Oha-Konni-Konba-Oya, Minna-san! Yuumo hiatus berbulan-bulan nih! Ide mampet se-mampet-mampetnya! Baru sempet lanjutin sekarang deh (u.u) Hontoni gomen, minna-san! (T.T)

Ada yang udah greget sama lanjutannya? Ada yang udah greget sama si Omoe itu?

Kita ke DISCLAIMER dulu ya! Sekarang gimana kalo Takamini aja yang baca DISCLAIMERnya?

Takamina : What? Takamini?! Apa?! Nyebelin lo!

Yuumo : Yup, lo kan mini kapten. Lagian, bener kan? Udah, gausah banyak nyangkal, cepet baca! Keburu gue dibantai Readers nih!

Takamina : Iyadeh iya. Huh!

DISCLAIMER : AKB0048 itu punya Yasushi Akimoto-sama. Tapi cerita yang gaje ini punya Yumoda Kazusaki atau Chimpy Rush

WARNING : Typo, Alur Gaje, Genre-nya Nyerempet-Nyerempet (Sering keluar dari Genre asli), Out Of Character atau OOC, dan lain-lain. ERROR banyak ditemukan di cerita ini.

Yaudah, keburu Yuumo dibantai sama Readers, langsung keceritanya aja ya!

Selamat membaca, salam!

-[]-

"Kita harus cepat cepat membunuh Omoe!" Kanata tiba-tiba berteriak, mengagetkan semua orang diruangan itu.

"Jangan gila, Kanata!" Takamina membalasnya.

"Engga, aku nggak peduli, Takamina-san!" Kanata menggila. Mungkin dia sudah ketempelan(?) atau kerasukan(?).

"Nyelow, bro. Emang kamu tau gimana caranya?" Takamina menengok santai ke Kanata yang sedang berkoar-koar

"Eh? Enggak._." Kanata menjawab.

Semua org di ruangan itu langsung sweatdrop. Termasuk Nagisa dan tidak dengan si Sleeping-Beauty Sonata. Ya, orang tidur, gimana bisa dengar?

"Aih, Kanata! Lebih baik nanti sore, kita semua ke kuil, berdoa bersama-sama meminta petunjuk pada Tuhan." Mama(?) Yukirin menghancurkan suasana sweatdrop di ruangan itu.

"I-i-iya, Mama Yukirin!" Seketika mereka semua menjawab instruksi dari Bu Dokter. Yukirin Cuma bisa sweatdrop sambil nyengir.

-[]-

Sore harinya...

"Minna, kalau dihitung-hitung dari pertama mereka sadar, waktu kita tinggal 12 hari. Sore ini kita akan berdoa dulu meminta petunjuk. Setelah itu, besoknya, kita cari cara bagaimana membunuh Omoe sialan itu! Wakarimashita?" Instruksi kapten mini itu memecahkan suasana ngantuk di sore hari itu.

"Hai', Captain!"

"Nah bagus, sekarang kalian semua cepat mandi dan bersiap." Ia melanjutkan instruksinya. Ya, seorang kapten harus siap duluan kan?

"Enaknya jadi Takamina, sudah siap duluan!" Makocchi mengeluh lagi. "Eh.. biasanya kalo aku mengeluh, Sonata selalu mengomentari.. Tetapi sekarang..."

"HEI MAKOTO! Jangan lemah! Cepat sana bersiap!" Takamina berusaha tegar. Kalian tidak tahu, kan isi hatinya?

"B-b-baik.. baik..."

SKIP TIME – 1 hour.

Semua sudah siap, Nagisa dan Sonata tidak ikut. Ya, dengan keadaan mereka.. Mana mungkin?

Mereka semua mulai berjalan ke kuil terdekat(?).

Mereka melemparkan koin 15 yen dan membunyikan lonceng 3 kali, lalu mulai berdoa meminta petunjuk.

"Tuhan, tolong beri kami petunjuk, agar dapat menyelamatkan Motomiya Nagisa dan Shinonome Sonata." Begitu kira-kira isi doa mereka.

Setelah semua member Senbatsu dan KKS itu berdoa, mereka kembali ke rumah homestay-nya Yuuko. Hari sudah mulai gelap..

"Hufft, lelah sekali!" Semuanya menarik dan menghembuskan napas panjang

"Ya, aku belum makan." Lagi-lagi si Cyborg mengeluh tentang itu. Semuanya cuma bisa sweatdrop denger Mayu ngomong begitu.

SKIP TIME AGAIN

Jam 21.00.

Mereka bersiap untuk tidur. Setelah semua bersiap di kasurnya, Yuuko keluar kamar.

"MINNA, OYASUMINASAIII!" Ia berteriak dan langsung mematikan lampu utama *Ceklek*.

-[]-

"Hah, hah, hah..." Aku berlari sampai ngos-ngosan. Dia masih mengejarku. Dia ingin membunuhku dengan sihirnya! Dia.. diaa...

*Bzzt..Bzzt!*

"A-a-ampun! Hah, hah! Akh!"

*Bzzt..Bzzt!* "Mati kau!"

"Akh!" Aku terjatuh, berguling di aspal yang keras. Baju ku robek terkena serangannya. Ia melukai ku. Seluruh tubuhku sakit... Akh.

"Adakah, satu kata terakhir, gadis kecil?"

Tiba-tiba, ada suara misterius tidak diketahui sumbernya. Suaranya seperti...

"Kanata, pakailah kristal yang kau peluk itu. Kristal dari inti planet Akibastar. Tusuk jantungnya..." Sensei-sensei!

Tiba-tiba, entah dari mana, aku memeluk kristal putih yang ujungnya lancip. Tanpa pikir panjang aku tusuk jantung lelaki didekatku itu.

"Mati kau, OMOEEE!" *BLUSH!*

Tiba-tiba lelaki itu tidak bergerak. Ia beku. Kristal putih tadi perlahan menjadi hitam kemerahan. Badan omoe menjadi putih sangat pucat. Tiba-tiba badan Omoe mengurus. Semua tulangnya terlihat. Kulitnya mengeriput...

"AAAAAAAAAAAAAAAHHHHHHHHHH!"

"ADA-ADA APA?! ADA APA?!" Mimori, Orine dan Chieri yang sekamar dengan Kanata kaget mendengar teriakan Kanata yang super kencang itu

Kanata masih ngos-ngosan. Matanya terbelalak lebar. Sekujur tubuhnya berkeringat. Mimori menyalakan lampu kamarnya.

Semuanya ikut datang ke Kamar Kanata, kecuali NagiSon.

"Daijoubu, Kanata?" Semuanya bertanya dengan cemas.

"Kau mimpi apa, sih, Kanata?" Mimori menanyakan kepada Kanata.

"A-a-aku.. aku.. bermimpi.. ba-bahwa... O-omo-omoe d-d-dapat d-dibu-bunuh de-dengan 'Kristal Suci' y-yang ad-da d-di in-inti b-b-bumi p-planet a-aki-akibastar." Kanata tergagap.

"A-APA?!" Semuanya kaget.

"Y-ya, mimpi itu s-sangat n-nyata.. A-ada sua-suara Sensei-Sensei yang m-meno-menolongku dan mem-mem-memberiku k-kristal i-i-itu. Ia me-me-menyuruhku men-menusuk-menusukkan kristal itu te-tepat d-di ja-jantung O-omoe," Kanata melanjutkan.

Semuanya menangis senang.. memeluk satu sama lain.

"Be-berarti masih ada harapan yaa..." Takamina terharu.

"Y-ya..." Kanata ikut terharu melihatnya.

"Mungkin.. aku bisa menghubungi Tsubasa untuk meminjam Flying Get nanti?" Usul Linda sambil melihat ke jam dinding yang menunjukkan pukul 2.00 pagi.

"Ide.. bagus!" Yuuko menjentikkan jari.

Linda mengutak-atik handphone-nya lalu menelepon Tsubasa-sama.

"Tsubasa-sama!"

"Ada apa kau menelepon dini hari begini?"

"Penting! Bolehkah kami meminjam Flying Get untuk kesana? Ke planet Akibastar?"

"Untuk apa?"

"Kami ingin... bla.. bla.. bla.."

"Boleh. Flying Get akan datang jam 6 pagi di taman tengah kota. Jangan sampai terlambat! Ingat! Aku akan berada di tengah kota bersama Flying Get!"

"Baik... Arigatou Gozaimasu, Tsubasa-sama."

*Tuut, tuut, tuut* Tsubasa memutuskan telepon.

Semuanya akhirnya memutuskan untuk tidur lagi sebentar sampai jam 4 pagi lalu bersiap.

-[]-

Jam setengah 6, mereka sudah siap untuk berangkat ke taman di tengah kota. Micsaber dan senjata lain ada di Flying Get. Nagisa dan Sonata diajak, mereka takut Omoe bisa menyerang rumah itu. Jadi mereka berdua diamankan, daripada dijadikan sandera nantinya oleh Omoe.

Sayaka menggendong Nagisa yang buta, sedangkan Kanata menggendong Sonata yang masih terlelap.

Tiba-tiba, ada yang menyetel lagu.

"Koisuru foochun kuukii, mirai wa, sonna waruku nai yo.. hey, hey, hey..." Saat semuanya menengok kebelakang, ya, siapa lagi? Mayuyu si Cyborg. Ia menyetel lagu itu dari player di tangannya.

Semuanya sweatdrop kecuali Yuuko.

"Mayu, mainkan lagu yang memberi semangat! YOSH!" Semua orang sweatdrop melihat Mayu dan Yuuko.

"Ini serius, bodoh! Jangan malah mendengarkan lagu!" Takamina memukul jidat Mayu dan Yuuko.

"Aih, tenang Mini Kapten, hidup jangan dibikin terlalu serius! Hehe." Yuuko merangkul Mayu dan Takamina.

"Sudahlah, terserah! Ayo berangkat, Shoujotachi! Yuuko, kalau tidak mau ikut tidak apa-apa." Takamina melepas tangan Yuuko dari bahunya dan berjalan memimpin di depan barisan

Mayu juga mulai berjalan. Tangan Yuuko dipundaknya terlepas.

"Takamina..." Yuuko memandangi Takamina yang sangat serius. Lalu ia menunduk menghadap ke kiri. Dia berdiam.

-[]-

SKIP TIME.

Sesampainya di Taman Tengah Kota, waktu sudah menunjukkan pukul 6.00. Tidak lama, ada teriakan toa dari langit.

"Shoujotachi!"

"Tsubasa-sama!" Semuanya berteriak, melongo.

Tsubasa pun mendarat dengan selamat bersama Flying Get, walaupun dia tau, kalau tidak cepat-cepat pergi, dia bakal di amuk massa gara-gara ketahuan telah merusak rumput dan pepohonan di taman itu.

"Ayo cepat!" Ya, seperti yang kita ketahui tadi, dia bukan ingin cepat-cepat menolong tapi takut dia bakalan di amuk massa.

"Hai'!" Mereka semua tidak tahu kenapa Tsubasa menyuruh cepat-cepat. Yang mereka tahu, mungkin Tsubasa meyuruh mereka untuk cepat karena ingin segera menolong NagiSon. Bocah polos... haha.

"Semuanya sudah naik?"

"Takamina-san! Yuuko-san tidak ada! Padahal tadi dia ada di belakang barisan dan sudah masuk! Aku tahu itu! Aku lumayan dekat dengan posisinya tadi!" Chieri panik

"TEEEET-TEEEET-TEEEET-TEEEET!" Alarm berbunyi. Lampu merah menyala-nyala.

Tiba-tiba Tsubasa mendapat pesan dari sang Pilot.

"Tsubasa-san! Sistem telah dirusak, dan ada seseorang yang mencuri Mecha dan senjata lainnya. Bagaimana ini?"

"Tolong shoot pencuri itu dengan kamera! Aku ingin tahu siapa orangnya."

"Baik!"

Lalu muncul video di TV Super Besar di Flying Get itu.

Takamina membelalakkan matanya saat melihat video si pencuri Mecha itu. Ya.

"Yuuko? Mau jadi pahlawan rupanya? Mengorbankan diri, kh?" Kapten itu memalingkan mukanya lalu berlari ke tempat mecha dan senjata-senjata lain.

"HEI TAKAMINA!" Tsubasa cuma bisa stress menghadapi keadaan sekarang. Tidak bisa pergi kemana-mana. Dia takut, takut di amuk massa gara-gara merusak tanaman.

-Yuuko's SIDE-

"Aku juga bisa serius kapten..." Lalu Yuuko menyetel lagu "Flying Get". Kiraranya bersinar.

Tiba-tiba ada suara masuk ke Mecha Yuuko.

"Kau mencoba menjadi pahlawan, Yuuko? Mau mengorbankan diri ya? Kh, tidak akan kubiarkan kau menjadi pahlawan seorang."

"Mwo?! Takamina?!"

"Yup, ayo berlomba."

"YOSH!"

"Na,na,na..Na,na,na,na,na,na... Na,na,na..Na,na,na,na,na,na... Na,na,na..Na,na,na,na,na,na... Na,na,na..Na,na,na,na,na,na.

Gira gira youshinai taiyou ga.. Tsuyobi de teritsukeru on the beach.. Unubore ondo wa kyuujoushou.. Ochitsukanai no wa manatsu no saga da ne..."

Perjalanan mereka berdua dipenuhi lagu-lagu yang membuat mereka semangat. Ya, mereka tidak ingat dengan penderitaan Tsubasa yang takut diamuk massa gara-gara merusak tanaman.

-[]-

Other side...

"BRAK!"

"H.. Aku tau kalian disini BOCAH!" Omoe mengobrak abrik rumah "BASE CAMP" para menba, atau rumah Homestay Yuuko. Untung saja firasat gadis-gadis itu benar, bahwa Omoe akan datang ke rumah itu.

Lalu Omoe berhenti sejenak.

"Tidak ada ya? Kabur kh?" Omoe lalu mengeluarkan bola cahaya dari tangannya. Bola Ramalan.

Ia melihat serius ke bola merah itu.

"Hm... Ternyata, ke Akibastar ya?! Awas kalian!"

*Zyuut!* Lalu Omoe terbang mengejar Yuuko dan Takamina ke...

-[]-

Kira-kira.. Siapa yang akan menang?

Ceritanya gak seru ya? Gaje ya? Banyak Typo ya? Pendek ya? Kan udah dibilangin #jder.

Arigatou gozaimasu, minna-sama, buat baca cerita Yuumo._. Maaf, sangat tidak memuaskan dan update-an lama._.

Tungguin chap 6 buat lanjutannya ya! Jane!