My Partner
Main Cast:
Kim Ryeowook as Yeoja
Cho Kyuhyun as Namja
Lee Sungmin as Yeoja
Kim Yesung as Namja
Rated: T
Genre: Romance, Crime
Disclaimer: serius ini hanyalah fiktif semata
Selamat Membaca
~o~
Ryeowook, Sungmin dan Kyuhyun baru pulang dari kantor. Sungmin masuk ke kamarnya karena merasa sedikit tidak enak badan. Sedangkan Kyuhyun dan Ryeowook duduk di sofa sambil menonton TV.
"Kyu… aku merasa aneh dengan orang yang bernama Tuan Park itu" kata Ryeowook sambil menyaksikan acara TV.
"hmmh. Aneh? Aneh kenapa?" tanya Kyuhyun, saat ini dia sedang memeriksa rekaman CCTV di rumah itu melalui handphonenya.
"iya. Kenapa dia begitu ingin menghilangkan nyawa Nona Lee" kata Ryeowook.
"itu karena dia sangat ingin menguasai perusahaan ini. Sehingga dia ingin menyingkirkan pewaris tunggal Tuan Lee, yaitu Nona Lee Sungmin" sebuah suara menjawab pertanyaan Ryeowook.
Sontak Kyuhyun dan Ryeowook memalingkan kepala ke asal suara.
"manajer Kim? Sedang apa disini?" tanya Ryeowook sambil tersenyum.
"hmmh, ada yang harus kubicarakan dengan Nona Lee. Dia dimana?" tanya Yesung.
"aaah, baru saja masuk ke kamarnya. Sepertinya kesehatannya tidak begitu baik hari ini" kata Ryeowook, sementara Kyuhyun masih asik melihat-lihat handphonenya.
"benarkah? Kalau begitu aku akan memeriksanya sebentar" kata Yesung sambil berjalan menuju kamar Sungmin.
"tidak perlu" cegah Kyuhyun. Ryeowook dan Yesung menatap Kyuhyun. "saat ini Nona Lee sedang tidur. Biarkan dia istirahat" lanjut Kyuhyun.
"bagaimana kamu tahu?" tanya Yesung.
"rumah ini punya mata. Termasuk kamar Nona Lee" jawab Kyuhyun sambil memperlihatkan handphonenya.
"sepertinya kau lupa, bukankah dulu kau yang meminta kami memasang CCTV di rumah ini" kata Kyuhyun sambil berlalu dari hadapan Yesung. Karena Kyuhyun merasa haus, maka dia pergi ke dapur untuk membuat jus.
"ha… benar sekali. Kenapa aku bisa lupa" Yesung menggaruk kepalanya pelan.
"duduklah Manajer Kim, kita ngobrol-ngobrol dulu sebentar" ajak Ryeowook.
Yesung berjalan kearah sofa. Lalu duduk di samping Ryeowook, mengisi tempat Kyuhyun tadi.
"aku penasaran dengan Tuan Park itu. Bisa kau jelaskan lebih rinci!" pinta Ryeowook.
"haah. Untuk apa kau mengetahuinya? Tidak ada manfaatnya untukmu" kata Yesung.
"aku hanya merasa aneh saja. kenapa dia begitu ingin membunuh Nona Lee"
"begitu. Baiklah, untukmu akan aku ceritakan" Yesung menarik nafas pelan.
"Tuan Park… emmh dari mana aku memulainya ya?" pikir Yesung.
"ayolah Manajer Kim, ceritakan padaku…" paksa Ryeowook, karena dia merasa sangat penasaran akan sosok Tuan Park ini.
"dulu, dia bekerja sebagai seorang office boy di kantor cabang yang berada di NamWon…"
"lalu…"
"dia dulu orang yang sangat baik. Bahkan dia pernah menyelamatkan nyawa Tuan Lee, ketika dikejar oleh para perampok. Untuk melindungi Tuan Lee, bahkan dia rela tertusuk pisau yang dibawa perampok itu"
"jinja?"
"iya. Untuk membalas jasa dan kebaikan Tuan Park, maka Tuan Lee memintanya bekerja di perusahaan. Tapi entah bagaimana, dia berubah jadi seperti sekarang ini. Ingin mengambil alih perusahaan. Entahlah…" Yesung menggeleng.
"aah begitu…" Ryeowook termenung mendengar penuturan Yesung.
"mungkin dia memiliki alasan mengapa sampai melakukan hal ini" lanjut yesung.
"aniyaa… ini salah. Bagaimanapun juga Tuan Lee sudah berbuat baik kepadanya. Tidak seharusnya dia seperti ini. Lalu apakah sudah ada kabar dari kepolisian tentang keberadaan Tuan Park?" tanya Ryeowook.
"emmh.. Belum ada" Yesung ragu sambil menatap Ryeowook.
"pastinya dia akan bersembunyi di tempat paling aman" Ryeowook mengangguk-anggukan kepalanya.
"aah sepertinya ini sudah malam" Yesung melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya. "aku pulang dulu ya" Yesung beranjak dari duduknya.
"lalu Nona Lee…"
"aku akan menemuinya besok di kantor. Selamat beristirahat ya Ryeowookie…" kata Yesung sambil tersenyum lembut, tangannya dengan iseng mengacak poni rambut Ryeowook.
"Ne, kau juga Manajer Kim. Hati-hati di jalan" balas Ryeowook sambil tersenyum manis.
Tanpa mereka sadari, seseorang di balik dapur memandang dengan tatapan membunuh. Dia merasa kesal, mengapa Yesung begitu baik pada Ryeowook. Dan partnernya itu juga terlihat sangat nyaman berada di dekat Yesung.
"huh, berani sekali mereka saling senyum seperti itu" kata Kyuhyun sambil mempoutkan bibirnya.
Ryeowook beranjak menuju ke lantai atas. Menghirup udara segar di malam hari sambil menikmati pemandangan kota Seoul tidak ada salahnya juga. Ryeowook lantas pergi ke atap, lalu menyandarkan dirinya di tembok pembatas yang tingginya hingga mencapai dadanya.
Tap tap tap
Terdengar langkah kaki, menaiki tangga. Ryeowook menolehkan kepala melihat siapa yang datang. Setelah mengetahui siapa yang datang, maka yeoja itupun tersenyum manis.
"sedang apa disini sendirian?"
"hmmh, aku menikmati suasana malam disini. Heey, aku tidak sendirian. Kamu datang, untuk menemaniku kan Kyu?" tanya Ryeowook manja.
"ani… kata siapa aku akan menemanimu? Aku hanya ingin menatap bintang malam ini" kata Kyuhyun sambil mengalihkan pandangannya dari langit malam ke wajah Ryeowook.
"hmmh. Jinja. Kalau begitu aku merasa sedikit kecewa" Ryeowook menggembungkan pipinya. Angin malam yang berhembus, menggerakkan rambut panjang Ryeowook yang terurai.
"aku sudah bilang kan, aku tidak suka kamu dekat-dekat dengan Manajer Kim" kata Kyuhyun yang kini telah berdiri di samping Ryeowook. matanya menatap lampu-lampu yang saling berkelap kelip.
"wae?" tanya Ryeowook "jangan salah paham, lagipula tadi aku dan Manajer Kim hanya membicarakan tentang Tuan Park. jangan bilang kamu cemburu" Ryeowook mengerlingkan pandangannya pada Kyuhyun, mengharap namja di sampingnya akan berkata "ya, aku cemburu"
"haah. Untuk apa aku cemburu. Aku hanya merasa dia itu namja yang aneh…" kata Kyuhyun kesal.
"hmmh" Ryeowook mempoutkan bibirnya "tunggu, tadi kamu bilang dia aneh? Aneh apanya Kyunnie? Haah kamu ini" Ryeowook kembali menatap hamparan kota Seoul di malam hari.
"ya, aku merasa dia sangat mencurigakan. Sepertinya dia ingin merebutmu dariku" kata Kyuhyun pelan.
Reflek Ryeowook menolehkan kepalanya.
"apa maksudmu Kyuu...? Dengar, dalam agensi kita, agen Cho Kyuhyun adalah partner dari agen Kim Ryeowook. tidak ada yang bisa merebutku darimu Kyunnie…" Ryeowook menenangkan.
"benarkah?"
"hhmh" angguk Ryeowook, matanya seolah tidak bosan menatap kelipan lampu itu.
"termasuk Manajer Kim?" tanya Kyuhyun semangat.
"iya, termasuk dia"
"bisakah kau tidak dekat-dekat dengannya lagi?" tanya Kyuhyun yang terdengar seperti permintaan.
"wae?" Ryeowook mengerutkan alisnya.
"aku tidak suka. Kalau kamu dekat-dekat dengannya lagi, aku bisa marah" ancam Kyuhyun dingin.
"marah? Haah, aku lebih penasaran melihat kemarahanmu itu Kyu" kata Ryeowook sambil tersenyum, tangannya dengan jail meninju perut Kyuhyun pelan.
"emmmh Wookie…" kata Kyuhyun sambil menepuk pundak Ryeowook yang membuat yeoja itu menolehkan kepalanya.
Tiba-tiba Kyuhyun sedikit membungkukan badannya, lalu
Chuuuppp
Bibir Kyuhyun menempel lembut di bibir Ryeowook. mata Ryeowook membulat mendapati wajah Kyuhyun yang hanya terpaut beberapa mili dari wajahnya. Dia bahkan dapat merasakan helaan nafas hangat Kyuhyun di hidungnya. Tidak ada gerakan apapun. Bibir mereka hanya saling menempel begitu saja. Kyuhyun tersenyum, dan bibirnya masih menempel indah di bibir mungil Ryeowook. Ryeowookpun sama, dia tersenyum canggung pada Kyuhyun. (ingat game kissing card? Yang Kyuwook nya jadul itu. Naah senyumnya kayak gitu ya). Bibir keduanya masih menempel satu sama lain. Kyuhyun sudah tidak tahan ingin tertawa. Kepalanya bergerak hendak melepaskan bibir Ryeowook. Baru saja bibirnya terlepas, tangan Ryeowook menarik kepala Kyuhyun, menyebabkan bibirnya saling menempel kembali. Mata Kyuhyun terbelalak, ketika merasakan bibir hangat Ryeowook memagutnya pelan. Kedua tangan Ryeowook meremas rambut Kyuhyun dan mata indahnya terpejam merasakan sensasi hangat di bibirnya. Tangan Kyuhyun memeluk pinggang yeoja mungil dihadapannya lalu mengeratkan pelukannya agar tidak ada lagi jarak yang tercipta antara dirinya dan Ryeowook. pagutan Ryeowook terlepas dan giliran Kyuhyun yang melumat pelan bibir chery didepannya. Lidahnya menyapu permukaan bibir halus itu dengan lembut. Perlahan, Kyuhyun memasukkan lidahnya kedalam bibir Ryeowook yang sedikit terbuka. Lidah mereka saling bertaut, sesekali Kyuhyun menghisap lidah Ryeowook, begitupun sebaliknya. Ryeowook semakin meremas rambut Kyuhyun dan namja itu semakin mengeratkan pelukannya. Dapat Kyuhyun rasakan debaran jantung Ryeowook yang saat ini berdebar dengan sangat cepat, deru nafasnya dapat terdengar indah di telinganya. Kyuhyun menikmati setiap mili bibir mungil itu dengan lembut dan perlahan, dia tidak ingin cepat-cepat menghentikan kegiatannya. Ryeowook mengalihkan remasannya pada pundak Kyuhyun. Dengan pelan ia mendorong bahu namja itu, namun, Kyuhyun masih memagut bibir Ryeowook.
"enngghh… Kyuu…" bisik Ryeowook tertahan bibir Kyuhyun.
"Kyunniee…" Ryeowook mendorong bahu Kyuhyun hingga ciumannya terlepas.
"yaak, kamu mau membunuhku?" tanya Ryeowook dengan mata melotot. Sebisa mungkin dia meraup oksigen sebanyak yang ia bisa. Nafasnya masih menderu.
"aahaha… mianhe Wookie…" Kyuhyun tersenyum lembut lalu mendekati Ryeowook dan memegang kedua bahunya.
"ccckk… dari mana kamu belajar ciuman seperti itu?" goda Kyuhyun kembali mendekatkan wajahnya.
Blusshh
Wajah Ryeowook memerah sempurna. Seandainya dibandingkan dengan buah tomat yang masak, maka wajah Ryeowook lebih merah dari tomat itu.
"eemmmh… Kyunnie…" Ryeowook merengut. "sudahlah, jangan dibahas lagi... sudah malam, aku mau tidur" Ryeowook dengan kasar melepaskan pegangan tangan Kyuhyun di bahunya.
"baiklah. Tidur yang nyenyak ya…" Kyuhyun tersenyum lembut sambil mengecup kening Ryeowook.
Mata Ryeowook kembali membulat, tubuhnya seolah membeku.
"emmh… jaljayo Kyuuu…" kata Ryeowook pelan, lalu dengan langkah cepat dia meninggalkan Kyuhyun sendirian.
Kyuhyun mengantarkan kepergian Ryeowook dengan tatapan matanya. Perlahan dia tersenyum sambil menyentuh bibirnya.
"Wookie-a… saranghae…" bisiknya sambil tersenyum. Kepalanya mendongak menatap langit malam yang bertabur bintang, bulan purnama menampakkan diri dengan cahanya pucatnya yang redup.
Setelah Ryeowook menutup pintu kamarnya, dia bersandar di pintu. Perlahan jemari lentiknya menyentuh bibir mungilnya.
"pabboya… Wookie, apa yang kamu lakukan tadi? Haaah itu sangat memalukan" Ryeowook merasakan pipinya kembali memanas. Kehangatan bibir Kyuhyun masih terasa di bibir mungilnya. Ryeowook tersenyum sambil menggelengakan kepala. Perlahan dia menutup wajahnya yang terasa panas dengan kedua telapak tangannya.
~o~
Seperti biasa, sebelum berangkat ke kantor ketiga orang dirumah Sungmin itu sarapan bersama. Tapi ada yang aneh dengan sikap dua orang bodyguard Sungmin. Yups. Kyuhyun dan Ryeowook sama-sama tidak saling menyapa. Bahkan jika kebetulan mereka bertemu pandang, keduanya langsung membuang muka.
"ada apa dengan kalian ini? Tidak biasanya saling cuek seperti itu" kata Sungmin sambil menatap Kyuhyun.
Sebelum menjawab, Kyuhyun melihat Ryeowook sekilas. Tanpa sengaja kedua pandang itu saling bertemu. Wajah Ryeowook merona, pelan-pelan ia menundukkan kepalanya.
"aaah aniyo. Tidak ada apa-apa ko Nona. Memang kenapa?" tanya Kyuhyun sambil tersenyum.
"hmmh, rumah ini terasa sepi jika kalian tidak saling bicara" kata Sungmin sambil menyuapkan nasi goreng kedalam mulutnya.
"aah Nona bisa saja. Mungkin Ryeowook sedang sariawan, sehingga dia tidak bicara sejak tadi" canda Kyuhyun.
Sungmin reflek menatap Ryeowook.
"benarkah?" pandangan Sungmin menyipit.
"aah tidak. Aku tidak apa-apa ko" geleng Ryeowook sambil tersenyum "dasar Kyuhyun" Ryeowook mempoutkan bibirnya.
"sepertinya ada yang kalian sembunyikan dariku" Sungmin menyelidik.
"nanti kalau waktunya sudah tiba Nona akan tahu sendiri ko" kata Kyuhyun pelan, sambil mengerling menggoda Ryeowook.
~o~
Sebuah iklan tengah dibuat oleh tim kreatif. Kesibukan hari ini berbeda dari hari-hari biasanya. Sungmin dan Yesung, beberapa kali datang ke lokasi syuting untuk menyaksikan sendiri bagaimana proses pengambilan gambar dilakukan dan mengatur sedemikian rupa agar iklan ini menjadi iklan yang menarik untuk dilihat. Kyuhyun dan Ryeowook tampak dengan sabar mengikuti kemanapun klien mereka pergi. Jika mereka sedang bosan, mereka mencoba untuk bercanda, untuk sekedar menghilangkan kebosanan.
~o~
Sore itu, setelah pulang dari kantor, Ryeowook sengaja jalan-jalan sendiri. Terkadang dia membutuhkan waktu untuk memanjakan dirinya. Sambil menikmati es krim, dia duduk di taman. Ryeowook tersenyum melihat anak-anak kecil yang diasuh oleh ibu dan babysitternya berlarian di taman.
'haah, sejenak melihat senyum mereka membuat hatiku tenang' bisik hati Ryeowook.
Dddrrttt
Sebuah sms masuk kedalam handphonenya.
"Kyunnie"
"kamu sedang apa sendirian? Mau aku temani? Nona Lee sudah beristirahat di rumah"
Ryeowook tersenyum sambil membaca sms dari Kyuhyun. Lalu jemarinya mengetik beberapa kata
"aku menikamati udara sore di taman. Heeey siapa bilang aku sendirian? banyak anak-anak disini. kamu tidak perlu kemari. Sebentar lagi aku pulang"
Setelah selesai mengetik, Ryeowook menekan tombol "send"
Tak berapa lama, sms balasan kembali masuk ke handphonenya
"kyunnie"
"tunggu aku disana. Ada yang harus aku katakan padamu. Ingat, kamu harus menungguku!"
Ryeowook kembali tersenyum, 'memangnya apa yang akan dia katakan? Jangan-jangan?' Ryeowook tergoda memikirkan apa yang akan dikatakan Kyuhyun. Pernyataan cinta, atau hal lainnya, dia menjadi serba salah. Entah kenapa jantungnya berdegup tak menentu. Wajahnya berbinar, dan secercah senyum menghiasi wajah mungilnya.
~o~
Sudah hampir satu jam, Ryeowook menunggu Kyuhyun di taman itu. Namun, namja yang ia harapkan datang menemuinya, sama sekali belum menampakkan batang hidungnya.
'apa Kyuhyun mengerjaiku? Kenapa dia belum datang juga?' pikir Ryeowook.
Ryeowook duduk gelisah menunggu Kyuhyun. Dia mencoba menelpon Kyuhyun, namun nomor namja itu tidak bisa dihubungi.
'baiklah. Aku akan menunggunya. Bukankah tadi Kyuhyun minta aku menunggunya. Mungkin dia pergi ke toko bunga, atau membelikanku hadiah. Entahlah… yang jelas, aku akan menunggunya' tekad Ryeowook.
Sesekali jemarinya bergerak di layar handphone, mengecek keadaan rumah. Namun, tidak ia lihat keberadaan Kyuhyun.
~o~
Yesung melirik jam tangannya. Waktu sudah menunjukkan pukul 19:00. Perlahan dia menghembuskan nafasnya pelan. Saat ini dia berada di dermaga untuk menemui Tuan Park. sebuah sedan hitam baru saja memasuki pelataran dermaga, yang bisa dipastikan bahwa pemilik mobil itu adalah Tuan Park. Yesung menarik sudut bibirnya. Sebuah seringaian terbentuk diwajahnya. Yesung membuka pintu lalu keluar dari mobilnya. Dapat dilihat, bahwa Tuan Park pun melakukan hal yang sama. beberapa bodyguard tampak berada di belakang Tuan Park. Akhirnya Yesung datang menghampiri namja itu.
"hahaha… kau datang sendirian?" tanya Tuan Park.
"seperti yang kau lihat Tuan Park". Jawab Yesung sambil membuka lebar tangannya.
"bagus…" Tuan Park manggut-manggut.
"cepat katakan apa yang ingin kau sampaikan. Aku tidak punya banyak waktu" perintah Yesung.
"aaahh sabarlah Manajer Kim. Lihatlah dulu ini" Tuan Park tersenyum licik sambil menyerahkan dokumen ke tangan Yesung.
"ige mwoya?"
"lihat saja"
Yesung membuka lembaran berkas itu. Dapat dia lihat bahwa itu adalah transkrip dari rekening perusahaan.
"apa maksudnya ini?" tanya Yesung dingin.
"hahaha…" Tuan Park tertawa sebal "kau belum mengerti? Dengar. Itu adalah bukti bahwa beberapa kali dana perusahaan masuk kedalam rekening pribadimu. Penggelapan dana. Hahaha" Tuan Park kembali tertawa terbahak merasa dirinya berada di pihak yang menang.
"lalu apa untungnya semua ini untukmu?" tanya Yesung
"aku tahu, kau juga menginginkan perusahaan itu. Bagaimana kalau kita kerja sama saja. berdua lebih baik dari pada kerja sendirian" ajak Tuan Park. Yesung tampak memikirkan kata-kata Tuan Park.
"sebelumnya, ada yang ingin aku tanyakan padamu" kata Yesung.
"hmmh apa itu?" Tuan Park menganggukan kepala.
"kenapa kau jadi seperti ini? Kenapa kau sangat bernafsu merebut perusahaan Tuan Lee?" tanya Yesung.
"aah itu. Kenapa kau ingin tahu urusan pribadiku? Itu tidak ada urusannya denganmu" elak Tuan Park.
"dalam sebuah kerja sama, yang namanya kejujuran itu sangat penting, yang aku tahu, selama ini kau orang yang baik dan setia kepada Tuan Lee. Apa yang menyebabkanmu mengkhianatinya?"
"hahahaha… Tuan Lee. Tuan Lee. Hahaha… aku muak mendengar nama itu. Dulu aku pernah menyelamatkan nyawanya, hingga aku terluka. Kemudian dia mempekerjakanku di perusahaannya ini. Tapi bagaimana perlakuannya terhadapku? Sama sekali dia tidak pernah menilai hasil kerjaku. Bahkan dia memperlakukanku seperti sampah. Diinjak-injak lalu dibuang" Tuan Park tampak menahan emosi.
"orang seperti dia tidak membutuhkan kesetiaan. Orang sepertinya harus diberi pelajaran. Sedikit pengkhianatan mungkin akan membuka matanya" lanjut Tuan Park dingin.
"hmmh, sayang sekali aku tidak tertarik" kata Yesung, yang menyebabkan Tuan Park menatap heran.
"jika aku bekerja sama denganmu, bukan tidak mungkin jika nanti kau akan mengkhianatiku juga. Hmmh, jika aku bisa mendapatkan perusahaan itu seorang diri, kenapa aku harus berbagi?" Yesung menyeringai.
Tuan Park tampak tidak senang mendengar ucapan Yesung.
"Hah. Jangan salah, aku bisa melaporkanmu pada polisi, apalagi bukti yang kumiliki sudah cukup untuk menjebloskanmu kedalam penjara" ancam Tuan Park menyeringai.
"apa? Ini? Hanya kertas ini?" dengan nada merendahkan Yesung melambai-lambaikan dokumen yang dipergangnya. "hahahaha, kau jangan bercanda Tuan Park. ini masih kurang, dan sama sekali tidak berguna" Yesung kembali memasang wajah dinginnya. Kemudian dengan pasti, tangannya merobek kertas itu menjadi serpihan kecil. Setelah itu, ia menghamburkan kertas itu di hadapan wajah Tuan Park.
"Kaaauu… berani sekali…" Tuan Park emosi, lalu mendekati Yesung dan meremas kerah bajunya, giginya bergemeretak menahan emosinya.
"tenang dulu Tuan Park, jangan seperti ini. Hahaha" Yesung tertawa mengejek. "kau lihat disana!" Yesung menunjuk ke arah gedung dan jembatan yang ada disekitar dermaga itu.
"apa?"
"mian, karena aku tidak percaya sepenuhnya padamu. Aku telah melaporkanmu pada polisi. Dan sekarang, polisi telah mengepung tempat ini. Jadi jangan macam-macam denganku" Yesung melepaskan cengkraman tangan Tuan Park di lehernya.
"kurang ajar…" Tuan Park memperhatikan sekitarnya, dan dapat ia lihat beberapa orang dengan seragam kepolisian tengah mengarahkan senjata ke arah mereka saat ini.
"jangan pernah mencoba untuk kabur, mereka para penembak jitu. Kalau kau masih sayang nyawamu, sebaiknya ikut mereka ke kantor polisi. Hahahaha" Yesung tertawa penuh kemenangan, dia berjalan menuju mobilnya.
"hah, kau pikir bisa selamat dariku" bisik Tuan Park yang masih bisa didengar oleh telinga Yesung.
Perlahan Tuan Park mengambil sebuah pistol dari balik jasnya, lalu mengarahkan dengan lurus kearah Yesung saat ini.
"Terima kematianmu Manajer Kim" Yesung melirik kearah Tuan Park yang bersiap untuk menarik pelatuknya.
DOORRR
Suara tembakan itu terdengar menggema di sekitar dermaga. Tuan Park tampak memegang tangannya yang kesakitan dan berlumur darah.
"Tempat ini telah dikepung polisi. Serahkan dirimu sekarang dan jangan coba melarikan diri" kata Insperktur Shin melalui pengeras suara. Beberapa personil polisi segera mendatangi Tuan Park dan memborgol pergelangan tangannya. Anak buah Tuan Park yang ada disana juga ikut ditangkap polisi.
"Sialan. Tunggu pembalasanku anak muda. Aku akan menghabisimu" umpat Tuan Park sebelum dimasukan kedalam mobil polisi.
"Tunggu…" tahan Yesung pada petugas, lalu dia mendekati Tuan Park.
"apa kau bilang? Menghabisiku? Haha, dalam mimpi" bisik Yesung sambil menepuk pipi Tuan Park dengan keras. "silahkan" kata Yesung pada petugas.
Inspektur Shin datang menghampiri Yesung.
"kau tidak apa-apa?" tanya Inspektur Shin.
"gwenchanha. Beruntung dia tidak sempat menembakku" kata Yesung sambil tersenyum.
"syukurlah. Kalau begitu pulanglah, hari ini sangat melelahkan. Terima kasih atas kerja samanya" Inspektur Shin mengulurkan tangannya, mereka berdua berjabat tangan dengan erat.
"itu menjadi tugasku juga" kata Yesung.
Setelah itu, dia bergegas masuk kedalam mobil.
'baru jam delapan. Hmmh, sepertinya ke rumah Sungmin bukan ide yang buruk' pikir Yesung. Lantas melajukan mobilnya menuju kediaman Sungmin.
Selama di perjalanan, Yesung menyeringaikan senyumnya. Membayangkan kembali bagaimana wajah Tuan Park ketika diringkus polisi. Dia tersenyum penuh kemenangan. Tak terasa, mobil telah memasuki halaman rumah Sungmin. Setiba di disana Yesung segera memarkirkan mobilnya. Namun, ada pemandangan aneh. Dia melihat Ryeowook yang memasuki rumah dengan wajah yang tertekuk. Dengan kaki yang agak menghentak yeoja itu masuk kedalam rumah. Yesung keluar dari mobilnya dan mengikuti Ryeowook dari belakang.
'pabbo, kenapa mau saja dikerjai Kyuhyun…' rutuk Ryeowook dalam hati.
Ryeowook mendapati rumah dalam keadaan sepi, tidak terlihat seorangpun disana. Kyuhyun, Sungmin atau bahkan pembantu sekalipun.
'rumah ini kenapa jadi sangat sepi begini' pikir Ryeowook.
Ketika tiba di ruang tengah, ia melihat pintu menuju taman belakang terbuka lebar. Tanpa ada rasa curiga, kakinya secara otomatis melangkah kesana. diluat terdapat kolam renang yang biasa digunakan oleh Sungmin. Kaki Ryeowook terus melangkah, hingga tanpa terasa Ryeowook menghentikan langkahnya tiba-tiba. Badannya seolah membeku melihat pemandangan yang sangat menusuk hatinya. Kepalanya ingin berpaling, namun entah kenapa matanya malah tertuju pada objek yang kini berada beberapa meter di hadapannya. Disana Ryeowook dapat melihat dengan jelas Kyuhyun dan Sungmin. Lebih tepatnya pada apa yang tengah mereka lakukan. Kyuhyun mencondongkan tubuhnya dan dengan erat memeluk tubuh Sungmin. Tangan kiri yeoja itu melingkar di pundak Kyuhyun sedangkan tangan kanannya memegangi jas yang Kyuhyun kenakan dengan erat. Lalu apa yang membuat hati Ryeowook seolah tertusuk duri? Bibir keduanya saling menempel erat, dan mata mereka terpejam, seolah menikmati apa yang sedang terjadi. Pandangan mata Ryeowook mengabur oleh airmata yang berkumpul di pelupuk matanya, tanpa sadar dia menggigit bibir bawahnya untuk mengurangi rasa sakit di hatinya.
Kekagetan bukan hanya dirasakan Ryeowook. Yesung yang turut melihat kejadian itu diam membeku di tempatnya. Sesekali dia mengalihkan pandangannya pada Ryeowook yang terlihat berkaca-kaca.
'mereka pikir, apa yang sedang mereka lakukan?' pikir Yesung.
To Be Continue
~o~
apa ini? Ceramah atau ff? kepanjangan ya.. mian. apdetnya ngareeeet pake banget. jeongmal mianhe reader sayang, beneran ni lagi sibuk. Hehe. gimana chap ini? Semoga memuaskan ya. Dan author yakin, momen kyuwooknya, bkin KWS seneng kan? Kan? Kan?. tapi perasaanku bilang chap ini gajenya nggak ketulungan. Setuju nggak? Agak2 aneh gimanaaa gitu. Hoho. *curcol. seperti biasa, author ingin mengucapkan terima kasih bagi yang udah nyempetin ngasih review:
Hanazawa Kay: iyups. Hehehe, beruntunglah Kyu cpet balik ke RS. Emmmh, kapan ya? ^^
Kim Gyuna: hehe, ayo dong tebak lagi untuk yang sekarang. Ting. Dia nggak akan ngjahatin Wook ko. Kasian makhluk seimut wook klo dijahatin. *plaak
Vic89: oowwh, aq baru tau ching ^^. Haha, chap ini gimana? Bukan suap-suapan tapi kisseu-kisseuan. Hihihi.
Lailatul magfiroh 16: say, kamu komen ke WP kah? ^^ mian, kalo kmren nggak kesebut. udah ketebak kan yesung kyk gmn?
Kyungie: yang jelas ini bukan KyuMin.
Bluerose: aaah semua pertanyaanmu udah kejawab belum di chap ini? Kyuwook belum resmi. Hihihi.
Dwiihae: iya. Yesung jahat. Huhu (mianhe oppa). emmh, sungmin baik? Yakiiiinnn? Hehe. Oke,ini udah lanjut.
Ryeofha2125: gimana moment KW nya? Sweet pake banget kan di chap ini? *plaak. Mianhe, aq lagi sibuk, jadi apdetnya lama. ^^
Meidi96: unniiiii… ^^/ PTM – partner tapi mesra. Hehe. Kyaaa jangan elus-elus my Wook. Hanya aku yang boleh ngelus dia. *dibom. Hehe, mian, Yesungie jahat. Awas aja berani bikin perhitungan sama aq, tak laporin eyang loh. Hahaha.
Dheek enha1: yups betul. Nggak apa-apa ya dia antagonis juga? Hehe. Gomawo.
Casanova indah: oh ya? Benarkah Min dah nggak suka sama Kyu? Hehe. Tenang, dia udah diringkus ko. Hidup bahagia di penjara. Hahaha *ketawa puas.
Yoon hyunwoon: udah nggak usah curiga. Di chap ini udah keliatan gimana tuh Yesung. Kkkkk.
Mita: annyeong, salam kenal juga Mita. ^^/. Boleh ko, mau komen sebanyak apapun asal yang membangun, dan tidak ngebash. Haha.
Cloudlovekyusung: ya aku rebut dulu dong dangkomanya. Hehe. Iya, udah aku kasih tau juga, tapi Kyuwook tetep ngeyel *desigh. Iya dong, keseringan nntn film action jadi gini deh, haha. Smga aja kmu tetep suka sma ceritanya. ^^. Tenang aja tuan park udah hidup bahagia di penjara. *aaah tenang. Kyaaaa kmu suka dangdut ya? Itu ngapain mang-nya ditarik-tarik. Hehe. Oke, selamat menikmati chap ini. ^^
Cho ryeosomnia fishies: nyoook kita jadiin dia sate, abis tuh kasiin ke dangkoma. Haha. *sadis. Bukan ko bukan Teuk. Cuma pinjam marganya aja. ^^
Cartwightelfsuju shawolshinee: yaah, dari pada nangis guling2 mending kisseu dangkoma aja yah. *pukpuk. Viis. Kyaaa, kamu kurang puas sma KW momennya. Nih udah di tambah. Hehe. Gimana? Yaah aq juga terpaksa nih ngjadiin Yesung orang jahat, demi cerita. Hehe. Mian ya, apdetna lama, sibuuuuk. Bantuin sini ^^/
Cloud prince: hehe, mian, tadinya aku juga pengen gitu, pngen wook yang menang, tapi gimana dong cara bikin kyuwook sweet2an, jadinya aku korbankan Wook. Hehe.
Haha, aku jadi malu sendiri kalau inget ada tulisan "Ciaaat" di chap kemaren. Beneran deh. Malu. Haha. Itu kan kata-kata kuno. Wkwkwk.
Gimana ya, sungmin tuh sadar nggak sadar. *plaak.
Eh eh kok kamu inget sama chap 1 sih? Aq pikir udah pada lupa. Haha. Mian ya, feelingmu ada yang bener ada yang nggak. Tau kan yang mana aja yang bener dan yang nggaknya. ^^. Oke, kmu istri yang baik, selalu ngedukung suami salah ataupun bener. Kkkk. Kyaaa, aq mah mending dibantuin masak ma wook aja deh. Kekekeke.
Oya, gimana chap ini? Semua kecemasanmu udah hilang kah? Tadi tuh hampir aja Yesung mau ditembak. Pasti kamu deg2an kan? Hihi.
Mianhe untuk keterlambatan apdetnya, soalnya lagi sibuk. Ni juga nyuri2 waktu. Hehe. Semoga chap ini memuaskan. ^^
Vinos hyunelL: mianhe… lama banget apdetnya. Hehe. Kyaaa mereka punya anak? ntar dah kalo udah aq kawinin. ^^
Fiewook: nggak ko, Wook baik-baik aja. *ada mantra dari eyang kirey hehe, salah tempat*. Sensi apaan? Nggak ah. Hahaha, chap ini gimana? Semuanya cemburu. Wkwk. Aah aq nggak berbakat jadi orang jail, jadi idenya nggak ada. Chap ini nggak ada tegang-tegang nya ya. Hehe.
Jovita: miaaaannn… hehe. Dia mau ngajakin kerjasama, tapi sayang, ditolak sama Yesung. Aah aku juga kangen dia. Hikshiks…
Kirefa: annyeong, nggak apa-apa. Hahaha, aq malu inget ada kata "ciaat" haha. Nggak laah, aku juga pengen ni cepet END. Nggak akan kyk cinta fitri ko tenang aja ^^. Ini KW momennya udah ditambah. Seneng kan? Hehe. Ok, salam kenal juga Kirefa.
Ryeo2119: Whaaaaatttt yang kmren masih kurang panjang? Yang chap ini, kepanjangan yah? hehe. Terima kasih udah menunggu, itu salah iiih, bukan manajer park, tapi manajer Kim. Hehe.
Raiaryeong9: hehe, ayo tebak lagi… mian apdet ngaret ^^. Chap ini gimana?
dyahYWS: iya ini udah lanjut. Gimana momentnya udah banyak kan? Gomawo ^^
ryeo ryeo ryeong: hooh. Sebel aq jga ma dokternya. Hoho. Udah ketauan kan Yesung gimana? Hehe.
Detaayu75: mian, tapi iya. Dia jadi jahat. Hehe.
Im13elieve: annyeong Min Mi. apa kita pernah kenalan sebelumnya? Nado bangapta. Kyaaa sekarang bacanya dari komptr jga kah? Hhehe. Aduuh Wook, di chap ini mudah2n nggak bkin kamu kenapa2 ya. ^^ gomawo.
umilcloudELF: udah nggak bingung lagi kan sekarang? Yewook? Emmh, mungkin di chap depan. Mungkin ya ^^
augesteca: udah kejawab kan? Yesung = jahat. Kyuwook, emmh, liat kedepannya aja dh.
Niisaa9: Noooo, Min sama aku ko, hehe. Ok, untuk menjawab pertanyaanmu, temukan jawabnnya di chap ini! Gimana? Hehehe.
Hyosun98: annyeong… iya betul banget, ni akun FFN punya kirey midori. Hehe. Sekrang udah nggak curiga lagi kan sama Yesung? Udah ketauan ko sekarang. Niih udah banyak ko moment KW-nya. Chap ini gimana? ^^
Kyuwook baby: Kyaaa kmu nggak jadi hiatus kan aii? Hehe. Iya aku juga ngenes banget sama yang nendang wook. Hoho. Eits, jangan dekap2 Min, dia milikku juga *smirk.
Friska Kyuwook: udah lanjut.
Haah, ada yang belum kesebut? Mianhamnida. Silahkan lapor ke author. ^^ Oke, seperti biasa, ditunggu reviewannya ya reader sayang yang "kantik dan unyu" hehe. Buat para Siders, kalian nggak bosen apa, baca mulu tapi nggak komen. *pletak. Aq tunggu ya siders yang baik-baik, reviewnya.
*see u*
