My Partner
Main Cast:
Kim Ryeowook as Yeoja
Cho Kyuhyun as Namja
Lee Sungmin as Yeoja
Kim Yesung as Namja
Rated: T
Genre: Romance, Crime
Disclaimer: serius ini hanyalah fiktif semata
Selamat Membaca
~o~
Hari ini adalah hari pertama bagi Kyuhyun dan Ryeowook menjalankan tugasnya sebagai bodyguard Sungmin. Beberapa kali Ryeowook tampak menghembuskan nafasnya. Sedangkan Kyuhyun yang berada di balik kemudi sesekali mengerlingkan pandangannya kearah Ryeowook.
"kamu kenapa Wookie?" tanya Kyuhyun sambil tetap memperhatikan jalan.
"aku hanya merasa sedikit gugup saja. Kamu tahu kan Kyunnie, bagaimana sikap Nona Lee itu padaku" Ryeowook mengepal-ngepalkan telapak tangannya.
"haha… gwenchanha… tidak biasanya kamu seperti ini. Tenang saja, aku yakin dia bisa menerimamu, mungkin… hanya butuh sedikit waktu saja…" kata Kyuhyun mencoba menenangkan Ryeowook.
"hummh, kamu bisa berkata begitu, kamu kan tidak merasakan bagaimana peka-nya perasaan seorang perempuan" kata Ryeowook sambil menggembungkan pipinya.
"aaah ternyata benar, kamu iri juga pada keimutan Nona Lee. Iya kan?" Kyuhyun tertawa sambil mengacak poni Ryeowook gemas.
"aiishh, sudah kubilang aku tidak iri padanya. Hanya saja sikapnya itu, membuatku ingin… memukulnya…" jawab Ryeowook sambil melotot, lalu tangannya sibuk merapikan poni yang diacak Kyuhyun tadi.
"iya… iya… nona manis. Sekarang senyumlah dulu. Hari pertama bekerja harus semangat dong, jangan diawali dengan rasa pesimis begitu" ujar Kyuhyun sambil tersenyum.
"hmmh. entah perasaanku saja atau apa,… sepertinya kamu sangat senang menjadi bodyguard-nya Nona Lee?" tanya Ryeowook sambil menatap tajam Kyuhyun.
"aaah aniyo, itu hanya perasaanmu saja Wookie…" ucap Kyuhyun sambil tersenyum kaku.
"awas saja, kalau kamu sampai menyukai klien kita…" Ryeowook mengancam sambil telunjuknya lurus mengarah ke hidung Kyuhyun.
"kamu…. Memangnya kamu mau apa Wookie?" tanya Kyuhyun, membagi perhatiaannya pada jalan di hadapannya dan pada Ryeowook yang menunjuk dirinya.
"aku akan melaporkanmu pada Big Boss" jawab Ryeowook santai.
"andweee… andweee.. aku tidak mau merasakan kekejaman Big Boss…" Kyuhyun bergidik.
Ryeowook hanya tersenyum senang.
~o~
"ini jadwal kalian…" kata Yesung sambil menyerahkan sehelai kertas yang berisi jadwal kegiatan Kyuhyun dan Ryeowook.
Ryeowook memperhatikan dengan seksama setiap kata yang tertulis di kertas tersebut.
"dan demi keselamatan Nona Lee, kalian diperbolehkan untuk tinggal di rumah ini. Eemmh, kejahatan bisa datang kapan saja dan dimana saja kan?" tanya Yesung sambil memperhatikan Ryeowook dan Kyuhyun.
"iya Tuan, kami mengerti" sahut Ryeowook.
"aah, jangan memanggilku tuan, panggil saja aku Manajer Kim, aku adalah manajer pribadi Nona Lee Sungmin. Kalau kalian butuh apa-apa hubungi saja aku" kata Yesung sambil tersenyum ramah.
"tentu saja Manajer Kim. Mohon bantuannya selama kami bekerja disini" sekali lagi Ryeowook yang menyahuti perkataan Yesung. Sementara itu, Kyuhyun menatap sebal pada Yesung dan Ryeowook.
"sejak kapan Wookie jadi seramah ini pada namja asing yang baru dikenalnya" celoteh Kyuhyun dalam hati.
"baik, sebelum memulai kegiatan kalian hari ini, apakah ada yang ingin ditanyakan?" tanya Yesung.
"aku hanya ingin menanyakan, kenapa waktu istirahatnya sangat sebentar? Masa kami hanya diberi waktu satu jam saja untuk beristirahat? Ini sedikit tidak manusiawi" kata Kyuhyun protes. Ryeowook melirik Kyuhyun.
"jadi, maumu bagaimana?" tanya Yesung.
"dua jam, setiap pagi dan sore" Kyuhyun menyeringai.
"itu terlalu lama. Bukankah kamu disini untuk bekerja?" tanya Yesung dingin.
"lakukan saja sesuai dengan keinginannya. Kenapa harus repot-repot segala?" kata seorang yeoja dari ambang pintu, tubuhnya bersandar pada dinding dekat pintu dan matanya dengan teliti memperhatikan kuku jarinya.
"Nona Lee…" Yesung tersenyum, Kyuhyun dan Ryeowook menganggukan kepala sebagai tanda sapaan.
"oke, kalian sudah melihat jadwalnya kan? Emmmh, nanti jam sembilan temani aku ke kantor" perintah Sungmin.
"baik Nona Lee…" Ryeowook dan Kyuhyun menjawab bersamaan.
Setelah itu, Sungmin beranjak ke kamarnya.
"baiklah, karena Nona Lee sendiri yang sudah menyetujui, maka lakukan tugas kalian dengan baik. Sekarang waktunya aku berangkat ke kantor. Ini, jika kalian membutuhkan bantuanku, hubungi saja nomor yang ada di kartu itu" ujar Yesung berlalu sambil menyerahkan secarik kartu nama ke tangan Ryeowook.
"ne, terima kasih Manajer Kim…" Ryeowook tersenyum, Yesung hanya mengedipkan sebelah matanya. Melihat itu, Kyuhyun hanya mendelik kesal.
Waktu masih menunjukkan pukul tujuh pagi, jadi masih banyak waktu untuk mempelajari jadwal kegiatan Kyuhyun dan Ryeowook. Mereka menunggu Sungmin keluar dari kamarnya. Mereka duduk di ruang tamu, dekat dengan tangga menuju lantai dua dimana kamar Sungmi berada.
~o~
Setiba di kantor, Yesung langsung di sambut oleh Donghae. Donghae adalah asistennya di kantor. Seandainya Yesung sedang disibukkan dengan kegiatan Sungmin di rumah, maka Donghae yang akan menghandle tugas Yesung di kantor.
"annyeong Hyung… gawat. terjadi sesuatu yang buruk" kata Donghae, tanpa menunggu Yesung duduk terlebih dulu, raut wajahnya memancarkan rasa khawatir.
"mwo? Memang ada kejadian apa?" tanya Yesung, tangan kanannya meletakkan tas diatas meja kerja.
"para pemegang saham, nanti siang akan melakukan rapat darurat. Mereka ingin mengganti posisi Presdir Lee dengan Tuan Park. Bagaimana ini Hyung…" tanya Donghae cemas. Pasalnya, saat ini Tn. Lee tengah berada di Hongkong, dan seandainya ingin melakukan pergantian jabatan, maka seharusnya Sungmin-lah yang menggantikan posisi ayahnya. Karena Tn. Lee adalah pemilik dari 65% saham di perusahaan ini, dan bukannya Tn. Park.
"hmmh, berani sekali mereka. Menjalankan rencana licik ketika Presdir tidak ada" Yesung menyeringai. "kamu tenang saja Hae, hal ini masih bisa aku tangani" Yesung menepuk bahu Donghae.
"sekarang, persiapkan saja untuk presentasi nanti. Katanya nanti siang, Nona Lee akan datang kemari"
"benarkah? Itu berita bagus. Seandainya Tn. Lee melihat ini, beliau pasti akan bangga putri satu-satunya bisa juga diandalkan" Donghae tersenyum sambil meninggalkan Yesung.
Setelah Donghae menghilang di balik pintu, Yesung berdiri di samping jendela. menatap jalan raya yang sudah diramaikan dengan lalu lalang kendaraan. Tangan kanannya menenteng cangkir yang berisi cappuccino kesukaannya.
"Tn. Park? Apa hebatnya dia? Hah Ini menggelikan…" Yesung kembali menarik sudut bibirnya membentuk sebuah seringaian. Dengan pelan, yesung menyeruput cappuccinonya.
~o~
Sungmin mematut diri di cermin. Saat ini, dia tengah mencoba beberapa pakaian yang akan ia kenakan ketika ke kantor nanti. Blazer hijau muda dengan motif kotak-kotak, Sungmin menggelengkan kepala. Akhirnya pilihannya jatuh pada blouse berwarna putih polos diatas lutut, dipadukan dengan blazer warna cream yang yang lebih pendek dari blouse didalamnya.
Setelah merasa penampilannya sudah pas, maka Sungmin meninggalkan kamar, dan menuju tempat Kyuhyun dan Ryeowook saat ini berada. Ketika dia menuruni tangga, mata Kyuhyun tak henti-hentinya menatap Sungmin. Mungkin dalam pandangan Kyuhyun, ia seolah melihat bidadari yang turun dari khayangan.
"berlebihan" bisik Ryeowook, menatap tidak suka pada Kyuhyun. Karena merasa kesal, Ryeowook mencubit paha Kyuhyun, hingga namja itu berteriak kesakitan.
"aaawwwhh… appoo… apa yang kamu lakukan Wookie?" tanya Kyuhyun dengan nada marah.
"salah sendiri memperhatikan orang sampai seperti itu" Ryeowook mempoutkan bibirnya.
Sementara itu, Kyuhyun mengusap-usap pahanya yang terasa sakit, sambil matanya dan mata Ryeowook saling memberi deathglare.
"wae? Ada masalah?" tanya Sungmin melihat dua pasang bodyguard yang saling menatap dengan tatapan saling bunuh.
"aniya. Apakah mau berangkat sekarang?" tanya Kyuhyun sambil tersenyum pada Sungmin.
"ne…" Sungmin mengangguk sambil berlalu menuju ke depan rumah, menghampiri mobil mercy berwarna merah keluaran terbaru yang terparkir disana. Kyuhyun dan Ryeowook mengikutinya dari belakang.
Kyuhyun sudah berada di balik kemudi, sedangkan Ryeowook dan Sungmin masih berada di luar. Ryeowook lalu membukakan pintu belakang, mempersilahkan Sungmin masuk kedalamnya.
"kau pikir aku mau duduk disana?" tanya Sungmin ketus.
Ryeowook hanya mendesah sambil membuka pintu depan.
"begitu dong…" ucap Sungmin sambil masuk kedalam mobil.
"ooh Tuhan, berikan aku sedikit kekuatan untuk menghajar yeoja ini" bisik Ryeowook dalam hati. Tanpa menunggu waktu, Ryeowook juga memasuki mobil. Perlahan mobil melaju meninggalkan rumah Sungmin.
Suasana dalam mobil sangat membosankan. Sesekali Sungmin mengerlingkan pandangannya pada Kyuhyun yang fokus menyetir. Sedangkan Ryeowook yang duduk di jok belakang, hanya bisa menghembuskan nafas pasrah.
"umm, sudah berapa lama kamu bekerja menjadi bodyguard?" tanya Sungmin ramah pada Kyuhyun.
"sekitar lima tahun. Kenapa?" tanya Kyuhyun menatap Sungmin sekilas.
"aniyo, aku hanya bertanya saja… umm, apa selama ini kamu bertugas sendiri?" tanya Sungmin.
"tentu saja tidak. Ryeowook selalu menjadi rekanku, dalam menjalankan setiap tugas" Kyuhyun tersenyum kearah Ryeowook melalui kaca spion.
"jinjja? Jadi sejak awal, dia selalu bersamamu?" tanya Sungmin tidak percaya. Ada sedikit rasa tidak rela dari nada suaranya.
"iya. Memangnya kenapa Nona Lee?"
"hmmh, aku hanya penasaran, orang sekecil dia bisa melakukan apa? Melihat perawakannya yang kecil begitu, aku jadi ragu kalau dia seorang bodyguard yang handal" jelas Sungmin sambil menatap tidak suka pada Ryeowook.
Mendengar pendapat Sungmin tentang dirinya, membuat Ryeowook menatap kearah luar. Rasanya dia ingin menutup telinganya agar tidak mendengar ucapan Sungmin yang terlalu kasar.
"hahaha… anda jangan salah Nona Lee. Biarpun dia kecil begitu, tapi kalau sudah marah, gedungpun bisa dia robohkan. Hahaha" Kyuhyun tertawa terbahak.
"Kyunnie… jangan berlebihan seperti itu…" Ryeowook memandang kesal pada kyuhyun.
"benarkah dia seperti itu?" tanya Sungmin ragu.
"sudahlah Nona Lee, anda jangan mendengarkan perkataan Kyuhyun. Dia hanya terlalu melebihkan saja" kata Ryeowook sabar.
"hmmh. Sudahlah, lagipula aku bisa melihat sendiri ko, apa yang bisa dilakukan oleh orang sepertimu?" perkataan Sungmin sangat meremehkan Ryeowook.
Ryeowook hanya bisa menghembuskan nafasnya. Sambil tangannya meremas ujung blazer yang dia kenakan.
"kalau bukan karena Kyuhyun aku tidak mau menjadi bodyguard orang ini…" dengan kesal Ryeowook menatap keluar jendela, sedangkan Kyuhyun menatap khawatir pada Ryeowook.
~o~
Setiba di kantor, Sungmin langsung memasuki ruang kerjanya. Setelah diberitahu Donghae, Yesung langsung menemui Sungmin.
"ini adalah berkas yang akan anda presentasikan nanti. Cobalah pelajari dulu, mungkin ada yang kurang paham." Perintah Yesung sambil memberikan berkas pada Sungmin.
Sungmin membaca kata demi kata. Sebenarnya dia tidak terlalu tertarik dengan bisnis yang dikelola Appanya, namun karena Yesung terus memaksanya untuk datang kekantor selama Tn. Lee di Hongkong, akhirnya Sungmin mau menginjakan kakinya di kantor.
Sekitar jam sebelas, para pemegang saham sudah hadir mengisi kursinya masing-masing di ruang rapat. Sungmin merasa heran, kenapa hanya pemegang saham yang hadir di rapat ini. Yesung dan Sungmin masih berdiri di luar ruang rapat. Kyuhyun dan Ryeowook berada di belakangnya.
"anda jangan khawatir Nona, aku selalu berada disampingmu" kata Yesung sedikit menenangkan Sungmin.
"tapi… kenapa hampir seluruh pemegang saham datang ke rapat ini? Bukankah ini hanya rapat biasa untuk membuat produk yang baru?" tanya Sungmin tidak mengerti.
"sebenarnya... ah, dengar, anda tidak perlu mencemaskan apapun. Nanti, presentasikanlah apa yang sudah dibaca tadi dengan tenang. Jangan terlihat gugup. Mereka hanya akan mencari kelemahanmu saja. Anda mengerti kan?" tanya Yesung sambil tangannya menggenggam bahu Sungmin, memberikan ketenangan untuk Sungmin.
"aah… ara… aku mengerti…" Sungmin menganggukan kepala, sambil sedikit tersenyum.
"bagus. Ayo kita segera masuk…" ajak Yesung.
Kyuhyun dan Ryeowook memperhatikan apa yang dibicarakan Yesung dan Sungmin. Mereka hanya diperbolehkan menunggu diluar ruangan hingga rapat usai. Sepeninggal Yesung dan Sungmin, Kyuhyun dan Ryeowook duduk di kursi yang tersedia disana.
"sepertinya Manajer Kim sangat perhatian ya dengan Nona Lee…" Ryeowook menyikut pelan tangan Kyuhyun.
"…." Kyuhyun tidak menjawab, hanya mendelikkan matanya pada Ryeowook.
"hahaha… kamu cemburu kan pada Manajer Kim?" tawa Ryeowook.
"sudahlah hentikan Wookie… jangan membicarakan Manajer Kim didepanku…" ucap Kyuhyun ketus.
"hahaha…." Ryeowook hanya tertawa sambil menutup mulutnya, agar suaranya tidak terlalu kencang.
Sementara itu di ruang rapat.
Sungmin dengan setenang mungkin mempresentasikan semua yang ada di berkas yang ada di hadapannya. Namun, para pemegang saham hanya menatap dengan pandangan yang merendahkan Sungmin. Mereka tampak tidak serius menyimak apa yang disampaikan Sungmin. Tn. Park malah terlihat santai sambil mempermainkan handphonenya.
"sudahlah cukup. Hentikan presentasimu Nona Lee" ucap Tn. Park sambil meletakkan handphonenya di meja. Semua orang yang hadir disana menatap Tn. Park.
"kalian lihat sendiri kan? Bagaimana mungkin orang sepertinya akan meneruskan posisi Presdir Lee?" tanya Tn. Park mencoba mempengaruhi para anggota rapat yang hadir.
"apa maksud anda Tn. Park?" tanya Yesung dingin.
"orang yang hanya mengandalkan hubungan keluarga untuk menjalankan bisnis ini, tanpa dibarengi dengan kemampuan yang memadai. Aku tidak yakin perusahaan ini akan terus berjalan. Sebaiknya pikir ulang untuk menggantikan posisi Presdir Lee dengan putrinya ini…" Tn. Park menyeringai.
Sungmin hanya menatap getir pada para anggota rapat. Sama sekali mulutnya terkunci, tidak bisa mengeluarkan pembelaan sedikitpun.
"seharusnya anda berkaca Tn. Park!" kata Yesung dingin. Semua mata kini tertuju pada perdebatan Tn. Park dan Yesung.
"apa maksudmu Manajer Kim?" tanya Tn. Park tidak suka.
"memangnya Anda masuk di perusahaan ini atas hasil kerja kerasmu. Tolong pikir sekali lagi. kalau Presdir Lee tidak memberikan sedikit kebaikannya padamu, aku tidak tahu bagaimana nasib anda saat ini" Tn. Park terbelalak mendengar ucapan Yesung.
"apakah masih perlu aku lanjutkan?" Yesung menantang, seringaian jelas terlihat dari bibirnya.
Terdengar suara riuh dari para anggota rapat yang saling berbisik. Satu per satu mereka menginggalkan ruang rapat sambil sedikit menganggukan kepala pada Sungmin. Sekarang yang tinggal hanya Tn. Park, Yesung dan Sungmin.
"berani sekali kau Manajer Kim. Berkata seperti itu didepan para pemegang saham" geram Tn. Park.
"anda sendiri yang salah. Merencanakan sesuatu yang licik ketika Presdir Lee tidak ada disini. Lagipula… aku hanya menyampaikan suatu fakta, tidak ada sedikitpun kebohongan didalamnya kan? Anda lihat sendiri tadi, apa yang disampaikan Nona Lee adalah untuk kemajuan perusahaan ini, tapi anda menutup mata, karena anda ingin menguasai perusahaan ini sendirian" Yesung menaikkan sebelah alisnya. Sungmin hanya menatap kagum pada Yesung.
"lihat saja nanti. Aku akan membalas apa yang sudah kau lakukan hari ini padaku. Perusahaan ini pasti akan kumiliki" ancam Tn. Park
"aniya… selama aku masih hidup, kau hanya akan bermimpi mendapatkan perusahaan ini" tukas Yesung mantap.
"Sialan…." Tn. Park berlalu sambil menahan amarahnya.
Sungmin duduk lemas dikursinya. Ternyata selama ini banyak sekali yang menginginkan perusahaan Appanya.
"tenanglah Nona, jangan khawatirkan apa yang sudah dikatakan Tn. Park. Aku yakin dia hanya menggertak saja" kata Yesung sambil menggenggam tangan Sungmin yang berada di atas meja. Walaupun dia mencoba menenangkan Sungmin, namun raut wajah Yesung tidak dapat menyembunyikan rasa khawatirnya juga.
To Be Continue
~o~
*bagaimana? Mengecewakan kah?*
*hehe, author korban K-drama, jadinya kayak begini deh*
*oh iya banyak yang nanya, tentang yang dibisikin yesung ke Sungmin. Miaaan author nggak bisa ngasih tau, soalnya Yesungnya juga bisik-bisik jadinya nggak kedengeran. Hehehe *plaaakk*
*gamsahamnida buat yang udah review:
Cloudlovekyusung: yaaah jangan ngambek dong, hehe. Maunya Yesung falling in love nya sama siapa? ^^
Fiewook: tebak ajah lah ya siapa yang jahatnya. Hehe… aku juga gk sanggup menangani sungmin yang emang kesel banget sama wook. Kkkk
Cloud prince: annyeong jugaa. Waaah gomawo, mudah-mudahan chap ini tidak mengecewakan yah. ^^ *ngarep. Yesung sama Wookie? emmh, liat kedepannya aja deh. Gkgkgk
Kyute Evilmagnae: yups yang chap 1 emang bru prolog aja. Mudah-mudahan suka ya sama chap ini. ^^
Bluerose: gomawo ^^/ Kyuwook atau Yewook ya? masih mikir-mikir #plaaakk
Nuryewookie: yups, kemarin Cuma prolog aja. Gimana chap ini udah panjang kan? Gomawoo kalo suka ^^. Ortunya Kyuwook ada di rumah masing-masing, mereka nggak aku masukin ke dalam cerita. ^^
Santysomnia: gomawo, niyh udah lanjut. Hehe. Sekali-kali si Wook-pa harus dapat peran yang menantang yah. Gkgkgkgk
Kim sooyeon: sip. Ini udah lanjut.
Dwihae: gomawo ^^. Ni udah update nya pke halilintar. Hihi
Thiefhanie: iya tuh gk tau kenapa Min gk suka bnget sma wook. Kkkk Kyuwook atau Yewook? Masih dalam tahap pemikiran. *buagh…
Kim Ryokie: mian kalo tiap hari mah gk kan bisaaa.. ^^
Niisaa9: yups aq juga kasian sama wookie. gomawo ^^
GiraffeEgg KyuWook: senengnya bisa bikin moment kyuwook yg sosweet. Hehe. Waduh, saya nggak bisa bikin rated M. kkkkk
Yoon HyunWoon: kita lihat aja ya nanti ^^/
Ryeo ryeo ryeong: namja itu masih menjadi misteri. Wahahaha, Oke, ni udah lanjut.
Ryeohaeme: TBC dong eonni, klo oneshoot bkal panjaaang. Kkkk mudah-mudahan ni ff nggak mengecewakan yah ^^/
Miku: do u wanna partner? noooh ada changmin, khusus buat miku. Hehehe. Kenapa ngasih semangatnya pake sapu lidi?. *pundung di pojok kamar.
Guest: ni udah lanjut.
Ryeofha2125: ini udah lanjut ^^/ tebak-tebakan misterius tuh. Huhuhu
Dheek enha: ini udah niyh, udah lanjut. Smoga memuaskan yah^^.
*adakah yang belum kesebut?*
*review lagi ya reader sayang ^o^*
*oke deh, mungkin ada yang mau tebak-tebakan untuk chap berikutnya, author persilahkan*
*mungkin juga ada kritik, saran dan masukan? Author terima ko^^*
~see u~
