My Partner

Main Cast:

Kim Ryeowook as Yeoja

Cho Kyuhyun as Namja

Lee Sungmin as Yeoja

Kim Yesung as Namja

Rated: T

Genre: Romance, Crime

Disclaimer: serius ini hanyalah fiktif semata

Selamat Membaca

~o~

Ryeowook masih menangis sambil memeluk lututnya. Tetesan air masih keluar dari ujung baju dan celananya. Beberapa orang yang melewatinya hanya meliriknya dengan pandangan kasihan.

Tak jauh dari sana, tampak sebuah sedan hitam yang melaju pelan. Pengemudinya merasa heran melihat yeoja yang sepertinya ia kenali berlutut di pinggir jalan. Tanpa pikir panjang, dia segera menghentikan laju mobilnya. Kemudian dia menghampiri Ryeowook yang masih terisak.

~o~

Seeet..

Namja itu menyampirkan jasnya di bahu Ryeowook yang masih bergetar. Sontak Ryeowook kaget menatap namja yang berada di belakangnya kini.

"manajer Kim?" tanya Ryeowook dengan mata yang masih merah.

"kamu kenapa Ryeowook-ssi? Kenapa keadaanmu seperti ini?" tanya Yesung heran.

"aku… hiks…" Ryeowook tidak bisa melanjutkan perkataannya. Airmata kembali mengalir di pipinya.

"eeeh… sssttt… gwenchanha…!" Yesung segera berlutut, lalu mengusap pipi Ryeowook lembut.

Ryeowook melihat Yesung sekilas, tiba-tiba dia memeluk namja itu. Yesung yang kaget hanya membelalakan matanya. Tapi tak berapa lama tangannya menepuk-nepuk bahu Ryeowook pelan.

"hiks…" Ryeowook kembali menangis, entah kenapa berada di pelukan Yesung membuat dirinya merasakan sedikit kenyamanan.

"gwenchanha… apakah ini ada hubungannya dengan Nona Lee?" tanya Yesung lembut sambil mengusap rambut Ryeowook.

Ryeowook hanya menganggukan kepala sebagai jawaban.

Yesung mengerti apa yang dialami Ryeowook hari ini, pasti karena ulah Sungmin. Dia tidak habis pikir mengapa Sungmin sangat membenci Ryeowook. Padahal, Ryeowook sama sekali tidak melakukan kesalahan apapun padanya. Hampir sepuluh menit, Ryeowook menangis dalam pelukan Yesung. Saat ini airmatanya sedikit mengering.

"mianhe manajer Kim…" Ryeowook sepertinya baru menyadari apa yang sudah dia lakukan pada Yesung.

"tak apa…. Menangislah, jika itu bisa membuatmu merasa nyaman" Yesung tersenyum.

"aah… mianhe, karena aku, bajumu jadi basah seperti ini" Ryeowook kaget melihat kemeja Yesung menjadi kebasahan.

"tenang saja, ini bukan masalah besar" jawab Yesung sambil mengusap kemejanya.

Ryeowook hanya tertunduk, merasa malu pada Yesung.

"sudahlah, jangan merasa tidak enak seperti itu. Kaja!" Yesung tersenyum melihat Ryeowook yang menunduk malu. Kemudian dia membantu Ryeowook untuk berdiri. Yesung melihat bibir Ryeowook yang pucat, lalu meminta Ryeowook untuk menunggu di pinggir kolam air mancur.

"kamu tunggu dulu disini sebentar ya!" pinta Yesung, lalu dia meninggalkan Ryeowook sendiri.

Setelah melihat Yesung berlalu dari hadapannya, Ryeowook tertegun sendiri. Tiba-tiba wajahnya menjadi merona.

"aigooo kenapa aku tadi memeluknya? Omo… ini sangat memalukan" kata Ryeowook pelan sambil menutupkan telapak tangannya di wajahnya yang terasa panas.

Beberapa saat kemudian, Yesung datang kembali menghampiri Ryeowook, ditangannya membawa dua gelas cappuccino.

"ini, minumlah! Lumayan untuk menghilangkan rasa dingin" kata Yesung sambil menyerahkan segelas cappuccino ke tangan Ryeowook.

Ryeowook masih malu memikirkan apa yang telah dia lakukan tadi. Dia hanya menerimanya sambil menundukkan kepala, tidak berani menatap Yesung.

"gomawo Manajer Kim" kata Ryeowook pelan.

"heey kenapa masih murung seperti itu? Senyumlah!" pinta Yesung.

Ryeowook melirik Yesung sekilas lalu tersenyum lembut. Yesung hanya terkekeh melihat Ryeowook. Hampir lima belas menit mereka duduk di pinggir kolam, sambil meminum cappucinonya Ryeowook menceritakan apa yang terjadi padanya. Udara sore menghantarkan semilir angin yang menyegarkan. Namun, Ryeowook sedikit menggigil kedinginan, tangan kanan dan kirinya saling bertautan erat agar suhu tubuhnya menghangat.

"iisshh… mianhe, seharusnya kita segera pulang. Lihat, kamu sudah kedinginan seperti ini. Mianhe Ryeowook-ssi" Yesung kaget melihat Ryeowook yang nampak pucat.

"aaah gwenchanha Manajer Kim. Aku baik-baik saja" Ryeowook tersenyum.

"kaja, biar aku antar pulang" kata Yesung sambil berjalan menuju mobil, dan Ryeowook mengikuti dari belakang. Yesung lalu membukakan pintu untuk Ryeowook setelah itu diapun memasuki mobil dan mulai menstarter mobilnya. Sebelum menjalankan mobilnya dia menyalakan penghangat agar Ryeowook tidak kedinginan. Hampir lima belas menit mereka di perjalanan dan Ryeowook merasa heran karena jalan yang ditempuh saat ini bukanlah jalan menuju ke rumah Sungmin.

"kita mau kemana Manajer Kim?" tanya Ryeowook sambil menatap Yesung.

"jangan khawatir begitu. Kalau langsung menuju rumah Nona Lee itu terlalu lama. Mampir saja dulu ke rumahku, lima menit lagi kita sampai" kata Yesung lembut.

Tak berapa lama, sedan itu memasuki sebuah pekarangan yang luas. Memang rumahnya tidak sebesar rumah Sungmin, namun keadaan disini cukup asri. Rumah yang terdiri dari dua lantai itu berdiri kokoh dengan dihiasi oleh dua buah pilar besar. Warna catnya yang putih, membuatnya tampak anggun berada diantara pepohonan yang berwarna hijau. Di luar rumah, sebuah taman bunga yang terdiri dari beberapa jenis bunga tertata rapi. Kebetulan bunga mawar saat itu tengah berbunga sehingga mempercantik warna taman itu. Beberapa anak tangga tersusun rapi menuju beranda. Sebuah kolam ikan juga terlihat menghiasi sisi kanan rumahnya.

"ayo, masuklah" perintah Yesung.

Ryeowook yang masih tertegun melihat keindahan taman itu hanya tersenyum kaku mendapati Yesung yang memanggilnya.

"tamanmu indah sekali, aku jadi kerasan berada disini" kata Ryeowook berbasa-basi.

"dulu eomma sangat menyukai berbagai jenis bunga, makanya aku menanamnya dan eomma yang merawatnya. Tapi sekarang karena eomma dan appa telah meninggal, jadi aku menyerahkan tugas untuk merawat taman itu pada tukang kebun kami"

"aah begitu. Mianhe, aku tidak bermaksud…"

"tidak apa-apa. Lagipula itu sudah lama berlalu" tukas Yesung ramah.

Mereka berdua memasuki rumah. Desain yang sederhana namun terlihat pas, membuat Ryeowook merasa nyaman berada di sana.

"tunggulah dulu sebentar" Yesung berjalan menuju kamarnya dan mengucurkan air hangat di kamar mandinya. Kemudian dia menuju dapur, setelah itu dia kembali bersama dengan seorang Ahjumma, dari penampilannya dapat diketahui bahwa dia adalah pembantu disana.

"Ryeowook-ssi, aku sudah menyiapkan air hangat untukmu. Mandilah dulu, dan berikan baju basahmu pada Ahjumma, biar ahjumma yang mencucikannya…" perintah Yesung.

"mwo? Aaah tidak perlu, aku… aku jadi merasa tidak enak" Ryeowook tersenyum kaku.

"sudahlah tidak apa-apa. Mari, biar saya antar" kata Ahjumma itu mengantar Ryeowook ke kamar mandi yang berada di kamar Yesung.

"tidak usah canggung, anggap saja rumah sendiri…" kata Yesung sambil tersenyum kemudian dia mendudukkan dirinya di kursi.

~o~

Saat ini Ryeowook berada di kamar mandi. Air hangat sudah tersedia di bathub, sementara itu, sang Ahjumma menunggu baju Ryeowook dari luar. Setelah mengenakan bathrobe, Ryeowook membuka kembali pintu kamar mandi, sambil tersenyum pada Ahjumma.

"mianhe, saya jadi merepotkan Ahjumma…"

"tidak apa-apa, sudah menjadi tugasku disini" kata Ahjumma, setelah menerima pakaian Ryeowook kemudian dia meninggalkan Ryeowook untuk mencucinya.

Hampir lima belas menit Ryeowook berada di kamar mandi. Saat ini tubuhnya sudah terasa segar dan tidak kedinginan lagi. dia melihat sebuah kemeja dan celana panjang terlipat rapi di ranjang.

"hmmh, apa aku harus mengenakan pakaian ini?" pikir Ryeowook sambil menatap baju itu.

Matanya berkeliling melihat setiap penjuru kamar.

"kamar yang nyaman" bisik Ryeowook.

Tiba-tiba pandangannya tertumbuk pada sebuah foto yang berada di samping tempat tidur. Foto seorang namja dan yeoja yang tersenyum lepas sambil menempelkan kedua pipinya, Wajah ceria mereka terlihat menghadap kearah kamera.

"bukankah ini…" Ryeowook tampak berpikir.

~o~

Ceklek…

Pintu kamar terbuka, Yesung masih duduk di sofanya yang tadi. Melihat Ryeowook yang memakai bajunya yang kebersaran, dia hanya tersenyum.

"apa aku terlihat aneh?" tanya Ryeowook.

"hehe… aniyo. mian, aku tidak punya baju yeoja, jadi selagi menunggu pakaianmu kering, pakai saja dulu yang ada ne!" kata Yesung sambil tersenyum lembut.

Ryeowook lalu menghampiri Yesung lalu duduk di sofa yang berbeda. Ryeowook sudah tidak terlihat canggung lagi sekarang. Rambut basahnya sengaja di gerai begitu saja, membuatnya terlihat sangat menggoda. Yesung menatap Ryeowook lalu tersenyum lembut.

"Tuan Kim, makan malamnya sudah siap" kata Ahjumma yang sudah berdiri di samping Yesung.

"aah terima kasih Ahjumma" Yesung menganggukan kepala, kemudian mengajak Ryeowook untuk makan bersama.

"sungguh, hari ini aku sudah banyak merepotkanmu Manajer Kim. Aku jadi merasa tidak enak padamu" kata Ryeowook sebelum menyuapkan makanannya.

"wae? Aku tidak merasa sudah direpotkan olehmu. Makanlah yang banyak, dari tadi kamu belum makan kan?" tanya Yesung. Ryeowook hanya menyunggingkan senyumnya.

"oh iya, aku ingin bertanya sesuatu…" kata Ryeowook seolah baru mengingat hal penting.

"apa?" tanya Yesung sambil menyuapkan sesendok nasi.

"foto di kamarmu… itu…." Ryeowook ragu.

"hmmh, foto itu. Itu adalah fotoku bersama dengan Nona Lee… kenapa?" tanya Yesung.

"iya… emmh… maksudku, di foto itu, kalian berdua tampak sangat dekat. Tapi, kalau aku perhatikan sekarang, sepertinya kalian berdua seperti menjaga jarak…" jelas Ryeowook hati-hati.

"menjaga jarak? hahaha itu hanya pemikiranmu saja. dulu kami memang sangat dekat, yaaa hubungan antara hobae dan sunbae. Begitulah…" Yesung enggan menjelaskan secara rinci.

"ooh begitu ya" Ryeowook mengangguk-anggukan kepala.

"mengenai sikap Nona Lee, aku harap kamu bisa memakluminya" pinta Yesung.

"hmmh?" Ryeowook tidak mengerti.

"kamu tahu kan, orang kaya sepertinya tidak memiliki teman. Jadi mohon maafkanlah dia. Dia hanya merasa kesepian sehingga sikapnya menjadi manja begitu"

"aaah, aku mengerti sekarang." Ryeowook tersenyum.

Mereka berdua melanjutkan makan sambil bercanda. Ryewook dapat tertawa lepas sekarang. Setelah menunggu hampir satu jam, akhirnya baju Ryeowookpun sudah bersih dan rapi kembali. Jam sepuluh malam, Yesung mengantar Ryeowook pulang.

"gomawo Manajer Kim, mian, aku sudah sangat merepotkanmu" kata Ryeowook sebelum turun dari mobil.

"tidak apa. Sudah cepat tidur ya, besok kamu harus kembali bekerja kan?"

"ne. selamat malam. Sekali lagi terima kasih. Hati-hati di jalan" Ryeowook menutup pintu mobil.

"jaljayo, semoga mimpi indah ya. Bye…" Yesung melambaikan tangannya sambil menjalankan mobil. Ryeowook balas melambaikan tangannya. Setelah mobil Yesung tidak terlihat lagi Ryeowook memasuki rumah. Tapi sebelum kakinya melangkah masuk suara seseorang mengagetkannya.

"ekhm… waaaw aku melihat sepertinya ada yang sedang bahagia sekarang…" kata Kyuhyun sambil menatap langit malam.

"Kyunnie… kamu belum tidur?" tanya Ryeowook kaget.

"kamu terlihat sangat bahagia sekali Wookie diantar pulang oleh Manajer Kim itu" kata Kyuhyun dengan wajah yang tertekuk.

"heey, kamu kenapa? marah?" tanya Ryeowook senang, berharap itulah jawaban Kyuhyun.

"aniyo. Aku tidak marah. Hanya saja dari tadi aku mencemaskanmu, sampai jam segini kamu belum pulang. Handphonemu juga tidak aktif, kalau terjadi sesuatu padamu bagaimana?" Kyuhyun sedikit sengit.

"mianhe, tadi handphoneku lowbat, jadi aku tidak bisa menghubungimu. Ayolah masuk yuk, sekarang sudah malam" ajak Ryeowook.

Krrriiuukkkk

Terdengar suara perut Kyuhyun yang keroncongan. Kyuhyun dan Ryeowook sama-sama melihat kearah perut Kyuhyun.

"kamu belum makan Kyunnie?" tanya Ryeowook sambil tersenyum.

"belum. Aku cemas menunggumu bagaimana mungkin aku bisa makan?" kata Kyuhyun sambil mempoutkan bibirnya.

"aigoo… mianhe, aku tidak tahu kamu menungguku Kyunnie. Ya sudah kamu tunggu saja di atap, aku akan membuatkan mie untukmu. Ok" kata Ryeowook segera beranjak ke dapur. Lalu memasak sebungkus mi ramen berukuran besar.

"hmmh, Wookie pabbo. Kyuhyun menunggumu, tapi kamu malah enak-enakan makan malam bersama manajer kim. Mianhe Kyunnie" bisik hati Ryeowook.

Semangkuk mi ramen sudah siap terhidang. Dengan hati-hati Ryeowook membawanya ke atap untuk diberikan pada Kyuhyun.

"ini. Makanlah" kata Ryeowook sambil menyerahkan semangkuk mie.

"waaa… gomawo ya. Dari tadi aku sudah kelaparan" Kyuhyun menerima mangkuk mie dengan mata berbinar. Dengan lahap dia memakan mie ramen tersebut.

"lain kali, jangan biarkan perutmu kelaparan seperti tadi. Kalau nanti kamu sakit, bagaimana?" tanya Ryeowook sambil melotot.

"hehe… aku kan ingin makan bersama denganmu. Oh iya, ayo kita habiskan berdua saja" pinta Kyuhyun.

"tidak Kyunnie, aku sudah makan tadi. Kamu makanlah sendiri"

"mwo? Kamu sudah makan? Emmh… dengan manajer Kim?" tanya Kyuhyun.

"hhmmh…. Memang dengan siapa lagi?" jawab Ryeowook sambil mengangguk.

"aissh… Wookie… kamu ini…" Kyuhyun gemas bercampur kesal.

"wae? Tadi sambil menunggu bajuku kering dicuci, yaa aku makan malam dulu bersamanya. Sudah ah, aku ngantuk. Aku tidur duluan ya. Jaljayyo" kata Ryeowook sambil meninggalkan Kyuhyun sendiri.

"Wookie tunggu…" teriak Kyuhyun, tapi Ryeowook dengan santai meninggalkannya.

"iissh Kim Ryeowook… mwo? menunggu bajunya kering dicuci? Sambil menunggu dia pakai baju siapa? Ryeowookie…" ratap Kyuhyun dalam hati. Mie yang baru habis setengahnya sudah membuat Kyuhyun kekenyangan karena perasaannya sendiri pada Ryeowook.

~o~

Pagi itu menjadi pagi yang sibuk di kantor. Hari ini ada rapat dengan klien dari Busan. Kyuhyun mengambil berkas yang tertinggal di rumah Sungmin. Hal ini Membuat Ryeowook ditinggal berdua dengan Sungmin.

Jam sepuluh suasana kantor sedikit lengang karena pegawai sedang sibuk dengan pekerjaannya masing-masing. Sungmin dan Ryeowook tampak sedang menunggu lift yang akan membawanya ke lantai 18 tempat diadakannya rapat itu. Tak jauh dari sana Yesung menghampiri keduanya.

"Nona Lee, bagaimana untuk rapat hari ini? Apakah sudah siap?" tanya Yesung ramah.

"tentu saja Manajer Kim. Apalagi kali ini adalah klien kita yang sangat penting" jawab Sungmin.

Ting

Lift terbuka mereka bertigapun memasukinya. Yesung masih memeriksa beberapa berkas. Tiba-tiba dia menekan tombol, menyebabkan pintu lift yang masih belum tertutup sempurna kembali terbuka. Sungmin menatapnya heran.

"ada berkas yang tertinggal. Kalian duluan saja" kata Yesung sambil keluar dari lift.

Tak lama setelah Yesung keluar dan pintu lift tertutup seorang cleaning service memasang tanda di bagian depan lift "LIFT RUSAK"

Sementara itu Sungmin dan Ryeowook masih berada di dalam lift tidak mengetahui apapun yang sedang terjadi di luar.

Sungmin bersikap sangat canggung pada Ryeowook. sesekali matanya melirik Ryeowook namun yeoja itu tetap mengarahkan pandangannya pada sepatu yang ia kenakan.

"kemariinn itu…. Aku tidak sengaja membuatmu jatuh" kata Sungmin pelan.

"ye…" Ryeowook mendongakan kepala, merasa kaget karena Sungmin mau berbicara padanya.

"aku benar-benar merasa tidak enak… aku sama sekali tidak berniat seperti itu…" Sungmin masih belum berani menatap Ryeowook.

"gwenchanha Nona, aku mengerti. Lagipula aku tidak menganggapmu melakukannya dengan sengaja" Ryeowook tersenyum senang.

"benarkah? Emmh, kamu pasti marah kan padaku?" Sungmin menatap mata Ryeowook.

"awalnya memang iya. Tapi sekarang sudah tidak lagi. tidak usah anda pikirkan kejadian kemarin" Ryeowook lembut.

"aku… minta maaf…" kata Sungmin menundukkan kepalanya.

"ye?"

"mianhe atas kelakuanku selama ini…" sesal Sungmin.

"gwenchana Nona… tidak usah minta maaf begitu. Bagiku mendengarmu mau berbicara denganku saja itu sudah cukup" kata Ryeowook senang.

"benarkah?" tanya Sungmin tidak percaya.

Ryeowook menganggukan kepala sambil tersenyum tulus.

"gomawo…" Sungmin berniat memeluk Ryeowook namun tiba-tiba

BRRRAAKKKK

Lift berhenti berjalan lalu sedikit bergetar, bagian atapnya sedikit terbuka.

"ada apa ini?" tanya Sungmin cemas.

"tenanglah Nona, mungkin ada sedikit kerusakan" kata Ryeowook mencoba menenangkan.

Saat ini lift berhenti tepat di lantai 15, Getaran anehnya masih terasa. Beberapa kali suara mesin yang saling bertumbukan terdengar jelas. Ryeowook menekan tombol di lift agar pintunya terbuka, namun sayang berkali-kali dia mencoba, tetap saja tidak bisa.

"biar… aku hubungi manajer Kim…" kata Sungmin dengan jemarinya yang gemetar dia mencoba menelpon Yesung, namun sama sekali tidak ada signal dari dalam lift itu.

"bagaimana ini? Aku tidak bisa menghubungi manajer Kim?" kata Sungmin panik.

"tenanglah Nona… biar aku coba menghubungi Kyuhyun" kata Ryeowook sambil mengambil handphonenya. Namun sia-sia saja, tak ada sedikitpun signal yang terlihat disana.

"tenang…. Kita jangan panik. Tunggu saja dulu mungkin bantuan akan segera datang" kata Ryeowook.

Lima menit, sepuluh menit, duapuluh menit, mereka masih terkurung dalam lift. Keduanya sudah terlihat sangat lemas. Sungmin terduduk lemas di pojok lift dan Ryeowook masih berdiri. Telunjuknya menekan sebuah tombol khusus di jam tangannya memberikan signal darurat pada Kyuhyun. Tiba-tiba Ryeowook mencium bau sesuatu. Gas. Ryeowook membelalakkan mata. Dia berpikir bahwa kejadian ini disengaja dengan niat ingin membunuh Sungmin.

"Nona, tutup hidungmu" perintah Ryeowook.

Sungminpun mencium bau gas yang semakin menyengat.

"ini, seperti bau gas" kata Sungmin kaget.

"iya. apakah anda membawa air minum?" tanya Ryeowook, Sungmin menganggukan kepala sambil menyerahkan tasnya pada Ryeowook.

Ryeowook mengeluarkan sapu tangannya lalu membasahinya dengan air tersebut.

"ini, hiruplah. Setidaknya dengan saputangan ini anda masih bisa mendapat sedikit oksigen"

Ryeowook lalu menutup hidungnya dengan kerah baju yang ia kenakan.

"apa yang terjadi Ryeowook? apakah kita akan mati disini?" tanya Sungmin cemas.

"tidak akan. Aku yakin bantuan akan segera datang" tenang Ryeowook, pandangannya sudah berkunang-kunang karena pasokan oksigen yang semakin menipis. Sungmin masih duduk di pojok sambil menghirup sapu tangannya.

Bruuukk

Ryeowook terjatuh, keringat mengucur di dahinya.

"Ryeowook, bangun… kim Ryeowook…" Sungmin kaget sambil mengguncangkan bahu Ryeowook.

"eeuuhhh…" Ryeowook kesulitan bernafas.

"ini pakailah dulu" Sungmin segera menutupkan saputangan itu ke hidung Ryeowook. dengan susah payah, Ryeowook mencoba menghirupnya. Lalu dia menggelengkan kepala dan menyuruh Sungmin kembali menghirupnya.

"tidak, aku bisa menahannya. kamu hiruplah dulu" kata Sungmin panik.

Pandangan Ryeowook semakin mengabur, paru-parunya semakin kesulitan menghirup oksigen.

"Kyunnieee… cepat tolong kami… Kyunnieee… jebaalll" bisiknya dalam hati. Bersamaan dengan itu, Ryeowook terkulai lemas tidak sadarkan diri.

"Ryeowook, jangan seperti ini. Ayo cepat bangun. Aku mohon… Ryeowook hikss…" Sungmin menangis melihat Ryeowook yang tidak sadarkan diri. Sementara itu dirinyapun semakin lemah. Saputangan basah itu sudah tidak terlalu membantunya untuk mendapatkan udara. Tak berapa lama Sungminpun terkulai jatuh di lantai lift.

~o~

"sial… kenapa harus macet segala…." Kata Kyuhyun yang kesal dengan kemacetan yang panjang. Sudah setengah perjalanan menuju rumah Sungmin, tapi dirinya mendapat signal bahaya dari Ryeowook. jam tangan yang ia pakai terus menerus bergetar dan memendarkan cahaya merah.

"Wookie… apa yang terjadi padamu? Kumohon tunggulah…" Kyuhyun semakin kesal. Dia menghembuskan nafasnya dengan kasar mencoba menenangkan diri.

Beberapa kali dirinya mencoba menelpon Ryeowook namun tetap tidak bisa. Dia juga menghubungi nomor Sungmin, namun sama-sama tidak bisa dihubungi. Lalu dengan berat hati, Kyuhyun mendial seseorang.

"yeobseyo…" kata orang di seberang telpon.

"manajer Kim, kau tahu Ryeowook ada dimana?" tanya Kyuhyun dengan suara bergetar.

"dia, bersama dengan Nona Lee di ruang rapat. Wae?" tanya Yesung.

"aniyo. Apa benar mereka berada disana?" Kyuhyun ingin memastikan.

"iya tentu saja. maaf aku sedang sibuk sekarang, sebaiknya kamu hubungi mereka langsung" kata Yesung sambil menutup telpon.

"hallo… hallo… manajer Kim… tunggu…"

"aaah sial… benarkah mereka di ruang rapat? Tapi kenapa Ryeowook terus menerus mengirim signal ini?" tanya Kyuhyun heran. Kemacetan yang terjadi semakin panjang. Sekitar dua puluh meter dari tempatnya, terjadi tabrakan beruntun. Mobil Kyuhyun terjebak di tengah jalan, membuatnya tidak bisa memutar arah. Perasaannya semakin tidak enak, sampai akhirnya signal itu berhenti. Tidak ada lagi getaran yang cahaya merah yang berpendar dari jam tangannya. Dengan jantung berdebar, Kyuhyun menatap lekat jam tangannya.

"Wookie…" bisiknya.

To Be Continue

Huh hah huh hah, saya kecapean pemirsaaa… heheee

Bagaimana? Silahkan deh yang mau tebak-tebakan. Author seneng klo ada yang mau nebak jalan cerita ini, setidaknya author bisa tahu, apakah pemikiranku itu bisa kalian tebak atau tidak. Hehe…

Gomawo yang udah review, suka nambah semangat sehabis baca review kalian ini. ^^

Hanazawa kay: tenang say, ini hanya fiktif ko. Hehe…

Aidagracilla29: iyups, wook jadi yeoja disini. Kan biar feelnya lebih berasa. Kyuwook ya?liat ntar aja ya aii. Gomawo ya ^^

Vic89: waw pasang line-nya eung. Hehe… tarik nafas-tahan-jangan dibuang lagi. *plaaakkk nggak boleeh umin-nya udah tobat sekarang. Hehe… aq kngen moment yewooknya. ^^

Vinos hyunell: hohoho, aq susah bikin kyu jadi evil. Jadi nggak pa2 ya klo kyu jadi orang baik? Hihihi… eeehh biar aq yang bawa wook k KUA, jangan sma umin. ^^

Kimchi ryeokyu: cheonma… emmh dari pada diikat trus diceburin kolam, mending dia diikat trus bawa ke ranjang. Ooops. Hahaha… gomawo yaa kimchi, nado saranghae ^^

Its me: gk pa2 ko, gomawo udah suka. ^^. Hehe.. wooknya nggak sakit ko, dia kan kuat, waktu kecilnya rajin diimunisasi. *gak nyambung* mudah-mudahan bisa happy end ya.

Cloudlovekyusung: hehe, nyengir kuda=nyengir ala siwon? Hahaha… chap ini gimana? Masih kurang? Iya laah author tau ko. Hehe.. gomawo ya, ni udah lari2 biar bisa apdet. (?)

Yoon hyun woon: sssttt yang lainnya kan belum pada tau. Hehehe… sini mana bayarannya? Kkkkk

Jj lover: hehe, resiko dari peran mereka itu. Hihihihi.

Choryeosomniafsies: annyeong haseyo… ^^ emmh, gimana ntar aja deh. Kalo di bilang kyuwook takutnya feelku berubah jadi yewook. Begitupun sebaliknya. Kkkkk. Gomawo ^^

Piiepi158: yaaah kamu mah, kalo authornya menderita,ntar siapa dong yang mau melanjutkan ff ini? Klo dihibah ke adik author (baca: wuching) boleh banget itu. Hehehe… masih curiga juga di chap ini? Mian aku bikin suamiku menderita lagi. hehe. Gomawo ya wuching ^^

Array' ryeowook always: aaah jangan jitak-jitak umiiin… kasian.. hehe… siph ini udah lanjut lagi. hehe.

Bluerose: dipesta apa say? Hehe, ni udah wook dan min tapi yang celakanya. Kkkk

Fiewook: ooo, jadi jangan nyakitin wook, tapi sakitin fie-nya aja yah nggak apa2? *plaakkk. Tenaaang noh umin udah tobat sekarang. Dia nggak mau dibenci terus sma reader. Wkwkwk… gomawo ya fiyaaa ^^

Ryeofha2125: yups, aku juga sebenernya kasian, tapi gimana dong suratan cerita memangg harus kayak gitu. Hehe. Berdoa aja deh biar mereka bisa bersatu. Ok. ^^

Ryeo ryeo ryeong: miaaan aq gk bermaksud bkin kmu nyesek, sedih dan sebagainya. Hehe. Bacanya diresapi ya? Gomawo ya ryeo2ryeong. ^^

Dwiihae: yups. Berusaha adil antara kyuwook dan yewook. Gimana yewooknya? Kkkk ^^

Cloud prince: biasa aku senyum2 sndiri baca reviewmu. Hahaha gmna sih pngen ngracun pke racun rasa stroberi, ming nggak suka. Klo rasa pumpkin baru dia suka. ^o^ mikir2 lagi sebelum balas dendam sma umin. Aiiisshh sadisnya masa dia mau dicincang buat mkan malm? Nggak enak. Klo kelinci-nya baru deh (kayaknya) enak. ^^. Pngen banget bkin kyu gosong krena panas sma yewook tapi beugh susah. Yeppa nggak butuh bodyguard ko, ka nada authornya yang selalu melindungi. Hihihi.. tapi klo kmu maksa gk pa2 deh sini mana surat lamarannya? ^o^

Aigoo, es krim makanan yang universal, bisa dimakan oleh semua kalangan. Hahaha (aq nggak nyangka ada yang merhatiin detil gini). Yups yeppa emang datang, hampir sma seperti yang kmu harapkan.. gimana yewooknya? Hehe.

Selamat menikmati chap ini ya. Semoga tidak mengecewakan. Jangn lupa kasih review lagi, nggak pa2 deh mau ngabisin satu halaman pun., aq bosen ko. Gomawo ^^

Jovita: belum ko. Eeeeaaaa gombalnya Vita lagi ON. Hehe… iya deh aq jga ngerti ko. Soalnya akupun begitu. Biar bagaimanapun tetep cinta sma Wook. Hehe…

Yaaak jangan teriak-teriak. *berisik. ^^

Ryeongkyulove: mudah-mudahan aja ya… ni udah lanjut. Gomawo yaaa ^^

Eternal evil maknae: ummm, kapan dong yah? hheehe, nunggu takdir deh. Yang sabar nungguinnya. Hihihi…

Devi AF: benarkah keliatannya yesung suka ma sungmin? O_O. aq jga sebenarnya males bkin kyuwook dan orang ketiganya umin, tapi liat kelanjutannya deh.^^

Rochan: hohoho benarkah itu? Seberapa misteriusnya kah? Hehe.. iya aku juga sebel, makanya kubuat mereka baikan aja deh. ^^

Cartwightelfsuju shawol shine: hehe, masih belum waktunya buat kyu… ok ni udah dilanjut. ^^

Niisaa9: hehe, iya nih amankan umin, dari amukan reader. Hihi ^^

Cho rye ova 7321: nado saranghae.. emmh ko manggi eonni? orng yang kukenal kah? Hehe… mian. nggak pa2 ko bru bca juga, yg penting suka. ^^

Ryeo2119: udah tugasnya kyu ituu.. hehe. Tenang aja wook nggak sendiri ko, ada aku yang menemani *plaakk

Santysomnia: blm telat ko, gwenchanha. ^^ klo wook masuk angin, biar aku yang kerokin punggungnya. Hahaha.. ini mereka udah baikan sekarang. Kan kalo di film2 tuh banyak yg rebutan perusahaan. Naah aq terinspirasi dari sana. Kkkk *plaak. Perusahaan yang baru. Usaha bikin terasi aja deh. Hihihi

Leesooyoungelf: hehe…mianhe. Ni udah lanjut.

*adakah yang belum kesebut? Bilang ya ke author ^^*

*ditunggu lagi reviewnya*

*gomawo*