Title: Sacrifice
Cast: Huang Zi Tao ; Wu Yi Fan ; Other EXO Members
Pair: TaoRis ; Other
Summary: Tao mencintai Kris. Tapi cinta Tao itu bertepuk sebelah tangan. Tao sudah banyak berkorban untuk Kris. Tapi Kris tak menghargai penghorbanan itu. Lalu, akankah Tao menyerah? Bad summary. Yaoi. BoyxBoy. TaoRis. EXO fic. DLDR. RnR? Please?
-0-
"Huaa, kamar Sehunnie nyaman sekali," kata Tao senang. Ia kini tengah berbaring di ranjang Sehun yang king-size itu "Sehunnie tidak pernah merasa takut tidur di ranjang yang begitu besar ini sendirian? Kamar Sehunnie juga besar sekali."
"Tidak pernah," balas Sehun sambil mendudukkan dirinya di samping Tao "Aku kan namja pemberani. Memang penakut seperti hyung. Haha."
"Yak! Sehunnie!" Tao mendelikkan matanya kesal kearah Sehun "Aku tidak penakut!"
"Huuu, tidak penakut apanyaa," goda Sehun "Hyung kan memang penakut. Diceritakan kisah seram saja langsung menangis. Baru bisa berhenti menangis ketika dihadiahi boneka panda. Kekanakann~"
"Oh Sehun!" Tao memukul lengan Sehun kesal "Terserah-lah."
Sehun tertawa. Ia lalu mengusak rambut Tao sehingga rambut namja bermata panda itu berantakan. Tao langsung mem-poutkan bibirnya ketika merasakan tangan Sehun yang ada di rambut-nya.
"Kau nakall!" kata Tao kesal "Oh ya, Hunnie, umma dan appa-mu betul-betul tidak apa aku tinggal di sini?"
"Tidak apa," kata Sehun "Lagipula umma dan appa sering sekali pergi ke luar kota atau ke luar negri. Aku jadi kesepian."
Tao menganggukan kepalanya mengerti. Tanpa sadar Tao mengerucutkan bibirnya. Membuat Sehun tertawa kecil melihat kelakuan hyung-nya satu itu.
"Haish, kau ini seperti anak berumur lima tahun kalau mengerucutkan bibir seperti itu, Tao hyung~" goda Sehun "Jangan-jangan kau memang baru berumur lima tahun? Kkk~"
"Hyaa! Sehunnie!" Tao memukul lengan Sehun pelan "Aku bukan lima tahun! Aku sudah dewasa!"
"Terserah-lah," Sehun tertawa pelan "Oh ya hyung, kenapa, hyung mau meninggalkan Kris-ssi?"
Tao terdiam begitu mendengar pertanyaan Sehun. Aish, kenapa Sehun harus menanyakan pertanyaan yang sangat menyebalkan bagi-nya? Sakit. Hati-nya sangat sakit begitu mengingat namja bertubuh tinggi itu. Padahal ia sudah pergi dari rumah yang ia tinggali bersama pemuda itu, tapi, tetap saja. Nyata-nya ia tidak bisa melupakan Kris.
"Aku… aku lelah, Sehun," kata Tao pelan "Aku hanya ingin memulai hidup baru-ku. Aku tidak ingin terus-terusan menjadi seseorang yang terus mengalah dan tersakiti. Aku sudah lelah. Selama ini aku mencoba bersabar, tapi nyata-nya kesabaran dan pengorbanan-ku tidak ada artinya. Jadi untuk apa aku tetap bertahan? Semua orang sudah menganggap-ku bodoh karena-nya. Karena bertahan terus untuk orang yang telah menyakiti-ku terlalu jauh. Dan, yah. Aku juga tidak mau dianggap bodoh terus menerus."
Sehun diam. Ia memandang wajah Tao lama. Ia dapat melihat raut sedih yang tercetak jelas di wajah pemuda bermata panda itu. Raut sedih yang bercampur dengan lelah. Tapi, Sehun tau. Walaupun Tao bilang bahwa ia lelah, Tao masih mencintai Kris.
"Tao hyung," gumam Sehun "Bisakah kau mencoba untuk melupakannya dan belajar untuk mencintai-ku?"
-0-
"Kris."
"Lay."
Seorang namja ber-dimple mendudukkan diri-nya di hadapan pemuda tinggi itu. Ia menatap namja tinggi yang kini tengah menghela nafas berat di hadapannya. Tanpa sadar, namja ber-dimple itu menghela nafas-nya juga.
"Kris, sekarang kau menyesal, kan?" tanya Lay pelan "Baru sekarang kau menyesal, eh? Setelah ia pergi?"
"Aku sudah menyesal dari dulu, Lay…," gumam Kris "Aku sudah menyesal dari dulu. Sejak aku berubah."
"Lalu kenapa kau tidak merubah sikap-mu lagi? Berubah menjadi Kris yang dulu selalu ada untuk Tao? Kenapa kau tidak berubah lagi, Kris?" tanya Lay "Sudah tidak ada Kim Rae Mi yang dulu selalu menghina Tao dan membuat-mu memilih untuk menjauh dari Tao! Ia sudah tidak ada!"
"Tapi…"
"Astaga, Kris! Kim Rae Mi sudah tidak ada. Okay? Sejak Tao lulus dari SMA, ia tidak pernah lagi mengganggu kehidupan Tao. Rae Mi menyerah, okay?" kata Lay, ia menghela nafasnya "Kris. Sadar-lah. Sebenarnya kenapa kau meneruskan sikap kasar-mu? Aku tau, awalnya kau melakukan hal itu karena kau takut Tao akan terus-terusan dibully oleh teman-temannya dan Rae Mi. Tapi, apa kau tau? Tao malah lebih down ketika kau melakukannya se-kasar itu, Kris. Aku tau Tao adalah anak yang kuat. Aku tau."
Kris menghela nafasnya. Ia tidak bisa menang kalau melawan Lay. Anak ini selalu bisa mencari kesalahan Kris, selalu.
"Kris, kenapa kau terus memakai nama-ku untuk menyakiti hati Tao?" tanya Lay "Kenapa kau terus bilang kalau kau mencintai-ku? Kau tidak tau kalau kau telah menyakiti hati dua orang, eoh?"
Kris menatap Lay. Ia dapat melihat raut tersakiti di wajah Lay. Kris tau betul, kalau Lay… Lay mencintai-nya. Ia sangat tau itu. Tapi, mau apa lagi? Hati-nya hanya untuk namja bermata panda bernama Huang Zi Tao. Dan, sebaik apapun Lay, Kris tidak bisa mencintai Lay seperti ia mencintai Tao.
"Maaf, Lay," kata Kris pelan "Aku… Maaf karena aku selalu memakai nama-mu. Maafkan aku…"
Lay tersenyum hambar, "Tidak apa. Yang penting, sekarang kau harus meminta maaf pada Tao dan meminta-nya untuk kembali, okay? Aku malas melihat wajah-mu yang lesu begitu."
Kris tersenyum, dipaksakan, sebenarnya, "Baiklah. Terimakasih, Lay."
Kris mengelurkan handphone-nya dan mencari kontak bernama 'Baby Tao' di handphone-nya. Ia memutuskan untuk menelfon Tao.
-0-
"Se-Sehun?" Tao dapat merasakan tubuhnya menegang ketika mendengar ucapan Sehun "A-Aku…"
"Tidak apa-apa kalau Tao hyung tidak bisa," Sehun tersenyum lembut "Aku tadi hanya bertanya, hehe. Sudahlah, Tao hyung mau-,"
Drrt. Drrt.
Tao dapat merasakan handphone-nya bergetar. Ia meraih benda berbentuk persegi panjang itu. Hmm, rupanya ada telfon. Tanpa melihat siapa yang menelfon, Tao dengan cepat mengangkatnya.
"Yeoboseyo?"
"Tao..?"
"K-Kris ge?"
Tao tersentak kaget ketika mendengar suara Kris di seberang sana. Kris, menelfonnya? Sejak kapan Kris mau menelfonnya? Biasa-nya Kris hanya mau meng-SMSnya. Tidak pernah menelfonnya. Dan lagi… bukankah harus-nya Kris sangat marah pada-nya?
"Tao… aku, aku minta maaf."
"A-Apa?"
"Aku minta maaf, Tao. Aku, minta maaf. Sungguh, aku minta maaf."
"Mi-Minta maaf? Memang gege salah apa?"
Terdengar Kris menghela nafas di seberang sana, membuat Tao penasaran apa yang akan Kris ucapkan selanjut-nya.
"Maafkan aku karena aku selalu mengasari-mu. Maafkan aku karena aku tak pernah mengerti diri-mu. Maafkan aku karena aku tidak pernah bisa membuat-mu senang. Maafkan aku, ya?"
"Ge-gege…" Tao sama sekali tidak menyangka kalau Kris akan mengucapkan hal seperti itu "A-Aku… aku tidak pernah marah pada gege. Gege tidak pernah salah pada-ku."
"Kau… terlalu baik, Tao-ie," Kris menghela nafas-nya "Kau, terlalu baik."
"Ge-Gege…" gumam Tao "Sebenarnya ada apa gege menelfon-ku? Gege hanya mau meminta maaf?"
"Aku mau… kau kembali."
Tao sangat kaget ketika mendengar perkataan Kris. Kris, mau diri-nya kembali? Kris, sama sekali tidak marah pada diri-nya? Ia malah menginginkan Tao kembali? Astaga. Kalau ini mimpi, Tao sama sekali tak mau terbangun.
"Aku mohon, Tao-ie. Aku mohon kembali-lah pada-ku. Aku mohon. Aku tidak bisa hidup tanpa-mu. Kau kan tau… aku hanya memiliki diri-mu."
Tao terdiam. Ia benar-benar tidak tau mau bicara apa. Di satu sisi, ia sangat senang karena Kris meminta pada-nya untuk kembali. Di sisi lain, masih ada Sehun. Masih ada Sehun yang mengatakan kalau ia mencintai Tao. Hal itu membuat Tao bimbang. Ia tidak tau harus memilih yang mana. Tao masih sangat mencintai Kris, tentu saja. Tapi… sikap Sehun yang sangat baik membuat Tao tidak enak untuk pergi begitu saja. Apalagi, ketika Sehun sudah menyatakan perasaan-nya. Semua-nya hanya membuat Tao bingung.
"Gege…" Tao bergumam lirih "Maafkan aku. Tapi… bisa-kah gege memberi-ku waktu? Aku… tidak bisa begitu saja kembali. Terutama, aku takut. Aku takut, ge. Aku takut gege akan…"
"Tidak akan, Tao. Kau tau aku sangat mencintai-mu. Semua yang kulakukan dulu ada alasannya, dan sekarang, alasan itu sudah pergi. Kita bisa hidup normal lagi, Tao-ie."
Tao terdiam. Ia begitu merindukan panggilan itu. Tao-ie. Sudah lama sekali Kris tidak memanggilnya seperti itu. Dan juga… nada suara Kris sangat lembut. Membuat Tao sangat senang.
Tapi, tetap saja. Tidak semudah itu untuk kembali. Masih ada Sehun. Sehun. Namja yang mengatakan cinta pada-nya. Ia tidak bisa, kan. Kalau pergi begitu saja.
"Ge, berikan aku waktu, ne?" tanya Tao pelan "Aku mohon. Berikan aku waktu."
Kris terdiam di seberang sana. Ia dapat mendengar nada bimbang di suara Tao. Dan, yah. Ia harus menghargai keputusan Tao. Walau keputusan itu akan membuat-nya menyesal.
"Baiklah, aku akan memberikan-mu waktu," balas Kris "Fikirkan-lah dengan baik, Tao. Bye."
PIP.
Sambungan telfon diputuskan oleh Kris. Membuat Tao menghela nafas-nya berat. Tao teringat akan keberadaan Sehun ketika mendengar deheman dari namja itu.
"Tao hyung, kenapa?"
"Ani…" balas Tao sambil menggelengkan kepala-nya "Tidak ada apa-apa."
"Benarkah?"
"Ne, tentu saja."
Tao menganggukan kepala. Ia menyunggingkan senyum ceria-nya.
"Sehunnie, aku lapar. Ada makanan, tidak?"
"Ada. Dibawah, ayo, hyung!"
-0-
Luhan terlihat tengah berdiri di depan rumah Sehun. Ia mondar-mandir daritadi, hati-nya ragu untuk memencet bel. Ia takut kalau bukan Sehun yang membuka pintu. Aish.
'Bagaimana kalau umma atau appa-nya yang membuka pintu? Aish.'
Luhan akhirnya menyudahi aksi mondar-mandirnya. Ia memantapkan hati-nya untuk memencet bel yang ada di hadapannya ini.
Dan ketika ia sudah memencet bel, Luhan merasakan tubuh-nya menegang. Ia takut kalau umma atau appa Sehun yang membuka pintu. Takut.
Dan ketika pintu terbuka…
"Luhan hyung?"
Untunglah. Sehun-lah yang membuka pintu. Membuat Luhan hampir melonjak senang karena-nya. Namun, sosok di belakang Sehun membuat senyum Luhan tenggelam begitu saja.
"Tao..?"
"Luhan-ge?"
"Ke-Kenapa Tao ada di sini?"
"E-Eh, anu, umm…"
"Tao hyung sekarang tinggal di sini, hyung," wajah Sehun berbinar cerah "Oh ya, ayo masuk, hyung."
"Ti-Tidak usah. Aku… aku mau pulang."
Luhan segera membalikkan badan-nya dan berlari pergi dari rumah Sehun. Saat membalikkan badan-nya, cairan bening langsung meluncur turun dari mata indah milik namja cantik itu. Namja cantik itu menangis. Menangis karena Oh Sehun.
'Hiks. Apakah Sehun tidak menyadari kalau aku mencintai diri-nya? Sehun bodoh…'
-TBC-
Huaa jangan timpuk saya karena cerita yang gaje+pendek ini u.u *deepbow* Dan.. umm, mianhae. Ada beberapa fic yang saya hapus karena… karena ada suatu alasan(?) maka fic itu saya hapus. Mianhae ne? Kalau mau tau fic apa aja yang di hapus, bisa buka profil Nana.
Thanks To: Miel Macchiato, Guest, URuRuBeak, Arista Estiningt, umauma, Hanny TaoRis EXOtic, kwonlee1812, VinoVainamainen, anyta, AngelMinKi, ajib4ff, vickykezia23, AfChanSNSH, Chonurullau40, imroooatus, PrinceTae, , Asha lightyagamikun, Shin Min Hwa, meyy-chaan, wonkyuhomintaoris all, Brigitta Bukan Brigittiw, chikakyumin, paprikapumpkin, Riszaaa, Jin Ki Tao, aniyoong. Makasih ya udah review :D
Last, mind to review?
