OhaKonniKonbaOya Minna-san! Ini update chap 3 maap ya lamaaa banget *nangis di pojokan*

Makasih yang udah baikk banget mau review :D Ini reply nya. Buat :

Hinata-san : Aih, aku gak enak mir manggil Hinata._. Yoweslah(?) Btw, Arigatou Gozaimasu.. Memang cerita ini gaje._. Maafkan saya kalau banyak yang anda/para readers tidak mengerti.. Akan saya coba perbaiki. Hontoni Gomennasai *bow*

Momoka-san : eh iya abis baca cerita senpai saya jadi pengen bikin cerita 00 dalam bahasa indonesia.. AAH.. Yuuko tidak psikopat, dia temperamen dan psikopat huhu... *dihajar yang oshi nya Yuuko*

Ra-san : Arigatou, maaf untuk bagian yang nggak kamu mengerti.. Saya coba perbaiki ya,.. Gomennasai *bow*

Buat yang lain, RnR cerita saya ya... #ditendang

O,ya:

DISCLAIMER : Cerita ini milik Yuumo, tapi 00 milik semuanyaa! Yeay!

WARNING : Typo, Alur Gaje, Cerita Gaje, Latar Gaje, Kata-kata Gaje dan intinya semua ini gila~ alias freak.

Nah, Happy Reading Minna-san! :D

-[]-

-Rumah Homestay Yuuko, Kamar Nagisa dan Sonata-

Terbaring 2 jasad(?) hampir tak bernyawa #salah. Nagisa dan Sonata, masih tidak sadarkan diri setelah pingsan tadi malam. Mereka masih tertidur pulas, dan gaya tidurnya pun abstrak. Eee.. maksudnya kepala di kaki, kaki di kepala, tangan di idung, idung di punggung #okesip.

Nagisa mulai tersadar. Ia mencoba membuka matanya sedikit demi sedikit. Belek nya ada kali 10cm tebelnya._. #authorditendang. Nagisa terasa sudah membuka matanya dengan sempurna, tapi apa?

"Kenapa, semuanya gelap? Apa ini masih malam? Ah, AHH!" Nagisa berteriak sampai membangunkan Yuuka yang tidur di kamar sebelah kamar kesehatan di rumah itu. Aih, orang yang memiliki rumah itu benar-benar kaya!

-Yuuka's, Orine's,Mimori's,Makato's,Linda's Room-

Dari mereka berlima hanya Yuuka yang terbangun. Yuuka kaget dengan teriakan temannya itu.

"Apa itu suara Nagisa? Aku harus cek ke kamarnya." Yuuka pun bangun dan berjalan setengah berlari karena terburu-buru

-Ruang Nagisa dan Sonata-

"Buk-buk-buk" suara kaki Yuuka berlari di lantai rumah itu.

"Hah suara apa itu? Siapa yang datang? Hah,hah?!" Nagisa panik dan mencoba turun dari kasurnya

Yuuka sampai di kamar NagiSon dan menghampiri Nagisa.

"Nagisa,Nagisa! Ada apa? Ini aku Yuuka!" Yuuka menggoyangkan tubuh Nagisa yang sepertinya tidak mengetahui keberadaan Yuuka.

"Hah? Yuuka..! Aku, aku buta! Semuanya gelap, gelap!" Nagisa makin panik sambil memegang tangan Yuuka.

"Iya, iya, tenang, Nagisa! Aku akan memanggil yang lain. Tenang,tenang ya. Jangan kemana-mana tunggu saja disini!" Yuuka langsung berlari keluar memanggil yang lain

Ia berlari dan masuk ke kamar teman-temannya untuk membangunkan mereka.

"Minna, bangun! Cepat ke kamar Nagisa dan Sonata." –Kamar 1 (kamar Yuuka dll.)

"Minna bangun! Nagisa dalam keadaan gawat." –Kamar 2 (Kamar Yuuko dll.)

"Bangun Minna! Ke kamar Nagisa dan Sonata ya!" –Kamar 3 (Kamar Kojiharu dll.)

"Ada apa? Ada apa?" semua bingung dan berlari ke kamar NagiSon sambil kadang terantuk kakinya dan matanya juga merem-melek. Yuuka juga ikut ke kamar NagiSon bareng yang lain.

-Kamar NagiSon-

Sonata yang denger keributan itu masih tetep belum bangun (kebo mode : on) Nagisa yang denger keributan diluar dan mendengar mereka semua menuju ketempatnya, perasaannya gak karuan.

Semuanya sampai di kamar itu.

"Apa yang terjadi, Yuuka?" Tomochin memasang raut bingung.

"Entahlah! Ia bilang semuanya gelap! Padahal ini sudah pagi dan dia juga sudah membuka matanya.. Hiks..." Yuuka menangis.

"Aku akan mengeceknya," Tomochin berjalan ke arah Nagisa.

"Nah, Nagisa, ini angka berapa?" Tomochin memasang 2 jari di depan mata Nagisa.

"Umm...Uh... Angka 10? Aku, aku tidak melihatnya! Semuanya gelap! Gelap!" Nagisa agak panik.

"Sayaka,Kojiharu, Mayu, Linda, sini sebentar deh, ada yang bisa mengecek dia lebih jelas lagi daripada aku?" Tomochin agak putus asa.

"Hmm... Senter dong Yuuko, pasti dirumah ini ada senter kan?" Sayaka memasang wajah agak serius.

"Ada lah~" Yuuko lalu berlari ke tempat dimana senter itu berada.

Setelah menunggu kira-kira 5 abad (#lebay) Yuuko pun datang.

"Lama sekali, Yuuko. Pfft.." Semuanya mengeluh kecuali Nagisa yang panik.

"Tadi ke toilet dulu. Kebelet hehe~" Yuuko nyengir

"Buang yang besar ya?" Mayuyu nyamber dengan polosnya.

"Tau aja...Hehe.. EH UPS! ENGGAK, ENGGAK!" Yuuko ketahuan aibnya barusan. (Author : Lagian...-_- Ah udah deh lanjut aja dulu!)

Semuanya ketawa. Tapi mereka tidak melihat dark aura Nagisa dibelakang mereka. Muka Nagisa udah merah, semerah tomat. Tangannya ngepal, ada 4 siku-siku di kepalanya.

"Hiyaa... lo kira orang buta kagak bisa marah? Huahaha! Nasib gue gimana ini?! Tawa aja lo semua!" Nagisa kesel.

Semuanya nyengir takut.

"Ehehehe.. Iya-iya Nagisa.. Yuuko, mana senternya?" Sayaka keringetan

"OH IYA LUPA! Tadi keasyikan dikamar mandi! Bentar-bentar!" Yuuko langsung berlari secepat mobil F1 (?)

Yuuko kembali sambil terengah lalu memberikan senternya ke Sayaka. Sayaka mengecek mata Nagisa dengan senternya.

"Hmm...Linda, tolong layar hologram untuk pengecekan mata! Yang huruf dan angka!"

Lalu Linda mengeluarkan hapenya dan mengeluarkan layar hologram besar.

"Bagus, Linda! Nah, Nagisa, apa kamu bisa melihat huruf yang paling atas?"

Apa yang terjadi? Nagisa langsung sweatdrop.

"Kalian itu bodoh atau idiot sih?! Aku kan sudah bilang, aku tidak bisa melihat apa-apa!" 10 perempatan muncul di kepala Nagisa.

"Ehehe.. O,iya! Yasudah, kita telepon Tsubasa agar dia mengetahui kasus Takamina,Kanata,Chieri, Nagisa dan mungkin Sonata yang akan bangun nanti."

"Eh, btw, kenapa daritadi Sonata tidak bangun?" Makoto agak bingung.

"Oh,iya juga!" Mimori menimpal

"AIH! Apa sih isi jarum tadi malam?!" Yuuka berteriak tiba-tiba.

"Apa, Yuuka? Jarum? Kenapa kau tidak memberitahu kami?"

"Ya, jarum merah. Saat aku menggoyangkan tubuh mereka, aku melihat jarum merah itu. Lalu aku copot, ya, saat keduanya sudah kucopot kalian yang bersama aku tadi malam baru sampai ke tempat NagiSon. Aku pikir itu hanya agar mereka berdua pingsan dan ternyata..." Yuuka menjelaskan dan terhenti.

"Ternyata apa?" Yuuko membalas.

"Sebenarnya aku tidak tahu ternyata apa! Hanya agar dramatis saja (?) Mungkin jarum itu ber-efek ke Nagisa menjadi buta dan ke Sonata menjadi tidur selamanya-eh tidur loh, minna, bukan mati-jadi kek putri tidur itu." Yuuka mencoba mengira-ngira.

"Eh.. Beneran?" Makoto bingung.

"Ngira-ngira doang kok hehe." Yuuka menjawab pertanyaan Makoto yang mudah percaya dengan ceritanya.

Semuanya sweatdrop.

"Aih yasudah, sekarang mending kita telepon Tsubasa-san!" Yukirin mulai kesel denger perdebatannya.

"Oke-oke!" Linda mengeluarkan handphone nya yang berlayar hologram.

*layar* Calling-Tsubasa. Tuut...Tuut...

"Ya, ada masalah?" Tsubasa memasang muka cuek.

"Banyak. Tsubasa tolong kirimkan dokter ke kami sekarang! Darurat...!" Yuuko menimpal

"Hufft... Baiklah. Dokter kalian akan segera sampai." Tsubasa menutup telepon

Setelah menunggu sekitar 30menit, dokter mereka sampai.

"Hm.. Ada masalah apa disini?" Dokter yang berwajah ramah itu mengecek Nagisa.

"Nagisa, ia mungkin mengalami kebutaan, dok. Sonata, kami tidak tahu.. Ia belum bangun daritadi." Yuuka menjelaskan

"Oh, begitu ya? Saya cek dulu, boleh? Nah, Nagisa, buka matamu lebar-lebar..."

"Hm... Jadi begitu.." Dokter itu bergumam sendiri sambil mengecek mata Nagisa dan mengecek Sonata.

"Apa yang terjadi dengan Nagisa dan Sonati,Dok?" Orine agak khawatir.

"Apakah Nagisa habis meminum sesuatu yang janggal atau terkena suatu benda yang tidak biasa?" Dokter itu mencoba mengambil kesimpulan.

Yuuko menyenggol Yuuka dan membisikkan sesuatu ke telinganya.

"Heh, bilang apa yang terjadi tadi malem! Kan lo yang tau persisnya! Cepet ngaku sana!" Bisikan Yuuko diikuti dark aura-nya yang warnanya seperti abu gunung berapi mau meletus.

"Uhh.. baik-baik! Tidak usah menyenggol ku dong! Sakit kali!" Yuuka menggembungkan pipinya dan marah-marah ke Yuuko

"Berani lo marah ke gue? Udah sana cepet!" Muka Yuuko udah kek iblis yang siap makan Yuuka.

"Jadi, Dok...blah,blah,blah..." Yuuka menjelaskan

"Pantas.. Jarum itu berisi mantra sihir.."

"Apa?! Mantra sihir?!"

-[]-

Other Side...

"Uh..." Gadis berambut hijau itu mulai membuka matanya dan mendapati cahaya matahari yang keluar dari jendela bertinggi 3kali lipat tinggi badannya. Tangan dan kakinya diikat. Mulutnya di lakban.

Saat ia melihat ke depannya, ia mendapati 2 orang gadis yang bisa jadi sebaya dengannya. Keadaan mereka sama dengan gadis rambut hijau itu.

Cahaya perlahan melebar dan gadis berambut hijau itu dapat melihat dengan jelas

"Chieri? Kanata?" Ia bertanya pada hatinya. Walaupun ia berteriak juga itu percuma karena mulutnya di lakban tapi ia tetap mencoba berteriak. Paling enggak, teriakannya bisa membangunkan 2 gadis itu.

Teriakannya hanya berbunyi

"UM!" ia mencoba berkali-kali. Dahinya berkeringat. Tapi mereka tetap tidak bangun. Ia mencoba menggerakkan kursinya agar berbunyi

"Duk-duk-duk!" Ia mencoba terus tapi tetap mereka tidak terbangun.

Ia melihat ke jam dinding tua yang-untungnya-masih nyala yang dipasang di ruangan itu.

"Jam 14.00?" Tidak terasa ia sudah mencoba membangunkan temannya yang ikut disekap itu selama kurang lebih 5 jam.

Lalu ia teringat, "Biasanya orang itu datang jam-jam segini..."

Dan tiba-tiba,

"BRAK!" Suara pintu ruang itu dibanting. Takamina kaget. Benar adanya, orang itu datang. Laki-laki yang waktu itu menculik Kanata dan Chieri serta Takamina.

Chieri dan Kanata terbangun juga.

"Hm,hm,hm... Kalian bertiga sudah bangun ya? Apa kalian berdua, Nona Shinonome dan Nona Sono kaget?" ucap lelaki itu-terkesan-diseram-seramkan. Lelaki itu memegang dagu Chieri dan Kanata dan mengangkatnya keatas.

Mata Chieri terbelalak. Ternyata orang itu...

-[]-

Sengaja Yuu potong disini hehe. Oiya tadi seru nggak, readers? Banyak kata-kata gaje dan sulit dimengerti ya? Apa juga banyak yang typo? Atau apa?

Saran,Kritik,Lelucon,Pujian,Pendapat tentang cerita saya, saya terima kok.. RnR pls... Arigatou! Maaf updatenya lama ya, Minna! Hontoni Gomennasai! Jane! Ketemu Yuu lagi di chap 4 yah~