
Tapi.. apa yang bisa kulakukan? Bahkan menghadapi om-om brengsek tadi saja tidak bisa. Mana mungkin aku bisa menghadapi Kris-ge untuk melindungi Sehun, kan? Menatap Kris-ge tepat pada mata-nya pun butuh keberanian yang besar bagiku.
'Tuhan… aku harus melakukan apa?'
Handphone-ku tiba-tiba berbunyi. Humm… sepertinya ada SMS. Dan itu adalah nada dering yang kupakai khusus untuk sahabat-sahabatku di tempat kuliah. Ada apa?
From: Sehunnie~
Hyung, aku pulang dulu, ne? Jaga dirimu baik-baik. P.S: Kris juga pergi.
Ah. Aku mengerti. Jadi Sehun telah pulang dan Kris-ge pergi. Huft… untunglah apa yang aku takutkan tidak menjadi kenyataan. Tapi, kenapa Kris-ge pergi? Apakah… dia marah padaku? Hft…
Tiba-tiba perutku berbunyi. Aigoo. Ternyata aku lapar. Padahal, sepertinya baru beberapa jam yang lalu aku makan. Tapi ini sudah lapar lagi.
"Humm, lebih baik aku masak saja ya…," gumamku
Aku pun melangkahkan kakiku menuju dapur. Ah. Aku lupa. Bahan makanan kan sudah habis. Mau masak apa? Hhh, kalau begini, aku harus ke supermarket dulu.
Aku pun buru-buru melangkahkan kakiku ke luar rumah. Aku berjalan menuju supermarket, yang notabene memang dekat dengan rumahku.
-Supermarket-
Author POV
Tao melangkahkan kakinya memasuki supermarket yang dingin itu. Ia mengitari tempat bahan-bahan makanan. Dengan cepat, ia mengambil bahan-bahan untuk membuat jjangmyeon.
"Humm, sepertinya ini sudah cukup." gumam Tao pelan
Tanpa sengaja, matanya menangkap sosok tinggi Kris yang berhadapan dengan dirinya, tapi Kris tidak dapat melihat Tao. Kris terlihat sedang meminum kopi di café yang berada di seberang supermarket itu. Posisi Tao memang cukup dekat dengan pintu supermarket, sehingga dapat melihat tubuh tinggi Kris itu.
'Kris-ge.. sedang apa?'
Tao tidak bisa melihat namja yang ada di hadapan Kris, karena namja yang sedang mengobrol dengan Kris itu memunggungi Tao.
'Itu, siapa, ya?' batin Tao 'Rasanya aku mengenalnya. Tapi… ah, itu mungkin hanya perasaanku saja.'
Tao pun menghela nafas. Ia memutuskan untuk secepatnya membayar bahan-bahan yang ia beli itu. Ia benar-benar penasaran dengan siapa namja itu, sebenarnya. Karena Kris terlihat mengobrol dan tertawa dengannya. Dan, Tao merasa dirinya sangat cemburu. Sangat, cemburu. Sudah lama sekali sejak ia terakhir kali melihat tawa Kris yang ditujukan untuknya, atau dilakukan karena dirinya. Dan kini? Kris dapat tertawa lepas dengan orang lain. Tao benar-benar iri dengan namja itu.
'Apa yang harus aku lakukan agar Kris-ge bisa tertawa seperti itu denganku? Apa?'
-At Kris side-
Kris menatap wajah Sehun yang berada di hadapannya. Wajah yang tampan, Kris akui itu. Dan ketampanannya itu, membuat Kris takut.
Kris takut Tao akan berpaling dari dirinya. Kris takut Tao akan menyukai Sehun yang lebih baik dari dirinya. Kris sangat takut itu akan terjadi. Tapi, apa boleh buat? Kris sudah terlanjur memperlakukan Tao dengan kasar. Menurut Kris, ia tidak bisa memperbaikinya.
"Kris-ssi, terimakasih atas traktirannya," kata Sehun "Aku tidak menyangka kau akan benar-benar mentraktirku,"
"Haha, aku kan sudah berjanji, Sehun-ssi," balas Kris "Ah ya. Sekali lagi aku benar-benar berterimakasih karena kau telah melindungi Tao,"
"Ah, ne. Itu memang tugasku," balas Sehun
"Tugas? Maksudmu?"
"A-Ah. Maksudku, Tao hyung itu terlihat sangat rapuh, disentuh oleh ujung jari saja seperti akan patah. Jadi, entah mengapa ada dorongan dalam hatiku untuk melindunginya. Begitulah."
"Ahh. Aku mengerti perasaanmu itu. Dulu, saat pertama kali bertemu Tao, aku pun merasakan hal yang sama. Perasaan ingin melindungi. Tapi, sekarang? Aih. Aku malah yang menyebabkannya terlihat rapuh,"
"Kelakuanmu itu salah, kau tau kan, Kris-ssi?" kata Sehun "Kenapa kau tidak merubahnya? Kenapa kau tidak mencoba menjadi Kris yang Tao rindukan?"
"Aku… Tidak tau. Aku merasa sangat payah. Aku merasa tidak dapat memperbaiki kelakuanku lagi,"
"Itu salah. Kau bisa. Selalu ada kesempatan kedua. Tapi, keberhasilan dari menggunakan kesempatan kedua itu, bergantung pada dirimu sendiri, Kris-ssi. Dan, menurutku, kau harus memakai kesempatan itu,"
"Entahlah. Aku masih harus memikirkan beberapa hal lagi," balas Kris "Dan. Oh! Sekarang sudah jam enam. Aku harus segera pulang. Aku takut Tao kenapa-napa,"
"Ah, baiklah. Terimakasih sekali lagi, Kris-ssi," kata Sehun sambil tersenyum
"Ne, aku juga berterimakasih, Sehun-ssi,"
Kedua namja tampan itu berdiri dari bangkunya. Pengunjung wanita yang sedaritadi memperhatikan mereka menghela nafas kecewa ketika dua namja tampan itu bangkit dan perlahan melangkahkan kaki keluar dari café itu.
-0-
Tao POV
Humm, sudah jam enam. Dan Kris-ge belum pulang. Apakah ia masih di café itu? Bersama dengan namja yang tak ku kenal itu? Aigoo…
Aku memakan jjangmyeon-ku dengan pelan. Entahlah, nafsu makan yang tadinya sangat besar itu kini hilang. Hanya dengan melihat Kris-ge yang berduaan dengan namja itu dan dapat tertawa lepas sambil mengobrol ringan. Aigo. Aku ingin sekali Kris-ge melakukan hal itu bersamaku. Huft…
Mataku sama sekali tak memperhatikan acara TV yang sedang ditayangkan di hadapanku. Aku benar-benar tak memperhatikannya, fikiranku melayang entah kemana.
CKLEK
Aku langsung melihat kearah pintu yang terbuka, berharap Kris-ge pulang. Dan, benar saja. Kris-ge ada di sana. Aku langsung tersenyum senang.
"Kris-ge, darimana saja?"
Kris-ge menatapku dengan pandangan datarnya. Aku tetap memasang senyum-ku.
"Bukan urusanmu,"
Setelah mengatakan itu, Kris-ge langsung masuk ke dalam kamarnya. Meninggalkan aku sendirian.
"Ahh…,"
Entah kenapa, hatiku teriris sakit ketika mendengar Kris-ge mengatakan hal itu. Padahal, Kris-ge sangat sering mengatakannya padaku. Apakah… karena aku sudah tau ia pergi kemana dan dengan siapa? Iya kah?
Aku mematikan TV yang ada di hadapanku. Aku pun memilih untuk menghabiskan jjangmyeon-ku dengan rasa sakit yang ada di hatiku.
Kris-ge… kenapa sikapmu seperti itu hanya padaku? Apa sebenarnya salahku? Kenapa kau bisa tertawa lepas dan mengobrol dengan orang lain? Kenapa bukan dengan diriku? Setidaknya… aku hanya ingin kau menjawab pertanyaanku dengan nada biasanya. Bukan dengan nada dingin dan tatapan datarmu itu. Itu menyakitiku, ge…
Setelah menghabiskan makananku, aku memberanikan diri melangkahkan kaki menuju kamar Kris-ge. Aku mengetuk pintu kamarnya perlahan.
"Ada apa?"
Kenapa Kris-ge tidak bilang 'masuk' saja? Kenapa harus bertanya dulu? Aigoo…
"Umm… gege sudah makan?" tanyaku
"Sudah,"
"O-Ohh. Kapan, ge?"
"Kenapa kau peduli?"
DEG. Tentu saja aku peduli karena aku mencintai-mu, ge. Sangat mencintai-mu. Apakah kau tidak menyadarinya? Atau kau pura-pura tidak tau?
"A-Aku…,"
"Sudahlah, urusi saja urusan-mu sendiri, Huang Zi Tao. Jangan mengurusi aku,"
Aku pun terpaku di depan pintu Kris-ge. Hatiku berdenyut sakit.
"Ba-Baiklah, ge. Mian, Mianhae…,"
Aku buru-buru melangkahkan kakiku menjauh dan memasuki kamarku sendiri. Aku ingin menangis, tapi, sudahlah. Aku sudah terlalu banyak menangis.
Ting Tong
Tiba-tiba bel rumah berbunyi. Aku memutuskan untuk membukakannya. Dan, saat membukanya, aku sangat terkejut. Bukankah ini yeoja yang kemarin datang kerumah ini? Siapa namanya? Jessica?
"A-Ada apa?" tanyaku
"Mana Kris?!"
"Kris-ge ada di dalam kamarnya. Tenanglah. Jelaskan perlahan, ada urusan apa?"
"Kris harus bertanggung jawab! Aku hamil!" kata yeoja itu histeris
Firasatku tak enak. Aku sudah tau apa yang akan terjadi. "Ke-Kenapa harus Kris-ge yang bertanggung jawab?"
"Tentu saja karena ini anaknya!"
"M-Mwo?!"
-0-
Author POV
Sehun melangkahkan kakinya masuk kedalam rumahnya. Ia menemukan appa dan ummanya yang sedang menonton TV bersama di ruang tengah.
"Loh? Umma? Appa? Appa tidak kerja?" tanya Sehun
"Appa sudah pulang daritadi, Sehun-ah," jelas appa Sehun
"Ohh… Tumben," gumam Sehun
"Kau tadi habis darimana, Sehun?" tanya sang umma
"Aku tadi mengantarkan teman pulang, umma. Aku kasihan dengannya, tadi ia hampir di rape," jelas Sehun, dengan nada aneh di akhir kalimat.
"Mwo? Di rape? Aigo! Kasihan sekali! Kau selamatkan dia, kan?"
"Ne, untungnya aku datang pada saat yang tepat, umma," jelas Sehun "Sudah ya? Aku lelah. Mau istirahat di kamar,"
Tanpa menunggu balasan dari kedua orangtuanya, Sehun melangkahkan kaki menuju kamarnya yang berada di lantai atas. Saat sampai di kamarnya, Sehun langsung merebahkan dirinya di kasurnya yang empuk.
'Keadaan Tao hyung bagaimana, ya?'
'Apakah dia khawatir menunggu Kris pulang?'
'Apakah dia khawatir padaku?'
Sehun menghela nafasnya. 'Kenapa sulit sekali untuk menghapuskan perasaan ini?'
Sehun POV
Handphone-ku berbunyi. Itu… nada khusus untuk Tao hyung! Ada apa, ya?
From: Tao Hyungie~
Sehun-ah…
Eh? Hanya itu? Ada apa? Apakah Kris melakukan hal yang tidak baik lagi padanya? Aish jinjja!
To: Tao Hyungie~
Ada apa, hyung? Apa yang terjadi padamu?!
From: Tao Hyungie~
Sehun-ah… Kris-ge, Kris-ge, punya anak dengan yeoja lain…
MWOYA?! Sialan. Benar-benar! Padahal sudah aku bilang kalau ia harus merubah sikapnya! Tapi ini? Punya anak dengan yeoja lain? Benar-benar tidak dapat dipercaya!
To: Tao hyungie~
Tao hyung, tunggu dirumahmu, ne? Aku akan kesana, secepatnya! Tunggu saja!
Aku pun langsung bangkit dari tempat tidurku. Tanpa ba bi bu lagi, aku buru-buru turun kebawah, dan mengenakan sepatuku.
"Sehun-ah, mau kemana?"
"Mau kerumah teman, appa!"
Aku buru-buru keluar dari rumah. Rumah Tao hyung memang tidak terlalu jauh. Tapi tetap saja, membutuhkan waktu yang tidak sebentar untuk sampai kesana.
Aku memutuskan untuk berlari. Agar dapat menghemat waktu. Yah, walaupun pastinya aku akan langsung lelah karenanya.
-SKIP-
-Tao's Home-
Sampai di rumah Tao hyung, aku memencet bel rumahnya berkali-kali, lalu, saat aku mau memencet bel untuk ke sekian kalinya, pintu tiba-tiba terbuka. Dan muncullah sosok Tao hyung yang kini terlihat sangat rapuh. Rambutnya berantakkan. Pipinya dialiri air mata. Matanya mengeluarkan air mata yang sangat banyak. Matanya juga merah. Saat ia melihatku, ia langsung memeluk tubuhku.
"Hiks, Sehunnie, hiks," tangis Tao hyung
"Ta-Tao hyung, ada apa, eum? Apakah Kris benar-benar, benar-benar…,"
"Aku, aku juga tidak tau," balas Tao hyung "Yang aku tau, tiba-tiba yeoja itu datang dan mengaku bahwa anak yang ada di kandungannya adalah anak Kris-ge. Hiks. Sehunnie…,"
"Sssh. Jangan menangis, hyung. Tenanglah. Bisa saja yeoja itu berbohong, kan? Bisa saja. Jadi, tenanglah,"
Tangisan Tao hyung perlahan mereda. Aku merasa lega karenanya.
"Sehun-ssi?"
Tiba-tiba sosok Kris tampak di mataku. Ia berada di belakang Tao, bersama dengan yeoja yang aku yakini sebagai yeoja yang bilang bahwa ia punya anak dari Kris.
"Kenapa kau ada di sini?"
"Aku ada di sini untuk mengajak Tao hyung pergi," jawabku dingin
"Pergi? Maksudmu apa?" tanya Kris bingung
"Mengajak Tao hyung untuk tinggal di tempatku! Kurasa, Tao hyung sudah tidak perlu tinggal bersama dengan orang yang tidak bisa melindunginya sama sekali! Kurasa, Tao hyung lebih baik tinggal denganku!"
"Apa-apaan?!" Kris terlihat tidak terima "Aku tidak terima! Tidak! Tao itu milikku!"
"Milikmu bagaimana?! Kau hanya dapat membuatnya menangis dan menangis terus! Apakah itu yang dilakukan oleh orang yang mencintai Tao hyung, eoh?!"
"Se-Sehunnie," Tao mengeluarkan suaranya "Kenapa? Kenapa kau mau mengajakku tinggal di tempatmu?"
Aku menghela nafas. Apakah aku harus mengatakan ini sekarang? Aish. Aku kan hanya mau menyelamatkan Tao hyung. Bukannya mau menyatakan perasaanku! Tapi… sudahlah. Mungkin lebih baik begini.
"Itu, itu karena…," Aku terdiam sesaat "Itu karena aku mencintaimu, Tao hyung."
-TBC-
Otte? Pendek? Yah. Mianhae. Padahal aku udah usahain lebih panjang sih ya-_- tapi moment TBC-nya memang harus disini kekeke *evilaugh*
Gomawo yang udah review kemarin: noa lin, clorophylpanda, Shin Min Hwa, Guest, Istmia Ubaydiah, halliypanda, Agustina Sukowat, putri, BaekRen, Chonurullau40, pyolipops, Jin Ki Tao, Guest, vickykezia23, Guest, Time to argha, Ryu, awlia, ru-ie, wkjytaoris ALL, ttuijangKrisJY, PrinceTae, myjongie, devinatan98, eLizxie Aire, aniyoong, Dianaanisti 1, meyy-chaan, chikakyumin. Makasih yaa review kalian berarti banget buat Nana :D Maaf ga bisa bales review *deep bow*
Last, mind to review?
