My Partner

Main Cast:

Kim Ryeowook as Yeoja

Cho Kyuhyun as Namja

Lee Sungmin as Yeoja

Kim Yesung as Namja

Rated: T

Genre: Romance, Crime

Disclaimer: serius ini hanyalah fiktif semata

Selamat Membaca

~o~

Setelah keluar dari lift Yesung tergesa-gesa menuju ruangannya. Dicarinya berkas yang ketinggalan tadi. Yesung mencari-cari dalam setiap folder yang ada di mejanya, namun berkas itu tidak ada. Hampir lima belas menit dia mencari, namun berkas itu belum ditemukannya.

"aiisshh… dimana berkas itu? Kalau tidak ada, kerjasama dengan klien dari Busan itu bisa batal" gerutu Yesung sambil membuka kembali folder-foldernya.

Dddrrrttt…

Handphonenya bergetar.

"siapa lagi yang menelponku? Iissshh sekarang aku sedang sibuk" katanya mencoba mengabaikan panggilan di handphonenya. Namun, handphone miliknya terus bergetar.

"iiisshh… yeobseyo" kata Yesung.

"manajer Kim, kau tahu Ryeowook ada dimana?" tanya orang yang di sebrang telpon dengan nada yang bergetar.

"dia, bersama dengan Nona Lee di ruang rapat. Wae?" tanya Yesung.

"aniyo. Apa benar mereka berada disana?" dia seolah ingin memastikan.

"iya tentu saja. maaf aku sedang sibuk sekarang, sebaiknya kamu hubungi mereka langsung" kata Yesung sambil menutup telpon.

"mengganggu saja" gerutu Yesung.

Kemudian dia memeriksa laci, disana juga dia tidak menemukan berkas yang ia cari. Dengan kebingungan Yesung menghampiri Donghae yang duduk di meja kerjanya.

"Hae, apa kamu melihat berkas perjanjian kerjasama dengan klien dari Busan? Kalau tidak salah berada dalam map biru" tanya Yesung.

"berkas apa Hyung? aku tidak tahu" jawab Donghae sambil menggeleng.

"aneh. Kemana berkas itu?" Yesung mulai tidak sabar.

Tiba-tiba seorang ahjumma yang bekerja sebagai OB di kantor itu segera menemui Yesung.

"permisi Tuan, tadi anda menjatuhkan dokumen ini" katanya sambil menyerahkan map berwarna biru ke tangan Yesung.

"aissh jinja?" tanya Yesung dengan mata berbinar.

"iya Tuan, maaf, tadi saya tidak langsung memberikannya pada anda"

"gwenchanayo ahjumma. Terima kasih ya" kata Yesung senang.

"ne" sang Ahjumma pun berlalu dari hadapan Yesung.

"apakah itu berkas yang Hyung cari?" tanya Donghae

"benar Hae. Aaah rupanya tadi aku tidak sengaja menjatuhkannya" kata Yesung sambil tersenyum.

"hati-hati Hyung…"

"emmh" angguk Yesung. "kalau begitu, aku ke ruang rapat sekarang"

"ne Hyung"

Yesung menuju lift yang tadi dia gunakan. Ada dua lift disana. Tapi lift yang satu ternyata rusak.

"aneh, kalau tidak salah, tadi lift ini baik-baik saja" bisik Yesug heran sambil melihat tulisan di hadapannya.

"maaf tuan, liftnya sedang diperbaiki. Silahkan gunakan lift yang ini" kata seorang petugas cleaning service sambil membungkuk pada Yesung.

"iya…" kata Yesung sambil memasuki lift yang satunya, sedikitpun dia tidak merasa curiga.

Sesampainya di ruang rapat, dia heran karena rapat masih belum dimulai. Dia juga tidak melihat keberadaan Sungmin disana.

"manajer Kim, dimana nona Lee?" tanya perwakilan dari perusahaan di Busan.

"apakah dia belum sampai?" Yesung balik bertanya, hanya menggelengkan kepala.

"dia berada dimana? Kerja sama sepenting ini, kenapa dia mengabaikannya?" pikir Yesung, dia duduk di kursinya sambil sesekali menatap ambang pintu.

Sepuluh menit, lima belas menit, dua puluh menit, masih belum ada tanda-tanda kedatangan Sungmin. Yesung mencoba menghubungi nomor Sungmin, namun tidak bisa.

"bagaimana ini manajer Kim? Apa nona Lee tidak akan datang? Dia sangat tidak bertanggung jawab. Ini adalah kerjasama besar, kenapa bisa seperti ini." keluh

"emmh, mohon tunggu sebentar lagi Tuan" pinta Yesung.

"tidak bisa. Ini sudah terlalu lama, masih banyak pekerjaan yang harus aku selesaikan. Permisi" kata Tuan Han sambil meninggalkan ruang rapat.

"tapi Tuan Han, kerjasama ini?" tanya Yesung.

"lupakanlah. Kami tidak mau bekerja sama dengan orang yang tidak menghargai waktu dan tidak professional" kata Tuan Han dingin.

"Tuan Han, tunggu sebentar" Yesung mencoba menahan kepergian , namun orang itu tidak memperdulikan Yesung.

"aaarrrgghh sial… Sungmin kemana?" Yesung frustrasi sambil memijat keningnya.

Kemudian dia teringat panggilan dari Kyuhyun yang menanyakan keberadaan Sungmin dan Ryeowook. lalu dia teringat lift yang ia gunakan tadi, sekarang sedang diperbaiki.

"pabbo, kenapa aku bisa lupa. Jangan-jangan mereka terjebak di lift?" tanya Yesung sambil segera menghubungi orang yang bertugas memelihara peralatan gedung.

Dia segera berlari menuju lift yang rusak itu. Disana nampak dua orang berseragam sudah berada di depannya. Mereka adalah orang yang ditelpon Yesung.

"Ahjussi, bagaimana? Liftnya sudah bisa terbuka?" tanya Yesung tidak sabar.

"masih kami usahakan Tuan" kata petugas itu.

~o~

"Wookie… tunggulah, aku segera sampai" kata Kyuhyun sambil memacu kendaraannya dengan kecepatan luar biasa, setelah keluar dari kemacetan dia segera menuju kantor, beberapa mobil membunyikan klakson pada Kyuhyun.

Akhirnya mobil itu sampai di perusahaan. Dengan tergesa Kyuhyun memarkir mobilnya. Kemudian dia segera berlari memasuki kantor, dan menemui resepsionis.

"Nona, ruang rapat berada di lantai berapa?" tanya Kyuhyun terburu-buru.

"di lantai 18 dan 20 tuan" jawab resepsionis sambil tersenyum.

"gomawo" tanpa menunggu waktu, dia segera menuju lift dan menunggu beberapa detik sebelum liftnya terbuka. Setelah berada di dalam, dia segera menekan tombol 18 dan 20.

"Wookie…" bisiknya dalam hati, entah mengapa perasaannya sangat tidak enak.

Dikeluarkannya handphone dari saku celananya, dan mengaktifkan GPS.

"siapa tahu bisa menemukan signal GPS dari handphone Wookie" begitu pikirnya.

"lantai 15? Dia sedang apa disana?" tanya Kyuhyun heran, melihat signal yang tertangkap oleh handphonenya. Segera Kyuhyun menekan tombol 15.

Ting

Lift sekarang berada di lantai 15. Sinyal yang ada di handpohennya semakin kuat, menandakan Ryeowook berada disana. Namun tidak ada keanehan yang nampak. Hanya saja sebuah tulisan yang menempel di pintu lift mampu membuat Kyuhyun lemas "LIFT RUSAK" signal yang ia terima semakin jelas menandakan bahwa Ryeowook berada di dalam lift.

"Wookie… kau bisa mendengarku?" tanya Kyuhyun sambil menggedor pintu lift.

"Wookie, ini aku… bertahanlah…" teriak Kyuhyun.

Tanpa basa-basi, Kyuhyun segera menelpon Yesung.

"yeobseyo, manajer Kim. Bisakah kau membawa petugas perbaikan ke lantai 15? Ryeowook terjebak di dalam lift" kata Kyuhyun tanpa jeda.

"mwo? Di lantai 15?" tanya Yesung kaget.

"iya cepatlah manajer Kim"

Kyuhyun menunggu dengan sangat cemas. Mencoba menelpon Ryeowook tapi masih tidak bisa di hubungi.

Tak berapa lama, Yesung datang bersama dengan dua orang petugas. Dengan sigap, mereka segera membuka pintu lift. Ketika pintu lift terbuka, bau gas yang sangat menyengat keluar dari dalamnya. Mereka segera menutup hidung masing-masing karena pengap. Dengan mata terbelalak Kyuhyun melihat Sungmin dan Ryeowook yang terbaring di lantai dengan keadaan lemas.

"panggil ambulans" perintah Kyuhyun Sambil memasuki lift, direngkuhnya tubuh Ryeowook yang lemah.

"Wookie…. bangunlah Wookie… bertahanlah…. jebal…" Kyuhyun mengguncangkan bahu Ryeowook, namun yeoja itu tidak membuka mata.

Sementara itu Yesungpun melakukan hal yang sama pada Sungmin, namun karena terlalu banyak menghisap gas, kedua gadis itu masih belum sadarkan diri.

~o~

Sungmin dan Ryeowook saat ini terbaring lemah di ruang ICU. Kyuhyun dan Yesung menunggui mereka di luar.

"mianhe, seharusnya sejak mendapat telpon darimu, aku segera mencari mereka. Tapi aku malah sibuk mengurusi pekerjaanku" keluh Yesung.

"ini bukan salahmu manajer Kim, aku tahu kamu sangat sibuk. Tapi…aku merasa heran, kenapa bisa tercium gas dari dalam lift itu?" tanya Kyuhyun sambil mengerutkan alis.

"aku tidak tahu. Sepertinya kejadian ini disengaja. Apakah mungkin… ini… Percobaan pembunuhan?" tanya Yesung sambil menatap Kyuhyun, Kyuhyun tidak menjawab, mereka berdua hanya saling bertatapan.

Tak lama dokter keluar dari ruang ICU. Yesung dan Kyuhyun segera menghampiri dokter tersebut.

"bagaimana keadaan mereka Dok?" tanya Yesung.

"mudah-mudahan mereka bisa bertahan. Mereka terlalu banyak menghirup gas metana membuat paru-parunya sedikit melemah" terang dokter.

"semoga saja mereka masih bisa diselamatkan" bisik Yesung.

"iya, semoga saja. kalau begitu saya permisi dulu" pamit dokter itu sambil menepuk bahu Kyuhyun pelan.

Kyuhyun dan Yesung kembali duduk termenung di kursi. Mereka sibuk dengan pemikirannya masing-masing. Dari luar, mereka dapat melihat Sungmin dan Ryeowook dengan masker oksigen menutupi hidung mereka.

~o~

Selama sepuluh jam, Ryeowook dan Sungmin tidak sadarkan diri. Kyuhyun dan Yesung menunggui mereka di rumah sakit. Di hari itu, Ryeowook dan Sungmin siuman dari pingsannya. Keadaan mereka tampak sangat lemah dengan wajah yang pucat. Di tangan kanan mereka masing-masing tertancap jarum infus yang terus memasukkan cairan kedalam tubuh mereka.

~o~

Pagi yang cerah dengan hangatnya sinar matahari yang menerpa kulit para pasien yang berada di taman rumah sakit. Langit yang biru dan sedikit awan putih yang berarak diiringi dengan kicauan burung semakin memperindah suasana pagi itu. Beberapa pasien menggunakan kursi roda, dengan bantuan suster yang mendorong kursinya mengitari taman untuk sekedar menghirup udara pagi yang segar.

Tak jauh di sana tampaklah sepasang laki-laki dan perempuan yang duduk di kursi taman. Berada di bawah pohon yang rindang membuat mereka tidak begitu terpapar sinar matahari. Tiang infus berada di sisi kiri sang gadis, sedangkan sebuah kursi roda kosong berada di samping kursi taman. Sang pasien merasa enggan untuk menduduki kursi roda itu. Dia lebih senang duduk di kursi ditemani oleh pria yang berada di sampingnya.

"Wookie… ayo kita masuk kedalam saja ya… kamu kan masih belum pulih benar" ajak Kyuhyun.

"aniyo. Didalam sangat pengap. Lebih baik berada di ruang terbuka begini. Lebih segar" kata Ryeowook sambil tersenyum.

"haah… ya sudahlah terserah padamu saja" Kyuhyun pasrah.

"ngomong-ngomong bagaimana kamu bisa menemukan aku dan Nona Lee?" tanya Ryeowook.

"peralatan yang kita gunakan sudah canggih kan? Jadi dengan mudah aku bisa menemukanmu" Kyuhyun tersenyum.

"apa kamu mengkhawatirkanku?" tanya Ryeowook penuh harap.

"te… tentu saja… aku menghkawatirkanmu. Bagaimanapun juga kita sudah bertahun-tahun menjadi partner, kalau terjadi sesuatu yang buruk padamu… aku… lalu… bagaimana aku bisa melanjutkan tugasku?" jawab Kyuhyun dengan nada tinggi dan sedikit gugup.

"benarkah itu? Emmh… kalau begitu, aku ingin terus dalam bahaya agar kamu terus mengkhawatirkan aku…" goda Ryeowook sambil tersenyum.

"aisshh… kamu… jangan seperti itu Wookie. kamu ingin membuatku terkena serangan jantung? Kemarin ketika signal bahaya itu berhenti begitu saja… sudah hampir membuatku mati lemas. Apalagi membiarkanmu berada dalam bahaya. Aku bisa mati muda" jelas Kyuhyun sambil menatap kearah depannya.

Chup….

Hanya sekilas sesuatu yang kenyal dan hangat menyentuh pipi Kyuhyun.

"Wookie…" Kyuhyun melirik Ryeowook yang sedang tersenyum, tangannya reflek menyentuh pipinya yang baru saja di cium Ryeowook.

"gomawo. Itu, hanya ungkapan terima kasihku. Gomawo telah menyelamatkan nyawaku" jawab Ryeowook tertunduk malu. Wajahnya merah merona.

"itu sudah menjadi tugasku. Kita harus saling melindungi kan?" tanya Kyuhyun sambil menatap wajah Ryeowook.

"ne… kamu partner yang baik Kyunnie…" Ryeowook tersenyum kearah Kyuhyun.

"tentu saja. ekhm… selain tampan, aku juga sangat baik… lihat…" canda Kyuhyun sambil menggerakkan kerah bajunya, sekedar ingin mencairkan suasana.

"ya… ya… ya… mulai lagi dengan kebiasaanmu… agen Cho Kyuhyun dengan kesombongannya" Ryeowook mendelikkan matanya, Kyuhyun hanya tersenyum kecil.

"lihat, langitnya sangat cerah ya" kata Kyuhyun menunjuk langit biru.

"hmmh… hari ini, aku sangat senang berada disini" kata Ryeowook sambil memeluk lengan Kyuhyun, lalu menyandarkan kepalanya di bahu namja itu.

"aaah manjamu ini masih belum hilang rupanya…" goda Kyuhyun.

"tentu saja tidak akan hilang. Wae? biasanya kamu tidak pernah protes kalau aku begini?" tanya Ryeowook sambil melotot.

"iya… tidak usah marah begitu. Ayo… bersandarlah lagi" perintah Kyuhyun dan dengan tersenyum senang, Ryeowook kembali menjatuhkan kepalanya di bahu Kyuhyun.

Mereka bertahan dengan posisi seperti itu. Sambil menatap langit yang biru dan menghirup udara pagi yang segar. Ryeowook menikmati suasana ini, matanya terpejam.

"Wookie… aku… ingin mengatakan sesuatu padamu…" kata Kyuhyun ragu.

"hhmmh…" gumam Ryeowook.

Kyuhyun menghela nafas dalam, lalu mengeluarkannya perlahan, dia berusaha setenang mungkin.

"aku tidak tahu, apakah yang akan terjadi padaku setelah aku mengatakan ini. Mungkin aku akan dikeluarkan dari agensi karena masalah ini. Perasaan ini terlalu rumit untuk dikatakan..." Kyuhyun berhenti sejenak "Wookie… kamu masih mendengarku kan?" tanya Kyuhyun memastikan.

"hmmh…" jawab Ryeowook sambil mengangguk, kepalanya masih berada di bahu Kyuhyun.

"sebenarnya… aku punya perasaan lain dengan hubungan kita. Mungkin selama ini, kamu hanya menganggapku hanya sebagai partner sekaligus sahabatmu. Tapi akhir-akhir ini, ketika aku melihatmu dekat dengan manajer Kim, hatiku merasa sedikit terbakar. Rasanya aku tidak rela kamu dekat dengan namja lain. Apakah perasaan ini salah? Aku tidak tahu. Tapi sepertinya kalau aku pikir lagi…, mungkin aku sudah jatuh cinta padamu Wookie… belakangan aku meyakinkan hatiku, dan meyakinkan perasaanku. Dan semakin jelas, bahwa aku mencintaimu Wookie… nomu saranghae… apakah kamu juga punya perasaan yang sama seperti yang aku rasakan?" tanya Kyuhyun.

"Wookie… bagaimana… apa aku tidak bertepuk sebelah tangan kan?" tanya Kyuhyun lagi.

Namun, bukan jawaban yang diperoleh Kyuhyun, hanya dengkuran halus yang terdengar oleh indra pendengarannya. Dengan kaget Kyuhyun menolehkan kepalanya, ditatapnya yeoja yang bersandar di bahunya itu.

"Wookie… kamu tidur?" tanya Kyuhyun putus asa.

"….." hanya helaan nafas Ryeowook yang terdengar.

"aigoo yeoja ini" Kyuhyun menatap kesal pada Ryeowook yang memejamkan matanya. Dengan gemas dia membuang nafasnya, bagaimanapun juga dia sudah mengumpulkan seluruh keberaniannya untuk mengungkapkan perasaannya pada Ryeowook.

"kenapa harus seperti ini?" bisik hati Kyuhyun.

~o~

Sungmin masih terduduk di ranjangnya. Setelah kedatangan Yesung, Kyuhyun dan Ryeowook permisi keluar untuk mencari udara segar.

"apakah kau juga ingin keluar?" tanya Yesung.

"aniyo… aku hanya merasa sedikit lemas saja, aku hanya ingin tiduran disini saja " jawab Sungmin sambil bersandar di bantal.

"ya sudah, sebaiknya istirahat disini saja. apakah ada sesuatu yang mau kau makan? Atau yang lainnya mungkin?" tawar Yesung.

Sungmin hanya menggelengkan kepala, sesekali matanya melirik Yesung.

"kenapa? kelihatannya wajahmu sangat sedih?" tanya Yesung lembut, tangannya meraih tangan Sungmin yang terasa dingin, lalu meremasnya pelan.

"aku… aku hanya merindukan Appa. Rasanya sudah lama Appa pergi ke Hongkong. Bisakah kau menelponnya?" tanya Sungmin.

"hmmh, tidak baik mengganggu urusan bisnis disana. Sebaiknya tunggu hingga yang menelponmu" saran Yesung.

"tapi, saat ini aku ingin bersama Appa…" kata Sungmin pelan.

"gwenchanhayo, masih ada aku disini… kemarilah…" Yesung memeluk tubuh Sungmin dengan lembut. Tangannya menepuk-nepuk bahunya pelan.

"Apakah Appa tidak merindukanku?" tanya Sungmin dengan mata berkaca-kaca.

"aku yakin, juga merindukanmu. Ayah mana yang tidak merindukan putrinya yang cantik?" kata Yesung sambil tersenyum.

"manajer Kim…" dengan nada merajuk, Sungmin melepaskan pelukannya. Diusapnya perlahan airmata yang mengalir di pipinya.

"sudahlah… maklumi saja. kegiatan pasti sangat padat disana, jadi dia jarang memiliki waktu luang untuk menghubungimu" hibur Yesung, dia mengusap lembut pipi Sungmin.

"ne, aku mengerti… entah kenapa tiba-tiba saja aku merindukan Appa…" kata Sungmin sambil tersenyum samar.

Suasana menjadi hening, hanya terdengar helaan nafas dari keduanya. Tiba-tiba seorang perawat datang membawakan sarapan untuk Sungmin dan Ryeowook,

"permisi Nona, silahkan anda sarapan dulu, setelah itu minum obat" kata perawat dengan ramah.

"ne, taruh saja dulu disana, nanti aku memakannya" kata Sungmin sambil menunjuk meja kecil di samping tempat tidurnya.

"dimana pasien yang satu lagi?" tanya perawat heran.

"dia sedang berjalan-jalan di luar" jawab Sungmin, perawat itu menganggukan kepala.

Tidak berapa lama, perawat itu meninggalkan kamar, dan menuju kamar-kamar yang lainnya untuk memberikan sarapan pada setiap pasien rumah sakit.

Sungmin menatap makanan dengan tidak berselera. Yesung memperhatikan Sungmin lalu dia tersenyum,

"wae? kau tidak mau makan?" tanya Yesung.

"emmh… ayolah aku masih bisa makan dirumah" Sungmin mengalihkan pandangannya pada Yesung

"haha, iya kalau kau sudah pulih, baru bisa makan di rumah. Sekarang, ya harus sarapan dulu disini" kata Yesung sambil mengambil nampan. "biar aku suapi ya!" tawar Yesung sambil mengambil sesendok nasi dan sayur. Sungmin hanya membelalakkan mata.

"ayo, sini. Aaaa buka mulutmu!" perintah Yesung, dan dengan malu-malu Sungmin akhirnya menghabiskan sarapannya disuapi oleh Yesung.

~o~

Malam hari, Ryeowook masih terjaga. Entah kenapa perasaannya malam ini sangat tidak tenang. Kyuhyun sudah sejak tadi berjaga di luar. Diliriknya jam dinding, jarumnya menunjukkan angka 1, setelah itu pandangannya teralih pada Sungmin yang tidur di seberang dirinya. Diluar kamar, beberapa pengawal pribadi keluarga Lee, tampak bersiaga di depan pintu.

"hmmh, Nona Lee sepertinya tidur dengan nyenyak. Aku juga ingin tidur, tapi kenapa mataku belum ngantuk… aah dasar insomnia sialan…" gerutu Ryeowook.

Tubuhnya dimiringkan ke sebelah kanan, hingga menghadap ke arah Sungmin.

Ceklek…

Terdengar suara pintu kamar dibuka.

"aah siapa malam-malam begini datang kemari?" pikir Ryeowook, lalu dia pura-pura tertidur, seandainya yang masuk itu perawat, dia tidak ingin terkena omelannya karena tengah malam begini dirinya belum tidur.

Ryeowook dapat melihat sekilas, seseorang dengan pakaian dokter, berjalan mengendap-endap mendekati ranjang mereka. Wajahnya mengenakan masker, sehingga yang terlihat hanya matanya saja.

'ini aneh. Untuk apa dokter itu datang kemari? Aish… kenapa jalannya mengendap-endap begitu? Tappi.. bukankah dokter yang merawat kami adalah seorang perempuan? Kenapa sekarang jadi laki-laki? Mencurigakan… dan untuk apa dia mengenakan masker seperti itu?... biasanya dokter selalu datang bersama dengan suster, kenapa sekarang sendirian? Aneh…' pikir Ryeowook.

Ryeowook menajamkan penglihatannya. Dokter itu mengeluarkan sesuatu dari dalam saku jasnya. Sebuah suntikan dengan jarum yang runcing, dan larutan berwarna kuning berada didalamnya. Ryeowook kaget karena dokter itu mengarahkan jarum suntik kedalam labu infusan Sungmin.

Sebelum orang itu memasukan suntikan kedalam infusan itu, Ryeowook dengan sigap segera bangkit dari tidurnya dan langsung memukul lengan dokter itu hingga suntikannya terjatuh. Tanpa basa-basi Ryeowook memelintir tangan dokter itu hingga punggungnya. Otomatis membuatnya berteriak kesakitan.

"aaarrgghh…" teriaknya.

Sedangkan, kaki Ryeowook menendang kaki sang dokter hingga ia jatuh berlutut. Lalu dengan kaki kanannya, Ryeowook menginjak betis orang itu hingga ia tidak bisa bergerak. Wajah sang dokter menempel di dinding kamar.

"kau siapa?" tanya Ryeowook tegas.

To Be Continue

Mian, apdetnya kelamaan ya ^^/ viis.. ^^

Aaah chap ini mah nggak ada tebak-tebakannya. Hehe. Semoga aja reader masih penasaran sma chap berikutnya. Hehehe.

Gomawo atas reviewan dari chap sebelumnya:

Dwihae: gomawo ya dwihae, ini udah lanjut. Mian, kalo kelamaan. Minwook baik-baik saja ko, kan ada author yang jagain mereka. Hahaa *digeplak.

Vic89: haha min segera tobat, takut meliha wedgesmu ching… hehe mian, aq nggk bisa bls pm-mu. Disini saja ya. Silahkan mampir ke kireymidori dot wordpress dot com. Hehehe..

Choryeosomniafishies: hahaha, nggak ko,ini bukan kerjaan Yeppa.. penasaran sma Yemin? Tunggulah di chap-chap berikutnya. ^^

Fiewook: iya dong, biarpun begitu Min, masih punya hati nurani. Haha.. gimana kyuwook momentnya? Hehe..

Yoon HyunWoon: aish galaknya dirimu. Masa tega membiarkan aku menjadi santapan dangkoma? Hahaha. Gimana? Masih curiga juga sma Yesung?

Guest: sayang… tulis namanya ya ^^. Gomawo kalau suka. Kyuwook ya? Masih dipikirkan. hehe.

Ryeo2119: udah, minwooknya udah diselamatin. Hehe.. masih curiga kah sma Yesung?

Hanazawa Kay: emmh, gimana ya? Tanya langsung ke Yeppa aja deh. Hehe…

Cartwightelfsuju shawolshinee: gomawo ya. Mian apdetnya telat. Hehe. Gimana nih kyuwook momentnya? Hehe. Aq udah cape bkin minwook musuhan terus, makanya chap kmrin jadi chap sorry-sorry bagi minwook. Hehe. Masih curiga sma Yesung?

Guest: aahh tulis namanya, biar enak aq manggilnya. Hehe. Nggak tentu apdet hari apa aja. Mian ya kalau kelamaan..

Kim ryeokie: hehe apdetanku hanyut terbawa banjir. Kkkk yang sekarang nyangkut ko say. Gomawo ya ^^

Aidagracilla29: gomawo aii. Iya ni, mau komen di WP atau disini sama aja ko. ^^

Ryeo ryeo ryeong: masih diselidiki siapa pelaku pengrusakan liftnya. Kkkk. Aq bosen ngliat wook yang menderita makanya aq bkin dia jadi luar biasa. Kkkk. Moga aja banyak yang suka, wook jadi kuat gitu.

Herlina: ciyus? Miapah? *plaakk hehe, gomawo ya ching, mian apdetnya telat.

Yumiewooki: ne… aq bosan bkin mereka musuhan terus. Hehe.

Bluerose: yang menyelamatkan mereka adalah petugas yang ngbenerin lift. *plaakk. Uuuuh setinggi itukah rasa penasaranmu? Hehe… gimana chap ini?

Jj lover: minwook selamat. Ada Kyusung yang datang menolong. Hehe.

Jovita: miaaan, kmren2 tuh twittnya error, (signal maksudnya) hehe. Gomawo yaa Vita…

Niisaa9: kkkk kyknya kalo chap ini minwook masih musuhan, kmu bisa2 terkena darah tinggi ya. Hehe.. viiis. Yesungnya lagi sibuk bnget tuh. Emmh nilai sendiri aja deh, gimana perasaan Yesung. Hehe.

Cloud prince: hai my fav reviewer. Kkkkk. Seperti biasanya baca reviewan yg super panjang, dan aku suka. Hehe..

Kemaren Yewook sekarang kyuwook. Cukup adil kan? Hehe. Latihan berpoliandri kalau ntar nikah sma Min dan Wook. Gkgkgkgk *ngayal*. Sini, dengan senang hati biar aku yang ceburin kmu ke kolam yang berisi Donghae (ikan) didalamnya. Kkkk. Aq tiap hari bolak-balik ke rumah Yeppa, udah bosen. Kamarnya adalah secret area, itu khusus buat aq aja. Hehe.

Pistol asli buat nembak tuan park, pistol hati untuk menembak wook. Hehe. Klau wook nggak mau, nembak aku juga boleh. Qqqqq.

Ngeri katanya, baca reviewanmu, bkin Min merinding tujuh hari tujuh malam. Makanya dia tobat. Ko bisa tau itu kerjaan ? pdhal aku ngarepnya kalian akan mengira itu Yesung. *gagal* haha. Mian, jamnya Kyuwook limited edition. Aq aja nyari lagi nggak dapet2. Hihihi. Naah untuk perasaan Yeppa, kamu tebak sendiri aja deh. Akhirnya mau ke siapa Wook atau min. ^^. Aq nggak percaya dh, kan tiap hari hp-nya Yesung aq yg pegang, jadi aq tau siapa aja yg disms Ye. Wehehehe..

Bukan hanya ngos-ngosan, ni jari-jari tanganku udah meringkel-mringkel dan jadi keriting gini. Pijitin doong. *plaakk…*

Gomawo y aching…. Aq tunggu reviewanmu lagi, chap ini bagaimana? Mudah-mudahan suka ya ^^.

Lio: iyups, mereka baik-baik aja ko. Tenang aja

Ryeofha2125: harusnya seperti apa? Haruskah kayak gitu? Hehe.

Raiaryeong9: nih udah ada kyuwook momennya. Bagaimana? Suka?

umilcloudELF: hehe… konspirasi apa? Apakah masih curiga sma Ye?

Santysomnia: gomawo santy. Eeeh itu apa trio imut? Ko aq nggak diajak juga? *plaak. Haha.. wahaha… itu sih liftnya udah disetting sedemikian rupa biar chap kemarin terjadi. Kkkk. Ayooo.. masih curiga nggak sma Yesung?

Vinos Hyunell: hehe… Min kalau udah tobat nggak mau permen dia maunya ayam goreng upin dan ipin. Kkkkk.

Rochan: udaaah berhenti sekarang. Hehe… masih curiga kah sma Yesung? Hmmh…

Thiefhanie fhaa: hehe, bisa diselametin dong, ka nada petugas yang membukakan pintu lift, kkkk. Gwenchanayo… mian ya apdetnya kelamaan. ^^

Cloudlovekyusung: iya aku kasih bodrexin biar reda panasnya. Kkkk *iklan* masa siyh aku udah panjangin itu, klo masih pendek, tinggal tarik2 aja ya. *plakk.. wehehehe, ayo dong tebak biar penasaran. Hihi.. gomawo ya, ni aq sekrang apdetnya sambil terbang menuju wook yang jauh disana. *aaiiihh apa sih?*

*ditunggu lagi ya reviewnya*

*gamsahamnida*