My Partner
Main Cast:
Kim Ryeowook as Yeoja
Cho Kyuhyun as Namja
Lee Sungmin as Yeoja
Kim Yesung as Namja
Rated: T
Genre: Romance, Crime
Disclaimer: serius ini hanyalah fiktif semata
Selamat Membaca
~o~
Malam itu sepulang dari kantor, Kyuhyun dan Ryeowook disibukkan dengan kamera CCTV yang baru. Mereka memasangnya untuk mengawasi keselamatan Sungmin. Sungmin meminta Kyuhyun yang memasang kamera di kamarnya. Sedangkan Ryeowook dibiarkan memasang kamera di bagian atap rumah yang sering digunakan Sungmin sebagai tempat bersantai jika malam sedang cerah.
CCTV sudah terpasang. Ryeowook menghubungkan agar rekaman dari CCTV itu dapat terlihat dari handphone canggihnya. Sambil duduk di tangga yang dia gunakan untuk memasang kamera, Ryeowook memeriksa setiap ruangan yang telah dipasangi CCTV itu. Ruang tamu, ruang makan, dapur, teras rumah, taman, bagian atap, Ryeowook dapat melihat dirinya sendiri dari layar handphonenya, "Kyuhyun ada dimana ya? Kenapa tidak terlihat?" tanya Ryeowook pelan.
Ketika jarinya menggeser lembut layar handphone untuk mengecek kamar Sungmin, tiba-tiba dadanya sedikit berdebar.
"aku harap, mereka tidak sedang berduaan" harap Ryeowook cemas.
Dan seeeeettt gambar di handphonenya berganti menjadi kamar pribadi Sungmin. Kemudian dengan sedikit tersenyum Ryeowook membuang nafas lega.
"syukurlah" bisiknya sambil tersenyum.
Sungmin sedang duduk di ranjangnya sambil membolak-balik majalah yang ada di tangannya. Kemudian beberapa menit kemudian, dia membaringkan tubuhnya lalu tertidur.
"kamu dimana Kyunnie?" tanya Ryeowook pelan.
Tap Tap Tap
Ryeowook mendengar suara langkah kaki menaiki tangga. Seorang namja sambil tersenyum tengah menghampirinya. Ryeowook tersenyum samar melihat kedatangan namja itu.
"wae? Kamu menunggu Kyuhyun?" tanya namja itu.
"eh? Emmh… aaah tidak ko Manajer Kim" jawab Ryeowook tersenyum sambil mengibaskan telapak tangannya, merasa tidak enak hati mendengar pertanyaan Yesung.
"lalu kenapa kamu seperti kecewa melihat aku yang datang?" Yesung masih menggoda Ryeowook.
"sudah dibilang aku tidak menunggu siapapun. Hehe.." Ryeowook hanya menyunggingkan senyumnya sambil memperlihatkan giginya yang putih.
"kamu ini. Apa kalian pacaran?" tanya Yesung sambil mendongakkan kepala, karena posisi Ryeowook masih berada di atas tangga.
"mwo? Tentu saja tidak. Anggota satu agensi dilarang pacaran" Ryeowook memberi alasan, namun wajahnya sedikit merona. Perubahan wajah Ryeowook dapat terlihat jelas oleh Yesung.
"aaah begitu ya. Kalau begitu, sekarang turunlah, ini makanlah dulu…" perintah Yesung sambil menggoyang-goyangkan kotak ditangannya. Kemudian berjalan menuju bangku yang ada disana.
Perlahan Ryeowook menuruni tangga. Namun entah karena licin atau apa, tiba-tiba kakinya terpeleset dan jatuh.
"aaahhhhh…" teriak Ryeowook.
Mendengar teriakan Ryeowook, Yesung segera membalikkan badan, dan tanpa membuang waktu dia segera menghampiri Ryeowook yang kini tengah terduduk sambil memegang pergelangan kakinya. Ryewook meringis merasakan sakit di sekitar pergelangan kakinya itu.
"kamu tidak apa-apa Ryeowook-ssi?" tanya Yesung cemas. Segera dia membantu Ryeowook untuk bangun.
"aaawww… sakit sekali…" ringis Ryeowook sambil berpegangan pada tangan Yesung.
"ayo biar aku bantu" Yesung meletakkan tangan kiri Ryeowook di pundaknya, lalu memapahnya untuk duduk di kursi. Sementara tangan kanan Ryeowook memegang erat bagian depan jas yang dipakai Yesung.
"apa sakit sekali ya? Kamu mau aku gendong?" tawar Yesung sambil menatap Ryeowook.
"aaah tidak perlu, seperti ini saja" Ryeowook menggigit bibirnya, jalannya sedikit terseok.
Akhirnya, mereka sampai di bangku. Ryeowook duduk sambil memijat-mijat kakinya.
"sini, biar aku periksa" kata Yesung sambil berjongkok di depan Ryeowook.
Perlahan dia membuka sepatu Ryeowook.
"eeehh… kau mau apa Manajer Kim?" tanya Ryeowook kaget.
"jangan kaget begitu, aku hanya ingin memeriksa saja" jawab Yesung santai.
Dengan teliti, Yesung memeriksa pergelangan kaki Ryeowook.
"aaah ini tidak apa-apa. Hanya terkilir saja. kamu tahan sebentar ya" Yesung tersenyum.
Ryeowook kaget, apa maksudnya "tahan sebentar?"
"aaaawwww" belum sempat menyelesaikan pemikiran tentang perkataan Yesung, Ryeowook langsung berteriak kesakitan. Yesung memutar pergelangan kaki Ryeowook agar urat-uratnya kembali ketempat semula.
"oke, sudah selesai. masih terasa sakit?" tanya Yesung menatap cemas Ryeowook.
Ryeowook mencoba menggerakkan kakinya.
"eeh, sudah tidak terasa sakit lagi…" Ryeowook tersenyum senang.
"apa kubilang, sakitnya hanya sebentar kan?"
"iya…" Ryeowook mengangguk sambil memutar-mutar kakinya yang sudah membaik.
"naah, sekarang kita makan ya!" pinta Yesung.
"emmh baiklah"
Yesung membuka kotak makanan. Sederet sushi tampak rapi mengisi kotak itu. Yesung menyerahkan sumpit ke tangan Ryeowook. Mereka makan bersama, sambil sesekali saling bercanda tawa.
Di lain tempat , seseorang menatap mereka dengan pandangan tidak suka dari balik layar monitor yang berjajar. Dia hanya melihat sebagian ketika Yesung memapah Ryeowook hingga selesai makan.
"apa yang sedang mereka lakukan? Apa Wookie tidak tahu, aku menunggunya untuk makan bersama?" tanyanya geram.
Namja itu adalah Kyuhyun. Dia baru saja selesai mengecek sambungan CCTVnya yang baru. Selain alat itu terhubung dengan handphonenya dan handphone Ryeowook, juga terhubung ke ruang monitoring. Perlahan Kyuhyun meninggalkan ruangan itu dengan perasaan kesal.
~o~
Setelah Yesung pulang, Ryeowook segera mencari Kyuhyun. Dicarinya partner kerjanya itu di setiap ruangan tapi dia tidak menemukannya.
"apa mungkin Kyuhyun sudah tidur?" tanyanya dalam hati.
Segera Ryeowook menuju kamar Kyuhyun yang bersebelahan dengan kamarnya.
Tok tok tok
Dengan pelan, Ryeowook mengetuk pintu kamar.
"Kyunnie…?" panggil Ryeowook dari luar.
Namun tidak ada jawaban dari dalam. Ryeowook memutar kenop pintu, tapi pintu dalam keadaan terkunci.
"Kyunnie… kamu sudah tidur?" tanya Ryeowook.
"hmmh, Kyuhyun pasti kelelahan. Ya sudah" bisiknya dalam hati "jaljayyo Kyu…" kata Ryeowook pelan.
Dengan lemas, ditinggalkannya pintu kamar Kyuhyun dan memasuki kamarnya sendiri. Dibaringkan tubunya di atas kasur yang empuk.
"tumben Kyuhyun tidur begitu saja. Aiiissh setidaknya, dia mengucapkan "selamat malam" atau "selamat tidur". Hmmh, dia jadi aneh" Ryeowook berkata dengan pelan.
~o~
Pagi itu, Kyuhyun, Ryeowook dan Sungmin sarapan bersama. Sesekali Sungmin menatap Kyuhyun lalu tersenyum. Dan Kyuhyun balas tersenyum pada Sungmin. Sedangkan Ryeowook? dia hanya menundukkan pandangannya ke makanan yang berada di hadapannya. Ryeowook hanya makan sedikit, melihat kelakuan Kyuhyun dan Sungmin membuatnya tidak berselera makan.
Keanehan lain yang terjadi di pagi itu adalah, Kyuhyun membukakan pintu mobil untuk Sungmin. Ryeowook hanya melongo, biasanya dia yang selalu membukakan pintu untuk Sungmin.
"ada apa dengan Kyuhyun?" tanya Ryeowook dalam hati.
Suasana dalam mobil terasa seperti kemarin,sangat membosankan. Ryeowook hanya menatap gedung-gedung yang tinggi dibalik kaca jendela. sedangkan Kyuhyun dan Sungmin mereka asyik membicarakan berbagai hal. Sepertinya Kyuhyun lupa bahwa disana ada Ryeowook.
Akhirnya kebosanan Ryeowook berakhir ketika mobil telah sampai di kantor. Sungmin berjalan dengan anggun diiringi Kyuhyun dan Ryeowook di belakangnya. Beberapa karyawan yang bertatap muka dengan Sungmin menganggukan kepala tanda hormat.
"selamat pagi Nona Lee" sapa Yesung ketika mereka tengah menunggu lift.
"aah Manajer Kim… selamat pagi" Sungmin tersenyum membalas sapaan Yesung.
Sejenak Yesung melirik Kyuhyun dan tersenyum pada Ryeowook.
"bagaimana? Sekarang sudah sembuh kan?" tanya Yesung pada Ryeowook.
"hmmmh. Gamsamnida, berkat Manajer Kim, kakiku sudah sembuh sekarang" jawab Ryeowook lembut.
Sungmin dan Kyuhyun menatap Yesung dan Ryeowook bergantian.
"memang kamu kenapa?" tanya Sungmin dengan nada tidak suka.
"aaah bukan apa-apa Nona Lee…" Ryeowook tersenyum samar.
Setelah mendengar jawaban Ryeowook, Sungmin mengalihkan perhatiannya pada lift yang sudah terbuka. Mereka memasuki lift. Yesung dan Sungmin berada di belakang Kyuhyun dan Ryeowook. sesekali Kyuhyun melirik Ryeowook.
"memang apa yang sudah terjadi pada Ryeowook? apakah semalam aku salah lihat?" begitu kata hati Kyuhyun.
~o~
Kyuhyun kenapa? setidaknya tanyakanlah hal yang sudah menimpaku. Apakah dia lebih mementingkan keselamatan Nona Lee Sungmin itu? Tingkahnya jadi aneh belakangan ini. Semalam dia tidak mengucapkan apapun padaku. Bahkan tadi ketika sarapan, dia tidak menyapaku. Apa aku melakukan kesalahan padanya? Atau mungkin dia menyukai kliennya sendiri. Oh Tuhan, jangan biarkan itu terjadi. Entah mengapa hatiku tidak rela jika Kyuhyun harus menyukai Sungmin.
~o~
Ryeowook menggigit bibirnya perlahan, kepalanya sedikit ditundukan.
Ting
Pintu lift terbuka, tepat di lantai yang mereka tuju.
Tapi, Ryeowook masih belum beranjak dari tempatnya, sepertinya dia sedang melamunkan sesuatu.
"Yaak… kamu tidak mau keluar?" tanya Sungmin galak.
Ryeowook tersentak. Ketika kepalanya mendongak, pintu lift sudah terbuka.
"mianhe Nona… silahkan…"
"hah, Appaku tidak membayarmu untuk melamun. Kerjakan tugasmu dengan baik" Sungmin mendelik.
Kyuhyun hanya menatap Ryeowook, sedangkan Yesung yang mengikuti Sungmin hanya menepuk bahu Ryeowook pelan memberikan sedikit semangat sambil tersenyum.
~o~
Kyuhyun dan Ryeowook menunggu di depan ruang rapat. Setelah insiden dengan kemarin, dewan direksi mengadakan rapat dadakan untuk melihat bagaimana kemampuan Sungmin dalam menghadapi masalah yang terjadi dari dalam perusahaan. Dengan bantuan Yesung, Sungmin dapat memimpin rapat dengan baik.
Di luar ruangan, Ryeowook duduk di kursi. Sementara Kyuhyun berdiri di samping jendela. mereka masih belum bertegur sapa. Ryeowook melirik Kyuhyun, tapi namja itu masih asik memperhatikan lalu lalang kendaraan.
Ryeowook hanya menunduk memperhatikan keramik lantai yang bermotif bunga yang samar terlihat, dia masih merasa enggan untuk menyapa Kyuhyun.
"memangnya semalam, apa yang terjadi padamu Wookie?" tanya Kyuhyun yang entah sejak kapan sudah duduk disamping Ryeowook, raut wajahnya menyiratkan rasa khawatir.
Seketika itu juga Ryeowook mendongakan kepala menatap wajah Kyuhyun. Namun, tiba-tiba mata Ryeowook berkaca-kaca.
"eeeh, kamu kenapa Wookie?" Kyuhyun kaget melihat Ryeowook yang hampir menangis.
"kamu jahat Kyu…" kata Ryeowook sambil sedikit menjauh dari samping Kyuhyun.
"eeh, wae?" Kyuhyun tidak mengerti.
"semalam, kakiku terkilir, aku kesakitan Kyunnie… tapi, ketika aku ke kamarmu, pintunya terkunci dan sepertinya kamu sudah tidur. Bahkan tadi pagipun… jangankan menanyakan keadaanku, tersenyum padaku saja tidak. Apa aku telah melakukan kesalahan padamu?" Ryeowook tidak bisa menahan perasaannya.
"ooh, jadi begitu" kata Kyuhyun lebih kepada dirinya sendiri. "mianhe Wookie, aku tidak tahu apapun. Aku pikir kamuu…" Kyuhyun tidak meneruskan perkataannya.
"aku apa?" tanya Ryeowook cepat.
"aaah aniyo. Tapi sekarang kakimu sudah sembuh kan? Kakimu yang sebelah mana yang sakit? Hmmh?" tanya Kyuhyun sambil mencoba berjongkok untuk melihat kaki Ryeowook.
"aaaiisshh Kyunnie… kamu apa-apaan? Sudahlah, sekarang kakiku sudah sembuh. Beruntung semalam ada Manajer Kim, dia yang menolongku" jelas Ryeowook.
"ooohh…" Kyuhyun manggut-manggut, sekarang dia sudah mengerti apa yang terjadi semalam, lalu dia tersenyum simpul.
"Yaaak, kenapa kamu tersenyum seperti itu?" tanya Ryeowook
"aaah tidak Wookie, aku hanya sedang merasa senang saja sekarang" Kyuhyun tersenyum sambil menggeleng.
"kamu ini. Jangan bilang, kalau kamu senang karena bisa dekat dengan Nona Lee" Ryeowook sedikit melotot.
"aaah bukan itu ko… bogoshipo Wookie…" kata Kyuhyun dengan nada manja, sambil mencubit pipi Ryeowook gemas.
"aah aah Appo… Kyunnie…" ryeowook meringis menahan sakit di pipinya.
"huh, dasar cengeng" Kyuhyun tertawa sambil menyentil hidung Ryeowook.
"dasar. Aku membencimu Kyuhyun…" Ryeowook menangkupkan tangan di pipinya sendiri. Wajahnya terasa sedikit panas jika sedang bercanda dengan Kyuhyun. Hatinya sekarang sudah lega, karena ternyata Kyuhyun tidak marah ataupun membenci dirinya. Bagaimanapun galaknya Sungmin pada Ryeowook tapi dia bisa bertahan karena ada Kyuhyun yang selalu bersamanya.
~o~
Sepulang dari kantor, Sungmin meminta Kyuhyun membawanya belanja di mall. Tidak ada lagi yang bisa Kyuhyun dan Ryeowook lakukan selain menuruti permintaan Sungmin.
Tiba di mall, dengan wajah gembira Sungmin melihat-lihat setiap toko di dalamnya. Dengan santai, Sungmin memilih baju. Tapi ada yang aneh. Sungmin memilih baju untuk laki-laki.
"jangan-jangan…" Ryeowook mulai curiga.
Sungmin membawa sepotong kemeja berwarna hijau toska yang lembut dengan motif kotak-kotak. Dia menghampiri Kyuhyun lalu mencocokannya di badan Kyuhyun.
"Kyuu… coba baju ini. Lihat! ini sangat cocok untukmu" pinta Sungmin dengan nada yang manja.
"eh?" Kyuhyun bingung.
"cobalah dulu, kalau kamu suka, aku akan membelikannya untukmu" kata Sungmin.
"aah… mianhe Nona… tapi saya tidak bisa menerimanya" sesal Kyuhyun.
"lho, kenapa?" Sungmin tampak kecewa
"maaf, tapi Big Boss sudah melarang kami menerima barang pemberian dari klien. Saya sangat menyesal. Mianhe…" kata Kyuhyun.
"emmh, tidak apa-apa. Aku tidak akan bilang pada Bossmu. Atau kamu bisa pakai setelah nanti tugasmu selesai. bagaimana? Mau yaaa…" mohon Sungmin manja.
"mianhe Nona, aku tidak bisa" jawab Kyuhyun singkat.
"hmmh, ya sudah" dengan kesal, Sungmin menyimpan kembali baju yang dia bawa. Kemudian dia memilih pakaian untuk dirinya sendiri.
Kyuhyun melirik Ryeowook yang sedang mempoutkan bibirnya. Dengan tatapan mata, mereka berkomunikasi.
Kyuhyun menatap Ryeowook sambil menaik-turunkan alisnya seolah berkata "bagaimana?"
Dan Ryeowook sedikit melotot seperti menjawab "bagaimana apanya?"
"itu… alasanku bagus kan?" kata Kyuhyun sambil melirik Sungmin yang masih memilih pakaian.
"huh. Awas saja kalau kamu berani menerima pemberiannya" Ryeowook menatap galak pada Kyuhyun. Setelah itu Ryeowook mengalihkan pandangannya dari Kyuhyun sambil menahan senyumnya.
Setelah Sungmin memilih beberapa baju lalu dia mencocokannya di cermin kemudian mencobanya di kamar pas.
Ketika Sungmin memasuki kamar pas, tiba-tiba seorang lelaki memasuki kamar pas di sebelahnya. Sikapnya sedikit mencurigakan. Tanpa mengambil baju, dia masuk begitu saja. Kyuhyun dan Ryeowook sejak tadi memperhatikan ada yang tidak beres segera mendekati kamar. Kyuhyun berdiri tepat di pintu yang dimasuki lelaki tadi, sedangkan Ryeowook berdiri di depan pintu yang dimasuki Sungmin. Sebisa mungkin mereka bersikap biasa saja seolah tidak terjadi apa-apa.
Dengan perlahan Kyuhyun menempelkan telinganya ke pintu dan terdengar suara yang sedikit aneh. Seperti suara orang yang sedang memasangkan peluru.
Ceklek ceklek
Kyuhyun sedikit mengangguk kepada Ryeowook. dan Ryeowookpun mengerti. Dengan menggunakan jepit rambutnya, Ryeowook dengan mudah bisa membuka pintu kamar Sungmin.
"aah Yaaa. Apa yang kamu…hhmmpphh…" teriak Sungmin, beruntung dia masih mengenakan bajunya.
"ssstt… sebaiknya anda jangan berteriak Nona!" perintah Ryeowook sambil membekap mulut Sungmin, dengan suara yang pelan.
"ada apa hah?" tanya Sungmin sambil melotot.
"dengar, anda jangan banyak bicara dulu" perintah Ryeowook, lalu satu persatu Ryeowook mulai membuka kancing blazernya.
"apa yang kamu lakukan?" tanya Sungmin sambil melotot dan tangannya menutupi dadanya.
"anda jangan berpikir yang aneh-aneh. Kemarilah" Ryeowook memakaikan blazernya pada Sungmin, sementara dirinya hanya memakai kemeja saja.
"Blazer ini sudah dilengkapi dengan bahan anti peluru, anda pakai saja. Sesuatu yang tidak beres sedang terjadi, sebaiknya anda bersikap seolah semua baik-baik saja. Mengerti?"
"memang ada apa?"
"nanti saya ceritakan. Kaja" Ryeowook menarik Sungmin keluar. Sedangkan Kyuhyun masih berada di depan pintu. Tiba-tiba beberapa detik setelah Sungmin dan Ryeowook keluar.
"Dorr…" suara tembakan terdengar dari dalam kamar pas.
Sungmin dan Ryeowook saling pandang. Para pengunjung toko berlarian setelah mendengar suara tembakan. Suasana sedikit kacau. Kamar pas yang tadi digunakan Sungmin mengeluarkan debu dan asap. Terdengar suara dinding yang roboh.
"dasar pabbo" Kyuhyun menyeringai, lalu kakinya menendang pintu hingga terbuka.
Lelaki yang berada di dalam terlonjak kaget melihat Kyuhyun. Dinding yang menjadi pembatas antara kamar itu dan kamar yang tadi Sungmin pakai sudah jebol. Seandainya Sungmin masih berada di dalam, sudah pasti dia akan cedera.
Buuaagghh…
Tanpa menunggu waktu lebih lama, Kyuhyun segera memukul hidung lelaki itu. Darah segar mengucur deras dari hidungnya. Tangannya segera memegangi hidungnya yang terasa sakit.
"kamu pikir, kamu sedang apa hah?" tanya Kyuhyun geram.
"kamu … siapa?..." tanya lelaki itu terbata, wajahnya sangat ketakutan.
"siapa yang menyuruhmu?" tanya Kyuhyun sambil mencengkram kerah baju lelaki itu.
"lepaskan aku bodoh…" perintah lelaki itu.
"berani sekali kamu bilang aku bodoh" Kyuhyun meraih tangan lelaki itu dan memutarnya hingga punggung.
"aaarrgghh…"teriak lelaki itu kesakitan.
"sekali lagi aku tanya, siapa yang menyuruhmu?" Kyuhyun semakin mengencangkan pegangannya.
"aaarrgghh… baik aku akan katakan…tapi… lepaskan dulu… aarrrggghhh" teriaknya lagi
"banyak bicara. Siapa hah?" Kyuhyun memepetkan tubuh lelaki itu ke dinding.
"tuan… tuan… park…"
"Tuan Park?" Kyuhyun tampak berpikir, sepertinya dia pernah mendengar nama itu. Kyuhyun lalu melepaskan pegangan tangannya. Lelaki itu hanya mengusap pergelangan tangannya dan sedikit menunduk. Tapi tiba-tiba dia meraih pistolnya dan mengarahkannya ke wajah Kyuhyun.
"aiisshh masih berani kamu…" ucap Kyuhyun , tanpa segan, dia langsung menendang tangan orang itu, hingga pistolnya terlempar. Setelah itu mereka saling pukul. Hampir sepuluh menit, barulah Kyuhyun keluar, jasnya sedikit acak-acakan dan Ryeowook terlihat cemas.
"kamu tidak apa-apa Kyunnie?" tanya Ryeowook.
"aku tidak apa-apa. Kaja, disini berbahaya untuk Nona Lee" Kyuhyun meraih lengan Sungmin dan Ryeowook mengikuti.
Mereka bertiga meninggalkan tempat itu. Sungmin berjalan sambil tangannya memegang erat lengan Kyuhyun. Sementara Kyuhyun dan Ryeowook bersikap waspada dengan keadaan sekelilingnya.
Ketika tiba di basement dan akan memasuki mobil, Sungmin mengingat sesuatu.
"tasku, masih ada di toko itu…" kata Sungmin. Dia memandang silih berganti pada Kyuhyun dan Ryeowook.
"aiish,… benarkah? Tidak bisakah anda beli yang baru saja" tanya Kyuhyun.
"dengar, didalamnya ada data perusahaan yang sangat penting. Data itu tidak boleh hilang" Sungmin berkata dengan tatapan memohon.
"baiklah. Biar aku ambilkan" kata Kyuhyun.
"biar aku saja Kyunnie. Kalian tunggu aku disini. Aku akan segera kembali. Oke" Ryeowook berjalan cepat menuju toko yang tadi dikunjungi. Menurut Ryeowook lebih aman meninggalkan Sungmin dengan Kyuhyun.
Hampir sepuluh menit Ryeowook sudah kembali ke basement, dia mencari-cari keberadaan mobil Sungmin. Kepalanya menoleh ke kiri dan kanan, namun mobilnya sudah tidak ada.
Dddrrrttt… ddddrrrtttt…
Handphonenya bergetar menandakan panggilan masuk.
"Kyunnie"
Itulah nama yang tercantum di layar handphonenya.
"yeobseyo Kyunnie… kamu dimana?" tanya Ryeowook
"Wookie, mianhe, Nona Lee memaksaku untuk segera membawanya pulang. Kamu tidak apa-apa kan kalau menggunakan taksi saja?" tanya Kyuhyun di seberang telpon.
"oh. Ne. gwenchanha" jawab Ryeowook pendek.
"mianhe Wookie…" suara Kyuhyun terdengar sangat menyesal.
"emmh…" Ryeowook hanya menganggukan kepala, walaupun dia yakin Kyuhyun tidak dapat melihatnya. Suasana hatinya berubah seketika. Perlahan Ryeowook menggigit bibir, matanya berkaca-kaca.
To Be Continue
*bagaimana reader? Mian, kalo yang part berkelahinya sedikit aneh. Hehe*
*gamsahamnida untuk yang sudah menyempatkan menulis review, author jadi semangat kalau udah baca review dari reviewer sekalian. ^^*
*yang mau tebak-tebakan untuk chap depan author tunggu yah!*
Gamsahamnida untuk yang mereview di chap kemarin:
Coudlovekyusung: hehe, nggak pa2 ko klo mau ngomongin Yesung, aq jga suka ko sma dia. Jangan galau-galauan lagi yah, kalo penasaran siapa yang peran jahatnya baca aja kelanjutannya ntar. Kkkkk. Huwaaa itu kritikan apa? Viis.. aq bsen bkin yg panjang2 jdinya chap2nya aq pendek2in dh biar readernya penasaran. Hahahaha. #plaaakkk… gomawo yah ^^/ tapi chap ini udah panjang kan?
Yoon hyunwoon: siapa yg rahasia-rahasiaan chingu? Hehe
Fiewook: thaannkss.. hehe. Kyuwook atau Yewook yah? liat aja ntar dah. Aq jga kasian sma wook. Kalau udah selesai nulis ni ff biasanya aku pelukin dia biar gk sakit hati sma sungmin. Wkwkwkwk #ngaco ah.
Kim ryokie: oke, ini udah lanjut. Liat ntar aja ya ^^/
Niisaa9: marahnya biasanya suka poutin bibir sambil dieeeem aja di pojok kamar. what? Hehe.. tanyain dh k wookienya langsung.
Cloud prince: naaah itu yang dibisikin Yesung ke Sungmin. Hehe.. demi kelangsungan hidup ni ff, sungmin mau nerima Kyuwook. Tenang aja, Kyuwook selalu berjaga ko, untuk keselamatan Sungmin. Wehehe.. gomawo yaaa… ^^/
Kyute evilmagnae: yups ceburin ke kolam ikan, biar ketemu sama Hae. Ekekeke… tenang-tenang *kasih minum. Nyante aja yah.. ^^
Santysomnia: okee ini udah lanjut. Aq jga sebel deh sama Sungmin, dia minta dikasih pelajaran (satu tambah satu berapa?) hahaha… couplenya liat aja ntar yaah. Gomawooo ^^/
Miku bini chang: ckckck saking cinta mati sama changmin, namanya pun dibawa-bawa. Kkkkk huhuhu, aq jdi bingung harus ngcouplein siapa. Mikuuuu klo mau cipok-cipokan sma suaminya di kamar aja, jangan disini. Hehehe.. nado saranghaeee…. Mmuuuaacchh
zaAra evilkyu: liat ntar aja yah ^^/
kim sooyeon: hehe… ni udah ada yewook momentnya.. ^^/
thiefhanie: saya korban k-drama, jadinya begini dh. Ni udh dilanjut. Hehe..
ryeofha2125: ok ni udah lanjut. ada couplenya ko. Temukan aja ntar. Hehe ^^/
piiepi158: annyeong juga adik cantik. Wkwkwk.. aq jga kesel bngt sma kyu, udh ada wook tapi liat-liat ke sungmin. Huhu.. Kyuwook atau Yewook, gimana ntar aja dh. Hehehe..
ryeo ryeo ryeong: oke ini udah lanjut. Hmmh, tebak lagi aja deh.. ^^
blurose: huhuhu Yesung kan emang pintar… waaah susah bkin minwook baikan tuh. Tpi ntar deh author usahain yah. gomawo ^^
rochan: udah jangan bte-btean mending lanjutin baca chap ini yah. hehe… ^^/
jovita: waaahh segiempat? Bkn ko, ini cinta tak bersegi. Hehe.. Yaaak jangan maksa-maksa.
Vinos hyunell: gomawo ^^, ini udah lanjut.
Cho ryeona: issh jangan membenci sungmin dong… kasian masa anak imut gitu harus dibenci. Kkkkkk. Siwon gk jadi datang, dia lagi sibuk. Hihihihi… (ehm, jdi gk enak niyh, gegara ff ini, kmu jdi ngrepotin temenmu) ^^/
Ryeo2119: Sungminnya susah dibilangin. Hehe… orang jahantnya? Baca aja deh chap2 depan… gomawo ^^
Sushimakipark: gimana kalau akhirnya harus kyuwook? Hehe… aduh susah harus bkin semenarik K-drama yang asli mah. Hehe.. gomawo udah review ne.
*ayo-ayo kasih review lagi ya reader sayang*
*see u*
