Chapter 1

"Hn. Aku ikut." Tahu kan siapa ini? Si Tampan berwajah surga ini, kenapa memalingkan muka? Ah.. Dia bilang apa tadi? Mau ikut? Senangnyaaa..

"Aku tidak mengajakmu, Sasu-Teme."

"Hn. Sakura?" Sasuke-kun menghadap padaku, oh.. tampan sekaliii..

"Tentu boleh. Aku senang sekali Sasuke-kun mau ikut ^_^"

"Hn. Dengar itu, Dobe."

"Hiksu.. Sakura-chan jahat.."

Ah.. Aku sih berharap nanti sore tiba-tiba Naruto terkena serangan mulas, mual, dan muntah. Biar bisa jalan-jalan berdua dengan Sasuke-kun. Senangnyaaa.. Indahnya duniaaaa..

Eh?! Tapi kenapa tiba-tiba Sasuke-kun mau ikut?!

Disclaimer :

Naruto © Masashi Kishimoto

Sasu, Ai Lop Yu © Reggika Uchiha

Genre :

Romance & Humor

Rate :

T

Pair :

SasuxSaku

Warning :

OoC, AU, Typo bertebaran, GaJe, Mengakibatkan Mual dan Muntah, dll.

DON'T LIKE DON'T READ!

R&R please?

Chapter 2

Sasuke's POV

"Hn. Jam." Entah kenapa aku merasa pertanyaanku terdengar agak janggal.

"Hah?" Tuh kan, tuh kan. Sakura melongo, Si Dobe cengo. Jelas sekali mereka kurang bisa menangkap maksud ucapanku. Yah, mau bagaimana lagi? Aku saja tak yakin sih dengan pertanyaanku barusan.

"Ck. Jam berapa?" tanyaku lagi.

"Apanya?" Persimpangan empat muncul di kepalaku. Ck! Si Dobe ini bodoh sekali, sih!

"Berangkatnya, Bodoh." Jawabku datar sambil menjitak kepalanya.

"Teme~! sakit.."

"Hm.. Bagaimana kalau jam 4 sore saja, Sasuke-kun?" Sakura menyahut lembut. Uh. Sedikit mendinginkan kepalaku karena si Dobe, susahnya punya teman bodoh. EH? Maaf saja. Uchiha tidak berteman dengan orang bodoh.

"Hn. Bisa."

"Sakura-chan? Kenapa? Yang mengajak kan aku Sakura-chan~.. Kenapa si Teme Jelek ini kau ajak? Nanti dia cuma menyiksaku Sakura-chan =3="

KRIIING KRIIING KRIIING!

"Sudah bel masuk tuh, ayo ke kelas Sasuke-kun.." Ajak Sakura padaku. Setelah aku menjawab dengan 'Hn' kebanggaan Uchiha, aku mengekorinya di belakang, menyisakan Naruto yang masih mengap-mengap karena aku ikut jalan-jalan nanti sore.

"Huweee! T.T kenapa kalian meninggalkanku?!" Naru-Dobe setengah berlari kemudian mengambil tempat di samping kiriku, nempel-nempel. Ck! Sebenarnya malas sekali, sih berjalan di samping orang aneh ini. Yah, tapi aku diam saja dan sedikit mengambil jarak darinya. Kurasa tidak elit jika aku berteriak 'Menyingkir dariku, Bodoh! Aku bukan sememu! Jangan nempel-nempel!' kemudian menendangnya keluar jendela. Cih. Aku tak ingin image Uchiha kalem kewl ini runtuh hanya karena dihukum Asuma-sensei yang galaknya setengah mati itu untuk membersihkan toilet super bau hanya karena melakukan KDS (Kekerasan di Sekolah).


Skip time.

Di kediaman Uchiha, 15.30 WKS (Waktu Konoha Setempat)

Aku sedang duduk dengan tampan di sofa ruang tamu sambil membaca buku ketika Baka Itachi-nii pulang dari sekolah. Setengah jam lagi aku akan jalan-jalan dengan Sakura dan Naru-Dobe. Karena khawatir image 'Uchiha tidak pernah terlambat' luntur, maka aku sudah bersiap-siap sedari tadi.

"Yo! Sasu-chan~"

"Hn."

"Sasu-chan~, mau kemana?" Tanya Baka Itachi-nii padaku.

"Hn. Berhenti memanggilku dengan panggilan menjijikkan seperti itu, Baka Aniki." Desisku tanpa mengalihkan pandanganku padanya. Malas sih, habis wajahnya saja yang —terpaksa kusebut, aku hampir muntah mengatakan ini— tampan dan datar khas Uchiha, tapi kelakuannya justru terlihat seperti Uzumaki.

"Kau belum menjawabku Sasu-chan~"

"Hn. Jalan-jalan." Jawabku bete. Kualihkan pandanganku pada Baka Itachi-nii dan O Em Ji! Mukanya.. Mukanya.. Mukanya!

(Readers: Mukanya kenapa Sas? *wajah bete*

Sasuke: Salahin tuh si Author, kenapa gue dibikin jadi aneh gini. *muka males*

Author: Eh? ehehe.. *garuk pantat*)

"Hn. Sejak kapan kau punya kumis, Baka Aniki?"

"Oh~, ini tadi aku main Bapak-bapakan dengan Sasori dan Deidara." Jawabnya santai, sama sekali tak peduli padaku yang menatapnya horror. Bapak-bapakan katanya? Tuh kan. Apa tadi kubilang. Bahkan sekarang aku beranggapan kalau dia Uchiha gagal. Baru saja aku mau berkomentar, dia ngomong duluan.

"Eh? Sasori itu Kakaknya pacarmu kan, Saskey-chan?"

BLUSH

Dia menatapku innocent. Kupalingkan wajahku ke arah lain, uh. Wajahku terasa panas, nih.

"Cieee~ grogii~" godanya dengan dua alis naik turun berulang-ulang. Oh, Great. Sekarang aku berpikir bahwa Baka Itachi-nii bukan kakakku, tapi dia adalah Kakak dari Nohara Shinnosuke (?) alias Shinchan yang berusaha menyusup dalam keluarga Uchiha dan bermaksud menghancurkannya dari dalam.

(Readers : Sas, lo lebay banget deh. *muka bete lagi*

Sasuke : GRRR! Authooorrr! Gue bunuh lo! *ngejar Author*)

"Hn. Berisik, Baka Aniki. Dia bukan—" maksudku belum, khukhukhu~ "—pacarku."

"Oh~, terus kau mau jalan-jalan dengan siapa Saskey?" tanyanya lagi dengan alis yang masih naik turun berulang-ulang. Aku mulai curiga, jangan-jangan ada yang salah dengan otot wajahnya.

"Cih. Bukan urusanmu, Baka Aniki."

"Hiksu.. Kau tega sekali bicara begitu pada Aniki~, Aniki kan Cuma khawatir nanti kalau kau diculik lalu dimuti—

"Justru aku yang akan memutilasimu jika kau tak berhenti memasang wajah menjijikkan itu di hadapanku, Baka Aniki. Aku hanya akan jalan-jalan dengan si Dobe dan Sakura." Desisku berbahaya.

"—lasi. Saskey?"

"Hn. Panggil yang benar." Apa-apaan dia ini? Selalu memanggilku dengan panggilan-panggilan menjijikkan.

"K-ka-kau be-beb—

"Jangan mengataiku Bebek, Baka Aniki. Sudah cukup kau memanggilku dengan panggilan-panggilan menjijikkan itu." Desisku lagi.

—bercanda. Siapa pula yang akan menyebutmu Bebek? Kau ini ayam, Sayangku. Ngomong-ngomong ucapanmu tadi panjang-panjang loh~, biasanya kau hanya menggumamkan trademark Uchiha jika kugoda~.. Pasti karena si Pink itu ya? Eciiyee~.. Kucikucikuci~ adik Aniki sudah besar rupanya~"

BLUSH

Alisnya semakin gencar naik turun memandangku yang sedang memalingkan muka ke arah lain. Uh. Apa pun, semoga ada yang bisa menyelamatkanku dari makhluk kampret di hadapanku ini. Kabulkan do'a Sasu ya—

"Teme!/Sasuke-kun!" Terdengar dua suara yang sangat kukenal, Naru-Dobe dan Sakura.

—Tuhan. Terima kasih ya Tuhan. \(^3^)/

"Hn. Aku pergi, Baka Aniki." Ujarku kemudian secepat kilat pergi meninggalkan seonggok kampret yang masih melongo di ruang tamu.

"Khukhukhu~.. Aku tidak bisa membiarkan Otoutoku tercinta 'bermain' tanpa aku. Khukhukhu~"

Hei, Itachi, kau mencurigakan tahu.


TBC!

Apa yang akan dilakukan oleh Itachi-chan?

Kemana Sasu-chan, Saku-chan, dan Naru-chan akan jalan-jalan?

Jawaban ada di next chapie :D

Sudah update! Gaje sekali?!

Oh Em Ji! Ripiu mana ripiu?! *panik* *Reggika chibi berhamburan*

Yah, mau gimana lagi? Hiks.. Aku belum bisa bikin yang lebih bagus dari ini.. *pundung*

Tapiii..

R&R please? #PuppyEyesNoJutsu