Title: Sacrifice
Cast: Huang Zi Tao ; Wu Yi Fan ; Other EXO Members
Pair: TaoRis ; Other
Summary: Tao mencintai Kris. Tapi cinta Tao itu bertepuk sebelah tangan. Tao sudah banyak berkorban untuk Kris. Tapi Kris tak menghargai penghorbanan itu. Lalu, akankah Tao menyerah? Bad summary. Yaoi. BoyxBoy. TaoRis. EXO fic. DLDR. RnR? Please?
-0-
Author POV
"Itu, itu karena…," Sehun terdiam sesaat "Itu karena aku mencintaimu, Tao hyung."
Perkataan Sehun sukses membuat tubuh dua namja membeku. Ya, siapa lagi kalau bukan Kris dan Tao? Tao terlihat sangat kaget. Sedangkan Kris? Kaget bercampur amarah.
"Apa kau bilang?!" bentak Kris "Apa? Kau mencintai Tao?!"
"Ya! Aku sangat mencintai Tao hyung! Bahkan mungkin melebihi cinta-mu padanya!" balas Sehun "Kalau kau tidak bisa menjaganya, lebih baik aku yang mengambil alih!"
"Aku bisa menjaganya! Siapa bilang tidak bisa?!"
"Mana buktinya?! Mana?!" Sehun terlihat menatap Kris marah "Kau hanya dapat membuatnya menangis dan menangis! Bahkan kau selalu membuat luka di tubuhnya! Apa itu yang dimaksud selalu menjaga, eoh?!"
Kris mematung ketika mendengar ucapan Sehun. Ia tidak dapat membalasnya, karena apa yang dikatakan Sehun memang benar.
Sehun hanya menunjukkan smirk-nya begitu melihat reaksi Kris. Ia sudah duga, kalau Kris tidak dapat membalas ucapannya yang tadi. Sehun pun mengalihkan pandangannya menuju Tao yang masih ada di pelukannya.
"Tao hyung?" Sehun memanggil "Umm, mau ikut aku?"
Kini Sehun betul-betul takut dengan apa yang akan dikatakan oleh Tao. Bagaimana kalau Tao menolak ajakannya? Pasti akan sangat memalukan! Padahal ia sudah dengan pede-nya mengajak Tao untuk tinggal bersamanya. Sampai membentak-bentak Kris pula.
"Se-Sehunnie, kau serius?" Tao mengangkat kepalanya dan menatap Sehun polos. Masih tersisa jejak-jejak air mata di pipi chubby milik Tao
"Ne, aku serius, hyung," jawab Sehun sambil tersenyum hangat "Mau, atau tidak?"
"U-Umm, baiklah. Aku akan ikut bersama-mu," Tao menundukkan kepalanya
"Baguslah," Sehun tersenyum lega "Kalau begitu, sekarang hyung mengambil baju-baju saja. Setelah itu aku akan mengajak hyung pergi."
Tao menganggukan kepalanya. Pelukkan antara HunTao pun terlepas. Tao melangkahkan kakinya menuju kamarnya. Namun, saat berjalan melewati Kris, Kris langsung meraih tangan Tao.
"Tao… kau benar-benar mau ikut dengannya?" Tao tertegun ketika melihat tatapan mata Kris. Tatapan sendu dan tatapan seperti tidak mau kehilangan. Seperti… Kris yang dulu. Tapi, Tao telah membulatkan keputusannya
"Mianhae, ge. Tapi, aku sudah lelah…,"
Tao melepaskan tangan Kris yang menggenggam tangannya. Dan Kris hanya dapat berdiri terpaku dengan ucapan Tao itu.
"Apakah… aku telah kehilanganmu?"
-0-
Kini Tao dan Sehun sedang dalam perjalanan menuju rumah Sehun. Mereka terlihat bercanda dan Tao sibuk tertawa karena lelucon yang Sehun lontarkan. Lalu, satu pertanyaan dari Tao membuat Sehun terdiam.
"Apakah ucapan Sehunnie kalau kau mencintaiku itu benar?"
Sehun bungkam. Ia benar-benar malu. Untuk apa sebenarnya ia bilang kalau ia itu mencintai Tao? Argh. Memalukan sekalii.
"U-Umm, itu…," Sehun berfikir "Kalau aku bilang bahwa ucapan itu benar, bagaimana?"
"E-Ehh…," pipi Tao memerah "Umm…"
"Tidak usah difikirkan, Tao hyung," kata Sehun sambil mengusak rambut Tao "Itu hanya masalah kecil."
Tao hanya menganggukan kepalanya polos. Membuat Sehun gemas sekali dengan hyungnya itu.
Tao pun terdiam. Ia terlihat memikirkan sesuatu. Ia sebenarnya memikirkan tentang tatapan sendu yang Kris tujukan untuknya tadi. Apakah… Kris takut kehilangannya? Apa Kris masih mencintainya? Agh. Semuanya hanya membuat Tao pusing. Tao tak ingin berharap banyak, sebenarnya. Karena… ia terlalu bingung dengan perlakuan Kris. Kris seringkali bersikap seperti Tao bukan siapa-siapa baginya, hanya seseorang yang digunakan untuk bahan pelampiasan saja. Tapi, terkadang, Kris menganggap Tao seperti seseorang yang begitu berarti. Dalam kata lain, kadang Kris bersikap seperti Kris mencintai Tao.
"Tao hyung?" Sehun memanggil Tao "Kenapa melamun?"
"Ahh, aniyo. Aku hanya memikirkan sesuatu," jawab Tao "Umm, Sehunnie~ Apakah rumahmu masih jauh?"
"Ahh, tidak terlalu. Nanti setelah belok kanan, di pinggir jalan itu ada rumahku," jelas Sehun "Kenapa? Hyung sudah capek, ya?"
"Ahh, tidak juga, sih," jawab Tao
"Benar? Kalau hyung capek, kita istirahat dulu saja," kata Sehun "Atau hyung mau aku gendong?"
"Hyaa, tidakk," Muncul semburat merah di pipi Tao. Entahlah, perbuatan Sehun seringkali membuat pipi Tao memerah seperti itu
"Haha, baiklah. Ayo, sebentar lagi kita juga sampai, hyung," kata Sehun
Tao pun menganggukan kepalanya dan mengikuti langkah Sehun. Ternyata benar apa yang dikatakan oleh Sehun, rumahnya memang tinggal dekat. Tidak lama, Tao sudah dapat melihat pintu gerbang rumah Sehun yang besar.
"Omo…," Tao terpana "Ru-Rumah Sehunnie besar sekalii."
"Haha, entahlah, hyung. Orangtua-ku sangat suka dengan desain rumah-ku yang sekarang. Padahal, aku lebih suka rumah yang sederhana," jelas Sehun
"Apa Sehunnie tidak takut dikunjungi oleh pencuri?" tanya Tao polos. Sehun tertawa kecil karenanya
"Tentu saja aku takut. Tapi, untunglah sampai saat ini belum ada satupun tamu rumah kami yang pencuri," jelas Sehun "Sudahlah, ayo kita masuk saja, hyung."
Sehun pun menggandeng tangan Tao masuk ke rumahnya.
-0-
"M-Mianhae, Kris cha-,"
"Jangan panggil aku chagiya!" bentak Kris "Argh! Kenapa kau harus datang lagi?! Itu bukan anakku! Aku tidak pernah melakukannya dengan-mu, ingat?!"
"A-Aku tau!" balas yeoja itu, Jessica "Aku tau kalau ini bukan anak-mu! Puas?! Ini anak Daehyun. Puas kau?!"
"Kalau anak Daehyun lalu kenapa kau harus kesini, hah?!" bentak Kris "Kau membuat semua-nya hancur! Argh!"
"Ma-Maaf," Jessica menundukkan kepala-nya "Daehyun tidak mau bertanggung-jawab. Aku bingung harus kemana, aku tidak tau. Hiks."
Jessica mulai terisak. Kris yang mendengar isakkan Jessica itu akhirnya berusaha meredam emosi-nya.
"Jessica, dengar aku," kata Kris "Aku, tidak bisa. Dengar? Aku tidak bisa. Itu bukan anakku, kan? Dan, bukankah kau masih punya seseorang bernama Lee Donghae? Kenapa kau tidak kesana saja, eum? Ku dengar kalian saling mencintai."
"Donghae, Donghae…," Jessica masih menangis "Donghae tidak akan mencintai-ku lagi jika tau kalau aku melakukan 'itu' bersama namja lain, dia tidak akan mencintai-ku. Dia pasti akan membenci-ku."
"Kenapa tidak kau coba dulu?"
"A-Ah. Baiklah, baiklah. Aku akan ke tempat Donghae," kata Jessica "Tapi, aku tidak tau bagaimana cara-nya."
"Aku antarkan."
-SKIP TIME-
Setelah mengantarkan Jessica ke rumah seorang namja bernama Lee Donghae, Kris kini terdiam di dalam suatu café. Beberapa pelayan yang melihat sosok-nya itu berusaha menarik perhatiannya, tapi sia-sia saja. Kris tidak menoleh bahkan tidak sekali-pun menggubris mereka.
Kris memikirkan Tao. Ya, Tao. Satu-satu nya namja yang telah membuat diri-nya seperti ini. Satu-satunya namja yang telah membuat diri Kris begitu berantakan seperti ini.
"Gege, tangkap aku kalau bisa!"
"Huang Zi Tao! Kau nakal yaa!"
Kris memegang kepalanya frustasi. Baru beberapa jam Tao pergi saja sudah membuat Kris seperti ini. Bagaimana kalau satu hari? Satu minggu? Satu bulan? Satu tahun? Selamanya? Entah Kris akan seperti apa hidup-nya.
"Gege menyebalkan! Aku kesal pada-mu!"
"Aku mencintai-mu~"
"G-Gege!"
Kris mengerang tertahan. Ia merutuki diri-nya sendiri. Mengapa disaat-saat seperti ini memori masa lalu-nya dengan Tao terulang-ulang dengan jelas? Membuat dada-nya terasa sesak.
"Kau tidak pantas untuk Kris, Huang Zi Tao."
"Anak seperti-mu kenapa bisa bersama-nya? Jangan-jangan, kau hanya jadi bahan taruhan?"
PLAKK
"Jangan menampar Tao! Dia kekasih-ku!"
"Akh!"
Kris mengerang frustasi ketika akhirnya memori tentang penyebab sikap-nya selama ini datang. Berlalu begitu saja, seakan tidak tau kalau memori itu dapat menyebabkan hati Kris bertambah sesak.
"Mi-Mianhae, Huang Zi Tao," bisik Kris "Aku mencintai-mu. Sangat…"
-TBC-
Hai hai '-')/ Lanjutan Sacrifice udah dateng xD Otte? Gaje? Bagus? Jelek? Biasa aja? Haha .-.
Gomawo buat yang udah review kemarin: DevilFujoshi, vickykezia23, officialambtypo, Anyta, renachun, BaekRen, awlia, Guest, EXOTICS TaoRisKrisTao, halliypanda, Guest, aniyoong, PrinceTae, Shin Min Hwa, yewonmjeje, Chonorullau40, Brigitta Bukan Brigittiw, hyukie, IyaSiBum, Jin Ki Tao, EXOLunatics, AfChanSNSH, chikakyumin, meyy-chaan, MyJonggie, Riszaaa. Maaf ga bisa bales review kalian. Dan maaf kalau chapter kemarin gaje+alurnya kecepetan. Mianhae *deep bow*
Oh ya, aku ada FF baru '-' silakan di cek kalau berminat. Judulnya Heart To Hurt sama Complicated Love. Pairnya masih KrisTao/TaoRis. Tapi ada slight pair-pair lain, kok '-'v
Last, mind to review?
Title: Sacrifice
Cast: Huang Zi Tao ; Wu Yi Fan ; Other EXO Members
Pair: TaoRis ; Other
Summary: Tao mencintai Kris. Tapi cinta Tao itu bertepuk sebelah tangan. Tao sudah banyak berkorban untuk Kris. Tapi Kris tak menghargai penghorbanan itu. Lalu, akankah Tao menyerah? Bad summary. Yaoi. BoyxBoy. TaoRis. EXO fic. DLDR. RnR? Please?
-0-
Author POV
"Itu, itu karena…," Sehun terdiam sesaat "Itu karena aku mencintaimu, Tao hyung."
Perkataan Sehun sukses membuat tubuh dua namja membeku. Ya, siapa lagi kalau bukan Kris dan Tao? Tao terlihat sangat kaget. Sedangkan Kris? Kaget bercampur amarah.
"Apa kau bilang?!" bentak Kris "Apa? Kau mencintai Tao?!"
"Ya! Aku sangat mencintai Tao hyung! Bahkan mungkin melebihi cinta-mu padanya!" balas Sehun "Kalau kau tidak bisa menjaganya, lebih baik aku yang mengambil alih!"
"Aku bisa menjaganya! Siapa bilang tidak bisa?!"
"Mana buktinya?! Mana?!" Sehun terlihat menatap Kris marah "Kau hanya dapat membuatnya menangis dan menangis! Bahkan kau selalu membuat luka di tubuhnya! Apa itu yang dimaksud selalu menjaga, eoh?!"
Kris mematung ketika mendengar ucapan Sehun. Ia tidak dapat membalasnya, karena apa yang dikatakan Sehun memang benar.
Sehun hanya menunjukkan smirk-nya begitu melihat reaksi Kris. Ia sudah duga, kalau Kris tidak dapat membalas ucapannya yang tadi. Sehun pun mengalihkan pandangannya menuju Tao yang masih ada di pelukannya.
"Tao hyung?" Sehun memanggil "Umm, mau ikut aku?"
Kini Sehun betul-betul takut dengan apa yang akan dikatakan oleh Tao. Bagaimana kalau Tao menolak ajakannya? Pasti akan sangat memalukan! Padahal ia sudah dengan pede-nya mengajak Tao untuk tinggal bersamanya. Sampai membentak-bentak Kris pula.
"Se-Sehunnie, kau serius?" Tao mengangkat kepalanya dan menatap Sehun polos. Masih tersisa jejak-jejak air mata di pipi chubby milik Tao
"Ne, aku serius, hyung," jawab Sehun sambil tersenyum hangat "Mau, atau tidak?"
"U-Umm, baiklah. Aku akan ikut bersama-mu," Tao menundukkan kepalanya
"Baguslah," Sehun tersenyum lega "Kalau begitu, sekarang hyung mengambil baju-baju saja. Setelah itu aku akan mengajak hyung pergi."
Tao menganggukan kepalanya. Pelukkan antara HunTao pun terlepas. Tao melangkahkan kakinya menuju kamarnya. Namun, saat berjalan melewati Kris, Kris langsung meraih tangan Tao.
"Tao… kau benar-benar mau ikut dengannya?" Tao tertegun ketika melihat tatapan mata Kris. Tatapan sendu dan tatapan seperti tidak mau kehilangan. Seperti… Kris yang dulu. Tapi, Tao telah membulatkan keputusannya
"Mianhae, ge. Tapi, aku sudah lelah…,"
Tao melepaskan tangan Kris yang menggenggam tangannya. Dan Kris hanya dapat berdiri terpaku dengan ucapan Tao itu.
"Apakah… aku telah kehilanganmu?"
-0-
Kini Tao dan Sehun sedang dalam perjalanan menuju rumah Sehun. Mereka terlihat bercanda dan Tao sibuk tertawa karena lelucon yang Sehun lontarkan. Lalu, satu pertanyaan dari Tao membuat Sehun terdiam.
"Apakah ucapan Sehunnie kalau kau mencintaiku itu benar?"
Sehun bungkam. Ia benar-benar malu. Untuk apa sebenarnya ia bilang kalau ia itu mencintai Tao? Argh. Memalukan sekalii.
"U-Umm, itu…," Sehun berfikir "Kalau aku bilang bahwa ucapan itu benar, bagaimana?"
"E-Ehh…," pipi Tao memerah "Umm…"
"Tidak usah difikirkan, Tao hyung," kata Sehun sambil mengusak rambut Tao "Itu hanya masalah kecil."
Tao hanya menganggukan kepalanya polos. Membuat Sehun gemas sekali dengan hyungnya itu.
Tao pun terdiam. Ia terlihat memikirkan sesuatu. Ia sebenarnya memikirkan tentang tatapan sendu yang Kris tujukan untuknya tadi. Apakah… Kris takut kehilangannya? Apa Kris masih mencintainya? Agh. Semuanya hanya membuat Tao pusing. Tao tak ingin berharap banyak, sebenarnya. Karena… ia terlalu bingung dengan perlakuan Kris. Kris seringkali bersikap seperti Tao bukan siapa-siapa baginya, hanya seseorang yang digunakan untuk bahan pelampiasan saja. Tapi, terkadang, Kris menganggap Tao seperti seseorang yang begitu berarti. Dalam kata lain, kadang Kris bersikap seperti Kris mencintai Tao.
"Tao hyung?" Sehun memanggil Tao "Kenapa melamun?"
"Ahh, aniyo. Aku hanya memikirkan sesuatu," jawab Tao "Umm, Sehunnie~ Apakah rumahmu masih jauh?"
"Ahh, tidak terlalu. Nanti setelah belok kanan, di pinggir jalan itu ada rumahku," jelas Sehun "Kenapa? Hyung sudah capek, ya?"
"Ahh, tidak juga, sih," jawab Tao
"Benar? Kalau hyung capek, kita istirahat dulu saja," kata Sehun "Atau hyung mau aku gendong?"
"Hyaa, tidakk," Muncul semburat merah di pipi Tao. Entahlah, perbuatan Sehun seringkali membuat pipi Tao memerah seperti itu
"Haha, baiklah. Ayo, sebentar lagi kita juga sampai, hyung," kata Sehun
Tao pun menganggukan kepalanya dan mengikuti langkah Sehun. Ternyata benar apa yang dikatakan oleh Sehun, rumahnya memang tinggal dekat. Tidak lama, Tao sudah dapat melihat pintu gerbang rumah Sehun yang besar.
"Omo…," Tao terpana "Ru-Rumah Sehunnie besar sekalii."
"Haha, entahlah, hyung. Orangtua-ku sangat suka dengan desain rumah-ku yang sekarang. Padahal, aku lebih suka rumah yang sederhana," jelas Sehun
"Apa Sehunnie tidak takut dikunjungi oleh pencuri?" tanya Tao polos. Sehun tertawa kecil karenanya
"Tentu saja aku takut. Tapi, untunglah sampai saat ini belum ada satupun tamu rumah kami yang pencuri," jelas Sehun "Sudahlah, ayo kita masuk saja, hyung."
Sehun pun menggandeng tangan Tao masuk ke rumahnya.
-0-
"M-Mianhae, Kris cha-,"
"Jangan panggil aku chagiya!" bentak Kris "Argh! Kenapa kau harus datang lagi?! Itu bukan anakku! Aku tidak pernah melakukannya dengan-mu, ingat?!"
"A-Aku tau!" balas yeoja itu, Jessica "Aku tau kalau ini bukan anak-mu! Puas?! Ini anak Daehyun. Puas kau?!"
"Kalau anak Daehyun lalu kenapa kau harus kesini, hah?!" bentak Kris "Kau membuat semua-nya hancur! Argh!"
"Ma-Maaf," Jessica menundukkan kepala-nya "Daehyun tidak mau bertanggung-jawab. Aku bingung harus kemana, aku tidak tau. Hiks."
Jessica mulai terisak. Kris yang mendengar isakkan Jessica itu akhirnya berusaha meredam emosi-nya.
"Jessica, dengar aku," kata Kris "Aku, tidak bisa. Dengar? Aku tidak bisa. Itu bukan anakku, kan? Dan, bukankah kau masih punya seseorang bernama Lee Donghae? Kenapa kau tidak kesana saja, eum? Ku dengar kalian saling mencintai."
"Donghae, Donghae…," Jessica masih menangis "Donghae tidak akan mencintai-ku lagi jika tau kalau aku melakukan 'itu' bersama namja lain, dia tidak akan mencintai-ku. Dia pasti akan membenci-ku."
"Kenapa tidak kau coba dulu?"
"A-Ah. Baiklah, baiklah. Aku akan ke tempat Donghae," kata Jessica "Tapi, aku tidak tau bagaimana cara-nya."
"Aku antarkan."
-SKIP TIME-
Setelah mengantarkan Jessica ke rumah seorang namja bernama Lee Donghae, Kris kini terdiam di dalam suatu café. Beberapa pelayan yang melihat sosok-nya itu berusaha menarik perhatiannya, tapi sia-sia saja. Kris tidak menoleh bahkan tidak sekali-pun menggubris mereka.
Kris memikirkan Tao. Ya, Tao. Satu-satu nya namja yang telah membuat diri-nya seperti ini. Satu-satunya namja yang telah membuat diri Kris begitu berantakan seperti ini.
"Gege, tangkap aku kalau bisa!"
"Huang Zi Tao! Kau nakal yaa!"
Kris memegang kepalanya frustasi. Baru beberapa jam Tao pergi saja sudah membuat Kris seperti ini. Bagaimana kalau satu hari? Satu minggu? Satu bulan? Satu tahun? Selamanya? Entah Kris akan seperti apa hidup-nya.
"Gege menyebalkan! Aku kesal pada-mu!"
"Aku mencintai-mu~"
"G-Gege!"
Kris mengerang tertahan. Ia merutuki diri-nya sendiri. Mengapa disaat-saat seperti ini memori masa lalu-nya dengan Tao terulang-ulang dengan jelas? Membuat dada-nya terasa sesak.
"Kau tidak pantas untuk Kris, Huang Zi Tao."
"Anak seperti-mu kenapa bisa bersama-nya? Jangan-jangan, kau hanya jadi bahan taruhan?"
PLAKK
"Jangan menampar Tao! Dia kekasih-ku!"
"Akh!"
Kris mengerang frustasi ketika akhirnya memori tentang penyebab sikap-nya selama ini datang. Berlalu begitu saja, seakan tidak tau kalau memori itu dapat menyebabkan hati Kris bertambah sesak.
"Mi-Mianhae, Huang Zi Tao," bisik Kris "Aku mencintai-mu. Sangat…"
-TBC-
Hai hai '-')/ Lanjutan Sacrifice udah dateng xD Otte? Gaje? Bagus? Jelek? Biasa aja? Haha .-.
Gomawo buat yang udah review kemarin: DevilFujoshi, vickykezia23, officialambtypo, Anyta, renachun, BaekRen, awlia, Guest, EXOTICS TaoRisKrisTao, halliypanda, Guest, aniyoong, PrinceTae, Shin Min Hwa, yewonmjeje, Chonorullau40, Brigitta Bukan Brigittiw, hyukie, IyaSiBum, Jin Ki Tao, EXOLunatics, AfChanSNSH, chikakyumin, meyy-chaan, MyJonggie, Riszaaa. Maaf ga bisa bales review kalian. Dan maaf kalau chapter kemarin gaje+alurnya kecepetan. Mianhae *deep bow*
Oh ya, aku ada FF baru '-' silakan di cek kalau berminat. Judulnya Heart To Hurt sama Complicated Love. Pairnya masih KrisTao/TaoRis. Tapi ada slight pair-pair lain, kok '-'v
Last, mind to review?
