My Partner

Main Cast:

Kim Ryeowook as Yeoja

Cho Kyuhyun as Namja

Lee Sungmin as Yeoja

Kim Yesung as Namja

Rated: T

Genre: Romance, Crime

Disclaimer: serius ini hanyalah fiktif semata

Selamat Membaca

~o~

Kyuhyun keluar dari kamar inap MinWook. Di luar hanya ada empat orang pengawal yang berjaga.

"aku keluar dulu sebentar. Kalian jaga kamar ini dengan baik!" pesan Kyuhyun pada salah satu pengawal.

"baik tuan" kata pengawal itu sambil mengangguk.

"ingat kalau ada yang mencurigakan segera laporkan padaku! Dua puluh menit lagi aku kembali" kata Kyuhyun. Setelah itu dia meninggalkan rumah sakit menuju ke sebuah coffee shop terdekat.

Di rumah sakit, seseorang dengan pakaian suster membawa empat gelas minuman. Lalu sambil membawa nampan, dia menghampiri para pengawal yang berjaga di depan kamar. Kemudian dia memberikan pengawal, masing-masing satu gelas.

"ini dari Tuan Cho, sebelum pergi, dia memintaku memberikan ini untuk kalian" kata "sang suster"

"waah gomapseumnida" jawab pengawal tersenyum senang, lalu menyeruput minuman itu.

"kalau begitu saya permisi dulu" kata "suster" itu sambil meninggalkan para pengawal yang sedang menikmati minuman mereka.

"ne, gomapseumnida" kata pengawal yang lain sambil tersenyum.

"haha Tuan Cho, ternyata baik hati juga… lumayan menghilangkan ngantuk" kata salah satu pengawal.

"iya, entah kenapa malam ini rasanya aku sangat mengantuk sekali. Semoga saja minuman ini akan membantu kita untuk terjaga" jawab temannya.

Belum selesai mereka menghabiskan minumannya, satu per satu tubuh mereka ambruk dan terbaring lemas di lantai.

Setelah mereka tidak sadarkan diri, seseorang dengan pakaian dokter lengkap dengan maskernya segera menuju pintu kamar.

"hah, cepat sekali reaksi dari obat tidur ini" katanya sambil menyeringai.

~o~

"Kau siapa?" tanya Ryeowook masih menahan kepala dokter itu ke dinding.

"bodoh. Tentu saja aku dokter disini. Berani sekali kau melakukan hal ini" kata sang dokter.

"dengar, yang bodoh itu dirimu. Dokter gadungan. Katakan kau siapa!" bentak Ryeowook sambil memelintir lengan dokter itu, sehingga dia berteriak kesakitan.

Walaupun terjadi kegaduhan di kamar inap itu, namun, tak ada satupun yang mendengarnya dari luar. Karena ruangan yang kedap suara, membuat tidak ada seorangpun menyadari apa yang tengah teradi di dalam.

"aaawwhh… lepaskan aku! Aku hanya menjalankan perintah dari bos" kata dokter itu dengan nafas tersengal, tangannya terasa sakit.

"bos? Katakan siapa dia!" perintah Ryeowook.

"aku… aku tidak bisa mengatakannya" kata sang dokter

"pabbo… kau memaksaku menyakitimu hah?" bentak Ryeowook, lalu bersiap untuk memelintirkan lagi tangan dokter itu,

"aah andwee… baik… baik… aku akan mengatakannya… tapi… lepaskan dulu tanganmu!" kata sang dokter akhirnya.

Ryeowook melepaskan pegangan tangannya, sambil dengan posisi berjaga. Sang dokter mengusap pergelangan tangannya yang terasa sakit. Namun tanpa disangka sebelumnya, sambil membelakangi Ryeowook dia menyeringai.

"pabboya…" bisiknya.

Dengan cepat dia bangkit berdiri lalu menendang perut Ryeowook hingga jatuh tersungkur. Keadaan Ryeowook yang tidak begitu baik, membuatnya kehilangan konsentrasi.

"aarrgghh…" pekik Ryeowook menabrak tiang infus Sungmin, hingga terjatuh.

Sungmin yang mendengar ada keributan di sebelahnya, segera membuka mata.

"tidak semudah itu Nona, kau masih belum berpengalaman" kata sang dokter sambil mendekati Ryeowook yang meringkuk sambil memegangi perutnya.

"Ryeowook awas, dibelakangmu" teriak Sungmin yang melihat Ryeowook terkapar di lantai.

Namun, sebelum Ryeowook menengokkan kepalanya, dokter itu keburu memukul pundak Ryeowook sehingga dia kehilangan kesadarannya.

"Ryeowook… andweee…" teriak Sungmin panik.

Sang dokter melirik Sungmin yang menggigil ketakutan. Dia lalu berjongkok mengambil suntikannya yang terjatuh tadi.

"gwenchanha Nona. Dengan obat ini, kematianmu tidak akan terasa sakit" kata dokter itu sambil menyeringai.

"andweee… kau siapa? kenapa kau ingin membunuhku?" tanya Sungmin gemetar.

"baiklah… itu sebagai permintaan terakhirmu, akan aku kabulkan permintaanmu itu. Hmmh… aku diperintah Tuan Park untuk menghilangkan nyawamu. Dia sangat ingin mendapatkan perusahaan ayahmu, sehingga dia menyuruhku untuk membunuhmu" kata dokter itu sambil mempermainkan suntikannya.

Sungmin menggeleng.

"aku tidak akan mati dengan cara seperti ini…" katanya gemetar, lalu dengan segenap keberaniannya, Sungmin melompat dari ranjang segera menuju pintu kamar.

"haha… larilah! Biar aku yang akan mengejarmu. Haha" kata dokter itu sambil tertawa.

Ketika Sungmin membuka pintu, dia menabrak seseorang yang berdiri disana, hingga tubuhnya terjatuh.

"Nona Lee… apa yang terjadi?" tanya orang itu kaget, lalu membantu Sungmin untuk berdiri.

"Kyuu… tolong aku. Dia ingin membunuhku" kata Sungmin sambil bangkit lalu bersembunyi di balik lengan Kyuhyun.

"mwo?" tanya Kyuhyun sambil menatap dokter gadungan itu, sepintas diliriknya Ryeowook yang meringkuk di lantai.

"Kurang ajar. Apa yang kau lakukan pada Ryeowook?" tanya Kyuhyun geram.

"aish… kenapa kamu sudah kembali?" tanya dokter itu sambil membulatkan tinjunya.

"aku tanya apa yang sudah kau lakukan pada Ryeowook? hah?" Kyuhyun emosi, lalu melepaskan pegangan tangan Sungmin. Dihampirinya sang dokter dengan amarah yang menggunung.

Sang dokter masih menyeringai menunggu Kyuhyun sampai padanya. Telapak tangannya sudah membulat sempurna bersiap untuk memukul Kyuhyun. Setelah hampir lima langkah lagi, dokter itu segera mengayunkan tinjunya yang sebelah kanan pada wajah Kyuhyun. Namun, dengan sigap, Kyuhyun menahan lengan sang dokter. Lalu dia memundurkan tubuh sang dokter hingga menempel di dinding.

"kau pikir aku tidak tahu kau akan melakukan ini hah" teriak Kyuhyun lalu meninju pipi kanan sang dokter hingga lebam.

Buagh

Sekali lagi Kyuhyun meninju pipi sebelah kirinya dengan keras.

Kkrrkk

Terdengar suara tulang hidung sang dokter yang patah.

"aaarrgghh…" sang dokter berteriak sambil menundukkan wajahnya. Darah segar mengucur dari hidung, tangan kirinya dia gunakan untuk memegangi wajahnya.

"kurang ajar. Hiaaah…" geram sang dokter sambil memutar tubuhnya hingga lepas dari pegangan Kyuhyun. Dengan kakinya ia menendang wajah Kyuhyun, namun Kyuhyun segera menghindar ke sebelah kanan sehingga tendangan dokter itu hanya mengenai udara.

"masih bisa melawan hah?" tanya Kyuhyun sambil memasang kuda-kuda.

"ciaaaattt…" dokter itu kembali akan menendang Kyuhyun, dengan sigap Kyuhyun menahan kaki kanan sang dokter hingga ia terjungkal. Diangkatnya tubuh sang dokter hingga punggungnya menempel di dinding.

"dasar bodoh…" dengan lututnya, Kyuhyun menendang perut sang dokter hingga ia semakin menunduk. Dengan paksa, Kyuhyun menarik kerah baju sang dokter.

"siapa yang menyuruhmu?" tanya Kyuhyun dengan mata melotot.

"aku… hhghh.. yang menyuruhku" jawab sang dokter sambil terpejam, perutnya terasa mual setelah di tendang Kyuhyun.

" lagi?" Kyuhyun tampak berpikir, sang dokter mencoba melepaskan diri, namun Kyuhyun segera menendang kakinya, hingga ia tersungkur. Setelah itu, Kyuhyun menarik kedua tangan dokter itu, lalu mengeluarkan sesuatu dari saku celananya.

Klek

Kedua pergelangan tangan sang dokter kini terkunci sebuah borgol. Dokter itu tidak berdaya, hanya tengkurap di lantai. Kyuhyun lalu menelpon kantor polisi, dan melaporkan keadaan di rumah sakit.

Setelah memastikan keadaan sang dokter sudah tidak berdaya, Kyuhyun lantas berlari menghampiri Ryeowook. Sungminpun menghampiri dengan langkah pelan. Kemudian, Kyuhyun meraih tubuh Ryeowook ke pangkuannya.

"Wookie-ya… bangunlah… Wookie…" kata Kyuhyun sambil memukul pelan pipi Ryeowook. dia merasa cemas karena melihat bekas darah yang keluar dari sudut bibir Ryeowook.

"Ryeowook-ah…" Sungmin berlutut di samping Kyuhyun.

"Wookie… kamu jangan menakutiku… cepat buka matamu" kata Kyuhyun dengan suara bergetar.

"eunggh…" rintih Ryeowook, sambil merasakan sakit di perutnya.

"Wookie… buka matamu…" kata Kyuhyun sedikit merasa tenang.

"Kyu…" bisik Ryeowook perlahan. tatapannya masih buram.

"ne… ini aku…" Kyuhyun mengusap pipi Ryeowook.

"no…na Lee…" bisik Ryeowook.

"aku baik-baik saja Ryeowook-ah…" kata Sungmin sambil tersenyum.

"Wookie-ya… syukurlah…" Kyuhyun segera membawa kepala Ryeowook ke dadanya, lalu menciumi rambut Ryeowook. Dengan erat Kyuhyun memeluk tubuh Ryeowook yang lemah.

~o~

Pagi hari suasana kantor terlihat seperti biasa. Yesung mengurusi berkas perusahaan di ruangannya. Sesekali alisnya mengernyit, menandakan bahwa ia memikirkan sesuatu.

"Sial… berkas itu ada dimana?" tanyanya pelan, punggungnya menempel di sandaran kursi, kepalanya menengadah, dan telapak tangannya mengusap wajahnya pelan.

Beberapa detik, dia memperhatikan langit-langit ruangannya sambil mengingat sesuatu. Kemudian dia menekan angka 2 pada telpon yang berada di sebelah kanannya dengan agak lama.

"Hae… masuklah ke ruanganku!" perintah Yesung.

Tak berapa lama, Donghae memasuki ruangan Yesung.

"ada apa Hyung?" tanya Donghae sambil duduk di kursi.

"aku mencari berkas . bukti-bukti penggelapan dana perusahaan ada disana. Kita tidak bisa membiarkan orang itu berkeliaran dengan bebas" kata Yesung.

"berkas penggelapan dana? Jangan khawatir, aku akan mencarinya" kata Donghae sambil tersenyum.

"baguslah. Kupikir kehadiran akan sedikit membantu, tapi ternyata, dia sangat berbahaya" kata Yesung.

"iya Hyung. kita harus menyingkirkannya dengan cepat. Bagaimanapun waktu kita tidak banyak" ingat Donghae.

"kau benar Hae. Aku sudah bosan dengan kehadiran orang-orang yang menghalangi rencanaku. Ingat carikan berkas itu segera. Kalau bisa nanti siang sudah kau dapatkan" perintah Yesung.

"beres Hyung. serahkan padaku. Kalau begitu aku permisi" kata Donghae sambil beranjak dari kursi. "oh iya, apa hari ini kau akan ke rumah sakit?" tanya Donghae sambil memutar kembali badannya menghadap Yesung.

"tentu saja. Aku akan kesana sekarang. Wae?" tanya Yesung.

"aniyo… sampaikan salamku pada Nona Lee" kata Donghae sambil mengedipkan sebelah matanya.

"Yaak… kau ini…" kata Yesung sambil melotot, Donghae hanya terkekeh sambil terburu-buru kembali ke meja kerjanya.

~o~

Di rumah sakit, Kyuhyun menyuapi buah untuk Ryeowook. Sambil tersenyum, Sungmin duduk di ranjangnya melihat Kyuhyun dan Ryeowook.

"Kyu… sudahlah. Aku malu diperhatikan Nona Lee…" rajuk Ryeowook.

"mianhe… aku tidak bermaksud memperhatikan kalian. Lanjutkan saja, gwenchanha" kata Sungmin, lalu membuka-buka sebuah majalah.

Kyuhyun dan Ryeowook hanya saling tersenyum.

"apa perutmu masih sakit?" tanya Kyuhyun.

"tidak, hanya saja rasa ngilu-nya masih ada" jawab Ryeowook sedikit meringis.

"kurang ajar. Tapi kamu tenang saja Wookie, aku sudah memukul dan menendang perut orang itu. Huh… beraninya dia menyakiti bayi lemah sepertimu" kata Kyuhyun emosi.

"Yaaakkk… apa maksudmu bayi lemah? Hah" Ryeowook melotot.

"aaah aniyo… haha… maksudku bukan begitu…" Kyuhyun tersenyum kaku.

Ryeowook memanyunkan bibirnya.

"aku mau buah lagi. aaaa" kata Ryeowook sambil membuka mulutnya.

Kyuhyun hanya menggelengkan kepala. Baru saja marah-marah, sekarang, minta disuapi. Kyuhyun lalu mengambil sepotong buah kiwi, lalu menyuapkan kedalam mulut Ryeowook.

"ngomong-ngomong Wookie, kamu harus meningkatkan kemampuan bela dirimu!" kata Kyuhyun.

"kenapa?" tanya Ryeowook masih mengunyah buah.

"dengar, masa semalam kamu bisa kalah oleh penjahat itu. Kamu harus banyak berlatih! Kalau kamu sering berlatih, aku yakin penjahat itu bisa kamu kalahkan" perintah Kyuhyun sambil menyeringai.

"apa yang kepalamu pikirkan hah?" tanya Ryeowook sambil memukul kepala Kyuhyun pelan. "aku sedang sakit, makanya aku kalah. Huh" lanjut Ryeowook sambil menggembungkan pipinya.

"yaaa… tadinya aku pikir, berlatih bersama akan terasa lebih menyenangkan" kata Kyuhyun sambil menundukkan kepala.

Melihat Kyuhyun, Ryeowook hanya tersenyum.

"ya sudah, kapan-kapan kita berlatih bersama. Ok" kata Ryeowook dengan senyum manisnya.

Kyuhyun hanya menganggukan kepala, dengan mata berbinar.

Ketika mereka berbincang masuklah Yesung dengan membawa kue coklat. Melihat Ryeowook yang terbaring dengan wajah pucat, membuat Yesung khawatir.

"lho, Ryeowook kenapa?" tanya Yesung sambil duduk di pinggir tempat tidur Sungmin.

"aku tidak apa-apa Manajer Kim" jawab Ryeowook tersenyum.

"bohong. Semalam terjadi sesuatu yang mengerikan disini" kata Sungmin, lalu dia menceritakan dari awal hingga akhir kejadian semalam.

"mwo? Perutmu di tendang?" Yesung terbelalak, lalu menghampiri Ryeowook, menelisik wajah Ryeowook dan tangannya berada di rambut Ryeowook. Kyuhyun melihatnya dengan tatapan sebal. Bagaimana mungkin Yesung seperti ini dihadapan Kyuhyun.

"iya. Tapi aku sudah tidak apa-apa sekarang" kata Ryeowook menenangkan.

"aigoo, kejam sekali orang itu. Lalu para pengawal kemana? Kenapa mereka bisa kecolongan seperti itu?" tanya Yesung geram.

"semalam, aku meninggalkan mereka untuk membeli kopi, tapi ketika aku kembali mereka sudah tidak sadarkan diri, tadi pagi aku menanyakan pada salah satu pengawal apa yang terjadi semalam, rupanya penjahat itu memakai namaku, agar mereka mau menerima minuman yang sudah dicampur obat tidur" jawab Kyuhyun.

"benarkah? Hmmh kita tidak bisa membiarkan hal ini terus terjadi" kata Yesung pelan.

Kriiingg…

Handphone Sungmin berbunyi. Yesung melirik Sungmin yang menerima panggilan dengan wajah yang berbinar.

"Appa… bogoshipoyo…"

Yesung tersenyum sekilas, lalu meninggalkan kamar karena handphonenya juga bergetar, ada satu panggilan masuk.

"yeobseyo" sapa Yesung.

"annyeong Manajer Kim… saat ini bisakah anda dan datang ke kantor polisi. Ada yang harus kami sampaikan tentang Tuan Park" kata orang di seberang telpon.

"Ne. baiklah, kami akan segera kesana" jawab Yesung.

Setelah itu, dia masuk kembali ke dalam kamar, dan meminta Kyuhyun untuk pergi bersamanya ke kantor polisi. Setelah meninggalkan segenap peraturan pada pengawal, mereka berdua meninggalkan rumah sakit menuju kantor polisi.

~o~

Yesung dan Kyuhyun sedang duduk di kursi, berbincang dengan seorang inspektur yang bernama inspektur Shin.

"tadi kami telah mengerahkan pasukan untuk meringkus Tuan Park di rumahnya. Namun, sayang sekali rumah itu kini telah kosong" kata inspektur Shin.

"mworago? Kenapa bisa seperti itu?" tanya Yesung kaget.

"sepertinya dia sudah mempersiapkan hal ini, sehingga dia dan keluarganya melarikan diri" terang inspektur Shin.

"lalu bagaimana? Tidak ada cara lain untuk menangkapnya?" tanya Kyuhyun.

"kami sudah menyebarkan foto Tuan Park disetiap kantor polisi. Tenang saja, kami akan bekerja dengan cepat" tenang inspektur Shin.

"iya. Kami mengerti. Terima kasih atas kerjasamanya inspektur" kata Yesung sambil bangkit dari duduknya, lalu bersalaman dengan inspektur Shin, setelah Yesung, Kyuhyunpun menjabat tangan inspektur Shin.

"kalau ada informasi apapun, tolong segera beritahu kami" pinta Kyuhyun.

"ya tentu saja" angguk inspektur Shin.

Setelah itu, Kyuhyun dan Yesung kembali ke rumah sakit.

~o~

Satu minggu telah berlalu. Aktivitas mereka kembali seperti sedia kala. Yesung dan Sungmin saling bekerja sama menjalankan perusahaan. Perusahaan Sungmin, kini telah resmi bekerja sama dengan perusahaan dari Busan yang tempo hari dibatalkan. Keduanya bekerja dengan semangat. Sedangkan nasib Tuan Park masih belum jelas. Dia kini menjadi buronan Korea Selatan.

Kyuhyun dan Ryeowook duduk di ruangan Sungmin. Terkadang mereka berdua memperhatikan klien mereka yang berkutat dengan tumpukan berkas di meja kerjanya.

"kalian jangan melihatku terus. Kemarilah.. bantu aku" kata Sungmin tanpa mengalihkan pandangannya.

"aigoo… mianhe Nona, tapi ini adalah pekerjaan anda, jadi kami tidak bisa membantu" kata Ryeowook sambil tersenyum.

"huh, jadi pekerjaan kalian hanya akan memperhatikan aku disini saja?" tanya Sungmin sambil melotot.

"haha… baiklah aku bantu, apa yang bisa aku lakukan?" tanya Kyuhyun sambil menghampiri Sungmin. Ryeowook menatap punggung Kyuhyun yang perlahan mendekati Sungmin.

"naah begitu dong. Ini…" Sungmin tersenyum lalu membagi berkas-berkasnya menjadi dua tumpukan. Setengah tumpukan dia berikan pada Kyuhyun.

"lalu, tugasku apa?" tanya Kyuhyun sambil menatap macam-macam berkas dihadapannya.

"begini, kamu bisa kan menyalin setiap pengeluaran dan penerimaan yang ada di berkas-berkas itu. Hanya itu saja… kamu mau kan Kyu?" tanya Sungmin sambil beraegyo.

"aah hanya itu. Baiklah, Nona tidak tahu kan kalau aku pintar sekali berhitung. Jadi urusan seperti ini, keciiill" kata Kyuhyun tersenyum sambil sedikit menyombongkan diri.

"kalau Nona tidak tahu, dia selalu dijuluki kalkulator berjalan, karena keahliannya berhitung" timpal Ryeowook dengan nada gemas. Matanya sedikit mendelik.

"jinja? Baiklah, kalkulator-man, aku mengandalkanmu untuk hari ini" canda Sungmin, lalu kembali mengurusi berkas-berkasnya.

Kyuhyun duduk disamping Ryeowook yang cemberut,lalu dengan pelan menyikut tangannya.

"kamu kenapa Wookie?" tanya Kyuhyun, Ryeowook hanya menatap tajam pada Kyuhyun.

"wae? apa ada yang salah?" tanya Kyuhyun tidak mengerti.

Ryeowook menggembungkan pipinya lalu menghembuskan nafasnya dengan berat.

"aniyo… kerjakan saja apa yang Nona Lee perintahkan padamu" jawab Ryeowook pelan.

"haha, ayo bantu aku!" pinta Kyuhyun.

"shireo, kamu kan tadi yang meminta membantu Nona Lee. Kerjakan saja sendiri" kata Ryeowook memberikan deathglarenya pada Kyuhyun.

"aish Wookie-ya kamu jangan kejam begitu… bantu aku yaaa…" pinta Kyuhyun dengan nada manja.

"kamu jelek Kyu kalau seperti itu" kata Ryeowook lalu mengambil satu buah berkas, dan melihat banyak sekali angka.

"bagaimana aku menghitungnya?" tanya Ryeowook bingung.

"sini…" Kyuhyun mendekatkan duduknya pada Ryeowook.

"hitung dulu semua angka di kolom sebelah kanan. Setelah itu jumlahkan dengan yang di kolom sebelah kiri. Mengerti kan?" tanya Kyuhyun.

"aaah begitu… Ne, aku mengerti" kata Ryeowook sambil mengangguk. Kemudian mereka mulai menghitung setiap berkas dengan teliti. Sesekali Ryeowook menatap dengan ekor matanya pada namja yang duduk disebelahnya. Lalu dia tersenyum simpul sambil melanjutkan pekerjaannya itu.

~o~

Dddrrrttt…

Handphone Yesung bergetar. Sebuah panggilan diterimanya.

"yeobseyo" kata Yesung dingin.

"manajer Kim… bagaimana kabarmu? Sudah puas menyebar fotoku disetiap kantor polisi?" tanya orang yang berada di seberang telpon.

"apa maumu? Kau tidak takut telpon ini disadap polisi?" tanya Yesung datar.

"aniyo, kau tidak mungkin melakukannya. Haha… dengar! Aku punya penawaran bagus untukmu. Aku yakin kau tidak akan menolaknya"

"apa itu?" tanya Yesung menyeringai.

"datanglah ke dermaga besok jam tujuh malam. Aku akan mengatakannya langsung padamu"

"baiklah. Aku akan kesana"

"ingat. Aku tidak ingin berurusan dengan polisi. Jadi aku minta kau datang sendirian. Bagaimana?"

"aku mengerti" jawab Yesung singkat.

TBC

Huwaaaa lama aku nggak apdet. Hehe, mianhe ya reader. Bagaimana masih ingat kan dengan jalan ceritanya? Hehe.

Oke, bagaimana chap ini? Semoga bisa memuaskan reader dan reviewer sekalian. Maaf scene tendang-tendangannya agak aneh ya. Hehe… masih belajar *bow.

Terima kasih banyak, bagi yang selalu meluangkan waktu menuliskan review untuk ff ini.

Dheek enha: iya dong keren, suami siapa dulu dong… *plaaak mian kelamaan nunggu kah?

Vic89: no no no, lindungi wook dari wedges yang melayang. Kkkk. Haha, kyu ceramahnya kepanjangan makanya wook bobo deh. Mandau? Apakah Mandau itu?

Aidagracilla29: hallo aii. Wooknya ngantuk katanya. ^^. Yemin apa yewook ya? Hehe.. ok ni udah lanjut lgi.

Fiewook: haha, dia ngantuk cenaaahh… yaaak klo wook mau cium bibir, itu khusus untukku. Weee.

Yuhuuuu maunya dikahwatirin ma wook. Wkwkw. Iya dong, dia kan suamiku, makanya aq bkin keren sekeren kerennya. Haha. Acara nembaknya, gatot. Huhu mian ya kyu ^^

Hanazawa kay: waah gomawo ya hanazawa. ^^ bagaimana chap ini? Itu tuh suruhannya rese bnget hah.

Yumiewooki: yaaak jangan marahin author. Huweee.. waah gk tau ya, wook kan bisa taekwondo juga loh. Martial artnya berguru ma umin.

Jovita: iya, wook kan hanya untukku. Weekwee.. romantis ya… haha. Yak kmu jngan males mikir, digetok ntar. Haha.

Niisaa9: haha, kyu ngomongnya kepanjangan, jadi wook berasa di nina-bobo kan. Tidur dh jadinya. Kkk

Cho ryeosomnia fishies: emmh, kyu akan selalu menjaga wook, dimanapun mereka berada. Hehe.. emmh, aku kasih saran deh, tiap bca part yemin, coba sambil ngemut gula atau permen, pasti akan berasa sweet. *plaak haha viis.

Bluerose: haha, mian ya bkin kmu jadi ikutan deg2n. iya bner, kyu ngomongnya kepanjangan jadi aja bkin wook ngantuk, jadinya tidur deh dia. Kkkk. Semua pertanyaanmu udah terjawab kan di chap ini. Hehe. Reviewnya nggak gaje ko. Beneran. Hehe. Gomawo ya bluerose sudah menyempatkan review. ^^ chap ini bagaimana?

Wonnie: yups, ni udah lanjut.

Haehyuk baby's: annyeong… ^^ gomawo ya. Emmh, gimana ya, aq kan pernah bilang ini bukan ff kyumin. Paling klo nggak kyuwook, yewook deh. *plaakk. Aq usahain jadi kyuwook. ^^

Dwiihae: kyaa kyaa kyaaa.. lucu ya. Aq ngarep ada filmnya kyuwook. Haha. Emmh yemin? Aw aw masih diproses deh. ^^ ok ni udah lanjut, gimana?

Ryeosomnia: gomawo. Kyuwook jaya di hati. ^^

Chartwightelfsuju shawol shine: aaahh *tutup telinga* no no jangan kisseu aku, aku Cuma mau di kisseu ma wook. Haha. Mian ya, apdetnya telat. Berhubung aq lgi sibuk, dan idenya mendadak hilang. Kkkk. Tapi aq gk kan lupa ko. Beneran. *udah jangn evil smirk mulu, aq takut* wew. Benarkah Yesung nggak jahat? O_o nah loh haha. Gimana chap ini? _ komennya nggak gaje ko. Beneran. ^^

Cloud prince: buahahah… ekhm, mian ya, jawaban yg KWS tunggu harus di pending. Hihi, maklum laah wookie kan tukang bobo, *plaak. Ni aq jga abis di bully sama Kyu, seharian harus mijitin pundaknya. Hueee.

Waa, emang ni yeppa gitu orangnya. Lebih mentingkan pekerjaannya. What bukan ikan asap deh, tapi kelinci dan jerapah asap. Haha… *nggak kebayang*

Nggak perlu say,kan ada mak comblang internasional buat mereka *tunjuk diri sendiri* hehe. Hooh nih, umin pengen manggil manajer kim aja, ktnya udah enak manggilnya gitu. Hahaha, Ye nembak Umin? Hmmh, ntaran aja deh. Sana, kamu rayu dulu Ye-nya.

Tau nggak, imutnya ilaaang, yg ada kereen dan coolnya itu looh nggak ketulungan. Omg. ^^/ hoho, udah tau kan gimana nasib dokter gadungan itu. *getokin dokter gadungan*

Eeh nggak apa2. Aq suka ko bcanya. Aku harap reviewan untuk chap ini, rem mu blong. Jadi terus aja nulis tanpa henti. Hahaha. Gomawo ya ^^

Cloudlovekyusung: wkwkw, mian apdet yang sekarang aku naik dangkoma,mknya telat. Hehe. Ooh yg foto itu. Emmh, ntaran dh aq certain ya. Yemin? Kkkk akan kupertimbangkan *plak. Hoho, itu wook bobo bneran ya ampuun. jadi buronan, dia nyusahin kepolisian aja. _ gomawo ya ^^/

Raiaryeong9: hhe, ni udah di lanjut. Maaf yak lo kyuwook momentnya biasa aja.

Thiefhanie: hehe, benarkah?hooh tu dokter gadungan suruhan . ni udah d lnjut,mian ya apdetny telat. Kkkk

Yoon Hyun Woon: *buagh…* bohong itu.. kkk. Hubungan antara yemin ya, ntar dh klo mau end aq critain. klo gk bkin penasran kn gk seru dong ^^/ hayooh gimana ni chap ini? Masih adakah rasa penasaranmu? Hehe.

Vinos hyunelL: noooo jngn getok2 wook. Hehe. Gomawo yah ^^/

Rochan: kkkk kita liat ntar aja dh yewook atau kyuwook. Ok. Aq yakin di chap ini kecurigaanmu ma Ye tumbuh lagi dh. Bener gk? Kkkk

Leeeunra04: yups salam kenal juga lee eun ra ^.^

Devi AF: cie cie… yg sibuk. Haha. Gk pa2 ko. Mian juga aq telat ngapdet. Ayo belajar yok jdi perempuan tangguh. Gkgkgk

umilcloudELF: hehe, masih bljar, susah cin,bkin action. ^^ ayooo kmu curiga lagi kaaan sma yesung? Ngaku! Haha.

Piiepi158: YAAAAKKK WUCHING… _ nggk pa2 ko yg pnting baca. Hhe. Naah kecurigaannya ma Ye,makin nambah dh ya?! Wkwkw, itu wooknya kn lgi sakit,jdi gmpang ngantuk. Haha.

Casanova indah: udah lanjut ^^

Ryeo2119: Ne, ini udah dilanjut,masih nunggu kan? ^^

Detaayu75: emmh… antara itu aja deh. Viiis ^^

Ryeo ryeo ryeong: wehehe, nasibnya kyu lagi buruk. ditinggal tidur sma wook. Yg jahatnya? . mudah2n minwook bisa berteman ya

Kim Gyuna: sengaja. Kan biar reader bertanya-tanya. *plaaak hehe.

dyahYWS: gwenchana… iya ni udah lanjut.

*ada yang belum kesebut? Lapor ke author. Ok ^^*

*author tunggu ya reviewannya lagi ^^*

Gamsahamnida

See u.